Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30846 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Efran Saputra; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Budi Hidayat, Yuli Prapancha Satar
B-877
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christy Elaine Yulisar; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Kaunang
Abstrak:

ABSTRAK Rumah Sakit Hermina Kemayoran merupakan rumah sakit baru yang dibangun pada tahun 2016 dan merupakan bagian dari Hermina Hospital Group yang saat ini merubah status dari rumah sakit ibu dan anak menjadi rumah sakit umum. Gedung yang baru, lokasi, status yang baru memerlukanstrategi pemasaran untuk merubah image masyarakat dan memasarkan rumah sakit sebagaiRumah Sakit Umum Hermina Kemayoran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik dengan menggunakan data sekunder berupa data kunjungan pasien dari Januari – Maret 2018 dan observasi fasilitas kesehatan yang ada untuk menganalisa karakteristik pasien dan kebutuhan pasien untuk sebagai riset pasar untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien merupakan perempuan dan anak usia 4-15 tahun dan tingginya angka batal berobat. Dari hasil ini, telah ditetapkan strategi pemasaran yang berorientasi untuk menarik konsumen yang lebih bervariasi dan dapat bersaing dengan kompetitor. Evaluasi kepuasan pasien dan keluhan pasien dilakukan untuk umpan balik pelayanan kesehatan. Kata kunci: strategi pemasaran, riset pasar, RS Hermina Kemayoran


ABSTRACT Hermina Kemayoran Hospital is a new hospital built in 2016 and is a part of Hermina Hospital Group, a hospital group that has changed its status from a mother and child hospital to a general hospital. A new hospital, location, and status needs a marketing strategy to change the public’s perception and to market this new hospital as a general hospital. This research uses the analytical descriptive quantitative method using secondary data and observation of available facilities in the hospital to analise patient characteristics and needs as a form of market research to formulate a marketing strategy for this hospital. The results show that most patients were 4-15 years old children and women with a high number of patients cancelling. From this result, the marketing strategy is oriented to attract more variations of costumers and to compete with the competitors. Evaluation of patients’ satisfaction level and complaints should be done for hospital services feedback. Key words: marketing strategy, market research, Hermina Kemayoran Hospital

Read More
B-1986
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renatha Tiur Etty; Pembimbing: Yuli Prapanca Satar; Penguji: Amila Megraini, Rini Rachmawati, Iing Ichsan haanafi,
Abstrak:

Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Bekasi memberikan pelayanan rawat inap khusus untuk wanita, ibu dan anak. Saat ini pemanfaatan rawat inap ibu sangat jauh berbeda dengan pemanfaatan rawat inap anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian terhadap produk pelayanan atau analisis produk untuk mengetahui kesenjangan antara keinginan konsumen dan calon konsumen dengan pelayanan saat ini demi meningkatkan pemasaran pelayanan rawat inap ibu.Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dan menganalisis tentang karakteristik pelanggan, karakteristik calon konsumen, karakteristik produk, kebijakan manajemen rumah sakit, keinginan konsumen serta calon konsumen terhadap layanan rawat inap. Metode yang digunakan adalah dengan cara survey dan wawancara mendalarn.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen dan calon konsumen mempunyai keinginan-keinginan terhadap aspek-aspek dalam pelayanari rawat inap yang perlu mendapat perhatian rumah sakit untuk peningkatan pemasaran rawat inap ibu RSIA Hermina Bekasi serta adanya pasar sasaran yang dapat diraih.RSIA Herrnina Bekasi harus mengoptimalkan kualitas pelayanannya yang disesuaikan dengan keinginan konsumen dan calon konsumen serta meningkatkan upaya pemasaran dengan usaha promosi yang spesifik.


 

Product Analysis on Inpatient Mother Care Services for Marketing Measures at Hermina Bekasi Hospital, 2002 Hermina Bekasi Hospital carried out inpatient mother care services especially for woman, mother and child. In this recent, bed occupancy for mother so far differently with bed occupancy for child. One of these efforts can be done is the research on product service or product analysis to know the differentiation between customer wishes and customer candidate wishes, to increase promotion for inpatient mother care services.This research is a case study to figure out the information and analysis on customer characteristics, customer candidate characteristics, product characteristics, hospital management policy, customer and candidate customer wishes to inpatient mother care services. The method used by survey and in depth interview.The result figure out that customer and customer candidate have wishes the aspects of inpatient mother care services which necessarily hospital intention for increasing the market and target market can be achieved.Hermina Bekasi Hospital obliged to optimize the service quality inline with customer and customer candidate wishes, and increasing the efforts marketing with specific promotion matters.

Read More
B-622
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meijani Wibowo; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Budi Hiadayat, Pujiyanto, Emmy Salman
Abstrak: Pengelolaan piutang merupakan salah satu aspek dalam dunia perumahsakitan yang perlu mendapat perhatian khusus dan penanganan secara profesional karena akan selalu ada risiko masalah panjangnya umur piutang dan piutang tak tertagih. Oleh karena itu pengelolaan piutang yang efektif menjadi sangat penting dalam manajemen keuangan di RSIA Hermina Bogor dalam upaya mencapai target. 
Tujuan dari penelitian ini agar diperolehnya solusi dalam pemecahan masalah serta cara pengelolaan yang efektif terhadap piutang asuransi dan perusahaan yang terikat kerjasama agar mencapai target yang telah ditetapkan. 
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sistem yang berorientasi pada pemecahan masalah. Untuk mencapai tujuan dari penelitian dilakukan triangulasi sumber dan metode melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam dan kajian dokumen. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa target yang tidak tercapai disebabkan karena belum dilakukannya pengelolaan piutang yang efektif, seperti belum lengkapnya prosedur untuk mendukung proses, upaya penagihan belum maksimal, laporan piutang belum tersedia sesuai kebutuhan, pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan output piutang belum optimal, dan sistem informasi piutang yang belum dapat mendukung proses. 
Pada akhir penelitian ini disarankan untuk melengkapi seluruh prosedur kerja yang dibutuhkan sesuai dengan yang diusulkan peneliti, membentuk tim penagihan regional, diklat dan umpan balik untuk SDM piutang, penambahan dan penyempurnaan laporan piutang, membuat evaluasi berkala dan meningkatkan pengawasan, serta membuat sistem informasi piutang yang handal.
 

The management of account receivables is a key aspect in hospital management that needs special attention and professional handling due to the inherent potential problems of uncollectible receivables. Therefore an effective account receivable management becomes of utmost importance in the financial management of RSIA Hermina Bogor in order to achieve targets.
 
The pupose of this research is to obtain solutions and propose a more effective account receivable management for the hospital?s insurance and corporate receivables to enable the achievement of financial targets. 
This research uses a qualitative approach with problem-solving orientation. To reach the objectives, the research was conducted by source and method triangulation using direct observations, in-depth interviews, as well as real data analyses.
 The research found that targets are not achieved due to the lack of an effective account receivable management; among various weaknesses found are: incomplete standard procedures, lack of adequate account receivable reporting, suboptimal control on the implementation of account receivable policies, and the lack of an adequate information system.
 This research concludes with the following suggestions: set up a comprehensive operating procedure, set up a regional collection team, proper training and development of personnel, improve the account receivable reporting, conduct periodic evaluations to improve the control mechanism, and set up a versatile information system.
Read More
B-1227
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulisar Khiat; Pembimbing: Hafizurrahchman; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Endang Adriyani
Abstrak: Latar Belakang. Pengendalian persediaan perbekalan farmasi dengan mempergunakan sistem komputer secara terintegrasi bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, mengingat banyak aspek yang terkait yang perlu dipersiapkan dengan baik, dimana kebijakan persediaan perbekalan farmasi dan pencatatan akuntansi harus jelas, sistem informasi pengelolaan persediaan harus didesain dengan tepat, sumber daya manusia yang terlibat harus disiplin agar pelaporan dari persediaan perbekalan farmasi diperoleh dengan tepat dan akurat, tidak ada selisih antara pelaporan fisik dan pencatatan akuntansi. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa informasi mengenai faktor penyebab selisih laporan persediaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi dengan laporan persediaan di Bagian Keuangan. Penelitian dilakukan di Instalasi Farmasi dan Bagian Keuangan terhadap data bulan Januari sampai dengan Desember 2004. Metode. Jenis penelitian yang dipilih adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada kebijakan persediaan perbekalan farmasi secara tertulis yang menyebabkan terjadi persepsi yang berbeda antar unit terkait, belum tersosialisasinya standar operasional prosedur persediaan perbekalan farmasi mengakibatkan kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi bersama unit terkait tidak berjalan dengan baik, belum lengkapnya standar operasional prosedur tentang pencatatan akuntansi persediaan perbekalan yang mengakibatkan keragu-raguan terhadap hasil pencatatan yang ada, sumber daya manusia yang belum memahami sistem persediaan perbekalan farmasi sehingga terjadi tidak konsistennya petugas dalam menjalankan tugas yang telah ditetapkan dan belum berjalannya pengawasan terhadap dokumen penunjang yang mengakibatkan keraguan terhadap hasil keakuratan laporan persediaan perbekalan farmasi. Selain daripada itu program komputer yang mendukung terlaksananya pengendalian persediaan perbekalan farmasi mempunyai masalah dalam hal perangkat lunak (software) yaitu jaringan komputer yang mengakibatkan terjadinya hang dan fatal error, maupun perangkat keras (hardware) yaitu sistem kabeling dan konektor yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan informasi. Kesimpulan : perlu disusun kebijakan persediaan perbekalan farmasi dan kebijakan akuntansi persediaan dengan SK Direktur, perlu dilakukannya penyempurnaan alur proses persediaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi, perlu dikembangkannya alur proses persediaan perbekalan farmasi di Bagian Keuangan dengan mmenggunakan dokumen bukti pengeluaran obat dan alat kesehatan sebagai fungsi pengontrolan, agar dievaluasi SOP di Instalasi Farmasi (obat racikan dihitung sampai nilai desimal), perlu dibuatnya SOP di Bagian Keuangan dan disesuaikan dengan SOP lainnya, diperlukan pelatihan tentang manajemen logistik yang terintegrasi bagi para petugas struktural dan pelaksana, perlu adanya pengkajian ulang terhadap struktur organisasi di Instalasi Farmasi dan Bagian Keuangan, serta perlu dikembangkannya program komputer baik software maupun hardware, sehingga selisih antara laporan persediaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi (nilai fisik) dengan laporan persediaan perbekalan farmasi di Bagian Keuangan (nilai General Ledger) dapat diminimalisasi seoptimal mungkin. Kata Kunci : farmasi, inventori, General Ledger.
Background. Pharmacy inventory controlling using integrated computer system is not a simple task to be done because the system depend on many aspects such as pharmacy regulation including a clear accountancy administration, a good pharmacy information system, good and discipline human resources so that report from pharmacy inventory system will be accurate and exact and there are no differences between physical report and accountancy report. Purpose. The purpose of this study is to analyzing and identifying the cause factors related to the discrepancy between inventory report in Pharmacy Unit and pharmacy inventory report in Finance Division. This is research a descriptive-analytical which is conducted by means of qualitative approach. Methodes. The qualitative data collection is conducted using in-depth interview methode and data base from January to December 2004. The research is contucted in Pharmacy Unit and Finance Division at Ibu dan Anak HERMINA. Result. The result of this research showed that the dicrepancy between pharmacy inventory and accounting reports are caused by unwritten regulation on pharmacy inventory, unsocialized procedure standart related to pharmacy inventory, incomplete procedure standart on Accuntancy Unit, and minimal controlling in checking and cross checking between physical report and accountancy report. Besides that the computer program which support pharmacy inventory control have several problems in their sofware and hardware system. Conclusion. It is recommended recommendations that the hospital should develop the procedure standart in managing pharmacy inventory related to Pharmacy Unit, Finance Division, Electronic Data Processing (EDP). Therefore discrepancy between pharmacy inventory report (physical evidence) with finance report (general ledger point) can be minimized. Keywords : Pharmacy, inventory, General Ledger.
Read More
B-857
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Ketut Agustiani; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Meike Savitri, Yuli Prapancha Satar; Amila Megraini
Abstrak: Pendekatan customer-centric adalah strategi fokus kepada pelanggan, sedangkan bauran pemasaran SAVE (solutions, access, value, dan education) dengan konsep pendekatan perilaku pelanggan secara spesifik oleh karena globalisasi, informasi teknologi yang terus meningkat dan peningkatan harapan pelanggan yang multidimensi. Studi ini untuk mengetahui pengaruh bauran model SAVE terhadap strategi customer-centric dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode cross-sectional serta jumlah sampel 96 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan sebagai bagian dari value, diharapkan memberikan pelayanan dokter tepat waktu, pelayanan obat dan pemeriksaan penunjang yang cepat. Informasi digital muncul sebagai bagian dari bauran education yang paling berpengaruh terhadap strategi customer-centric. Penggunaan media sosial sebagai penyedia informasi ekspresif terhadap pasien dapat membantu sistem pemasaran Poliklinik Eksekutif RS Hermina Depok.
Kata kunci : solutions, access, value, education, customer-centric

Customer-centric approach is meant to focus on the customers, meanwhile SAVE (solutions, access, value, education) marketing mix is concept marketing mix modeling that is able to accommodate specific customer behavior because globalization, information technology and multi-dimensional customer expectations. This study aims to determine the influence of save marketing mix against customer-centric strategy used quantitative approach and cross-sectional method with a sample of 96 people. The results showed that the quality of service as part of the value, is expected to provide timely medical services, drug services and rapid additional examination. Digital information emerges as part of the most influential education mix for customer-centric strategy. The use of social media as a provider of expressive information to patients can help the marketing system of Executive Polyclinic RS Hermina Depok.
Key words: solutions, access, value, education, customer-centric
Read More
B-1864
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elvina Diah; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty, Iman Nugraha
S-6021
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okti Hidayati; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Iman Nugraha
S-6248
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Yasmin; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Tantiyo Setiyowati
Abstrak: Poli Jantung Eksekutif merupakan salah satu poli yang sedang menjadi target bagianpemasaran RS Hermina Depok dalam peningkatan kualitasnya. Jumlah pasien poliJantung Eksekutif mengalami peningkatan dan penurunan setiap bulannya yangmenyebabkan Poli Jantung Eksekutif belum stabil. Tujuan penelitian ini adalah untukmenentukan strategi pemasaran berdasarkan STP ( Segmentasi, Target, dan Posisi )pasar Rawat Jalan Poli Jantung Eksekutif RS Hermina Depok pada tahun 2019.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatankuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Segmen pasar yang dibagiberdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis, perilaku, dan loyalitas.Target pasar yang paling sesuai merupakan hasil segmen pasar yang dianggappotensial yaitu, Lansia berusia 45 tahun ke atas yang tinggal di daerah kota Depokdan sekitarnya dengan pendapatan 2,5 juta-5 juta perbulannya . Posisi pasar yangterbentuk adalah Pelayanan kesehatan poli jantung eksekutif dengan tenagakesehatan berkualitas dan fasilitas lengkap serta tetap mengutamakan ServiceExcellent kepada pelanggan.Kata Kunci :Pemasaran, Segmentasi Pasar, Target Pasar, Posisi Pasar, Poli Jantung Eksekutif.
Read More
S-10236
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohsaelendrayana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Iman Santoso, Purnawan Junadi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Bekasi merupakan rumah sakit swasta dengan layanan unggulan dan potensi pengembangan pasien non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, proporsi pasien JKN masih lebih tinggi dibandingkan pasien non-JKN, sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN di RS Hermina Bekasi melalui analisis kondisi pemasaran, faktor internal dan eksternal, rumusan strategi, serta indikator keberhasilan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode marketing research berkarakteristik deskriptif dan eksploratif. Informan dipilih secara purposive purposif berdasarkan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan studi literatur. Analisis menggunakan sintesis The Strategy-Formulation Analytical Framework dan The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Hasil: RS Hermina Bekasi memiliki kekuatan pada layanan unggulan, dokter spesialis dan subspesialis, teknologi medis, reputasi Hermina, SDM garis depan pelayanan seperti petugas front office, perawat, Staf Fungsional Eksekutif, case manager, farmasi, dan kasir, serta nursing marketing, dan dukungan Hermina Group. Kelemahan meliputi persepsi sebagai rumah sakit BPJS dan ibu-anak, fungsi marketing belum optimal, keterbatasan data pemasaran, digital marketing, proses pelayanan, dan bukti fisik layanan. Peluang berasal dari potensi pasar Bekasi, pasien out of pocket, kerja sama perusahaan dan asuransi, komunitas, kebutuhan layanan spesialistik, serta digital marketing. Ancaman meliputi persaingan rumah sakit swasta, ekspektasi pasien non-JKN, sensitivitas harga, Coordination of Benefit, dan review online. Skor EFE 3,12 dan IFE 3,05 menempatkan RS Hermina Bekasi pada posisi grow and build yang mendukung untuk melakukan strategi pertumbuhan secara intensif dan integratif. Strategi definitif meliputi penguatan layanan unggulan, segmentasi pasar, positioning, kemitraan, pemasaran berbasis data, digital marketing, customer journey, program priority, dan bukti fisik layanan. Kesimpulan:  Strategi pemasaran pasien non-JKN perlu diarahkan pada strategi pertumbuhan terintegrasi antara pemasaran dan pelayanan. Peningkatan pasien non-JKN tidak cukup melalui promosi, tetapi perlu didukung penguatan layanan unggulan, positioning, data pemasaran, digital marketing, nursing marketing, program priority, customer journey, dan evaluasi berbasis indikator.

Background: RS Hermina Bekasi is a private hospital with center of excellence services and potential for developing non-National Health Insurance (non-JKN) patients. However, the proportion of JKN patients remains higher than that of non-JKN patients, indicating the need for a marketing strategy to increase non-JKN patient visits. Objectives: This study aimed to develop a marketing strategy to increase non-JKN patient visits at RS Hermina Bekasi by analyzing current marketing conditions, internal and external factors, strategy formulation, and success indicators. Method: This study used a qualitative approach with a descriptive and exploratory marketing research method. Informants were selected purposively based on the principles of appropriateness and adequacy. Data were collected through in-depth interviews, observation, document review, and literature study. The analysis used a synthesis of The Strategy-Formulation Analytical Framework and The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Results: RS Hermina Bekasi has strengths in center of excellence services, specialist and subspecialist doctors, medical technology, Hermina’s reputation, frontline service personnel including front office staff, nurses, Executive Functional Staff, case managers, pharmacy staff, and cashiers, as well as nursing marketing and support from Hermina Group. Weaknesses include the perception as a BPJS and mother-child hospital, suboptimal marketing functions, limited marketing data, digital marketing, service processes, and physical evidence of services. Opportunities arise from the Bekasi market potential, out-of-pocket patients, partnerships with companies and insurance providers, communities, the need for specialist services, and digital marketing. Threats include competition among private hospitals, high expectations of non-JKN patients, price sensitivity, Coordination of Benefit, and online reviews. The EFE score of 3.12 and IFE score of 3.05 placed RS Hermina Bekasi in the grow and build position, supporting intensive and integrative growth strategies. The definitive strategies include strengthening center of excellence services, market segmentation, positioning, partnerships, data-based marketing, digital marketing, customer journey, Program Priority, and physical evidence of services. Conclusion: The marketing strategy for non-JKN patients should be directed toward an integrated growth strategy between marketing and service delivery. Increasing non-JKN patients cannot rely solely on promotion, but must be supported by strengthening center of excellence services, positioning, marketing data, digital marketing, nursing marketing, Program Priority, customer journey, and indicator-based evaluation.
Read More
B-2598
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive