Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40809 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cornelis Novianus; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Sandra Fikawati, Titus Priyo Harjatmo, Puji Heriyanto
Abstrak: Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dialami khususnyaoleh anak umur sekolah dasar. Kejadian karies gigi pada anak diukur melalui indeks DMFT.Karies gigi berkaitan erat dengan kebiasaan anak SD dalam mengkonsumsi makanankariogenik. Di Kota Serang, jumlah siswa SD yang menderita karies gigi tertinggi yaituberada di wilayah kerja Puskesmas Taktakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuihubungan karakteristik siswa dan perilaku konsumsi makanan kariogenik dengan kejadiankaries gigi pada siswa umur 11-12 tahun di SDN terpilih wilayah kerja Puskesmas TaktakanKota Serang tahun 2015, meliputi karakteristik (jenis kelamin, uang saku, pengetahuan,sikap, pH saliva), perilaku siswa (konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menggosok gigi,cara menggosok gigi yang benar). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di SDN terpilihyang berada di wilayah kerja Puskesmas Taktakan Kota Serang dengan memakai teknikcluster random sampling yaitu SDN Drangong I, SDN I Taktakan, dan SDN Pereng. Hasilpenghitungan besar sampel diperoleh sebanyak 140 orang. Pengumpulan data menggunakankuesioner, pemeriksaan gigi, pengukuran pH saliva dan observasi cara menyikat gigi yangbenar. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, uji bivariat dengan uji Kai Kuadrat,dan multivariat dengan Regresi Logistik. Hasil rekapitulasi indeks DMFT bahwa frekuensiDMFT terbanyak berada pada SDN Drangong I dan SDN Pereng termasuk tingkat keparahankaries gigi tinggi. Sedangkan SDN 1 Taktakan termasuk dalam tingkat keparahan karies gigirendah. Makanan kariogenik yang paling sering dikonsumsi siswa adalah makanankariogeniknya tinggi yang berbentuk padat lengket dan manis. Variabel yang mempunyaihubungan bermakna dengan kejadian karies gigi dengan p value < 0,05 adalah variabel uangsaku, variabel pengetahuan, variabel sikap, variabel kebiasaan menggosok gigi, variabel caramenggosok gigi yang benar, dan variabel konsumsi makanan kariogenik, sedangkan variabelyang tidak memiliki hubungan bemakna dengan kejadian karies gigi dengan p value > 0,05adalah variabel jenis kelamin dan variabel pH saliva. Faktor paling dominan adalah variabelkonsumsi makanan kariogenik berhubungan dengan kejadian karies gigi. Sedangkan variabelpengganggu yaitu variabel kebiasaan menggosok gigi dan cara menggosok gigi yang benar.Saran bagi siswa dapat membawa bekal makanan yang tidak terlalu manis dan lengket, selainpemeriksaan gigi rutin pada semua siswa Puskesmas Taktakan bekerja sama dengan pihaksekolah untuk memberikan penyuluhan kepada orangtua siswa tentang kesehatan gigianaknya terutama mengenai waktu yang tepat untuk anaknya menyikat gigi setelah makanmakanan yang kariogenik.Kata Kunci : Karakteristik Siswa, Karies Gigi, Makanan Kariogenik
Dental caries is one disease the teeth and mouth that many experienced particularly byprimary school children. The incidence of dental caries in children is measured through anDMFT index. Dental caries is closely related to elementary school children in the habitcariogenic foods consumption. In Serang City, the number of students who suffer from dentalcaries highest in the Puskesmas Taktakan working area. This study purpose was to determinethe relationship students characteristics and cariogenic food consumption behavior withdental caries incidence at students aged 11-12 years Selected the State Elementary School AtThe Puskesmas Taktakan working area Serang city 2015 include characteristics (gender,pocket money, knowladge, attitude, salivary pH), student behavior (cariogenic foodconsumption, tooth brushing habits, tooth brushing method). The method used in this study isusing Cross Sectional design. Research conducted at Selected The State Elementary Schoolslocated in the Puskesmas Taktakan working area serang city using cluster random samplingtechniques that is Drangong I State Elementary School, Taktakan I State Elementary Schooland Pereng State Elementary School Calculation results of the samples Size about 140people. Data collection using questionnaires, examination of teeth, salivary pH measurementand correct brushing method. Data was analyzed using univariate analysis, Bivariate with ChiSquare Test and multivariate with Regresi Logistic test. DMFT index recapitulation thatfrequency is the highest DMFT on Drangong And Pereng I State Elementary School andPereng State Elementary School while Taktakan I State Elementary School including theseverity of dental caries low Cariogenic foods most frequently consumed foodskariogeniknya students is high and sweet sticky solid. that have a significant relationship withthe dental caries incidence by p value < 0,05 is pocket money, knowladge, attitude,cariogenic food consumption, tooth brushing habits, tooth brushing method and whereasvariables that do not have a significant relationship with the dental caries p value > 0,05 isincidence is gender, salivary pH. The most dominant factor is cariogenic food consumptionvariable associated with the dental caries incidence. While the confounding variable is thetooth brushing habits variable, tooth brushing method variable. suggestion for students canbring food that is not too sweet and sticky, Routine dental examinations on all studentPuskesmas Taktakan cooperate with the school to provide counseling to parents about theirdental health, especially regarding the right time to brush her teeth after eating cariogenicfoods.Keyword : Students Characteristics, Dental Caries, Cariogenic Food.
Read More
T-4322
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy junice Helianthe Marella Waruwu; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan T.
Abstrak: RENDAHNYA PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR AKAN MEMBERIKAN DAMPAK BURUK BAGI KUALITAS HIDUPNYA DI MASA MENDATANG. TUJUAN PENELITIAN INI UNTUK MENGETAHUI GAMBARAN DAN HUBUNGAN ANTARA PRESTASI AKADEMIK DENGAN KEBIASAAN SARAPAN, KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KEBIASAAN OLAHRAGA, DURASI TIDUR, DURASI MENONTON TELEVISI, KECEMASAN SEKOLAH, PENDIDIKAN ORANGTUA, PEKERJAAN ORANGTUA DAN PENDAPATAN ORANGTUA SISWA SDN TERPILIH DI BANTEN TAHUN 2016. DESAIN STUDI YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN INI ADALAH CROSS SECTIONAL DENGAN TOTAL SAMPEL 363 RESPONDEN. METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR PRESTASI AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR ADALAH MELALUI REKAPITULASI NILAI RAPOR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA, DAN IPA SEDANGKAN VARIABEL LAINNYA DIUKUR MENGGUNAKAN KUESIONER. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN PRESTASI AKADEMIK RESPONDEN SEBANYAK 49,3% TERGOLONG BAIK SEKALI. KEMUDIAN, HASIL ANALISIS DATA BIVARIAT MENGGGUNAKAN UJI CHI SQUARE DIDAPATKAN KEBIASAAN SARAPAN, KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KECEMASAN SEKOLAH, PENDIDIKAN ORANGTUA, DAN PENDAPATAN ORANGTUA MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SD NEGERI TERPILIH DI BANTEN TAHUN 2016. OLEH KARENA ITU, PIHAK SEKOLAH DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN MELAKSANAKAN PROGRAM KONSULTASI DENGAN ORANGTUA DAN SISWA. KATA KUNCI: PRESTASI AKADEMIK, BELAJAR, SARAPAN, KONSUMSI SAYUR DAN BUAH, KECEMASAN SEKOLAH, ORANGTUA THE LOW ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WILL ADVERSELY AFFECT THEIR QUALITY OF LIFE IN THE FUTURE. THE PURPOSE OF THIS STUDY WAS TO FIND OUT THE REPRESENTATION AND THE RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC ACHIEVEMENT WITH BREAKFAST HABITS, CONSUMPTION HABITS OF VEGETABLES AND FRUITS, EXERCISE HABITS, SLEEP DURATION, TELEVISION WATCHING DURATION, SCHOOL ANXIETY, PARENT EDUCATION, PARENT WORK AND PARENT INCOME OF ELECTED SDN ELEMENTARY SCHOOL IN 2016. THE STUDY DESIGN USED FOR THIS STUDY WAS CROSS SECTIONAL WITH TOTAL SAMPLE OF 363 RESPONDENTS. THE METHOD USED TO MEASURE THE ACADEMIC ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WAS THROUGH THE RECAPITULATION OF SCHOOL REPORT ON INDONESIAN, MATHEMATICS AND IPA SUBJECTS WHILE OTHER VARIABLES WERE MEASURED USING QUESTIONNAIRES. THE RESULTS SHOWED THAT THE ACADEMIC ACHIEVEMENT OF RESPONDENTS CLASSIFIED AS 49.3% VERY GOOD. THEN, THE RESULTS OF BIVARIATE DATA ANALYSIS USING CHI SQUARE TEST FOUND THAT BREAKFAST HABITS, CONSUMPTION HABITS OF VEGETABLES AND FRUITS, SCHOOL ANXIETY, PARENT EDUCATION, AND PARENT INCOME HAVE CORRELATION WITH STUDENT ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL IN BANTEN IN 2016. THEREFORE, THE SCHOOL IS EXPECTED TO PROVIDE BALANCED NUTRITION EDUCATION AND IMPLEMENT CONSULTATION PROGRAMS WITH PARENTS AND STUDENTS KEYWORDS: ACADEMIC ACHIEVEMENT, STUDY, BREAKFAST, CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS, SCHOOL ANXIETY, PARENT
Read More
S-9523
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Adisti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Refa Hayudi Griyanda
S-9124
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mia Muthiasari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Giri Wurjandaru
Abstrak: Sarapan penting dilakukan terutama bagi anak usia sekolah untuk meningkatkan produktivitas dan konsentrasi belajar di sekolah. Sarapan belum menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan anak sebelum melakukan aktivitasnya disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu, sosial-ekonomi, dan lingkungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa sekolah dasar negeri terpilih di Banten. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 345 siswa kelas 4 dan 5 di lima sekolah dasar negeri terpilih di Banten.
 
Hasil penelitian menunjukkan sebesar 52,8 siswa terbiasa melakukan sarapan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh orang tua dan ketersediaan sarapan dengan kebiasaan sarapan. Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah untuk mengadakan program sarapan bersama, kantin sekolah dapat menyediakan sarapan untuk siswa, orangtua dapat menyediakan sarapan yang mudah dan sederhana, mengajak dan mengingatkan anak untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah serta dapat menyediakan bekal jika anak tidak sempat untuk sarapan di rumah.
 

Breakfast is important to do, especially for school aged children, to increase the productivity and study 39 s concentration at school. Breakfast is not yet a habit that children routinely do before doing their activities at school. This study aims to know the association between individual, social economy, and environment factors with breakfast habits among selected public elementary school students. This study used a cross sectional study design using secondary data with total respondents 345 students grade 4 and 5 in five selected public elementary schools in Banten. The results showed 52,8 of students accustomed to breakfast.
 
The result of statistical analysis shows that there was significant association between the influence of parents and the availability of breakfast with breakfast habits. The researcher suggests to the schools to hold the breakfast program together, the school canteen can provide breakfast for students, parents can persuade and remind their children to do the breakfast before they are going to school, also can provide lunch box if children did not have time to breakfast at home.
Read More
S-9478
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiya Farhani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Fatmah, Iskandar
S-6068
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifa Aqilah Mahedinar; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Suparno
Abstrak:

Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu hamil dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal di tingkat global. Berdasarkan data WHO, prevalensi HDK di dunia bervariasi antara 0,51% hingga 38,4%, dengan angka kejadian di negara berkembang berkisar antara 5–6%. Di Indonesia, laporan Riskesdas mencatat bahwa HDK merupakan komplikasi kedua terbanyak setelah mual/muntah, dialami oleh sekitar 3,3% ibu hamil. Didukung oleh data lokal, pada Kabupaten Bogor, prevalensi HDK dilaporkan mencapai 28,1% pada tahun 2023, sedangkan di Kota Bogor hanya sebesar 5% pada tahun 2022. HDK sendiri memiliki dampak serius terhadap keselamatan ibu, baik dalam jangka pendek maupun panjang, sehingga keterkaitannya dengan kematian ibu tidak dapat diabaikan. Perbedaan prevalensi tersebut diperkuat oleh tren kontribusi HDK yang secara konsisten muncul sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu di kedua wilayah selama periode 2019–2023. Tujuan dari adanya penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK) pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK) pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Data yang digunakan adalah data primer milik Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M. Sc. dengan judul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) dan Status Gizi Bayi” yang didapatkan dari hasil turun lapangan secara langsung di Kota dan Kabupaten Bogor pada bulan Februari–April Tahun 2025. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prevalensi HDK di Wilayah Kerja Puskesmas Terpilih di Kota Bogor Tahun 2025 sebesar 9,4% dan Kabupaten Bogor Tahun 2025 sebesar 18,3%. Analisis uji chi square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, asupan lemak, paritas, gravida, jarak kehamilan, usia ibu, tempat tinggal, pengetahuan, kunjungan ANC, dan aktivitas fisik (p-value > 0.05) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Namun, terdapat hubungan antara riwayat hipertensi pra-hamil (p-value 0.007 pada Kota dan 0.001 pada data gabungan) dan status gizi pra-hamil (p-value 0.03 pada Kota dan 0.017 pada data gabungan) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Walaupun secara umum tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor risiko dengan HDK, terdapat kecenderungan responden dengan tempat tinggal di kabupaten, paritas berisiko, asupan natrium berlebih, kunjungan ANC tidak sesuai rekomendasi, pengetahuan rendah, dan jarak kehamilan berisiko mengalami kejadian HDK pada kehamilannya. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat pemantauan selama kunjungan ANC, khususnya pada ibu hamil dengan risiko tinggi, disertai dengan peningkatan edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan HDK, serta mendorong partisipasi aktif ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilannya secara menyeluruh.


Hypertension in Pregnancy (HDK) is a common complication among pregnant women and a leading cause of maternal and perinatal morbidity and mortality globally. According to WHO data, the global prevalence of HDK ranges from 0.51% to 38.4%, with rates in developing countries estimated at around 5–6%. In Indonesia, the National Basic Health Research (Riskesdas) reported that HDK is the second most common pregnancy complication after nausea/vomiting, affecting approximately 3.3% of pregnant women. Local data show that the prevalence of HDK in Bogor Regency reached 28.1% in 2023, while in Bogor City it was only 5% in 2022. HDK poses serious short- and long- term risks to maternal health and has consistently contributed to maternal mortality in both regions from 2019 to 2023. This study aims to determine the relationship between sodium intake and other factors with the incidence of HDK among pregnant women in selected public health centers (puskesmas) in Bogor City and Regency in 2025. This quantitative research uses a cross-sectional study design and utilizes primary data from the study by Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M.Sc., titled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women’s Diets on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status,” collected from February to April 2025. Univariate and bivariate analyses were conducted. The results show that the prevalence of HDK in selected puskesmas was 9.4% in Bogor City and 18.3% in Bogor Regency. Chi-square analysis found no significant association between HDK and sodium intake, fat intake, parity, gravida, pregnancy spacing, maternal age, residence, knowledge, ANC visits, or physical activity (p > 0.05). However, a significant association was found between a history of pre-pregnancy hypertension (p = 0.007 in the city, p = 0.001 combined data) and pre-pregnancy nutritional status (p = 0.03 in the city, p = 0.017 combined data) with HDK. Despite the lack of statistically significant associations for most factors, there is a tendency for HDK to occur among respondents who lived in the regency, had at-risk parity, excessive sodium intake, inadequate ANC visits, low knowledge, and risky pregnancy spacing. Therefore, it is recommended to strengthen monitoring during ANC visits, especially for high-risk pregnant women, accompanied by enhanced education on balanced nutrition and HDK prevention, as well as encouraging active participation of pregnant women in maintaining their overall health throughout pregnancy.

Read More
S-11915
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Nabila; Pembimbing; Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Adhi Darmawan Tato
Abstrak: Penelitian terkait mental well-being sudah mulai banyak dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah terjadinya masalah kesehatan mental yang saat ini sudah terlihat sejak usia anak. Akan tetapi, di Indonesia bukti terkait mental well-being masih terbatas, terutama hubungannya dengan faktor terkait gizi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan bukti tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran mental well-being serta faktor terkait gizi yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi cross-sectional melibatkan 315 siswa kelas 4 dan 5 dari 5 sekolah dasar negeri terpilih di Banten. Analisis statistik menunjukkan bahwa mental well-being memiliki korealsi positif dengan aktivitas fisik (r=0,47; p=<0,001) baik pada responden laki-laki maupun perempuan. Selain itu, terlihat juga hubungan yang signifikan dengan kebiasaan sarapan (p=0,04). Adanya hubungan signifikan tersebut menjadikan peningkatan aktivitas fisik dan kebiasaan sarapan pada anak perlu ditingkatkan untuk meningkatkan mental wellbeing melalui peran orang tua serta sekolah. Kata kunci : Mental well-being, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan
Read More
S-9400
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Aulia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Fatmah, Mohamad Nasir
S-7116
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikha Deviyanti Puspita; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Asih Setiarini, Itje Aisah Ranida, Rahmawati
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk melihat retensi pengetahuan, sikap, dan perilaku pasca pelatihan gizi seimbang pada tahun 2012 dengan jumlah responden penelitian sebanyak 669 orang yang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6 dari 10 SD terpilih di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2012, menggunakan metode campuran (mixed methode) atau mengkombinasikan kualitatif dan kuantitatif dengan desain crossectional. Analisis yang digunakan adalah Uji T dan analisa kualitatif. Hasil penelitian ini ialah terdapat perbedaan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang Post test I dan Post test II terhadap pengetahuan total gizi seimbang (p=0,000), pengetahuan sumber zat gizi (p=0,000), pengetahuan fungsi zat gizi (p=0,000), sikap total gizi seimbang (p=0,000), sikap konsumsi (p=0,000), sikap tabu dan persepsi (p=0,000), sikap olah raga dan air putih (p=0,000), praktik gizi seimbang (p=0,000), perilaku sarapan (p=0,000), dan perilaku frekuensi (p=0,001). Sikap dan perilaku gizi seimbang Post test II terhadap pendidikan Ayah (p=0,000). Pengetahuan gizi seimbang Post test II terhadap pekerjaan Ibu (p=0,000). Serta, perubahan perilaku total gizi seimbang Post test II terhadap pendidikan Ibu (p=0,000). Selain itu, paparan informasi gizi seimbang yang dilakukan 1 semester 2 kali oleh guru mempengaruhi retensi pengetahuan dan sikap ke arah positif, sedangkan untuk aspek perilaku belum sepenuhnya terlihat. Siswa kelas 5 dan 6 mempunyai retensi baik setelah 16 bulan diberikan intervensi pengetahuan dan sikap gizi seimbang, namun untuk retensi perilaku belum sepenuhnya terlihat perubahan ke arah positif. Agar retensi perilaku gizi seimbang dapat meningkat, maka direkomendasikan untuk menambah frekuensi pembelajaran melalui media yang mudah diingat siswa secara berkesinambungan di lingkungan SD maupun orangtua siswa dan membuat pedoman membaca Pedoman Gizi Seimbang.


 This aims study to see the retention of knowledge, attitudes, and behavior of after nutrition balanced education in 2012 with the number of survey respondents as many as 669 people consisting of students in grade 5 and 6 of the 10 selected Elementary Schools in the Depok city, West Java. The study was conducted in March through May 2012, using mixed methods or a combination of qualitative and quantitative with crossectional design. The analysis used T test and qualitative analysis. The results of this study is that there are differences significant in changes in knowledge, attitudes, and behavior of balanced nutrition post test I and post test II for total balanced nutrition knowledge (p = 0.000), knowledge of nutrient sources (p = 0.000), knowledge of nutrient function (p = 0.000), total balanced nutrition attitude (p = 0.000), consumption attitudes (p = 0.000), taboo attitudes and perceptions (p = 0.000), attitude and water sports (p = 0.000), the practice of balanced nutrition (p = 0.000 ), the behavior of breakfast (p = 0.000), and the behavior of the frequency (p = 0.001). Attitudes and behavior of balanced nutrition post test II's for education father (p = 0.000). Balanced nutrition knowledge post test II to work mother (p = 0.000). As well, total behavior change post test II balanced nutrition for mother education (p = 0.000). In addition, exposure to information balanced nutrition made 1 semester 2 times by the teacher affects the retention of knowledge and attitude towards positive, while for the behavioral aspects not yet fully visible. Students grades 5 and 6 have good retention after 16 months of intervention provided balanced nutrition knowledge and attitudes, but for the retention behavior is not fully visible change in the positive direction. So that the retention behavior of balanced nutrition can be improved, it is recommended to increase the frequency of learning through the media that is easy to remember the students on an ongoing basis within the school and the parents of students and make reading the guidelines Balanced Nutrition Guidelines.

Read More
T-3623
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winfried Ichtussend Hartnajaya Chrisna; Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Daden Setiawan
Abstrak:
Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan komprehensif untuk mengoptimalkan outcome kehamilan melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan saat kunjungan yang dilakukan oleh ibu atau “calon” ibu. Di Indonesia, cakupan kunjungan ANC dengan jumlah kunjungan sebanyak 6 kali (K6) hanya mencapai 17,6%, sehingga belum mencapai target yang diharapkan menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pada tahun 2023 di Kota Bogor, angka cakupan ANC K6 sudah mencapai target tersebut (98,63%), tetapi tidak demikian halnya dengan cakupan di Kabupaten Bogor (62,25%). Kunjungan ANC yang tidak mencapai standar tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pendukung, serta faktor kebutuhan kesehatan. Jika ketimpangan ini dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan angka kematian ibu hamil akibat minimnya tindakan pencegahan dan penanganan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor-faktor lainnya dengan kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 124 ibu hamil di Puskesmas Semplak dan Sindangbarang (Kota Bogor) serta Puskesmas Cibinong dan Sukaraja (Kabupaten Bogor). Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 90% ibu di kabupaten dan 79,7% ibu di kota yang melakukan kunjungan ANC sesuai rekomendasi. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pada variabel pengetahuan dengan kunjungan ANC. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan cakupan kunjungan ANC melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil dan partisipasi aktif dari suami dan orang tua/mertua/saudara untuk memantau kebutuhan/status gizi dan kesehatan ibu hamil.

Antenatal Care (ANC) is a comprehensive health service to optimize pregnancy outcomes through examinations by health workers during visits made by mothers or "prospective" mothers. In Indonesia, the coverage of ANC visits with a total of 6 visits (K6) only reached 17.6%, so it has not reached the target expected according to the National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In 2023 in Bogor City, the ANC K6 coverage rate has reached the target (98.63%), but this is not the case with coverage in Bogor Regency (62.25%). ANC visits that do not reach the standard can be influenced by predisposing factors, supporting factors, and health needs factors. If this inequality is allowed to continue, it can increase the maternal mortality rate due to the lack of preventive measures and early treatment. This study aims to determine the relationship between knowledge and other factors with ANC visits of pregnant women in the working areas of selected health centers in Bogor City and Regency in 2025. This study is quantitative with a cross-sectional design on 124 pregnant women at Semplak and Sindangbarang Health Centers (Bogor City) and Cibinong and Sukaraja Health Centers (Bogor Regency). The results of this study were analyzed using the chi-square test. This study found that 90% of mothers in the district and 79.7% of mothers in the city made ANC visits according to recommendations. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between the knowledge variable and ANC visits. Based on these results, it is recommended to optimize the coverage of ANC visits by increasing the knowledge of pregnant women and active participation from husbands and parents/in-laws/siblings to monitor the nutritional needs/status and health of pregnant women.
Read More
S-11924
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive