Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39068 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anisa Kurniati; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Hifni Baihaqi
Abstrak: Particulate matter merupakan salah satu kontaminan udara yang dihasilkan olehindustri semen. Pajanan jangka panjang ataupun jangka pendek PM2,5mengakibatkan efek kesehatan, salah satunya gangguan fungsi pernapasan.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsentrasi pajanan personalPM2,5 dan efek akut pernapasan subyektif pada pekerja patrol bagian produksi diindustri semen PT X, tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan desain deskriptif . Pengukuran konsentrasi PM2,5 menggunakan LelandLegacy Pump dan Sioutas Cascade Impactor selama 8 jam kerja pada patrolerarea reklamer, raw mill, firing, finish mill, dan packhouse. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata konsentrasi pajanan personal PM2,5 pada patroler industrisemen PT X adalah 1495,651 μg/m3 dan konsentrasi pajanan PM2,5 tertinggiterdapat pada area packhouse. Seluruh patroler mengalami efek akut pernapasansubyektif, dengan keluhan tertinggi sakit tenggorokan dan bersin (64,7%).Kata kunci:Particulate matter 2,5 (PM2,5), efek akut pernapasan subyektif, pekerja patrolbagian produksi industri semen
Particulate matter is one of the air contaminant produced by cement industry.Health effect that caused by long term or short term of PM2,5 exposure lead torespiratory diseases. This study purposes to describe personal exposureconcentrations of particulate matter (PM2,5) and percentage subjective acuterespiratory effects on production patrol workers at PT X cement industry 2016.This research is a quantitative descriptive study by measuring the concentration ofPM2,5 using personal sampling equipment such as Leland Legacy Pump andSioutas Cascade Impactor during work hours on patrol reklamer, raw mill, firing,finish mill, and pack house work area. The result shown that the average personalexposure concentration of PM2,5 on patrol workers in PT X cement industryamounted to 1495,651 μg/m3 with the highest area of exposure in the pack housework area. All of patrol workers experienced the subjective acute respiratoryeffects with the highest effect are sore throat and sneezing (64,7%).Keywords:Particulate matter 2,5 (PM2,5), subjective acute respiratory effect, productionpatrol workers at cement industry.
Read More
S-9139
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Indriani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Rudy Saptari Sulesuryana
S-9014
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mafta Eka Priyanti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Surila
Abstrak: Pencemaran udara yang mengandung Particulate Matter (PM) baik dalam jangka panjang maupun pendek telah diketahui dapat menyebabkan kematian dan efek kesehatan terutama pada jantung serta paru-paru. Polisi Satgatur Polda Metro Jaya merupakan salah satu pekerja yang terpajan akan pencemaran udara tersebut. Maka dari itu penulis melakukan penelitian pada Polisi Satgatur Polda Metro Jaya untuk mengetahui gambaran konsentrasi pajanan PM 10 dan 2,5 yang berasal dari pencemaran udara terutama hasil pembakaran kendaraan bermotor di Pos Polisi Harmoni, Bundaran HI dan Bundaran Senayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Gravimetri untuk mengetahui konsentrasi dari partikulat. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu konsentrasi PM 2,5 dan 10 terbesar di Bundaran Senayan pada shift 1 disaat hari kerja dan jika dibandingkan dengan standar ACGIH, NIOSH dan OSHA belum melebihi nilai ambang batas. Akan tetapi jika dibandingkan dengan WHO, sudah melebihi nilai ambang batas. Kata kunci: Particulate Matter, Polisi, Jakarta, Personal Monitoring
Read More
S-8778
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mario Raka Pratama; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Novianti Sulistyowati
Abstrak: PT X merupakan salah satu perusahaan kimia yang memproduksi bleaching earth dengan komponen utama yang mengandung silika di dalamnya. Berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi silika, diketahui bahwa terdapat konsentrasi silika dengan mean 0,0018 mg/𝑚3 di udara lingkungan pekerja bagian Bagging di PT X. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memprediksi tingkat risiko kesehatan akibat pajanan silika pada pekerja bagian bagging di PT X dengan menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk melihat tingkat risiko kesehatan non karsinogenik dan karsinogenik akibat pajanan silika.Hasil penelitian menunjukan adanya risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh pajanan silika selama 25 tahun mendatang. Kata kunci: Silika, analisis risiko kesehatan lingkungan, risiko kesehatan PT X is one of the chemical company that produces bleaching earth with the main component that consists silica. According to the result of Silica measurement, had been known that there was a silica concentration with mean 0.0018 mg/𝑚3 in the air of bagging area. Therefore this study was conducted to find out and predict the health risk that was caused by silica exposure in bagging area in the PT X using an environmental health risk analysis method to see the non-carcinogenic and carcinogenic health risk due to silica exposure. The result showed that there was a health risk for 25 years of exposure duration caused by silica. Key words: Slica, environmental health risk analysis, health risk
Read More
S-9159
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indriya Jayanti; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Irma Setyawaty Wulandari
S-8860
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raras Adita Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Kartika Aprilla
Abstrak: Salah satu beban kerja yang ditemui di tempat kerja adalah beban kerja mental. Pada industri manufaktur, para pekerjanya menghadapi beban kerja mental karena memiliki tugas yang memerlukan ketelitian, fokus, dan konsentrasi yang cukup tinggi dalam bekerja untuk memenuhi berbagai macam permintaan konsumen, khususnya bagian quality control (QC). Apabila beban kerja mental yang ada terlalu tinggi, bisa saja menjadi salah satu faktor menurunnya kinerja karyawan dan akan mempengaruhi kualitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat beban kerja mental, kinerja, dan melihat karakteristik pekerjaan yang dimiliki oleh karyawan Departemen Quality Control PT. X tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan melibatkan 34 karyawan QC di salah satu Industri manufaktur yang bergerak di bisnis kemasan obat – obat injeksi di Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian kuesioner dan untuk penilaian beban kerja mental peneliti menggunakan kuesioner standar NASA TLX serta untuk penilaian kinerja menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukan Tingkat beban kerja mental karyawan Departemen Quality Control PT. X tahun 2016 yakni dari total responden yang berjumlah 34 orang, rata-rata skor beban kerja mental yang didapat yakni 77.19 dimana skor ini termasuk dalam beban kerja mental yang tinggi. Tingkat kinerja karyawan Departemen Quality Control PT. X tahun 2016 yakni nilai rata-rata skor kinerja yang didapat adalah 52.06 dengan nilai median 51.5 dengan rentang nilai 43 – 60 serta didapatkan hasil didapatkan hasil dari total 34 responden, 50 % karyawan (17 orang) memiliki kinerja yang baik.
 

One kind of workload that can be encountered in the workplace is mental workload. In manufacturing industry, the employees have to face mental workload because their kind of work require them to use accuracy, focus, and high enough concentration to comply wide variety of consumer demand, particulary quality control (QC) workers. If the mental workload which exists is too high, it can be one of the factor of employee?s decreasing performance and it will affect the production quality directly . This study aimed to determine the level of employee?s mental workload, performance, and job characteristics of Quality Control Departement at PT. X in 2016. This study use cross-sectional study methods and involving 34 QC employees from one of manufacturing industry that engaged in the business of injection drug packaging in Indonesia. Datas were collected by using questionnaires and especially for mental workload assessment, used standardized questionnaire from NASA TLX and for performance appraisal used a validated questionnaire. Result from the study shows that the mental workload average score was 77.19 which is included in the high mental workload. The average score of performance was 52.06 with a median value of 51.5. As well as the result obtained, from a total of 34 respondents, 50% employees (17 people) had a good performance.
Read More
S-9081
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Douglas Grregor Hutauruk; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramadhan, Dian Ayu Nugraha
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang analisis dan evaluasi risiko kebakaran yang ada pada area proses produksi prepolymer PT. Huntsman Indonesia. Analisis dan evaluasi dilakukan dengan menganalisis persentase keberhasilan dan kegagalan darisetiap pengendalian (barriers) yang telah ada menggunakan metode Event TreeAnalysis Clifton A. Ericson. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif denganmenggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah skenario dan persentase risiko terjadinya kebakaran di area produksi prepolymer PT. Huntsman Indonesia.Kata Kunci : Analisis, Evaluasi, Kebakaran, Pengendalian, Event Tree Analysis
This study discusses about the analysis and evaluation of fire risks that existin the prepolymer production area PT. Huntsman Indonesia. Analysis and evaluationcarried out by analyzing the percentage of success and failure of any control that existin poduction area with Event Tree Analysis method by Clifton A. Ericson. Thisresearch is a descriptive study using quantitative methods. The results of this studyare the scenario and the percentage of fire risk in the prepolymer production area ofPT. Huntsman Indonesia.Kata Kunci : Analysis, Evaluation, Fire, Control, Event Tree Analysis.
Read More
S-7571
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Marlina Sari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Wibisono
Abstrak: Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari selain udara. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang mengolah air baku menjadi air bersih. Dalam pengolahannya menggunakan peralatan dan teknologi yang canggih. Oleh sebab itu, banyaknya bahaya yang ada sangat memungkinkan untuk terjadi kecelakaan. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan ialah dengan melakukan identifikasi bahaya dan risiko serta penilaian risiko. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahaya dan risiko yang ada di PT XYZ dengan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan dilakukan pengukuran semi kuantitatif. Dari hasil identifikasi bahaya dan risiko yang dilakukan terdapat 71 jenis bahaya dan risiko. Lima diantaranya memiliki nilai risiko tertinggi, yaitu kegagalan sistem netralisasi saat kebocoran klorin, tertimpa benda dari crane, kebocoran pada atap trafo, jatuh dari ketinggian, dan confined space. Bahaya tersebut termasuk dalam level risiko high risk dan medium risk. Konsekuensi yang ditimbulkan dari bahaya tersebut adalah cedera memar dan punggung, patah tulang, ledakan, pingsan hingga menyebabkan kematian. Berbagai macam upaya pengendalian dilakukan sehingga tingkat risiko menjadi medium dan low risk.
 

Water is one of the components required humans in everyday life than air. XYZ is one of the companies that process raw water into clean water. In the processing using advanced equipment and technology. Therefore, there are many dangers that it is possible for an accident. One effort to prevent accidents is to identify the hazards and risks as well as risk assessment. Therefore, this study was conducted to determine the hazards and risks that exist in XYZ by using descriptive analysis and semi-quantitative measurement. From the results of hazard identification and risk undertaken are 71 types of hazards and risks. Five of them have the highest risk values, namely the failure of the current system of neutralization of chlorine leaks, falling objects from cranes, leaks in the roof of the transformer, falls from height, and confined space. The dangers include the risk level of high risk and medium risk. Consequences arising from the dangers are bruises and back injuries, broken bones, explosion, fainting to death. Various kinds of control measures carried out so that the level of risk into the medium and low risk.
Read More
S-8804
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irot Chairotul Muslimat; Pembimbing: Chandra Satria; Penguji: Baiduri Widanarko, Ratri Wijayanti
S-9085
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novahana Noor Pradita; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dramayadi
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan lalu lintas khususnya pada kendaraan roda dua dengan korban kedua paling banyak adalah usia remaja. Berbagai faktor melatarbelakangi angka ini, akan tetapi faktor perilaku disebut sebagai faktor utama. Perilaku yang berkembang pada masa remaja dapat menetap hingga dewasa, sehingga dibutuhkan perbaikan perilaku sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sekaligus faktor yang berhubungan dengan perilaku mengemudi beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner kepada siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (n=168). Hasil peneitian menunjukkan hampir sebagian besar responden berperilaku mengemudi berisiko. Selain itu terdapat hubungan antara pengaruh teman dan pengaruh orang tua dengan perilaku mengemudi pada remaja. Dibutuhkan tindak lanjut yang lebih tegas dari pihak kepolisian juga kerja sama dari pihak sekolah maupun orang tua untuk menurunkan perilaku mengemudi berisiko pada remaja.
Kata kunci: Perilaku mengemudi, Faktor perilaku tidak aman, anak SMA.

The number of traffic accidents is very high, especially on two-wheeled vehicles with the second most victims are adolescence. Various factors underlie this number, but behavioral factors reffered as the major factor. Behaviors that develop in adolescence can persist into adulthood, so behavior improvement is needed as early as possible. This study aims to describe factors related to risky driving behaviors in adolescents. The method used is quantitative and cross sectional. The data were collected by distributing questionnaires to high school students (n = 168). The results showed that majority of respondents have risky driving behaviors. In addition there is a relationship between the influence of friends and the influence of parents with driving behavior in adolescents. Rigorous law enforcement by the police and cooperation from parents and school are needed to reduce risky driving behavior in adolescents. Keywords : Riding behavior, unsafe behavior factors, high school students
Read More
S-9120
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive