Ditemukan 34435 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dewi Fadlilah Firdausi; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Ema Hermawati, Didik Supriyono
S-9152
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Septiria Irawati; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis. Sukanda
S-6929
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Ulfah; Pembimbing: Yvonne Magdalena; Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Susi Desminarti
S-6816
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suci Anggraini; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Trini Sudiarti, Iih Supiasih
S-7126
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Fauzea; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Hartono, Anwar Athena
Abstrak:
Pencemaran makanan akibat bakteri merupakan salah satu isu keamanan pangan yang penting untuk dikaji. Oleh sebab itu, peneliti ingin meneliti mengenai pencemaran bakteri Escherichia coli pada makanan yang paling berisiko untuk terjadinya pencemaran yaitu makanan dengan kategori tinggi protein dan tinggi air siap saji serta menghubungkannya dengan higiene sanitasi sebagai salah satu faktor risiko penyebab terjadinya pencemaran makanan. Penelitian dilakukan di kampus mengingat masih minimnya perhatian terhadap pencemaran makanan dan banyak temuan kasus keracunan makanan yang terjadi pada spesifik wilayah kampus. Setelah dilakukan pengujian, di dapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara higiene perseorangan [OR 5,357 95% CI 1,589-18,062], higiene pengolahan makanan [OR 3,611 95% CI 1,109-11,763] dengan pencemaran makanan akibat bakteri Escherichia coli. Dari hasil uji regresi logistik juga ditemukan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kejadian pencemaran makanan akibat E.coli yang terjadi pada kampus X dengan adalah higiene perseorangan [OR 5,357 95% CI 1,589-18,062] dengan nilai p sebesar 0,007. Pada uji interaksi, tidak ditemukannya interaksi antar variabel independen. Kata kunci : Escherichia coli, makanan, kampus, higiene, sanitasi
Food contamination causes by bacteria is one of the issue in food safety matter. Thereby, researcher want to research on Escherichia coli bacteria contamination in food that has a high risk of contamination which are possess high level of protein and water content. Researcher want to associated it with hygiene sanitation as a one of the factors of the food contamination occurence. This research was conducted inside university (campus) since this area has less concerns yet there are numerous of food intoxication cases specified in university areas. The result from this research found that there were association between personal hygiene [OR 5,357 95% CI 1,589-18,062], food preparation hygiene [OR 3,611 95% CI 1,109-11,763] with food contamination cause by Escherichia coli. The outcome from regression logistic test found that the dominant factor influenced food contamination cause by Escherichia coli is personal hygiene with p-value 0,007. Based on Moderated Regression Analysis (MRA), there are no interaction between every independent variable. Keywords: Escherichia coli, foods, campus, hygiene, sanitation
Read More
Food contamination causes by bacteria is one of the issue in food safety matter. Thereby, researcher want to research on Escherichia coli bacteria contamination in food that has a high risk of contamination which are possess high level of protein and water content. Researcher want to associated it with hygiene sanitation as a one of the factors of the food contamination occurence. This research was conducted inside university (campus) since this area has less concerns yet there are numerous of food intoxication cases specified in university areas. The result from this research found that there were association between personal hygiene [OR 5,357 95% CI 1,589-18,062], food preparation hygiene [OR 3,611 95% CI 1,109-11,763] with food contamination cause by Escherichia coli. The outcome from regression logistic test found that the dominant factor influenced food contamination cause by Escherichia coli is personal hygiene with p-value 0,007. Based on Moderated Regression Analysis (MRA), there are no interaction between every independent variable. Keywords: Escherichia coli, foods, campus, hygiene, sanitation
S-9278
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Rizki Purnamasari; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Sartika, Ratu Ayu Dewi, Rahmawati
S-8908
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rosmaida; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Suharyati
S-6659
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibnu Malik Albantani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak:
Kebutuhan manusia terhadap makanan merupakan salah satu isu pokok yang digagas oleh pbb dalam indikator ketercapaian sutainable development goals (SDGS). Makanan menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan dapat juga menjadi sumber pembawa masalah kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengujian laboratorium.
Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa prilaku penjamah memenuhi syarat sebesar92,86, tpm yang memenuhi syarat sebesar 57,14% , cara pengolahan makanan yang memenuhi syarat sebesar 92,86%, peralatan makanan yang memenuhi syarat sebesar 100%. Hasil uji laboratorium didapatkan hasil usap tangan positif dan makanan yang positif e. coli sebesar 16,7%.
Hasil penelitian menyarankan kepada pengelola kantin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan air besih, melakukan pelatihan terhadap penjamah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung praktik higiene sanitasi makanan. Kata kunci: makanan, kontaminasi, higiene, sanitasi, e. coli
Human need for food is one of the key issues initiated by the un in the indicators of achievement of sutainable development goals (SDGS). Food is a source of life for humans and can also be a source of health problems. This research uses descriptive research method. Data collection using interview method, observation, and laboratory testing.
The result of the research showed that the behavior of eligible handlers was 92,86%, eligible fulfillment requirement was 92,86%, eligible food appliance was 100%. Laboratory test results obtained positive hand swabs and e. coli positive foods oF 16.7%.
The results suggested further examination of food and water, training of handlers, and creating environments that support hygiene practices food sanitation. Key words: food, hygiene, sanitation, contamination, e. coli
Read More
Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa prilaku penjamah memenuhi syarat sebesar92,86, tpm yang memenuhi syarat sebesar 57,14% , cara pengolahan makanan yang memenuhi syarat sebesar 92,86%, peralatan makanan yang memenuhi syarat sebesar 100%. Hasil uji laboratorium didapatkan hasil usap tangan positif dan makanan yang positif e. coli sebesar 16,7%.
Hasil penelitian menyarankan kepada pengelola kantin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan air besih, melakukan pelatihan terhadap penjamah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung praktik higiene sanitasi makanan. Kata kunci: makanan, kontaminasi, higiene, sanitasi, e. coli
Human need for food is one of the key issues initiated by the un in the indicators of achievement of sutainable development goals (SDGS). Food is a source of life for humans and can also be a source of health problems. This research uses descriptive research method. Data collection using interview method, observation, and laboratory testing.
The result of the research showed that the behavior of eligible handlers was 92,86%, eligible fulfillment requirement was 92,86%, eligible food appliance was 100%. Laboratory test results obtained positive hand swabs and e. coli positive foods oF 16.7%.
The results suggested further examination of food and water, training of handlers, and creating environments that support hygiene practices food sanitation. Key words: food, hygiene, sanitation, contamination, e. coli
S-9871
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bukroanah Amir Makkau; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Hartono; Penguji: Dian Ayubi, Beben Saiful Bahri, Rahpirn Yuswani
Abstrak:
Makanan merupakan kebutuhan pokok namun dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian dan sangat berisiko bagi anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah. Sehingga mempersiapkan dan menjual makanan yang aman, penting di lakukan di kantin sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan kantin sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 73 tempat penjualan makanan di kantin sekolah di Jakarta Timur pada bulan Maret-Juli Tahun 2019. Uji stastisik yang digunakan adalah chi square. Kontaminasi positif bakteri Escherichia coli pada makanan sebesar 30 (41,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan jenis makanan dengan nilai p = 0,045 dan OR = 2,642. Disarankan untuk melakukan program Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses pembuatan makanan untuk mengetahui titik kontaminasi, penyuluhan atau pelatihan higiene sanitasi, serta melengkapi fasilitas sanitasi
Read More
T-5562
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hana Maulani Putra; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Trini Sudiarti
Abstrak:
Read More
Status gizi lebih masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk chrononutrition behaviors yang berkaitan dengan pola waktu dan frekuensi makan, snacking habits, aktivitas fisik, pola tidur, tingkat stres, konsumsi UPF, besaran uang saku, dan jenis kelamin. Mahasiswa yang tinggal di asrama berpotensi mengalami perubahan pola hidup menuju kemandirian yang dapat mempengaruhi statsu gizinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan chrononutrition behaviors dan faktor lainnya dengan status gizi pada mahasiswa asrama Universitas Indonesa tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 209 responden pada bulan April hingga Mei 2026. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persen lemak tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi status gizi lebih sebesar 31,1% berdasarkan IMT dan 20,6% berdasarkan persen lemak tubuh. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan status gizi berdasarkan IMT (p=0,007) dan persen lemak tubuh (p<0,001), serta antara snacking habits dengan status gizi berdasarkan persen lemak tubuh (p=0,009). Sementara itu, chrononutrition behaviors, aktivitas fisik, pola tidur, tingkat stres, konsumsi UPF, dan besaran uang saku tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dan snacking habits merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa asrama sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan program promosi kesehatan untuk mendukung tercapainya status gizi optimal.
Overweight and obesity remain major public health concerns in Indonesia and may be influenced by various factors, including chrononutrition behaviors related to meal timing and eating frequency, snacking habits, physical activity, sleep patterns, stress levels, ultra-processed food (UPF) consumption, allowance, and sex. Students living in dormitories may experience lifestyle changes associated with greater independence, which can affect their nutritional status. This study aimed to analyze the association between chrononutrition behaviors and other factors with the nutritional status of dormitory students at Universitas Indonesia in 2026. This cross-sectional study involved 209 respondents and was conducted from April to May 2026. Nutritional status was assessed using Body Mass Index (BMI) and body fat percentage. The results showed that the prevalence of overweight and obesity was 31.1% based on BMI and 20.6% based on body fat percentage. Bivariate analysis using the Chi-square test revealed significant associations between sex and nutritional status based on BMI (p = 0.007) and body fat percentage (p < 0.001), as well as between snacking habits and nutritional status based on body fat percentage (p = 0.009). Meanwhile, chrononutrition behaviors, physical activity, sleep patterns, stress levels, UPF consumption, and allowance were not significantly associated with nutritional status. These findings suggest that sex and snacking habits are factors associated with the nutritional status of dormitory students and may serve as a basis for developing health promotion programs to support the achievement of optimal nutritional status.
S-12340
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
