Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31646 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anisa Amalia; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: R. Sutiawan, Erty Masiha
S-8813
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Wisnu Handini; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Martya Rahmaniati Makful,Heru Indra Cahya
S-6592
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Anasta; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Salah satu indikator pelayanan bermutu adalah data dan informasi rekam medis yang lengkap. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kelengkapan dokumen rekam medis pasien COVID-19 melalui pendekatan retrospektif di Rumah Sakit Universitas Indonesia Triwulan 1 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain Mixed Methods Research. Berdasarkan hasil analisis didapatkan review identifikasi kelengkapan sebesar 100%. Pada review autentikasi kelengkapan 97.91%. Untuk review pencatatan yang baik dengan kelengkapan sebesar 97.56%. Pada review pelaporan penting dengan kelengkapan sebesar 97%. Tingkat kelengkapan rekam medis tertinggi adalah pada review identifikasi dan ketidaklengkapan tertinggi pada review pelaporan yang penting. Ketidaklengkapan rekam medis di RSUI disebabkan oleh faktor man, machine, money, material, dan method.

Hospital is one of the health facilities that has an important role in improving health status and is expected to be able to provide quality services. One indicator of quality service is complete medical record data and information. The purpose of this study, among others, was to determine the completeness of medical record documents for COVID-19 patients through a retrospective approach at the University of Indonesia Hospital, Quarter 1 of 2022. This study used a Mixed Methods Research design. Based on the results of the analysis, it was found that the completeness identification review was 100%. In the completeness authentication review 97.91%. For a good recording review with a completeness of 97.56%. In the critical reporting review with a completeness of 97%. The highest level of medical record completeness is in the identification review and the highest incompleteness is in the important reporting review. Incomplete medical records at RSUI are caused by man, machine, money, material, and method factors.
Read More
S-11222
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surtihati; Pembimbing: Iwan Ariawan;Penguji: Artha Prabawa, Tri Moedji
S-6585
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Rachma; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Lena Sari Dewi
S-6886
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khalida Hilwa; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Dhafina Nurmalina
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang rancangan pengembangan rekam medis di klinik Avenue 8 Dental Care. Klinik ini berada di dua lokasi berbeda dengan jenis pencatatan rekam medis berbeda, Klinik Jakarta menggunakan rekam medis elektronik dan klinik Bintaro menggunakan rekam medis manual. Penggunaan dua sistem yang berbeda antara dua klinik menciptakan dua database berbeda dan tidak saling terhubung sehingga dokumen rekam medis pasien menjadi terpisah diantara kedua sistem. Tujuan dari skripsi ini adalah membuat rancangan pengembangan rekam medis elektronik di klinik Avenue 8 Dental Care yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu pelayanan di Klinik Avenue 8 Dental Care. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan rancangan sistem dilakukan dengan menggunakan tahapan System Development Life Cycle (SDLC). Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Hasil akhir penelitian ini berupa rancangan rekam medis elektronik  di klinik Avenue 8 Dental Care terutama di klinik Bintaro yang masih menggunakan rekam medis manual.
The study discussed the design of the development of medical records at the Avenue 8 Dental Care clinic. The clinic is located in two different locations with different types of medical records, the Jakarta Clinic uses electronic medical records and the Bintaro clinic uses manual medical records. The use of two different systems between the two clinics creates two different databases and are not interconnected so that the patient's medical record documents become separate from the development of electronic medical records at the Avenue 8 Dental Care clinic that are useful for between the two systems. The purpose of this study is to design the development of electronic medical records at the Avenue 8 Dental Care Clinic that are useful to improve the quality of service at the Avenue 8 Dental Care Clinic. This research uses qualitative methods and system design is done using the System Development Life Cycle (SDLC) stage. Data collection is done by conducting in-depth interviews and observations. The final results of this study were in the form of electronic medical records at the Avenue 8 Dental Care clinic, especially at the Bintaro clinic, which still uses manual medical records.
Read More
S-11828
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Desi Purwanti; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Nurhayati Nurdin
S-7178
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shallom Nurfadilah; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Artha Prabawa, Agus Sudarman
Abstrak:

Pencatatan secara manual masih diterapkan oleh Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) dalam proses pemeriksaan kapal. Proses ini meliputi pemeriksaan kebersihan, serta kondisi kesehatan awak dan penumpang, juga perlengkapan medis yang ada. Penggunaan metode ini menimbulkan pekerjaan yang berulang, meningkatkan kemungkinan kesalahan, dan potensi kehilangan informasi, yang pada akhirnya mengganggu efisiensi dan memperlambat tindakan terhadap kapal yang berpotensi menyebarkan penyakit. Sistem ini juga meningkatkan pengawasan dan memungkinkan deteksi dini terhadap kemungkinan kejadian luar biasa (KLB) di pelabuhan dengan memberikan data yang lebih akurat, terorganisir, dan mudah untuk diakses.
Penelitian ini merekomendasikan untuk pemanfaatan KoboToolbox berbasis mobile sebagai platform pencatatan digital memberikan manfaat signifikan. Pendekatan mobile memudahkan pengembangan sistem pencatatan digital pemeriksaan kapal dan meningkatkan kemudahan penggunaan oleh pegawai BBKK. Tahap pengembangan dan dokumentasi difokuskan pada adaptasi KoboToolbox sebagai alat utama pencatatan. Selain itu, integrasi dengan Google Sheet melalui API mempermudah petugas dalam mengolah dan menyajikan hasil akhir pemeriksaan kepada kapal dengan cepat dan efisien.
Implementasi awal menunjukkan potensi peningkatan efisiensi operasional, akurasi pencatatan, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian risiko kesehatan di pintu masuk negara dan meningkatkan kualitas pelayanan karantina di Pelabuhan Tanjung Priok.


Manual recording is still implemented by the Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) in the ship inspection process. This process includes the inspection of hygiene and sanitation, the health conditions of crew members and passengers, the availability of medical equipment, as well as the final report on the ship inspection. The use of this manual method leads to repetitive tasks, increases the likelihood of errors, and the potential loss of information, ultimately disrupting efficiency and delaying responses to ships that may pose a public health threat.         This system also enhances surveillance and enables early detection of potential outbreaks at the port by providing more accurate, organized, and easily accessible data.         This study recommends the adoption of a mobile-based KoboToolbox as a digital recording platform that offers significant benefits. The mobile approach facilitates the development of a digital ship inspection recording system and improves ease of use for BBKK staff. The development and documentation phases focus on adapting KoboToolbox as the primary recording tool. In addition, integration with Google Sheets via API simplifies the process for officers to manage and present final inspection results to the ships promptly and efficiently.         Initial implementation demonstrates the potential to improve operational efficiency, recording accuracy, and support for data-driven decision-making. Moving forward, the system is expected to strengthen health risk control at the country’s entry points and enhance the quality of quarantine services at Tanjung Priok Port.

Read More
S-11878
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rouli Felicia; Pembimbing: Besral; Penguji: Popy Yuniar, Ifah Muzdalifah
Abstrak:
Rekam Medis Elektronik (RME) telah diimplementasikan di berbagai fasilitas kesehatan sebagai upaya meningkatkan kualitas dokumentasi klinis, termasuk Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT). Instalasi rehabilitasi psikososial memiliki peran strategis dalam penanganan gangguan jiwa jangka panjang, di mana CPPT menjadi instrumen pemantauan perkembangan rehabilitan yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi RME dalam kaitannya dengan mutu isi CPPT di Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSJ Dr. Soeharto Heerdjan menggunakan kerangka HOT-Fit (Human, Organization, Technology). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan pendekatan kuantitatif melalui telaah terhadap 100 dokumen CPPT elektronik dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. Pengambilan data dilakukan pada periode Februari–Maret 2026. Hasil telaah dokumen menunjukkan persentase kelengkapan isi CPPT sebesar 99,2%, persentase kejelasan isi CPPT sebesar 75,33%, dan persentase ketepatan waktu pengisian CPPT sebesar 94%. Komponen kejelasan menjadi aspek dengan persentase terendah, dengan 66% CPPT terindikasi repetitif atau copy-paste. Hasil wawancara mendalam mengungkapkan bahwa repetitivitas isi CPPT dipengaruhi oleh faktor human (keterbatasan waktu, beban kerja, persepsi petugas), faktor organisasi (belum adanya SOP khusus, kebijakan finger print yang membatasi pengisian CPPT hanya pada satu ruangan, minimnya pelatihan), dan faktor teknologi (fitur copy-paste dalam sistem, minimnya bridging antar form, tidak adanya notifikasi pengingat). Implementasi RME di Instalasi Rehabilitasi RSJ Dr. Soeharto Heerdjan telah berhasil mendukung kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian CPPT. Namun demikian, implementasi RME belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kejelasan substansi isi CPPT, yang ditunjukkan oleh tingginya angka repetitivitas. Diperlukan intervensi dari sisi kebijakan, pelatihan, dan pengembangan sistem teknologi untuk meningkatkan kualitas isi CPPT secara menyeluruh.

Electronic Medical Records (EMR) have been implemented across various healthcare facilities as an effort to improve clinical documentation quality, including the Integrated Patient Progress Notes (CPPT). The psychosocial rehabilitation installation plays a strategic role in long-term mental health management, where CPPT serves as a crucial instrument for monitoring rehabilitants progress. This study aims to evaluate EMR implementation in relation to CPPT content quality at the Psychosocial Rehabilitation Installation of RS Dr. Soeharto Heerdjan using the HOT-Fit framework (Human, Organization, Technology). This study employed a mixed method approach, combining quantitative analysis through document review of 100 electronic CPPT records and qualitative analysis through in-depth interviews with 5 informants consisting of medical and allied health professionals. Data collection was conducted during the period of February–March 2026.Document review results showed a CPPT completeness rate of 99.2%, a clarity rate of 75.33%, and a timeliness rate of 94%. Clarity was the aspect with the lowest percentage, with 66% of CPPTs identified as repetitive or copy-pasted. In-depth interviews revealed that CPPT repetitiveness was influenced by human factors (time constraints, workload, staff perception), organizational factors (absence of specific SOPs, finger print policy that restricts CPPT entry to a single designated room, limited training), and technological factors (copy-paste feature in the system, insufficient inter-form bridging, absence of reminder notifications). EMR implementation at the Rehabilitation Installation of RS Dr. Soeharto Heerdjan has successfully supported CPPT completeness and timeliness. However, it has not fully contributed to improving the clarity of CPPT content, as evidenced by the high rate of repetitiveness. Interventions at the policy, training, and technological development levels are needed to comprehensively improve CPPT content quality.
Read More
S-12321
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clara Pralysti; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Tiurlan L. Toruan
Abstrak: Rekam medis merupakan salah satu sumber data yang berguna untuk pembuatan pencatatan dan pelaporan sehingga setiap kegiatan pokok rekam medis, dimulai dari retrieval, assembling, koding sampai dengan filling turut mempengaruhi data pencatatan dan pelaporan tersebut. Kemudian, data tersebut diolah sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam laporan statistik rumah sakit untuk pengambilan keputusan kebijakan/perencanaan strategis rumah sakit. Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan di berbagai rumah sakit sudah menggunakan komputer dengan dukungan software dan hardware yang memadai dimana setiap unit sudah memiliki fasilitas tersebut. Namun, tanpa disadari kegiatan pencatatan dan pelaporan ini seringkali diabaikan dan masih banyak beberapa institusi kesehatan tidak mengetahui fungsi dari laporan statistik tersebut. Laporan yang dibuat setiap bulannya terkadang hanya menjadi sekedar rutinitas belaka. Unit rekam medis setiap rumah sakit mempunyai tanggung jawab untuk membuat laporan statistik rumah sesuai dengan periodenya masing-masing. Dalam pembuatan laporan tersebut tentunya dibutuhkan SIM RM (Sistem Informasi Manajemen Rekam Medis) untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan statistik rumah sakit. Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan sistem, dimana penulis mengenali permasalahan yang ada sebagai suatu sistem, mulai dari input (data, SDM, sumber data, petunjuk teknis, fasilitas dan peralatan), proses (pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data), output (terbentuknya laporan statistik rumah sakit yang valid), outcome (efisiensi dan efektivitas SIM RM dalam mendukung kegiatan statistik RS) dan feedback (pemanfaatan laporan untuk perencanaan/evaluasi program oleh pembuat kebijakan rumah sakit). Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan metode REM (Rapid Evaluation Method ), dengan sampel pasien, petugas rekam medis, petugas rekam medis bagian pelaporan dan pengolahan data, kepala bagian rekam medis, koordinator EDP dan kepala bagian urusan PPL. Hasil yang diperoleh antara lain: input (tidak semua data dibuat oleh unit rekam medis ke bagian PPL, periode pelaporan data statistik pun tidak sesuai dengan peraturan Depkes, sumber data dari setiap unit tidak mendukung, kuantitas SDM sudah cukup namun kualitas SDM yang masih rendah, petunjuk teknis yang belum mampu untuk membantu petugas dalam melakukan pekerjaan demikian hal nya dengan fasilitas dan peralatan yang belum memadai), proses (proses pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan masih manual, penyajian data oleh unit rekam medis hanya berupa tabel-tabel saja, analisis penyajian pun tidak dilakukan oleh unit rekam medis, secara keseluruhan proses dalam pencatatan dan pelaporan statisik RS masih manual), output (laporan statistik RS belum terbentuk secara valid), outcome (belum tercapainya tingkat efisiensi dan efektivitas SIM RM dalam mendukung kegiatan statistik RS) dan feedback (pemanfaatan laporan statistik baru hanya pemanfaatan skala besar berupa RENSTRA sedangkan pemanfaatan dalam skala kecil terabaikan)
Read More
S-5709
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive