Ditemukan 26255 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bintang Yinke Magdalena Sinaga
JRI Vol.33, No.4
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Republika
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mella Syafutri; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Mieke Savitri, Soedarto Soepangat
S-7198
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran-191, Vol.39, No.3, Maret 2012, hal. 196-197
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hairani; Pembimbing: Agustin Kusumayanti; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Dumilah Ayuningtyas, Beben Saiful Bahri, Muhammad Zaini Jauhari
Abstrak:
Karyawan adalah salah satu sumberdaya paling penting dalam upaya mencapai
keberhasilan dan tujuan dalam sebuah organisasi. Salah satu faktor penting agar tercapai
hasil kerja yang optimal dari seorang karyawan yaitu dengan terpenuhinya kepuasan
kerja. Sumberdaya manusia yang baik memiliki kualitas yang mampu mempengaruhi
kinerja.Namun sebagus apapun rencana-rencana dan pengawasan dalam sebuah
organisasi, jika sumber daya manusianya kurang berminat dan tidak bahagia dalam
melakukan pekerjaannya maka suatu organisasi tidak akan mencapai hasil seperti yang
seharusnya bisa di capai Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
kepuasan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan di Puskesmas
Selong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan rancangan studi
cross sectional dengan metode campuran yaitu mengkombinasikan antara metode
kuantitatif dan kualitatif. Tidak ada pengaruh kepuasan kerja secara simultan terhadap
kinerja pada karyawan di puskesmas selong, uji statistic menunjukkan p=1,000>0,05.
Dari lima indicator variabel kepuasan kerja hanya dua indicator yang berpengaruh
terhadap kinerja karyawan yaitu kepuasan terhadap imbalan dengan nilai p=0,018<0,05
dan kepuasan terhadap supervisi atasan dengan nilai p=0,029<0,05. Karakteristik
individu karyawan yang berpengaruh terhadap kinerja adalah karakteristik pendidikan,
hal ini sesuai hasil uji statistic dimana p= 0,047<0,05. Dengan demikian manajemen
Puskesmas Selong perlu memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai penentuan
pembayaran imbalan, melakukan pendekatan dan komunikasi yang lebih efektif dalam
upaya perbaikan system pengawasan dan memberikan feedback terhadap hasil kerja
karyawan sehingga karyawan dapat mengetahui kekurangan atau kelebihannya. Dengan
komunikasi yang lebih intens dengan karyawan melalui pertemuan rutin antara pimpinan
dan karyawan akan terjalin komunikasi yang baik sehngga meningkatkan kualitas kerja
karyawan.
Employees are one of the most important resources in achieving success and goals in an organization. One of the important factors in order to achieve optimal work results from an employee is the fulfillment of job satisfaction. Good human resources have qualities that can affect performance. However, no matter how good the plans and supervision are in an organization, if the human resources are less interested and unhappy in doing their work then an organization will not achieve the results it should be able to achieve. The purpose of this study was to determine the effect of job satisfaction and individual characteristics on employee performance at Puskesmas Selong. This type of research is descriptive using a cross-sectional study design approach with mixed methods, namely combining quantitative and qualitative methods. There is no effect of job satisfaction simultaneously on the performance of employees at Puskesmas Selong, it can be seen from the p value = 1,000> 0.05. Of the five indicators of job satisfaction variables, only two indicators have an effect on employee performance, namely satisfaction with rewards with a value of p = 0.018 <0.05, and satisfaction with superior supervision with a value of p = 0.029 <0.05. Individual characteristics of employees that affect performance are educational characteristics, it can be seen from the p value = 0,047<0,05. Thus the management of Puskesmas Selong needs to provide an understanding to employees regarding the determination of payment of compensation, approach and communicate more effectively in efforts to improve the supervision system, and provide feedback on the work of employees so that employees can find out their weaknesses or strengths. With more intense communication with employees through regular meetings between leaders and employees, good communication will be established so as to improve the quality of employee work
Read More
Employees are one of the most important resources in achieving success and goals in an organization. One of the important factors in order to achieve optimal work results from an employee is the fulfillment of job satisfaction. Good human resources have qualities that can affect performance. However, no matter how good the plans and supervision are in an organization, if the human resources are less interested and unhappy in doing their work then an organization will not achieve the results it should be able to achieve. The purpose of this study was to determine the effect of job satisfaction and individual characteristics on employee performance at Puskesmas Selong. This type of research is descriptive using a cross-sectional study design approach with mixed methods, namely combining quantitative and qualitative methods. There is no effect of job satisfaction simultaneously on the performance of employees at Puskesmas Selong, it can be seen from the p value = 1,000> 0.05. Of the five indicators of job satisfaction variables, only two indicators have an effect on employee performance, namely satisfaction with rewards with a value of p = 0.018 <0.05, and satisfaction with superior supervision with a value of p = 0.029 <0.05. Individual characteristics of employees that affect performance are educational characteristics, it can be seen from the p value = 0,047<0,05. Thus the management of Puskesmas Selong needs to provide an understanding to employees regarding the determination of payment of compensation, approach and communicate more effectively in efforts to improve the supervision system, and provide feedback on the work of employees so that employees can find out their weaknesses or strengths. With more intense communication with employees through regular meetings between leaders and employees, good communication will be established so as to improve the quality of employee work
T-6086
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
362.1 WHO g
Geneva : WHO, 2012
Reserved (pinjaman 1 hari) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Evindiyah Prita Dewi; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: M. Hafizurrachman, Budi Hidayat, Derita Situmorang
B-901
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sari Pediatri, Vol.10, No.3, Oktober 2008, hal. 177-183
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rita Rogayah; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mieke Savitri, Amal Chalik Sjaaf, Sardikin Giriputro, Dyah Ami Riana
Abstrak:
Telah dilakukan penelitian mutu pelalyanan Programatic Management Drug ResistanceTuberculosis (PMDT) di RSUP Persahabatan. Tujuan umum: mengetahui mutu pelayananstrategi PMDT di RSUP Persahabatan. Penelitian ini dilakukan dengan disain penelitiandengan metode kualitatif yaitu menggali informan dengan wawancara mendalam dan telaahdokumen. Sampel adalah pasien TB-MDR September 2009 sampai 31 Desember 2011.Hasil penelitian: pasien yang berobat di poli DOTS Plus berjumlah 814 pasien didapatkan319 (39,2%) pasien TB-MDR, pasien melakukan pengobatan sebanyak 231 (72,4%) pasiendan tidak kembali ke rumah sebanyak 88 (27.6%). Pada penelitian ini dokter dan perawatsudah memenuhi syarat, dana pengobatan masih mendapat bantuan, kebijakan RSsudah dilaksanakan, sarana dan prasarana sesuai PPI TB, laboratorium sudahtersetifikasi WHO hanya masih terjadi kendala hasil pemeriksaan uji resisitensidengan media padat (Ogawa/LJ), MGIT lebih dari 45 hari pada tahun 2009 sampaidengan tahun 2011, hal ini menyebabkan salah satu keterlambatan pengobatan. Pasienyang telah didiagnosis TB MDR masih didapatkan yang menunda pengobatan (delayedtreatment) sebesar 156 pasien (67,5%), dengan lama penundaan 2 minggu - >12 bulan.Penangan pasien mangkir masih belum tercatat dengan baik, Angka keberhasilanpengobatan pasien sembuh/komplit didapatkan 60,2%, putus berobat 15,2%, meninggal 16 %,gagal 1,3% serta on treatment 6,9%. Pasien sembuh/komplit merasakan pengobatan di rumahsakit terjadi kemudahan dalam mengambil obat karena dapat diluar jam kerja dan dapat salingbertukar pengalaman dengan sesama penderita. Pasien penundaan pengobatan karena perlukesiapan diri dan dukungan keluarga untuk pengobatan selama 2 tahun. Pasien putus berobatmerasakan pengobatan menganggu aktivitas, perlu biaya, dan tidak mendapat dukungan darikeluarga. Pelayanan satelit belum maksimal, masih didapatkan memberikanpelayanan pengobatan lanjutan. Edukasi yang masih dirasakan kurang untuk pasiendan keluarga.Kesimpulan: Mutu pelayanan dinilai dari angka keberhasilan pengobatan, pada penilitian inididapatkan angka keberhasilan pengobatan 60,2 %, angka ini belum mencapai target PMDTNasional. Hal ini dapat disebabkan edukasi yang masih kurang dan layanan satelit puskesmasyang belum maksimal.Kata kunci ;Mutu pelayanan , TB-MDR, PMDT
Read More
B-1588
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tjandra Yoga Aditama, Priyadi Wijanarko
JRI Vol.16, No.1
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 1996
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
