Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40288 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anis Dwi Ananda; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tiara Amelia, Ni Made Jendri
S-8866
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Blasius Bayu Widiastono Wiranto; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Anna Fitriani
Abstrak:
Latar belakang: Perilaku pengendalian berat badan merupakan sikap, tindakan, atau upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga, menurunkan, atau mencapai berat badan yang diinginkan, dimana perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat dapat memberikan dampak negatif dan membahayakan diri. Penelitian di tahun 2022 menunjukan bahwa setidaknya 16,9% atlet remaja melakukan pengendalian berat badan yang tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian berat badan pada atlet remaja di PPOP DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 201 yang dipilih menggunakan systematic random sampling. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa 21,9% atlet remaja di PPOP DKI Jakarta memiliki perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat. Analisis bivariat menunjukan hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,049 ; OR=2,436 dan 0,678), persepsi berat badan (p = 0,000 ; OR = 1,614 dan 5,897), dan pengaruh keluarga (p=0,013 ; OR=2,413) dengan perilaku pengendalian berat badan yang tidak sehat. Kesimpulan: Institusi tempat atlet berlatih dapat melakukan edukasi kepada atlet dan orang tua atlet, dan meningkatkan peran tenaga profesional melalui konseling kepada para atlet yang diikuti dengan peningkatan ketaatan atlet pada pedoman makan yang telah disediakan institusi.

Background: Weight control behavior refers to attitudes, actions, or efforts undertaken by individuals to maintain, reduce, or achieve a desired body weight. Unhealthy weight control behaviors can have negative and harmful effects. A study in 2022 showed that at least 16.9% of adolescent athletes engaged in unhealthy weight control behaviors. Objective: This study aims to describe and identify factors associated with weight control behaviors among adolescent athletes at PPOP DKI Jakarta. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The sample consisted of 201 participants selected through systematic random sampling. Results: The study found that 21.9% of adolescent athletes at PPOP DKI Jakarta exhibited unhealthy weight control behaviors. Bivariate analysis showed significant associations between nutritional status (p=0.049; OR=2.436 and 0.678), weight perception (p=0.000; OR=1.614 and 5.897), and family influence (p=0.013; OR=2.413) with unhealthy weight control behavior. Conclusion: Institutions where athletes train can provide education to athletes and their parents and enhance the role of professionals through counseling for athletes. This should be accompanied by improved adherence to dietary guidelines provided by the institution.
Read More
S-11860
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vemmy Rialanty Jeane Walangitan; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Yovsyah, Erry Setyawaty
S-6039
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Markani; Pembimbing: Budi Haryanto, Haryoto Kusnoputranto
T-1997
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sefti Fazila; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Zarteti
S-8987
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Almira Ramadini Puteri; Pembimbing: I Mde Djaja; Penguji: Laila Fitria, Sukanda
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan di kantin fakultas universitas X. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dengan mengambil sampel makanan sebanyak 70 sampel dan wawancara langsung dengan pedagang makanan kantin menggunakan kuesioner. Sebanyak 70 sampel makanan dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar sampel makanan terkontaminasi bakteri Escherichia coli (60%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan higiene dan sanitasi peralatan masak (p=0,005) dan lingkungan kantin (p=0,010). Sedangkan faktor higiene dan sanitasi penjamah, sarana kantin dan proses pengolahan makanan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Berdasarkan analisis multivariat, terdapat tiga faktor yang paling berpengaruh terhadap kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan, yaitu faktor higiene dan sanitasi proses pengolahan, peralatan masak dan lingkungan kantin. Maka dari itu, penjamah makanan di kantin fakultas universitasi perlu diberikan pembinaan dan pelatihan terkait praktik hygiene dan sanitasi untuk meminimalisasi kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan. Kata kunci: Escherichia coli, kontaminasi makanan, kantin
Read More
S-8764
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Putu Wilandari Dewi; Pembimbing: Arminsih, Ririn; Penguji: Zakianis, Laila Fitria, Ricki Marojahan Mulia, Fachrudin Ali Achmad
Abstrak:

Abstrak

Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya dapat mengakibatkan kenaikan tekanan darah dan apabila terjadi terus menerus akan berakibat pada hipertensi. Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini, dimana 27,5% penduduk di Indondesia menderita hipertensi. Kasus hipertensi di DKI Jakarta terbanyak terdapat di Wilayah Jakarta Timur yaitu 75.099 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah sesudah kerja pada pekerja di PT. Sanggar Sarana Baja Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional dengan jumlah sampel 196 orang.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara umur (5,97; 3,03–11,76) dan kebiasaan merokok (5,85; 2,91–11,77) dengan kejadian peningkatan tekanan darah. Besar risiko yang dialami oleh pekerja yang berumur > 40 tahun dan memiliki kebiasaan merokok dalam satu hari > 2 batang untuk mengalami kejadian peningkatan tekanan darah adalah 7,87 kali dibandingkan dengan pekerja yang berumur ≤ 40 tahun dan memiliki kebiasaan merokok dalam satu hari ≤ 2 batang.


Noise is unwanted sound and can cause health problems, one of which can result in increased blood pressure and the event will continue to result in hypertension. Hypertension is one of the non-communicable diseases are a serious health problem today, where 27,5% of the population suffers from hypertension in Indondesia. Cases of hypertension in Jakarta are the highest in the East Jakarta District 75.099 cases. This study aims to analyze the risk factors associated with increased blood pressure after work on workers at PT. Sanggar Sarana Baja in 2013. This study uses cross-sectional design with a sample of 196 people.

The results showed a significant relationship between age (5,97; 3,03-11,76) and smoking (5,85; 2,91-11,77) with an increased incidence of blood pressure. Major risks faced by workers aged > 40 years and have a habit of smoking in one day > 2 sticks to experience an increased incidence of blood pressure was 7,87 times compared with workers aged ≤ 40 years and has a habit of smoking in one day ≤ 2 sticks.

Read More
T-3977
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kemal Hidayat Andrianto; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Al Asyary, Annisa Ratu Kirana
Abstrak: Volume sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia jumlahnya lebih banyak daripada jumlah sampah yang bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan volume timbulan sampah yang dihasilkan oleh SMP Negeri 230 Jakarta. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan The One Group Pre-Test and PostTest Design. Intervensi yang diberikan berupa sosialisasi tentang sampah dan pembuatan lubang resapan biopori. Pengukuran data dilakukan sebanyak dua kali yaitu saat sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terhadap responden. Adapun responden di dalam penelitian ini ada sebanyak 101 orang siswa. Hasilnya menunjukkan terdapat kenaikan rata-rata tingkat pengetahuan siswa dari 8,01 (sebelum sosialisasi) menjadi 9,04 (setelah sosialisasi). Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan (p<0,001) antara sebelum dan sesudah intervensi. Volume rata-rata timbulan sampah sekolah mengalami penurunan dari 395,275 Liter (sebelum sosialisasi dan pembuatan lubang biopori) menjadi 325,545 Liter (setelah sosialisasi dan pembuatan lubang biopori. Disimpulkan bahwa intervensi berupa sosialisasi dan pembuatan lubang biopori meningkatkan tingkat pengetahuan responden dan menurunkan volume timbulan sampah sekolah. Kata Kunci : Lubang Resapan Biopori, Pengetahuan, Sosialisasi, Sekolah, Timbulan Sampah. The volume of waste produced by human activities is higher than the amount of waste that can be transported to landfills. This study aims to determine the level of knowledge and volume of waste produced by SMP Negeri 230 Jakarta. The method of this research is a quasi-experiment using the design of The One Group Pre-Test and Post-Test Design. The intervention given was the socialization about waste and making biopori infiltration holes. Data measurements were carried out twice, namely before and after treatment of respondents. The respondents in this study were 101 students. The results indicate an increase in the average level of student knowledge from 8.01 (before socialization) to 9.04 (after socialization). Statistical test results showed a significant increase in the level of knowledge (p<0,001) ) between before and after the intervention. The average volume of school solid waste has decreased from 395.275 liters (before socialization and biopori hole making) to 325.545 liters (after socialization and biopori hole making) It was concluded that interventions in the form of socialization and making biopori holes increased respondents knowledge level and decreased the volume of school waste generation. Keywords : Biopori Infiltration Hole, Knowledge, Socialization, Schools, Waste Generation
Read More
S-10488
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
F.X. Agus Budiyono; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Adang Bachtiar
T-1660
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Cantika Prameswari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Vitri Lestari
Abstrak:
Tenaga kesehatan merupakan profesi yang memiliki risiko tinggi terhadap bahaya dalam pekerjaannya. Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertujuan dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit dan kecelakan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran praktik keselamatan dan kesehatan kerja faktor-faktor yang berkaitan pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit X Kota Bogor. Penelitian ini berupa penelitian kuantitiatif dengan desain studi Cross sectional dengan sampel sebanyak 247 responden tenaga kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner/angket dan pengisian oleh tenaga kesehatan. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square (X2). Variabel dependen penelitian adalah praktik keselamatan dan kesehatan kerja pada Tenaga Kesehatan.Variabel Independen penelitian adalah Lama masa kerja, tingkat pendidikan, jenis profesi, Pengetahuan terhadap bahaya dan praktik K3, sikap terhadap bahaya dan praktik K3, ketersediaan APD, keikutsertaan pelatihan, ketersediaan SOP, dan pengawasan oleh manajemen. Temuan dari hasil penelitian ini merupakan faktor yang berhubungan pada hasil penelitian ini adalah ketersediaan APD dan pengawasan yang dilakukan oleh manajemen

Health workers are professionals that have a high risk of occupational hazards in their work. Occupational Safety and Health Practices are aimed at preventing disease and accidents in the workplace. The purpose of this study was to find out the description of occupational safety and health practices related to health workers at Hospital X Bogor City. This research was a quantitative study with a cross-sectional study design with a sample of 247 health worker respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires and self-registered by health workers. The data analysis used was the Chi-Square test (X2). The dependent variable of the research is the practice of occupational safety and health in Health Workers. The independent variable of the research is the level of education. Length of work period, type of profession, Knowledge of OHS Hazards and Practices, Attitudes towards OHS hazards and practices, availability of PPE, participation in training, availability of SOPs, and supervision by management. The findings from the results of this study are factors related to the results of this study, namely the availability of PPE and supervision carried out by management.
Read More
S-11465
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive