Ditemukan 25237 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Majalah Anestesia & Critical Care (MACC), Vol.28, No.1, Januari 2010, hal. 1-18. ( ket. ada di bendel majalah campuran no. 11 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
The American Journal of Clinical Nutrition ( AJCN ), Vol.101, No.2, Febr; 2015, halaman. 344-353
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
The American Journal of Clinical Nutrition ( AJCN ), Vol.101, No.2, Febr; 2015, halaman. 376-386
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), vol.42, no.6, Juni 2015, hal. 407-411
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rifki Muslim
MMI-Vol.40/No.2
Semarang : FK Undip & IDI Jateng, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M. Mukhlis Rudi Prihatno
CDK Vol.37, No.2 (2010)
Jakarta : Kalbe Farma, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedk Indo. (MKI), Vol.44, No.5, Mei. 1994, hal. 315-318
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yudha Asy'ari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Putri Bungsu, Esti Widorini
Abstrak:
Read More
Cedera medula spinalis merupakan peristiwa traumatis atau non-traumatis yang dapat mempengaruhi fungsi neurologis baik motorik, sensorik, atau autonom penderitanya. Insiden dan prevalensi cedera medula spinalis meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas manusia. Cedera medula spinalis dapat menyebabkan morbiditas temporer atau permanen, hingga mortalitas. Namun, beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan selama masa perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memprediksi perbaikan sensorik dan motorik pada pasien dengan cedera medula spinalis yang di rawat inap RSUP Fatmawati dari tahun 2022 hingga 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Besar sampel yang digunakan adalah 316 sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua variabel yang berhubungan bermakna setelah dilakukan logistik regresi yaitu, penanganan medis (RR= 2.538 95%CI 1.808-3.900; p<0.001) dan lama rawat inap (RR 0.646 95%CI 0.486-0.838; p=0.013). Selain itu, terdapat tiga variabel lain yang bertahan hingga model akhir yaitu status pernikahan, AIS saat masuk, dan komorbid hipertensi. Model menunjukkan kecocokan yang baik (Hosmer-Lemeshow p=0.268) dan kemampuan diskriminasi yang cukup (AUC = 0.710), sehingga layak digunakan untuk memprediksi kemungkinan perbaikan.
Spinal cord injury is a traumatic or non-traumatic event that can affect the neurological function, whether motoric, sensory, or autonomic. The incidence and prevalence of spinal cord injury increase along with increasing human activity. Spinal cord injury can cause temporary or permanent morbidity, even mortality. However, several studies have shown recovery of sensory and motor during the treatment period. This study aimed to identify factors that predict sensory and motor recovery in patients with spinal cord injury who were hospitalized af Fatmawati General Hospital from 2022 to 2024. A retrospective cohort design was employed, involving 316 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The results of logistic regression analysis showed two variables significantly associated with sensory and motor recovery: medical intervention (RR= 2.538; 95%CI 1.808-3.900; p<0.001) and length of hospital stay (RR= 0.646; 95%CI 0.486-0.838; p=0.013). additionally, three other variables, marital status, AIS score at admission, and hypertension comorbidity, remained in the final model as non-significant covariate. The model demonstrated a good fit (Hosmer-Lemeshow p=.0.268) and fair discriminative ability (AUC=0.710), indicating its suitability for predicting the likelihood of sensory and motor recovery in SCI patients
T-7338
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Afiatul Rahmi Fatty; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Nurfi Afriansyah, Trini Sudiarti
S-7536
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nancy Kosasih; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Susi Desminarti
Abstrak:
Penelitian ini merupakan pembuatan produk makanan inovasi, berupa penambahan sayuran sawi hijau dan wortel pada produk siomay, untuk menghasilkan produk jajanan yang rendah lemak, tetapi tinggi serat pangan. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sayuran terhadap kadar serat pangan dan kandungan gizi, serta hasil uji hedonik pada produk siomay. Terdapat 4 jenis siomay yang diteliti, yaitu siomay tanpa penambahan sayuran, sebagai variabel kontrol, dan tiga jenis siomay dengan perlakukan penambahan 20%, 30%, dan 40% sayuran. Perbandingan penambahan sayuran sawi hijau dan wortel adalah 50%:50%. Analisis kadar serat pangan dan kandungan gizi lainnya dilakukan di Laboratorium analisis pangan PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor. Sedangkan, uji hedonik ketiga jenis siomay sayuran dilakukan pada 65 murid SMPN 200 Jakarta Utara pada bulan April 2013. Data dianalisis dengan menggunakan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Bonferroni. Jenis siomay sayuran yang mempunyai kadar serat pangan tertinggi dan tingkat kesukaan tertinggi adalah siomay 40% sayuran. Kandungan dalam 100 gram siomay 40% sayuran adalah 5,24 g serat pangan; 62,94 g air; 1,72 g abu; 5,46 g protein; 1,02 g lemak; 28,86 g karbohidrat; dan 125,5 kkal energi.
This study was conducted by creating innovative food products, with the addition of chinese flowering cabbage and carrots on Siomay products, to produce snacks which are low fat, but having high content of dietary fiber. This experimental study was aimed to determine the effect of vegetables addition to dietary fiber content and nutritional values along with hedonic test result on siomay products. There were 4 types of siomay which were observed, the first one was siomay without the addition of vegetable, as control variable, and the other types were siomay with additional treatments containing 20%, 30%, 40% vegetables. The comparison of the addition of chinese flowering cabbage and carrots are 50%: 50%. The analysis of dietary fiber content and other nutritional values was carried in food analysis laboratories PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor. Meanwhile, the hedonic test from three types of vegetable siomay conducted on 65 students of SMPN 200 Jakarta Utara in April 2013. These data had been analyzed by Anova test and continued by Bonferroni test. The vegetable siomay that had the higest dietary fiber content and highest preference level was siomay containing 40% vegetables. The content in 100 grams siomay containing 40% vegetables were 5,24 g dietary fiber; 62,94 g water; 1,72 g ash; 5,46 g protein; 1,02 g fat; 28,86 g carbohydrate; and 125,5 kkal energy.
Read More
S-7939
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
