Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32306 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hasmiati Sessu; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Syafdewiyani, Rustam Efendi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh(PJJ) bagi tenaga bidan lulusan Diploma I Kebidanan yang diselenggarakan diPoltekkes Kemenkes Kupang, dengan pendekatanevaluasi menggunakan modellogika (Logic Model). Subyek penelitian adalah pengelola, tutor, admin danmahasiswa program PJJ. Hasil penelitian pada komponen input menunjukkanbahwa kriteria dan persyaratan mahasiswa sudah memenuhi ketentuan, kurikulumyang digunakan sudah sesuai dengan standar, sumber daya manusia baik tenagapendidik maupun kependidikan masih kurang baik dari jumlah maupun jenisnya,sarana prasarana masih terbatas terutama penyediaan koneksi jaringan yang stabilserta manajemen penyelenggaraan yang masih harus ditingkatkan kualitasnya.Pada komponen proses menunjukkan adanya hambatan dalam proses belajarmandiri maupun tatap muka (langsung dan online) terkait dengan koneksi jaringandan jarak mahasiswa ke tempat belajar yang jauh. Pada komponen output, hasilcapaian belajar cukup baik, 72.3% mahasiswa memiliki Indeks Prestasi Kumulatif(IPK) dalam kisaran 2,76-3,50, dengan IPK tertinggi 3,42 dan IPK terendah 1,46.Kata kunci : Pendidikan jarak jauh, evaluasi, model logika.
Read More
T-4560
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspa Indah Budiono; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianty, Yeti Resnayati, Verdhany Puspitasari
Abstrak: ABSTRAK Kualifikasi minimum pendidikan bagi tenaga kesehatan adalah Diploma III berdasarkan Undang-undang Nomor 36 tahun 2014, namun Badan Kepegawaian Negara (2015) menyatakan bahwa masih terdapat 38.944 orang perawat yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Diploma III. Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan tenaga kesehatan melalui Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan melalui Mekanisme RPL. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan analisis implementasi Program di Poltekkes Jakarta III mulai dari input, proses hingga output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik program RPL di Poltekkes Kemenkes Jakarta III telah berusia di atas 50 tahun, dan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta; hanya sebagian kecil peserta didik yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari institusi tempatnya bekerja; proses asesmen mengalami kendala teknis dalam kuantifikasi hasil asesmen. Masukan untuk Poltekkes Kemenkes Jakarta III berdasarkan hasil penelitian ini adalah sosialisasi kepada calon peserta terkait program RPL yang dilakukan melalui website; membentuk kelompok belajar untuk meningkatkan motivasi belajar para peserta didik yang sebagian besar usianya sudah lebih tua; menggunakan tutor sebaya dengan memberdayakan peserta didik yang memiliki kemampuan atau pengalaman dalam mengatasi gap atau kesenjangan pengetahuan dan pengalaman berdasarkan pekerjaan sehari-hari. Masukan bagi Kementerian Kesehatan adalah membuat pedoman kuantifikasi yang dapat dijadikan acuan oleh PT penyelenggara dalam melakukan asesmen dan kuantifikasi. Kata kunci: Pendidikan, Perawat, Rekognisi Pembelajaran Lampau Based on Indonesia Health Workforce Act, the minimum qualification of education for health workforce is Diploma III. However, data of State Personnel Agency (2015) shows that there are still 38,944 nurses in Indonesia who do not yet have a Diploma III education qualification. As a commitment of the government in improving the education of health workforce, Ministry of Health launched Education Acceleration Program through the Recognition of Prior Learning (RPL) as mentioned in Permenkes No. 41 of 2016. This study analyzes the implementation of the Program in Health Polytechnic Jakarta III starting from input, process to output. This research is a qualitative research design using Rapid Assessment Procedure (RAP). The results showed that most of the students were over 50 years old, and came from the DKI Jakarta Provincial Health Office; only a small proportion of learners receive educational tuition from the institution where they work; the assessment process has technical constraints in the quantification of assessment results. Input for Health Polytechnic Jakarta III is socialization to prospective participants related to RPL conducted through the website; forming learning groups to improve the learning motivation of learners who are mostly older; using peer tutors by empowering learners who have the ability or experience in overcoming knowledge gaps and experience based on daily work. Input for the Ministry of Health is to make quantification guidelines that can be used as a reference by educational institution in conducting assessment and quantification. Key words: Education, Nurse, Recognition of Prior Learning
Read More
T-5250
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yossi Fitria Damayanti; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ina Yuniati, Aris Purwanto
T-3536
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uswatun Hasanah Sriyadi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Enny Ekasari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program kesehatan dan olahraga padaPegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup kerja Pemerintah Kota Depok tahun 2015dengan melakukan analisis pada penggunaan input dan proses sehingga dapatmempengaruhi pencapaian target program kesehatan dan olahraga. Desainpenelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan denganmelihat komponen input (peraturan, sumber daya manusia, sumber dayakeuangan, danfasilitas) dan proses manajerial (perencanaan, pengorganisasian,pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi) dalam pelaksaan program. Datadikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada stakeholder, pelaksana, danpeserta. Selain itu, data juga dikumpulkan melalui telaah dokumen terhadapdokumen-dokumen program. Temuan dari penelitian ini adalah dari sisi inputbelum ada peraturan daerah yang menjadi dasar pelaksanaan program dan belumtersedia anggaran untuk media promosi program.
Kata Kunci :Evaluasi program; Kesehatan dan olahraga; Variabel input dan proses; KotaDepok.
Read More
S-9296
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayola Audita Hervyani; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Popy Yuniar, Harmiyani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil evaluasi pelaksanaan SistemInformasi Kesehatan (SIK) di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi JakartaTimur pada tahun 2015. Jenis Penelitian cross sectional kualitatif denganmenganalisis efektivitas pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di SukuDinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur dengan dilakukan wawancaramendalam kepada narasumber yang disesuaikan dengan kerangka konsep. HasilPenelitian menunjukan bahwa sampai saat ini Suku Dinas Kesehatan KotaAdministrasi Jakarta Timur masih menggunakan Sistem Informasi Kesehatanberbasis komputerisasi Offline yang sejauh ini penggunaannya efektif dikarenakankecukupan SDM, pendanaan, alat, dan sudah adanya kebijakan/peraturan yangjelas tentang pelaporan data terkait pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan.Kata Kunci : Efektivitas, Evaluasi pelaksanaan, Kualitatif, Sistem InformasiKesehatan, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi JakartaTimur,Evaluasi pelaksanaan.., Mayola Audita Hervyani, FKM UI, 2016.
This study aimed to obtain the evaluation of the Health Information System (HIS )at the Dept. of Health East Jakarta Administration in 2015. The study was crosssectional qualitative type by analyzing the effectiveness of the implementation ofthe Health Information System (HIS ) at the Dept. of Health East JakartaAdministration City with conducted in-depth interview to the informant that aretailored to the conceptual framework . Research shows that to date the Dept. ofHealth East Jakarta Administration still use Healthcare Information Systemcomputerized Offline is by far its use effectively due to adequacy of humanresources, funding , tools, and existing policies / clear rules on the reporting ofdata related to the implementation of the Information System Health.Keywords : Dept. of East Jakarta Administration City Health, Effectiveness,Evaluation of the implementation, Health Information Systems,Qualitative.
Read More
S-9068
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alhafiza Putra; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sudarti Kresno, Ella Nurlela Hadi, Gayatri Suryaningsih, R. Dedi Kuswenda
Abstrak:

Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu di Indonesia sudah menurun, tetapi kalau dibanding dengan Negara tetangga masih jauh lebih tinggi. Sepertiga kernatian bayi teljadi dalam bulan pertarna (neonatal), 80 persen kematian neonatal ini terjadi pada minggu pertarna. Berarti masih rendahnya status kesehatan ibu dan bayi baru lahir rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak khususnya pada masa persalinan dan segera sesudahnya. Tahun 2006, kematian Neonatal di Kabupaten So1ok sebanyak 47 kematian dan 7 kematian ibu dari 8.250 kelahiran hidup. Pada periode yang sama teijadi 23 kematian neonatal dan 1 kematian ibu dari 1,091 kelahiran hidup yang terjadi di Kecamatan Lembah Gumanti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktek atau tindakan yang dilakukan o1eh bidan di wilayah keija Puskesmas Alahan Panjang terhadap pelayanan ibu bersalin dan bayi baru lahir 7 hari (minggu pertarna) pasca persalinan. Selain itu, juga dilakukan identifikasi terhadap hal yang diperkirakan menunjang pelaksanaannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Inforrnan dalam penelitian adalah seluruh bidan yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Alahan Panjang, ibu bersalin yang persalinannya ditolong oleh inforrnan bidan tersebut, dan inforrnan kunci adalah pimpinan dan koordinator program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Alahan Panjang. Pengambilan data dilakukan dengan cara Diskusi Kelompok Terarah (DKT) kepada 18 bidan, kemudian dilanjutkan dengan Wawancara Mendalam (WM) kepada 4 (empat) orang bidan dari peserta DKT. Untuk konfurnasi, dilakukan WM pada 17 (tujuh) orang ibu bersalin yang dilayani bidan tersebut. Selain itu, juga dilakukan WM kepada Pimpinan dan Koordinator Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Alahan Panjang. Selanjutnya juga dilakukan satu kali pengamatan (rekaman video proses persalinan sarnpai 24 jam pasca persalinan) dan pengamatan praktek atau tidakan bidan sewaktu kunjungan neonatal serta melakukan telah dokumen. Analisa yang dilakukan dengan memasukan data kedalam matrik, kemudian dilakukan analisa isi (content analysis). Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Alahan Panjang pada buian Marer sampai awai lviei 2007. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan masih ada praktek atau tindakan bidan, terhadap pelayanan ibu bersalin dan bayi bam lahir 0 - 7 hari, yang tidak sesuai dengan Standar Pelayanan Kebidanan menurut Depkes, (2003). Terutama dalam melakukan penyuluhan kepada ibu bersalin. Selain itu, juga ditemui bahwa supervisi yang dilakukan Pimpinan dan Koordinator Program KIA Puskesmas Alahan Panjang masih kurang. Selanjutnya, masih sedildtnya bidan yang pernah mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan fungsi bidan dalam pelayananan KIA dan kurangnya sarana yang mendukung praktek atau tindakan bidan dalam pelayanan KIA. Berdasarkanj hasil penelitian, disarankan kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Solok dan Puskesmas Alahan Panjang untuk peningkatan profesionalisme bidan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, dengan peningkatan supervisi, pelatihan dan penyediaan sarana bidan. Untuk bidan, agar meningkatkan profesionalisme dlam bekerja. Selain itu, juga menyarankan peningkatan kuantitas dan kualitas penyuluhan KIA, serta mendorong jorong/desa untuk menjadi jorong/desa siaga.


In Indonesia both the Maternal and Infant Mortality Rate (MMR & IMR) has significantly reduced. However, these two figures were still higher than that of the ASEAN countries. About a third of the infant deaths took place in the neonatal period, while 80% of the neonatal deaths happened during the first week of life. This was partly caused by both low accessibility and quality of care during that period. During 2006, in District of Solok there were I 0I infant deaths (?) and 7 maternal deaths reported from the 8,250 live births. During the same pdod, at the sub-district of Lembah Gunanti, 47 infant deaths and I maternal death took place form the reported I ,091 live births. The objective of this study was to assess the midwives' practice during the provision of services in the post partum and early neonatal period. In addition, this study at Puskesrnas Aiahan Panjang was also aimed to identify supporting factors in delivering the above services. The design of this study was qualitative research design. The methods of data collection were focus group discussions (FGD), in-depth interview and observation. The number of informants of midwives who took part in both FGD and in-depth interview was 18 persons. In addition, 7 postpartum mothers who were attended by some of the midwives on their delivery were also interviewed. Observation using video camera was made at one of the deliveries (24 hour recording). Both midwife coordinator and chief of the Puskesmas Alohan Panjang were also interviewed. The cont nt analysis technique was used to analyze the qualitative data.Results of the study showed that there were many practices of the midwives during postpartum and early neonatal period which did not follow the standard midwifery care by the Ministry of Health (Depkes, 2003). Health education was not properly implemented and quite often it did not take place. Supervision from the Puskesmas chief or midwife responsible for Materoal and Child Health (MCH) services was insufficient There were very few of the midwives who ever joined training in improving their midwifery skills. From the esults of histuly, it is urgel that both District Health Office (Dinkes) of Solok and Puskesmas Alahan Panjang improve the competency of the midwives through appropriate training, supervision and provision of equipment and. facilities.In addition, strengthening of the midwives in conducting effective health education program is also strongly recommended. In line with this effort, socialization of recent MCH programs and support for the development of "jorong" (Desa Si11ga) is also of utmost importance.

Read More
T-2726
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Ifke Pasolang; Pembimbing: Permanasari, Vetty Yulianty; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Rosani Azwar, Harimiti Ramli
Abstrak: Abstrak

Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) adalah sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yang berfungsi khusus di bidang pelayanan kesehatan kerja bagi pekerja meliputi pelayanan kesehatan paripurna (promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif) dan rujukan (specimen dan penderita) termasuk transfer ilmu pengetahuan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan kerja di BKKM Bogor.

Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidak sesuaian peraturan tentang eselonisasi Kepala BKKM, kegiatan promotif dan preventif yang belum berjalan dengan baik serta SDM dan dukungan dana yang masih kurang. Kesimpulannya, pelayanan kesehatan kerja di BKKM Bogor masih ditemukan hambatan dan kendala yang menyebabkan pelayanan kesehatan kerja yang paripurna bagi pekerja belum dapat berjalan dengan baik.

Penelitian ini menyarankan bahwa BKKM perlu meningkatkan pelayanan promotif dan pelatihan serta mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten Bogor dan pusat dalam hal dana, SDM, sarana pemeriksaan kesehatan penunjang dan kebijakan pemerintah kabupaten Bogor dan pusat.


Community Occupational Health Centres (BKKM) is a well-functioning health care facilities in the field of occupational health services for workers which includes comprehensive health services (promotive, preventive, curative and rehabilitative) and referral services (specimen and patient) including knowledge transfer. This is a qualitative study that aims to evaluate the occupational health services in BKKM Bogor.

The results showed a discrepancy on echelon regulations of Head BKKM, promotive and preventive activities are not going well, and human resources and financial support is still lacking. In conclusion, this study still found obstacles and constraints in giving good occupational health services.

This study suggested that BKKM needs to improve promotive services, training on occupational health services and gain supports on human resources, fund, facilities and policies both from district and central government.

Read More
T-3975
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyanti Kasim Djou; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Punto Dewo, Emi Nurjasmi
T-5333
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Precillia Sakul; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rahmawati, Prawito
Abstrak:
Pemerintah menegaskan seluruh kementerian, lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) telah memiliki komitmen dalam melaksanakan proses reformasi birokrasi, bertujuan menerapkan konsep pemerintahan yang bersih (clean government) dan tata pemerintahan yang baik (good governance), secara umum sebagai hal penting dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Untuk mengukur keberhasilan reformasi birokrasi dalam menilai capaian pelayanan berkualitas, maka dilakukan pengukuran melalui pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang hasil nilainya disebut Indeks Pelayanan Publik (IPP) sebagai tolak ukur dalam perbaikan secara berkelanjutan (PermenPAN-RB Nomor 29 Tahun 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari masukan (Input), pemenuhan harapan masyarakat, proses dan hasil penerapan pelaksanaan Standar Pelayanan Publik di RSUD KiSA Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk mengukur penyelenggaraan layanan yang dilakukan oleh petugas/sdm pemberi layanan publik dan kepada pengguna layanan (masyarakat). Metode penelitian dilakukan menggunakan survei dan observasional, metode ini dipakai karena merupakan tipe penelitian yang menggunakan analisis terhadap data dukung dan mendapatkan pendapat dari pengguna layanan kesehatan dengan mengukurnya secara likert scale (skala likert) dilanjutkan dengan menggunakan penilaian menggunakan PEKPPP sesuai Kepmen PANRB No. 1 Tahun 2022. Pengumpulan sampel pada petugas pelayanan publik dilakukan dengan metode expert sampling (sampel atas dasar keahlian) dan pengguna layanan menggunakan metode quota sampling (sampel kuota). Pelaksanaan pelayanan publik di RSUD KiSA Kota Depok telah lebih baik dari tahun ke tahun, sejalan dengan pendapat penerima layanan terhadap sikap responsif dan loyal dari pemberi/penyelenggara layanan, telah memberikan dukungan hasil terhadap rumah sakit dengan kategori indek pelayanan publik  Sangat Baik (A-).  Dukungan lainnya yaitu pemberian penghargaan bagi pelaksana layanan yang berprestasi, namun perlu peningkatan terhadap Sarpras dan Standar Pelayanan yang transparan untuk meningkatkan kategori menjadi pelayanan prima. Penggunaan instrumen ini membantu dalam monitoring dan evaluasi terhadap sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, untuk reformasi birokrasi, dan sistem pengendalian intern pemerintah khususnya pada layanan publik. Namun pelaksanaannya ini akan mendapatkan hasil maksimal jika menggunakan tipe instrumen dengan Kode A yaitu penilaian layanan secara luring, untuk melihat secara nyata bukti fisik di lapangan. 

The government emphasized that all ministries, institutions (K/L) and regional governments (Pemda) have committed to implementing the bureaucratic reform process, aiming to implement the concept of clean government and good governance, in general as important things in providing the best service to the community. To measure the success of bureaucratic reform in assessing the achievement of quality services, measurements are carried out through the implementation of Monitoring and Evaluation of Public Service Delivery Performance (PEKPPP) whose results are called the Public Service Index (IPP) as a benchmark for continuous improvement (PermenPAN-RB Number 29 of 2022). This study aims to determine the description of input, fulfillment of community expectations, the process and results of implementing Public Service Standards at the KiSA Hospital in Depok City. This study uses a descriptive quantitative approach to measure the provision of services carried out by officers/human resources providing public services and to service users (the community). The research method used survey and observational, this method is used because it is a type of research that uses analysis of supporting data and obtains opinions from health service users by measuring it using a Likert scale (Likert scale) followed by using an assessment using PEKPPP according to the Decree of the Minister of PANRB No. 1 of 2022. Sample collection on public service officers is carried out using the expert sampling method (samples based on expertise) and service users using the quota sampling method (quota samples). The implementation of public services at the KiSA Hospital in Depok City has improved from year to year, in line with the opinions of service recipients regarding the responsive and loyal attitude of service providers/organizers, has provided support for the results of the hospital with a Very Good public service index category (A-). Other support is the provision of awards for service implementers who excel, but it is necessary to improve transparent Sarpras and Service Standards to increase the category to excellent service. The use of this instrument helps in monitoring and evaluating the performance accountability system of government agencies, for bureaucratic reform, and the government's internal control system, especially in public services. However, the implementation will get maximum results if using the type of instrument with Code A, namely offline service assessment, to see real physical evidence in the field.
Read More
T-7456
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azizah Noormala Dewi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Ganda Raja Partogi, Ernawati
Abstrak: Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 menyatakan bahwa setiap anak berhakmemperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinyapenyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi. Pemerintah juga wajib memberikanimunisasi dasar lengkap kepada setiap bayi dan anak. Pada tahun 2017, Kota Depokberstatus KLB difteri dengan 12 kasus suspect difteri dan 1 orang meninggal. Kota Depokmerupakan wilayah yang berpotensi transmisi penyakit menular tinggi karena padatpenduduk dan mobilitas tinggi. Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan salah satuprogram dari kebijakan imunisasi yang lama dilaksanakan namun belum menemuikeberhasilan yang diharapkan. Analisis implementasi ditujukan untuk melihat bagaimanapengimplementasian program imunisasi dasar lengkap di Puskesmas. Penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan telaah dokumenterkait, sesuai dengan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn berdasarkan6 (enam) variabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa standar dan sasaran kebijakanbelum tercapai sepenuhnya. Sumber daya terkendala berdasarkan indikator insentif yangbelum dirasakan secara optimal dalam menunjang optimalnya penyelenggaraan IDL diPuskesmas. Komunikasi antar organisasi pelaksana baik. Karakteristik pelaksanaterkendala dengan keterbatasan SDM. Sikap pelaksana mendukung. Kondisi ekonomidan politik baik, namun kondisi sosial belum mendukung. Kesimpulan didapatkan bahwaimplementasi IDL di Kota Depok masih memiliki kendala di setiap variabelnya dan perludilakukan proses pemenuhan variabel yang kurang. Rekomendasi penelitian ini yaitukeberhasilan implementasi akan dicapai bila dilakukan perbaikan dari kekurangan, baik darisisi standar dan sasaran, sumber daya, komunikasi antar organisasi pelaksana, karakteristikpelaksana, sikap pelaksana, dan kondisi sosial, ekonomi, politik. Hambatan program yangada bisa diatasi dengan mengoptimalkan wewenang Puskesmas sebagai pembina wilayah.
Health Law Number 36 of 2009 states that every child deserved in basic immunizationaccording the provisions to prevent the occurrence of diseases that can be avoided throughimmunization. The government is also required to provide a complete basic immunizationto every baby and child. In 2017, Depok became outbreak with 12 cases suspectdiphtheria and 1 person died. The city of Depok is an area with high transmission potentialfor communicable diseases due to high population and high mobility. Complete BasicImmunization (IDL) is one of the old immunization policy implemented but has not metthe expected success. Complete Basic Immunization Program is one of the oldimmunization policy programs implemented but has not met the expected success. Theimplementation analysis is intended to see how the implementation of the complete basicimmunization program at the Puskesmas. This research is a qualitative research with in-depth interview technique and related document study which using the policyimplementation theory of Van Meter and Van Horn based on 6 (six) variables. The resultsobtained that the standard and objective have not been fully achieved. Resources areconstrained by incentive indicators that have not been felt optimally in supporting theoptimal implementation of complete basic immunization in Puskesmas. Inter-organizational communication is good. Characteristic of implementing agencies areconstrained by human resource constraints. Disposition of implementors supported, butstill found some implementers who are not orderly. Economic and political conditions aregood, but social condition are not yet supportive. Conclusion found that implementationof complete basic immunization in Depok still has constraints in each variable and needto be done process of fulfillment of less variable. The recommendation of this research isthe success of implementation will be achieved if the improvement of deficiency, bothfrom the side of standard and objective, policy resources, interorganizationalcommunication, characteristic of implementing agencies, disposition of implementors,and social, economy, political condition. Barriers to existing programs can be overcomeby optimizing the Puskesmas's authority as a regional coach.
Read More
T-5252
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive