Ditemukan 33000 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Titi Anggraeni Nasution; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wachy Sulistiadi, Jaslis Ilyas, Suprijanto Rijadi, Elizabeth Indah
Abstrak:
Penelitian yang dilakukan di gudang farmasi RS Kartika Husada Setu ini membahas kegiatan proses penyimpanan barang , yang dinilai penulis masih terdapat permasalahan yang merupakan pemborosan atau mendatangkan waste. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan action research dengan fokus pada proses penyimpanan dan pendistribusian barang dengan metodologi lean. Lingkup penelitian mencakup proses penerimaan barang, penyusunan dan penyimpanan, penerimaan permintaan dari unit dan penyerahan barang ke unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih belum sesuainya proses penyimpanan di gudang farmasi dengan standar dan terdapat kegiatan yang tidak mendatangkan nilai tambah (non value added). Pada kegiatan penerimaan didapat komposisi value added dibanding non value added sebesar 57 % : 43 %. Sedangkan pada proses penerimaan permintaan barang dari unit sampai penyerahan barang permintaan didapatkan komposisi value added dibanding non value added sebesar 67 % : 33 %. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penyimpanan gudang yang sekarang ini belum dalam kondisi lean. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kompetensi dari sumber daya manusia (SDM) di gudang, kurangnya sarana dan prasarana serta tidak adanya monitoring serta evaluasi. Kata kunci : lean; penerimaan permintaan unit; penyerahan barang; penyimpanan barang;; waste. This research conducted in the pharmaceutical warehouse Kartika Husada Setu Hospital discussed activities of the storage process, which was considered the author is still a problem that is a waste. This research was conducted using qualitative design through action research approach with a focus on the process of storage and distribution of goods with lean methodology. The scope of the research includes the receipt of goods, preparation and storage, receipt of a request from the unit and the delivery of goods to the unit. The results showed that there is still due process in the pharmaceutical warehouse with storage standards and there are activities that do not bring added value (non-value added). At the reception activities obtained composition than non-value added value added by 57%: 43%. While in the process of receiving the request items from the unit until the goods are obtained demand value added compared to the composition of non-value added of 67%: 33%. This shows that the warehouse storage system that is not currently in a lean condition. That is because the lack of competence of the human resources (HR) in the warehouse, the lack of infrastructure and lack of monitoring and evaluation. Key word : delivery of goods to the unit; lean; receipt of goods; storage process; waste.
Read More
B-1822
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Taufik Santoso; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Suprijanto Rijadi, Yulkanti Ruadewi
B-1778
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Nyoman Ari Wijaya; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Heri Iswanto, Muhammad Baharuddin
Abstrak:
Pelayanan Farmasi merupakan pelayanan yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan rumah sakit. Lamanya waktu tunggu di farmasi akan memengaruhi mutu layanan di rumah sakit secara menyeluruh. Demikian juga di RSU Bali Royal, didapatkan waktu tunggu diatas dari standar pelayanan minimal rumah sakit. Lamanya waktu tunggu di farmasi rawat jalan disebabkan belum berjalannya manajemen mutu yang baik di RSU Bali Royal. Peneitian ini akan melihat bagaimana proses pelayanan farmasi rawat jalan dengan menggunakan metode lean, di tahun 2017 dengan observational action process research, dengan melakukan observasi terhadap 15 pasien dari bulan oktober 2017 sampai dengan Januari 2018 di farmasi rawat jalan RSU Bali Royal, dengan melihat waste yang ada. Ditemukan kegiatan yang bersifat value added sebesar 45,65% dan kegiatan non value added (waste) sebesar 54,28%. Waste yang banyak ditemukan adalah waste waiting dan waste defect. Eliminasi waste yang sudah ditemukan dengan implementasi intervensi antara lain: memindahkan konter kasir, merubah lay out farmasi, membuat loket antara konter farmasi dengan ruang pengerjaan obat mengunci pintu ruang farmasi dan merubah alur layanan farmasi rawat jalan, sehingga kegiatan non value added dapat di eliminasi menjadi 18,28% dan kegiatan value added menjadi 81,72%. Dari segi outcome dapat dilihat adanya perbaikan waktu tunggu, perbaikan kepuasan pelanggan, peningkatan kunjungan dan peningkatan omset di farmasi. Peneitian ini menyimpulkan adanya peningkatan mutu layanan setelah dilakukan perbaikan proses pelayanan farmasi rawat jalan dengan menggunakan metode lean.
Kata kunci : Mutu; Lean; Farmasi
Pharmaceutical Services is a service that cannot be separated from hospital services. The length of waiting time in the pharmacy will satisfy the overall quality of hospital services. Currently the waiting time in Bali Royal Hospital pharmacy for out patient is still above the standard waiting time, which is not in accordance with the hospital guidelines. The standard waiting time for outpatient pharmacy cannot be achieved due to lack of quality management at RSU Bali Royal. This study will look at how the process of outpatient pharmacy service using lean method, in 2017 with observational action process research, by observing 15 patients from October 2017 to January 2018 at outpatient pharmaceutical RSU Bali Royal, by looking at the waste. It is founded that there are 45.65% value added activities and non-value added activities (vaste) of 54.28%. Most of the wastes that are found are waste waiting and waste defect. Elimination of waste that has been done by the implementation of intervention, among others: moving cashier counters, changing the lay out of pharmacy, making counter between the pharmaceutical counter with space lock pharmaceutical door lock and change in outpatient pharmacy service, so that non value added activities can be eliminated to 18.28% and value added activities to 81.72%. In terms of outcome can be seen the improvement of waiting time, improvement of customer satisfaction, increased visits and increased turnover in pharmacy. This study concludes that there is a significant improvement of service quality after the refinement of outpatient pharmacy service process using lean method.
Keyword : Quality; Lean; Pharmacy
Read More
Kata kunci : Mutu; Lean; Farmasi
Pharmaceutical Services is a service that cannot be separated from hospital services. The length of waiting time in the pharmacy will satisfy the overall quality of hospital services. Currently the waiting time in Bali Royal Hospital pharmacy for out patient is still above the standard waiting time, which is not in accordance with the hospital guidelines. The standard waiting time for outpatient pharmacy cannot be achieved due to lack of quality management at RSU Bali Royal. This study will look at how the process of outpatient pharmacy service using lean method, in 2017 with observational action process research, by observing 15 patients from October 2017 to January 2018 at outpatient pharmaceutical RSU Bali Royal, by looking at the waste. It is founded that there are 45.65% value added activities and non-value added activities (vaste) of 54.28%. Most of the wastes that are found are waste waiting and waste defect. Elimination of waste that has been done by the implementation of intervention, among others: moving cashier counters, changing the lay out of pharmacy, making counter between the pharmaceutical counter with space lock pharmaceutical door lock and change in outpatient pharmacy service, so that non value added activities can be eliminated to 18.28% and value added activities to 81.72%. In terms of outcome can be seen the improvement of waiting time, improvement of customer satisfaction, increased visits and increased turnover in pharmacy. This study concludes that there is a significant improvement of service quality after the refinement of outpatient pharmacy service process using lean method.
Keyword : Quality; Lean; Pharmacy
B-2003
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
ARS Agustiningsih; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Purnawan Junadi, Endang Adriyani
B-1345
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elizabeth Indah PSP; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mieke Savitri, Vetty Yulianty Permanasari, Endang Andriyani
Abstrak:
Studi pelayanan farmasi di rumah sakit dilaksanakan di Rumah Sakit PMI Bogor dengan indikasi awal masih rendahnya nilai inventory turn over. Pendekatan action research dengan fokus pada pendistribusian dan penyimpanan perbekalan farmasi dipilih sebagai jenis penelitian yang digunakan. Metodologi yang digunakan untuk melakukan perbaikan adalah kombinasi Lean dan Six Sigma. Studi dilakukan terhadap proses pendistribusian, periode permintaan barang, buffer stock, besaran permintaan, kondisi-kondisi permintaan barang, ROP, indikator farmasi, kesesuaian jumlah stok barang, barang dan obat kadaluwarsa, penanganan kadaluwarsa, penanganan barang di gudang. Rendahnya nilai inventory turnover dapat disebabkan belum dipahaminya dengan baik makna persediaan perbekalan farmasi bagi pengelola perbekalan farmasi. Data pendukung menunjukkan besarnya jumlah permintaan barang farmasi pada setiap kali periode permintaan barang yaitu data standar deviasi kelipatan permintaan barang farmasi sebesar 54.8 dan standar deviasi kelipatan pemenuhan barang farmasi adalah 50.4. Nilai Six Sigma Deffect Per Million Opportunities untuk ketepatan pemenuhan permintaan barang farmasi sesuai perkiraan permintaan barang yang tertera di dokumen surat permintaan barang farmasi adalah 0.09. Pada proses pendistribusian barang farmasi terdapat 47.6% merupakan proses tidak mempunyai nilai tambah dan menimbulkan variasi dalam langkah proses tersebut. Faktor yang mendukung terjadinya hal ini adalah waktu permintaan barang yang panjang, belum tepatnya peramalan yang dilakukan oleh ruang perawatan, tidak dipahaminya standar perkiraan permintaan yang tertera di surat permintaan barang farmasi, pemakaian barang farmasi yang belum terdata dengan akurat, bottleneck proses distribusi terdapat pada Instalasi Farmasi belum melakukan secara optimal pengendalian permintaan barang farmasi dari ruang perawatan, belum dilakukan pemantauan terhadap perputaran, persediaan, belum rincinya prosedur. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi sistem inventori. Belum memiliki standar maksimum dan minimum setiap jenis barang farmasi dan belum menerapkan standar penyimpanan dan manajemen pergudangan. Untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas Rumah Sakit PMI Bogor perlu dilakukan beberapa perbaikan pendistribusian dan penyimpanan perbekalan farmasi antara lain: Perbaikan kebijakan dan prosedur secara rinci dan operasional. Mengembangkan otomasi sistem inventori untuk mengurangi kesalahan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM pengelola melalui pelatihan. Mengembangkan Key Performance Indicator seperti Inventory Turn Over, kesesuaian jumlah barang, penataan 5-S.
Read More
B-1579
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Theresia Purba; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Tahin Solin, Bulan Simanungkalit
Abstrak:
Biaya obat yang besar memerlukan pengelolaan yang tepat. Proses pengelolaan obat yang paling mengganggu dalam siklus pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSU Sari Mutiara Medan adalah proses pengadaan/pembelian obat. Obat Tingkat pemakaian dan pembelian obat kronis yang tinggi mewakili tingkat pemakaian dan pembelian obat secara keseluruhan. Peningkatan efisiensi pada proses pengadaan/pembelian obat kronis dapat memberikan gambaran peningkatan efisiensi pengelolaan obat secara keseluruhan. Penelitian dengan metode kualitatif ini mengobservasi waktu yang digunakan selama proses pembelian obat dari mulai pemesanan hingga obat diap didistribusikan, dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi RSU Sari Mutiara Medan dengan menggunakan metode lean. Hasil penelitian dapat merumuskan kegiatan pembelian obat yang beragam menjadi satu alur proses pembelian obat, dalam desain usulan perbaikan tampak pengurangan waktu tunggu, peningkatan presentasi kegiatan value added dan reduksi presentasi kegiatan non value added. Dengan meningkatnya efisiensi proses pembelian/pengadaan obat diharapkan adanya domino effect pada proses pengelolaan obat lainnya. Dalam penelitian ini dicapai kendali biaya dan kendali mutu melalui usulan perbaikan jangka pendek perencanaan kebutuhan obat dengan menggunakan analisis pareto dan VEN, serta metode error proofing dalam evaluasi akhir setiap proses pembelian obat. Penerapan kaizen merupakan usulan jangka panjang yang akan selalu diterapkan dalam setiap analisis proses menggunakan metode lean.
Kata kunci : biaya obat, pengelolaan obat, pembelian/pengadaan obat, metode lean, kegiatan value added, kegiatan non-value added, kaizen, kendali mutu, kendali biaya.
Drugs is the most disturbing management process in the drug cycle management in the pharmacy unit of Sari Mutiara Medan Public Hospital. The high consumption and purchase level of chronic drugs represent the high consumption and purchase the whole drugs. Efficiency increasing of chronic drugs procurement/purchase is expected to represent the efficiency increasing of drug management in generally. This qualitative research, using the lean method, observed the time spent from when the drug was ordered until the drug was ready to distribute, with the aim to increase the efficiency of drug management in the pharmacy unit of Sari Mutiara Medan Public Hospital. The results formulate variation of purchasing flow to be one standard future state mapping, and it shows improvement in waiting time, increasing value added activity and reduction non-value added activity. Efficiency increasing of drugs procurement/purchase is expected to have a domino effect for the continuous drug management process. Cost and quality control in this research are obtained through the proposed short-term fixes : using pareto and VEN in drugs demand planning and using error proofing method in every end evaluation of drugs procurement/purchase. Kaizen is applied for the proposed long term fixes and for every flow analysis using lean method.
Keywords : drug cost, drug management, drugs procurement/purchase, lean method, value added activity, non-value added activity, kaizen, quality control, cost control
Read More
Kata kunci : biaya obat, pengelolaan obat, pembelian/pengadaan obat, metode lean, kegiatan value added, kegiatan non-value added, kaizen, kendali mutu, kendali biaya.
Drugs is the most disturbing management process in the drug cycle management in the pharmacy unit of Sari Mutiara Medan Public Hospital. The high consumption and purchase level of chronic drugs represent the high consumption and purchase the whole drugs. Efficiency increasing of chronic drugs procurement/purchase is expected to represent the efficiency increasing of drug management in generally. This qualitative research, using the lean method, observed the time spent from when the drug was ordered until the drug was ready to distribute, with the aim to increase the efficiency of drug management in the pharmacy unit of Sari Mutiara Medan Public Hospital. The results formulate variation of purchasing flow to be one standard future state mapping, and it shows improvement in waiting time, increasing value added activity and reduction non-value added activity. Efficiency increasing of drugs procurement/purchase is expected to have a domino effect for the continuous drug management process. Cost and quality control in this research are obtained through the proposed short-term fixes : using pareto and VEN in drugs demand planning and using error proofing method in every end evaluation of drugs procurement/purchase. Kaizen is applied for the proposed long term fixes and for every flow analysis using lean method.
Keywords : drug cost, drug management, drugs procurement/purchase, lean method, value added activity, non-value added activity, kaizen, quality control, cost control
B-1838
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nisle Purada Sihombing; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Suprijanto Rijadi, Mardiati Nadjib, F.X. Santoso Soemidjo
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses discharge pasien rawat inap di RS St. ElisabethBekasi dengan menggunakan pendekatan Lean Six Sigma melalui metode kualitatif denganpengamatan pada 6 unit yang terlibat. Pendekatan Six Sigma mencoba mengurangi variasiwaktu pada setiap tahapan discharge di masing-masing unit tersebut, pendekatan Leanmengidentifikasi aktifitas yang tidak menambah nilai dan berusaha menguranginya. Hasilpenelitian diperoleh, rat-rata waktu proses discharge pasien rawat inap adalah 238 menit danfaktor yang paling berperan untuk menurunkan waktu tersebut adalah disiapkannya instruksipemulangan pasien oleh dokter, sehari sebelum pasien dipulangkan.
With the aim of streamlining the inpatient's discharge process at the Elizabeth HospitalBekasi, this study analyzed the efficiency of discharge process using the Lean Six Sigmamethod. Six Sigma method tries to reduce time variation in each step of the discharge processfollowed by identifying the appropriate time. The Lean method identifies the non valuesactivities (waste) to be reduced. For that, qualitative approach using observation wasimplied. The study resulted with 238 minute as average total timing of discharge and thegreatest impact to reduce it will be the one day earlier written discharge instruction preparedby the physician.
Read More
With the aim of streamlining the inpatient's discharge process at the Elizabeth HospitalBekasi, this study analyzed the efficiency of discharge process using the Lean Six Sigmamethod. Six Sigma method tries to reduce time variation in each step of the discharge processfollowed by identifying the appropriate time. The Lean method identifies the non valuesactivities (waste) to be reduced. For that, qualitative approach using observation wasimplied. The study resulted with 238 minute as average total timing of discharge and thegreatest impact to reduce it will be the one day earlier written discharge instruction preparedby the physician.
B-1631
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Juharma Zanira; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Yuli Prapanca Satar, Siti Sarah Agustini
Abstrak:
Penelitian yang dilakukan di poliklinik RS Kartika Husada Setu ini membahas hubungan persepsi tentang bauran pemasaran dengan kepuasan dan word of mouth pada pasien umum , yang dinilai penulis penting dilakukan untuk acuan rumah sakit dalam menetapkan strategi pemasaran. Penelitian dilakukan dengan disain kuantitatif, metode survei dan pendekatan crossectional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui mayoritas persepsi pasien tentang product baik sebesar (64,2%) ,persepsi pasien tentang price kurang baik sebesar (58,8%) , persepsi pasien tentang place baik sebesar (60,1%), persepsi pasien tentang promotion baik sebesar (54,7%), persepsi pasien tentang people baik sebesar (56,8%), persepsi pasien tentang physical evidence baik sebesar (62,2%), persepsi pasien tentang process baik sebesar (55,4%), pasien yang puas sebesar (58,8%) dan pasien melakukan word of mouth sebesar (56,1%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara persepsi pasien tentang product (p=0,604), place (p=0,016), people (p=0,019), physical evidence (p=0,042) dengan kepuasan pasien dan tidak ada hubungan antara price (p=0,528), promotion (p=0,225), dan process (p=0,202) dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara kepuasan pasien dan word of mouth (p=0,044). Hasil penelitan menunjukkan physical evidence memiliki hubungan paling kuat dengan kepuasan pasien (p=0,048). RS Kartika Husada Setu perlu memperhatikan aspek bauran pemasaran product, place, people, dan terutama physical evidence. Kata kunci: Persepsi, Bauran Pemasaran, Kepuasan Pasien, Word of Mouth Research conducted in polyclinic RS Kartika Husada Setu discusses the relationship of perception about the marketing mix with satisfaction and word of mouth in general patients, which assessed the author is important for hospital reference in setting marketing strategy. The research was conducted by quantitative design, survey method and cross-sectional approach. Based on the result of the research, it is known that the majority of patient perception about good product is (64,2%), patient perception about price less good (58,8%), patient perception about good place (60,1%), patient perception about promotion good (54,7%), patient perception about good people (56,8%), patient perception about physical evidence either (62,2%), patient perception about good process (55,4%), patient Satisfied (58,8%) and patient do word of mouth (56,1%). The result showed that there was correlation between patient perception about product (p = 0,604), place (p = 0,016), people (p = 0,019), physical evidence (p = 0,042) with patient satisfaction and no relation between price (p = 0,528 ), Promotion (p = 0,225), and process (p = 0,202) with patient satisfaction. The results also showed there was a relationship between patient satisfaction and word of mouth (p = 0.044). The results showed physical evidence had the strongest relationship with patient satisfaction (p = 0.048). RS Kartika Husada Setu needs to pay attention to the marketing mix of product, place, people, and especially physical evidence Keywords: Perception, Marketing Mix, Patient Satisfaction, Word of Mouth
Read More
B-1892
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M. Bima Arrynugrah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Arthur Ferdinand, Sibroh Malisi
Abstrak:
Dampak Jaminan Kesehatan Nasional di poliklinik spesialis Obstetric dan Gynecology RS. Annisa Citeureup Bogor adalah meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan sebesar 61% pada awal tahun 2014. Semakin banyaknya jumlah pasien akan berakibat pada lamanya waktu tunggu. Tahapan penelitian ini menggunakan 5 (lima) prinsip lean untuk mendapatkan perbaikan yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan efisiensi alur proses pelayanan di poliklinik spesialis Obstetric dan Gynecology. Hasil value assesment pada pasien tunai didapatkan 85% kegiatan yang tidak bernilai tambah dan 14% kegiatan yang bernilai tambah, sedangkan pada pasien Jaminan Kesehatan Nasional didapatkan prosentase kegiatan yang tidak bernilai tambah sebesar 88% dan 11% untuk kegiatan yang bernilai tambah. Metode lean dinilai mampu meminimalisir pemborosan, hasil future state value stream map didapatkan penurunan kegiatan yang tidak bernilai tambah menjadi 38,09% Kata kunci : waktu tunggu; 5 (lima) prinsip lean; kegiatan yang bernilai tambah; kegiatan yang tak bernilai tambah; Metode Lean The impacts of the National Health Insurance at the Obstetric and Gynecology specialist polyclinic RS. Annisa Citeureup Bogor is increase frequency of outpatient visits by 61% at the beginning of 2014. The increasing number of patients will result in long waiting times. This research uses 5 (five) lean principles to get continuous improvement to improve the efficiency of service process flow in Obstetric and Gynecology specialist clinic. Result of assessment value in patients with cash payment was 85% non value-added activities and 14% value-added activities, while in the National Health Insurance patients, the percentage of non value added activities was 88% and 11% for value-added activities. Lean method is considered able to minimize waste, the results of the future state value stream map can reduce activities that do not add value to 38.09% Keywords: waiting time, 5 (five) lean principles, value added activities, non value added activities, Lean Method
Read More
B-1915
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Aviliyanti Taufik; Pembimbing : Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Alinur, Wirda Saleh
Abstrak:
Pemasaran di era sekarang berupa promosi produk atau merek yang dilakukan melalui media elektronik. Pemasaran rumah sakit bertujuan memperkenalkan rumah sakit pada masyarakat luas, menginformasikan fasilitas dan kemampuan pelayanan kepada masyarakat, membentuk dan membina citra rumah sakit melalui kepercayaan dan penghargaan masyarakat terhadap kemampuan rumah sakit, pemanfaatan sumber daya rumah sakit secara optimal dan juga mengharapkan terjadinya peningkatan penghasilan. Pemasaran digital yang sudah berjalan di rumah sakit perlu dilakukan pembaharuan agar terlihat up to date. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan google form yang disebar melalui aplikasi whats app. Hasil analisis terdapat satu variabel yaitu jejaring media sosial yang tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat masyarakat untuk datang berobat ke rumah sakit Kartika Husada Jati Asih (p>0,05). Dari analisis regresi logistik didapatkan dua variabel yang memiliki hubungan yang paling signifikan terhadap minat masyarakat, yaitu variabel customization dan navigasi (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah sakit Kartika Husada Jati Asih sudah melakukan pemasaran digital tetapi masih perlu dimodifikasi tampilan situs web dan media sosialnya. Disarankan memperbarui konten marketing dan lebih interaktif di situs web ataupun media sosial.
Read More
B-2076
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
