Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31542 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wulan Anggraini; Pembimbing: Iwan Ariawan, Besral; Penguji: Asri C. Adisasmita, Flourisa J. Sudrajat, Asep Adam Muttaqin
T-4513
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Angraini; Pembimbing: Iwan Ariawan, Besral; Penguji: Asri C. Adisasmita, Sudradjat, Flourisa Juliaan, Asep Adam Muttaqin
T-4526
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Sari; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Marlina Ginting, Lena Kurniawati
Abstrak: Menyusui merupakan langkah primer untuk kesehatan dan pertumbuhan optimal bagi anak. Seribu hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak janin di dalam kandungan hingga seorang anak berusia dua tahun merupakan periode terpenting dan perlu mendapatkan perhatian terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan partisipasi ibu dalam perekonomian keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dengan data sekunder SDKI 2012 dengan sampel berjumlah 1358 ibu berusia 15-49 tahun yang memiliki bayi berusia 0-5 bulan. Partisipasi ibu dalam perekonomian keluarga dapat menurunkan peluang pemberian ASI eksklusif dimana ibu yang bekerja sebagai buruh/karyawan sepanjang waktu lebih berisiko 1,54 kali untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang tidak bekerja setelah dikontrol oleh variabel kounfonder (p=0,038; CI 95%=1,0-2,3). Memberikan informasi mengenai tata laksana pemberian ASI eksklusif bagi ibu bekerja, meningkatkan kerjasama lintas sektoral dengan kementerian terkait utuk peningkatan program pemberian ASI eksklusif sesuai dengan perundang-undangan yang telah dibuat, serta melaksanakan supervisi dan memberikan sanksi/reward terhadap pelaksanaan peraturan mengenai ASI eksklusif.
Kata Kunci: ASI Eksklusif, Partisipasi Ibu Bekerja
Read More
T-4536
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Resti Agustina; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Indang Trihandini, Martini Rachman
Abstrak: Walaupun manfaat pemberian ASI eksklusif sangat banyak terutama untuk ibudan bayinya, prevalensi pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dibawahtarget Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (80%). Permasalahan yangkerap di alami oleh wanita primipara adalah kegagalan proses let down yangmenyebabkan tidak keluarnya ASI. Inisisasi menyusu dini (IMD) merupakansalah satu cara untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin yangmemproduksi ASI. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari SurveiDemografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dengan desain penelitiancrossectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara inisiasimenyusu dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan pada wanitaprimipara di Indonesia. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 604 respondendengan kriteria inklusi adalah ibu primipara yang memiliki bayi berusia 6 sampai12 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikanantara pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif6 bulan. Ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) memiliki peluang21,868 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan dibandingkandengan ibu yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini setelah dikontrol olehvariabel pekerjaan ibu, kuintil kekayaan, dan berat badan lahir (95% CI: 8,956sampai dengan 53,394). Sementara itu, ibu yang tidak bekerja memiliki peluang1,717 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan dibandingkan dengan ibu yang bekerja setelah dikontrol oleh variabel inisiasi menyusu dini(IMD), kuintil kekayaan, dan berat badan lahir bayi (95% CI: 0,986 sampai dengan 3,026). Pada variabel kuintil kekayaan semakin kaya cenderung memiliki peluang yang semakin kecil untuk melakukan pemberian ASI eksklusif dan padavariabel berat badan lahir (BBL) bayi bayi yang lahir dengan berat badan lahirrendah memiliki peluang yang lebih banyak untuk memberikan ASI eksklusif.Oleh karena itu, disarankan intervensi pemberian ASI eksklusif 6 bulan melalui inisiasi menyusu dini (IMD) pada wanita primipara oleh tenaga kesehatan perlu dilakukan di fasilitas kesehatan.
Kata kunci: ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini (IMD), pekerjaan ibu
Read More
S-8499
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Rahmadani; Pembimbing: Besral; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Milla Herdayati, Yusmayanti, Eka Budi Satria
Abstrak: Pneumonia merupakan masalah kesehatan global yang menjadikan Indonesia salah satu negara dengan beban pneumonia tertinggi di dunia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosa tenaga kesehatan meningkat menjadi 2% dibandingkan sebelumnya. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat pneumonia adalah meningkatkan cakupan imunisasi pentavalen dan pemberian ASI ekslusif secara nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan imunisasi pentavalen dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian pneumonia pada batita. Diharapkan kepada pembuat kebijakan dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan pnuemonia dan kepada pemberi pelayanan untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat pentingnya imunisasi pentavalen dalam bentuk penyuluhan atau sosialiasai mengenai pencegahan pneumonia pada anak, serta melakukan sweeping atau kunjungan rumah untuk meningkatkan cakupan imunisasi pentavalen.
Read More
T-6328
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nailina Farah; Pembimbing: Besral; Penguji: Evi Martha, Hesti Kristina P. Tobing
Abstrak:
Pemberian ASI eksklusif adalah salah satu upaya untuk mengurangi malnutrisi dan kematian bayi. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target percepatan penurunan stunting sebesar 80%. Berdasarkan data tahun 2021, prevalensi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 – 5 bulan sebesar 71,5% sehingga masih perlu ditingkatkan. Salah satu faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu metode persalinan. Persalinan sectio caesarea diketahui dapat menurunkan peluang pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persalinan caesar dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI tahun 2017 dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 1.290 yang merupakan wanita usia subur (15 – 49 tahun) sudah menikah dan melahirkan anak terakhir dalam keadaan hidup berusia 0 – 5 bulan. Regresi logistik model faktor risiko diterapkan untuk melihat hubungan persalinan caesar dengan pemberian ASI eksklusif dengan mengontrol beberapa variabel kovariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persalinan caesar dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikendalikan oleh usia bayi, tingkat pendidikan ibu, regional, dan status ekonomi. Terdapat interaksi antara persalinan caesar dengan tingkat pendidikan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif sehingga hubungan persalinan caesar dengan ASI eksklusif berbeda menurut tingkat pendidikan ibu dimana risiko paling tinggi tidak memberi ASI eksklusif pada ibu yang melakukan persalinan caesar dengan pendidikan ≤ SD (AOR: 0,290). Berdasarkan hal tersebut, diperlukan peningkatan informasi ASI eksklusif pada ibu menyusui terutama untuk ibu dengan pendidikan rendah yang melakukan operasi caesar serta perlu membentuk kelompok pendukung ASI di masyarakat.

