Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41536 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Metsy Wendhiani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia, Rahmawati
Abstrak: Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya riwayat penyakit infeksisebagai faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Pusattahun 2016. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan desain studi cross-sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 160 responden di 6 sekolahdasar negeri di Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan sebesr 18,8% siswamengalami stunting. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kejadian stuntingmemiliki perbedaan yang bermakna secara statistik kepada riwayat penyakitinfeksi, riwayat ASI eksklusif, status imunisasi, suplementasi vitamin A,pemanfaatan pelayanan kesehatan, frekuensi konsumsi makanan sumber protein,frekuensi konsumsi makanan sumber zinc, frekuensi konsumsi makanan sumberzat besi, frekuensi konsumsi makanan sumber vitamin A, pengetahuan Ibu tentanggizi dan kesehatan, pola asuh makan, pendapatan keluarga dan jumlah anggotakeluarga. Hasil pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa riwayat penyakitinfeksi sebagai faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di JakartaPusat tahun 2016. Peneliti menyarankan pada pemerintah dan sekolah agardiadakan pendidikan gizi terkait gizi seimbang, penyakit infeksi, sosialiasi terkaitsanitasi total yang baik dan pemantauan status gizi anak secara berkala.Kata kunci : Stunting, anak usia sekolah, sekolah dasar.
Read More
S-9131
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nimas Mita Etika M; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rahmawati
Abstrak: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis pada anak yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif serta fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Barat tahun 2016. Penelitian ini berdesain studi cross sectional, menggunakan data primer dengan sampel 182 orang siswa dari 6 sekolah dasar negeri di Jakarta Barat yang dilakukan pada April-Mei 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan food frequency questionnaire secara mandiri oleh responden. Dari hasil penelitian diketahui terdapat 21,4% siswa mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata frekuensi konsumsi seng, zat besi, vitamin A, dan protein serta ada perbedaan proporsi antara berat badan lahir (OR=6,31), pemberian ASI eksklusif (OR=2,62), riwayat penyakit infeksi (OR=2,86), status imunisasi dasar (OR=3,45), suplementasi vitamin A (OR=2,46), pengetahuan gizi dan kesehatan ibu (OR=2,77), pola asuh makan (OR=6,41), jumlah anggota keluarga (OR=2,97), dan pendapatan keluarga (OR=2,88) dengan kejadian stunting. Analisis regresi menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi seng merupakan faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Barat tahun 2016. Kata kunci: stunting, frekuensi konsumsi seng, siswa sekolah dasar
Stunting is linear growth retardation because of chronic malnutrition that associated with decline of cognitive function and physic skill in children. The objective of this research is to determine the dominant factor related with stunting occurence among 1st grade primary school student in Jakarta Barat, 2016. This research was descriptive study with cross sectional design that using primary data and included 182 students from 1st grade of 6 public elementary school that located in Jakarta Barat. Data were collected through the questionnaire and food frequency questionnaire. The result showed prevalence of stunting was 21,4%. The independent t-test analysis showed that food consumption frequency of zinc, iron, vitamin A, and protein had a significant difference with stunting. Chi square analysis also showed that birth weight (OR=6,31), exclusive breast-feeding (OR=2,62), history of infection (OR=2,86), basic immunization status (OR=3,45), suplementation of Vitamin A, maternal health and nutrition knowledge (OR=2,77), care feeding (OR=2,88), family size, dan family income (OR=2,88) had a significant association with stunting. Regresi binary logistic showed that consumption frequency of zinc as dominant factor of stunting occurence among 1st grade primary school stundent, Jakarta Barat in 2016. Keywords: stunting, consumption frequency of zinc, primary school student
Read More
S-9084
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Hidayah; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak: Kejadian overweight dan obesitas pada anak usia sekolah di Jakarta Timur tahun 2013 tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi overweight dan obesitas di Kota Bogor dan Kota Bekasi. Anak usia sekolah yang mengalami overweight sebelum menarche, 60% lebih berakibat pada kejadian obesitas dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit diabetes mellitus serta dapat berlanjut menjadi penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Timur tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 157 siswa berusia 6-9 tahun dari 6 sekolah dasar di Jakarta Timur selama bulan MaretJuni 2016. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dengan microtoise dan berat badan siswa menggunakan timbangan digital merk camry serta pengisian kuesioner mandiri oleh orangtua siswa. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat serta analisis multivariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa. Siswa yang memiliki kebiasaan jajan sering berisiko 4,9 kali untuk mengalami overweight dan obesitas dibandingkan siswa yang memiliki kebiasaan jajan jarang. Untuk itu perlu adanya program penyuluhan pemilihan makanan dan jajanan, membiasakan sarapan pagi dan membawa bekal bagi siswa dan orangtua. Kata kunci : Kebiasaan jajan, overweight dan obesitas, anak usia sekolah The prevalence of overwight and obesity among school-aged children in East Jakarta at 2013 was higer than Bogor and Bekasi. School-aged children who had overweight before menarche, more than 60% of them will be obese and increasing the risk to have diabetes mellitus type 2 and cardiovarcular disease. The aim of this study is to investigate snacking frequences as dominant factor related to over nutrition among school-aged children at first years elementry school in East Jakarta 2016. A cross sectional study was perform on 157 participant aged 6-8 in 6 elementry school in East Jakarta during March to June 2016. Data collected by measurement of height using microtoise, weight using camry digital scale and self administered quesionnaire by the mothers of children. The analysis that used in this study are univariate, bivariate and multivariate analysis. The result showed that snacking frequences is a dominant factor of over nutrition among school-aged children. The students who had snacking frequances > 3 times/day increase 4,9 times of risk become over nutrition compared with children who had ≤ 3 times/day snacking frequances. Reseacher suggest the parents to reduce snacking frequences, routine breakfast and bring food box to school for children. Key words: snacking frequences, overweight, obesity, children.
Read More
S-9176
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awalia Maharani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak: Overweight dan obesitas pada anak usia sekolah erat kaitannya dengan risikoobesitas saat dewasa dan berlanjut menjadi penyakit tidak menular, sepertidiabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominanterhadap overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Selatan.Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yangmelibatkan 153 sampel kelas 1 usia 6-9 tahun di 6 SD di Jakarta Selatan.Pengukuran overweight dan obesitas menggunakan nilai Z-score indeks IMT/U.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 32% siswa mengalami overweight danobesitas. Dari beberapa variabel yang diteliti, terdapat perbedaan bermaknakejadian overweight dan obesitas berdasarkan frekuensi konsumsi lemak,frekuensi konsumsi serat, aktivitas fisik, screen time, dan pekerjaan ibu. Analisismultivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda menunjukkan screentime sebagai faktor dominan terhadap kejadian overweight dan obesitas setelahdikontrol dengan variabel frekuensi konsumsi lemak, frekuensi konsumsi serat,aktivitas fisik, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Berdasarkan hasil penelitian,disarankan bagi sekolah untuk memantau status gizi siswa. Orang tua siswadiharapkan untuk membatasi waktu anak untuk menonton TV, bermaingames/laptop/komputer di rumah dan mengajak anak untuk melakukan aktivitasdi luar rumah.Kata Kunci :Overweight dan obesitas, anak usia sekolah, IMT/U, screen time, aktivitas fisik
Overweight and obesity on school-age children associated with risk of obesity onadulthood and would be continued become non-communicable disease, such asDiabetes Mellitus type 2. The purpose of this study is to determine the dominantfactor of overweight and obesity on 1st grade elementary school students at SouthJakarta. This study used cross sectional design with 153 sampels amongelementary school students aged 6-9 years old at South Jakarta. In this study,overweight and obesity measured using Z-score index IMT/U. The result of thisstudy shows that 32% students are overweight and obesity and there weresignificant differences of overweight and obesity based on fat consumptionfrequency, fiber consumption frequency, physical activity, screen time, andmaternal employment. Multivariate analysis using multiple regression logicticshows that screen time as dominant factor of overweight and obesity aftercontrolled by fat consumption frequency, fiber consumption frequency, physicalactivity, and maternal education, maternal employment. According to these result,it was expected for school to monitor nutritional status of their studentsperiodically. Parents are suggested to control children‟s time for watching TV andplaying games/laptop/computer at home and they must consider to take theirchildren for outdoor activities.Key words :Overweight and obesity, school-age children, IMT/U, screen time, physicalactivity.
Read More
S-9220
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radina Aryanti Putri; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Kusharisupeni Djokoujono, Rahmawati
Abstrak: Stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi kronis yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan prestasi belajar pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang dominan pada siswa sekolah dasar kelas 1 di Jakarta Utara Tahun 2016. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode Multistage Sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 156 siswa sekolah dasar kelas 1 di Jakarta Utara Tahun 2016 dengan responden yang memberikan informasi penelitian yaitu ibu dari siswa tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2016. Data penelitian diperoleh melalui angket, formulir FFQ, dan pengukuran antropometri. Uji yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji Chi-square dan uji T-independent, sedangkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19,2% siswa mengalami stunting dan terdapat perbedaan proporsi bermakna antara stunting menurut ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, sanitasi dan kebersihan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, suplementasi vitamin A, status imunisasi, pola asuh, pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan frekuensi konsumsi makanan sumber zat gizi (protein, vitamin A, zat besi, dan seng). Kemudian, dari hasil analisis regresi logistik didapatkan suplementasi vitamin A sebagai faktor dominan. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dapat melakukan perbaikan gizi siswa sekolah dasar baik melalui pemantauan status gizi berkala, muatan gizi di sekolah, perbaikan sanitasi dan lingkungan. Selain itu, sekolah dapat mendukung kinerja pemerintah melalui program sekolah sehat dan edukasi terhadap orang tua siswa. Kata kunci: Stunting, siswa sekolah dasar kelas 1, suplementasi vitamin A
Read More
S-9057
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Madinar; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Anies Irawati
Abstrak: Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak yang merupakan dampak dari asupan anak yang tidak adekuat secara kronik, riwayat penyakit infeksi berulang atau keduanya sebagai hasil dari pola asuh anak yang tidak optimal. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan total jumlah sampel 231 anak yang diambil dengan teknik multistage random sampling dari 13 posyandu pada 6 kelurahan dari 3 kecamatan terpilih di Jakarta Pusat tahun 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran panjang badan anak dan melakukan wawancara dengan responden yang dilakukan oleh enumerator yang telah terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Jakarta Pusat pada anak usia 6-23 bulan adalah 26%, sedangkan proporsi MAD hanya 31,6% dari total anak. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menemukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Pusat adalah riwayat PBLR (OR=2,176; 95% CI 1,155-4,098) dan tingkat pendapatan keluarga (OR= 0,388; 95% CI 0,201-0,749). Hasil analisis multivariat dengan analisis regresi logistik ganda menemukan bahwa capaian MAD merupakan faktor dominan dari kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Jakarta Pusat tahun 2019 setelah dikontrol oleh variabel (capaian MDD, capaian MMF, riwayat PBLR dan tingkat pendapatan keluarga) (OR= 3,29; 95% CI 1,171-9,241). Berdasarkan hasil penelitian, saran untuk Pihak Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah perlu dilakukan intervensi rutin terkait PMBA, monitoring dan evaluasi program TTD pada bumil dan remaja putri untuk menurunkan prevalensi PBLR yang merupakan salah satu faktor risiko stunting di kehidupan selanjutnya, memperbanyak distribusi infantometer pada posyandu dan pelatihan kader terkait pengukuran panjang badan anak sesuai prosedur disertai pemantauan rutin status gizi PB/U anak 3-4 bulan sekali. Dikarenakan peran praktik pemberian makanan pada anak yang penting, kami menyarankan penelitian yang sejenis dengan skala yang lebih besar (jumlah sampel dan cakupan wilayah penelitian) untuk mencari tahu penyebab tidak tercapainya MAD.
Read More
S-9991
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Triyani; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmawati
Abstrak: Wasting merupakan suatu kondisi malnutrisi akut yang dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi dan kematian pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian wasting pada anak usia 6 ndash; 23 bulan di Jakarta Utara tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 207 anak dari 11 posyandu terpilih yang diperoleh melalui metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran antropometri BB dan PB dan wawancara kuesioner dengan responden ibu/pengasuh dari sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 9,2 anak usia 6 ndash; 23 bulan di Jakarta Utara mengalami wasting. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan bahwa praktik pemberian kolostrum p-value.
 

Wasting is a condition of acute malnutrition that can increase the risk of infectious disease and death in children. The objective of this research is to determine the dominant factor related with wasting among children aged 6 ndash 23 months in North Jakarta in 2017. This research used a cross sectional study design and primary data with total sample of 207 children from 11 selected posyandu obtained through multistage random sampling method. Data were collected by anthropometric measurements weight and body length and questionnaire interviews with respondents mother caregiver of research sample. The result showed that 9,2 of children aged 6 ndash 23 months in North Jakarta are wasting. The result of bivariate analysis with chi square test showed that the practice of giving colostrum p value.
Read More
S-9491
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reny Hariyani Tandi Liling; Pembimbing: Endang Laksminingsih; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Eti Rohati
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang kegemukan serta faktor-faktor penyebabkegemukan pada siswa-siswi Sekolah Dasar kelas 6 di Jakarta Utara. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui besaran prevalensi kegemukan dan membuktikan durasitidur sebagai faktor dominan dari kegemukan pada populasi studi. Penelitian inimenggunakan desain penelitian studi cross sectional. Proses pengambilan data meliputipengukuran antropometri menggunakan timbangan berat badan yang telah divalidasiserta microtoise, wawancara food recall 24 jam, pengisian kuesioner untuk mengetahuiinformasi terkait aktivitas fisik, pola makan, dan durasi tidur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 52,3% siswa-siswi yang gemuk (IMT/U Z-score >1,00standar deviasi). Faktor risiko yang berhubungan dengan kegemukan ialah durasi tidur.Peneliti merekomendasikan agar dilakukan edukasi mengenai Gerakan Masyarakat Sehat(GERMAS) pada siswa-siswi.
Kata kunci: Status gizi; Kegemukan; Anak Sekolah; Durasi Tidur
This study discusses the obesity and factors causing obesity in 6th grade elementary schoolstudents in North Jakarta. The purposes of this study were to determine the prevalence ofobesity and prove the priority to sleep as the dominant factor of obesity in the studypopulation. This study used cross sectional study design. The data collection processincludes anthropometric measurements using validated weight scales and microtoise, 24-hour food recall interview, filling out questionnaires to find out related information, diet,and sleep duration. The results showed that there were 52.3% students having obesity(IMT/U Z-score> 1.00 standard deviation). The factors associated with obesity is sleepduration. Researcher recommends to educate students about Gerakan Masyarakat Sehat(GERMAS) to students.
Key words: Nutritional status; Obesity; School children; Sleep duration.
Read More
S-9791
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Febriani; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Nurfi Afriansyah
Abstrak: Prevalensi kejadian kegemukan anak usia sekolah dasar di Jakarta Pusat melebihi angka prevalensi nasional yakni sebesar 29.7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian kegemukan pada siswa-siswi SD Perguruan Cikini Jakarta Pusat tahun 2017. Penelitian ini juga meneliti hubungan konsumsi fast food, minuman manis kemasan bergula, makanan jajanan, konsumsi sayur dan buah, durasi menonton TV dan faktor lainnya dengan kejadian kegemukan pada siswa-siswi SD Perguruan Cikini Jakarta Pusat tahun 2017. Desain pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan melibatkan 145 siswa-siswi kelas 3, 4, dan 5 SD Perguruan Cikini Jakarta Pusat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2017. Data diambil dengan cara melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengisian kuesioner, serta wawancara Food Frequency Questionnaire dan 24-hour food recall. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara univariat, bivariat, serta multivariat. Ditemukan prevalensi kegemukan di SD Perguruan Cikini Jakarta Pusat Tahun 2017 sebesar 41.4%. Berdasarkan uji regresi logistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi fast food merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian kegemukan pada siswa-siswi SD Perguruan Cikini tahun 2017. Siswa yang mengonsumsi fast food > 3 kali/minggu memiliki risiko 2.416 kali mengalami kegemukan dibandingkan dengan siswa yang mengonsumsi fast food ≤ 3 kali/minggu. Perlu dilakukan upaya edukasi gizi mengenai gizi seimbang untuk mengurangi konsumsi fast food dan faktor penyebab kegemukan lainnya, pemantauan status gizi secara rutin, dan pengawasan terhadap penjualan makanan dan minuman di sekolah.
Kata kunci : Kegemukan, Fast Food, Minuman Manis Kemasan Bergula, Anak Sekolah Dasar
Read More
S-9366
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nursita Angesti; Pembimbuing: Triyanti; Penguji: Kusdinar Achmad, Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Hera Ganefi
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Annisa Nursita Angesti Program studi   : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Riwayat Hipertensi Keluarga sebagai Faktor Dominan Hipertensi pada Remaja Kelas XI SMA Sejahtera 1 Depok Tahun 2017 Perubahan status gizi, pola makan dan gaya hidup pada remaja turut mempengaruhi hipertensi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan hipertensi pada remaja di SMA Sejahtera 1 Depok tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan adalah data primer dari 144 responden (tekanan darah, IMT/U, asupan natrium, kalium, kalsium, lemak, konsumsi buah dan sayur, durasi tidur, stres, aktivitas fisik, jenis kelamin dan riwayat hipertensi keluarga dengan menggunakan sfigmomanometer air raksa, antropometri, Semi Quantitative FFQ, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 42,4% remaja SMA Sejahtera 1 Depok mengalami hipertensi (≥95 persentil). Terdapat perbedaan IMT/U dan riwayat hipertensi keluarga pada hipertensi. Faktor dominan yang paling berhubungan dengan hipertensi pada remaja di SMA Sejahtera 1 Depok tahun 2017 adalah riwayat hipertensi keluarga. Diperlukan edukasi tentang pentingnya riwayat hipertensi keluarga seperti kegiatan konseling genetik sebagai pencegahan hipertensi remaja. Kata kunci : hipertensi, remaja, riwayat hipertensi keluarga


 

ABSTRACT Name : Annisa Nursita Angesti Study Program  : Public Health Science Title : Family History of Hypertension is The Dominant Factors of Hypertension among Student 11 st Grade in SMA Sejahtera 1 Depok 2017 Nutrional status changing, diet, and lifestyle are influence adolescent’s hypertension.  The purpose of this research is to determine the most dominant factor of hypertension among adolescent at SMA Sejahtera 1 Depok 2017. This research used a cross sectional design Data was collected trough primary data collection from 144 respondens (blood pressure, BMI for age, sodium, potassium, calcium, fat intake, fruit and vegetable consumption, sleep duration, stress, physical activity, sex and family history of hypertension by mercury sphygmomanometer, anthropometry and Semi Quantitative FFQ) and questionnaire. The study showed that 42.4% of adolescent of SMA Sejahtera 1 Depok had hypertension (≥95 percentile). Factors associated with hypertension was BMI for age and family history of hypertension. The most dominant factor associated with hypertension among adolescents at SMA Sejahtera 1 Depok 2017 was family history of hypertension. Education’s family history of hypertension such as genetic counseling was needed for prevent adolescent’s hypertension.. Keywords: adolescent, family history of hypertension, hypertension

 

Read More
T-4965
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive