Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32260 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Isnatami Nurul Azni; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Abdur Rahman, Heni D. Mayawati
Abstrak: Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM10 dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan analisis risiko. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik. Hasil konsentrasi tertinggi yaitu 0,407 mg/M3 dan terendah yaitu 0,167 mg/M3 dengan perhitungan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/M3 . Hasil perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Sedangkan hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/M3 . Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.
Kata kunci: PM10, Analisis Risiko, Industri Beton
Read More
S-8666
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alvia Hamastia Rachman; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
S-9671
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Ayuwardani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Heny D Mayawati
Abstrak: Penanganan batubara akan selalu menghasilkan debu batubara dalam jumlah yang signifikan, termasuk di dalamnya PM10. PM10 adalah partikulat respirabel yang dapat terhirup manusia dan mengendap di thoraks.Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan desain studi cross sectional untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan pekerja Divisi Alat Berat di PT Z.Penelitian dilakukan di PT Z pada bulan Mei-Juni 2015.Jumlah sampel diambil dengan metode total sampling sejumlah 47 responden. Konsentrasi PM10 diukur di 6 titik sampling dengan hasil konsentrasi tertinggi 0,355 mg/m3 dan konsentrasi terendah 0,151 mg/m3 . Rata-rata pola aktivitas pekerja di divisi Alat Berat PT Z menunjukkan waktu kerja selama 8 jam/ hari, 263 hari/ tahun, selama 13,3 tahun. Hasil perhitungan asupan untuk durasi realtime adalah 0,0065 mg/kg/hari dengan RQ = 0,75. Sedangkan hasil perhitungan untuk asupan lifetime yaitu 0,012 mg/kg/hari dengan RQ = 1,38. Manajemen risiko yang paling mungkin dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,16 mg/m3 . Pengendalian PM10 di area kerja dapat dilakukan dengan carakonstruksi jalan yang tepat, pengairan rutin di sepanjang jalan, penggunaan terpal untuk menutup muatan truk, hingga pemasangan barrier tanaman. Kata kunci: Analisis Risiko, PM10, Batubara
Read More
S-8774
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Indriati Fatonah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Abdur Rahman, Suyud Warno Utomo, June Mellawati, Ricki M. Mulia
T-3262
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanik Prihartini; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Rachmadi Purwana, Abdur Rahman, Ricki M. Mulia, Evi Nuryana
T-3183
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meliana Sari; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Abdul Rahman, Mujoko
S-6169
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izzah Aisyah Ridlani; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Heny Mayawati
Abstrak: Benzena merupakan bahan kimia yang terbukti karsinogenik serta bersifat genotoksik pada manusia. Salah satu penggunaan benzena adalah lem yang digunakan di industri mebel atau furniture. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan pajanan benzena pada pekerja industri mebel. Yang menjadi tempat penelitian adalah workshop kayu yang berada Kawasan Gotong Royong, Klender, Jakarta Timur. Penelitian dilakukan selama bulan November hingga Maret 2016. Metode yang digunakan adalah metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Nilai estimasi risiko kesehatan non karsinogenik dinyatakan dengan Risk Quetient dan estimasi risiko kesehatan karsinogenik dinyatakan dengan Excess Cancer Risk. Konsentrasi benzena di udara lingkungan kerja diukur dan karakteristik pola pemajanan responden didapatkan dari hasil wawancara langsung. Didapatkan bahwa nilai median konsentrasi benzena di udara lingkungan kerja di Kawasan Gotong Royong sebesar 0,508 mg/m3 atau 0,159 ppm. Nilai median dari intake non karsinogenik untuk durasi life span adalah 0,016 mg/kg/hari, sedangkan nilai median dari intake non karsinogenik real time sebesar 0,00073 mg/kg/hari. Nilai median dari intake karsinogenik sebesar 0,00026 mg/kg/hari. Dari nilai intake, didapat besar tingkat risiko non karsinogenik (RQ) untuk durasi life span sebesar 1,90 dan RQ real time sebesar 0,085. Sedangkan tingkat risiko karsinogenik (ECR) dengan CSF minimal sebesar 0,4E-4 dan ECR dengan CSF maksimal sebesar 1,5E-4. Nilai RQ life span dan nilai ECR maksimal sudah melewati batas aman sehingga udara di lingkungan kerja Kawasan Gotong Royong sudah tidak aman dari risiko kesehatan non karsinogenik dan risiko kesehatan karsinogenik pajanan benzena dengan intake sesuai masing-masing responden. Diperlukan manajemen risiko untuk meminimalisir risiko kesehatan pajanan benzena. Kata Kunci: Benzena, Lem Kayu, Workshop Kayu, Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Read More
S-9087
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Katania Rosela Putri; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ririn Arminsih, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: DAMPAK NEGATIF YANG DAPAT DITIMBULKAN DARI INDUSTRI BETON ADALAH PAJANAN DEBU PARTIKULAT TERHADAP PEKERJA YAITU PARTICULATE MATTER 2,5 MIKRON (PM2,5) KARENA DAPAT TERHIRUP KE DALAM PARU HINGGA MASUK KE DALAM PEREDARAN DARAH. PENELITIAN INI MEMILIKI TUJUAN UNTUK MENGANALISIS RISIKO KESEHATAN PEKERJA DI CONCRETE BATCHING PLANT PT. X AKIBAT PAJANAN INHALASI DEBU PARTIKULAT PM2,5. RISIKO DIHITUNG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (ARKL) UNTUK MENGETAHUI NILAI RISK QUOTIENT (RQ). NILAI RQ DIPEROLEH DENGAN MEMBAGI ASUPAN PAJANAN PERBERAT BADAN PERHARI DENGAN NILAI REFERENCE CONCENTRATION (RFC). JIKA NILAI RQ>1 MAKA PERLU DILAKUKAN MANAJEMEN RISIKO. PENELITIAN INI MENGHITUNG RISIKO PAJANAN PM2,5 PADA 72 PEKERJA DI BATCHING PLANT PT. X. SAMPLING DILAKUKAN DI 4 TITIK SELAMA 1 JAM MENGGUNAKAN HVAS, MASING-MASING TITIK DILAKUKAN 2 KALI SAMPLING YAITU PADA SIANG HARI DAN MALAM HARI DENGAN KONSENTRASI RATA-RATA 120MG/M3 . KONSENTRASI TERSEBUT SETELAH DIKONVERSI BERADA DIATAS BAKU MUTU. PERHITUNGAN RISIKO DENGAN DURASI REAL TIME SECARA RERATA TIDAK BERISIKO NAMUN BERISIKO BAGI 5 ORANG PEKERJA. PERUSAHAAN AKAN TERUS BERJALAN, MAKA PERLU DILAKUKAN PENILAIAN RISIKO PADA DURASI LIFE TIME (25 TAHUN) DENGAN HASIL RERATA BERISIKO PALING TIDAK SELAMA 9 TAHUN KEDEPAN. MAKA, PERLU DILAKUKAN MANAJEMEN RISIKO UNTUK 25 TAHUN KEDEPAN DENGAN CARA MENURUNKAN KONSENTRASI PM2,5 MENJADI JIKA KONDISI MASIH SAMA YAITU PEKERJA DENGAN RATA-RATA BERAT BADAN 66,85KG BEKERJA 12 JAM PERHARI DALAM 317 HARI PERTAHUN. KATA KUNCI: PM2,5, INDUSTRI BETON, CONCRETE BATCHING PLANT, ANALISIS RISIKO
Read More
S-9884
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mitha Theresia; Pembimbing: Umar Fachmi Achmadi; Penguji: Ema Hermawati, Slamet Isworo
Abstrak: Kebisingan merupakan bunyi yang tidak diinginkan dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, salah satunya kelelahan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pajanan kebisingan dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja di station produksi stamping PT X Plant Jakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 125 orang pekerja. Data kebisingan didapatkan melalui data sekunder perusahaan yang melakukan pengukuran rutin melalui dokumen monitoring measurement. Data kelelahan pekerja didapatkan dengan menggunakan data primer melalui kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja (KAUPK2) yang sudah teruji validitasnya. Variabel lain sebagai karakteristik pekerja (usia, masa kerja, shift kerja, dan status gizi ) juga diamati dalam penelitian ini. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji chi-square, didapatkan hubungan signifikan antara pajanan kebisingan dengan tingkat kelelahan kerja (p-value=0.033, OR=2.333). Didapatkan pula hasil yang signifikan dengan kelelahan kerja yaitu usia (p-value=0.029, OR=2.365) dan shift kerja (pvalue=0.008, OR=2.865). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kebisingan diatas NAB meningkatkan risiko pekerja mengalami kelelahan kerja terutama pada pekerja usia tua dan pekerja shift malam
Noise is unwanted sound and can cause health problems, one of which is work fatigue. This study aims to analyze the relationship between noise exposure and fatigue levels of workers at the stamping production station of PT X Plant Jakarta. The study used quantitative research methods with cross-sectional studies. The number of samples in this study are 125 workers. Data of noise is obtained from secondary data of companies that carry out routine measurements through monitoring measurement documents. Worker fatigue data was obtained using primary data through a questionnaire measuring feelings of work fatigue (KAUPK2) which had been tested for validity. Other variables as worker characteristics (age, length of work, shift work, and nutritional status) were also observed in this study. Based on statistical tests using the chi-square test, there was a significant relationship between noise exposure and work fatigue (p-value = 0.033, OR = 2.333). Also obtained significant results with work fatigue, namely age (p-value = 0.029, OR = 2.365) and work shift (p-value = 0.008, OR = 2.865). Based on result of the study, show that noise above NAB increases the workers risk of work fatigue, especially in old age workers and night shift workers
Read More
S-10950
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurilma Fauzia; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Abdur Rahman, Elyana Ginting
Abstrak: Kondisi pencemaran udara di kota-kota besar di Indonesia semakinmenampakkan kondisi yang sangat meprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapatberasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, danperumahan. Kadar debu pada 3 kota besar di Indonesia yakni DKI Jakarta, Yogyakartadan Semarang sebesar 280µg/m3, dimana nilai tersebut sudah melebihi baku mutu.Kontribusi debu pada udara ambient di DKI Jakarta yang bersumber dari kendaraanbermotor sebesar 4.486.991 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko kesehatan akibat pajanan PM10 pada populasi berisiko di Terminal Bus Pulogadung. Desain studi dalam penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tingkat risiko(RQ) pajanan PM10 berisiko terhadap kesehatan populasi berisiko baik untuk perhitungan real time maupun life span. Rekomendasi manajemen risiko dapat dilakukan dengan mengurangi konsentrasi PM10 sampai batas aman yaitu dengan upaya perbaikan lingkungan terminal.Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan, PM10, Populasi Berisiko
Condition of air pollution in major cities in Indonesia are increasingly displayingvery poor condition . Sources of air pollution can come from a variety of activities suchas industry, transport, offices, and housing. The Dust levels in the three major cities inIndonesia, Jakarta , Yogyakarta and Semarang for 280μg/m3 , where the value hasexceeded the threshold limit value ( TLV ) . Contributions of dust in ambient air inJakarta that comes from motor vehicles amounted to 4,486,991 tons / year. This aim ofthis study is to analyze the big health risk of PM10 exposure at risk populations inPulogadung Bus Terminal . The design of this study used the method of EnvironmentalHealth Risk Analysis ( ARKL ) . The results showed that in real time or life spancalculation the level of risk (RQ) for risk agent PM10 is risky for the risk populationhealth. Risk management recommendations can be done by reducing PM10concentrations to safe limits as environmental improvement terminal.Keywords : Health Risk Analysis, PM10, Risk Population
Read More
S-8204
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive