Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21497 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fatmasari Diah Permata D.A. Sarah; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dono Widyatmoko, Bambang Hestu Jayadi, Budi Sarwono, Supriyantoro, Suprijanto Rijadi
B-648
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Lestari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Amal C. Sjaaf, Amila Megraini
Abstrak:

Tesis ini tentang analisis pengaruh pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pelaksanaan sertifikasi ISO 9001:2008 terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011, yang dianalisis menggunakan uji chi square. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10% kinerja pegawai  di Bagian SDM RSCM kurang dan 90% kinerja pegawai baik. Selain itu analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh bermakna dari variabel pengetahuan, keterampilan maupun sikap terhadap kinerja pegawai di Bagian SDM RSCM tahun 2011. Dengan demikian Bagian SDM RSCM perlu mempertimbangkan untuk menentukan target kerja yang tidak hanya berdasarkan target kerja teknis dari masing-masing individu tetapi juga mempertimbangkan target kerja individu dalam pencapaian kinerja strategis organisasi. Kata kunci : pengetahuan, keterampilan, sikap, kinerja


 The tesis is about analysis of the influences of knowledge, skill and attitude of the implementation of International Standarization for Organization 9001:2008 to staff performance at the Human Resource Departement Cipto Mangunkusumo Hospital 2011, that analysis by chi square test. The design is kuantitatif with cross sectional study method. The result showed that 10% performance staf HRD RSCM is less and 90% performance staff is good. Bivariat analysis showed that there is no relationship between knowledge, skill and attitude in implementation International Standarization for Organization 9001:2008 to performance staff  in Human Resource Departement RSCM 2011. Thus Human Resource Departement RSCM needs to decide performance appraisal that not only by technis appraisal from individu but also consider individu performance appraisal in achievement strategic organization performance. Keywords : knowledge, skill, attitude, performance

Read More
B-1353
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Susanto Kosasih; Pembimbing: Hendrianto Trisnowibowo; Penguji: Ronnie Rivany, Purnawa Junaidi, Ede Suryadarmawan, Yuli Prapanca Satar
Abstrak:
The Clinical Pathology laboratory of the Dharmais Cancer hospital, a government owned institution, has a service of excellence in cancer diagnostic field which needs a wide variety of reagents, of about 347 items. It has been noted that there is not a good planning system of logistic that can provide the laboratory an optimal supply of reagents. The main problem in reagents supply is that they often do not come according to the ordered time with the consequence of too much delay of laboratory tests. The existence of 100 items of unused goods or non-moving items in one year has resulted as a very high stock at the beginning as well as at the end of the one month period compared to the supply within that period. All these facts lead the laboratory to problems which effects the service of the laboratory and will further also influence the overall quality of the hospital. A model of planning and stock system is introduced to overcome the above condition. This operational research model is supposed to group the reagents according to their use, value of investment and value of importance of the reagents. The planning is done through an ABC-index critical analysis which includes utility index, EOQ (economic order quantity), ROP (reorder point) and prediction of total investment needed. The survey done from January to December 1998, using the ABC analysis system, shows as many as 247 items of reagents, consisting of A-group (numbers of items : 62 = 25.1%, numbers of use : 860 = 70.2%), B-group (numbers of items : 86 = 34.8%, numbers of use : 245 = 20%), and C-group (numbers of items : 99 = 40.1%, numbers of use : 121 = 9.8%). The frequency of ordering the reagents varies from 20 days, 30 days and 90 days in accordance to the need, packing of the reagents and policy of the hospital. It is suggested to delete the 100 non-moving items from the list of reagent stock as since they add up the cost of the laboratory. This study concludes that ABC-index analysis, setting the EOQ, ROP and prediction of value of investment can be a way towards a good model of planning and optimizing the reagents supply at the Clinical Pathology laboratory of the Dharmais Cancer hospital. An intensive training of this model for the involved laboratory staff will be necessary for the practice and use of it.

Laboratorium Patologi klinik RS Kanker Dharmais (RSKD) merupakan RS Pemerintah dengan unggulan pelayanan diagnostik spesialistik kanker yang membutuhkan reagensia dengan jumlah cukup besar, yaitu sekitar 347 item. Permasalahan yang timbul di Laboratorium Patologi Klinik adalah permintaan barang sering tidak sesuai dengan realisasinya. Di lain pihak stock awal dan akhir reagensia yang tinggi dibandingkan yang berjalan setiap bulannya, hal ini sangat mengganggu operasional Laboratorium Patologi Klinik yang dapat menimbulkan permasalahan tertundanya pelayanan Laboratorium Patologi klinik yang dapat mempengaruhi mutu dan citra rumah sakit. Oleh karena itu dirasakan perlu membuat suatu model perencanaan dan sistem persediaan dengan cara riset operasional yang dapat memilah-milah reagensia menurut pemakaian, investasi dan nilai kepentingannya suatu reagensia. yaitu Analisis ABC indeks kritis dengan indeks pemakaian, mencari EOQ (economic order quantity), ROP (reorder point) serta prakiraan jumlah investasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian dengan cara analisis ABC dari pemakaian pada bulan Januari 1998 - Desember 1998 terdapat 247 item reagensia, terbagi dalam kelompok A terdiri dari 62 item barang (25,1 %) dengan jumlah pemakaian 860 (70,2 %), kelompok B terdiri dari 86 item barang (34,8%) dengan jumlah pemakaian 245 (20 %) dan kelompok C terdiri dari 99 item barang (40,1%) dengan jumlah pemakaian 121 (9,8%). Terdapat 100 item barang yang tidak bergerak selama 1 tahun. Untuk dapat melaksanakan pemesanan reagensia pada sistem ini dilakukan penyesuaian waktu pesan sesuai 20 hari, 30 hari dan 90 hari, sesuai dengan kondisi kebutuhan, kemasan reagensia dan kebijakan RSKD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis indeks ABC dan mencari EOQ, ROP serta prakiraan jumlah investasikan adalah cara untuk mendapatkan model perencanaan dan mengoptimalisasikan di Laboratorium patologi Klinik RSKD. Saran yang dianjurkan adalah mengeluarkan 100 item yang tidak bergerak dari stock reagensia dan pelatihan yang intensif untuk pelaksana yang akan menjalankan model ini.
Read More
B-557
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutarsa; Pembimbing: Tjandra Yoga Aditama
B-513
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Kresno Birowo; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Peter Pattinama, Hafizurrachman, Rahmi Rahim
Abstrak: Dalam pembangunan nasional secara menyeluruh, kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.Kesehatan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, Kecerdasan dan produktifitas sumber daya manusia. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, pada era globalisasi, RS pemerintah sedang bergerak dari lembaga birokrasi ke lembaga usaha. Logistik farmasi merupakan salah satu komponen utama dalam menilai mutu pelayanan Rumah Sakit dan ABC indeks kritis merupakan salah satu cara untuk melakukan pengendalian dan pengontrolan pada manajemen farmasi, yang merupakan salah satu dari pendapatan rumah sakit yang terbesar.Sampai saat ini, pengadaan dn pengendalian persediaan farmasi di RS Duren Sawit, menggunakan metoda dengan menggunakan sistem target pasien yang ditentukan oleh dokter dan sering terjadi kekurangan dan kelebihan stok farmasi. Untuk mengatasi hal ini, dan banyaknya jenis persediaan, di sarankan menggunakan analisis ABC indeks kritis untuk pengelompokannya. Pada analisis ABC Indeks Kritis, persediaan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok A dengan investasi dan pemakaian tinggi, kelompok B dengan investasi dan pemakaian sedang dan kelompok C dengan investasi dan pemakaian rendah. Selain nilai investasi dan pemakaian, pada persediaan farmasi rumah sakit, penentuan indeks kritis sangat lah diperlukan, karena tidak semua persediaan yang memiliki nilai investasi dan pemakaian yang tinggi, mempunyai nilai kritis yang tinggi pula. Nilai kritis ini ditentukan oleh pemakai/ dokter. Dengan teknologi komputer saat ini, pengelompokan setiap jenis sediaan farmasi dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, akan tetapi memerlukan pencatatan dan sistem pelaporan pemakaian yang baik, serta informasi biaya investasi yang baik. Dengan sistem informasi yang baik, analisis indeks kritis ABC dalam pengendalian persediaan farmasi pada rumah sakit dapat dilakukan dengan cepat, tepat, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan pada perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan operasionalnya. Dengan data sekunder pengeluaran persedian RS. Duren Sawit periode januari 2004 sampai Maret 2005, perhitungan analisa ABC menghasilkan 35 jenis persediaan pada kelompok A dengan nilai sebesar Rp179.689.310,29 kelompok B 206 jenis persediaan dengan nilai sebesar Rp. 475.863.923,99 dan kelompok C 728 jenis dengan nilai sebesar Rp.122.840.524,75. Selain itu, Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa, ada 225 jenis persediaan yang diasumsikan merupakan investasi tidak bergerak dengan perkiraan nilai lebih dari Rp.1.133.136.736,29, hal ini dapat saja terjadi disebabkan oleh pencatatan yang tidak akurat, ataupun pengadaan persediaan yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan persediaan yang tidak efesien serta merugikan sumber daya keuangan secara tidak langsung, baik dari segi pengadaan maupun biaya penyimpanan maupun resiko kerusakan dan kehilangan. Dengan mengetahui pengelompokan persediaan ini, diharapkan peningkatan efesiensi biaya operasional dan dapat mencegah terjadinya kekosongan persediaan farmasi dengan pengendalian dan pengawasan terhadap persediaan farmasi serta peningkatan pelayanan terhadap pasien dengan tetap tersedianya bahan bahan farmasi dan menjaga harga yang baik, karena resiko kehilangan dan kerusakan persediaan dapat diantisipasi sebelumnya. Kepustakaan : 31 (1985 – 2005 )
Read More
B-884
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Alfiani; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Leni Syafitri
Abstrak: Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang optimal dari rumah sakit terus mengalami peningkatan yang selanjutnya menimbulkan tuntutan untuk mengembangkan kualitas pelayanan atau peningkatan kualitas pelayanan. Melakukan pengembangan investasi pada rumah sakit tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan, seorang manajer harus mampu meminimalkan risiko-risiko yang terjadi agar dapat menghasilkan analisa investasi yang baik dan cermat. Adanya rencana pengembangan Rumah Sakit Pengayoman Cipinang untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada Narapidana/Tahanan/Anak Didik Pemasyarakatan/Deteni Imigrasi membutuhkan penambahan sumber daya manusia. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan Rumah Sakit Pengayoman Cipinang sehingga dapat menjadi informasi berbasis bukti yang dapat digunakan sebagai acuan dan pertimbangan dalam mempersiapkan pengembangan Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan melakukan penelitian terhadap aspek ekternal dan internal Rumah Sakit Pengayoman Cipinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Rumah Sakit Pengayoman perlu dilakukan, agar Narapidana/Tahanan/Anak Didik Pemasyarakatan/Deteni Imigrasi dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, karena mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap masyarakat
Kata kunci: kajian, kelayakan, pengembangan, rumah sakit

Society needs for optimal service from hospitals continue to increase which further raises demands for developing service quality or improving service quality. Developing investments in hospitals certainly can not be done carelessly, a manager must be able to minimize the risks that occur in order to produce a good and accurate investment analysis. The Planning of Pengayoman Cipinang hospital to upgrade its health services for prisonersneed more human resources. The purpose of this study is to analyze the feasibility of Pengayoman Cipinang hospital so that it can be evidence-based information that can be used as a reference and consideration in preparing for hospital quality improvement. This research is an operational research by conducting research on external and internal aspects of Pengayoman Cipinang hospital. The results showed that increasing the class of Pengayoman Cipinang Hospital is necessary, so that their prisonner can get good health services, because getting health services is the right of every community
Key words: study, feasibility, development, hospital
Read More
S-10437
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mita Juliawati; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Amila Megraini, Mardalena
Abstrak:

Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) merupakan rumah sakit setara tipe C+ yang pada awalnya hanya memberi pelayanan kepada karyawan, keluarga Pertamina serta perusahaan yang berhubungan dengan Pertamina. Dengan perubahan status RSPJ menjadi salah [p;'-09satu unit usaha Peramedika, maka pihak manajemen RSPJ mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan pengelolaan rumah sakit dengan mandiri yaitu dengan menerima pasien Non Pertamina. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbandingan yang ekstrem antara kunjungan pasien Pertamina dan Non Pertamina pada poli Rawat Jalan RS Pertamina Jaya Tahun 2006 yang mencapai kurang lebih 85 :15. Faktor tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian di bidang pemasaran rurnah sakit dalam hal ini RS Pertarnina Jaya khususnya tentang segmentasi,target dan posisi RS Pertamina Jaya sehingga diharapkan terjadinya peningkatan kunjungan pasien Non Pertamina. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai segmen pasar Rumah Sakit Pertamina Jaya sebagai dasar analisa penetapan segrnentasi, target, posisi pasar sehingga selanjutnya dapat direncanakan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien Non Pertamina. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei kepada 150 pasien poli rawat jalan RS Pertamina Jaya, bersifat deskriptif dengan pendekatan gabungan kuantitatif yaitu pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengetahui segmentasi pasar dan kualitatif dengan analisa hasil wawancara mendalam kepada pihak manajemen RSPJ untuk mengetahui segrnentasi, target dan posisi rumah sakit. Hasil penelitian segmentasi demografi, geografi dan psikografi diperoleh bahwa profil pasien Non Pertamina yang berobat ke poli Rawat Jalan RSPJ adalah dari segmen menengah ke atas, dengan rincian jenis kelamin perempuan, usia produktif yaitu. 15 -


Pertamina Jaya Hospital (Rumah Sakit Pertamina Jaya RSPJ), as the member Pertamedica's Strategic Business Unit, was established to provide medical services particularly for their traditional customer, i.e the employees of Pertamina with their family and any company who has business relationship with Pertamina. Considering current development, however, as C+ Class Hospital, RSPJ may extend their services by receiving non traditional customer, that is, Non Pertamina patients. Background of the research was the extreme composition of 85% : 15% of "Pertamina" and "Non Pertamina" at Outpatient Clinic RSPJ in the year of 2006. As the objective of this research is to get clear market segmentation of RSPJ, and at the end, to define sound marketing plan (segmentation, targetting, and positioning) in order to increase the incoming of Non Pertamina Patient. The data for the research was collected through questionaire, descriptive with the approach of combining either quantitative and qualitative, towards 150 patients who visited Outpatient Policlinic R,SPJ 2006. To provide a comprehensive result, indepth interview was done also with Pertamina Jaya Hospital management. As summary of the result, the profile of Non Pertamina patient that comes to outpatient policlinic Pertamina Jaya Hospital 2006 are from middle to high segment as follows, gender is female, age from 15 -

Read More
B-1029
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mike Kaltarina; Pembimbing: Sutan Yenis; Penguji: Petter Patinama, Heru Kusumanto, Torang P. Batubara, Neni Murniati
Abstrak:

Penelitian dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa penyediaan jasa logistik farmasi relatif tinggi yang mencapai 60% anggaran rumah sakit, sehingga diperlukan tindakan efisiensi. Temuan di Instalasi Farmasi RSUD Ciawi menunjukkan perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan yang tidak akurat sehingga mengakibatkan situasi yang disebut overstock dan out-of-stock.Penelitian dilakukan untuk melakukan analisis proses perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi RSUD Ciawi, Bogor. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai proses perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan diperoleh dengan cara in depth interview, data sekunder, dan perhitungan kuantitatif khusus untuk masalah yang terukur.Hasil penelititan menunjukkan bahwa perencanaan obat dan alat kesehatan dasar ruangan di Instalasi Farmasi RSUD Ciawi belum efektif dan efisien karena perencanaan obat dan alat kesehatan kebutuhan dasar ruangan tidak akurat yang disebabkan adanya hambatan yang terjadi pada SDM, organisasi, kebijakan, prosedur, laporan pemakaian obat dan alat kesehatan, penentuan perencanaan jumlah obat dan alat kesehatan dasar ruangan pada Instalasi Farmasi.Untuk meningkatkan akurasi perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan dapat dilakukan upaya bimbingan atau pelatihan SDM yang membuat perencanaan kebutuhan logistik farmasi, menyusun kebijakan internal antara lain dengan standardisasi terapi dan formularium, menyusun dan menetapkan uraian tugas yang jelas, menyusun standar prosedur operasional tentang perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan di ruangan dan instalasi, membuat usulan kebutuhan obat dan alat kesehatan yang secara rutin dan periodik harus disampaikan kepada Instalasi Farmasi. Selain itu, Instalasi Farmasi perlu membentuk sistem informasi sehingga tercipta koordinasi terutama dalam penyusunan perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan dasar di ruangan dan instalasi.


 

Analysis of Basic Ward Needs Planning For Drugs and Medical Supplies of the Pharmacy Department, Ciawi General Hospital, Bogor This study was based on the facts that budget allocation for pharmacies logistic was relatively high, almost 60% of annual hospital budget; a situation that needed certain efficient efforts. Data of the Pharmacy Department at Ciawi General Hospital showed inaccurateness on drugs and medical supplies planning which was finally resulted an overstock and out-of stock situations. The study was conducted to analyze the process on drugs and medical supplies planning of the Pharmacy Department at Ciawi General Hospital, Bogor.This is a case study with qualitative approach. Information and data on drugs and medical supplies planning were collected by in-depth interviews, secondary data, and quantitative analysis specifically for several measured issues.This study showed that basic wards planning for drugs and medical supplies in the Pharmacy Department at Ciawi General Hospital had not been ran effectively and efficiently because of lack of good human resources, organizational issues, regulations, procedures, drugs and medical supplies inventory reports, drugs and medical supplies planning for basic inventory wards supply.Several efforts could be used to increase the accurateness on drugs and medical supplies, i.e. training for the employee who ran the pharmacy logistics planning, internal regulations such as standardization on medical pharmacy and formularium, a finned job description, a good standard operating procedure of drugs and medical supplies needed in all wards and installations, propose a basic drugs and medical supplies for wards and installations which has to be routinely and periodically reported to the Pharmacy Department. Besides, the Pharmacy Department itself should make an information system network to provide a good coordination mostly on drugs and medical supplies planning in the wards and installations.

Read More
B-640
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Djati Santoso; Pembimbing: Heru Kusumanto; Penguji: Yuli Prapanca Satar, Hilda Zainal Soedibyo, Yetti Hersunaryati
Abstrak:
Perencanaan merupakan salah satu fungsi dalam upaya operasional dimana dilakukan kegiatan dengan mengacu kebutuhan akan barang ATK dan cetakan selama kurun waktu satu tahun sehingga terjamin kelancaran pelayanan kepada masyarkat yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran proses perencanaan barang ATK dan cetakan di puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi, yaitu dengan Cara perencanaan pada tiap unit-unit puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi dalam proses perencanaan disesuaikan dengan kebutuhan yang riil dengan melakukan analisis untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari proses perencanaan yang sekarang dilakukan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode telaah kasus melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer dan data skunder yaitu penelitian di beberapa puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi serta wawancara langsung dengan Top Manajer, Midle Manajer dan Lower Manajer, sedangkan data skunder diperoleh dengan cara survey lapangan serta data-data penunjang lainnya. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses perencanaan di puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi belum berjalan dengan baik, untuk pencapaian proses perencanaan yang optimal harus segera memberdayakan seluruh kemampuan staf pada bidang masing-masing untuk lebih mendalami cara membuat perencanaan yang benar dengan dibuat standar baku dan tertulis serta mempunyai dasar hukum.

Analysis on Stationery and Printing Goods Need of Puskesmas in Bekasi MunicipalityPlanning is one of operational functions in which several activities are carried out referring stationery and printing goods need during one year period that may guarantee public service performed to those who need Puskesmas services. The research's objective is to describe planning processes of stationery and printing supplying at Puskesmas and Health Unit of Bekasi Municipality, which is carried out through planning made by each Puskesmas unit and Health Unit of Bekasi Municipality based on their real needs. Analysis is directed to understand strengths and weaknesses of each planning being applied. The research applies case study method through qualitative approach which uses primary and secondary data gathered from studies over several Puskesmases and Health Unit of Bekasi Municipality and interviews with Top Managers, Middle Managers, and Low Managers, while secondary data are gathered from field survey and other supporting data. From discussion it could be concluded that planning processes at Puskesmases and Health Unit of Bekasi Municipality has not performed well. In order to achieve optimum planning processes, all staffs capacities available at each unit should be empowered in order to make them understand on how to make an acceptable plan, by preparing a standardized manual book which fulfills legal standards.
Read More
B-530
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heri Priatna; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Purnawan Junadi, Amal C. Sjaaf, Budi Hartono
B-1251
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive