Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32528 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syarifah; Pembimbing: Adang Bachtiar
T-919
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Murdiningsih; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
T-987
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmijati; Pembimbing: Dewi Susanna
T-1136
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Terry Tiara; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Rizka Ayu Intany
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai analisis kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif diWilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Penelitiandilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatifdengan 10 informan yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang dibagiberdasarkan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusifnya. Data dikumpulkan melaluiwawancara mendalam (Indepth Interview) dan dilakukan triangulasi sumber data yangmencakup bidan puskesmas dan keluarga informan. Hasil penelitian menunjukkanadanya kecenderungan hubungan antara faktor pendorong, faktor pemungkin dan faktorpenguat dengan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif. Adapun faktor pendorongadalah pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor pemungkinadalah akses media massa (sumber informasi). Dari segi faktor penguat, dukungankeluarga dan dukungan tenaga kesehatan paling kuat pengaruhnya terhadap kegagalanpraktik pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian menyarankan agar dinas kesehatanmelakukan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASIEksklusif melalui media massa, petugas kesehatan melakukan penyuluhan dan konselingtentang ASI Eksklusif dengan media edukasi yang lebih menarik serta melakukankoordinasi dengan lintas sector seperti bidan praktik swasta dan rumah sakit terkaitpemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci : Kegagalan ASI Eksklusif, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga.
Read More
S-9700
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurpelita; Pebimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Kusharisupeni, A.Y.G. Wibisnono
Abstrak:

Untuk mendapatkan gizi yang baik pada bayi yang haru lahir, ibu harus sesegera mungkin menyusui bayinya ksrena ASI sangat berperan panting untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi. Oleh karena itu, bayi yang berumur 0-6 bulan dianjurkan hanya diberi ASI tanpa pengganti ASI maupun makanan pendamping. Berdasarkan laporan profil kesebatan Kab. Siak target pencapaian pembarian ASI eksklusif 45,2% pada tabun 2005. Mengingat pentingnya pemberian ASI eksklusif dalam upaya peningkatan sumber daya manusia, maka perluadanya usaha yang keras melalui penyuluhan-penyuluhan pada masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untu mengetahui faktor predisposisi, faktor pendukung dan faktor pendorong yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas buatan II kab. Siak tahun 2007. Adapun rancangan penelitian adalah cross sectional pada 109 ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas Buatan II kab. Siak tahun 2007. Dari hasil penelitian ini diketahui proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas Buatan II cakupannya masih rendah yaitu: 17.4 %. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian Asi eksklusif adalah pendidikan, sikap, kemampuan petugas, dukungan petugas (p<0,05). Sedang faktor umur, pengetahuan, pekerjaan, fasilitas keselmtan dan dukungan keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI eksklusif (p>O,O5). Tidak ada hubungan interaksi antara variabel pendidikan dengan sikap dan kemampuan petugas dengan dukungan petugas. Ibu yang berpendidikan tinggi mempunyai peluang 4,557 kali untuk menyusui secara eksklusif dlbanding ibu yang mempunyai pendidikan rendah. Ibu yang mempunyai sikap positif mempunyai peluang 5,101 kali menyusui secara eksklusif dibanding ibu yang mempunyai sikap negatif: Ibu yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan kemampuan petugas yang baik mempunyai peluang 6,974 kali menyusui secara eksklusif dlbanding ibu yang mendapatkan pelayanan keselmtan dengan kemampuan petugas yang kurang. lbu yang mendapaikan dukungan petugas kesehatan mempunyai peluang 5,333 kali menyusui secara eksklusif dibanding ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari petugas kasehatan.


To provide good nutrition for a new home baby, the mother should as soon as possible breast-feed her baby a breast milk is very important to save the lire of the baby. That's the reason why babies between the ages of 0 - 6 months are encouraged to be breast-fed without any additional mother's milk replacement or food supplement. Based on the report from Siak regency health profile, achievement target for exclusive breast-feeding is 45.2 % in 2005. Knowing the importance of exclusive breast-feeding in improving human resources quality, it's imperative to work even harder through counseling to the public. The goal of the research is to uncover the predisposition factors, supporting factors and encouraging factors related to the exclusive breast-feeding in the working district of "puskesmas buatan II, Siak regency in 2007. While the research itself is designed by cross sectional to 109 mothers who breast-feed in the working district of "Puskesmas Buatan II" siak regency in 2007. The result of this research is the knowledge thet the percentage of mothers who breast-fed their babies exclusively in working district of»Puskesmas buatan [l '; was still very low which was: 17.4%. Factors that affected the exclusive breast-feeding is the variable of education, attitude, staff skill staff support (p>0.05a). While factors such as age, knowledge, job, health facility and family support has no significant relation with exclusive breast-feeding. Theres no inter-act relation between the variable of education with attitude, and between quality of the staff and its support. The opportunity for mothers who have higher education In breast-feed their babies exclusively is 4.557 times more than mothers with lower education. The opportunity for mothers who have positive attitude to breast-feed their babies exclusively is 5.101 times more than mothers with negative attitude. Opportunity for mothers who get health service from a better quality health institution staff are 6.974 times more likely to breast-feed their babies than mothers who get health service from a poor quality of health institution staff Mothers who get support from the health institution staff have the opportunity to breast-feed 5.333 times more than mothers who don't have support from the heals institution staff.

Read More
T-2516
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulyanti; Pembimbing: Fikawati, Sandra; Penguji: Syafiq, Ahmad; Izwardy, Doddy
S-9264
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hariyani Sulistyoningsih; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sandra Fikawati, Mieke Savitri, Bagus Satriya Budi, Hendri Hendriyan
Abstrak:

Air Susu lbu (ASI) merupakan makanan utama bayi terutama pada enam bulan pertama kehidupan bayi berusia 6 bulan tidak mengbasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Pemerintah Indonasia melaui SUrat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 menetapkan Pemberian ASI secara Eksklusif pada Bayi sampai usia enam Bulan. Kenyatannya hasil Survey Demografi dan Kesebatan Indonesia (SDK1) tahun 2002-2003 menW>jukkan masih terdapat 13% bayi di bawah usia dua bulan yang telah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi usia 2-3 bulan te1ah diberi makanan tambaban. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambarau pola pemberian ASI di wilayah kerja Paskesmas Sukarame Kabupaten Tasikmalaya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden yang memberikan ASI secara eksklusif hanya 13,7%, dan proporsi bayi dengan gizi balk sebesar 94,33%. Fakror-faktor predisposisi yang berbubungan dengan pola pemberian ASI adalab pengetahuan ibu tentang ASI, sikap ibu terbadap AS!, rencana pemberian ASI eksklusif; pemberian ASI segera, pendidkan ibu, dan usia ibu. Ibu yang memiliki pengetahuan balk tentang ASI memiliki peluang 11 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang memiliki pengetahuan lattang tentang ASI Ibu dengan sikap yang baik terhadap ASI memiliki peluang 6,938 kali lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif darlpada ibu dengan sikap yang matang terhadap ASI. Ibu yang memiliki rencana untuk memberikan ASI eksklusif dan ibu yang melakukan pemberian ASI segera masing-masing memiliki peluang lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 61,818 kali. Ibu dengan pendidikan minimal SMA memiliki peluang 6,790 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang berpendidikan lebih rendah darl SMA, sedangkan ibu dengan usia minimal 25 tahun betpeluang 4,846 k11Il lebih besar untuk dapat memberikan ASI ekslusif dibandingkan ibu yang berusia di bawah 25 tahun. Faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi pola pemberian ASI adalah anenatal care (ANC).


Mother's milk is baby's main food especially at the first six months of life. Indonesian government through decn1e of Health Minister of Republic Indonesia number 4SOIMenl:es/SKIIV/2004 defined exclusive breastfeeding until six months old. It was the fact that the result of Indonesian Demography: and Health Survey (SDKI) in 2002-2003 showed that some 13% of babies under two months old bail been given formula milk and one of three babies of 2-3 months old had been given additional food. This research was condueted to know the description of breastfeeding pattern at working area of Sukarame Public Health Centre of Tasikmalaya regency. Samples in the research were all mother having five -7 months old babies. The number of sample was 124 mothers. The data collected comprised that the breastfeeding pattern, mother's education, mother's knowledge and attitude, the number of children, childbirth space, plan of breastfeeding in the pregnancy period, immediate breastfeeding, antenatal care, child birth place, child birth aid, child birth method, mother's health status, mother's age, mother's job, support of husband, support of parents, support of health officer and nutrition status of baby. The study showed that respondent proportion of exclusively breastfeed was only 13,7"/o and proportion of babies with good nutrition was 94,35%. Predisposition factors that influencing exclusive breastfeeding was as follow: mother having good knowledge about exclusively breastfeed had 8 times higher possibility to exclusively breastfeed compared to the mothers not having good knowledge. Mothers having good attitude toward exclusively breastfeed bad 6,938 times higher possibility to exclusively breastfeed compared to the mothers not having good attitude. Plan of influencing exclusive breastfeeding WBS as follow: mother getting support of husband to breastfeed exclusively had 2,950 times higher possibility to exclusively breas1feed.

Read More
T-2866
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arind Vicha Pradina; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sandra Fikawati, Hikmah Kurmiawati, Wayan Sri Agustina
Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyebutkan bahwa cakupan ASI eksklusif baru mencapai 38%. Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes tahun 2014 diketahui cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 54,3%. Cakupan ASI eksklusif di Jawa Barat hanya sebesar 33,7% dan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bandung pada tahun 2016 sebesar 17,2%. Cukup rendahnya cakupan ASI eksklusif disebabkan berbagai faktor. Salah satunya faktor ibu bekerja, terlebih Jawa Barat adalah jantung industri nasional. Angkatan kerja wanita pun cukup besar di propinsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif pada ibu bekerja sektor industri di salah satu pusat industri di wilayah Kabupaten Bandung di Bawah pantauan wilayah Kerja Puskesmas Katapang berdasarkan teori Integrated Behavioral Model (IBM). Rancangan penelitian ini memakai desain cross sectional pada data primer yang terdiri dari 114 responden. Penelitian dilakukan pada akhir bulan Mei 2017. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kegagalan ASI eksklusif pada pekerja sektor industri sebesar 74,6% dengan 48,28% memberi alasan bahwa ibu sibuk bekerja/habis masa cuti. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif adalah niat menyusui eksklusif (p-value 0,021; OR 3,0; 95%CI 1,254-7,176) dan ketrampilan manajemen laktasi (p-value 0,012; OR 4,22; 95%CI 1,46-12,18). Berdasarkan analisis multivariat diketahui bahwa faktor paling dominan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah niat memberikan ASI eksklusif (p-value 0,018; OR 3,9; 95%CI 1,269-12,055). Niat menyusui eksklusif juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan ibu (p-value 0,002; OR 6,23; 95%CI 2,011-19,300), dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,000; OR 8,18; 95%CI 2,612-25,638), dukungan atasan (p-value 0,008; OR 6,59; 95%CI 1,635- 26,590) dan dukungan suami (p-value 0,006; OR 5,519; 95%CI 1,639-18,578).

Basic Health Research Results of 2013 stated that exclusive coverage of breastfeeding reached 38% only. According to Center of Data and Information Ministry of Health in 2014 known exclusive breastfeeding coverage in Indonesia by 54.3%. Exclusive breastfeeding coverage in West Java was only 33.7% and the coverage of exclusive breastfeeding in Bandung Regency in 2016 was 17.2%. The low coverage of exclusive breastfeeding is due to various factors. One of them work mother factor, especially West Java is the central of national industry. Women's labor force is quite large in the province. This study aims to determine the causing factors exclusive breastfeeding failure in industrial working mothers in one industrial center in Bandung Regency under the monitoring of Katapang health center working area based on Integrated Behavioral Model (IBM) theory. The design of this study used cross sectional design on primary data consisting of 114 respondents. The study was conducted at the end of May 2017. Data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression prediction model. The results showed the proportion of exclusive breastfeeding failure in industrial sector workers of 74.6% with 48.28% giving the reason that the mother is busy working / out of leave period. Factors that have significant effect on exclusive breastfeeding are exclusive breastfeeding (p-value 0.021, OR 3.0, 95% CI 1,254-7,176) and lactation management skills (p-value 0.012, OR 4.22, 95% CI 1, 46-12.18). Based on multivariate analysis, it is known that the most dominant factor influencing exclusive breastfeeding is the intention of exclusive breastfeeding (p-value 0.018; OR 3,9; 95% CI 1,269-12,055). Exclusive breastfeeding intentions are also influenced by maternal education factors (p-value 0.002, OR 6.23, 95% CI 2.011- 19,300), healthcare support (p-value 0,000, OR 8.18, 95% CI 2,612-25,638), leader Support (p-value 0,008; OR 6,59; 95% CI 1,635-26,590) and husband support (p-value 0,006; OR 5,519; 95% CI 1,639-18,578). 
Read More
T-5012
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusuma Dini; Pembimbing: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq; Penguji: Ella Nurlelawati, Eti Rohati
T-3900
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virgin Susilowati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Evi Fatimah, Ade Jubaedah
Abstrak: Perkembangan anak di awal kehidupannya akan mempengaruhi kesejahteraannya dikemudian hari. Perkembangan awal anak akan optimal bila kebutuhan gizinya terpenuhi. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi di awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubangan pola pemberian ASI dengan perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jambon dengan jumlah responden sebanyak 141 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 47,5% mengalami perkembangan suspek terhambat, dan bayi dengan ASI eksklusif yang mengalami perkembangan suspek terhambat sebesar 26,2%. Berdasar analisis statistik regresi logistik berganda menunjukkan hasil ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan perkembangan bayi p=0,010 (95% CI 1,349-9,517). Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 3,6 kali lebih besar untuk mengalami perkembangan suspek terhambat
Read More
T-6006
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive