Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38914 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rice Anggrayni; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dian Ayubi, Diah Wati
Abstrak: Pelajar sebagai konsumen harus memiliki perilaku keamanan pangan yang baik untuk mencegah kasus penyakit bawaan makanan di sekolah. Pengetahuan, sikap dan perilaku keamanan pangan pada pelajar dibutuhkan untuk mengembangkan intervensi yang efektif terhadap keamanan pangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik individu (jenis kelamin, umur, uang saku, kelas dan jurusan), pengetahuan, sikap dan perilaku keamanan pangan pada pelajar di SMAN 4 Depok tahun 2015. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan total sampel sebanyak 218 pelajar dari kelas X dan XI.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar memiliki pengetahuan keamanan pangan kurang baik (72%), sikap negatif terhadap keamanan pangan (64,7%) dan perilaku keamanan pangan berisiko (71,1%). Berdasarkan analisis bivariat, hanya variabel sikap yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku keamanan pangan pelajar dengan nilai p-value = 0,004 dan nilai OR = 2,523 (CI 95% : 1,380-4,614).
 

 
Student as the consumer should have a good behavior to prevent foodborne disease at school. Good knowledge, attitude and behavior on food safety were essential for the development of effective educational interventions. The objective of the study was to determine the relationship between student characteristics (sex, age, pocket money, grade and major), knowledge, attitude and food safety behaviors among student of SMAN 4 Depok. This study used Cross sectional design. The sample consisted of 218 participants from tenth and eleventh grade students of SMAN 4 Depok in 2015.
 
The results show that 72% students have less knowledge on food safety, 64,7% students have negative attitudes on food safety and 71,1% students have risky food safety behaviors. Based on bivariate analysis, attitude has significant relationship towards students food safety behavior with p-values 0,004 and OR 2,523 (CI 95% : 1,380-4,614)
Read More
S-8834
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Yunita; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Agustin
Abstrak:
Keamanan pangan pada makanan siap saji merupakan aspek penting dalam pencegahan foodborne disease. Pangan yang aman harus terbebas dari cemaran biologis seperti Escherichia coli serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kontaminasi B3 dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat paparan zat kimia, sedangkan Escherichia coli dapat memicu penyakit bawaan pangan akibat cemaran biologis. DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan perkembangan usaha kuliner yang pesat memiliki risiko keamanan pangan yang kompleks. Pada tahun 2023, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus keracunan makanan tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 370 kasus (31,78%), serta terjadi peningkatan kasus diare sebesar 3,35% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sanitasi dan perilaku higiene penjamah terhadap keamanan pangan pada gerai makanan siap saji di Lima Kota Administrasi DKI Jakarta tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan menggunakan data sekunder dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 138 gerai makanan siap saji. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76,8% gerai memenuhi syarat keamanan pangan. Faktor risiko yang paling banyak tidak memenuhi syarat adalah higiene penjamah (86,2%), metode pencucian alat makan dan masak (84,8%), tempat sampah (76,1%), dan penggunaan sumber air bersih non-perpipaan (55,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan (p-value >0,05) antara seluruh faktor higiene penjamah dan sanitasi dengan keamanan pangan. Meskipun demikian, penerapan higiene dan sanitasi pangan tetap perlu ditingkatkan untuk mencegah risiko cemaran biologis maupun kimia pada makanan siap saji.

Food safety in ready-to-eat foods is a crucial component in the prevention of foodborne diseases. Safe food must be free from biological contaminants, such as Escherichia coli, as well as hazardous and toxic substances (B3). Exposure to hazardous chemicals in food may lead to adverse health effects due to chemical toxicity, whereas contamination by Escherichia coli may result in foodborne illnesses caused by biological hazards. DKI Jakarta, characterized by its high population density and rapid growth of the culinary industry, faces increasingly complex food safety challenges. In 2023, DKI Jakarta recorded the highest number of food poisoning cases in Indonesia, totaling 370 cases (31.78%), accompanied by a 3.35% increase in diarrhea cases in 2024. This study aimed to analyze the association between sanitation and food handler hygiene behavior and food safety among ready-to-eat food stalls across the Five Administrative Cities of DKI Jakarta in 2023. An analytical observational study was conducted using secondary data obtained from the Center for Public Health Laboratory (BBLKM) Jakarta. The study involved 138 ready-to-eat food stalls as research samples. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. The findings indicated that 76.8% of food stalls met food safety standards. The most prevalent risk factors that failed to meet the required standards included food handler hygiene (86.2%), washing practices of eating and cooking utensils (84.8%), waste bin conditions (76.1%), and the use of non-piped clean water sources (55.1%). Statistical analysis demonstrated no significant association (p-value >0.05) between sanitation and food handler hygiene factors and food safety. Nevertheless, strengthening food hygiene and sanitation practices remains essential to minimize the risk of biological and chemical contamination in ready-to-eat foods.
Read More
S-12246
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardya Garini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Didik Supriyono
S-7161
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erin Firliana; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Agustin Kusumayati, Ika Widianingrum
Abstrak: Permasalahan timbulan sampah yang terus meningkat disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R. Penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarluaskan informasi dan menanamkan kayakinan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif antara penyuluhan individual dan kelompok terhadap peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Abadijaya, Depok. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment. Subjek penelitian terdiri dari 50 rumah tangga pada masing-masing kelompok. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square, pair t-test, Wilcoxon,dan mann whitney.

Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan individual dan kelompok secara signifikan dapat meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga bekonsep 3R saat sebelum dan setelah penyuluhan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R pada penyuluhan individual dan kelompok

Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R, Pengetahuan, Penyuluhan individual, Penyuluhan Kelompok, Perilaku, Sikap

The problem of increasing amount of waste is due to the lack of understanding and public awareness about household waste management using the 3R concept. Counseling is a health education activity carried out by disseminating information and instilling confidence to improve the knowledge, attitude, and behavior concerning household waste management using the 3R concept.

The goal of this study is to find out which of the following counseling methods between individual counseling or group counseling is more effective at improving the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept in Kelurahan Abadijaya, Depok. This research is quasi-experimental. The subjects consisted of 50 households in each group. The statistical tests used in this study are the chi-square, pair t-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney test.

Results showed that individual and group counseling significantly improves the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept before and after counseling. However, there was no correlation between the values of average knowledge, attitude, and behaviors towards household waste management using the 3R concept between individual and group counseling.

Key words: Household waste management using the 3R concept, Knowledge, Attitude, Behavior, Individual Counseling, Group Counseling
Read More
S-10119
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uswatul Laili; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih Arminsih, Tutut Indra Wahyuni
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keamanan pangan pada makanan di kantin Sekolah Dasar Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yang terdiri dari hasil uji laboratorium 63 sampel makanan dan hasil wawancara 63 penjamah makanan menggunakan kuesioner oleh peneliti utama. Hasil penelitian menunjukkan 9,5% sampel makanan tidak memenuhi syarat keamanan pangan karena terkontaminasi oleh Escherichia coli. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keamanan pangan dengan pencegahan kontaminasi silang (p=0,044). Sedangkan faktor karakteristik, tingkat pendidikan penjamah makanan, keikutsertaan pelatihan, pengetahuan, sikap, peilaku, kebersihan pangan, kebersihan pribadi penjamah makanan, kebersihan peralatan, dan sanitasi tempat pengolahan makanan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar wilayah kecamatan Pancoran Mas perlu diberikan pembinaan terkait pengolahan makanan sesuai dengan prinsip higiene dan sanitasi yang baik, selain itu pihak sekolah harus selalu terlibat dalam pengawasan terhadap higiene dan sanitasi bangunan konter kantin, serta penerapan prinsipnya oleh penjamah makanan di konter kantin.
Read More
S-10091
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilis Nurul Husna; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Nur Fajarudin
S-9925
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriliya Adha; Pembimbing: Zakianis.; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Laila Fitria, Halik Hadi, Surya Kusuma Purba
Abstrak:
Di Indonesia, hanya sekitar ≤30% pedagang kaki lima di sekolah yang menerapkan praktik keamanan pangan yang baik. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit akibat bawaan makanan (foodborne disease) mulai dari diare hingga kematian. Penelitian terkait praktik keamanan pangan di Kota Tanjung Balai masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pelatihan keamanan pangan terhadap praktik keamanan pangan setelah dikontrol oleh variabel konfonding pada pedagang kaki lima di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Tanjung Balai. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 335 sampel pedagang kaki lima yang berasal dari 67 SDN di Kota Tanjung Balai. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan uji regresi logistik model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pedagang kaki lima pada anak SDN memiliki praktik keamanan pangan yang kurang baik sebanyak 61,2%, dan belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan sebanyak 80%. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan praktik keamanan pangan adalah pelatihan keamanan pangan, jenis kelamin, usia, pengetahuan dan sikap terkait keamanan pangan (p-value <0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan keamanan pangan terhadap praktik keamanan pangan setelah dikontrol oleh jenis kelamin, usia, pendidikan dan pengetahuan terkait keamanan pangan (AOR=3,005; CI: 1,25-7,24; p=0,014). Diharapkan pihak dinas kesehatan dan dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) melakukan pemberian pelatihan keamanan pangan yang menyeluruh kepada seluruh pelaku usaha pedagang kaki lima dan pihak dinas pendidikan melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan pada jajanan anak SDN.

In Indonesia, only about ≤30% among street food vendors in schools implement good food safety practices. This can lead to negative health impacts that can cause foodborne disease ranging from diarrhae to death. Research on food safety practices in Tanjung Balai City is limited. The aim of this study was to analyze the relationship between food safety training and food safety practices after controlling for confounding variabels among street food vendors at public elementary schools in Tanjung Balai City. This study used a cross-sectional design with 335 sampels of street food vendors from 67 public elementary schools in Tanjung Balai City. Data was analyzed using chi-square test and logistic regression test of risk factor model. The results showed that most of the street food vendors in public elementary schools had poor safety practices, as many as 61,2% and have never ettended food safety training as many as 80%. Factors significantly associated with food safety practices were food safety training, gender, age, knowledge and attitude (p-value <0,05). In addition, there is a significant relationship between food safety training and food safety practices after controlling gender, age, education, and knowledge related to food safety (AOR=3,005; CI: 1,25-7,24; p=0,014). It is expected that the health office and the cooperatives and small and medium enterprises office will provide comprehensive food safety training to all street food vendors and the education office will supervise food safety in public elementary schools’ food.
Read More
T-7222
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinta Rizki Agustin; Pembimbing: R. Budi Hartono; Penguji: Bambang Wispriyono, Tutut Indra Wahyuni
Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Accute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) dan merupakan pandemi yang menjadi masalah di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kejadian COVID-19 di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional menggunakan kuesioner online. Populasi pada penelitian ini yaitu warga Jakarta Timur dengan usia 15 ? 64 tahun dengan jumlah sampel 412 orang. Variabel dependen yaitu kejadian COVID-19 sementara variabel independen yaitu pengetahuan COVID-19, sikap, perilaku cuci tangan, perilaku menggunakan masker, perilaku menjaga jarak, dan perilaku menggunakan disinfektan. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara perilaku menjaga jarak dengan kejadian COVID-19 (p-value = 0.010 ; OR = 1.794). Namun, tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku cuci tangan, perilaku menggunakan masker, dan perilaku menggunakan disinfektan dengan kejadian COVID-19. Terdapat satu variabel yang berhubungan dengan kejadian COVID-19 dan merupakan faktor dominan dari kejadian COVID-19, yaitu perilaku menjaga jarak.
COVID-19 is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) virus and is a pandemic that is a problem throughout the world, including Indonesia. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and behavior with the incidence of COVID-19 in East Jakarta. This study uses a quantitative method with a cross-sectional study design using an online questionnaire. The population in this study were residents of East Jakarta aged 15-64 years, with a total sample of 412 people. The dependent variable is the incidence of COVID-19, while the independent variable is knowledge of COVID-19, attitudes, hand washing behavior, using masks behavior, social distancing behavior, and using disinfectant behavior. This study shows a relationship between physical distancing behavior and the incidence of COVID-19 (p-value = 0.010; OR = 1.794). However, there is no relationship between knowledge, attitude, hand washing behavior, behavior using masks, and behavior using disinfectants with the incidence of COVID-19. One variable is associated with the incidence of COVID-19 and is the dominant factor in the incidence of COVID-19, namely physical distancing.
Read More
S-11030
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Syahputra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Noor Aliyah
Abstrak: Pada akhir tahun 2018 terjadi peningkatan kejadian penyakit DBD yang berada di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku dari siswa kelas 5 Sekolah Dasar terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah setelah dilaksanakannya kedua metode intervensi yang berbeda yakni metode presentasi dan video edukasi. Penelitian ini menggunakan metode desain quasi experimental dengan teknik rancangan pre test dan post test design.Hasilnya diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil skor pada pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah diberikan intervensi. Penelitian ini diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit DBD di wilayah Kecamatan Sukmajaya dan meningkatkan pengetahuan siswa sehingga memicu terbentuknya sikap positif dan perilaku yang baik dalam melakukan suatu upaya pencegahan penyakit DBD melalui kegiatan PSN.
Read More
S-10055
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Intan Yustiawati
Abstrak: Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat penyakitmenular dan tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku gaya hidup sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa (umur,jenis kelamin, uang saku, dan fakultas), pengetahuan, dan sikap terhadap perilakugaya hidup sehat mahasiswa S1 Reguler Aktif Universitas Indonesia tahun 2014.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 menggunakan desain studicross-sectional dengan total sampel sebanyak 454 responden dari 13 fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden memiliki perilaku gaya hidup sehatdan 41% memiliki perilaku gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan enam variabel,hanya variabel fakultas yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan nilai p 0,000 dan nilai OR 2,45 (CI 95% : 1,63-3,66).
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
Read More
S-8226
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive