Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40657 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ayu Wulandari; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Deni Purnama
S-9023
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anastasia Dian Novita Wira Restiana; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Tris Krianto, Irma Sapriani
S-8884
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Rahmawati Susila; Pembimbing: Tri Krianto; Peguji: Diah Mulyawati Utari, Nur Fabriani Wardi
Abstrak: Status gizi adalah cerminan ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi yang di dapatkan dari asupan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh Penelitian ini bertujuan utuk melihat gambaran mengenai pelaksanaan program promosi kesehatan dalam rangka peningkatan status gizi anak di PAUD X Desa Bojonggede tahun 2015 Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Rapid Asessment Procedures RAP Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promosi kesehatan yang sudah berjalan cukup baik adalah sudah ada pemeriksaan kesehatan bagi anak secara berkala dan program pemberian makanan tambahan dari Yayasan Balita Sehat selain itu kader dan petugas dari Yayasan Balita Sehat sudah mendapatkan pelatihan tumbuh kembang refreshing kader dan pelatihan tatalaksana gizi anak untuk mendukung berjalannya program peningkatan status gizi anak Program promosi kesehatan yang masih kurang dan perlu ditingkatkan adalah sosialisasi terhadap gerakan penanggulangan gizi buruk yaitu operasi timbang sosialisasi dan penerapan kebijakan penanganan gizi buruk serta upaya promotif dari fasilitas kesehatan sekitar wilayah Desa Bojonggede Guna meningkatkan upaya promosi kesehatan perlu dilakukan kerjasama antara Dinas Kabupaten Bogor Puskesmas Bojonggede aparat Desa Bojonggede Yayasan Balita Sehat dan fasilitas kesehatan di wilayah Desa Bojonggede
 

Nutritional status is a reflection of the size of the unmet needs in getting the nutritional intake and the use of nutrients by the body This study aims to see an overview of the implementation of health promotion programs in order to improve the nutritional status of children in PAUD X Bojonggede village 2015 This study is a qualitative research design Rapid assessment Procedures RAP The method used in data collection is in depth interview The results showed that the health promotion program that has been running quite well is the existing health examination for children on a regular basis and supplementary feeding program from Yayasan Balita Sehat besides cadres and officers of Yayasan Balita Sehat already received training growth and development and training of refreshing cadres management of child nutrition improvement program to support the passage of the nutritional status of children Health promotion programs are still lacking and needs to be improved is the socialization of malnutrition prevention movement that weight operation dissemination and implementation of policies to deal with malnutrition as well as promotive of health facilities around the Village area Bojonggede In order to improve health promotion efforts need to be undertaken in collaboration between the Bogor district health offices PHC Bojonggede officials Bojonggede village Yayasan Balita Sehat and health facilities in the area Bojonggede village
Read More
S-8889
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Rahmat Setiawan; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Yoslien Sopamena, Asmo Wahyu Waskito
Abstrak:
Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui edukasi, komunikasi, dan pemberdayaan pasien. Pada pelayanan radiologi, implementasi PKRS diharapkan berperan dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap prosedur pemeriksaan, mengurangi kecemasan, serta mendorong kepatuhan terhadap instruksi medis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap pelayanan pasien radiologi di RSUD Kota Tangerang dengan mengkaji aspek pengetahuan, sikap, praktik, pelaksanaan edukasi, serta health literacy pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian evaluasi input-proses-output. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKRS di Instalasi Radiologi RSUD Kota Tangerang belum berjalan dengan baik dikarenakan petugas PKRS masih melakukan kegiatan edukasi terkait penyakit dan permasalahan medis lainnya yang berfokus pada program pemerintah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKRS di pelayanan radiologi RSUD Kota Tangerang belum memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, praktik, dan literasi kesehatan pasien khususnya di unit radiologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program PKRS dan mengkaji implementasi PKRS kedepannya.

Hospital Health Promotion (HHP) is an essential component in improving the quality of healthcare services through patient education, communication, and empowerment. In radiology services, the implementation of Hospital Health Promotion is expected to enhance patients' understanding of examination procedures, reduce anxiety, and encourage compliance with medical instructions. This study aimed to describe the implementation of Hospital Health Promotion (HHP) in radiology services at Tangerang City Regional General Hospital by examining patients' knowledge, attitudes, practices, educational implementation, and health literacy. This study employed a qualitative approach with an input-process-output (IPO) evaluation design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. The findings revealed that the implementation of Hospital Health Promotion in the Radiology Department of Tangerang City Regional General Hospital has not been effectively carried out because HHP personnel primarily provide health education related to diseases and other medical issues that focus on government priority programs, rather than radiology-specific patient education. The study concludes that the implementation of Hospital Health Promotion in the radiology department has not significantly contributed to improving patients' knowledge, attitudes, practices, or health literacy, particularly regarding radiology services. The findings highlight the need to strengthen the Hospital Health Promotion program and further evaluate its implementation to improve patient-centered education in radiology services.
Read More
S-12481
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febri Handayani; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Evi Martha, Euis Eka Kurniati
Abstrak: Stunting merupakan permasalahan serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang kepada balita. Stunting pada anak adalah salah satu hambatan paling signifikan bagi perkembangan manusia, secara global mempengaruhi sekitar 162 juta anak di bawah usia 5 tahun. Saat ini provinsi Jawa Barat berada dalam kategori tinggi dalam permasalahan stunting. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, prevalensi bayi stunting di Kota Depok sebesar 23.8%. Di wilayah Puskesmas Depok Jaya masih terdapat bayi stunting dan gizi buruk. Berdasarkan data Bulan Penimbangan Balita (BPB) pada Februari 2022, ada sebanyak 34 balita stunting di Kelurahan Depok Jaya. Data ini menunjukkan angka yang lumayan tinggi untuk kasus stunting tingkat kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan evaluasi mengenai pelaksanaan strategi promosi kesehatan dalam penanganan stunting pada masa pandemi berdasarkan sudut pandang penerima program yakni ibu balita stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam kepada 3 ibu balita stunting sebagai informan utama, 3 kader sebagai informan pendukung, dan 1 ahli gizi selaku penanggung jawab program sebagai informan kunci. Kerangka konsep yang digunakan ialah Logic Model untuk melihat berbagai aspek, mulai dari sumber daya yang digunakan, proses keberlangsungannya, hasil, sampai dampak jangka panjang dari program. Hasil yang didapatkan dari sisi input, pengelola program sudah diterima dengan baik oleh ibu balita stunting, serta kebijakan pemerintah belum dipahami. Dari sisi aktivitas, program sudah tersampaikan dengan baik melalui kader dan WhatsApp, dukungan sosial juga sudah diberikan dengan baik, tetapi intervensi dan pemberdayaan belum berjalan maksimal. Dari sisi output, seluruh balita yang terdata stunting sudah mendapatkan penanganan serta ibu balita stunting sudah mendapatkan dukungan sosial yang baik, tetapi intervensi belum berjalan maksimal. Dari sisi outcome, terdapat peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku positif ibu balita stunting terkait penanganan stunting pada anaknya, tetapi masih ada ibu balita stunting yang merasa tidak penting akan hal tersebut. Perlu adanya rencana rutin untuk pengadaan intervensi dan pemberdayaan, serta keberlanjutan dari program Ocan Bananas.
Stunting is a serious problem that can have a long-term impact on under five years children. Child stunting is one of the most significant barriers to human development, affecting an estimated 162 million children under five years. Currently, West Java province is in the high category of stunting problems. Based on Riskesdas 2018, the prevalence of stunting in Depok City was 23.8%. In the Depok Jaya Health Center area, there are still stunted and malnourished babies. Based on data from the Under five years children Weighing Month (BPB) in February 2022, there were 34 stunting under-five years children in Depok Jaya Village. This data shows a high number of stunting cases at the sub-district level. This study aims to obtain an evaluation of the implementation of health promotion strategies in handling stunting during the pandemic based on the perspective of the program recipients, namely mothers of under five years of stunting children. This study used a descriptive qualitative method with in-depth interviews with three mothers of stunting in under five years of children as the primary informants, three cadres as supporting informants, and one nutritionist as the person in charge of the program as key informants. The conceptual framework used was the Logic Model to see various aspects, ranging from the resources used, the process of sustainability, and results, to the long-term impact of the program. The results obtained in terms of input, program managers had been well-received by mothers of under five years stunting children, and government policies had not been understood. In terms of activities, the program had been delivered well through cadres and WhatsApp, and social support had also been provided well, but intervention and empowerment had not run optimally. In terms of output, all under five years children who are recorded as stunting received treatment, and mothers of under five years stunting children had received good social support, but the intervention had not run optimally. In terms of outcomes, there was an increase in knowledge, attitudes, and positive behaviors about mothers of under five years stunting children related to handling stunting in their children. However, there were mothers of under five years stunting children who feel unimportant about this. There needs to be a regular plan for the implementation, both interventions and empowerment, as well as the sustainability of the Ocan Bananas program.
Read More
S-11142
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mauliate Duarta Christiani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Rita Damayanti, Nunik Kusumawardani, Sakri Sab'atmaja
Abstrak: Epidemi tembakau adalah salah satu ancaman besar kesehatan masyarakat yang dihadapi dunia, Selain merokok, asap rokok orang lain juga berbahaya bagi kesehatan. Dilaporkan bahwa tiga dari lima orang pelajar usia 13- 15 tahun terpapar asap rokok orang lain di rumah dan tempat-tempat umum. Prevalensi merokok pada penduduk umur 10-18 mengalami peningkatan dari 7,2% pada tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018. Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki peraturan tentang Kawasan Dilarang Merokok. Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) disekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, mencegah siswa untuk mulai merokok dan menurunkan angka perokok. Penelitian dilakukan untuk menggali informasi apakah terdapat kesesuaian antara pelaksanaan dengan kebijakan KTR di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik WM, Observasi dan telaah dokumen. Kesimpulan didapatkan bahwa SMPK 5 Penabur dan SMPN 255 inkonsisten dalam implementasi kebijakan KTR dalam promosi kesehatan di sekolah dan merekomendasikan mendorong disposisi yang mendukung implementasi kebijakan KTR, Pembentukan struktur birokrasi, Mengalokasikan sumber daya sesuai yang dibutuhkan dan Meningkatkan komunikasi yang efektif
Read More
T-5468
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Rengganis; Pembimbing: Dian Ayubi
M-699
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Fauziyah; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Anwar Hasan, Dyah F Wulandari
Abstrak: Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk mengetahuiderajat kesehatan di suatu negara. Salah satu komplikasi penyebab kematian bayidi Indonesia adalah bayi berat lahir rendah (BBLR). Perawatan metode kanguruatau PMK merupakan salah satu perawatan yang efektif bagi BBLR.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran karakteristikpengetahuan sikap dan praktik petugas kesehatan tentang perawatan metodekanguru pada BBLR. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total samplingsebanyak 37 orang dari ruang perinatologi, rawat gabung, VK dan poli kebidanan.Instrumen penelitian disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustakayang telah dibuat uji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini dilakukan padabulan Desember 2015 di RSUD Kota Depok.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu 28 (75,7%)responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, setengah dari responden 19(51,4%) memiliki sikap yang positif dan dua dari tiga responden 24 (64,9%)memiliki praktik yang kurang terhadap PMK pada BBLR.Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak manajemen rumah sakit untukmemberikan pelatihan guna meningkatkan pemahaman yang seragam tentangPMK. Bagi peneliti lain disarankan agar dapat memperbaiki standar instrumenuntuk menilai PSP pada PMK dengan menguji kuesioner baik uji validitasmaupun uji reliabilitas.Kata Kunci : Perawatan Metode Kanguru, Pengetahuan, Sikap, Praktik PMK,RSUD Kota Depok.
Read More
S-8925
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Putri Yulianti; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Tiara Amelia, Yoslien Sopamena, Rien Pramindari, Saiful Millah
Abstrak:
Kesiapan kesehatan prakonsepsi merupakan aspek penting dalam pencegahan komplikasi kehamilan serta peningkatan keselamatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku kesiapan kesehatan prakonsepsi calon pengantin berdasarkan konstruk Health Belief Model (HBM), meliputi persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri atas delapan calon pengantin (empat perempuan dan empat laki-laki) sebagai informan utama serta lima informan kunci yang meliputi penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA), tenaga kesehatan puskesmas (dokter dan bidan), dan pejabat Kementerian Agama Kota Depok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon pengantin menyadari adanya kerentanan terhadap risiko komplikasi kehamilan, seperti anemia, penyakit keturunan, dan gangguan kesehatan pada anak, serta memandang risiko tersebut sebagai kondisi yang serius dan memerlukan persiapan sejak sebelum kehamilan. Pemeriksaan kesehatan pranikah dipersepsikan memberikan manfaat berupa deteksi dini dan peningkatan kesiapan fisik maupun psikologis. Namun demikian, berbagai hambatan masih ditemukan, terutama keterbatasan informasi yang aplikatif, faktor psikologis seperti rasa malu dan ketakutan terhadap hasil pemeriksaan, serta keterlambatan waktu pemeriksaan yang dilakukan mendekati hari pernikahan. Isyarat untuk bertindak dalam mempersiapkan kesehatan prakonsepsi muncul melalui dorongan pasangan, edukasi tenaga kesehatan, bimbingan perkawinan oleh penyuluh KUA, serta pengalaman keluarga. Tingkat efikasi diri calon pengantin bervariasi dan dipengaruhi oleh motivasi pribadi, dukungan pasangan, serta lingkungan layanan kesehatan. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun calon pengantin telah memahami manfaat persiapan kesehatan prakonsepsi, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan penerapan praktis di tingkat layanan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi dan pendampingan prakonsepsi yang terintegrasi antara KUA dan puskesmas agar kesiapan kesehatan prakonsepsi calon pengantin dapat terwujud secara lebih optimal.

Preconception health readiness is a crucial component in preventing pregnancy complications and improving maternal and neonatal safety. This study aimed to analyze preconception health readiness behaviors among prospective brides and grooms using the Health Belief Model (HBM), including perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy. A qualitative study with a phenomenological approach was conducted. Participants consisted of eight prospective couples (four women and four men) as primary informants and five key informants, including marriage counselors from the Office of Religious Affairs (KUA), primary healthcare providers (a doctor and a midwife), and officials from the Ministry of Religious Affairs of Depok City. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using content analysis. The findings show that prospective couples are aware of their susceptibility to pregnancy-related risks, such as anemia, hereditary conditions, and health problems in children, and perceive these risks as serious and requiring preparation before pregnancy. Premarital health examinations were perceived as beneficial for early detection and improving physical and psychological readiness. However, several barriers were identified, including limited access to practical health information, psychological factors such as embarrassment and fear of examination results, and delays in undergoing health examinations close to the wedding date. Cues to action emerged from partner encouragement, health education provided by healthcare professionals, premarital counseling conducted by KUA counselors, and family experiences. Levels of self-efficacy varied among prospective couples and were influenced by personal motivation, partner support, and the healthcare environment. This study highlights that although prospective couples generally understand the benefits of preconception health preparation, a gap remains between knowledge and practical implementation at the service level. Strengthening integrated preconception education and continuous support between the KUA and primary healthcare centers is needed to optimize preconception health readiness among prospective couples.
Read More
T-7473
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurfaizah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryanigsih; Penguji: Dian Ayubi, Dadang Suhermawan
Abstrak: Studi pada penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan dari determinan perilaku pencegahan COVID-19 berdasarkan model kepercayaan kesehatan pada masyarakat kelompok usia >15 tahun di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 315 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling berpartisipasi dengan melakukan pengisian kuesioner berbasis online melalui google form.
Read More
S-10692
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive