Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37988 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Resi Natalia Turnip; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Kazarni
Abstrak: Masalah utama dari program remunerasi berbasis kinerja adalah desain danpenerapannya yang tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskualitas pola pembayaran insentif finansial berdasarkan pendapat dan pengalamandokter, untuk dapat menjadi masukan yang dapat mendorong perbaikan dankeberhasilan implementasi pola pembayarannya terkait peningkatan kualitaspelayanan kesehatan di RSUP Persahabatan tahun 2016. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif jenis Rapid Assessment Procedure dan pengambilan datadilakukan pada Juni 2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga dokteryang bekerja di RSUP Persahabatan. Sampel terdiri dari para dokter yang telahmendapatkan insentif finansial dan melakukan pelayanan kesehatan secaralangsung kepada pasien selama >2tahun serta pihak manajemen yang terkaitpenetapan insentif finansial dokter. Data diperoleh dengan wawancara mendalamdan FGD. Analisis data dilakukan menggunakan catatan pinggir dan rekamansuara dan dirangkum berdasarkan topik masing-masing sesuai pertanyaan. Hasilyang diperoleh adalah pola pembayaran insentif finansial berdasarkan kinerjaberpengaruh terhadap perbaikan sikap dan perilaku dokter. Keselarasan internalyang mempertimbangkan isi dan nilai jabatan, dokter bertahan karena status PNS,besar selisih insentif dengan diluar tidak terlalu besar, dan kesempatan praktekpribadi. RS harus melakukan inovasi dan evaluasi terus menerus untuk melibatkanpartisipasi penuh dokter dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.Kata Kunci :Insentif Finansial, Dokter, Kinerja, Pola Pembayaran
The main problem of performance-based remuneration program design andimplementation is ineffective. This study aimed to analyze the quality of thepayment scheme of financial incentives based on the opinions and experience ofphysicians, to be input to drive improvement and successful implementation ofpayment patterns related financial incentives to improve the quality of health carein Persahabatan Hospital in 2016. The study used a qualitative approach to thetype of Rapid Assessment Procedure and the data collection was conducted inJune 2016. The study population was the whole of doctors who work inPersahabatan Hospital. The sample consisted of doctors who have receivedfinancial incentives and conduct health services directly to patients at least for 2years and management related to setting financial incentives doctors. Dataobtained by in-depth interviews and focus group discussions. Data analysis wasperformed using marginal notes and voice recordings and summarized by topiceach corresponding question. The result is a pattern of financial incentivepayments based on the performance improvement effect on attitudes and behaviorof physicians. Internal aligment that consider the content and the value of office,doctor persist because of the status of civil servants, a big difference in incentivesto outside is not too big, and opportunity in private practice. Management mustinnovate and continuous evaluation to involve the full participation of physiciansin improving the quality of service.Keywords :Financial incentives, doctor, Performance, Payment Patterns
Read More
T-4764
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Nurhayatiningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Heidy Agustin, Irna Lidiawati
Abstrak: Rumah sakit sebagai suatu organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayanannya. Salah satu parameter untuk menilai mutu rumah sakit adalah penilaian akreditasi oleh lembaga yang telah tersertifikasi nasional maupun internasional. Fokus penilaian pada proses akreditasi adalah peningkatan mutu berkelanjutan yang mengutamakan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran perilaku tenaga kesehatan dalam mematuhi standar pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien sehingga risiko insiden yang dapat membahayakan keselamatan pasien menjadi berkurang dan berdampak terhadap mutu pelayanan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan mix method observasi lapangan dan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 161 responden. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lapangan dan telaah dokumen sedangkan data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian diketahui perilaku petugas yang mendukung keselamatan pasien pada tingkat kepatuhan 90% sebanyak 64%. Faktor yang mempunyai hubungan dengan perilaku petugas mendukung keselamatan pasien adalah pendidikan (p value 0,001), profesi (p value 0,047), pengetahuan (p value 0,029), sikap (p value 0,001), supervise (p value 0,001) dan kerjasama tim (p value 0,001) dengan variabel dominan dari hasil analisis multivariate adalah sikap (OR 12,382) dan confounding factor umur, pendidikan, profesi pengetahuan, supervise dan kerjasama tim, namun tidak didapatkan adanya interaksi antar variabel tersebut. Butir permasalahan yang masih rendah pada perilaku adalah terkait beban kerja dimana masih ada yang memaksakan bekerja saat kondisi lelah dan konsentrasi berkurang serta mengerjakan yang diluar kewenangannya. Upaya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki perilaku terkait keselamatan pasien adalah dengan melakukan pemetaan dan penghitungan beban kerja pegawai khususnya unit pelayanan pasien, membuat materi edukasi terkait keselamatan pasien melalui media audio visual, memasukan perilaku terkait keselamatan pasien ke dalam penilaian kinerja pegawai, membuat program yang dapat memacu pegawai untuk berupaya menjadikan perilaku keselamatan menjadi budaya kerja. Upaya perbaikan keselamatan pasien harus dikelola dengan pendekatan sistemik. Sistem ini dapat dilihat sebagai suatu sistem terbuka, di mana sistem terkecil akan dipengaruhi, bahkan tergantung pada sistem yang lebih besar
The hospital as an organization engaged in the field of health services is required to always improve the quality of the services. A parameter for assessing the quality of hospitals is the assessment of accreditation by institutions that have been national and international certified. The focus of assessment on the accreditation process is continuous quality improvement that prioritizes patient safety. This study aims to analysis description of the behavior of health workers to adhere the service standards that prioritize patient safety so that the risk of patient safety incidents had been reduced and have impact on better service quality. This research was conducted with a mix method study of field observation and quantitative study with a cross sectional design. The study sample used simple random sampling with a total sample of 161 respondents. Secondary data collection was carried out through field observations and document studies while the primary data was carried out through filling in questionnaires. The results of the study revealed that the behavior of officers who supported patient safety at 90% compliance that amount of 64%. Factors that have a relationship with the behavior of supporting patient safety are education (p value 0.001), profession (p value 0.047), knowledge (p value 0.029), attitude (p value 0.001), supervision (p value 0.001) and teamwork (p value 0.001) with the dominant variable from the results of multivariate analysis is attitude (OR 12,382) and confounding factor are age, education, profession, knowledege, supervision and team work, in the otherside not found interaction of that varaible. The problems that are still low on behavior are related to workloads there are still who force work when conditions are tired and the concentration is reduced, the other who work that is beyond their authority. To improve behavior related to patient safety is to mapping and calculate employee workload, especially the unit of patient services, make educational materials related to patient safety through audio visual media, incorporate behaviors related to patient safety into employee performance indicator, create programs that can support employees to try make safety behavior to be a work culture
Read More
T-5772
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Febrini Meutia; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dian Ayubi, Evi Martha, Laksmi Dwiati, Adib Khumaidi
Abstrak: Berdasarkan data Centre for Internasional Trade Thailand (2012), kualitastenaga profesi praktisi medis Indonesia ditempatkan pada kualitas menengah.Liberalisasi jasa kesehatan akan menimbulkan daya saing luar terhadap pelayanankesehatan di Indonesia, karena bukan tidak mungkin penyelesaian masalahkesehatan di Indonesia membutuhkan tenaga kesehatan asing untuk mengatasimasalah kesehatan di Indonesia.Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam,menguraikan dan menganalisis kompetensi praktisi medis dalam era masyarakatekonomi ASEAN. Informan penelitian merupakan dari beberapa organisasi yangterkait dengan peningkatan kompetensi praktisi medis. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif dan dilaksanakan pada bulan Februari- Mei 2016 oleh peneliti.Penelitian ini menggunakan data primer melalui wawancara mendalam denganmenggunakan panduan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Wawancaraakan dilakukan oleh peneliti.Hasil penelitian menyimpulkan personal skill, keterampilan dan eksplisitknowledge dokter Indonesia dalam hal kompetensi medik tidak kalah saing dengandokter negara anggota ASEAN lainya, tetapi dalam hal kompetensi pelayananmasih harus diperbaiki kembali agar pasien Indonesia tidak keluar ke pasar asing.Kata kunci: Keywords: Personal Skill, Kemampuan, Eksplisit Knowledge, MEA,Kompetensi Dokter
Based on data from the International Centre for Trade of Thailand ( 2012) , thequality of professional medical practitioners Indonesia placed on medium quality.Health services liberalization will lead to competitiveness outside of the healthservices in Indonesia , because it is not possible settlement of health problems inIndonesia requires foreign health workers to address health problems in Indonesia.This research was conducted to obtain in-depth information , describes and analyzesthe competence of medical practitioners in the era of the ASEAN economiccommunity . The informants are from several organizations associated withincreased competence of medical practitioners . This research is qualitative andimplemented from February through May 2016 by researchers . This study usesprimary data through in-depth interviews using guidelines depth interviews andreview documents. Interviews will be conducted by researchers.The study concluded personal skills, the skills and knowledge of Indonesian doctorsexplicit in terms of the competence of medical doctors do not lose competitivenesswith other ASEAN member countries , but in terms of the competence of the serviceremains to be repaired so that the patient Indonesia did not come out to foreignmarketsKeywords: Personal Skill, ability, Explicit Knowledge, MEA, PhysicianCompetency
Read More
T-4670
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sucitra Melani; Dian Ayubi; Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Lemi Kurniawan, Masdelira Siregar
Abstrak: Kelancaran dalam pengajuan dan pembayaran klaim pasien JKN dari dan ke rumah sakit sebagai provider pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS Kesehatan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Program JKN. RSUP Persahabatan sebagai salah satu provider dalam pelayanan untuk pasien JKN memiliki angka kunjungan pasien JKN sebesar 95% sehingga sumber pendapatan terbesar didapatkan dari pembayaran klaim pasien JKN. Sampai bulan Agustus 2017, masih terdapat lebih dari 50 Milyar rupiah klaim pasien JKN yang belum dibayar oleh BPJS Kesehatan karena sebagian besar harus dikembalikan ke Rumah Sakit untuk konfirmasi kelengkapan resume medis yang ditulis DPJP. Kelengkapan penulisan resume medis, salah satu tugas pokok DPJP dalam pelayanan kesehatan, sangat mempengaruhi kelancaran pembayaran klaim pasien JKN sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan penulisan resume medis pasien JKN di RSUP Persahabatan. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan pengambilan data secara crossectional. Dilakukan pengisian kuisioner oleh 50 orang DPJP yang dipilih secara acak untuk menjadi sampel penelitian dan dilakukan observasi terhadap kelengkapan 250 buah resume medis bulan layanan Oktober yang telah ditulis oleh DPJP yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan 24% DPJP telah menulis resume dengan lengkap. DPJP yang bekerja di RSUP Persahabatan 70% diantaranya berstatus sebagai PNS dengan 92% memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun dengan 86% diantaranya telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai resume medis dan 88% memiliki sikap yang baik mengenai resume medis. Namun hanya 42% DPJP yang memiliki persepsi yang baik mengenai format resume medis yang dipakai saat ini dan hanya 50% yang memiliki persepsi baik mengenai kebijakan Rumah Sakit tentang resume medis. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara semua variabel bebas dan variabel terikat. Manajemen rumah sakit disarankan untuk rutin melakukan sosialisasi kepada DPJP mengenai tugas pokok dan fungsinya secara etiko-medikolegal, aturan JKN dan tata cara pengisian rekam medis, melakukan revisi format resume medis manual menjadi e-resume medis, membuat kesepakatan bersama antara Rumah Sakit dan BPJS mengenai standar kelengkapan resume medis yang dibutuhkan dalam klaim serta melakukan review dalam sistem penilaian kinerja pegawai (remunerasi). Kata Kunci : Klaim JKN; Resume Medis; Sikap DPJP, Kebijakan Rumah Sakit Continuity of Nasional Health Care Program (NHC) claims and payment is an important part in the implementation of the NHC Program. Persahabatan Hospital as a providers in service for NHC has visit number around 95% , therefore the biggest source of income come from the NHC claim payment. Until August 2017, there are still more than 50 billion rupiah of unpaid NHC claims by BPJS Kesehatan because claim needs to be returned to the hospital to confirm the completeness of the medical resume written by the doctors. Complete writing of medical resume as one of main duty doctors in health service has a significant affect in continuity of NHC claim payment, therefore the purpose of this research is to know the factors that influence writing completeness of medical resume of NHC patient in Persahabatan Hospital. This research is an observational study, with cross-sectional data taking methode. Questionnaires were conducted by 50 doctors randomly selected as the sample of this study and observed the completeness of 250 October medical resumes which had been written by doctors which became the research sample. The results of this study are 24% of doctors has write a complete resume. 70% of doctors in Persahabatan Hospital work as a civil servant with 92% doctors have work more than 5 years in the hospital. 86% of doctors have good knowledge about medical resume and 88% have good attitude about medical resume. Yet only 42% of doctors has a good perception of the current medical resume format and only 50% have a good perception of hospital policy regarding medical resumes. In this research, there is no relationship between all independent variables and dependent variable. Hospital management is advised to routinely disseminate to doctors on their main duty and function on an ethico-medicolegal basis, disseminate to doctors regarding NHC and how to fill medical records, revise manual medical resume format to e-medical resume and conduct review in employee performance appraisal system. Key Words : Doctor attitude, Hospital regulation, NHC filling,Medical Resume
Read More
T-5102
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Swisari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mulyana Abdulhaq, Prastowo Nugroho
Abstrak: Upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan neonatal merupakan suatu program prioritas pada prinsipnya diutamakan pada peningkatan pelayanan Antenatal disemua fasilitas pelayanan dengan kualitas yang baik serta jangkauan pelayanan yang maksimal, peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, peningkatan deteksi dini risiko tinggi oleh tenaga kesehatan, peningkatan pelayanan neonatal dengan kualitas yang baik. Hal tersebut harus ditunjang oleh kualitas kinerja dari tenaga kesehatan, terutama tenaga bidan. Cakupan persalinan oleh tenaga bidan di kota serang 54,8%, cakupan K1 64,4% cakupan K4 54,5%. Cakupan KN1 62,2%, cakupan KN2 58,5% dan masih berada dibawah target nasional. Kualitas kinerja bidan dapat dipengaruhi oleh faktor predisposing (umur, lama bekerja,status kepegawaian, status pernikahan, pengetahuan, pendidikan) faktor enabling (pelatihan, sarana), faktor Reinforcing (supervisi, Dukungan Pimpinan, dukungan masyarakat). Penelitian ini bertujuan diperolehnya informasi mengenai karakteristik dan kualitas kinerja bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan neonatal di Kota Serang Tahun 2009. Desain penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. populasi adalah seluruh Bidan di Puskesmas di Kota Serang.
 

The effort to improve maternal and neonatal health care is a priority program, principally focused on improving antenatal care services in all facilities with good quality and maximum service coverage, improving aid delivery by health personnel, improving early detection of high risk by health workers, improved neonatal care with good quality. This must be supported by quality performance of health workers, particularly midwifes. Coverage of deliveries by midwifes in the Serang City 54.8%, 64.4% coverage K1, K4 coverage 54.5%. KN1 coverage 62.2%, KN2 coverage 58.5% and is below the national target. Quality performance can be affected by the midwife predisposing factors (age, working time, employment status, marital status, knowledge, education) enabling factors (training, tools), reinforcing factors (supervision, leadership support, community support). This study aimed at obtaining information about the characteristics and performance quality of midwifes in maternal and neonatal health services in the city of Serang Year 2009. The research design was chosen in this research is quantitative analytical survey with cross sectional approach. Population is all the midwives at health centers in the city of Serang.
Read More
T-3252
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilman Taufik Wijayasomantri; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Evi Martha, Sam Askari Soema Di Praja, Agus Seksarsyah Rasjidi
Abstrak:

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ISPA terutama pneumonia masih merupakan penyumbang terbesar dalam kejadian kematian bayi di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Sumedang khususnya. Hasil penelitian Depkes tahun 1997 menunjukkan penatalaksanaan kasus ISPA yang tepat dapat mencegah secara efektif sekitar 60-80 % kematian akibat pneumonia. Keadaan ini menjadi titik tolak Depkes untuk mengintensifkan program penanggulangan penyakit ISPA dengan salah satu program prioritasnya adalah meningkatkan kemampuan petugas dalam manajemen penatalaksanaan penyakit ISPA pada bayi yang dititikberatkan pada kepatuhan dalam pelaksanaan SOP ISPA. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pelatihan terhadap tingkat kepatuhan petugas dalam pelaksanaan SOP ISPA dan dampaknya kepada kepuasan ibu bayi setelah memperoleh pelayanan oleh bidan di puskesmas.Pendekatan penelitian adalah quasi experimental dan panel survey non equivalent group design. Ada dua sampel penelitian. Kelompok pertama yaitu 10 orang bidan puskesmas di wilayah bekas Pembantu Bupati Darmaraja dan Tanjungsari Kabupaten Sumedang yang diukur kepatuhan dalam pelaksanaan SOP ISPA sebelum dan sesudah pelatihan. Kelompok kedua adalah 110 ibu bayi yang membawa bayinya berobat ke puskesmas di lokasi yang sama dengan keluhan batuk/sesak. Tingkat kepuasannya diukur setelah memperoleh pelayanan. Kelompok kontrol dengan jumlah bidan dan ibu bayi yang sama di 10 puskesmas pada wilayah bekas Pembantu Bupati Kota dan Congeang di Kabupaten Sumedang. Tingkat kepatuhan bidan dalam pelaksanaan SOP ISPA dianalisa secara univariat untuk menilai distribusi frekuensi dan besarnya proporsi diantara sampel. Sedangkan Mc Nemar test dipergunakan untuk menilai pengaruh pelatihan terhadap tingkat kepatuhan.Hasil analisa statistik menunjukkan rata-rata skor kepatuhan Bidan dalam pelaksanaan SOP ISPA dan skor kepuasan ibu bayi sebelum pelatihan pada kedua kelompok dalam keadaan setara. Dengan uji Mc Nemar menunjukkan bahwa kepatuhan sesudah pelatihan meningkat pada kelompok intervensi (p = 0,0001 dan OR = 5,8). Terdapat perbedaan proporsi tingkat kepuasan ibu bayi sebelum dan sesudah Bidan mendapat pelatihan (p = 0,028) dan ada hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan Bidan dengan kepuasan ibu bayi (p = 0,018). Kesimpulan yang didapat, Bidan pada kelompok intervensi yang mendapat pelatihan manajemen penatalaksanaan ISPA mempunyai peningkatan skor kepatuhan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapat pelatihan. Ibu bayi yang dilayani oleh Bidan pada kelompok intervensi mempunyai skor kepuasan lebih tinggi dibandingkan ibu bayi yang dilayani Bidan yang tidak mendapat pelatihan manajemen penatalaksanaan ISPA.


 

The Influence or Acute Respiratory Infection Management Training for Midwives of Community Health Centers and Its Impact on Baby Mothers' Satisfaction in Sumedang District, 2001/2002In the last five years acute respiratory infection (ARI) disease especially pneumonia has been the main contributor for the death of babies in Indonesia in general and in Sumedang District in particular. Data of Indonesian Ministry of Health research in 1997 showed that the appropriate management to handle ARI cases could effectively reduce the death of babies from pneumonia by 60 to 80 %. This data has been assigned as a basis to intensify the program of preventing AFT. One of the priorities of the program is to improve the capability of health providers in managing ARI prevention for babies emphasized on the health providers' compliance with conducting SOP of ARI.This research is aimed to investigate the influence of training on the degree of health providers' compliance with conducting SOP of ARI and its impact on baby mothers' satisfaction on the quality of services from the community health centers' midwives.This research employs quasi experimental and panel survey non equivalent group design. There were two groups of samples. The first group was 10 community health centers' midwives in the former region of Darmaraja and Tanjungsari Regent Assistant in Sumedang District who were measured their degree of compliance with managing ARI before and after they had been trained. The second group was 110 baby mothers who visited community health centers in the same place with coughs and short-winded complaints. Their satisfactions of the service quality were measured. The control group samples were the same number of midwives and baby mothers in 10 community health centers in the former regions of Sumedang City dan Congeang Regent Assistant in Sumedang District. The midwives' compliance with ARI management was subjected to univariate analysis to determine frequency distribution and proportion compliance among them. Further, Mc Nemar test was applied to determine whether or not the training influenced the degree of compliance.Statistical analysis showed that, before the training, the average score of both midwives' compliance with conducting SOP of ARI and the baby mothers' satisfaction was equal. By Mc Nemar test, the data revealed that the degree of compliance had improved after they had been trained in the experimental group (p = 0.0001 and OR = 5.8). Furthermore, there was a different proportion of the degree of baby mothers' satisfaction before and after the midwives had been trained (p = 0.028). The degree of midwives' compliance is significant associated with the baby mothers' satisfaction (p = 0.018). It is concluded that the midwives from the experimental group who had been trained on ARI management have higher score of compliance than those who had not been trained. Accordingly, the baby mothers who received health services from the trained midwives have higher score of satisfaction than those who were served by the untrained midwives on ARI management.

Read More
T-1310
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Itsna Widita; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Wahyu Sulistiadi, Wayan Sri Agustini, Mochammad Hidayat
Abstrak:
Komunikasi dokter gigi-pasien merupakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh dokter gigi dalam memberikan pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Komunikasi yang tidak optimal dapat menyebabkan pelayanan medik gigi dan mulut yang tidak optimal. Permasalahan sebagaimana yang dijumpai di poli gigi Puskesmas Gandoang yakni besarnya gap antara jumlah diagnosis dan jumlah pelayanan kesehatan gigi yang diberikan, serta penurunan jumlah kunjungan pasien poli gigi, salah satunya dapat disebabkan oleh ketidakoptimalan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel kualitas komunikasi dokter gigi dan karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien poli gigi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan desain mixed method dengan pendekatan sequential explanatory, diawali dengan penelitian kuantitatif yang kemudian hasilnya diperdalam melalui penelitian kualitatif. Populasi adalah pasien rawat jalan poli gigi, yang sampelnya dihitung berdasar rumus beda dua proporsi, sehingga didapatkan 100 sampel melalui tekhnik Quota sampling, sementara informan penelitian kualitatif terdiri dari 4 informan, meliputi 2 pasien poli gigi, 1 dokter gigi, dan 1 kepala puskesmas Gandoang melalui metode wawancara mendalam. Sebagian besar responden (52%) menyatakan kualitas komunikasi dokter gigi baik, di mana bagi sebagian besar responden aspek introduce (59%) dan shows respect (78%) dinyatakan memenuhi kriteria baik, sementara aspek explanation (53%) dan listen carefully (55%) tidak memenuhi kriteria baik. Untuk kepuasan pasien, sebagian besar responden (54%) menunjukan ketidakpuasan. Di mana dimensi yang dirasa tidak memuaskan bagi sebagian besar responden adalah open-endedness (58%) dan dimensi empati (54%). Hasil analisis multivariate menunjukan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien poli gigi adalah kualitas komunikasi dokter gigi p value=0,001, OR= 4.829 (CI 95 % 1.984-11.752), artinya kualitas komunikasi dokter gigi yang buruk akan memiliki peluang sebesar 4.829 kali menyebabkan ketidakpuasan pasien dibandingkan kualitas komunikasi dokter gigi yang baik

Problems in the dental clinic of Gandoang health center are the large gap between the number of diagnoses and the number of dental health services provided, and also reduction in the number of patient visits in dental clinic, these can be caused by unuptimal communication. This study aims to determine the relationship between dentist communication quality variables and patient characteristics with dental patient satisfaction. Research with a mixed method design with a sequential explanatory approach, begins with quantitative research and then deepened through qualitative research. The population was dental clinic’s outpatients, with a sample size of 100, while the qualitative research informants consisted of 2 patients, 1 dentist, and 1 head of the Gandoang helat center, through in-depth interviews. Most respondents (52%) stated that the quality of dentist communication was good, the aspect of introduce (59%) and shows respect (78%) were good, while the aspects of explanation (53%) and listen carefully (55%) were poor criteria. Most of respondents (54%) showed dissatisfaction. Most respondents were disappointed with open-endedness (58%) and empathy dimensions (54%). Multivariate analysis showed that the most dominant variable related to patient satisfaction with dental dentists was ciommunication quality, p value = 0.001, OR = 4,8 (95% CI 1,984-11,752), that means poor communication quality of dentists would have an opportunity of 4,8 times causing dissatisfaction patients compared to the quality of good dentist communication.

Read More
T-5889
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Dea Sari; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Tini Suminarti, Bertha Farida Tarigan
Abstrak: Kualitas pelayanan di rumah sakit menjadi penting karena bila memiliki kualitas rendahmaka dapat membahayakan pasien. Perawat sebagai profesi yang 24 jam berhubungandengan pasien, turut menentukan mutu pelayanan. Depkes RI (2005) menyatakanpenerapan standar asuhan keperawatan untuk mengukur, memantau dan menyimpulkanapakah pelayanan sudah mengikuti persyaratan. Tujuan penelitian untuk melihatgambaran kualitas asuhan keperawatan melalui kinerja perawat. Pengukuran kualitasasuhan keperawatan dinilai melalui pelaksanaan asuhan dan pendokumentasi asuhan(Muller-Staub, 2008). Penelitian menggunakan desain deskriptf dengan cross sectionalstudy. Sampel penelitian menggunakan simple random sampling pada seluruh perawatdi rawat inap RSJPDHK sebanyak 159 orang. Pengumpulan data dilakukan melaluikuesioner dan observasi. Hasil penelitian yaitu sebanyak 56% perawat usia muda,57,2% pendidikan sarjana, 86,2% perawat perempuan, 57,2% pengetahuan baik tentangasuhan keperawatan, 64% perawat memiliki motivasi tinggi, 54,7% perawat memilikipersepsi positif, 66% perawat merasa beban kerja berat, 40,9% pelaksanaan asuhankeperawatan sesuai standard dan 63,5% pendokumentasian sesuai standar, hal inidipengaruhi oleh motivasi, pengetahuan dan beban kerja. Rekomendasi untukmanajemen keperawatan yaitu memberikan pelatihan tentang asuhan keperawatan,resosialisasi SPO pendokumentasian, bimbingan dan monitoring evaluasi penerapanstandar asuhan keperawatan.Kata Kunci : Kinerja perawat, pelaksanaan asuhan keperawatan, pendokumentasianasuhan keperawatan.
Read More
T-5343
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chamelia Anggraeni Probo; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Robiana Modjo, Adang Bachtiar, Martina Hutabarat, Tri Rini Puji Lestari
Abstrak:
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat dijadikan indikator yang digunakan untuk memastikan seluruh warga negara mendapatkan haknya dalam pemenuhan pelayanan dasar kesehatan yang kinerjanya dapat dikontrol langsung. Salah satu pelayanan dasar pada SPM kesehatan adalah pelayanan Ibu hamil yang sesuai dengan standar kualitas dan standar kuantitas yang nantinya diharapkan dapat menurunkan AKI. Puskesmas Rawamerta tahun 2019 melaporkan angka capaian K1 77,9% dan K4 hanya 68,95% yang mana masih jauh dari kesesuaiaan target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelaksanan SPM pada layanan Antenatal di Puskesmas Rawamerta. Jenis penelitian Kualitatif, informan penelitian ditentukan dengan purposive sampling dan snowballing sampling. Teknik pengambilan data dengan waancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi mutu Donabedian, pada struktur dianalisis SDM (jumlah SDM, jenis profesi, kompetensi, dan pelatihan), sarana prasarana (ketersediaan obat, vaksin, BHP, dan alat penunjang, fasilitas ruangan pelayanan, dan alur permintaan), dan pedoman (ketersediaan). Pada proses yang dianalisis adalah perencanaan (perencanaan kegiatan, pendataan sasaran, pembuatan pedoman, dan identifikasi masalah), pengorganisasiaan (penjadwalan pelatihan, penjadwalan KIA, dan sosialisasi pedoman), pelaksanaan (tatalaksana dan sistem rujukan), dan pengawasan (kepatuhan, evaluasi, pencatatan dan pelaporan). Sedangkan pada outcome dianalisis kesesuaiannya dengan SPM (standar kualitas dan kuantitas). Dengan kesimpulan bahwa Puskesmas rawamerta belum memenuhi standar kualitas dan standar kuantitas pada SPM

Minimum Standard Services (MSS) can be used as an indicator to cover citizen’s rights of essential health service. Furthermore, MSS in women’s labour is expected to be in a certain quality and quantity standards to reduce MMR. Rawamerta Public Health centre reported in 2019, 77.9% and 68.95% achievement in K1 and K4, respectively. These figures are well below the acceptance target of 100%. This study aims to analyze the quality of SPM implementation in Antenatal services at Rawamerta Public Health Center with qualitative methods in concordance with Donabedian’s quality evaluation theory. Research informants were determined by purposive and snowballing sampling. Data collection performed with in-depth interviews, observations, and document reviews. Data analysis was performed descriptively and converted to a narrative. Rawamerta’s structure, process, and outcome to achieve MSS were evaluated. It is found that Rawamerta Public Health Center quality is still below the MSS standards.

Read More
T-5897
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ziska Herawaty; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Achmad Kusdinar
Abstrak: Dokter memiliki peranan strategis bagi rumah sakit karena merupakan kelompok penting dalam proses pelayanan di rumah sakit, karena merupakansentral dari proses pelayanan. Kepuasan kerja memiliki fungsi hubungan yangdipersepsikan antara apa yang diinginkan dan apa yang dalam kenyataan dialami.Ketidakpuasan kerja dokter juga memiliki dampak terhadap turnover intention.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dokterdengan turnover intention di RS. Rumah Sehat Terpadu di kapupaten BogorTahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif eksplanatory dengan design crosssectional menggunakan data primer yang diambil dengan cara memberikankuesioner, wawancara mendalam, observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulanMei tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 orang dengan kriteriadokter yang aktif bekerja di RS.Rumah Sehat Terpadu bersedia untuk menjadi responden dan menjawab pertanyaan, masa kerja minimum 1 bulan, bukan dokter penganti. Hasil analisis kuantitatif diketahui (42,9%) kurang puas bekerja sebagai dokter di RS.Rumah Sehat Terpadu. Responden yang mempersepsikan puasterhadap kepuasan kerja tetapi memiliki keinginan turnover sebesar 56,3%,sedangkan responden yang kepuasan kerjanya tidak puas tetapi memiliki keinginan keluar sebesar 16,7% . Kepuasan kerja hubungan memiliki hubungan antara dengan turnover intention (p value = 0,054, CI 95%).Kata Kunci: Kepuasan kerja dokter, turnover intention
The doctor has a strategic role for the hospital because it is an importantgroup in the process of care in the hospital, because it is central to the serviceprocess. . Job satisfaction has a function of the perceived relationship betweenwhat is desirable and what is the reality experienced. Physician job dissatisfactionalso have an impact on turnover intention. This study aims to determine therelationship of job satisfaction with turnover intention doctor at the hospital.Rumah Sehat Terpadu hospital in Bogor kapupaten 2014. Present study isdescriptive explanatory with cross sectional design using primary data collectedby giving questionnaires, in-depth interviews, observation. This study wasconducted in May 2014. Samples in this study amounted to 28 people with thecriteria physicians who actively work in the Irumah Sehat Terpadu hospital bewilling to answer questions and respondents, 1 month minimum employmentperiod, not a substitute for your doctor. The results of quantitative analysis known(42.9%) were less satisfied working as a doctor in Rumah Sehat Terpadu hospital.Respondents who perceive satisfied with job satisfaction but has the desireturnover amounted to 56.3%, while the respondents were not satisfied hissatisfaction but has the desire out of 16.7%. Job satisfaction has a relationshipwith the relationship between turnover intention (p value = 0.054, CI 95%).Key words: physician job statisfaction, Turnover Intention
Read More
T-4160
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive