Ditemukan 36569 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ivonne Kusumaningtias; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Kusdinar Achmad, Suroto, Misti
Abstrak:
Tekanan darah tinggi atau biasa disebut hipertensi, merupakan salah satu masalahkesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia termasuk Indonesia.Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatantekanan darah secara kronis dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui faktor paling dominan (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, IMT, lingkarpinggang, asupan natrium, asupan lemak, aktifitas fisik dan stres) kejadian hipertensipada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat denganmenggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai DirektoratJenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Sampel penelitian adalahpegawai dengan usia 26-57 tahun dengan jumlah 84 orang. Hasil penelitian dengananalisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur (p= 0.023) dan obesitas(p=0,043) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariabel menunjukkan faktor yangpaling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai adalah IMT (pvalue 0.02). Pegawai dengan obesitas berisiko 4 kali untuk menderita hipertensidibandingkan dengan pegawai yang tidak obesitas. Umur juga merupakan salah satufaktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai umur 26-57 tahun (pvalue = 0.02).Kata kunci : faktor dominan, hipertensi, obesitas, umur.
Read More
T-4787
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eri Rachmawati; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Fatmah, Suroto, Mury Kuswari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kebugaran bedasarkanstatus obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi dan kebiasaan merokok pada PNS DirjenKesmas Kementerian Kesehatan . Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan responden 78 orang. Data yang dikumpulkan meliputi denyutnadi, IMT, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, protein, lemak dankarbohidrat. Pengukuran kebugaran dengan menggunakan metode YMCA. Statusobesitas diukur dengan indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menggunakankuesioner GPAQ dan asupan gizi menggunakan food recall. Hasil penelitian adaperbedaan bermakna status kebugaran berdasarkan asupan karbohidrat. Disarankanmengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan terutamaprotein yang pada penelitian ini terbukti berperan terhadap tubuh yang bugar.
Kata Kunci : Kebugaran, obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi
This study aimed to determine differences in fitness status based on the status ofobesity, physical activity, nutrition and smoking habits on the governmentemployees Directorate General for Public Health, Ministry of Health. This studyused a cross-sectional study design with respondents of 78 people. Data collectedwere pulse, BMI, physical activity, smoking habits, intake of energy, protein, fatand carbohydrates. Fitness measurements used the YMCA; obesity status wasmeasured with body mass index(IMT); physical activity obtained with GPAQ andnutrient intake used a 24 hour food recall. There is significant difference in fitnessstatus based on the intake of carbohydrates. It is advisable to consume food inaccordance with nutritional requirements recommended especially proteins in thisstudy proved to contribute to a fit body .
Keywords : Fitness, obesity, physical activity, nutrient intake.
Read More
Kata Kunci : Kebugaran, obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi
This study aimed to determine differences in fitness status based on the status ofobesity, physical activity, nutrition and smoking habits on the governmentemployees Directorate General for Public Health, Ministry of Health. This studyused a cross-sectional study design with respondents of 78 people. Data collectedwere pulse, BMI, physical activity, smoking habits, intake of energy, protein, fatand carbohydrates. Fitness measurements used the YMCA; obesity status wasmeasured with body mass index(IMT); physical activity obtained with GPAQ andnutrient intake used a 24 hour food recall. There is significant difference in fitnessstatus based on the intake of carbohydrates. It is advisable to consume food inaccordance with nutritional requirements recommended especially proteins in thisstudy proved to contribute to a fit body .
Keywords : Fitness, obesity, physical activity, nutrient intake.
T-4664
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmi Nurmadinisia; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad, Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Yuni Zahraini; Mahyudin
Abstrak:
ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi faktor risiko dari timbulnya berbagai penyakit degeneratif terutama penyakit kardiovaskular. Obesitas disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya aktifitas fisik, durasi tidur, riwayat genetik, jenis kelamin, tingkat stress, asupan zat gizi makro seperti asupan energi, karbohidrat, protein, lemak dan serat. Salah satu pekerjaan yang paling berisiko mengalami obesitas adalah pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintahan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan aktifitas fisik sebagai faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada pegawai negeri sipil Unit Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan design crossectional di Kantor Kementerian Agama RI, Biro Umum dan Kepegawaian Unit Sekretariat Jenderal dengan sampel 100 PNS. Data yang didapat merupakan data primer yang terdiri dari aktifitas fisik, tingkat stress, karakteristik responden yang terdiri dari Usia, Jenis Kelamin, Berat Badan dan Tinggi Badan, Riwayat Genetik dan Durasi Tidur yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner oleh responden. Selain itu, juga terdapat data asupan makan menggunakan metode recall 24 jam yang diperoleh dengan cara wawancara kepada responden. Hasil penelitian mendapatkan bahwa aktifitas fisik, riwayat genetik, durasi tidur, asupan kabohidrat memiliki perbedaan yang signifikan pada kejadian obesitas PNS Kemenag (p= 0,05). Analisa regresi logistik ganda mendapatkan hasil bahwa aktifitas fisik merupakan faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada PNS Kemenag Unit Sekjen. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang paling tepat untuk menurunkan risiko dan mencegah terjadinya obesitas pada responden adalah melakukan aktifitas fisik secara rutin. Sehingga dibutuhkan keterlibatan instansi kantor dalam hal ini Kementerian Agama untuk melakukan upaya peningkatan aktifitas fisik pada pegawai. Kata kunci: Obesitas, Aktifitas Fisik, Pegawai Negeri Sipil, Faktor dominan, Obesity is one of the causes of cardiovascular disease that is the leading cause of global death and a risk factor for the emergence of various degenerative diseases, especially cardiovascular disease. Obesity was caused by a variety of factors, including physical activity, sleep duration, genetic history, sex, stress levels, macro nutrient intake such as energy intake, carbohydrates, protein, fat and fiber. One of the jobs most at risk of obesity is civil servants (PNS) or government employees. The purpose of this study is to prove physical activity as the dominant factor that distinguishes the incidence of obesity in civil servants of the Secretariat General Unit of the Ministry of Religious Affairs. This research was conducted with cross-sectional design at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Indonesia, General Bureau and Personnel of the General Secretariat Unit with a sample of 100 civil servants. The data obtained are primary data consisting of physical activity, stress level, respondent characteristics consisting of Age, Gender, Weight and Body height, Genetic History and Sleep Duration obtained based on the questionnaire filling by respondents. In addition, there is also data intake of food using 24-hour recall method obtained by interview to respondents. The results of the study found that physical activity, sleep duration, genetics history and carbohydrate intake had significant differences in the incidence of obesity of PNS Kemenag (p = 0,005). Multiple logistic regression analysis found that physical activity was the dominant factor that distinguished the obesity incident in PNS Kemenag Unit Sekjen. This suggests that the most appropriate effort to reduce the risk and prevent the occurrence of obesity in the respondents is to do regular physical activity. So it takes the involvement of office agencies in this case the Ministry of Religious Affairs to make efforts to increase physical activity on employees. Keywords: Obesity, Physical Activity, Civil Servant, Dominant Factor
Read More
T-5196
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mujahidil Aslam; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Engkus Kusdinar Achmad, Dwiretno Yuliarti, Rian Anggraini
Abstrak:
ABSTRAK Remaja merupakan proses perkembangan menuju dewasa. Masa remaja ini rentan terhadap terjadinya risiko penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian desain cross sectional. Metode sampling secara simple random sampling. Tujuan penelitian mengetahui faktor dominan kejadian hipertensi pada siswa di SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11,8% dari 152 siswa di SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor mengalami hipertensi. Faktor yang berhubungan bermakna adalah jenis kelamin, IMT/U dan durasi tidur. Faktor paling dominan adalah jenis kelamin. Saran untuk siswa melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang serta mengurangi makanan yang berlemak yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan kegemukan. Kata kunci: Hipertensi, IMT/U, jenis kelamin, remaja ABSTRACT Adolescence is a process of development toward adulthood. Adolescence is vulnerable to the occurrence of the risk of degenerative diseases, one of which is hypertension. This research is a cross sectional design study. A simple random sampling method. The purpose of research to determine the dominant factors of hypertension incidence in students in SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor Year 2018. The results showed that 11.8% of 152 students in SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor hypertension. Related factors are gender, BMI of age and sleep duration. The most dominant factor is gender. Suggestions for students perform routine blood tests and nutritious foods and reduce fatty foods that can form high blood and obesity. Key words: Hypertension, BMI of age, gender, adolesecent
Read More
T-5184
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Qonitah Azzahra; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Dwiretno Yuliarti
Abstrak:
Hipertensi pada remaja semakin meningkat dan menyebabkan peningkatan berbagai penyakit degeneratif lainnya ketika dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang paling berhubungan terhadap kejadian prehipertensi dan hipertensi pada remaja usia 15-18 tahun di SMA Negeri 3 Kisaran Kabupaten Asahan Sumatera Utara tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional yang dilakukan pada 145 responden kelas X dan XI. Variabel dependen yang diteliti adalah hipertensi dan prehipertensi sedangkan variabel independen yang diteliti adalah jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, status gizi, asupan energi, asupan lemak, asupan natrium, asupan serat, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, keadaan stres dan durasi tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi prehipertensi 42,1% dan hipertensi 12,4%. Berdasarkan hasil analisis bivariat terdapat perbedaan bermaknan antara prehipertensi dan hipertensi berdasarkan jenis kelamin (p value = 0,005), riwayat hipertensi keluarga (p value = 0,040), status gizi (p value = 0,012), asupan lemak (p value = 0,036), asupan natrium (p value = 0,031), asupan serat (p value = 0,010), aktivitas fisik (p value = 0,044), keadaan stres (p value = 0,043), dan durasi tidur (p value = 0,023). Sedangkan bedasarkan analisis multivariat, faktor dominan kejadian prehipertensi dan hipertensi adalah aktivitas fisik. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti hubungan kasualitas pada faktorfaktor tersebut dan untuk mencari apakah ada faktor dominan lain yang berhubungan dengan kejadian prehipertensi dan hipertensi pada remaja. Peneliti menyarankan agar siswa rutin melakukan pengukuran tekanan darah setidaknya sebulan sekali, aktif berolahraga paling sedikit tiga kali seminggu, memantau berat badan minimal sebulan sekali untuk memantau status gizi baik, dan menjaga asupan zat gizi dengan mengonsumsi makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Kata Kunci: hipertensi, remaja, aktivitas fisik, status gizi
Hypertension in adolescents has increased and led to an increase in various other degenerative diseases when adults. The purpose of this study was to determine the most dominant factor that related to the incidence of prehypertension and hypertension in adolescents aged 15-18 years old at SMA Negeri 3 Kisaran Asahan District North Sumatra in 2016. The study used cross-sectional design which was conducted on 145 respondents of 10th and 11th grader. The dependent variables in this study is hypertension and prehypertension, while independent variables were gender, family history of hypertension, nutritional status, energy intake, fat intake, sodium intake, fiber intake, physical activity, smoking, stress and sleep duration. The results showed that the prevalence of prehypertension and hypertension were 42,1% and 12,4% respectively. Based on the bivariate analysis, there were significant differences between prehypertension and hyepertension based on sex (p value = 0,005), family history of hypertension (p value = 0,040), nutritional status (p value = 0,012), fat intake (p value = 0,036), sodium intake (p value = 0,031), fiber intake (p value = 0,010), physical activity (p value = 0,044), stress (p value = 0,043), and sleep duration (p value = 0,023). While based on the multiariate analysis, the dominant factor of prehypertension and hypertension was physical activity. Further research is needed to examine the relationship of causality on these factors and to explore whether there other dominant factor of prehypertension and hypertension among adolescents. The author suggests that the students should routinely check the blood pressure measurements at least once a month, exercise at least three times a week, monitoring the body weight at least once a month to maintain good nutrional status, and keep the intake of nutritionts by eating foods according to balanced nutriotional guidelines. Keywords: hypertension, adolescents, physical activity, nutritional status
Read More
Hypertension in adolescents has increased and led to an increase in various other degenerative diseases when adults. The purpose of this study was to determine the most dominant factor that related to the incidence of prehypertension and hypertension in adolescents aged 15-18 years old at SMA Negeri 3 Kisaran Asahan District North Sumatra in 2016. The study used cross-sectional design which was conducted on 145 respondents of 10th and 11th grader. The dependent variables in this study is hypertension and prehypertension, while independent variables were gender, family history of hypertension, nutritional status, energy intake, fat intake, sodium intake, fiber intake, physical activity, smoking, stress and sleep duration. The results showed that the prevalence of prehypertension and hypertension were 42,1% and 12,4% respectively. Based on the bivariate analysis, there were significant differences between prehypertension and hyepertension based on sex (p value = 0,005), family history of hypertension (p value = 0,040), nutritional status (p value = 0,012), fat intake (p value = 0,036), sodium intake (p value = 0,031), fiber intake (p value = 0,010), physical activity (p value = 0,044), stress (p value = 0,043), and sleep duration (p value = 0,023). While based on the multiariate analysis, the dominant factor of prehypertension and hypertension was physical activity. Further research is needed to examine the relationship of causality on these factors and to explore whether there other dominant factor of prehypertension and hypertension among adolescents. The author suggests that the students should routinely check the blood pressure measurements at least once a month, exercise at least three times a week, monitoring the body weight at least once a month to maintain good nutrional status, and keep the intake of nutritionts by eating foods according to balanced nutriotional guidelines. Keywords: hypertension, adolescents, physical activity, nutritional status
S-9103
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vidya Arini; Pembimbing :Triyanti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Dya Santi Puspitasari
Abstrak:
Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama untuk kematian global dan dapatmenimbulkan komplikasi seperti gagal ginjal, penyakit jantung koroner, danstroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penelitian ini membahas mengenaigambaran dan faktor risiko hipertensi pada pegawai IPSK LIPI Jakarta. Desainstudi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak122 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat,dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisismultivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi hipertensi adalah 40,2 %. Analisis bivariat menunjukkanhubungan hipertensi yang bermakna dengan umur, riwayat hipertensi keluarga,aktivitas fisik, indeks massa tubuh, dan kebiasaan makan tinggi lemak dannatrium. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan makan tingginatirum merupakan faktor dominan hipertensi dengan nilai p-value 0,001 dannilai OR 8,409. Saran yang dapat diberikan adalah pemantauan berat badan,membatasi makanan tinggi lemak dan natrium, dan meningkatkan aktivitas fisik.Kata kunci: hipertensi, IMT, kebiasaan makan, aktivitas fisik, pegawai
Hypertension is one of the major risk factor for global death and can lead tocomplications such as kidney failure, coronary heart disease, stroke, and othervascular diseases. This study discusses about prevalence and risk factors ofhypertension in IPSK LIPI employees, Jakarta. The study design used was crosssectional with 122 respondents. This study used univariate, bivariate, andmultivariate analysis. Bivariate analysis using chi-square test and multivariateanalysis using multiple logistic regression. Overall prevalence of hypertensionwas 40.2%. Bivariate analysis showed significant relationship of hypertensionwith age, family history of hypertension, physical activity, body mass index, andeating habit of high fat and sodium. The result of multivariate analysis showedthat eating habit of hight sodium were dominant factor of hypertension with p-value 0,001 and OR was 8,409. Suggest that can be given to weight monitoring,restrict foods high in fat and sodium, and increase physical activity.Keywords: hypertension, BMI, eating habits, physical activity, employee.
Read More
Hypertension is one of the major risk factor for global death and can lead tocomplications such as kidney failure, coronary heart disease, stroke, and othervascular diseases. This study discusses about prevalence and risk factors ofhypertension in IPSK LIPI employees, Jakarta. The study design used was crosssectional with 122 respondents. This study used univariate, bivariate, andmultivariate analysis. Bivariate analysis using chi-square test and multivariateanalysis using multiple logistic regression. Overall prevalence of hypertensionwas 40.2%. Bivariate analysis showed significant relationship of hypertensionwith age, family history of hypertension, physical activity, body mass index, andeating habit of high fat and sodium. The result of multivariate analysis showedthat eating habit of hight sodium were dominant factor of hypertension with p-value 0,001 and OR was 8,409. Suggest that can be given to weight monitoring,restrict foods high in fat and sodium, and increase physical activity.Keywords: hypertension, BMI, eating habits, physical activity, employee.
S-9536
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Riski Septianing Astuti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Agus Triwinarto
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai gambaran tekanan darah, faktor risiko, dan faktor dominan hipertensi pada Pegawai Kantor Pusat PT.Pos Indonesia di Jakarta. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional terhadap 132 responden. Pengambilan data dilakukan selama 4 minggu sejak bulan April-Mei 2016. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat yang digunakan sebagian besar menggunakan chi square, hanya 1 analisis bivariate yang menggunakan independent t-test, dan hanya 1 analisis yang menggunakan Mann Whitney-U. Analisis multivariat yang digunakan adalah regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi adalah 22,70%. Riwayat hipertensi keluarga, persen lemak tubuh, durasi tidur, kebugaran, dan asupan natrium merupakan variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang signifikan terhadap hipertensi. Asupan sayur dan buah merupakan faktor dominan terhadap hipertensi dengan nilai p value 0,017 dan nilai OR 7,204. Saran yang diberikan untuk mencegah hipertensi dan mengontrol nilai tekanan darah bagi penderita hipertensi adalah perbaikan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Kata kunci: aktivitas fisik, asupan makanan, asupan sayur dan buah, hipertensi, pegawai The focus on this study is to discuss about prevalence blood pressure, risk factors, and dominant factor of hypertension in Main Office PT.Pos Indonesia Employee, Jakarta. Study design that used is cross sectional with 132 respondents. Data collection was done in four weeks in April-Mei 2016. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. Chi square is mostly used in bivariate analysis, one with independent t-test, and one with Mann Whitney-U. Logistic regression is used in multivariate analysis. The result is prevalence hypertension is 22,70%. Gen, body fat percentage, sleep duration, fitness, and sodium intake is related to blood pressure. Vegetables and Fruits intake is a dominant factor for hypertension with p value 0,017 and OR 7,204. It is suggested that employee have to decrease high natrium and fat food, increase vegetables and fruits intake, and enhance physical activity. Key words: employee, food intake, hypertension, physical activity, vegetables and fruits intake
Read More
S-9190
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Radina Aryanti Putri; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Kusharisupeni Djokoujono, Rahmawati
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi kronis yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan prestasi belajar pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang dominan pada siswa sekolah dasar kelas 1 di Jakarta Utara Tahun 2016. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan metode Multistage Sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 156 siswa sekolah dasar kelas 1 di Jakarta Utara Tahun 2016 dengan responden yang memberikan informasi penelitian yaitu ibu dari siswa tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2016. Data penelitian diperoleh melalui angket, formulir FFQ, dan pengukuran antropometri. Uji yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji Chi-square dan uji T-independent, sedangkan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19,2% siswa mengalami stunting dan terdapat perbedaan proporsi bermakna antara stunting menurut ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, sanitasi dan kebersihan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, suplementasi vitamin A, status imunisasi, pola asuh, pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan frekuensi konsumsi makanan sumber zat gizi (protein, vitamin A, zat besi, dan seng). Kemudian, dari hasil analisis regresi logistik didapatkan suplementasi vitamin A sebagai faktor dominan. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dapat melakukan perbaikan gizi siswa sekolah dasar baik melalui pemantauan status gizi berkala, muatan gizi di sekolah, perbaikan sanitasi dan lingkungan. Selain itu, sekolah dapat mendukung kinerja pemerintah melalui program sekolah sehat dan edukasi terhadap orang tua siswa. Kata kunci: Stunting, siswa sekolah dasar kelas 1, suplementasi vitamin A
Read More
S-9057
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nimas Mita Etika M; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rahmawati
Abstrak:
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis pada anak yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif serta fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Barat tahun 2016. Penelitian ini berdesain studi cross sectional, menggunakan data primer dengan sampel 182 orang siswa dari 6 sekolah dasar negeri di Jakarta Barat yang dilakukan pada April-Mei 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan food frequency questionnaire secara mandiri oleh responden. Dari hasil penelitian diketahui terdapat 21,4% siswa mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata frekuensi konsumsi seng, zat besi, vitamin A, dan protein serta ada perbedaan proporsi antara berat badan lahir (OR=6,31), pemberian ASI eksklusif (OR=2,62), riwayat penyakit infeksi (OR=2,86), status imunisasi dasar (OR=3,45), suplementasi vitamin A (OR=2,46), pengetahuan gizi dan kesehatan ibu (OR=2,77), pola asuh makan (OR=6,41), jumlah anggota keluarga (OR=2,97), dan pendapatan keluarga (OR=2,88) dengan kejadian stunting. Analisis regresi menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi seng merupakan faktor dominan kejadian stunting pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Barat tahun 2016. Kata kunci: stunting, frekuensi konsumsi seng, siswa sekolah dasar
Stunting is linear growth retardation because of chronic malnutrition that associated with decline of cognitive function and physic skill in children. The objective of this research is to determine the dominant factor related with stunting occurence among 1st grade primary school student in Jakarta Barat, 2016. This research was descriptive study with cross sectional design that using primary data and included 182 students from 1st grade of 6 public elementary school that located in Jakarta Barat. Data were collected through the questionnaire and food frequency questionnaire. The result showed prevalence of stunting was 21,4%. The independent t-test analysis showed that food consumption frequency of zinc, iron, vitamin A, and protein had a significant difference with stunting. Chi square analysis also showed that birth weight (OR=6,31), exclusive breast-feeding (OR=2,62), history of infection (OR=2,86), basic immunization status (OR=3,45), suplementation of Vitamin A, maternal health and nutrition knowledge (OR=2,77), care feeding (OR=2,88), family size, dan family income (OR=2,88) had a significant association with stunting. Regresi binary logistic showed that consumption frequency of zinc as dominant factor of stunting occurence among 1st grade primary school stundent, Jakarta Barat in 2016. Keywords: stunting, consumption frequency of zinc, primary school student
Read More
Stunting is linear growth retardation because of chronic malnutrition that associated with decline of cognitive function and physic skill in children. The objective of this research is to determine the dominant factor related with stunting occurence among 1st grade primary school student in Jakarta Barat, 2016. This research was descriptive study with cross sectional design that using primary data and included 182 students from 1st grade of 6 public elementary school that located in Jakarta Barat. Data were collected through the questionnaire and food frequency questionnaire. The result showed prevalence of stunting was 21,4%. The independent t-test analysis showed that food consumption frequency of zinc, iron, vitamin A, and protein had a significant difference with stunting. Chi square analysis also showed that birth weight (OR=6,31), exclusive breast-feeding (OR=2,62), history of infection (OR=2,86), basic immunization status (OR=3,45), suplementation of Vitamin A, maternal health and nutrition knowledge (OR=2,77), care feeding (OR=2,88), family size, dan family income (OR=2,88) had a significant association with stunting. Regresi binary logistic showed that consumption frequency of zinc as dominant factor of stunting occurence among 1st grade primary school stundent, Jakarta Barat in 2016. Keywords: stunting, consumption frequency of zinc, primary school student
S-9084
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amelia Hidayah; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak:
Kejadian overweight dan obesitas pada anak usia sekolah di Jakarta Timur tahun 2013 tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi overweight dan obesitas di Kota Bogor dan Kota Bekasi. Anak usia sekolah yang mengalami overweight sebelum menarche, 60% lebih berakibat pada kejadian obesitas dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit diabetes mellitus serta dapat berlanjut menjadi penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Timur tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 157 siswa berusia 6-9 tahun dari 6 sekolah dasar di Jakarta Timur selama bulan MaretJuni 2016. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dengan microtoise dan berat badan siswa menggunakan timbangan digital merk camry serta pengisian kuesioner mandiri oleh orangtua siswa. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat serta analisis multivariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa. Siswa yang memiliki kebiasaan jajan sering berisiko 4,9 kali untuk mengalami overweight dan obesitas dibandingkan siswa yang memiliki kebiasaan jajan jarang. Untuk itu perlu adanya program penyuluhan pemilihan makanan dan jajanan, membiasakan sarapan pagi dan membawa bekal bagi siswa dan orangtua. Kata kunci : Kebiasaan jajan, overweight dan obesitas, anak usia sekolah The prevalence of overwight and obesity among school-aged children in East Jakarta at 2013 was higer than Bogor and Bekasi. School-aged children who had overweight before menarche, more than 60% of them will be obese and increasing the risk to have diabetes mellitus type 2 and cardiovarcular disease. The aim of this study is to investigate snacking frequences as dominant factor related to over nutrition among school-aged children at first years elementry school in East Jakarta 2016. A cross sectional study was perform on 157 participant aged 6-8 in 6 elementry school in East Jakarta during March to June 2016. Data collected by measurement of height using microtoise, weight using camry digital scale and self administered quesionnaire by the mothers of children. The analysis that used in this study are univariate, bivariate and multivariate analysis. The result showed that snacking frequences is a dominant factor of over nutrition among school-aged children. The students who had snacking frequances > 3 times/day increase 4,9 times of risk become over nutrition compared with children who had ≤ 3 times/day snacking frequances. Reseacher suggest the parents to reduce snacking frequences, routine breakfast and bring food box to school for children. Key words: snacking frequences, overweight, obesity, children.
Read More
S-9176
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
