Ditemukan 36990 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Neni Herlina Rafida; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Handoko
Abstrak:
Kebakaran merupakan masalah yang sangat krucial yang perlu penanganan serius mengingat sampai saat ini banyak sekali kejadian kebakaran yang terjadi di DKI Jakarta, dimana evaluasi proteksi aktif dan pasif dan penanggulangan kedaruratan menjadi penting dilakukan untuk melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran yang pada akhirnya dapat mengurangi angka kejadian kebakaran. Penelitian ini membahas tentang evaluasi proteksi aktif (sprinkler, detector, alarm, hidran, pompa dan APAR serta sarana penyelamatan diri) dan pasif (konstruksi bangunan, kompartemenisasi, segregasi bahaya, interior finish dan proteksi atrium) dan penanggulangan kedaruratan kebakaran pada gedung Puskesmas Kebon Jeruk. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa dari proteksi aktif hanya ada beberapa point yang tidak sesuai diantaranya belum adanya sprinkler, penunjuk arah keluar dan tempat berkumpul dan untuk proteksi pasif hanya pada point segregasi bahaya yang belum dipenuhi secara optimal. Dan untuk penanggulangan kedaruratan semuanya tidak sesuai dengan ketentuan karena belum terbentuk tim penanggulangan kebakaran dan belum ada tentang tata laksana bila terjadi kebakaran. Kata Kunci: Kebakaran, proteksi aktif, proteksi pasif, penanggulangan kedaruratan kebakaran
Read More
S-8694
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nida Hanifah Nasir; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Gandjar Kiswanto
Abstrak:
Skripsi ini membahas evaluasi kesesuaian antara sistem proteksi kebakaran aktif (sprinkler, alarm, detektor asap dan panas, APAR, pompa kebakaran dan hidran), pasif (konstruksi bangunan dan komaprtemen), sarana penyelamatan jiwa (sarana jalan keluar, Koridor, Tangga darurat, Tanda petunjuk arah, Pintu darurat dan Pencahayaan Darurat ) dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gendung (MKKG) dengan acuan peraturan di Indonesia berupa PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 serta beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Proteksi Kebakaran Aktif, Pasif, Sarana Penyelamatan Jiwa dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) yang tersedia belum sesuai dengan acuan yang digunakan.
Kata kunci: Kebakaran, Kepmenaker, Penyelamatan jiwa, Permen PU, Perwal Depok, SNI, Sistem proteksi aktif, Sistem proteksi pasif
Read More
Kata kunci: Kebakaran, Kepmenaker, Penyelamatan jiwa, Permen PU, Perwal Depok, SNI, Sistem proteksi aktif, Sistem proteksi pasif
S-8618
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jufni Muhammad Riandy; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Gandjar Kiswanto
Abstrak:
Skripsi ini membahas evaluasi kesesuaian antara sistem proteksi kebakaran aktif (sprinkler, alarm, detektor asap dan panas, APAR, pompa kebakaran dan hidran), pasif (konstruksi bangunan dan komaprtemen), sarana penyelamatan jiwa (sarana jalan keluar, Koridor, Tangga darurat, Tanda petunjuk arah, Pintu darurat dan Pencahayaan Darurat ) dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gendung (MKKG) dengan acuan peraturan di Indonesia berupa PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 serta beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Proteksi Kebakaran Aktif, Pasif, Sarana Penyelamatan Jiwa dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) yang tersedia belum sesuai dengan acuan yang digunakan.
This study discussed about suitability evaluation of active fire protection system (sprinkler, alaram, heat and smoke detektor, APAR/minor fire extinguisher, fire pump and hydrant), passive fire protection system (building construction and compartment), life saving equipment (exit way, corridor, emergency stairs, direction sign, emergency doors and emergency lighting) and building?s fire safety management with regulatory reference of Indonesia PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 and some of standar Nasional Indonesia (SNI). This research used analytic descriptive research with comparative approach.The result showed that evaluation of active and passive fire protection system, life saving equipment and building?s fire safety management which is available is not suitable with regulatory reference.
Read More
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Proteksi Kebakaran Aktif, Pasif, Sarana Penyelamatan Jiwa dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) yang tersedia belum sesuai dengan acuan yang digunakan.
This study discussed about suitability evaluation of active fire protection system (sprinkler, alaram, heat and smoke detektor, APAR/minor fire extinguisher, fire pump and hydrant), passive fire protection system (building construction and compartment), life saving equipment (exit way, corridor, emergency stairs, direction sign, emergency doors and emergency lighting) and building?s fire safety management with regulatory reference of Indonesia PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 and some of standar Nasional Indonesia (SNI). This research used analytic descriptive research with comparative approach.The result showed that evaluation of active and passive fire protection system, life saving equipment and building?s fire safety management which is available is not suitable with regulatory reference.
S-8712
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur`aini Attahiroh; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-9040
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lia Anggraeni; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Priyanto
Abstrak:
Hingga saat ini kebakaran masih sering terjadi terutama pada bangunan gedung bertingkat. Laboratorium merupakan bangunan yang perlu mendapatkan perhatian khusus mengenai sistem proteksi kebakaran. Penelitian ini membahas tentang evaluasi sistem proteksi kebakaran aktif berupa sprinkler, alarm kebakaran, detektor kebakaran, hidran, dan APAR, sistem proteksi kebakaran pasif berupa kompartemenisasi, sarana jalan keluar, pintu kebakaran, tangga kebakaran, pencahayaan darurat, tanda penunjuk arah, dan tempat berkumpul sementara, dengan peraturan yang berlaku di Indonesia berupa Permen PU No.26/PRT/M/2008, Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun peraturan yang berlaku di internasional berupa standar National Fire Protection Assosiation (NFPA), serta membahas tentang kesesuaian laboratorium menggunakan bahan kimia terhadap standar National Fire Protection Assosiation 45 tentang Laboratories Using Chemicals. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Proteksi Kebakaran Aktif memenuhi peraturan sebesar 61%, Sistem Proteksi Kebakaran Pasif memenuhi peraturan sebesar 57,5% dan Laboratories Using Chemicals memenuhi standar sebesar 75%, namun masih diperlukan beberapa perbaikan serta peningkatan dari kelengkapan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang telah tersedia.
Kata kunci: Kebakaran, Laboratorium, Evaluasi, Sistem Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif, Permen PU, SNI, NFPA
Fires still occur mainly in high rise buildings. The laboratory is a building that needs to get special attention on fire protection system.This study discusses the evaluation of active fire protection system in the form of sprinkler, fire alarm, fire detector, hydrant, and fire extinguisher, and passive fire protection system in form compartment, exit facility, fire door, fire ladder, emergency lighting, signpost, and temporary gathering places. All this element is evaluated with regulations that applied in Indonesia. The regulation are Permen PU No.26/PRT/M/2008, Indonesian National Standard (SNI) and international regulation that is National Fire Protection Association (NFPA) standard. This study also discusses the compatibility of laboratory using chemicals against National Fire Protection Association 45 standard about Laboratories Using Chemicals. The research design used was observational research with qualitative approach. The results showed that the Active Fire Protection System meets the regulation of 61%, The Passive Fire Protection System meets the regulation of 57.5%, and Laboratories Using Chemicals meets regulation of 75%. However there are still needed some improvement and enhancement of the completeness of prevention and fire protection facilities.
Key words: Fire, Laboratory, Evaluation, Active and Passive Fire Protection System, Permen PU, SNI, NFPA
Read More
Kata kunci: Kebakaran, Laboratorium, Evaluasi, Sistem Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif, Permen PU, SNI, NFPA
Fires still occur mainly in high rise buildings. The laboratory is a building that needs to get special attention on fire protection system.This study discusses the evaluation of active fire protection system in the form of sprinkler, fire alarm, fire detector, hydrant, and fire extinguisher, and passive fire protection system in form compartment, exit facility, fire door, fire ladder, emergency lighting, signpost, and temporary gathering places. All this element is evaluated with regulations that applied in Indonesia. The regulation are Permen PU No.26/PRT/M/2008, Indonesian National Standard (SNI) and international regulation that is National Fire Protection Association (NFPA) standard. This study also discusses the compatibility of laboratory using chemicals against National Fire Protection Association 45 standard about Laboratories Using Chemicals. The research design used was observational research with qualitative approach. The results showed that the Active Fire Protection System meets the regulation of 61%, The Passive Fire Protection System meets the regulation of 57.5%, and Laboratories Using Chemicals meets regulation of 75%. However there are still needed some improvement and enhancement of the completeness of prevention and fire protection facilities.
Key words: Fire, Laboratory, Evaluation, Active and Passive Fire Protection System, Permen PU, SNI, NFPA
S-9351
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ghina Rafifa; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Soehatman Ramli
Abstrak:
Penelitian ini membahas gambaran sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif diBalaikota Depok dengan melakukan tinjauan terhadap sistem proteksi kebakarantersebut dan melihat kesesuaian sistem proteksi dengan ketentuan yang ada dalamstandard an aturan yang berlaku. Pengumpulan data dilakukan dengan metodeobservasi dan wawancara tidak terstruktur, serta telaah dokumen terkait. Analisisdilakukan dengan melakukan perbandingan antara sistem proteksi kebakaran aktifdan pasif yang terdapat di Balaikota Depok dengan standar NFPA 1: Fire Code,serta peraturan nasional dan lokal seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran padaBangunan Gedung dan Lingkungan dan Peraturan Walikota Depok No. 14 tahun2012 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada BangunanGedung dan Lingkungan. Dari penelitian ini didapatkan bahwa sistem proteksikebakaran aktif dan pasif di Balaikota Depok belum memenuhi standar yangberlaku.Kata kunci : sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaranpasif, NFPA.
This study decribes the active and passive fire protection system implemented inDepok City Hall in the year of 2016, by conducting a review of its fire protectionsystem and deciding whether the system had met the requirements in applicablestandards or not. The data was collected by observation and unstructured interviews,as well as document review. Analyses were performed by doing a comparisonbetween the findings and applicable standards, such as NFPA 1: Fire Code, as wellas national and local regulations such as Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 and Peraturan Walikota Depok No. 14 tahun 2012, both are aboutTechnical Requirements for Fire Protection System in Buildings and theEnvironment. From this study, it can be concluded that the active and passive fireprotection system in Balaikota Depok has not met the requirements in applicablestandards.Keywords : active fire protection system, passive fire protection system,NFPA.
Read More
This study decribes the active and passive fire protection system implemented inDepok City Hall in the year of 2016, by conducting a review of its fire protectionsystem and deciding whether the system had met the requirements in applicablestandards or not. The data was collected by observation and unstructured interviews,as well as document review. Analyses were performed by doing a comparisonbetween the findings and applicable standards, such as NFPA 1: Fire Code, as wellas national and local regulations such as Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 and Peraturan Walikota Depok No. 14 tahun 2012, both are aboutTechnical Requirements for Fire Protection System in Buildings and theEnvironment. From this study, it can be concluded that the active and passive fireprotection system in Balaikota Depok has not met the requirements in applicablestandards.Keywords : active fire protection system, passive fire protection system,NFPA.
S-9035
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Faras Salsadila; Pembimbing: Hendra; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Robiana Modjo, Irma Primadiati Afifka, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:
Read More
Universitas merupakan salah satu tempat yang memiliki risiko terhadap kebakaran. Penelitian ini membahas tentang evaluasi pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif, dan sarana penyelamatan jiwa di Gedung Baru Fakultas Ilmu Adinistrasi Universitas Indonesia. Desain penelitian ini bersifat mix methode. Objek dari penelitian ini yaitu setiap elemen pada sistem proteksi kebakaran aktif, pasif, serta sarana penyelamatan jiwa yang berada di Gedung Baru FIA UI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan antara kondisi aktual dengan standar NFPA (NFPA 72, NFPA 13, NFPA 14, NFPA 10, NFPA 101), Permen PU No. 26 Tahun 2008, dan Perwal Depok No. 14 Tahun 2012 . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif pada Gedung Baru FIA UI mendapatkan hasil 86,68% memenuhi standar dan peraturan yang berlaku, sistem proteksi pasif mendapatkan hasil 80% memenuhi standar dan peraturan yang berlaku, serta sarana penyelamatan jiwa mendapatkan hasil 93,75% memenuhi standar dan peraturan yang berlaku.
University is one of the places that has a risk of fire. This study discusses the evaluation of the fulfillment of active, passive fire protection systems, and life-saving facilities in the New Building of the Faculty of Administrative Sciences, University of Indonesia. This study design is a mix method. The object of this study is each element of the active, passive fire protection system, and life-saving facilities in the New Building of FIA UI. Data collection was carried out using observation and interview methods. Analysis was carried out by comparing actual conditions with NFPA standards (NFPA 72, NFPA 13, NFPA 14, NFPA 10, NFPA 101), Minister of Public Works Regulation No. 26 of 2008, and Depok Mayor Regulation No. 14 of 2012. The results of this study indicate that the active fire protection system in the New Building of FIA UI obtained 86.68% results in compliance with applicable standards and regulations, the passive protection system obtained 80% results in compliance with applicable standards and regulations, and the life-saving facilities obtained 93.75% results in compliance with applicable standards and regulations.
T-7498
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Redion Iskandar; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Dadan Erwandi, Neneng Churaeroh
S-5319
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Helga Rosianna S; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Vera Marietha
Abstrak:
Sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa dan program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana tersebut merupakan bagian dari sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang harus terdapat pada gedung bertingkat khususnya gedung yang merupakan sarana pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang ada di gedung puskesmas kecamatan Y dan Z terhadap standar. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang dilakukan adalah analisis perbandingan dengan standar Keputusn Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 tahun 2000, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 26 tahun 2008 dan NFPA 10, 13,14, 25,72 dan 101. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 elemen sistem proteksi aktif, 8 elemen sarana penyelamatan jiwa dan 7 elemen program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana pencegahan dan penangggulangan kebakaran di puskesmas kecamatan Y tidak sesuai dengan standar. 13 elemen sistem proteksi aktif, 11 elemen sarana penyelamatan jiwa dan 7 elemen program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana pencegahan dan penangggulangan kebakaran di puskesmas kecamatan Z juga tidak sesuai dengan standar.
Fire protection system, means of ecsape and inspection and maintenance program of that means is part of means of prevention and control of fire in building especially in health center building. The purpose of this research is to know the compliance of prevention and control of fire at Puskesmas Kecamatan Y and Z building in 2013 to Indonesian and International standard. Design of this research is observational with cross sectional approach and doing comparison analysis with. Kepmen PU No.10/KPTS/2000, Permen Pu No.28/RTP/2008 and NFPA 10,13,14,25,72 and 101 standard. The result of this research showed that 19 element of fire protection system, 8 element of means of rescue and 37 element of inspection and maintanance program in Puskesmas Kecamatan Y does not according to the standard. 13 element of fire protection system, 11element of means of rescue and 7 element of inspection and maintanance program in Puskesmas Kecamatan Z does not according to the standard too.
Read More
Fire protection system, means of ecsape and inspection and maintenance program of that means is part of means of prevention and control of fire in building especially in health center building.
S-7815
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Kurniawan; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Ike Pujiriani
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang analisis sistem proteksi aktif, proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran di Gedung Vokasi UI. Tujuan dibuatnya penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran dengan mengacu standar Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan standar National Fire Protection Association, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif melalui observasi dan telaah dokumen yang berada di Gedung Vokasi UI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif, dan sistem tanggap darurat kebakaran belum seluruhnya memenuhi standar.
This research Analyze application of active and passive protection system and emergency response system of fire at Vokasi UI Building. The purpose of this research is to understand about the compatibility of those system compare with Keputusan Menteri Pekerjaan Umum and National Fire Protection Association, active and passive protection system and emeregency response system of fire. This research use descriptive method through observation and document review. The conclusion of this research is the active and passive protection system and emergency response of fire at Vokasi UI Building has not fully complied the standard.
Read More
This research Analyze application of active and passive protection system and emergency response system of fire at Vokasi UI Building. The purpose of this research is to understand about the compatibility of those system compare with Keputusan Menteri Pekerjaan Umum and National Fire Protection Association, active and passive protection system and emeregency response system of fire. This research use descriptive method through observation and document review. The conclusion of this research is the active and passive protection system and emergency response of fire at Vokasi UI Building has not fully complied the standard.
S-7777
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
