Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28063 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yozy Dhaniavada Ruswandi; Pembimbing: Sumiatun
B-534
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amiruddin Yahya; Pembimbing: Sumiatun; Penguji: Christophora S., Rokiah Kusumapradja, Saida Simanjuntak
Abstrak:

Pelayanan keperawatan profesional merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Dalam memberikan pelayanan profesional, perawat dituntut untuk memiliki akuntabilitas sesuai dengan kewenangannya. Untuk mencapai pelayanan keperawatan yang berkualitas, diperlukan kontribusi optimal terhadap pelayanan kesehatan sehingga perlu dilakukan upaya penilaian secara berkesinambungan dan konsisten terhadap pelaksanaan seluruh fungsi manajemen keperawatan. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan pelaksanaan fungsi manajemen secara faktual dengan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi tenaga keperawatan di Rumah sakit Islam Bogor (RSIB) yang memiliki visi mengunggulkan pelayanan keperawatan yang profesional.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan instrumen tes untuk mengukur kompetensi intelektual, pedoman observasi standar asuhan keperawatan dari Departemen Kesehatan untuk mengukur kompetensi teknikal dan pedoman observasi untuk mengukur kompetensi komunikasi interpersonal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kompetensi tenaga keperawatan di RSIB masih di bawah standar terutama untuk kompetensi intelektual dan teknikal. Kompetensi komunikasi interpersonal tenaga perawat pada umumnya telah memadai. Namun demikian masih terdapat salah satu aspek yang tidak pernah/jarang dilakukan.Untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan maka perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas (quality improvement) melalui peningkatan pengetahuan terhadap aspek-aspek yang dinilai masih kurang (rendah), pelatihan dan pengawasan yang berkesinambungan dan konsisten.


 

Evaluation of Nursing Personnel Competencies in Islam Hospital, BogorProfessional nursing competence is an integral part of health service that based on nursing science. In providing professional service, a nurse should have accountability relate with its authority. To achieve high quality nursing care, it requires continuous assessment, so that the nursing care management functions. The assessment taken by comparing with whole function of management run well in accordance with expected standards.The main aim of this research is to evaluate nursing competence in Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) which gives qualified professional nursing services that state in its vision. This is cross sectional research by using test instrument to measure intellectual competence, nursing observation guidelines standard from Health Department to measure technical competence, and observation guidelines to measure interpersonal communication competence.The result of this research shows that general grade of nursing competence in Rumah Sakit Islam Bogor is still stay less than the standard especially for intellectual and technical competence but they have strong capability in interpersonal communication competence. However there is still an aspect that has never been done.Improving nursing service quality requires taking some corrective action of quality improvement throughout increasing knowledge to the less aspects in assessment, training program, consistently and continual supervision.

Read More
B-581
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Andini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Yassir, Sumijatun
Abstrak:

Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakan ujung tombak pelayanan yang harus direncanakan secara matang, baik secara kuantitas (beban kerja) maupun kualitas (kompetensi kerja). Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisa kebutuhan tenaga keperawatan di Instalasi Hemodialisa RSUP Persahabatan berdasarkan beban kerja (menggunakan time and motion study kepada 8 perawat kemudian diolah dengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja (depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat satu dan atau dua tenaga perawat dengan kualifikasi minimal lulusan D3 keperawatan yang telah diikutkan pelatihan hemodialisa.


Nurses, as one kind of the human resources in hospitals, act as a frontline service that should be planned thoroughly, both in its quantity (based on workload) and quality (based on competencies). This research was about needs assessment of nursing personnel in the Hemodialysis Installation of RSUP Persahabatan based on workload (using time and motion study technique then manipulated by Ilyas Method) and competencies (depth interview focusing on job knowledge, skill and attitude, on three subjects). The research concluded that there is one or two nursing shortage, having qualification of D3 of nursing (as minimal education) and hemodialysis training.

Read More
B-1473
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudarmaji; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Sumijatun, Petter A.W. Pattinama, Ahmad Qoyim
Abstrak:
ABSTRAK Pelayanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang tercliri dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah disiplin ilmu di bidang keperawatan, pelayanan keperawatan dituntut untuk dapat bersifat profcsional, yang herarti pelayanan perawatan dituntut untuk memiliki akuntabilitas yang sesuai dengan kcwenangannya. Pelayanan keperawatan di Badan RSUD Ariawinangun menurut hasil survey kepuasan pelanggan kurang memuaskan bagi pelanggannya, maka itu perlu kiranya dilakukan evaluasi terhadap kompetcnsi para perawat di Badan RSUD Aljawinangun. Pcncltian ini menggunakan metode studi kasus, yang meneliti aspek kompetensi para perawat., yang terdiri dari aspek kompetensi intelektual, aspek kompetensi komunilcasi interpersonal dan aspek kompctcnsi leknikal. I-Iasil penclitian ini menunjukan bahwa perawat di BRSUD Arjawinangun rata- rata berumur 29 tahun dengan masa kerja 97 bulan (8 tahun lbulan), dan nilai rata-rata kompetensi perawat di BRSUD Arjawinangun adalah 59,0 yang terdiri nilai rata-rata kompetensi intcleklual sebesar 53,5 kompetensi komunikasi interpersonal 56,5 dan kompetcnsi teknikal 66,9. Hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada perhedaan yang bemakna antara umur, masa kexja, pendidikan, dan jenis kelamin dengan kompetensi perawat diBRSUD Arjawinangun, akan tetapi ada kecenderungan korelasi negatiflyang berani bahwa semakin banyak umur perawat, masa kelja akan semakin kecil nilai kompctensinya, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, perlu di upayakan perbaikan kualitas melalui peningkatan pengetahuan, dan peiatihan tcntang keuampilan tcknikal dan ketrampilan berkomunikasi dengan pasien/ klien secara konsisten dan berkelanjutan.

ABSTRACT Hospital services is an integral part of health services, which consist of various science discipline, one of it is science discipline in nursing sector. Nursing services demanded to have appropriate accountability with their authority. Nursing services in BRSUD Arjawinangun according to costiuner satisfaction survey was less satisfying for their costumer, so that needs evaluation toward nurses? competence in BRSUD Arjawinangun. This research is using case study method, that identifying nutse`s competence aspect, which consist of intellectual competence aspect, interpersonal communication competence aspect and technical competence aspect. This research result shows that nurses in BRSUD Arjawinangun avemgely ages of 29 years old with work length of 97 months (8 years l month). Average value of nurse competence in BRSUD Aijawinangun is 59.0 that consist of average value of intellectual competence as much as 53.5, interpersonal communication competence as much as 56.5 and technical competence as much as 66.9. Statistical test result shows that there is no significant difference between age, work length, education and gender with nurse competence in BRSUD Aijawinangun, however there is a tendency of negative correlation, which means the older thc nurse, work length will have lesser competence value. Therefore, to increase nursing services quality, require quality renovation through increasing knowledge, training of technical ability and communication ability with patients/clients as consistently ad continually.
Read More
B-1021
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pusposari Purwoko; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Artha Prabawa, Dwi Edhityasrini Pratikto
Abstrak:
Rekam medis merupakan berkas yang wajib dimiliki oleh rumah sakit, karena berisi tentang catatan pengobatan pasien di rumah sakit (RS). Saat ini rekam medis di Indonesia telah mengalami perubahan menjadi rekam medis berbasis elektronik dan wajib diimplementasikan paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Beberapa RS telah mengembangkan RME namun implementasinya tidak berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi rekam medis elektronik (RME) menggunakan metode Human, Organization dan Technology (HOT)-Fit di Instalasi Rawat Jalan RS AN-NISA Tangerang. Hubungan antara ketiga variabel tersebut akan dianalisis mengenai kaitannya dengan net benefit penggunaan rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melalui survei. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan antara teknologi RME dengan pengguna RME, ada hubungan antara teknologi RME dengan organisasi RS, ada hubungan antara organisasi RS dengan net benefit RME, ada hubungan tidak langsung antara teknologi RME dengan net benefit RME melalui organisasi RS, dan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan hubungan antara pengguna RME dengan net benefit RME. Saran dari penelitian ini supaya RS melakukan evaluasi rutin dan melibatkan para pengguna RME dalam pengembangan aplikasi.

Medical records are files that must be owned by hospitals, because they contain records of patient treatment in hospitals. Currently, medical records in Indonesia have changed to electronic-based medical records and must be implemented no later than December 31, 2023. Some hospitals have developed RME but the implementation is not running smoothly. This study aims to evaluate the implementation of electronic medical records (RME) using the Human, Organization and Technology (HOT)-Fit method at the Outpatient Installation of AN-NISA Tangerang Hospital. The relationship between the three variables will be analyzed regarding their relationship with the net benefits of using electronic medical records. This research is a quantitative study with a cross sectional approach through a survey. The data analysis technique uses path analysis to see the relationship between variables. The results illustrate that there is a relationship between RME technology and RME users, there is a relationship between RME technology and hospital organization, there is a relationship between hospital organization and RME net benefits, there is an indirect relationship between RME technology and RME net benefits through hospital organization, and there is no evidence strong enough to prove the relationship between RME users and RME net benefits. The suggestion from this study is for hospitals to conduct regular evaluations and involve RME users in application development.
Read More
B-2386
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dudi Abdul Rozak; Pembimbing: Rokiah Kusumapraja
B-460
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esther Faina Maria Nurima; Pembimbing: P.A.W. Pattinama; Penguji: Suprijanto Rijadi, Christopora, Sumijatun, Saida Simanjuntak
Abstrak:
Salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah peningkatan mutu asuhan keperawatannya. Sesuai visi dan misi Rumah Sakit Awal Bros untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang didukung tenaga-tenaga profesional, merasa perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusianya terutama perawat yang dianggap merupakan tulang punggung suatu rumah sakit. Belum adanya standar penilaian perawat yang mempunyai latar belakang dan pengalaman yang berbeda serta keseragaman pengetahuan dan ketrampilan yang tidak merata maka disusun Rancangan Standar Kompetensi Keperawatan oleh tim Inti Rumah Sakit Awal Bros. Hasil penelitian dibuat suatu Rancangan Standar Kompetensi Keperawatan yang akan diuji cobakan di Rumah Sakit Awal Bros. Penelitian dilaksanakan secara analisa kualitatif yang merupakan studi kasus berdasarkan kebutuhan Rumah Sakit Awal Bros dengan membuat perbandingan antara teori serta data dari beberapa rumah sakit yang telah mempunyai standar kompetensi. Penerapan standar kompetensi terdiri dari 2 (dua) langkah yaitu pertama menetapkan tingkat golongan seorang perawat berdasarkan pendidikan dan pengalaman kerja, langkah selanjutnya menentukan kriteria penilaian dari masing-masing tingkat dengan menilai ketrampilan tehnikal, ketrampilan interpersonal dan ketrampilan intelektual. Disarankan agar dalam uji coba standar kompetensi ini bekerjasama dengan konsultan keperawatan.

Program for Composition the Standards of Nursing Competence to Develop Nursing Process in Awal Bros Hospital, PekanbaruOne of the measuring standard for the success of health service in hospital is enhancement of nursing quality. Based on its vision and mission to become a health service center which is supported by professional manpower, Awal Bros deems it necessary to enhance the knowledge and skill of its human resources, particularly of nurses who serve as the fundamental of a hospital. As there have been no standard for evaluation of nurses who are of different background and experience, and as their knowledge and skills are not equally the uniform in Design of Nursing Competence Standards is prepared by the team of Awal Bros Hospital. The Design of Nursing Competence Standards is prepared based on the results of survey and it will be tried-out in Awal Bros Hospital. The survey is conducted by qualitative analysis which is a case study based on the literature and the hospitals who are applied competence standards. The competence standards are applied in 2 (two) steps. First is determine the class level of a nurse based on education and work experience. The second step is to determine the criteria of evaluation of each level by evaluating technical skill, interpersonal skill and intellectual skill. It is recommended to have these competence standards tried-out in cooperation with a nursing consultant.
Read More
B-475
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meidy maulia Rakhmi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Sandi Iljanto, Sumiyatun, Frans PieterKaunang
Abstrak:

Keberhasilan penyelenggaraan Diklat berbasis kompetensi ditunjukkan dengan adanya keselarasan tujuan program dengan kebutuhan dan strategi organisasi, dukungan manajemen dan teknis pelaksanaan program. RSIA Hermina Bekasi termasuk salah satu rumah sakit yang memiliki keseriusan dalam penyelenggaraan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan serta rencana pengembangan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi dengan mengacu pada Teori Dubois (1996) tentang Model Sistem Strategik Diklat Berbasis Kompetensi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam semi terstruktur serta telaah data sekunder. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penyelenggaraan Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi sudah cukup baik dilaksanakan dari segi teknisnya. Perlu adanya perbaikan terutama pada tahap analisa kebutuhan pelatihan, tahap pengembangan model kompetensi dan pada tahap pengembangan intervensi pembelajaran. Rencana pengembangan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi meliputi perlunya dilakukan pengkajian kembali budaya organisasi, meningkatkan profesionalisme SDM pengelola Diklat, mengadakan penelusuran potensi dan kompetensi guna pembuatan matriks kompetensi, penilaian kompetensi metode 360º, membuat model kompetensi kelompok unit kerja, standarisasi penilaian kompetensi dasar, mengembangkan metode pembelajaran mandiri dan diskusi kelompok, membudayakan pembelajaran masal sistem on-line, dan membuat penilaian kompetensi instruktur.Diharapkan saran pada penelitian ini dapat menjadi masukan dan perbaikan bagi pelaksanaan Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi pada masa mendatang.


 The success of the organizing a competency-based training was demonstrated by the synchronized program goals with the needs and organization strategy, management support and the organizing program techniques. RSIA Hermina Bekasi is an exemplary hospital that showed seriousness in implementation of nursing competence-based training.  This research aims to find out the organizing as well as competency-based Nursing development training program in the RSIA Hermina Bekasi. The method referenced to the theory of Dubois (1996) on the Strategic System Competency-based Training Model. Research methods using qualitative methods with semi structured in depth interviews and deep examination of secondary data. The results of the study noted that organizing of the Nursing competence-based training program in the RSIA Hermina Bekasi already fairly well implemented in terms of technical assistance. Improvements are necessary especially on training needs analysis phase, the development model of competence and on the stage of development of the learning intervention. Nursing development plan-based competency training program in the RSIA Hermina Bekasi needs to be evaluated. Particularly the study of organization culture to enrich the values, increase the professionalism of HRD, conducting soft competency assessment in order to assemble competency matrix, assessment by the method of 360º, models for competency based work team development, standardization of basic competencies assessment, develop self study method and forum group discussion, cultivate learning mass on-line system and create assessment of the competence of trainers. The recommendation on the study is expected can be used as inputs to improve the implementation of the nursing competence-based training in the RSIA Hermina Bekasi in the future.

Read More
B-1373
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Lestari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
B-831
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Wahyuni; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: PAW. Pattinama, Sumiatun, Sri Lestari
B-893
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive