Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32482 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dirman Siswoyo; Pembimbing: Budi Utomo
T-835
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Pahlawaniati; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Rita Damayanti, Kemal Nazaruddin Siregar, Wendy Hartanto
Abstrak: Kebutuhan pelayanan KB yang tidak terpenuhi (unmet need KB) didefinisikan sebagaipersentase wanita kawin yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkankelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi. Tren unmet need KBdi Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan dari 11,4% pada Tahun2012 menjadi 15,8% pada Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuideterminan pada tingkat individu dan tingkat kabupaten/kota terhadap status unmet needKB di empat provinsi dengan proporsi unmet need tinggi dan rendah (Maluku,Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Kalimantan Barat). Analisis data sekunder dariSusenas pada tingkat individu, laporan rutin BKKBN dan BPS Tahun 2016 pada tingkatkabupaten/kota. Sampel yang digunakan sebesar 23.276 wanita usia subur berstatuskawin (PUS) di Provinsi Maluku, Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Kalimantan Baratyang merupakan bagian dari sampel Susenas Tahun 2016. Analisis data dilakukandengan menggunakan regresi logistik multilevel. Determinan yang berpengaruhterhadap status unmet need KB pada PUS di Provinsi Maluku, Sumatera Utara, DKIJakarta dan Kalimantan Barat secara keseluruhan terdiri dari faktor-faktor yang terdapatpada tingkat individu yakni umur wanita, usia kawin pertama, jumlah anak masih hidup,daerah tempat tinggal dan kepemilikan asuransi BPJS kesehatan. Umur wanitamerupakan faktor yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perbedaan status unmetneed KB. Faktor-faktor yang terdapat pada tingkat individu memiliki peran yang lebihbesar terhadap kejadian unmet need KB dibandingkan dengan faktor-faktor yangterdapat pada tingkat kabupaten/kota.Kata kunci:Unmet need; wanita usia subur; individu; kabupaten/kota
Unmet Need for Family Planning services is the proportion of women of childbearingage who do not want children anymore or want to delay childbirth but do not usecontraception to prevent pregnancy.Trends unmet need for family planning in Indonesiain the last five years has increased from 11,4% in 2012 to 15,8% in 2016. The studyaims to kmow determinants of the unmet need for family planning the individual at theindividual level and the at district/city in the four provinces with a high need proportion(Maluku, North Sumatera, DKI Jakarta and West Kalimantan. At the individual level,data were taken from Susenas 2016 and at the district/city data were taken from regularbkkbn and bps report. 23,276 married women of reproductive age in Maluku, NorthSumatera, Jakarta and West Kalimantan were used as sample which is part of theSusenas sample in 2016. Data analysis was done by using multilevel logistic regression.Overall, determinants of unmet need for family planning in Maluku, North Sumatera,Jakarta and West Kalimantan are factors at the individual level ie women age, the age offirst marriage, number of living child, residence, BPJS health insurance ownership.Women age is the factor with the greatest contribution to unmet need for familyplanning status. Factors at the individual level have a greater influence on the unmetneed of family planning compared to the factors at the district/city level.Key words:unmet need; women of childbearing age; individual; district/city.
Read More
T-5369
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mauizzati Purba; Pembimbing: Besral, Indang Trihandini
T-1559
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Delfiyanti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Intan Widayati dan Fresty Cahya Maulina
Abstrak:
Salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ialah menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia. Dengan target pada tahun 2030, menurunkan rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 1000 kelahiran hidup serta menurunkan angka kematian neonatal setidaknya 12 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian neonatal di Indonesia sebesar 16,85%, sebagian besar disebabkan oleh BBLR. BBLR merupakan prediktor kesehatan masyarakat yang penting karena BBLR tidak hanya akan meningkatkan risiko kematian dan penyakit setelah lahir, tetapi juga dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tidak menular selama hidupnya. Sehingga diperlukan langkah yang tepat untuk menurunkan angka kelahiran BBLR, mengingat dampak-dampak buruk yang dihasilkan jangka panjang. Salah satu metode yang digunakan dalam manajemen penyakit berbasis wilayah ialah analisis spasial. Analisis spasial perlu dilakukan untuk menjadi decision support system dalam melakukan intervensi yang tepat berbasis wilayah dan masalah (specific area intervention model). Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi ekologi dengan pendekatan spasial dengan tujuan untuk mendapatkan persebaran BBLR, untuk mendapatkan determinan yang paling berpengaruh terhadap BBLR, serta mendapatkan prioritas intervensi terkait penanganan BBLR di wilayah kabupaten/kota Provinsi Banten dan Jawa Barat. Data yang digunakan ialah data sekunder yang diperoleh dari publikasi dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dan Jawa Barat tahun 2020-2022, serta peta wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Adapun unit analisis yang digunakan ialah kabupaten/kota. Analisis data dilakukan dengan aplikasi SPSS untuk analisis data secara statistik, aplikasi GeoDa untuk melihat sebaran dan area hotspot kasus BBLR, aplikasi R untuk melakukan uji GTWR dan aplikasi Quantum GIS (QGIS) menginterpretasikan hasil analisis ke dalam visualisasi dalam bentuk peta. Diperoleh hasil bahwa kasus BBLR di Provinsi Banten dan Jawa Barat tersebar secara clustered atau mengelompok, dengan wilayah hotspot BBLR tiap tahunnya ialah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Tasikmalaya. Tiap wilayah memiliki determinan yang berpengaruh berbeda-beda, dan secara keseluruhan terdapat enam variabel determinan yang berpengaruh secara spasial terhadap kejadian BBLR, yakni kunjungan antenatal (K4), linakes, tingkat kemiskinan, sanitasi, paritas, dan ketinggian wilayah. Intervensi yang menjadi prioritas terhadap ketiga wilayah hotspot tersebut ialah terhadap determinan paritas.

One of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs) is ensuring healthy lives and promoting well-being at all ages. The target of 2030, reducing the maternal mortality rate to less than 70 per 1000 live births and reducing the neonatal mortality rate to at least 12 per 1000 live births. The neonatal mortality rate in Indonesia is 16.85%, mostly caused by low birth weight (LBW). LBW is an important predictor of public health because it is not only increasing the risk of death and disease after birth, but can also increase the risk of experiencing non-communicable diseases during life. So, the appropriate steps are needed to reduce the LBW birth rate, considering the long-term negative impacts. One of the methods used in spatial disease management is spatial analysis. Spatial analysis needs to be carried out to become a decision support system in carrying out appropriate interventions based on areas and problems (specific model intervention areas). This research using an ecological study design with a spatial approach with the aim of getting the distribution of LBW, to get the determinants that most influence LBW, as well as getting priority interventions related to handling LBW in the districts/cities of Banten and West Java Provinces. Secondary data analysis was conducted using the publications from the Dinas Kesehatan Provinsi and Badan Pusat Statistik (BPS) of Banten and West Java Provinces for 2020-2022, and regional maps of Banten and West Java Provinces from the Badan Informasi Geospasial (BIG). The unit of analysis used is the district/city. Data analysis was carried out using the SPSS application to analyze the data statistically, the GeoDa application to see the distribution and hotspot areas of LBW cases, the R application to carry out the GTWR test and the Quantum GIS (QGIS) application to interpret the analysis results into visualizations in map form. The results obtained were that LBW cases in Banten and West Java Provinces were distributed in clusters, with the LBW hotspot areas each year being Ciamis Regency, Majalengka Regency and Tasikmalaya Regency. Each region has different influencing determinants, and overall there are six determinant variables that spatially influence the incidence of LBW, namely antenatal visits (K4), health care, poverty level, sanitation, parity and regional altitude. The priority intervention for the three hotspot areas is the determinants of parity.
Read More
T-7038
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Zaid Alherisyah; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Puput Oktamianti, Ade Yudhistira, Ardenny
Abstrak:

ABSTRAK Nama : M. Zaid Alherisyah Program Studi  : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Sistem Informasi Pemenuhan Kebutuhan Perawat ICU berdasarkan Analisis Beban Kerja dan Kualifikasi Standar Minimal di RS PMC Pekanbaru Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi pemenuhkebutuhan tenaga perawat ICU berdasarkan analisis beban kerja yang sesurekomendasi Kementerian Kesehatan, dan berdasarkan kualifikasi standminimal perawat ICU. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalaSDLC (System Development Life Cycle) yang berbasis prototypinPengembangan sistem dimulai dari tahap perencanaan dengan analisis kelayakaanalisis sistem informasi, desain interface dan perancangan database, serimplementasi yang dibatasi sampai pada uji coba prototipe sistem informasi yanmenghasilkan informasi hasil analisis ABK, analisis pemenuhan kualifikastandar minimal perawat ICU dan perawat pelamar. Dari hasil simulasi prototipsistem informasi ini membantu memudahkan pengguna untuk mendapatkinformasi kebutuhan jumlah tenaga berdasarkan beban kerja ril berdasarkan ABdan informasi pemenuhan kualifikasi standar minimal perawat ICU.  Untuimplementasi yang berkelanjutan diperlukan peningkatan kemampuan dapengguna dan dukungan manajemen seperti adanya aspek legal dan ketersediainsfratruktur. Kata kunci: Sistem Informasi, SDLC, Analisis Beban Kerja, Perawat ICU.


ABSTRACT Name : M. Zaid Alherisyah Study Program : Master of Public Health Title : Information System for Fulfillment of Nursing Needs of ICU Nurses based on Workload Analysis and Qualification of Minimum Standards at PMC Hospital Pekanbaru This study aims to develop an information system for the fulfillment of ICU nurses based on workload analysis according to recommendation of the Ministry of Health, and based on the minimum standard qualifications of ICU nurses. System development method used is SDLC (System Development Life Cycle) based on prototyping. The development of the system starts from the planning phase with feasibility analysis, information system analysis phase, interface design and database design, and implementation is limited to the prototype test of information system that produces workload analysi information, the analysis of fulfillment with minimum qualification of ICU nurses and applicant nurses. From the simulation it showed that this information system help the users to obtain information needs of the number of personnel based on the real workload based and information on the fulfillment of minimum qualifications of ICU nurses. For the implementation it will need user capabilities and  management support as legal aspects and infrastructures. Key words: Information system, SDLC, workload, ICU nurses.

Read More
T-4867
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Novita Deniati; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Muhammad Noor Farid, Tri Yunis Miko
Abstrak: Global TB Report tahun 2016 menyatakan hanya sekitar 35,3% orang dengan TB yangberhasil ditemukan/terlaporkan di Indonesia dari sekitar 1.020.000 estimasi insiden padatahun 2016. Hal ini tentunya membuat risiko orang dengan TB yang masih belumditemukan untuk menularkan penyakit akan meningkat. Dari seluruh kabupaten diIndonesia tidak semuanya memiliki angka cakupan penemuan kasus TB yang baik.Banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut, sehingga terjadi ketimpangan dalampenemuan dan pelaporan kasus TB. Karakteristik kabupaten dengan rumah tanggaterdiagnosis TB penting untuk diketahui sehingga ketika ada kabupaten lain yangmemiliki karakteristik serupa maka dapat dicurigai kemungkinan adanya rumah tanggaterdiagnosis TB di kabupaten tersebut meskipun belum ada kasus TB yang ditemukan.Tesis ini mempelajari karakteristik kabupaten dengan rumah tangga terdiagnosis TB diIndonesia. Penelitian dengan analisis data sekunder yang menggunakan Data Riskesdas2013 dan Data PODES 2014. Analisis yang dilakukan untuk melihat perbedaan proporsimasing-masing variabel dan menilai pengaruh antara variabel independen terhadapvariabel dependen. Uji regresi fraksional digunakan untuk mengukur nilai risikovariabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkanpengaruh karateristik kabupaten untuk lingkungan rumah tangga terdiri dari kabupatendengan proporsi rumah tangga daerah kumuh (1%), kabupaten dengan proporsi desamemiliki pemukiman kumuh (0,3%), dan kabupaten dengan proporsi desa tidak adafaskes (1%). Pengaruh karakteristik kabupaten untuk kondisi rumah tangga secara fisikterlihat dari kabupaten dengan proporsi rumah tangga padat (1%), kabupaten denganproporsi rumah tangga tidak ada jendela (3%), dan kabupaten dengan proporsi desayang memiliki rumah tangga terdapat indoor pollution (1%), sedangkan pengaruhkabupaten dengan proporsi rumah tangga pencahayaan kurang dan kabupaten denganproporsi desa yang rumah tangga tanpa listrik terhadap karakteristik kabupaten denganrumah tangga TB sulit untuk dijelaskan. Kabupaten dengan proporsi rumah tanggaekonomi rendah (0,6%) berpengaruh terhadap karakteristik kabupaten dengan rumahtangga terdiagnosis TB. Penelitian ini menyarankan untuk penguatan program terkaitdengan upaya pencegahan dan pengendalian TB pada rumah tangga berisiko dansebagai dasar penajaman prioritas intervensi berdasarkan tingkat epidemi TB padakabupaten/kota.Kata kunci: TB, Pengaruh, Kabupaten
Global TB Report 2016 states only about 35,3% of people with TB who successfullyfound/has been reported in Indonesia of about 1.020.000 estimation of incident in theyear 2016. This is certainly making the risk of people with TB who still has not beenfound to transmit the disease will increase. From around the districts in Indonesia noteverything has a coverage of the discovery of TB cases. Many of the factors that lead toit, so the discrepancy in the discovery and reporting TB cases. The characteristics of thedistricts with TB households diagnosed it is important to note that when there are othercounties that have similar characteristics so it can be suspected the possibility ofdiagnosed TB households in the district Although no case of TB was found. This thesisexamines the characteristics of districts with TB households diagnosed in Indonesia.Research with secondary data analysis using Data Riskesdas 2013 and 2014 PODESData. The analysis conducted to see the difference in the proportion of each of thevariables and assess the influences between variables independent of the dependentvariable. Fractional regression test used to measure the value of risk variables areindependent of the dependent variable. The results showed the influence ofcharacteristics of household environment for the district comprising the counties withthe proportion of slum households (1%), with the proportion of the village have slums(0.3%), and district with the proportion the village does not exist health care facility(1%). Influence of the characteristics of district to household conditions physically seenfrom districts with solid household proportion (1%), with the proportion of householdsthere are no window (3%), and district with the proportion of the village that has a homethe staircase there are indoor pollution (1%), while the influence of the districts with theproportion of households with less lighting and a proportion of the village householdswithout electricity against the characteristics of districts with TB households is difficultto explained. Districts with low proportion of household economy (0.6%) influence onthe characteristics of districts with TB households diagnosed. This research suggestedthat the strengthening of programs related to TB prevention and control efforts on at-risk households and as a basis for the intervention priorities based on refinementsepidemic levels of TB at the district/city.Key words:TB, Influence, District.
Read More
T-5381
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deny Yudhistira; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Tris Eryando, Tiopan Sipahutar, Fajar Nugraha
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang sampai saat ini masih perlu memperoleh perhatian penting terutama di negara-negara berkembang. Indonesia perlu menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Sebanyak 108 kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Barat, jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk lokasi fokus intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi tahun 2023 dengan skema percepatan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui visualisasi dashboard data wilayah berisiko stunting dikaitkan dengan pola asuh, faktor lingkungan, faktor akses pelayanan kesehatan, penyakit infeksi dan BBLR di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2021. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan unit analisis di tingkat kabupaten/kota dan menggunakan data sekunder berupa data agregat hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 yang diperoleh dari BKPK Kemenkes RI. Hasilnya dashboard yang dibuat dapat menyajikan data pemetaan sebaran risiko stunting dikaitkan dengan pola asuh, faktor lingkungan, faktor pelayanan kesehatan, penyakit infeksi dan BBLR. Selain itu juga menyajikan data dan grafik variabel di tingkat kabupaten/kota yang interaktif, serta menyajikan simulasi prevalensi stunting yang dihubungkan dengan variabel yang signifikan berhubungan dengan stunting pada penelitian ini.

Stunting is one of the global public health problems that still needs important attention, especially in developing countries. Indonesia needs to reduce the prevalence of stunting to 14% by 2024. A total of 108 districts/cities in the provinces of Banten, West Java, Central Java and East Java are included in the focus locations of the integrated stunting reduction acceleration intervention in 2023 with a special acceleration scheme. This study aims to describe the dashboard visualization of data on areas at risk of stunting associated with parenting, environmental factors, health service access factors, infectious diseases and LBW in Banten, West Java, Central Java and East Java Provinces in 2021. This research is an ecological study with a unit of analysis at the district / city level and used secondary aggregated data of the 2021 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) obtained from the BKPK Kemenkes RI. As a result, the dashboard created can present data mapping the distribution of stunting risk associated with parenting, environmental factors, health service factors, infectious diseases and LBW. In addition, it also presented data and graphs of variables at the interactive district / city level, and presented a simulation of the prevalence of stunting associated with variables that were significantly associated with stunting in this study.
Read More
T-6666
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azimal; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
T-740
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasnawati; Pembimbing: Indang Trihandini
T-741
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Boy Efendi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Artha Prabaw, Endang Lukitosari, Edwan NS
T-5372
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive