Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32840 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Febie Karmani Putra; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Nina Yuliana
Abstrak: Fenomena bertambah jumlahnya penduduk, diikuti dengan tingginya tingkatkonsumsi masyarakat. Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) penjaja makananmerupakan dampak yang dihasilkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM) menunjukan bahwa pada tahun 2015, angka tingginya kasus keracunanmakanan dari makanan PKL sangat tinggi yaitu 24 insidens dengan 1725 korban.Hal ini terkait dengan lemahnya dan kurangnya pengawasan serta pengetahuanmasyarakat yang membentuk perilaku membeli makanan di Pedagang Kaki Lima(PKL) disembaran tempat. Persepsi sebagai salah satu faktor pembentuk perilakumempunyai peran penting terhadap Keamanan Pangan. Sehingga dilakukanpenelitian dengan tujuan mendeskripsikan gambaran persepsi terhadap kemanapangan di Pasar Anyar Kota Tangerang tahun 2016. Metode yang digunakanadalah kuantitaif dan kualitatif yang bersiat deskriptif dan observasional denganpendekatan cross sectional melalui penyebaran kuesioner, wawancara danobservasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan Karakteristik Respondenterbesar yaitu berusia 26-35 tahun (dewasa awal), wanita, berpendidikanmenengah (SMA), tidak bekerja serta berfrekuensi 2-3x perminggu berkunjung kepasar. Persepsi Baik terdapat pada variabel Pengetahuan Kandungan Makanan(74,2%), Peraturan Daerah (83,35) serta Keadaan Tempat berdagang (56,5%) ,sedangkan Persepsi tidak baik terdapat pada variabel Pengetahuan ProsesPengolahan dan Penyajian Makanan (50,5%), Pengetahuan Gangguan Kesehatan(55,5%).Kata Kunci : Keamanan Pangan, Pasar, Persepsi, Pedagang Kaki Lima (PKL)
The phenomenon of increasing numbers of the population, followed by the highlevel of consumption. The number of street vendors (PKL) hawkers are resultingthe impact. Food and Drug Monitoring Agency Republic of Indoneisa (BPOM RI)showed that in 2015, the high number of cases of food poisoning from the foodvendors incidence is as high as 24 to 1725 victims. It is associated with theweakness and lack of supervision and knowledge society that shape the behaviorof buying food at street vendors (PKL). Perception as one of the determiningfactors of behavior has an important role to the Food Safety. This research has theaim of describing the overview of perceptions of street vendors (PKL) food inPasar Anyar Tangerang City in 2016. The method used quantitative andqualitative descriptive and observational with cross sectional approach throughquestionnaires, interviews and field observations. The results showed that thelargest Respondent Characteristics aged 26-35 years (young adult), female,secondary education (high school), un-employement as well as the frequency 2-3xper week outlets. Good perceptions achieved by Knowledge content of FoodSciences variabel (74.2%), Regulation variabel (83.35) and implemnting of foodsafety‟ regulation varaibel 56.5%), while the bad perception is not well containedin Knowledge Process Food Processing and Presentation variabel (50.5 %),Knowledge of Health Problems varaibel (55.5%).Keyword: Food Safety, Market, Perception, Street Vendor.
Read More
S-9091
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Octavia Wulandari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari, Dramayadi
Abstrak: Pejalan kaki merupakan salah satu kelompok rentan dalam populasi lalu lintas. Mereka menyumbangkan angka yang cukup tinggi pada kematian dan cedera. Mayoritas kematian dan cedera yang dialami akibat kecelakaan lalu lintas pada pejalan kaki disebabkan oleh aktivitas menyeberang jalan. Di beberapa negara, pejalan kaki anak memiliki risiko yang cukup besar untuk cedera dan tewas dibandingkan dengan kelompok umur pejalan kaki lainnya. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan dalam segi fisik maupun kognitif.
 
Tujuan dari penelitian kuantitiatif deskriptif dengan studi cross sectional ini adalah mengetahui gambaran persepsi risiko siswa Sekolah Dasar (SD) terhadap keselamatan dalam menyeberang jalan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi risiko mereka. Penelitian dilakukan pada bulan April?Mei 2016, di Sekolah Dasar di Kota Depok, dengan sampel penelitian sebanyak 175 responden.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko mereka terhadap keselamatan dalam menyeberang jalan sudah baik. Dan hasil menunjukkan terdapat 7 dari 8 variabel memiliki hubungan yang bermakna dengan persepsi risiko terhadap keselamatan dalam menyeberang jalan ini. Ketujuh variabel itu adalah kesukarelaan (p=0,0005), pengetahuan mengenai risiko saat menyeberang jalan (p=0,0005), potensi dampak (p=0,0005), kekinian risiko (p=0,0005), ketakutan (p=0,0005), keparahan (p=0,0005), dan pengendalian (p=0,0005).
 

 
Pedestrians is one of vulnerable groups in the population traffic. They contributed numbers moderately high on death and injured. The majority of death and injured suffered due to traffic accident in pedestrians because of crossing the road. In many countries, child pedestrian are at greater risk of being injured or killed than any other age group of pedestrians. It was due to limitation in terms of the physical and cognitive.
 
The purpose of this quantitative descriptive research with a cross sectional study design was described the primary school students risk perception in crossing the road safely and the factors that related to their risk perception. This research was done in April?May 2016 in Primary School in Depok City with a total sample of 175 respondents.
 
The reseach result shows that their risk perception towards safety in crossing the road is well. Results showed that there is correlation between 7 variabels out of 8 variabels with risk perception towards safety in crossing the road. Those 7 variabels are voluntariness of risk (p=0,0005), knowledge about risk in crossing the road (p=0,0005), chronic-catasthropic (p=0,0005), newess (p=0,0005), common-dread (p=0,0005), the severity of consequences (p=0,0005), control over risk (p=0,0005).
Read More
S-9154
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Khairunnisa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Dramayadi
S-8901
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novahana Noor Pradita; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dramayadi
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan lalu lintas khususnya pada kendaraan roda dua dengan korban kedua paling banyak adalah usia remaja. Berbagai faktor melatarbelakangi angka ini, akan tetapi faktor perilaku disebut sebagai faktor utama. Perilaku yang berkembang pada masa remaja dapat menetap hingga dewasa, sehingga dibutuhkan perbaikan perilaku sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sekaligus faktor yang berhubungan dengan perilaku mengemudi beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner kepada siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (n=168). Hasil peneitian menunjukkan hampir sebagian besar responden berperilaku mengemudi berisiko. Selain itu terdapat hubungan antara pengaruh teman dan pengaruh orang tua dengan perilaku mengemudi pada remaja. Dibutuhkan tindak lanjut yang lebih tegas dari pihak kepolisian juga kerja sama dari pihak sekolah maupun orang tua untuk menurunkan perilaku mengemudi berisiko pada remaja.
Kata kunci: Perilaku mengemudi, Faktor perilaku tidak aman, anak SMA.

The number of traffic accidents is very high, especially on two-wheeled vehicles with the second most victims are adolescence. Various factors underlie this number, but behavioral factors reffered as the major factor. Behaviors that develop in adolescence can persist into adulthood, so behavior improvement is needed as early as possible. This study aims to describe factors related to risky driving behaviors in adolescents. The method used is quantitative and cross sectional. The data were collected by distributing questionnaires to high school students (n = 168). The results showed that majority of respondents have risky driving behaviors. In addition there is a relationship between the influence of friends and the influence of parents with driving behavior in adolescents. Rigorous law enforcement by the police and cooperation from parents and school are needed to reduce risky driving behavior in adolescents. Keywords : Riding behavior, unsafe behavior factors, high school students
Read More
S-9120
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldo Septian Virdya; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Muhamad Dawaman
Abstrak: Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan salah satu pekerjaan yang paling berpotensi menimbulkan stress kerja, baik yang disebabkan oleh faktor individual ataupun faktor pekerjaan. Stress kerja yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi para guru SLB yaitu menimbulkan perasaan tidak percaya diri, penolakan, marah atau depresi, penurunan kinerja dan motivasi, serta memicu terjadinya penyakitmental dan fisik seperti sakit kepala, sakit perut, insomnia, tekanan darah tinggi dan lain-lain.
 
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Variabel independen ini meliputi faktor individual (jenis kelamin, umur, pengalaman kerja, status pernikahan, dan status pendidikan) dan faktor terkait pekerjaan (hubungan interpersonal, bebab kerja, kondisi lingkungan kerja, rutinitas pekerjaan, pengembangan karir, peran dalam oragnisasi, serta iklim dan struktur organisasi). Variabel dependen yang diteliti adalah tingkat stres kerja. Sample pada penelitian ini berjumlah 55 responden. Analisa bivariat dilakukan dengan uji chi square.
 
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui sebanyak 30 guru (54,5%) mengalami stres kerja berat, sedangkan 25 guru (45,5%) lainya mengalami stres kerja ringan. Faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan stres kerja pada guru SLB-BC-BC adalah rutinitas kerja, lingkungan kerja, dan pengembangan karir.
 

Teachers of Sekolah Luar Biasa (SLB) is one of the most potential job which stimulates stresses, whether caused by individual or working factors. The excessive amount of stress are possible in causing negative effects to the SLB teachers such as unconfidence, denial, anger or depression, and derivations of work performance and motivation, which also stimulates physical illness such as headache, stomachache, insomnia, and high blood pressure.
 
This reseach is an observational research with quantitative method and using cross sectional design. The independent variable includes Individual Factors (Sex, Age, work experience, marrital status, and educational status) and Working related Factors (Interpersonal Relationship, Workload, Working Environment, Work routines, Career Development, the Roles within Organization, and the Atmosphere in the Organization and Organizational Structure). The dependent variables being researched is Work Stress. The sample of this research is 55 SLB teachers in Depok.
 
Bivariate analysis is conducted by using Chi square tests resulting in 30 SLB teachers (54,5%) undergoing a severe work stress and 25 of SLB teachers (45,5%) are undergoing mild work stress. Factors which are proven to be affecting Work Stress on teachers in Sekolah Luar Biasa-BCare Work Routines, Working Environment, and Career Development.
Read More
S-9061
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabrina; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Ike Pujiriani
S-8820
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irot Chairotul Muslimat; Pembimbing: Chandra Satria; Penguji: Baiduri Widanarko, Ratri Wijayanti
S-9085
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Kurniati; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Hifni Baihaqi
Abstrak: Particulate matter merupakan salah satu kontaminan udara yang dihasilkan olehindustri semen. Pajanan jangka panjang ataupun jangka pendek PM2,5mengakibatkan efek kesehatan, salah satunya gangguan fungsi pernapasan.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsentrasi pajanan personalPM2,5 dan efek akut pernapasan subyektif pada pekerja patrol bagian produksi diindustri semen PT X, tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan desain deskriptif . Pengukuran konsentrasi PM2,5 menggunakan LelandLegacy Pump dan Sioutas Cascade Impactor selama 8 jam kerja pada patrolerarea reklamer, raw mill, firing, finish mill, dan packhouse. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata konsentrasi pajanan personal PM2,5 pada patroler industrisemen PT X adalah 1495,651 μg/m3 dan konsentrasi pajanan PM2,5 tertinggiterdapat pada area packhouse. Seluruh patroler mengalami efek akut pernapasansubyektif, dengan keluhan tertinggi sakit tenggorokan dan bersin (64,7%).Kata kunci:Particulate matter 2,5 (PM2,5), efek akut pernapasan subyektif, pekerja patrolbagian produksi industri semen
Particulate matter is one of the air contaminant produced by cement industry.Health effect that caused by long term or short term of PM2,5 exposure lead torespiratory diseases. This study purposes to describe personal exposureconcentrations of particulate matter (PM2,5) and percentage subjective acuterespiratory effects on production patrol workers at PT X cement industry 2016.This research is a quantitative descriptive study by measuring the concentration ofPM2,5 using personal sampling equipment such as Leland Legacy Pump andSioutas Cascade Impactor during work hours on patrol reklamer, raw mill, firing,finish mill, and pack house work area. The result shown that the average personalexposure concentration of PM2,5 on patrol workers in PT X cement industryamounted to 1495,651 μg/m3 with the highest area of exposure in the pack housework area. All of patrol workers experienced the subjective acute respiratoryeffects with the highest effect are sore throat and sneezing (64,7%).Keywords:Particulate matter 2,5 (PM2,5), subjective acute respiratory effect, productionpatrol workers at cement industry.
Read More
S-9139
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Huda; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dramayadi
Abstrak: Skripsi ini membahas analisis faktor yang mempengaruhi intensi penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk pengguna sepeda motor pada mahasiswa di Depok tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain potong lintang. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah theory of planned behavior yang mengatakan bahwa intensi dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa intensi untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) tinggi dengan variabel sikap sebagai variabel yang paling berpengaruh. Kata Kunci : Pengguna sepeda motor, intensi, alat pelindung diri, APD
The focus of this study is to analyze factors that influence intention of personal protective equipment (PPE) for motorcyclist use among college students in Depok 2016. The study was a quantitative research and conducted by a cross sectional method. Theory that used in this study is theory of planned behavior. Based on theory of planned behavior, intention influenced by attitude, subjective norms, and perceived behavioral control. The result showed that intention to use personal protective equipment for motorcyclist is high and attitude is the most strongest predictor for PPE use intention. Keywords : Motorcyclist, intention, personal protective equipment, PPE
Read More
S-9079
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mona Yulinda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Galant Nugraha
Abstrak: Bencana merupakan sesuatu hal yang datang tanpa diduga, dimana dan kapanakan terjadinya. Ciri khas yang umum terjadi pada saat bencana datang adalahkepanikan yang dialami manusia, hingga akhirnya memakan korban jiwa dankerusakan yang lebih besar. Salah satu risiko terbesar bagi pekerja di gedungbertingkat yaitu terjadinya kebakaran, risiko tersebut bisa datang dari berbagaihal. Namun, risiko terjadinya kebakaran sebenarnya dapat dikurangi ataupundihindarkan dengan memperhatikan aspek pencegahan dan penanggulangankebakaran. Penelitian ini mengenai kajian tingkat pemenuhan saranapenyelamatan jiwa, sistem proteksi aktif dan sistem manajemen kebakaran digedung XYZ tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesiapandari gedung dan perusahaan dalam mencegah dan mengurangi dampak dari risikokebakaran. Desain penelitian ini bersifat observasional dengan melakukanperbandingan kesesuaian keadaan pada lokasi penelitian dan regulasi yang berlakudi Indonesia. Pengamatan dilakukan pada beberapa lantai dan area parkir gedungXYZ, hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemenuhan saranapenyelamatan jiwa sebesar 94,6%, tingkat pemenuhan pada sistem proteksi aktifsebesar 92% dan sistem manajemen kebakaran sebesar 100%.Kata Kunci:Manajemen Kebakaran, Mitigasi, Gedung
A disaster can come unexpectedly, when and where it will happen. A commoncharacteristic at the time of the disaster coming is the panic experienced by humanbeings, to finally take some casualties and greater damage. One of the biggestrisks for workers in high-rise building. the occurrence of fires, the risk can comefrom a variety of things. However, the risk of fires can actually be reduced oravoided by considering the aspects of prevention and mitigation of fires. Thisresearch study regarding the level of fulfillment of the means of save lives facility,active protection system and fire management system at XYZ building in 2016.The purpose of research to know preparedness of the building in the scope of themeans of salvation, active protection systems, and fire management system inpreventing and reducing the impact of the fire risk. The design research was anobservational approach to compare study between XYZ Building and regulationapplicable in Indonesia. Observations carried out on several floors and parkingarea XYZ building, research results show that percentage and the level offulfillment of the means of salvation 94,6% percentage rate on active protectionsystem of 92% and the percentage of fire management system got 100%.Keyword:Fire Management, Mitigation, Building
Read More
S-9145
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive