Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29468 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Azhar Tanjung, Mardianto
BIK Vol.29, No.3
Yogyakarta : FK UGM, 1997
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iif Syarifah Munawaroh; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Eny Martindah, Aria Kekalih
Abstrak: Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari parasit Toxoplasma gondii. Dampak dari toksoplasmois dapat menyebabkan kegagalan kehamilan, abortus spontan, kelainan fetus (hydrocephalus, korioretinis, kalsifikasi intrakranial), gangguan syaraf otak dan mata, bahkan dampak jangka panjang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan kepemilikan hewan peliharaan dengan kejadian toksoplasmosis pada pasien klnik Aquatreat Bogor Tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan desain penelitiaan adalah case control dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien klinik Aquatreat yang berkunjung selama tahun 2019 dengan jumlah 286 pasien. Pasien yang bersedia dijadikan sampel penelitian sejumlah 108 pasien. Sampel tersebut didapatkan dengan cara Simple Random Sampling. Teknik analisa data yang dilakukan pada penelitian ini bertahap, meliputi analisa univariat, bivariat, stratifikasi dan analisa multivariat yang diolah menggunakan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan kepemilikan hewan peliharaan pada kelompok kasus toksoplasmosis 53,70% dan yang tidak memiliki hewan peliharaan pada kasus toksoplasmosis yaitu 46,30%. Sedangkan kepemilikan hewan peliharaan pada kelompok yang tidak terjangkit toksoplasmosis adalah 29,63% dan yang tidak memiliki hewan peliharaan pada kelompok yang tidak terjangkit toksoplasmosis adalah 70,37%. Hasil analisis uji logistic regression model akhir menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepemilikan hewan peliharaan dengan kejadian toksoplasmosis dengan OR 2,88 (95% CI: 1,146,90; p-value: 0,024) artinya bahwa kepemilikan hewan peliharaan pada kelompok toksoplasmosis berisiko 2,88 kali lebih tinggi mengalami toksoplasmosis dibanding kelompok yang tidak memiliki hewan peliharaan setelah dikontrol dengan variabel jenis riwayat transfusi darah, jenis kelamin, konsumsi daging berisiko dan kebersihan rumah
Toxoplasmosis is a zoonotic disease originated from parasite Toxoplasma gondii. toxoplasmosis can cause anembryonic gestation, spontaneous abortion, fetal abnormalities (hydrocephalus, chorioretinitis, intracranial calcification, mental retardation), brain and eyes neurological disorders. Toxoplasmosis also can lead to Alzheimer's disease as its long-term effect. The prevalence of Toxoplasmosis worldwide is about 25-30%. The purpose if this research is to analyze The Correlation Between Pet Ownership with The Toxoplasmosis Occurrence of The Patients in Bogor Aquatreat Clinic 2019. In this research, case control research design is used with a quantitative approach. This research is an observational research using data of medical record in the Aquatreat clinic by selecting the positive serological test results of Toxoplasmosis (IgG) for the case group and selecting the negative serological test results of Toxoplasmosis (IgG) for the control group. Afterwards, interviews of the case and the control groups were done by filling out the questionnaire (GForm). The data is taken from patients who visited in 2019 with total of 286 patients. The data that are willing to be used as samples are the data of 108 patients. The data analysis techniques used in this research were phased, those are univariate, bivariate, and multivariate analyzes which computerized by using a statistical program. The result showed that the proportion of the respondents who own pet in the toxoplasmosis case group is 53,70% and the group who does not own pet that is 46,30%. While the pet ownership in the control group is 29,63% and the group who does not own pet is 38 70,37%. The final model of logistic regression test analysis showed the significant correlation between pet ownership with the toxoplasmosis occurrence with OR value 2,88 (95% CI: 1,146,90; p-value: 0,024) which means the pet ownership in the case group has risk 2,88 times higher to have compared to the group who does not own pet after controlled by other variables that are blood transfusion history, gender, at-risk meat consumption and house cleanliness.
Read More
T-5997
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Yasmina, Meitria Syahadatina Noor, Yulida Rahmi
JPKMI Vol.1, No.1
Banjarbaru : FK Universitas Lambung Mangkurat - IAKMI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Anindiya; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Hanny Harjulianti, Farida Tusafariah
Abstrak: Latar Belakang: Ilmu Kedokteran Gigi merupakan salah satu bidang yang rawan untuk terjadinya kontaminasi silang antara pasien-dokter gigi, pasien-pasien dan pasien perawat. Kontrol Infeksi dapat mencegah terjadinya infeksi silang.
Tujuan: Melihat hubungan Pengetahuan, Perilaku dan Faktor Lingkungan terhadap keberhasilan upaya Kontrol infeksi pada Mahasiswa Program Profesi Fakultas Kedokteran gigi Univesritas "x" di Jakarta.
Metode: Metode penelitian yang digunakan cross sectional dengan Model penelitian Sequential Explonatory design. Penelitian dilakukan pada Mahasiswa Program Profesi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas "X" di Jakarta yang sudah melewati pendidikan profesi selama 2 (dua) semester, dengan jumlah sampel sebanyak 101 mahasiswa.
Hasil: Upaya Kontrol Infeksi pada Mahasiswa Program Profesi Fakultas Kedokteran gigi universitas "X" di Jakarta masih kurang baik.Ini dipengaruhi oleh pengetahuan, perilaku dan faktor lingkungan masih kurang baik dan mempunyai p value < 0,05 sehingga mempunyai hubungan yang signifikan terhadap upaya kontrol infeksi.
Kesimpulan: Pengetahuan dan Perilaku dapat ditingkatkan dengan membentuk program yang berisikan promosi kesehatan dalam bentuk poster-poster, standart operasional prosedur berdasarkan standard precautions dan seminar-seminar bagi mahasiswa program profesi fakultas kedokteran gigi.

Background: Dentistry is one of a science which has a high sensitivity to caused cross-contamination between the patient-dentist, patient-patient and patient-nurse. Infection control may prevent cross-infection.
Objective: Knowing the relationship between Knowledge, Behavior and Environmental Factors with successfull of Infection Control by the students of Professional Program Study of the Faculty of Dentistry, Universitas "x" in Jakarta.
Methods: The method used is cross sectional with research model Sequential Explonatory Design. The study which has the total sample of 101 students was conducted and involved the students of Professional Program Study of the Faculty of Dentistry, University "X" in Jakarta, which has passed the professional education for two (2) semesters.
Results: Infection Control Efforts conducted by the student of Professional Program Study Faculty of Dentistry, University "X" in Jakarta is not maximal. It was affected by the Knowledge, Behavior and Environmental Factors which not good enough and has a p value
Conclusion: Knowledge and Behavior can be improved by establishing a program containing health promotion in the form of posters, standard operating procedures based on standard precautions and seminars for the students of Professional Program Study of the faculty of dentistry.
Read More
T-4441
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Yasmina, Meitria Syahadatina Noor, Risnawati
JPKMI Vol.1, No.1
Banjarbaru : FK Universitas Lambung Mangkurat - IAKMI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makmur; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Besral, Dian Ayubi, Tjianita Payopo, Susilawaty
Abstrak:

Akademi Keperawatan sebagai salah satu lembaga pendidikan di lingkungan Departemen Kesehatan memiliki peran strategis dalam mengantarkan peserta didik Akademi Keperawatan menjadi perawat profesional pemula melalui proses belajar mengajar. Keberhasilan belajar peserta didik yang dinyatakan dalam indeks prestasi (IP) akan menggambarkan kemampuan profesional mereka dimasa mendatang sebagai perawat. Permasalahan di AKPER Pemkab Labuanbatu adalah rendahnya IP peserta didik, bila hal ini dibiarkan dan tidak diperhatikan secara serius maka akan berpengaruh terhadap kemampuan lulusan tenaga perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan.Adanya masalah tersebut mendorong peneliti untuk menganalisa hubungan antara persepsi layanan pendidikan, nilai ujian masuk, dan motivasi dengan indeks prestasi belajar mahasiswa Akademi Keperawatan Pemkab Labuanbatu.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran tentang hubungan antara persepsi layanan pendidikan, nilai ujian masuk, dan motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa AKPER Pemkab Labuanbatu.Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah peserta didik semester I, III, dan V AKPER PemkabLabuanbatu, tahun akademik 2001/2002 sebanyak 180 mahasiswa semuanya 162 dijadikan sebagai sampleData kuantitatif yang diperoleh sebanyak 162 mahasiswa dan semuanya dijadikan sebagai sampel. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen. Pengolahan dan analisa data secara Univariat, Bivariat, dan Multivariat.Hasil analisa Bivariat memperlihatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan prestasi belajar adalah suku bangsa p value = 0,045, asal sekolah p value = 0,039, nilai ujian masuk p value = 0,006, dan motivasi berprestasi p value = 0,015. Hasil analisa multivariat menghasilkan variabel yang berhubungan dengan prestasi belajar ialah motivasi berprestasi dengan nilai OR = 2,84.Untuk meningkatkan indeks prestasi mahasiswa AKPER Labuanbatu perlu mendorong mahasiswa agar meningkatkan kebutuhan berprestasinya. Bagi peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut, faktor lain yang berhubungan dengan indeks prestasi.Kepustakaan 32 (1985-2001)


 

The Relation among Perception of Education Services, Entrance Test Grade, and Motivation mib Studying Prestation Index Student of Nursing Academy Distric Office of LabuanbatuNursing Academy is one of the education institute under Departement of Health, having a strategic role to educate students of Nursing Academy to become beginner professional nurses through a studying and learning process. The success of study is indicated in Study Achievement Index, will picture their capability to become professional nurses in the future. The problem faced in the Nursing Academy of District Office of Labuanbatu is the lower Achievement Index of the student, if this things ignored and seriously not interested then influence the capability of nurse graduate in doing the public health services.The problem encourage the scientist to analyze the relation among perception of education services, entrance test graduate, and motivation mib studying prestation index student of Nursing Academy District Office of Labuanbatu.The final aim of this research to have a picture about correlation among perseption of education services, entrance test graduate, and motivation mib studying prestation index student of Nursing Academy District Office of Labuanbatu.The design of research used in this study is Cross Sectional. Population research are students semester I, III, and V Nursing Academy District Office of Labuanbatu, academic years 2001/2002.The quantitative data which collected is 162 students and both of the data used as a sample.The data collected through questionnaires and document. The processed and analyzed data univariat, bivariat as well as multivariate. The analyzed bivariat result which variable showed correlation with studying index is tribe p value 0,045, school origin p value = 0,039, entrance test grade p value = 0,006, and motivation achievement p value = 0,015, the result of multivariate analyzing produced variable which correlated with prestation index is motivation achievement with result OR = 2,84.To increase student prestation Nursing Academy District Office of Labuanbatu needs to encourage the students to increase their need for achievement, and for other researcher to research continuosly, other factor which correlated with prestation index.

Read More
T-1551
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saidah Fatimah Sari Simanjuntak; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Tris Eryando, Fika Yuliza Purba, Dintar Hutabalian
Abstrak:
Rabies merupakan salah satu penyakit yang terabaikan (neglected disease). Dalam aspek One Health, zoonosis seperti rabies disebabkan oleh interaksi antara manusia, hewan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kasus gigitan hewan penular rabies ditinjau dari faktor manusia, hewan dan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022 dan 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional) menggunakan pendekatan ekologi. Populasi pada penelitian ini adalah semua kasus gigitan hewan penular rabies yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara melalui bidang P2P pada tahun 2022 dan 2023. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling yakni seluruh populasi menjadi anggota yang akan diamati sebagai sampel. Penelitian ini bersumber dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara yang dianalisis secara spasial dan regresi OLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan (autokorelasi) secara spasial antara kasus gigitan hewan penular rabies dengan faktor manusia, hewan dan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2022 dan 2023. Model OLS menunjukkan bahwa, variable yang berhubungan dengan kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2022 dan 2023 adalah pemberian vaksin anti rabies dan populasi hewan penular rabies. Wilayah yang menjadi prioritas program pencegahan dan penanggulangan kasus gigitan hewan penular rabies ditinjau dari seluruh faktor di Kabupaten Tapanuli Utara adalah Kecamatan Siborongborong, Pagaran, Sipoholon dan Tarutung.

Rabies is one of the neglected diseases. In the One Health aspect, zoonoses such as rabies are caused by interactions between humans, animals, and the environment. This study aims to determine the distribution of rabies-transmitting animal bite cases in terms of human, animal, and environmental factors in North Tapanuli Regency in 2022 and 2023. This research is a quantitative study with a cross-sectional design using an ecological approach. The population of this study includes all reported cases of rabies-transmitting animal bites by the North Tapanuli Regency Health Department through the P2P division in 2022 and 2023. The sample in this study uses the total sampling method, where the entire population is observed as the sample. This study sources data from the Health Department, Food Security Department, and Central Bureau of Statistics of North Tapanuli Regency, which are analyzed spatially and through OLS regression. The analysis results show a spatial relationship (autocorrelation) between rabies-transmitting animal bite cases and human, animal, and environmental factors in North Tapanuli Regency in 2022 and 2023. The OLS model indicates that the variables related to rabies-transmitting animal bite cases in North Tapanuli Regency in 2022 and 2023 are administration of rabies vaccine and the population of rabies-transmitting animals. The areas prioritized for rabies-transmitting animal bite cases prevention and control programs based on all factors in North Tapanuli Regency are Siborongborong, Pagaran, Sipoholon, and Tarutung Districts.
Read More
T-6967
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitya Safira Birahmatika; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ganefi, Hera
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan, karakteristik individu, asupan energi dan zat gizi, kebiasaan mengemil, aktivitas fisik, durasi tidur, dan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Status gizi diukur dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan. Kebiasaan sarapan, karakteristik individu, kebiasaan mengemil, durasi tidur, dan tingkat stres diukur dengan kuesioner yang diisi sendiri. Asupan energi dan zat gizi diukur dengan wawancara Food Frequency Questionnaire semi-kuanititatif. Aktivitas fisik diukur dengan wawancara Global Physical Activity Questionnaire. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel sebanyak 142 responden. Penarikan sampel menggunakan teknik systematical simple random dan pengambilan data dilakukan selama bulan AprilMei 2015. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin (P value=0,015), status merokok (P value=0,008), asupan energi (P value=0,000), asupan karbohidrat (P value=0,025), dan asupan lemak (P value=0,004) dengan status gizi. Disarankan agar mahasiswa mengatur pola makan yang lebih sehat dan menjaga aktivitas fisiknya. Di samping itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia mendukung adanya kerja sama dengan instansi atau lembaga yang bekerja di bidang gizi dan kesehatan.
Kata kunci : Mahasiswa, status gizi, kebiasaan sarapan, asupan zat gizi

Nutritional status is one of many determinants of health status. This research aims to describe the association between breakfast consumption, individual characteristics, energy and nutrient intake, snacking habit, physical activity, sleep duration, and stress of college students in Engineering Faculty Universitas Indonesia. Nutritional status is measured by measuring height and weight. Data about breakfast consumption, individual characteristics, snacking habit, sleep duration, and stress were collected by using self-registered questionnaire. Energy and nutrient intake were collected by conducting interview using semiquantitative Food Frequency Questionnaire. Physical activity was measured using Global Physical Activity Questionnaire by conducting interview. This research was quantitative research using cross-sectional study design involving 142 respondents. The sampling technique used systematical simple random. The data were collected during April-May 2015. The data were analyzed using Chi-Square test. The result shows that sex (P value=0,015), smoking status (P value=0,008), energy intake (P value=0,000), carbohydrate intake (P value=0,025), and fat intake (P value=0,004) were statistically associated with nutritional status. College students are suggested to eat more healthily and manage their physical activity. The faculty is suggested to support having a collaborative event related to nutrition and health.
Keywords : College students, nutritional status, breakfast consumption, nutrient intake
Read More
S-8647
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adila Fahmida Saptari; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah M. Utari, Sugiatmi
Abstrak: Proporsi ASI eksklusif di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan target Kementerian Kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa ayah berperan penting dalam kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap, pengetahuan dan karakteristik umum individu (umur, status pernikahan dan status pekerjaan), serta hubungannya dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif pada mahasiswa magister pria Universitas Indonesia tahun 2013.
 
Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2013 di Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi. Sampel penelitian ini adalah 154 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Variabel penelitian diukur menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 83.1% mahasiswa magister pria berniat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif, 53.2% memiliki sikap positif terhadap praktik pemberian ASI dan 54.5% memiliki pengetahuan tinggi mengenai praktik pemberian ASI.
 
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,001) dan pengetahuan (p=0,000) dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara karaktersitik individu (umur, status pernikahan dan status pekerjaan) dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara sikap dan pengetahuan mahasiswa pria dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif.
 

Exclusive breastfeeding rate in Indonesia is still low compared to the Ministry of Health’s target. Studies show that fathers have a significant role in successful exclusive breastfeeding. This study aims to explore relationships between male graduate students’ characteristics (age, marital status and employment status), breastfeeding knowledge, attitudes and intentions to support exclusive breastfeeding in the future.
 
This study is a cross sectional survey and was conducted in May 2013 at Faculty of Engineering and Faculty of Economics Universitas Indonesia. A questionnaire was used on a sample of 154 male graduate students. The sampels were collected by using accidental sampling technique and the results were analysed by using chi square. The result of this study revealed that 83,1% of the participants intended to support exclusive breastfeeding for their future child, 53,2% had positive attitudes towards breastfeeding and 54,5% had high knowledge of breastfeeding.
 
Future supporting exclusive breastfeeding intentions were significantly correlated to participants attitude (p=0,001) and knowledge (p=0,000) towards breastfeeding. Participants’ characteristics (age, marital status and employment status) were not significantly correlated with future intentions. In conclusion, students attitude and knowledge of breastfeeding are correlated to supporting exclusive breastfeeding intentions.
Read More
S-8040
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Husna Hamidah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Salimar
Abstrak:
Emotional eating, kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi negatif, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional eating dengan stres akademik dan faktor-faktor lain pada mahasiswa non-kesehatan. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 169 responden. Temuan menunjukkan hubungan signifikan antara stres akademik dan emotional eating (p-value 0,025), serta penggunaan media sosial dan emotional eating (p-value 0,000). Meskipun demikian, tidak ditemukan hubungan dengan jenis kelamin, pengetahuan gizi, durasi tidur, dan kebiasaan berolahraga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa faktor psikologis juga berperan penting terhadap kesehatan gizi individu.

Emotional eating, the tendency to consume food in response to negative emotions, can have adverse effects on health. This research aims to explore the relationship between emotional eating and academic stress along with other factors in non-health major students. The research employed a cross-sectional design with 169 respondents. Findings indicated a significant relationship between academic stress and emotional eating (p-value 0,025) as well as social media usage and emotional eating (p-value 0,000). However, no associations were found with gender, nutritional knowledge, sleep duration, and exercise habits. The results of this study are expected to raise awareness that psychological factors also play a crucial role in individual nutritional health.
Read More
S-11547
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive