Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35704 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Supinah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Yout Savithri, Nanik Widayani
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis alur proses pelayanan pasien poliklinik spesialis penyakit dalam rawat jalan di RSUD Kota Bogor tahun 2016 dengan konsep lean hospital. Hasil penelitian ini value added activity sebesar 3,7 % dan non value added sebesar 96,3 % hal ini menunjukkan tingginya pemborosan. Dari analisis melalui diagram tulang ikan dan 5 Why didapatkan hambatan : lamanya menunggu di pendaftaran, keterlambatan rekam medik, hambatan pada kedisiplinan dokter, serta hambatan pada lamanya mengambil obat. Melalui design usulan perbaikan terjadi peningkatan kegiatan yang mempunyai nilai tambah bagi pasien dari 3,7 % menjadi 38,4 % dan penurunan kegiatan yang tidak mempunyai nilai tambah dari 96,3 % menjadi 61,6 %.

A study was conducted to analyze the process flow of patient internist specialist policlinic outpatient services in the Public Hospitals Bogor 2016 by concept of lean. The research showed value added activity by 3.7%, and non value added activity by 96.3% showed a high waste. Fishbone diagram and 5 why analysis obtained obstacles : the long wait at registration, medical records delays, discipline doctors, as well as constraints on the length of taking the drug. Through design improvements proposed was expected to increase value added activity from 3,7 % to 38,4 % and decline non value added activity from 96,3 % to 61,6 %.
Read More
B-1852
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risalino Christoforus Balu; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Pujiyanto, Andi Heryono, Ignatius Kusumo Budiono
Abstrak: Salah satu cara untuk melakukan efisiensi, meningkatkan mutu pelayanan danmeningkatkan keselamatan pasien di Amerika dengan menggunakan konsep LeanThinking yang diterapkan di rumah sakit menjadi Lean Hospital. Penelitian inimenganalisis alur pelayanan di rawat jalan Poliklinik Spesialis sebagai data untukperbaikan di Rumah Sakit X yang merupakan Rumah Sakit Swasta Kelas BPendidikan. Dengan menggunakan metodologi penelitian operational research,dilakukan observasi dan wawancara mendalam memperlihatkan bahwa kegiatannon value added bisa samapai 80% dan kegiatan value added hanya 20%. Datatersebut menunjukan bahwa telah terjadi pemborosan (waste) dan hasil analisisakar masalah menggunakan Root Cause Analysis (RCA) memperlihatkan adabeberapa faktor yang menyebabkan inefisiensi pelayanan rawat jalan poliklinikspesialis. Usulan perbaikan untuk mengurangi pemborosan dibagi menjadi tigatahap, antara lain jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangdiharapkan meningkatkan pelayanan rawat jalan dan kepuasan pasien.
Kata kunci: Konsep Lean, Lean Thinking, Lean Hospital, Rawat jalan
One way to improve efficiency, improve service quality and improve patient safetyin the United States by using the concept of Lean Thinking is applied in hospitalsbecome Lean Hospital. This study analyzes the service flow in Outpatient ClinicSpecialists as the data for improvement in Hospital X which is a Class B PrivateHospital Education. Using the methodology of operational research studies,conducted in-depth observation and interviews show that the non-value addedactivities can be up to 80% and value added activity is only 20%. The data showsthat there has been a waste (waste) and the results of the analysis of the roots ofthe problem using Root Cause Analysis (RCA) demonstrates that there are severalfactors that cause inefficiencies in ambulatory care specialist clinic. the proposedimprovements to reduce waste is divided into three stages, including the short-term, medium-term and long-term is expected to improve outpatient care andpatient satisfaction.
Keywords: Concepts Lean, Lean Thinking, Lean Hospital, Outpatient
Read More
B-1782
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Darmawati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Vetty Y. Permanasari, Meizi F. Achmad
Abstrak: Sistem kewaspadaan dini dan respon bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya indikasi KLB, mendorong program melakukan respon terhadap alert yang muncul, mengetahui kecenderungan penyakit potensial KLB setiap minggu, mengevaluasi dampak intervensi program terhadap alert yang muncul serta mengetahui pemetaan setiap penyakit potensial KLB setiap minggu. Tujuan penelitian ini untuk menilai kelengkapan, ketepatan, akurasi Puskesmas di Kab/Kota di provinsi terpilih dan hal-hal yang mempengaruhi kualitas data SKDR di provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Papua, Sulawesi Barat dan Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Kelengkapan laporan SKDR pada minggu 1-20 tahun 2015 di tujuh provinsi sebesar 47 %. Ketepatan waktu melapor sebesar 29 %. Akurasi kasus penyakit di populasi sampel berdasarkan uji chi square , ditemukan data tidak akurat (nilai X ² hitung > X ² tabel) , Hal-hal yang mempengaruhi: tidak semua puskesmas mendapatkan pelatihan SKDR, double job, sarana kurang memadai, tidak ada dana khusus, server sering mengalami gangguan, adanya gangguan sinyal.
Kata kunci : sistem kewaspadaan dini dan respon, kelengkapan, ketepatan, akurasi
Early warning and response system aims to detect early indications of outbreaks, pushing the program to respond to the alert that appears, knowing the tendency of potential disease outbreaks every week, evaluate the impact of the program interventions that appear alert and aware mapping any potential disease outbreak every week. The purpose of this study was to assess the completeness, precision, accuracy of Puskesmas in regency/city in selected provinces and the things that affect the quality of the data SKDR in Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Central Kalimantan, Papua, West Sulawesi and North Sumatra. The method used is quantitative and qualitative. Completeness report SKDR at 1-20 weeks of 2015 in seven provinces by 47%. Timeliness of reporting by 29%. Accuracy of cases of disease in a population-based sample chi square test, found inaccurate data (value X ² count > X ² table), things that affect: not all health centers receive training SKDR, double job, means less than adequate, there are no special funds , servers are often impaired, any signal interference.
Keywords: early warning systems and response, completeness, correctness, accuracy
Read More
S-8918
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvi Relita Fitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Eko Budi Santoso, Purwanti Aminingsih
B-1714
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Indrawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Masyitoh; Jaslis Ilyas, Adriyanti, Ria Virgiandari
Abstrak: Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu andalan bagi rumah sakit dalam meningkatkan pemasukan bagi unit-unit lainnya. Tujuan penelitan ini adalah untuk mempercepat pelayanan rawat jalan di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam RSUD Koja dengan mengetahui lead time waktu tunggu pelayanan rawat jalan dan mengetahui cycle time (value added dan non value added) di masing-masing tahapan pelayanan rawat jalan serta membuat simulasi penerapan Lean Hospital untuk menghilangkan atau meminimalisasi pemborosan (waste). Desain penelitian ini dilakukan dengan operational research melalui pendekatan Lean Hospital. Waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam RSUD Koja sebesar 71.18 menit yang berarti masih melebihi standar yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Demikian pula waktu tunggu di unit farmasi sebesar 256.8 menit (obat racik) dan 154.27 menit (obat jadi). Waktu tunggu di unit pelayanan laboratorium sudah sesuai dengan standar dari Kementrian Kesehatan yaitu ≤ 140 menit. Penerapan upaya perbaikan pelayanan rawat jalan di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam RSUD Koja adalah dengan menghilangkan waste waiting, defect/rework, transportation, overprocessing dan overproduction di masing-masing tahapan pelayanan. Kesimpulan penelitan ini adalah dengan menghilangkan atau meminimalisir pemborosan (waste) dan membuat desain perpanjangan pelayanan rawat jalan dapat mengurangi waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam RSUD Koja.
Kata kunci : Waktu tunggu, Lean hospital, Value added, Non value added

Outpatient care is one of the mainstays for hospitals in increasing income for other units. The purpose of this research is to accelerate the outpatient service in Polyclinic Specialist Disease Inside Koja Hospital by knowing the lead time waiting time of outpatient service and knowing the cycle time (value added and non value added) in each stage of outpatient service and make simulation of Lean application Hospital to eliminate or minimize waste (waste). This research design is done by operational research through Lean Hospital approach. Outpatient service waiting time in Polyclinic Specialist of Internal Disease of Koja Hospital amounted to 71.18 minutes which means it still exceeds the standard set by Ministry of Health in Decree of Minister of Health Number 129 / Menkes / SK / II / 2008 regarding Minimum Service Standard of Hospital. Similarly, waiting time in the pharmacy unit is 256.8 minutes (racik drug) and 154.27 minutes (finished medicine). The waiting time in the laboratory service unit is in accordance with the Ministry of Health's standard of ≤ 140 minutes. Implementation of outpatient service improvement efforts in Polyclinic Specialist Disease In RSUD Koja is to eliminate waste waiting, defect / rework, transportation, overprocessing and overproduction in each stage of service. The conclusion of this research is to eliminate or minimize waste and make the design of service outpatient extension can reduce waiting time of outpatient service in Polyclinic Specialist of Disease in Koja Hospital.
Keywords: Wait Time, Lean Hospital, Value added, Non value added
Read More
B-1929
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nilandari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Puput Oktamianti, Andi Basuki Prima Birawa
Abstrak: Keterlambatan pengajuan klaim BPJS berakibat pada turunnya cashflow rumahsakit. Proses klaim saat ini berjalan tidak efisien dan efektif. Tujuan daripenelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis dan usulan perbaikan alur prosesdokumen klaim BPJS pasien rawat jalan dengan menerapkan konsep LeanHospital. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif inimengobservasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dokumen klaimsebelum diberikan kepada verifikator BPJS serta melakukan wawancaramendalam, observasi proses, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkanterjadi waste terbesar di unit mobilisasi dana yaitu selama 32,5 hari 18,8 menitdalam penyelesaian dokumen klaim. Jenis waste terbanyak adalah waiting dantransportation. Berdasarkan VSM diketahui Lead Time dari proses klaim saat iniadalah 33,9 hari. Usulan perbaikan yang diberikan dari penelitian ini adalahdengan optimalisasi tim Casemix yang baru saja dibentuk, sehingga lead timepengerjaan klaim yang dibutuhkan menjadi 6,44 menit. Standardisasi kerja danpenilaian kinerja berupa KPI, IKI, dan IKU dinilai perlu diterapkan agar kinerjapetugas menjadi optimal.
Kata Kunci: Lean Thinking, BPJS, klaim, value added activity, non value addedactivity, waste
Delay in the submission of BPJS claims resulted in decreasing hospital cash flow. The currentclaim process is not efficient and effective.The objective of this reseach is to analize and proposeimprovement in the claim process by applying Lean Hospital concept. This research usedquantitative and qualitative approaches to observed the time required to complete the claimprocess before submitted to the BPJS verificator and also have an in-depth interview, observe theprocess, and document review. The result showed most waste happened in mobilisasi dana unitfor 32.5 days 18.8 minutes in the settlement BPJS document claims. Based on Value StreamMapping, Lead Time of the claim process at this time is 33.9 day. Most types of waste arewaiting and transportation. Proposed improvement provided from the study is to optimizing thecasemix team which newly formed. By optimizing the casemix team, Lead Time required tocomplete the claims process is 6.44 minutes. Standardize work and performance appraisal (KPI,IKI, and IKU) consider to apply to reach employee best performance.
Keywords: Lean Thinking, BPJS, claim, value added activity, non value added activity, waste
Read More
B-1795
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Fita Wihartanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Andi Ardjuna Sakti, Dian Novitasari Hidayat
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pelayanan rekam medis rawat jalan di RSUD GunungJati Kota Cirebon. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuilama waktu yang dibutuhkan dalam proses pelayanan rekam medis rawat jalanserta mengidentifikasi hambatan. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktuyang dibutuhkan adalah 151 menit. Proses terlama terdapat di tahap pencarianrekam medis rawat jalan. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pelayanan rekammedis rawat jalan yaitu > 10 menit, dipengaruhi oleh minimnya pelatihan tentangpenyimpanan, serta belum optimalnya lemari penyimpanan rekam medis dibagianpenyimpanan.Kata kunci : rekam medis, rawat jalan, lama waktu,
This research analyzed the outpatient medical record services at RSUD GunungJati Cirebon. The purposes of this study were to determine the length of time ittakes in a series of processes of outpatient medical record services and to identifyobstacles. The type of research employed was qualitative research. The resultsshowed that the average length of was 151 minutes. The longest process occurredin the search stage of outpatient medical records. The time required in the processof outpatient medical record services was still within the old category, i.e. >10minutes, which was affected by the lack of training on storage, and the non-optimum use of medical record storage cabinets in the storage section.Keywords: medical records, outpatient, length of time
Read More
B-1779
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Bima Arrynugrah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Arthur Ferdinand, Sibroh Malisi
Abstrak: Dampak Jaminan Kesehatan Nasional di poliklinik spesialis Obstetric dan Gynecology RS. Annisa Citeureup Bogor adalah meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan sebesar 61% pada awal tahun 2014. Semakin banyaknya jumlah pasien akan berakibat pada lamanya waktu tunggu. Tahapan penelitian ini menggunakan 5 (lima) prinsip lean untuk mendapatkan perbaikan yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan efisiensi alur proses pelayanan di poliklinik spesialis Obstetric dan Gynecology. Hasil value assesment pada pasien tunai didapatkan 85% kegiatan yang tidak bernilai tambah dan 14% kegiatan yang bernilai tambah, sedangkan pada pasien Jaminan Kesehatan Nasional didapatkan prosentase kegiatan yang tidak bernilai tambah sebesar 88% dan 11% untuk kegiatan yang bernilai tambah. Metode lean dinilai mampu meminimalisir pemborosan, hasil future state value stream map didapatkan penurunan kegiatan yang tidak bernilai tambah menjadi 38,09% Kata kunci : waktu tunggu; 5 (lima) prinsip lean; kegiatan yang bernilai tambah; kegiatan yang tak bernilai tambah; Metode Lean The impacts of the National Health Insurance at the Obstetric and Gynecology specialist polyclinic RS. Annisa Citeureup Bogor is increase frequency of outpatient visits by 61% at the beginning of 2014. The increasing number of patients will result in long waiting times. This research uses 5 (five) lean principles to get continuous improvement to improve the efficiency of service process flow in Obstetric and Gynecology specialist clinic. Result of assessment value in patients with cash payment was 85% non value-added activities and 14% value-added activities, while in the National Health Insurance patients, the percentage of non value added activities was 88% and 11% for value-added activities. Lean method is considered able to minimize waste, the results of the future state value stream map can reduce activities that do not add value to 38.09% Keywords: waiting time, 5 (five) lean principles, value added activities, non value added activities, Lean Method
Read More
B-1915
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Lenita; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Djiwan Satria Setiawan, Hasri Dinirianti
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Sri Lenita Program Studi : Pasca Sarjana Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Penerapan Konsep Lean Pada Alur Proses Pemeriksaan Laboratorium di RSUD Cengkareng Tahun 2015. Tesis ini membahas tentang faktor – faktor yang menyebabkan waktu tunggu layanan Laboratorium RSUD Cengkareng  tidak mencapai target dengan menggunakan konsep lean. Penelitian ini  bersifat analitik dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan telaah dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian  digambarkan dalam current state VSM  menunjukkan bahwa 19% total waktu layanan merupakan waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan value added  sedangkan  81%  total waktu layanan merupakan waktu yang digunakan untuk kegiatan non value added (waste). Penelitian ini menyarankan pelaksanaan kegiatan 5S, visual mangement di laboratorium dan perencanaan pengadaan sistem yang terintegrasi serta pemanfaatan pneumatic tube. Kata kunci: Waktu tunggu, konsep lean ,waste.


ABSTRACT Name : Sri Lenita Study Program: Post Graduate Study of Hospital Administration Title  : Analysis of The Implementation Lean Concept on The Laboratory Process of RSUD Cengkareng in 2015 This thesis discusses the factors that led to the waiting time Cengkareng Hospital Laboratory services do not reach the target by using lean concepts. This research is an analytical qualitative approach through the observation and study of the document, followed by in-depth interview to the informant. The results of the study are described in the current state VSM showed that 19% of the total service time is the time required for value added activities, while 81% of the total service time is the time spent on non-value added activities (waste). This study suggests the implementation of 5S, visual mangement in the laboratory , procurement planning of the integrated system and utilization of pneumatic tube. Keywords: Waiting time, lean concepts, waste.

Read More
B-1789
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiyani Wesetya; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Hafizurrachman, Rosmaini Nurdin, Emil Dinar Makodjo
Abstrak:

ABSTRAK Salah satu metode untuk meningkatkan produktivitas rumah sakit di Amerika dan Australia dengan menggunakan lean hospital di unit rawat jalan. Penelitian ini menganalisis lean hospital sebagai usulan ide perbaikan di Rumah Sakit TNI AL Marinir Cilandak yangmerupakan rumah sakit militer dengan keunikannya dimana jabatan personel dipengaruhi oleh kepangkatan dan kompetensi profesi bisa diadaptasi. Dengan menggunakan metodelogi penelitian kualitatif, observatif dan wawancara mendalam memperlihatkan adanya non value added sebesar 76,57 % dan value added sebesar 23,43 % . hal ini mengindikasikan terjadinya pemborosan dan dari analisa tulang ikan memperlihatkan sepuluh akar masalah. Usulan perbaikan dibagi tiga tahap, jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang, mengurangi pemborosan dan membuat aliran menjadi lebih efisien yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan kepuasan pasien.


  ABSTRACT A researct that have been done on the Departement of Outpatient Service in Marien Hospital Cilandak which applied qualitative methode, observations and currnt Process charting, showed both of non value added and value added for about 76,57 % compared to 23,43 %. These value were indicating main faktor of waste occured. Through the fishbone analysis that adopted from Lean consept for medical care on outpatients servise, accordingly about 10 (ten) significant problems were founded linked to the waste that affected the quality and process of service. 3 (three)steps of improvement in short, medium and long term regarding refinm=emen of works efficiencies would be required to resolve it prior to increase customers/patients satisfaction.

Read More
B-1408
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive