Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38452 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fari Suprada; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Suharnyoto M., Soedjoko Kuswadji, Farida Tusafariah
T-2205
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kharisma Muffti Pratama; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Supono, Von Satrio
Abstrak: Beberapa kecelakaan besar di anjungan lepas pantai disebabkan oleh adanya kurangnya kewaspadaan dan kejadian kelelahan yang dialami oleh pekerja. Kelelahan dan kekurangwaspadaan dalam beberapa literatur disebabkan oleh kurangnya kualitas dan kuantitas tidur yang baik. Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh sleep hygiene yang dilakukan oleh pekerja, dan juga dipengaruhi oleh kondisi akomodasi dan shift kerja yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kuantitas dan kualitas tidur, hubungan sleep hygiene dengan kualitas dan kuantitas tidur, serta untuk melihat hubungan antara kualitas tidur dengan aspek kewaspadaan dan kelalahan yang dialami pekerja. Penelitian dilakukan di anjungan lepas pantai PT. X, dengan responden kuesioner sebanyak 24 pekerja, dan pemakai alat aktigrafi sebanyak 22 pekerja. Pengambilan data aktigrafi dilakukan selama 14 hari kerja dan dibedakan menjadi tiga kelompok shift yang berbeda. Dari PSQI didapatkan 63,1% responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan 36,9% responden miliki kualitas tidur yang baik. Durasi tidur rata-rata terendah berdasarkan pengambilan data dengan perangkat aktigrafi diperoleh pada shift malam (300 menit), sedangkan durasi tidur tertinggi diperoleh pekerja non shift (358 menit). Data aktigrafi menunjukkan bahwa durasi tidur rata-rata pekerja PT. X menggunakan HVAC A lebih panjang daripada menggunakan HVAC B. Terdapat 59,5% responden mengalami normal fatigue dan 40,5% responden mengalami mild fatigue. Hampir seluruh responden memiliki sleep hygiene yang baik (95,2%) dan tidak ada hubungan antara sleep hygiene dengan PSQI/Kualitas Tidur. Tidak ada perbedaan yang signifikan kewaspadaan saat bekerja antara pekerja dengan kualitas tidur baik dan pekerja dengan kualitas tidur buruk (p-value : 0,466). Dan tidak terdapat hubungan antara Kualitas Tidur dengan kondisi kelelahan pekerja (p-value : 0,062)
Some major accidents on offshore platforms are caused by a lack of awareness and fatigue experienced by workers. Fatigue and lack of awareness in some literature is caused by a lack of good quality and quantity of sleep. The quality and quantity of sleep is affected by the sleep hygiene practiced by workers, the conditions of accommodation and work shifts performed. This study aims to observe of the quantity and quality of sleep, the relationship between sleep hygiene and the quality and quantity of sleep, and to observe the relationship between sleep quality and the aspects of alertness and fatigue experienced by workers. The research was conducted at the offshore platform of PT. X, with 24 workers responding to the questionnaire, and 22 workers using actigraphy tools. Actigraphic data collection was carried out for 14 working days and divided into three different shift groups. From the PSQI 63.1% of respondents had poor sleep quality and 36.9% of respondents had good sleep quality. The lowest average sleep duration based on data collection with actigraphic devices was obtained during the night shift (300 minutes), while the highest sleep duration was obtained by non-shift workers (358 minutes). Actigraphy data shows that the average sleep duration with HVAC A longer than using HVAC B. There were 59.5% of respondents experiencing normal fatigue and 40.5% of respondents experiencing mild fatigue. Almost all respondents had good sleep hygiene (95.2%) and there was no relationship between sleep hygiene and sleep quality. There was no relationship between sleep quality and worker alertness (p-value:0,466). And there is no relationship between sleep quality and worker fatigue (p-value: 0.062)
Read More
T-6555
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santia Saptinary; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Chandra Prijanahadi
Abstrak:
Keselamatan penerbangan merupakan salah satu isu nasional yang sedang menjadi objek pennasalahan dalam dunia keselamatan dan kesehatan ke1ja. Berbagai penycbab dapat saja dgadikan lingkup penelitian dalam mengatasi permasalahan tersebut_ Salah satunya adalah mempertanyakan kembali kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan alctifitas penerbangan tersebut. Keselamatan penerbangan memang menjadi titik awal dan titik akhir dari setiap aktifitas penerbangan. Namun dalam kenyataanya pelatihan yang secara tend adalah kunci daripada penilaian kualitas SDM, tcmyata masih belum memiliki data yang dapat mcmbuktikan keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Dengan pcnelitian ini diharapkan akan mernberikan data awal tentang peranan pelatihan keselamatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap keselamatan penerbangan. Pemilihan mang lingkup penelitian pengetahuan dan sikap karena pengaruh daripada pelatihan memang hanya dapat mengukur pengetahuan dan sikap pescrfanya. Sedangkan alat ukm' yang digunakan adalah kuesioner yang diisi oleh peserta secara pre dan post. Artinya terdapat dua kali pengukuran dengan alat ukur yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh intervensi yang dibcrikan yaitu pelatihan. Hasil yang didapatkan membuktikan bahwa pelatihan yang dibcxikan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta. Walaupun tidak terdapat detail basil pcnelitian apakah peningkatannya sudah sesuai dengan tujuan ataupun standar secara nasional maupun internasional. Namun pcnelitan ini juga membcrikan bebezapa kesimpulan dan saran yang diharapkan akan terus berlanjut dalam meningkatkan keselamatan penerbangan sebagai salah satu upaya mengaiasi pcrmasalahan yang telah dimmgkapkan diatas. Kesimpulan dari penelitian ini antara Iain bahwa melalui proses pelatihan, pengetahuan dan sikap individu dapat ditingkatican sesuai dengan tujuan pelatihan secara khusus dan pencapaian program secara umum. Pelatihan sendiri harus diperbaiki dari waktu ke walctu, baik dalam hal metoda maupun matcri pelatihan. Oleh sebab itu, evaluasi pelatihzm harus dilakukan secara berkala. Hal ini sangat pcnting karena pelatihan merupakan elemcn penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakzm aset utama bagi perusahaan penerbangan.

Aviation Safety is a national issue that has become an object in the occupational health and safety world. There are many aspects that can become scope of research in terms of addressing the problem. One of them is to inquire the human resources quality who operate the flight activities. Safety is the starting, as well as the ending, point from each flight. But as a matter of fact, training, that theoretically is the key in judging the human resources ability, still has no information yet that can prove the succeed ofa training. This research is expected to come up with initial data about the role of safety training in improving the knowledge and flight safety attitude. Knowledge and attitude is chosen under consideration that the impact of training can only measure those two aspects of the trainees. A questioner that is filled by the trainees before and aller training would be measurement instruments. It means that there are two measurements with the same instrument. This is for us to see the impact of intervention that is training. The result shows that training can improve knowledge and attitude of the trainees, though there is no detail result whether the improvement is already suited with the purpose or national and international standard. However, this research also comes up with conclusions and suggestions that should be continued in improving flight safety as an effort inaddressing the problems mentioned above. One of the conclusions of this research is that through training process, knowledge and individual attitude can be improved in line with the purpose of the training and generally, program achievements. Training itself should he improved from time to time, both content and method, therefore training evaluation should be conducted frequently. This is very important as it is seen that training is an important element in improving the quality of human resources as main asset for the aviation company.
Read More
T-2546
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lena Viyantimala; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Frederick J. Sembiring, Mayarni
Abstrak:

Kegiatan pemboran merupakan salah satu aktivitas yang berpotensi dropped object di industri minyak dan gas bumi lepas pantai. Dropped object dapat menyebabkan cidera serius bahkan kematian, kerusakan peralatan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi, pengetahuan, sikap dan kemampuan menghindari bahaya dropped object dengan perilaku tidak aman pada pekerja di rig pemboran lepas pantai. Desain penelitian cross sectional, menggunakan kuesioner, analisis data mengunakan chi square. Hasil telitian menunjukkan hubungan persepsi, pengetahuan, sikap dan kemampuan menghindari bahaya dropped object dengan perilaku tidak aman. Disarankan bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pelatihan penyegaran yang berhubungan dengan pencegahan dropped object, memasukkan materi Alat Identifikasi Bahaya dan Kepedulian Dropped Object dalam induksi keselamatan, meningkatkan program Behavior Based Safety dan pengawasan supervisor. Terkait dropped object incident yang telah terjadi disarankan untuk melakukan dropped object incident study.


 Drilling is one of activity in offshore oil and gas industry that has dropped object potential. Serious injury, fatality, property damage and environmental pollution can be resulted from dropped object. The purpose of this study is to find out associations between perception, knowledge, attitude, ability to avoid dropped object hazard and unsafe behavior among workers in offshore drilling rig. Cross sectional design is used, using questionnaire and chi square for data analysis. The results shows there is significant relationship between perception, knowledge, attititude, ability to avoid dropped object hazard and unsafe behavior. It is recommended to conduct training and refreshing training related to dropped object prevention, Hazard Identification Tool and Dropped Object Awareness should be included in safety induction, improve Behavior Based Safety program and supervisor supervision. and dropped object incident study should be conducted related to dropped object incidents that occurred.

Read More
T-3284
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romason; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Errik Yusnadi Saleh, Wayne Satria
Abstrak:
PT. ABC adalah operator yang dipercaya untuk mengelola salah satu blok migas di daerah Riau. Salah satu divisi dari PT. ABC bertanggung jawab untuk pekerjaan konstruksi yang mendukung pekerjaan migas PT. ABC. Tesis ini fokus kepada iklim keselamatan pada pekerja migas di area operasi XXX divisi Facility Engineering PT. ABC, data iklim keselamatan pekerja diperoleh dengan cara melakukan survei. Metode survei bersumber dari survei yang digunakan pada jurnal (Sunindijo et al. 2019) dan (Loosemore et al. 2019) yang sudah digunakan pada industri konstruksi bangunan, infrastruktur, konstruksi di Indonesia dan dan konstruksi Australia. Responden adalah karyawan dan mitra kerja PT. ABC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai survei iklim keselamatan karyawan dan mitra kerja PT. ABC adalah baik, berada di angka 4,92 dari 6 skala likert, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara iklim keselamatan karyawan dan mitra kerja PT. ABC. Pengujian t-test menunjukkan tidak ada nilai p < 0.05, dan rerata nilai survei iklim keselamatan karyawan dan mitra kerja PT. ABC lebih baik, berada diatas rerata nilai survei iklim keselamatan industri infrastruktur, bangunan, konstruksi di Indonesia dan konstruksi di Australia.

PT. ABC is an oil and gas company which manage one of the oil and gas block in the Riau region. One of the divisions of PT. ABC is accountable for construction work that supports the oil and gas of PT. ABC. Thesis emphases on the safety climate for oil and gas workers in the operation area of the Facility Engineering division of PT. ABC.Safety climate data of workers gained by conducting an online survey. The survey method is obtained from surveys applied in journals (Sunindijo et al. 2019) and (Loosemore et al. 2019) which have been used in the building construction industry, infrastructure, construction in Indonesia and Australian construction. Respondents are employees and partners of PT. ABC. The results exposed that the average value of the safety climate survey for employees and partners of PT. ABC is worthy, at 4.92 out of 6 Likert scale, no significant difference was found between the safety climate of employees and partners of PT. ABC. The t-test test showed that there was no p value < 0.05, and the average value of the safety climate survey for employees and partners of PT. ABC is better, being above the average value of the safety climate survey for the infrastructure, building, construction industry in Indonesia and Australia
Read More
T-6302
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Laksono; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Sukerim Waryan, Achmad Dahlan
Abstrak:
Psychological safety yang rendah telah berkontribusi terhadap kecelakaan – kecelakaan besar yang terjadi di industri minyak dan gas bumi. PT. X yang merupakan salah satu industri minyak dan gas bumi di Indonesia merujuk pada hasil Health & Safety Engagement Survey dan analisis cidera akibat kerja menunjukkan bahwa profil psychological safety pada pekerja fasilitas produksi minyak dan gas bumi lepas pantai di PT. X perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, peneliitian ini bertujuan untuk menganalisis profil psychological safety dan faktor – faktor yang berhubungan dengan profil psychological safety guna dapat memberikan rekomendasi yang tepat dalam rangka peningkatan profil psychological safety pada pekerja fasilitas produksi minyak dan gas bumi lepas pantai di PT. X. Penelitian ini dilakukan pada periode Maret – Juni 2024 di 4 (empat) lokasi menggunakan metode penelitian campuran, yaitu metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Sampel untuk metode kuantitatif berjumlah 255 responden dan sampel untuk metode kualitatif berjumlah 8 (delapan) informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (65,5%) memiliki profil psychological safety rendah yang berarti sebagian besar responden merasa takut untuk melakukan hal – hal yang berkaitan dengan HSE. Kemudian, dengan menggunakan uji chi square didapatkan bahwa faktor – faktor yang berhubungan dengan profil psychological safety pada pekerja fasilitas produksi minyak dan gas bumi lepas pantai di PT. X, yaitu kompetensi keselamatan (OR 3,37, 95% CI 1,96 – 5,78), kepercayaan (OR 5,35, 95% CI 3,06 – 9,36), tekanan rekan kerja (OR 5,27, 95% CI 3,00 – 9,26), hubungan interpersonal (OR 6,05, 95% CI 3,40 – 10,75), tekanan pekerjaan (OR 4,88, 95% CI 2,80 – 8,50), kecerdasan emosional manajemen lapangan (OR 7,43, 95% CI 3,97 – 13,89), kebijakan, poses dan prosedur (OR 6,94, 95% CI 3,91 – 12,33), penekanan hirarki atasan bawahan (OR 1,88, 95% CI 1,07 – 3,29). Selain itu, faktor lain yang berhubungan dengan profil psychological safety yang terungkap berdasarkan metode kualitatif melalui wawancara semi terstruktur yaitu proses investigasi.

Low psychological safety has contributed to major accidents occurred in oil and gas industry. PT. X is an oil and gas industry in Indonesia which referred to the result of Health & Safety Engagement Survey and analysis of occupational injuries showed that psychological safety profile of offshore oil and gas production facility’s workers in PT. X need to be improved. Therefore, this research aimed to analyze the psychological safety profile and associated factors of the psychological safety profile in order to provide effetive recommendations to improve psychological safety profile of offshore oil and gas production facility’s workers in PT. X. This research was conducted during March – June 2024 at 4 (four) locations using mixed methods, which were quantitative method with cross-sectional design and qualitative method with case study design. Samples for the quantitative research were 255 respondent and samples for the qualitative method were 8 (eight) informants. The result showed that most of the respondents (65,5%) have low psychological safety profile which means that most of respondents are afraid to do HSE related matters. Then, used chi square test found that associated factors of the psychological safety profile of offshore oil and gas production facility’s workers in PT. X are safety competence (OR 3,37, 95% CI 1,96 – 5,78), trust (OR 5,35, 95% CI 3,06 – 9,36), co-worker’s pressure (OR 5,27, 95% CI 3,00 – 9,26), interpersonal relationship (OR 6,05, 95% CI 3,40 – 10,75), work pressure (OR 4,88, 95% CI 2,80 – 8,50), emotional intelligence of field management (OR 7,43, 95% CI 3,97 – 13,89), policy, process and procedure (OR 6,94, 95% CI 3,91 – 12,33), superior-subordinate hierarchy emphasizing (OR 1,88, 95% CI 1,07 – 3,29). In addition, another associated factor of the psychological safety profile revealed based on the qualitative method by semi-structured interview is investigation process.
Read More
T-7099
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eddy Sulistyono; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Jimmy Tiarlina, Astuti
Abstrak:
Sindrom metabolik menurut American Heart Association (AHA) 2021 merupakan kumpulan dari 5 faktor risiko yang dapat memicu terjadinya serangan jantung, diabetes, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya. 5 faktor risiko itu adalah (1) Meningkatnya kadar trigliserida, (2) lingkar perut semakin besar, (3) meningkatnya gula dalam darah (4) menurunnya level high density lipoprotein (HDL), dan (5) naiknya tekanan darah. Berdasarkan hasil Medical Check Up (MCU) 2021 semua pekerja di PT X diketahui prevalensi kejadian sindrom metabolik naik menjadi 22,4% dibandingkan tahun sebelumnya (16,2%). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sindrom metabolik pada pekerja lapangan lepas pantai di PT X tahun 2021 dengan metode cross sectional. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel riwayat keluarga, work shift, lama bekerja, aktivitas fisik, perilaku sedentari, durasi tidur dan merokok tidak berhubungan dengan kejadian sindrom metabolik (p-value > 0,05). Variabel usia, dan IMT memiliki hubungan dengan kejadian sindrom metabolik (p-value < 0,05). Tidak ada perbedaan antara pola makan responden yang memiliki riwayat sindrom metabolik dengan pola makan responden yang tidak memiliki riwayat sindrom metabolik. Oleh karena itu perlu dilakukan promosi kesehatan pekerja yang baik untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan kesehatan.

Metabolic syndrome according to the American Heart Association (AHA) 2021 is a collection of 5 risk factors that can trigger heart attacks, diabetes, stroke and other cardiovascular diseases. The 5 risk factors are (1) increased triglyceride levels, (2) greater abdominal circumference, (3) increased blood sugar (4) decreased high density lipoprotein (HDL) levels, and (5) increased blood pressure. Based on the results of the 2021 Medical Check Up (MCU), all workers at PT X found that the prevalence of metabolic syndrome had increased to 22.4% compared to the previous year (16.2%). The purpose of this study was to describe the metabolic syndrome in offshore field workers at PT X in 2021 using the cross sectional method. From the research results it is known that the variables of family history, work shift, length of work, physical activity, sedentary behavior, sleep duration and smoking are not associated with the incidence of metabolic syndrome (p-value > 0.05). Age and BMI variables were associated with the incidence of metabolic syndrome (p-value <0.05).There was no difference between the eating patterns of respondents who had a history of metabolic syndrome and the eating patterns of respondents who did not have a history of metabolic syndrome. Therefore, it is necessary to promote the worker heath program to increase awareness of workers about health
Read More
T-6517
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usman Haris Salman; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Baiduri Widanarko, Waluyo Martowiyoto, Agung Surya Irawan
Abstrak:
Sebagai tempat kerja, perkantoran memiliki bahaya dan risiko yang signifikan khususnya terkait dengan interaksi antara manusia dengan komputer kerja. Bahaya dan resiko ini memiliki konsekuensi terhadap kesehatan pekerja, aspek finansial secara langsung maupun tidak langsung dan produktivitas perusahaan yang terganggu. Oleh karena itu, guna melindungi sumber daya manusia, aset, dan fasilitas perusahaan, diperlukan program office ergonomics yang komprehensif dalam mengatur faktor resiko musculoskeletal disorders yang timbul dari interaksi pekerja dengan komputer. Sebagai langkah awal, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja akan aspek office ergonomics. Pengetahuan dan persepsi adalah landasan dasar dalam upaya merubah perilaku sehat supaya pekerja mampu mengontrol faktor resiko musculoskeletal disorders. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja, penelitian ini melakukan analisis pengaruh intervensi pelatihan office ergonomics terhadap pengetahuan dan persepsi pekerja perkantoran PT XYZ. Penelitian kuasieksperimental dilakukan dengan melibatkan kelompok intervensi dan kelompok pembanding. Kelompok intervensi diberi dua perlakuan yaitu intervensi self-learning dan pelatihan office ergonomics secara daring. Kelompok pembanding hanya diberi satu intervensi self-learning saja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan office ergonomics yang dilakukan secara daring meningkatkan pengetahuan dan persepsi keseluruhan pekerja perkantoran PT XYZ. Pelatihan pelatihan office ergonomics secara daring memberi pengaruh lebih bermakna dibanding intervensi bersifat self-learning.

As a workplace, office environments have significant hazards and risks associated with the interactions between human and computer. The consequences that may arise are related with the healthy state of worker, direct and indirect financial impact, and company productivity impact. In order to protect the workers, company assets and facilities; a comprehensive office ergonomics program is required to manage the risk factors of musculoskeletal disorders. As a start, necessary measures are required to improve the knowledge and perceptions of workers in the aspects of office ergonomics. Knowledge and perception are the foundation to achieve healthy behavioral changes. The healthy behavioral change is required for workers to control the risk factors of musculoskeletal disorders. Education, in the form of training, acts as one of critical factors to increase knowledge and perception. This study is performed to analyze the effect of office ergonomics training intervention on the knowledge and perception of office workers at PT XYZ. Quasi-experimental research was selected by involving both, the intervention and comparison groups. Two treatments were given to the intervention group, they are self-learning type intervention and online office ergonomics training intervention. Only one treatment was given to the comparison group, the self-learning intervention. Based on the research, it is concluded that the online office ergonomics training increased the knowledge and overall perceptions of the office workers of PT XYZ. Online office ergonomics training gave a more significant influence than the self-learning type intervention.

Read More
T-5938
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soerjaningsih; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Soehatman Ramli
T-2333
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Margaretha Thaliharjanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi, Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Djodi Kusuma, Frik Miek Febby
T-5738
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive