Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21501 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fatmasari Diah Permata D.A. Sarah; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dono Widyatmoko, Bambang Hestu Jayadi, Budi Sarwono, Supriyantoro, Suprijanto Rijadi
B-648
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Lestari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Amal C. Sjaaf, Amila Megraini
Abstrak:

Tesis ini tentang analisis pengaruh pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pelaksanaan sertifikasi ISO 9001:2008 terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011, yang dianalisis menggunakan uji chi square. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10% kinerja pegawai  di Bagian SDM RSCM kurang dan 90% kinerja pegawai baik. Selain itu analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh bermakna dari variabel pengetahuan, keterampilan maupun sikap terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011. Dengan demikian Bagian SDM RSCM perlu mempertimbangkan untuk menentukan target kerja yang tidak hanya berdasarkan target kerja teknis dari masing-masing individu tetapi juga mempertimbangkan target kerja individu dalam pencapaian kinerja strategis organisasi. Kata kunci : pengetahuan, keterampilan, sikap, kinerja


 The tesis is about analysis of the influences of knowledge, skill and attitude of the implementation of International Standarization for Organization 9001:2008 to staff performance at the Human Resource Departement Cipto Mangunkusumo Hospital 2011, that analysis by chi square test. The design is kuantitatif with cross sectional study method. The result showed that 10% performance staf HRD RSCM is less and 90% performance staff is good. Bivariat analysis showed that there is no relationship between knowledge, skill and attitude in implementation International Standarization for Organization 9001:2008 to performance staff  in Human Resource Departement RSCM 2011. Thus Human Resource Departement RSCM needs to decide performance appraisal that not only by technis appraisal from individu but also consider individu performance appraisal in achievement strategic organization performance. Keywords : knowledge, skill, attitude, performance

Read More
B-1353
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Susanto Kosasih; Pembimbing: Hendrianto Trisnowibowo; Penguji: Ronnie Rivany, Purnawa Junaidi, Ede Suryadarmawan, Yuli Prapanca Satar
Abstrak:
The Clinical Pathology laboratory of the Dharmais Cancer hospital, a government owned institution, has a service of excellence in cancer diagnostic field which needs a wide variety of reagents, of about 347 items. It has been noted that there is not a good planning system of logistic that can provide the laboratory an optimal supply of reagents. The main problem in reagents supply is that they often do not come according to the ordered time with the consequence of too much delay of laboratory tests. The existence of 100 items of unused goods or non-moving items in one year has resulted as a very high stock at the beginning as well as at the end of the one month period compared to the supply within that period. All these facts lead the laboratory to problems which effects the service of the laboratory and will further also influence the overall quality of the hospital. A model of planning and stock system is introduced to overcome the above condition. This operational research model is supposed to group the reagents according to their use, value of investment and value of importance of the reagents. The planning is done through an ABC-index critical analysis which includes utility index, EOQ (economic order quantity), ROP (reorder point) and prediction of total investment needed. The survey done from January to December 1998, using the ABC analysis system, shows as many as 247 items of reagents, consisting of A-group (numbers of items : 62 = 25.1%, numbers of use : 860 = 70.2%), B-group (numbers of items : 86 = 34.8%, numbers of use : 245 = 20%), and C-group (numbers of items : 99 = 40.1%, numbers of use : 121 = 9.8%). The frequency of ordering the reagents varies from 20 days, 30 days and 90 days in accordance to the need, packing of the reagents and policy of the hospital. It is suggested to delete the 100 non-moving items from the list of reagent stock as since they add up the cost of the laboratory. This study concludes that ABC-index analysis, setting the EOQ, ROP and prediction of value of investment can be a way towards a good model of planning and optimizing the reagents supply at the Clinical Pathology laboratory of the Dharmais Cancer hospital. An intensive training of this model for the involved laboratory staff will be necessary for the practice and use of it.

Laboratorium Patologi klinik RS Kanker Dharmais (RSKD) merupakan RS Pemerintah dengan unggulan pelayanan diagnostik spesialistik kanker yang membutuhkan reagensia dengan jumlah cukup besar, yaitu sekitar 347 item. Permasalahan yang timbul di Laboratorium Patologi Klinik adalah permintaan barang sering tidak sesuai dengan realisasinya. Di lain pihak stock awal dan akhir reagensia yang tinggi dibandingkan yang berjalan setiap bulannya, hal ini sangat mengganggu operasional Laboratorium Patologi Klinik yang dapat menimbulkan permasalahan tertundanya pelayanan Laboratorium Patologi klinik yang dapat mempengaruhi mutu dan citra rumah sakit. Oleh karena itu dirasakan perlu membuat suatu model perencanaan dan sistem persediaan dengan cara riset operasional yang dapat memilah-milah reagensia menurut pemakaian, investasi dan nilai kepentingannya suatu reagensia. yaitu Analisis ABC indeks kritis dengan indeks pemakaian, mencari EOQ (economic order quantity), ROP (reorder point) serta prakiraan jumlah investasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian dengan cara analisis ABC dari pemakaian pada bulan Januari 1998 - Desember 1998 terdapat 247 item reagensia, terbagi dalam kelompok A terdiri dari 62 item barang (25,1 %) dengan jumlah pemakaian 860 (70,2 %), kelompok B terdiri dari 86 item barang (34,8%) dengan jumlah pemakaian 245 (20 %) dan kelompok C terdiri dari 99 item barang (40,1%) dengan jumlah pemakaian 121 (9,8%). Terdapat 100 item barang yang tidak bergerak selama 1 tahun. Untuk dapat melaksanakan pemesanan reagensia pada sistem ini dilakukan penyesuaian waktu pesan sesuai 20 hari, 30 hari dan 90 hari, sesuai dengan kondisi kebutuhan, kemasan reagensia dan kebijakan RSKD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis indeks ABC dan mencari EOQ, ROP serta prakiraan jumlah investasikan adalah cara untuk mendapatkan model perencanaan dan mengoptimalisasikan di Laboratorium patologi Klinik RSKD. Saran yang dianjurkan adalah mengeluarkan 100 item yang tidak bergerak dari stock reagensia dan pelatihan yang intensif untuk pelaksana yang akan menjalankan model ini.
Read More
B-557
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutarsa; Pembimbing: Tjandra Yoga Aditama
B-513
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Kresno Birowo; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Peter Pattinama, Hafizurrachman, Rahmi Rahim
Abstrak: Dalam pembangunan nasional secara menyeluruh, kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.Kesehatan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, Kecerdasan dan produktifitas sumber daya manusia. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, pada era globalisasi, RS pemerintah sedang bergerak dari lembaga birokrasi ke lembaga usaha. Logistik farmasi merupakan salah satu komponen utama dalam menilai mutu pelayanan Rumah Sakit dan ABC indeks kritis merupakan salah satu cara untuk melakukan pengendalian dan pengontrolan pada manajemen farmasi, yang merupakan salah satu dari pendapatan rumah sakit yang terbesar.Sampai saat ini, pengadaan dn pengendalian persediaan farmasi di RS Duren Sawit, menggunakan metoda dengan menggunakan sistem target pasien yang ditentukan oleh dokter dan sering terjadi kekurangan dan kelebihan stok farmasi. Untuk mengatasi hal ini, dan banyaknya jenis persediaan, di sarankan menggunakan analisis ABC indeks kritis untuk pengelompokannya. Pada analisis ABC Indeks Kritis, persediaan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok A dengan investasi dan pemakaian tinggi, kelompok B dengan investasi dan pemakaian sedang dan kelompok C dengan investasi dan pemakaian rendah. Selain nilai investasi dan pemakaian, pada persediaan farmasi rumah sakit, penentuan indeks kritis sangat lah diperlukan, karena tidak semua persediaan yang memiliki nilai investasi dan pemakaian yang tinggi, mempunyai nilai kritis yang tinggi pula. Nilai kritis ini ditentukan oleh pemakai/ dokter. Dengan teknologi komputer saat ini, pengelompokan setiap jenis sediaan farmasi dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, akan tetapi memerlukan pencatatan dan sistem pelaporan pemakaian yang baik, serta informasi biaya investasi yang baik. Dengan sistem informasi yang baik, analisis indeks kritis ABC dalam pengendalian persediaan farmasi pada rumah sakit dapat dilakukan dengan cepat, tepat, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan pada perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan operasionalnya. Dengan data sekunder pengeluaran persedian RS. Duren Sawit periode januari 2004 sampai Maret 2005, perhitungan analisa ABC menghasilkan 35 jenis persediaan pada kelompok A dengan nilai sebesar Rp179.689.310,29 kelompok B 206 jenis persediaan dengan nilai sebesar Rp. 475.863.923,99 dan kelompok C 728 jenis dengan nilai sebesar Rp.122.840.524,75. Selain itu, Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa, ada 225 jenis persediaan yang diasumsikan merupakan investasi tidak bergerak dengan perkiraan nilai lebih dari Rp.1.133.136.736,29, hal ini dapat saja terjadi disebabkan oleh pencatatan yang tidak akurat, ataupun pengadaan persediaan yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan persediaan yang tidak efesien serta merugikan sumber daya keuangan secara tidak langsung, baik dari segi pengadaan maupun biaya penyimpanan maupun resiko kerusakan dan kehilangan. Dengan mengetahui pengelompokan persediaan ini, diharapkan peningkatan efesiensi biaya operasional dan dapat mencegah terjadinya kekosongan persediaan farmasi dengan pengendalian dan pengawasan terhadap persediaan farmasi serta peningkatan pelayanan terhadap pasien dengan tetap tersedianya bahan bahan farmasi dan menjaga harga yang baik, karena resiko kehilangan dan kerusakan persediaan dapat diantisipasi sebelumnya. Kepustakaan : 31 (1985 – 2005 )
Read More
B-884
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heri Priatna; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Purnawan Junadi, Amal C. Sjaaf, Budi Hartono
B-1251
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldino Novian; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Agustina Harsimin, Achmad Zaenudin
Abstrak: Latar Belakang: Manajemen professional sangat dibutuhkan untuk menentukankualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan rumah sakit yangberkualitas. Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakanujung tombak pelayanan yang harus direncanakan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui beban kerja dan jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat di instalasi rawatinap Rumah Sakit FMC tahun 2018.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational descriptive denganmenggunakan metode quantitative dan wawancara mendalam. Pengumpulan datasecara quantitative dilakukan dengan cara observasi, yang dilakukan dengan pendekatanwork sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap kegiatanyang dilakukan perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit FMC. Samplepenelitiannya adalah seluruh perawat (27 perawat) di instalasi rawat inap. Data dianalisamenggunakan formula Gillies, PPNI, Ilyas dan Douglas.
Hasil: analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan waktu produktif terhadap totalwaktu kerja kerja selama observasi 7 hari sebesar 64,87%. 28,11% digunakan untukaktifitas keperawatan langsung dan 36,11% digunakan untuk aktifitas keperawatan tidaklangsung. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu produktif oleh perawat masihrendah. Berdasarkan penggunaan waktu produktif yang dianalisa menggunakan formulaGillies, PPNI, Ilyas dan Douglas rata-rata tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah22 perawat.
Kesimpulan: Jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan di instalasirawat inap Rumah Sakit FMC sebanyak 22 orang perawat. Hal ini menunjukkan adanyakelebihan jumlah perawat di instalasi rawat nap Rumah Sakit FMC sebanyak 5 orangperawat.
Kata kunci: beban kerja, work sampling, perawat

Background: Professional management is needed to determine the type as well as thequality of the human resources to assure the quality productive hospital services.Nurses, as one kind of the resources in hospital, act as a frontline service that should beplanned. This study aimed at finding out of workload and the optimal number ofnurses in the inpatient instalasi at FMC hospital 2018.
Method: This research is a descriptive observational study using quantitative methodand deep interview. Quantitative data collection observation was done by using worksampling approach. Data were collect through observation of nurses activities atinpatient instalasi at FMC hospital will be observed for seven days. Samples were allnurses (27 nurses) at inpatient instalasi. The data were analyzed using Gillies,Indonesian nurses association, Ilyas and Douglas formulas.
Results: The analysis showed that using the total productive activities time wereobserved for seven days at 64,87%. 28,76% is used for direct nursing activities and36,11% is used for indirect nursing activities, it was conclude that the productive timeuse of the nurses still very low. Based on the productive working hours that analyzedusing Gillies, Indonesian Nursse Association, Ilyas and Duoglas formulas, average onlytwenty two nurses needed.
Conclusion: The optimal number of nurses needed in the inpatient instalasi at FMChospital is twenty two nurses. This means that there are an excessive number of nursesas five nurses.
Keywords: workload, work sampling , nurses.
Read More
B-1983
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Alfiani; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Leni Syafitri
Abstrak: Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang optimal dari rumah sakit terus mengalami peningkatan yang selanjutnya menimbulkan tuntutan untuk mengembangkan kualitas pelayanan atau peningkatan kualitas pelayanan. Melakukan pengembangan investasi pada rumah sakit tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan, seorang manajer harus mampu meminimalkan risiko-risiko yang terjadi agar dapat menghasilkan analisa investasi yang baik dan cermat. Adanya rencana pengembangan Rumah Sakit Pengayoman Cipinang untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada Narapidana/Tahanan/Anak Didik Pemasyarakatan/Deteni Imigrasi membutuhkan penambahan sumber daya manusia. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan Rumah Sakit Pengayoman Cipinang sehingga dapat menjadi informasi berbasis bukti yang dapat digunakan sebagai acuan dan pertimbangan dalam mempersiapkan pengembangan Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan melakukan penelitian terhadap aspek ekternal dan internal Rumah Sakit Pengayoman Cipinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Rumah Sakit Pengayoman perlu dilakukan, agar Narapidana/Tahanan/Anak Didik Pemasyarakatan/Deteni Imigrasi dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, karena mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap masyarakat
Kata kunci: kajian, kelayakan, pengembangan, rumah sakit

Society needs for optimal service from hospitals continue to increase which further raises demands for developing service quality or improving service quality. Developing investments in hospitals certainly can not be done carelessly, a manager must be able to minimize the risks that occur in order to produce a good and accurate investment analysis. The Planning of Pengayoman Cipinang hospital to upgrade its health services for prisonersneed more human resources. The purpose of this study is to analyze the feasibility of Pengayoman Cipinang hospital so that it can be evidence-based information that can be used as a reference and consideration in preparing for hospital quality improvement. This research is an operational research by conducting research on external and internal aspects of Pengayoman Cipinang hospital. The results showed that increasing the class of Pengayoman Cipinang Hospital is necessary, so that their prisonner can get good health services, because getting health services is the right of every community
Key words: study, feasibility, development, hospital
Read More
S-10437
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Andini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Yassir, Sumijatun
Abstrak:

Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakan ujung tombak pelayanan yang harus direncanakan secara matang, baik secara kuantitas (beban kerja) maupun kualitas (kompetensi kerja). Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisa kebutuhan tenaga keperawatan di Instalasi Hemodialisa RSUP Persahabatan berdasarkan beban kerja (menggunakan time and motion study kepada 8 perawat kemudian diolah dengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja (depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat satu dan atau dua tenaga perawat dengan kualifikasi minimal lulusan D3 keperawatan yang telah diikutkan pelatihan hemodialisa.


Nurses, as one kind of the human resources in hospitals, act as a frontline service that should be planned thoroughly, both in its quantity (based on workload) and quality (based on competencies). This research was about needs assessment of nursing personnel in the Hemodialysis Installation of RSUP Persahabatan based on workload (using time and motion study technique then manipulated by Ilyas Method) and competencies (depth interview focusing on job knowledge, skill and attitude, on three subjects). The research concluded that there is one or two nursing shortage, having qualification of D3 of nursing (as minimal education) and hemodialysis training.

Read More
B-1473
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Feri Nawa Pamungkas; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Wacyu Sulistiadi, Sri Hartini, Amila Meggraini
Abstrak:

Kebijakan pemberian kredit kepada perusahaan pelanggan di RS Budi Kemuliaan Batam mengakibatkan adanya risiko , karena timbul kemungkinan pelanggan tidak membayar ataupun membayar tetapi lebih lambat dari jangka waktu yang diberikan. Analisis kredit di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam merupakan penilaian terhadap suatu permohonan kerja sama pelayanan kesehatan dari suatu perusahaan. Layak atau tidak suatu calon perusahaan pelanggan diberikan kredit. Ada beberapa prinsip-prinsip penilaian kredit yang dilakukan yaitu dengan analisis 5 C?s yaitu : Penilaian Watak (Character), Penilaian Kemampuan (Capacity), Penilaian terhadap modal (Capital), Penilaian terhadap agunan (Collateral), dan Penilaian terhadap prospek usaha nasabah debitur (condition of economy). Tesis ini merupakan Penelitian operasional ( operational research ) yang dilaksanakan dengan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif, terlebih dahulu meneliti data sekunder yang ada kemudian dilanjutkan dengan penelitian data primer dilapangan dan wwancara. Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa Penggunaan 3C?s yaitu Penilaian Watak (Character), Penilaian Kemampuan (Capacity), Penilaian terhadap modal (Capital) dalam setiap permohonan kerja sama pelayanan merupakan hal yang perlu dan harus dilakukan untuk mengurangi risiko piutang bermasalah. Pada akhir penelitian ini disarankan untuk melengkapi seluruh pedoman serta prosedur yang dibutuhkan dan membentuk tim analisis.


 

 The credit policy that implemented by Budi Kemuliaan Batam Hospital caused risks, this condition appear because some of the corporate customer may not pay their debt or they exceed the term of payment. Credit analysis in Budi Kemuliaan Batam Hospital is used to determine whether the corporate customers meet the requirement to establish a health service relation between Budi Kemuliaan Hospital and its corporate customer. The 5 C?s principal that used to evaluate credit are: Character, Capacity, Collateral, and Condition of Economy. This thesis is operational research with quantitative and qualitative method of approach. First, the writer examined secondary data that followed by primary data which conducted through field study and interview. Based on the research result it shows that 3 C?s: Character, Capacity and Capital must be implemented to lower bad debt. The writer suggested completing the guidance and procedure that are needed and establish credit analysis team.

Read More
B-1279
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive