Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13650 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sutrisno; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-433
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tonita Petrus Pati; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Suprijanto Rijadi, Erni, Astuti, Fainal Wirawan
Abstrak:
Persaingan yang ketat pada industri perumahsakitan sudah tidak dapat dihindari lagi. RS Medika Grin baru akan memperkuat posisi bersaing dengan mengembangkan pelayanan - pelayanan unggulan, diantaranya Unit Hemodialisa., Instalasi Bedah, dan Instalasi Laboratorium. Ketiga pelayanan ini belum pernah dianalisa sehingga belum diketahui pelayanan unggulan mana yang menjadi prioritas unggulan, serta belum diketahui jenis strategi yang akan diterapkan dalam bersaing. Untuk dapat mengetahui unit unggulan yang menjadi prioritas dan strategi yang kan diterapkan, dilakukan penelitian operasional dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini meliputi analisa lingkungan internal dan eksternal dari ketiga pelayanan unggulan. yang dilakukan oleh Consensus Decision Making Group ( CDMG ). yang terdiri dari para wakil direktur. kepala unit pelayanan unggulan, dan para dokter dari masing - masing unit unggulan. Kemudian melakukan analisis dengan matriks Internal - Eksternal ( IE ) dan matriks BCG ( Boston Consulting Group ). Selanjutnya dilakukan penelitian strategi dan dilanjutkan dengan pembahasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa prioritas unggulan adalah Unit Hemodialisa, dalam matriks BCG terletak pada kuadran Question Mark, dan dalam matriks IE terletak pada kuadran Growth and Build. Strategi pilihannya adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Sebagai saran untuk ditindaklanjuti, strategi yang terpilih perlu dioperasionalkan secara optimal, sehingga dapat menempatkan diri di kuadran Star pada matriks BCG. Sedangkan sebagai alternatif pelayanan ke dua dipilih unggulan laboratorium. Daftar bacaan : 23 ( 1990 -- 2001 )

Operational Research of Determining Excellent Health Services Priority at Medika Gria Hospital 2001The tight competition in the hospital industries can not be avoided by now. Medika Gria Hospital will go on to strengthening its competitive position by developing excellent services such as through the 1-lemodialysis Unit, Surgery Instalation, and Laboratory Instalation. The three unit services had not been analyzed which excellent health services priority. In addition the strategy that will be implemented to reach competitive advantage still unknown. To know excellent health services will be prioritized and what strategy is implemented, the operational research with qualitative and quantative analyses is performed. The research covers the external and internal analysis of the three unit services. The analyses have been done by Consensus Decision Making Group ( CDMG) involving Vice Directors, Chief of Excellent Health Services and some doctors of the excellent health services. The analyses are followed by Internal - External Matrix and BCG Matrix. Then the strategy is chosen and followed by discussions. The research concludes that the priority is Hemodialysis Unit within BCG Matrix is in Question Mark quadrant and within IE Matrix is in Growth and Build quadrant. And the Strategy is market penetration and product development. The suggest that all selected choosen strategies need optimally operation and then will be the Star quadrant within BCG Matrix. The other alternative services is Laboratory Unit, which can also strengthening competitive position in the hospital industries.
Read More
B-540
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stefanus Lukas; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-423
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
G.B. Roselinda Siwy; Pembimbing: Adang Bachtiar
B-465
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachel Amanda Indaryati; Pembimbing; Suprijanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Khofifah Any
Abstrak:

Penelitian ini membahas hubungan kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain studi crosssectinal. Dengan adanya penurunan kunjungan pasien lama antara tahun 2005 – 2009, RS PGI Cikini memiliki tantangan untuk meningkatkan kinerjanya. Analisis data menggunakan analisis univariat , bivariat  dan multivariat (regresi logistik). Hubungan signifikan diperlihatkan responsiveness, empathy dan assurance serta waktu tempuh dengan loyalitas pasien. Analisis regresi logistik menunjukan responsiveness  dan waktu tempuh memberikan pengaruh yang paling kuat untuk loyalitas pasien. Kata Kunci: kualitas pelayanan, loyalitas pasien


 This study explores the relationship of service quality and patient loyalty. This research is a quantitative research study design with cross-sectional. With a decrease in patient visit between the years 2005 – 2009, CCI Cikini Hospital have challenges to improve its performances. Analysis using univariate, bivariate, and multivariate (logistic regression). Significant relationships are shown between responsiveness, empathy and assurance as well as travel time with patient loyalty. Logistic regression analysis showed responsiveness and travel time provides the most powerful influence for patient loyalty. Key words : quality of service, patient loyalty

Read More
B-1300
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gerald Parulian Sitompul; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Amila Megraini, Purnawan Junadi, Sontang Simamora
B-1080
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adi Djajadi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Alex Papilaya, Supriyantoro, Suptijanto Rijadi
Abstrak: Situasi pemulihan ekonomi pasca resesi ekonomi 1998 sampai saat ini masih sangat mempengaruhi pembiayaan pemerintah terhadap lembaga / organisasinya dalam menjalankan fungsinya, termasuk didalamnya adalah organisasi rumah sakit. Untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dalam upaya mencapai kemandirian pembiayaan serta memperkecil rentang kendali, salah satu upaya yang dapat dilakukan rumah sakit Salak adalah membentuk Unit Khusus dari instalasi / unit yang dimilikinya melalui suatu kajian. Rumah sakit Salak memiliki tujuh instalasi / unit yang oleh manajemennya diperkirakan layak untuk ditetapkan menjadi unit khusus, antara lain : (1) rawat jalan, (2) rawat inap, (3) kamar bedah, (4) kebidanan, (5) Laboratorium, (6) radiologi, dan (7) gawat darurat. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh dan menetapkan unit khusus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode riset operasional. Adapun data yang diolah meliputi kinerja keuangan rumah sakit Salak (penerimaan pendapatan dan perolehan laba) serta Kinerja pelayanan rumah sakit Salak, Azra, PMI, Karya Bhakti (jumlah kunjungan, jumlah pasien masuk, jumlah tindakan, dan jumlah pemeriksaan). Analisa data dilakukan dengan menggunakan trend linear, matriks BCG, dan matriks uji banding variabel. Berdasarkan hasil penelitian, ditetapkan Instalasi Gawat Darurat sebagai Unit Khusus dengan Pengembangan Produk sebagai strategi dalam mempertahankan dan memimpin pasar jasa pelayanan ke-gawat darurat-an di kota Bogor. Penetapan instalasi gawat darurat sebagai unit khusus perlu segera direalisasikan karena merupakan the golden gate rumah sakit.
The situation of economic recovery after the economic recession in 1998 has still been affecting the financing of institutions/organizations, including hospitals, by the government. To increase its revenues so that it reaches financing autonomy, and to shorten the span of control, an effort conducted by Salak hospital is establishing strategic enterprise unit from its installations/units through a study. Salak hospital has seven installations/units, which are predicted feasible to be excellent by the management. They are (1) out-patient unit, (2) in-patient unit, (3) surgery room, (4) midwifery, (5) laboratory, (6) radiology, and (7) Emergency unit. The research objectives are to get and to determine the excellent installations/units. The research was done by using operational research method. Data processed include the hospital financial performance (revenue and profit) of Salak hospital and service performance of Salak, Azra, PMI, Karya Bhakti hospital (number of visit, number of admission, number of action, and number of examination). Data analysis was conducted by using the trend linear, BCG matrix, and variable compared matrix test. Based on the research, Emergengy unit was determined as the “Unit Khusus”. The installation applies Product Development as a strategy in maintaining and leading the market of emergency service in Bogor. The determination of Emergency Unit as a strategic business installation have to be brought to reality immediately because the installation is also the hospital golden gate.
Read More
B-902
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Murni; Pembimbing: Heru Kusumanto; Penguji: Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar, Sri Rahayu, Rini Rachmawati
Abstrak:

Isu globalisasi dan AFTA 2003, ditambah dengan semakin banyaknya jumlah Rumah Sakit yang memperebutkan segmen pasar yang relatif sama saat ini, menimbulkan persaingan antar Rumah Sakit yang semakin tajam. Situasi persaingan sepeni ini menjadikan konsep pemasaran menjadi penting dalam proses manajemen Rumah Sakit. Rcndahnya frekuensi kunjungan Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Setia Mitra (PRJ RSSM) diakinatkan oleh belum terprogramnya kegiatan pemasaran secara khusus. Untuk merintis kegiatan pemasaran hams diawali dengan adanya suatu stmtegi pemasaran, dan sebagai langkah awal daripada suatu desain strategi pemasaran maka dilakukanlah penelitian analisis pasar pelanggan sebagai dasar pcnentuan segmeutasi pasar, penetapan pasar sasaran serta penetapan posisi pasar. Langkah ini akan meneliti potensi-potensi pasar yang dimiliki untuk pengembangan PRJ RSSM sehingga dapat disusun suatu strategi pemasaran yang baik. Dilakukan survey segmentasi yang melihat aspek-aspek geogralis, demografis, psikograiis dan perilaku Ierhadap para pengguna jasa PR] RSSM, untuk menganalisis karakteristik para pengguria jasa dan pasar potential sebagai bahan penetapan pasar sasaran jangka pendek dan masa depan, serta pasar sasarah primer dan sekunder. Dilakukan penentuan posisi pasar melalui aspek pembandingan bauran pemasaran dengan Rumah Sakit Pesaing dan penetapan pernyataan posirioning Qoositioning statemeny. Desain penelitian ini adalah smdi kasus yang bersifat hybrid (gabungan) kuantitatif dan kualitatifl PeneTitian ini terdiri dari tiga tahapan, perlama pengambilan data kuantitatif diperoleh dengan survey cross seciional untuk melihat segmentasi pasar; tahapan kedua melalui kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pelanggan internal dan pihak manajemen RSSM, dan analisis terhadap segmen-segmen pasar yang dituju serta CDM dilakukan untuk penetapan target pasar serta penentuan posisi pasar. Selain berdasar data primer yang didapat, analisis dibantu dengan data sekunder yang didapatkan dari berbagai sumber. Hasil segmentasi geogratis dan demograiis menunjukan bahwa segmen pasar terbesar bagi PRJ RSSM adalah pasien yang datang dari Jakarta Selatan. Mayoritas berada pada kelompok usia produktif 20-39 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA-Sarjana, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan pegawai swasta_ Dari segmemasi psikogratis didapat bahwa mayoritas pelanggan ekstemal adalah mereka yang berasal dari status sosial ekonomi menen gah kc atas. Penelitian ini menghasilkan pasar sasaran jangka pendek dan masa depan serta pasar sasaran primer dan sekunder. Adapun pasar sasaran jangka pendek adalah segmen kelas ekonomi menengah, usia dewasa muda (20-39 tahun) yang berdomisili di Jakarta SeIatan. Sedangkan pasar sasaran masa depan adalah segmen kelas ekonomi menengah ke atas, usia dewasa mapan ( 40-49 tahun) hingga dewasa tua (50-69 talnm) di Jakarta Seiatan, Tangerang dan Depok. Adapun pasar sasaran primer adalah segmen kelas ekonomi menengah, usia dewasa muda di Jakarta Selatan. Sedangkan pasar sasaran sekunder adalah segmen kelas ekonomi menengah ke atas usia dewasa mapan / dewasa tua di Jakarta Selatan, Tangerang dan Depok. Penetapan posisi pasar mempertimbangkan aspek-aspek : perbandingan bauran pemasaran, aksesibilitas dan angka market share sewilayah Jakarta Selatan dan DKI, maka yang dipilih sebagai pesaing PRJ RS Setia Mitra adalah Poliklinik Rawat Jalan RS Gandaria dan Poliklinik Rawat Jalan RS Prikasih. Adapun penetapan pemyataan positioning PR) RSSM adalah : keluarga yang bijak memilih PRJ RSSM karena kaami adalah sahabat sctia yang telah melayani anda selama 18 tahun dalam memberikan layanan kesehatan terpadu, bermutu dan menyeluruh dengan efektif dan eiisien; dan Selalu berusaha agar dapat tetap terjangkau masyarakat. Karenanya kita tidak menyediakan teknotogi yang berlebihan, melainkan teknologi tepat guna sehingga pelanggan tidak akan terbebani dengan biaya yang tinggi. Teknologi kami ramah dan bersahabat bagi anda. Sekali bermitra, tetap setia. Kepuasan anda, harapan kami.


 

Globalization issue and AFTA 2003; combining with increasing in numbers of hospital serving the relatively same market segment leads to stiff competition among hospitals. In stiff competition situation, marketing concept becomes an important aspect in hospital management process. The low frequency visits to outpatient service of Setia Mitra Hospital is resulted from lack in marketing activities programme. Marketing strategy should be deteRMined before any marketing activities taken place. The first step of marketing strategy design is study of market analysis in determining segment, target and positioning. This step will study market potentials of outpatient service of Setia Mitra Hospital to produce a good marketing strategy. In this study, segmentation process are based on geographic, demographic, psychogtaphic, and human behavior of patient of outpatient service Setia Mitra Hospital, to analyze the characteristic of customer and potential market in deteRMining short term and long term target market, and primary and secondary target market- Comparative study of marketing mix with competitor and positioning statement aspect is used to determined market position. This study case design is hybrid between quantitative and qualitative desciptive analytic. Three phase in this study, first to be taken quantitative data based on survey to patient of outpatient service; secondly qualitative descriptive by doing deep interview to inteRNal customer and management of Setia Mitra Hospital, and analysis of market segment to determined is added by doing a Concencuss Decision Making (CDM) to choose the right target market and market positioning. Besides primary data, analysis is conducted using secondary data from several sources. The result of geographic and demographic segmentation shows that the biggest market segment of outpatient service of Setia Mitra Hospital is patients come from South Jakarta. Majority customer of outpatient service of Setia Mitra Hospital is classified into productive age among 20 to 39 years old, highschool to undergraduate level, occupations are housewife and private employee. From psychographic segmentation shows that customers come FRom middle economic class and up. This study results short term and long IGITI1 target market as well as primary and secondary target market. The short term target market is middle economic class segment, age young adults (20-39 years old) that lived in South Jakarta. The long term target market is middle economic class and up, age adults (40-49 years old) to old adults (50-69 years old) lived in South Jakarta, Tangerang, and Depok. Market position determination considers several aspects such as comparative of marketing mix, accessibility and the number of market share for South Jakarta and DKI area. Based on those aspects, competitors of Outpatient Service Setia Mitra Hospital are outpatient service of Gandaria Hospital and Prikasih Hospital. Positioning statement outpatient sen/ice Setia Mitra Hospitalis ?Wise family choose outpatient service Setia Mitra Hospital because we are the best partner that already served for 18 years in giving complete health care, high quality and thoroughly, effectively and efficiently, and always try to be reached by the community. Therefore, we do not give excessive technology but the right technology so customers will not pay unnecessary cost. Our technology is safe and familiar to you. Once become partner, always loyal. Your satisfaction is our hope.

Read More
B-573
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gini Permana Sulastini; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Indra Maryunif
B-1443
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Vianti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Khafifah Any, Iing Icshan Hanafi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Jatinegara adalah RS swasta yang ditetapkan menjadi RS dengan pelayanan anak sebagai layanan unggulan. Penetapan layanan unggulan ini dilakukan untuk menjaga keberadaan RS mengingat persaingan bisnis yang tinggi dengan adanya pertumbuhan jumlah RS baik swasta maupun pemerintah. Layangan unggulan anak ditetapkan di RS Hermina Jatinegara juga atas dasar riwayat RS yang sebelumnya merupakan RSIA dimana RS memiliki banyak sumber daya terkait pelayanan anak. Data rekam medis di RS Hermina Jatinegara menampilkan bahwa dalam kurun lima tahun terakhir didapatkan proporsi kunjungan pasien anak yang stabil baik rawat jalan maupun rawat inap. Tujuan penelitian: secara umum adalah tersusunnya rencana strategi pelayanan anak RS Hermina Jatinegara periode 2023-2027, secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dan posisi RS, diperolehnya gambaran positioning RS, tersusunnya strategi yang tepat bagi RS Hermina Jatinegara untuk mengembangkan pelayanan kesehatan anak, ditetapkannya indikator kinerja yang tepat digunakan untuk mengevaluasi implementasi rencana strategi dengan pendekatan Balanced Scorecard, ditetapkannya target sesuai dengan indikator kinerja yang digunakan dan ditetapkannya aktivitas dan biaya yang dibutuhkan. Metode penelitian: Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kualitatif hasil wawancara mendalam (in depth interview) dan Consensus Decisions Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa laporan rekam medis dan laporan kinerja rumah sakit sedangkan data kualititatif adalah dokumen internal RS dan dokumen eksternal yaitu regulasi Pemerintah, literatur, hasil penelitian dan data pendukung lain. Hasil penelitian: visi dan misi RS mendukung rencana strategis pengembangan layanan anak. Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan EFE Matrix dan IFE Matrix menunjukkan data yang mendukung untuk pengembangan. Hasil Matching Stage pada matriks IE menunjukkan posisi RS pada sel 1 di matriks IE, yaitu grow dan build sementara matriks TOWS menempatkan posisi RS pada future quadrant dengan SO strategies. Hasil QSPM dalam penentuan strategi prioritas menghasilkan urutan strategi sebagai berikut: pengembangan produk layanan kanker dan urologi anak, membuat jejaring rujukan dari FKTP dan FKRTL, pengembangan teknologi, redisain layout, promosi dan analisis unit cost. Strategi yang ada dilengkapi dengan 18 (delapan belas) KPI dengan target, aktivitas dan biaya masing-masing. Kesimpulan: rencana strategis yang dibuat lengkap dengan indikator sesuai BSC dan target akan mampu menjadi pedoman bagi RS dalam mewujudkan pelayanan anak sebagai layanan unggulan.

Background: Hermina Jatinegara Hospital is a private hospital that is designated as a hospital with children's services as a superior service. The determination of superior services is carried out to maintain the existence of hospitals considering the high business competition with the growth in the number of hospitals, both private and government. Children's flagship kites are set at Hermina Jatinegara Hospital also based on the history of the hospital which was previously an RSIA where the hospital has many resources related to children's services. Medical record data at Hermina Jatinegara Hospital shows that in the last five years, a stable proportion of pediatric patient visits, both outpatient and inpatient, has been obtained. Objesctives: In general, the preparation of a child service strategy plan for Hermina Jatinegara Hospital for the 2023-2027 period, specifically is the identification of the situation analysis and position of the hospital, obtaining an overview of hospital positioning, compiling the right strategy for Hermina Jatinegara Hospital to develop children's health services, the establishment of appropriate performance indicators used to evaluate the implementation of the strategy plan with an approach Balanced Scorecard, the setting of targets in accordance with the performance indicators used and the determination of activities and costs needed. Method: The types of data in this study are primary data and secondary data. Primary data is qualitative data from in-depth interviews and Consensus Decisions Making Group (CDMG) with informants. Secondary data consists of quantitative data and qualitative data. Quantitative data is in the form of medical record reports and hospital performance reports while qualitative data are internal hospital documents and external documents, namely government regulations, literature, research results and other supporting data. Results: the vision and mission of the hospital supports the strategic plan for the development of children's services. Analysis of the internal and external environment with EFE Matrix and IFE Matrix shows favorable data for development. The Matching Stage result in the IE matrix shows the RS position in cell 1 in the IE matrix, namely grow and build while the TOWS matrix places the RS position in the future quadrant with SO strategies. The results of QSPM in determining priority strategies resulted in the following sequence of strategies: development of children's cancer and urology service products, creating referral networks from FKTP and FKRTL, technology development, layout design, promotion and analysis of unit cost. The existing strategy is equipped with 18 (eighteen) KPIs with their respective targets, activities and costs. Conclusion: the strategic plan made complete with indicators according to BSC and targets will be able to become a guideline for hospitals in realizing children's services as superior services
Read More
B-2382
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive