Ditemukan 36235 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Radina Aryanti Putri; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Kusharisupeni Djokoujono, Rahmawati
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi kronis yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan prestasi belajar pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang dominan pada siswa sekolah dasar kelas 1 di Jakarta Utara Tahun 2016. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode Multistage Sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 156 siswa sekolah dasar kelas 1 di Jakarta Utara Tahun 2016 dengan responden yang memberikan informasi penelitian yaitu ibu dari siswa tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2016. Data penelitian diperoleh melalui angket, formulir FFQ, dan pengukuran antropometri. Uji yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji Chi-square dan uji T-independent, sedangkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19,2% siswa mengalami stunting dan terdapat perbedaan proporsi bermakna antara stunting menurut ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, sanitasi dan kebersihan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, suplementasi vitamin A, status imunisasi, pola asuh, pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan frekuensi konsumsi makanan sumber zat gizi (protein, vitamin A, zat besi, dan seng). Kemudian, dari hasil analisis regresi logistik didapatkan suplementasi vitamin A sebagai faktor dominan. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dapat melakukan perbaikan gizi siswa sekolah dasar baik melalui pemantauan status gizi berkala, muatan gizi di sekolah, perbaikan sanitasi dan lingkungan. Selain itu, sekolah dapat mendukung kinerja pemerintah melalui program sekolah sehat dan edukasi terhadap orang tua siswa. Kata kunci: Stunting, siswa sekolah dasar kelas 1, suplementasi vitamin A
Read More
S-9057
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nimas Mita Etika M; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rahmawati
Abstrak:
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis pada anak yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif serta fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Barat tahun 2016. Penelitian ini berdesain studi cross sectional, menggunakan data primer dengan sampel 182 orang siswa dari 6 sekolah dasar negeri di Jakarta Barat yang dilakukan pada April-Mei 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan food frequency questionnaire secara mandiri oleh responden. Dari hasil penelitian diketahui terdapat 21,4% siswa mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata frekuensi konsumsi seng, zat besi, vitamin A, dan protein serta ada perbedaan proporsi antara berat badan lahir (OR=6,31), pemberian ASI eksklusif (OR=2,62), riwayat penyakit infeksi (OR=2,86), status imunisasi dasar (OR=3,45), suplementasi vitamin A (OR=2,46), pengetahuan gizi dan kesehatan ibu (OR=2,77), pola asuh makan (OR=6,41), jumlah anggota keluarga (OR=2,97), dan pendapatan keluarga (OR=2,88) dengan kejadian stunting. Analisis regresi menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi seng merupakan faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Barat tahun 2016. Kata kunci: stunting, frekuensi konsumsi seng, siswa sekolah dasar
Stunting is linear growth retardation because of chronic malnutrition that associated with decline of cognitive function and physic skill in children. The objective of this research is to determine the dominant factor related with stunting occurence among 1st grade primary school student in Jakarta Barat, 2016. This research was descriptive study with cross sectional design that using primary data and included 182 students from 1st grade of 6 public elementary school that located in Jakarta Barat. Data were collected through the questionnaire and food frequency questionnaire. The result showed prevalence of stunting was 21,4%. The independent t-test analysis showed that food consumption frequency of zinc, iron, vitamin A, and protein had a significant difference with stunting. Chi square analysis also showed that birth weight (OR=6,31), exclusive breast-feeding (OR=2,62), history of infection (OR=2,86), basic immunization status (OR=3,45), suplementation of Vitamin A, maternal health and nutrition knowledge (OR=2,77), care feeding (OR=2,88), family size, dan family income (OR=2,88) had a significant association with stunting. Regresi binary logistic showed that consumption frequency of zinc as dominant factor of stunting occurence among 1st grade primary school stundent, Jakarta Barat in 2016. Keywords: stunting, consumption frequency of zinc, primary school student
Read More
Stunting is linear growth retardation because of chronic malnutrition that associated with decline of cognitive function and physic skill in children. The objective of this research is to determine the dominant factor related with stunting occurence among 1st grade primary school student in Jakarta Barat, 2016. This research was descriptive study with cross sectional design that using primary data and included 182 students from 1st grade of 6 public elementary school that located in Jakarta Barat. Data were collected through the questionnaire and food frequency questionnaire. The result showed prevalence of stunting was 21,4%. The independent t-test analysis showed that food consumption frequency of zinc, iron, vitamin A, and protein had a significant difference with stunting. Chi square analysis also showed that birth weight (OR=6,31), exclusive breast-feeding (OR=2,62), history of infection (OR=2,86), basic immunization status (OR=3,45), suplementation of Vitamin A, maternal health and nutrition knowledge (OR=2,77), care feeding (OR=2,88), family size, dan family income (OR=2,88) had a significant association with stunting. Regresi binary logistic showed that consumption frequency of zinc as dominant factor of stunting occurence among 1st grade primary school stundent, Jakarta Barat in 2016. Keywords: stunting, consumption frequency of zinc, primary school student
S-9084
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reny Hariyani Tandi Liling; Pembimbing: Endang Laksminingsih; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Eti Rohati
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang kegemukan serta faktor-faktor penyebabkegemukan pada siswa-siswi Sekolah Dasar kelas 6 di Jakarta Utara. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui besaran prevalensi kegemukan dan membuktikan durasitidur sebagai faktor dominan dari kegemukan pada populasi studi. Penelitian inimenggunakan desain penelitian studi cross sectional. Proses pengambilan data meliputipengukuran antropometri menggunakan timbangan berat badan yang telah divalidasiserta microtoise, wawancara food recall 24 jam, pengisian kuesioner untuk mengetahuiinformasi terkait aktivitas fisik, pola makan, dan durasi tidur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 52,3% siswa-siswi yang gemuk (IMT/U Z-score >1,00standar deviasi). Faktor risiko yang berhubungan dengan kegemukan ialah durasi tidur.Peneliti merekomendasikan agar dilakukan edukasi mengenai Gerakan Masyarakat Sehat(GERMAS) pada siswa-siswi.
Kata kunci: Status gizi; Kegemukan; Anak Sekolah; Durasi Tidur
This study discusses the obesity and factors causing obesity in 6th grade elementary schoolstudents in North Jakarta. The purposes of this study were to determine the prevalence ofobesity and prove the priority to sleep as the dominant factor of obesity in the studypopulation. This study used cross sectional study design. The data collection processincludes anthropometric measurements using validated weight scales and microtoise, 24-hour food recall interview, filling out questionnaires to find out related information, diet,and sleep duration. The results showed that there were 52.3% students having obesity(IMT/U Z-score> 1.00 standard deviation). The factors associated with obesity is sleepduration. Researcher recommends to educate students about Gerakan Masyarakat Sehat(GERMAS) to students.
Key words: Nutritional status; Obesity; School children; Sleep duration.
Read More
Kata kunci: Status gizi; Kegemukan; Anak Sekolah; Durasi Tidur
This study discusses the obesity and factors causing obesity in 6th grade elementary schoolstudents in North Jakarta. The purposes of this study were to determine the prevalence ofobesity and prove the priority to sleep as the dominant factor of obesity in the studypopulation. This study used cross sectional study design. The data collection processincludes anthropometric measurements using validated weight scales and microtoise, 24-hour food recall interview, filling out questionnaires to find out related information, diet,and sleep duration. The results showed that there were 52.3% students having obesity(IMT/U Z-score> 1.00 standard deviation). The factors associated with obesity is sleepduration. Researcher recommends to educate students about Gerakan Masyarakat Sehat(GERMAS) to students.
Key words: Nutritional status; Obesity; School children; Sleep duration.
S-9791
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Metsy Wendhiani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia, Rahmawati
Abstrak:
Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya riwayat penyakit infeksisebagai faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Pusattahun 2016. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan desain studi cross-sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 160 responden di 6 sekolahdasar negeri di Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan sebesr 18,8% siswamengalami stunting. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kejadian stuntingmemiliki perbedaan yang bermakna secara statistik kepada riwayat penyakitinfeksi, riwayat ASI eksklusif, status imunisasi, suplementasi vitamin A,pemanfaatan pelayanan kesehatan, frekuensi konsumsi makanan sumber protein,frekuensi konsumsi makanan sumber zinc, frekuensi konsumsi makanan sumberzat besi, frekuensi konsumsi makanan sumber vitamin A, pengetahuan Ibu tentanggizi dan kesehatan, pola asuh makan, pendapatan keluarga dan jumlah anggotakeluarga. Hasil pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa riwayat penyakitinfeksi sebagai faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di JakartaPusat tahun 2016. Peneliti menyarankan pada pemerintah dan sekolah agardiadakan pendidikan gizi terkait gizi seimbang, penyakit infeksi, sosialiasi terkaitsanitasi total yang baik dan pemantauan status gizi anak secara berkala.Kata kunci : Stunting, anak usia sekolah, sekolah dasar.
Read More
S-9131
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amelia Hidayah; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak:
Kejadian overweight dan obesitas pada anak usia sekolah di Jakarta Timur tahun 2013 tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi overweight dan obesitas di Kota Bogor dan Kota Bekasi. Anak usia sekolah yang mengalami overweight sebelum menarche, 60% lebih berakibat pada kejadian obesitas dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit diabetes mellitus serta dapat berlanjut menjadi penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Timur tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 157 siswa berusia 6-9 tahun dari 6 sekolah dasar di Jakarta Timur selama bulan MaretJuni 2016. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dengan microtoise dan berat badan siswa menggunakan timbangan digital merk camry serta pengisian kuesioner mandiri oleh orangtua siswa. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat serta analisis multivariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa. Siswa yang memiliki kebiasaan jajan sering berisiko 4,9 kali untuk mengalami overweight dan obesitas dibandingkan siswa yang memiliki kebiasaan jajan jarang. Untuk itu perlu adanya program penyuluhan pemilihan makanan dan jajanan, membiasakan sarapan pagi dan membawa bekal bagi siswa dan orangtua. Kata kunci : Kebiasaan jajan, overweight dan obesitas, anak usia sekolah The prevalence of overwight and obesity among school-aged children in East Jakarta at 2013 was higer than Bogor and Bekasi. School-aged children who had overweight before menarche, more than 60% of them will be obese and increasing the risk to have diabetes mellitus type 2 and cardiovarcular disease. The aim of this study is to investigate snacking frequences as dominant factor related to over nutrition among school-aged children at first years elementry school in East Jakarta 2016. A cross sectional study was perform on 157 participant aged 6-8 in 6 elementry school in East Jakarta during March to June 2016. Data collected by measurement of height using microtoise, weight using camry digital scale and self administered quesionnaire by the mothers of children. The analysis that used in this study are univariate, bivariate and multivariate analysis. The result showed that snacking frequences is a dominant factor of over nutrition among school-aged children. The students who had snacking frequances > 3 times/day increase 4,9 times of risk become over nutrition compared with children who had ≤ 3 times/day snacking frequances. Reseacher suggest the parents to reduce snacking frequences, routine breakfast and bring food box to school for children. Key words: snacking frequences, overweight, obesity, children.
Read More
S-9176
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Awalia Maharani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak:
Overweight dan obesitas pada anak usia sekolah erat kaitannya dengan risikoobesitas saat dewasa dan berlanjut menjadi penyakit tidak menular, sepertidiabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominanterhadap overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Selatan.Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yangmelibatkan 153 sampel kelas 1 usia 6-9 tahun di 6 SD di Jakarta Selatan.Pengukuran overweight dan obesitas menggunakan nilai Z-score indeks IMT/U.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32% siswa mengalami overweight danobesitas. Dari beberapa variabel yang diteliti, terdapat perbedaan bermaknakejadian overweight dan obesitas berdasarkan frekuensi konsumsi lemak,frekuensi konsumsi serat, aktivitas fisik, screen time, dan pekerjaan ibu. Analisismultivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda menunjukkan screentime sebagai faktor dominan terhadap kejadian overweight dan obesitas setelahdikontrol dengan variabel frekuensi konsumsi lemak, frekuensi konsumsi serat,aktivitas fisik, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Berdasarkan hasil penelitian,disarankan bagi sekolah untuk memantau status gizi siswa. Orang tua siswadiharapkan untuk membatasi waktu anak untuk menonton TV, bermaingames/laptop/komputer di rumah dan mengajak anak untuk melakukan aktivitasdi luar rumah.Kata Kunci :Overweight dan obesitas, anak usia sekolah, IMT/U, screen time, aktivitas fisik
Overweight and obesity on school-age children associated with risk of obesity onadulthood and would be continued become non-communicable disease, such asDiabetes Mellitus type 2. The purpose of this study is to determine the dominantfactor of overweight and obesity on 1st grade elementary school students at SouthJakarta. This study used cross sectional design with 153 sampels amongelementary school students aged 6-9 years old at South Jakarta. In this study,overweight and obesity measured using Z-score index IMT/U. The result of thisstudy shows that 32% students are overweight and obesity and there weresignificant differences of overweight and obesity based on fat consumptionfrequency, fiber consumption frequency, physical activity, screen time, andmaternal employment. Multivariate analysis using multiple regression logicticshows that screen time as dominant factor of overweight and obesity aftercontrolled by fat consumption frequency, fiber consumption frequency, physicalactivity, and maternal education, maternal employment. According to these result,it was expected for school to monitor nutritional status of their studentsperiodically. Parents are suggested to control children‟s time for watching TV andplaying games/laptop/computer at home and they must consider to take theirchildren for outdoor activities.Key words :Overweight and obesity, school-age children, IMT/U, screen time, physicalactivity.
Read More
Overweight and obesity on school-age children associated with risk of obesity onadulthood and would be continued become non-communicable disease, such asDiabetes Mellitus type 2. The purpose of this study is to determine the dominantfactor of overweight and obesity on 1st grade elementary school students at SouthJakarta. This study used cross sectional design with 153 sampels amongelementary school students aged 6-9 years old at South Jakarta. In this study,overweight and obesity measured using Z-score index IMT/U. The result of thisstudy shows that 32% students are overweight and obesity and there weresignificant differences of overweight and obesity based on fat consumptionfrequency, fiber consumption frequency, physical activity, screen time, andmaternal employment. Multivariate analysis using multiple regression logicticshows that screen time as dominant factor of overweight and obesity aftercontrolled by fat consumption frequency, fiber consumption frequency, physicalactivity, and maternal education, maternal employment. According to these result,it was expected for school to monitor nutritional status of their studentsperiodically. Parents are suggested to control children‟s time for watching TV andplaying games/laptop/computer at home and they must consider to take theirchildren for outdoor activities.Key words :Overweight and obesity, school-age children, IMT/U, screen time, physicalactivity.
S-9220
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Willy Wildan Saputra; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmawati
S-9462
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gabriela Sanjaya; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rahmawati
Abstrak:
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yangterjadi sebagai akibat dari buruknya asupan makan anak, kejadian infeksi yangberulang, dan tidak adekuatnya stimulasi psikosoial. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadianstunting pada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Barat tahun 2017. Penelitiandilakukan dengan desain cross sectional, menggunakan data primer denganjumlah sampel sebanyak 210 anak yang diambil dengan teknik multistage randomsampling dari 12 Posyandu pada 6 kelurahan dari 3 kecamatan di Jakarta Barat.Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengukuran panjang badananak dan melakukan wawancara dengan responden. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa sebanyak 16,2% anak usia 6-23 bulan di Jakarta Baratmengalami stunting. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menemukanbahwa faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian stuntingpada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Barat adalah suplementasi vitamin A(OR=3,62; 90% CI 1,144-8,939) dan tingkat pendidikan ibu (OR=2,40; 90% CI1,167-4,885). Hasil analisis multivariat dengan analisis regresi logistik gandamenemukan bahwa suplementasi vitamin A merupakan faktor dominan darikejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Barat tahun 2017 setelahdikontrol oleh variabel capaian MAD, praktik pemberian kolostrum, dan tingkatpendidikan ibu (OR=4,00; 90% CI 1,402-11,436). Berdasarkan hasil penelitian,saran untuk pihak Suku Dinas Kota Administrasi Jakarta Barat adalah perludilakukan assessment untuk mengetahui mengapa anak yang masih berusia kurangdari 6 bulan sudah diberikan susu formula, cakupan mendapatkan suplementasivitamin A harus ditingkatkan hingga mencapai 100%, perlu dilakukan penyediaanalat antropometri panjang badan yang baku untuk setiap Puskesmas danPosyandu, dan perlu dilakukan pelatihan mengenai prosedur yang baik dan benardalam mengukur panjang badan anak; saran untuk pihak Puskesmas dan Posyanduadalah perlu dilakukan pemantauan status gizi berdasarkan indeks PB/U setiap 3bulan sekali, perlu dilakukan pelatihan prosedur panjang badan kepada kader,perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat mengenai praktik pemberian makanyang tepat dan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi anak; saran untuk penelitilain adalah penelitian perlu dilakukan pada skala yang lebih besar (baik dari sisijumlah sampel maupun wilayah), penggunaan variabel capaian minimum dietarydiversity, minimum meal frequency, dan minimum acceptable diet sebaiknyadigunakan secara berhati-hati dan pengukurannya dilakukan 2-3 kali pada hariyang berbeda, serta perlu dilakukan 24-hour dietary recall untuk mengetahuikeadekuatan asupan makan anak.Kata kunci: stunting, suplementasi vitamin A, usia 6-23 bulan.
Read More
S-9444
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risma Berliana; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Engkus Kusdinar Achmad
Abstrak:
Status gizi lebih menjadi masalah kesehatan global dan membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun psikososial bagi remaja. Prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak usia 5-12 tahun di Jakarta Utara tahun 2018 sebesar 29.03%, yang mana angka ini melampaui prevalensi nasional dan provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini membahas mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian status gizi lebih berdasarkan pengukuran persen lemak tubuh pada siswi kelas 6 sekolah dasar di Jakarta Utara pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian tentang kegemukan dan obesitas pada anak sekolah dasar dengan indikator indeks massa tubuh menurut umur. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25.43% siswi di Jakarta Utara mengalami status gizi lebih. Terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara asupan lemak (p-value 0.015) dan status menarche (p-value 0.006) terhadap kejadian status gizi lebih, dengan status menarche sebagai faktor dominan. Tidak terdapat perbedaan yang signfikan antara asupan energi, asupan protein, asupan karbohidrat, kebiasaan sarapan, konsumsi buah dan sayuran, konsumsi minuman manis dalam kemasan, aktivitas fisik, durasi menonton TV, dan menggunakan gawai dengan kejadian status gizi lebih. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa perlu dilakukan edukasi terkait pola makan seimbang dan aktivitas fisik bagi remaja putri untuk menjaga status gizi normal.
Kata kunci: Status gizi lebih, remaja putri, asupan lemak, status menarche
Over nutritional status has been the global health problem and will become a negative impact on health and psychosocial for adolescents. Based on Riskesdas 2018, prevalence of overweight and obesity in children aged 5-12 years in North Jakarta is 29.03%, which is higher prevalence than the national and province DKI Jakarta. This research objectively investigated factors that related with over nutritional status in grade 6 elementary school students in North Jakarta in 2018 that used body fat percentage assessment. This study used secondary data from rencetly research about obesity in student grade 6 elementary school in North Jakarta. This study used a cross sectional method. The results showed that 25.43% of female students in North Jakarta changed obesity. There was a significant difference between fat intake (p-value 0.015) and menstrual status (p-value 0.006) to the incidence of over nutritional status, with menstrual status as a dominant factor. There is no significant proportional differences between energy intake, protein intake, carbohydrate intake, breakfast, fruit and vegetable consumption, consumption of sugar sweetened beverages, physical activity, TV viewing and gadget time, with over nutritional status. The results of this study prove that education related to balanced diet and physical activity is important for adolescent women according their needs to normal nutritional status.
Key words: Over nutritional status, adolescent female, fat intake, and menstrual status
Read More
Kata kunci: Status gizi lebih, remaja putri, asupan lemak, status menarche
Over nutritional status has been the global health problem and will become a negative impact on health and psychosocial for adolescents. Based on Riskesdas 2018, prevalence of overweight and obesity in children aged 5-12 years in North Jakarta is 29.03%, which is higher prevalence than the national and province DKI Jakarta. This research objectively investigated factors that related with over nutritional status in grade 6 elementary school students in North Jakarta in 2018 that used body fat percentage assessment. This study used secondary data from rencetly research about obesity in student grade 6 elementary school in North Jakarta. This study used a cross sectional method. The results showed that 25.43% of female students in North Jakarta changed obesity. There was a significant difference between fat intake (p-value 0.015) and menstrual status (p-value 0.006) to the incidence of over nutritional status, with menstrual status as a dominant factor. There is no significant proportional differences between energy intake, protein intake, carbohydrate intake, breakfast, fruit and vegetable consumption, consumption of sugar sweetened beverages, physical activity, TV viewing and gadget time, with over nutritional status. The results of this study prove that education related to balanced diet and physical activity is important for adolescent women according their needs to normal nutritional status.
Key words: Over nutritional status, adolescent female, fat intake, and menstrual status
S-10265
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lulitabuti Purwaningsih; Pembimbing: Endang Laksminingsih; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Rahmawati
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai usia menarche dini dan faktor-faktor yang berhubungan pada siswi kelas 6 Sekolah Dasar di Jakarta Utara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui distribusi usia menarche serta membuktikan keterpaparan media elektronik sebagai faktor dominan dari usia menarche dini pada populasi studi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran antropometri menggunakan timbangan berat badan, microtoise, BIA, wawancara food recall 1 x 24 jam, serta pengisian kuesioner untuk mengetahui data aktivitas fisik, keterpaparan media elektronik, usia menarche ibu, serta karakteristik orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,8% responden yang sudah menarche mengalaminya pada usia dini. Faktor yang paling berhubungan dengan usia menarche adalah keterpaparan media elektronik. Peneliti menyarankan untuk mempertegas aturan mengenai tayangan anak, memantau anak dalam penggunaan media elektronik, serta memantau status gizi anak. Kata kunci: Menarche; Anak Sekolah; Keterpaparan Media Elektronik
Read More
S-9889
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