Exclusive breastfeeding is one of the strategies to reduce malnutrition and infant mortality. However, exclusive breastfeeding coverage in Indonesia still needs to be increased to achieve the accelerated stunting reduction target of 80%. Based on 2021 data, the prevalence of exclusive breastfeeding in infants aged 0 - 5 months was 71.5%, so it still needs to be improved. One of the factors that influence exclusive breastfeeding is the method of delivery. Sectio caesarean delivery is known to reduce the chances of exclusive breastfeeding. Therefore, this study aimed to determine the relationship between caesarean delivery and exclusive breastfeeding in Indonesia. This study used data from the 2017 IDHS with a cross-sectional design. The study sample was 1,290 women of childbearing age (15 - 49 years) who were married and gave birth to their last living child aged 0 - 5 months. Logistic regression risk factor model was applied to see the association of caesarean delivery with exclusive breastfeeding by controlling several covariate variables. The results showed that there was a significant association between caesarean delivery and exclusive breastfeeding after controlling for infant age, maternal education level, region, and economic status. There was an interaction between caesarean delivery and mother's education level on exclusive breastfeeding so that the relationship between caesarean delivery and exclusive breastfeeding differed according to the mother's education level where the highest risk of not giving exclusive breastfeeding was in mothers who had caesarean delivery with education ≤ SD (AOR: 0.290). Based on this, it is necessary to increase information on exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers, especially for mothers with low education who have a cesarean section and need to form breastfeeding support groups in the community.
Read More
S-11350
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diyan Reni Jayathi; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Sari Wayang, Nuryani
Abstrak: Sebagian besar kematian anak di Indonesia terjadi pada bulan pertama kehidupannya. Kemungkinan anak meninggal pada usia berbeda, 19 per seribu selama masa neonatal, 15 per seribu dari usia 2 hingga 11 bulan dan 10 per seribu dari usia satu sampai lima tahun (UNICEF, 2012). Hanya 39% dari seluruh bayi di dunia yang mendapatkan ASI Eksklusif (WHO 2002), padahal diketahui pemberian ASI Ekslusif mampu mencegah kematian balita sebanyak 13%. Praktik pemberian ASI di negara berkembang berhasil menyelamatkan 1,5 juta bayi per tahun dari kematian dan kesakitan. Berdasarkan InfoDatin 2015 Provinsi Lampung diketahui K4 mencapai 90% sedangkan capaian ASI eksklusif hanya mencapai 65%. Begitu juga di kabupaten Pringsewu tahun 2015 K4 mencapai 85% namun capaian ASI eksklusif hanya bekisar 60%. Terdapat kesenjangan antara ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimen. Jumlah sampel penelitian 84 ibu hamil dan menyusui, yang terdiri dari kelompok pre-test dan post-test intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang bermakna antara pemberian monitoring konseling laktasi dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,017 OR= 8,636; 95% CI: 1,5-46,8), artinya ibu yang diberi monitoring konseling laktasinya mempunyai peluang 8,63 kali untuk menyusui eksklusif dibanding ibu yang tidak dimonitoring. Perlunya dilakukan monitoring dan evaluasi tidak terjadwal agar BPS Bidan Delima selalu konsisten dan berkomitmen menerapkan SOP pada setiap pemberian pelayanan kesehatan serta memberikan reward dan punismen agar BPS bidan delima termotivasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Kata Kunci: ASI eksklusif, Monitoring konseling laktasi, Ibu Hamil

Most child deaths in Indonesia occur in the first month of life. Possible children die at different ages, 19 per thousand during neonatal period, 15 per thousand from the age of 2 to 11 months and 10 per thousand from the age of one to five years (UNICEF, 2012). Only 39% of all babies in the world are exclusively breastfed (WHO 2002), whereas exclusive breastfeeding is known to prevent 13% of under-five mortality. Breastfeeding practices in developing countries have saved 1.5 million babies per year from mortality and morbidity. Based on InfoDatin 2015, it is known that K4 reaches 90%, while exclusive breastfeeding achieves only 65%. So also in Pringsewu district in 2015 K4 reached 85% but exclusive breastfeeding achievement is only 60%. There is a gap between pregnant women who receive health services and exclusive breastfeeding behaviors. The research method used in this research is quasi experiment. The sample size was 84 pregnant and lactating women, consisting of pre-test and posttest of intervention and control. The results showed that there was a significant influence between lactation counseling monitoring and exclusive breastfeeding (p = 0.017 OR = 8,636; 95% CI: 1,5-46,8), meaning that the mother who was given lactation counseling monitoring had an opportunity of 8.63 times For exclusive breastfeeding compared to unmonitored mothers. The need for monitoring and evaluation is not scheduled for BPS Bidan Delima always consistent and committed to apply SOP on every health service delivery and give reward and punismen so that BPS pomegranate midwife motivated to continuously improve health service quality
Read More
T-4946
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azka Aulia Fitri; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Milla Herdayati, Anissa Rizkianti
S-10061
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suparmi; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Sudijanto Kamso, Theodora Pandjaitan, Elmy Rindang Turhayati
T-3290
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Aprianda; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Sri Muljati, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan kelangsungan hidup bayi. Namun pemberian ASI eksklusif diIndonesia khususnya di wilayah perkotaan masih cukup rendah. Sementara itu,kejadian kehamilan tidak diinginkan di Indonesia cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehamilan tidak di inginkan dan hubungannya dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian menggunakan desain potong lintang menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar 2010.

Hasil analisis menemukan bahwa sebagian besar ibu di wilayah perkotaan tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan ibu yang mengalami kehamilan tidak diinginkan cukup tinggi. Setelah dikontrol oleh variabel umur ibu, statuspekerjaan ibu, jumlah anak, pelayanan antenatal dan pemberian ASI segera, ibuyang mengalami kehamilan tidak diinginkan cenderung tidak memberikan ASIeksklusif pada kelompok umur 20-35 tahun, tidak bekerja, dan pelayanan antenatal sesuai K4, sedangkan cenderung memberikan ASI eksklusif pada kelompok umur kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun, bekerja, dan pelayanan antenatal tidak sesuai K4.

Kata kunci : Kehamilan tidak di inginkan, ASI eksklusif, perkotaan
Exclusively breastfeeding have an important role to maintain health and thesurvival of the infant. However, the prevalence of exclusively breastfeeding inIndonesia particularly in the urban areas is quite low. Meanwhile, the incidence ofunintended pregnancy in Indonesia is quite high. This research aims to know thedescription of unintended pregnancy and its association to exclusively breastfeeding. Research is using cross sectional design study which use thesecondary data analysis of National Basic Health Research 2010.

Results of theanalysis found that most of the mothers in urban areas were not exclusively breastfeed their baby and the incidence of unintended pregnancy is quite high.After controlled by maternal age, maternal employment status, parity, antenatalcare, and immediate breastfeeding, mothers with unintended pregnancy were lesslikely to breastfeed their baby if their age were under 20 and above 35 years old,unemployed, and did not access adequate antenatal care, whereas mothers weremore likely to breastfeed if their age were 20-35 years old, employed, and did notaccess antenatal care.

Keywords : Unintended pregnancy, exclusively breastfeeding, urban areas
Read More
T-4089
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive