Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32789 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rindra Hidayat Eriska; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Siti Isfandari, Tyastianti
T-4706
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julia Rahmadona; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Pujiyanto, Adhi Dharmawan, Mahmud Fauzi
Abstrak: Tesis ini membahas implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada pendudukusia produktif di Tangerang Selatan pada tahun 2018. Variabel penelitian mengacu padateori impelementasi kebijakan Edwards III, yaitu aspek implementasi, komunikasi,disposisi, sumber daya dan struktur birokrasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan April-Juni 2018 di Tangerang Selatan. Mengacu pada Inpres 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada informan yang bertanggung jawab untuk kegiatan Germas di tingkat daerah, yaitu kepala daerah yang dapat didelegasikan kepada sekretaris daerah dan atau kepala Bappeda sertapelaksana terkait dengan kegiatan Germas yang diteliti. Dengan mempertimbangkan kemampuan laksanaan penelitian baik dari aspek pengetahuan, sumber daya dan waktu penelitian, maka lingkup penelitian dibatasi pada kegiatan penyediaan ruang terbuka hijau dan sarana aktivitas fisik di dalamnya, sehingga informan yang diteliti dipersempit menjadi informan dari instansi yang bertanggungjawab pada Germas dan mempunyaitugas dalam kegiatan penyediaan ruang terbuka hijau dan sarana aktivitas fisik padaruang terbuka hijau. Hasil penelitian disimpulkan bahwa secara umum ada beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait implementasi Germas pada penduduk usia produktif di Tangerang Selatan dikarenakan implementasi Germas masih dititikberatkan ke dinas kesehatan, belum ada pelibatan kebijakan Germas dalam dokumen perencanaan kebijakan daerah, belum ada kajian dan mapping kegiatan Germas, belum ada perdatentang Germas, serta belum ada supervsisi dan monitoring Germas. Dari segi disposisi, pemerintah Tangerang Selatan berkomitmen untuk menyediakan sarana aktivitas fisikseabagai bagian dari perwujudan Tangerang Selatan sebagai kota layak huni dan berwawasan lingkungan.
Read More
T-5280
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soraya Risanda; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Pujiyanto, Mira Miranti Puspitasari
Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia tidak menyadari bahwa mereka memiliki hipertensi dan 1 dari 5 orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol. Pada tahun 2025 sekitar 29% orang dewasa diseluruh dunia memiliki hipertensi dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Asia Tenggara berada di posisi ketiga tertinggi dengan prevalensi 25% terhadap total penduduk. Di Asia Tenggara, beberapa negara sudah melaksanakan skrining hipertensi pada usia produktif, namun penelitian yang dilakukan masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan skrining dalam penemuan jumlah kasus Hipertensi pada usia produktif (15- 59 Tahun) di Asia Tenggara. Penelitian ini merupakan studi kualitatif menggunakan metode Literature review dengan basis data Google Scholar, PubMed, dan PMC. Pendekatan yang digunakan yaitu Input Process Output (IPO) agar penelitian lebih terarah. Hasil pencarian yang memenuhi kriteria inklusi hanya Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining efektif dalam menyaring pasien hipertensi yang tidak terdiagnosis dan tidak terkontrol yaitu studi di Vietnam 28,7% penduduk usia produktif terdiagnosis hipertensi dan 37,7% dari mereka tidak terkontrol, di Thailand 40% penduduk usia produktif tidak menyadari bahwa mereka hipertensi dan 50,8% dari mereka tidak terkontrol, serta di Malaysia 32,4% penduduk usia produktif terdiagnosis hipertensi dan 40,5% dari mereka tidak terkontrol. Peneliti menyimpulkan bahwa skrining terbukti efektif dalam menemukan kasus secara dini dan menentukan penanganan serta diagnosis lebih lanjut. Kata kunci: Hipertensi, Skrining, Asia Tenggara, Input, Proses, Output Hypertension is one of the worldwide leading causes of premature death. The WHO data shows about 1.13 billion people on hypertension in the world, that means 1 of 3 people in the world is unaware that they have hypertension and 1 of 5 people with uncontrolled hypertension. In 2025, about 29% of adults worldwide are having hypertension and are estimated that each year 10.44 million people died from hypertension and its complications. Southeast Asia is in the third highest position with a prevalence of 25% of the total population. In Southeast Asia, several countries have already carried out hypertension screening at their productive age, otherwise the conducted reasearch amount are limited. The objective of this research is to analyze the implementation of screening for the hypertension cases discovery in the productive age (15-59 years) in Southeast Asia. This research is a qualitative study using the Literature review method with Google Scholar, PubMed, and PMC databases. The study approach used in this research is Input Process Output (IPO) to produce more directed research. The countries which met the inclusion criteria were only Vietnam, Thailand and Malaysia. The research shown that screening was effective to detect any undiagnosed and uncontrolled hypertension patient. The study in Vietnam shown that 28.7% of the productive aged inhabitants had hypertension and 37.7% of them were uncontrolled, in Thailand 40% of the productive aged inhabitants were unaware that they were having hypertension and 50,8% of them were uncontrolled; and in Malaysian 32,4% of the productive aged inhabitants were having hypertension and 40,5% of them were uncontrolled. The researchers concluded that screening proved effective in finding cases early in order to determine any further treatment and diagnosis. Key words: Hypertension, Screening, Southeast Asia, Input, Process, Output
Read More
S-10371
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Liza Azzahra; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Atik Nurwahyuni, Dumilah Ayuningtyas, Agung Giri Samudra, Mardiati Nadjib
Abstrak:
Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap penggunaan antibiotik tidak rasional dan peningkatan risiko resistensi antimikroba. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Provinsi Maluku Utara memiliki proporsi perolehan antibiotik tanpa resep dokter sebesar 77,9%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor predisposing, enabling, dan need dengan perilaku penggunaan antibiotik pada penduduk usia ≥15 tahun di Provinsi Maluku Utara berdasarkan Andersen Behavioral Model. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder SKI 2023. Analisis dilakukan pada penduduk usia ≥15 tahun yang menggunakan antibiotik oral dalam satu tahun terakhir. Variabel dependen adalah cara perolehan antibiotik, sedangkan variabel independen meliputi faktor predisposing, enabling, dan need. Analisis data menggunakan pendekatan complex sample analysis melalui uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan cara perolehan antibiotik berbeda antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada wilayah perkotaan, faktor yang berhubungan pada model final hanya sumber perolehan antibiotik. Sementara itu, pada wilayah perdesaan, faktor yang berhubungan meliputi sumber perolehan antibiotik dan keluhan kesehatan. Secara keseluruhan, faktor enabling, khususnya sumber perolehan antibiotik, merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan cara perolehan antibiotik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perolehan antibiotik tanpa resep masih lebih banyak ditemukan pada kelompok yang memperoleh antibiotik melalui sumber nonformal dan dipengaruhi oleh karakteristik individu serta akses pelayanan kesehatan. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan tata kelola distribusi antibiotik, peningkatan pengawasan pada fasilitas pelayanan kesehatan formal dan nonformal, serta pengembangan strategi edukasi yang sesuai dengan karakteristik kelompok sasaran guna mendukung penggunaan antibiotik yang rasional.

The use of antibiotics without a doctor’s prescription remains a public health problem that contributes to irrational antibiotic use and increases the risk of antimicrobial resistance. Based on the 2023 Indonesian Health Survey, North Maluku Province had a proportion of non-prescription antibiotic acquisition of 77.9%, which was higher than the national average. This study aimed to analyze the association between predisposing, enabling, and need factors and antibiotic use behavior among individuals aged ≥15 years in North Maluku Province based on the Andersen Behavioral Model. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey. The analysis was conducted among individuals aged ≥15 years who had used oral antibiotics within the past year. The dependent variable was the method of antibiotic acquisition, while the independent variables included predisposing, enabling, and need factors. Data analysis was performed using a complex sample analysis approach through univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results showed that factors associated with the method of antibiotic acquisition differed between urban and rural areas. In urban areas, the only factor associated in the final model was the source of antibiotic acquisition. Meanwhile, in rural areas, the associated factors included the source of antibiotic acquisition and health complaints. Overall, enabling factors, particularly the source of antibiotic acquisition, emerged as the most dominant factors associated with the mode of antibiotic acquisition. The findings demonstrated that obtaining antibiotics without a prescription was more prevalent among individuals who acquired antibiotics through informal sources and was influenced by individual characteristics as well as access to healthcare services. These results highlight the need to strengthen antibiotic distribution governance, enhance supervision of both formal and informal healthcare facilities, and develop educational strategies tailored to the characteristics of target populations in order to promote the rational use of antibiotics.
Read More
T-7547
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ihdayani Sitanggang; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuniarto Budi Santosa
S-8336
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risty Ivanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Mugia Bayu Raharja
Abstrak: Keikutsertaan KB merupakan upaya pengaturan kelahiran yang diharapkan dapatmenurunkan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Angkakelahiran nasional selama 10 tahun terakhir menunjukkan angka yang stagnan 2,6 dan belummencapai target nasional 2,1 dengan angka pemakaian kontrasepsi hanya mengalamipeningkatan 1 persen di priode yang sama. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder SDKI2012 yang merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian inimelihat faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan KB pasangan usia subur. Hasilanalisis menunjukkan bahwa faktor status ekonomi, pendidikan istri, paritas, sumber InformasiKB melalui diskusi, sumber Informasi KB melalui layanan KB dan tokoh masyarakat, dansumber informasi KB melalui petugas kesehatan berhubungan dengan keikutsertaan KBpasangan usia subur. Adapun faktor yang dominan berhubungan adalah sumber informasimelalui diskusi dengan keluarga/teman/kerabat. Saran dari studi ini adalah meningkatkan aksesinformasi KB secara luas, cara dan media yang digunakan disesuaikan dengan karakteristikdaerah dan karakteristik masyarakat di daerah tersebut. Kemudian menumbuhkan semangatmelayani peserta KB dengan komunikatif di kalangan petugas kesehatan (bidan, dokter danperawat) agar dapat meningkatkan pelayanan KB.Kata Kunci:Keikutsertaan KB, Pasangan Usia Subur, SDKI 2012
The Participation of family planning is an effort of birth control that is expected toreduce population growth rate and increase family welfare. The number of nationality fertilityrate for the last 10 years shows is stagnant in 2,6 and not yet achieve national target 2,1 with thecontraceptive prevalence rate just increased 1 percent in the same period. This study is asecondary data analysis of Demographic and Health Survey 2012 a quantitative study usingcross sectional design. This research to analyze factors related to the family planningparticipation of reproductive age couple. The analysis resulted that the factors of economicstatus, education wife, parity, source of family planning information through discussions,information resource planning services and family planning through community leaders, andfamily planning resources through health workers associated with family planning participationof reproductive age couple. The dominant factor is associated resources through discussionswith family/friends/relatives. Suggestions of this study is to improve access to family planninginformation widely, and the way the media is used according to the characteristics of the regionand the characteristics of people in the area. Then grow the spirit of serving participant familyof planing with good communicative among health care workers (midwives, doctors and nurses)in order to improve family planning services .Key words :Family Planning Participation, Reproductive Age Couple, Demographic Health Survey 2012
Read More
T-4053
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amilia Wulandhani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Pujiyanto, Lina Marlina, Donni Hendrawan
Abstrak:
Ageing population merupakan permasalahan bagi sistem kesehatan di berbagai negara. Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko tinggi menderita penyakit tidak menular kronis, multimorbiditas, serta disabilitas. FKTP menjadi akses pelayanan kesehatan terdekat lansia berkaitan dengan sistem berjenjang dalam skema JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan rawat jalan tingkat pertama pada lansia peserta JKN tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2023. Pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia peserta JKN tahun 2022 adalah 43,35%. Terdapat hubungan signifikan antara kelompok usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, segmen peserta, wilayah tempat tinggal, riwayat penyakit kronis, jenis FKTP, dan kepemilikan FKTP dengan pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia adalah riwayat penyakit kronis dimana lansia dengan riwayat penyakit kronis berpeluang lebih besar (AOR 41,84; 95% CI 37,35-46,87; p value 0,000) memanfaatkan pelayanan RJTP dibandingkan lansia tanpa riwayat penyakit kronis. Diperlukan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program pelayanan kesehatan lansia seperti ILP, Prolanis, serta mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia.

The ageing population is a problem for the health system across countries. The elderly are a vulnerable population with higher risk of chronic diseases, multimorbidity, and disability. Primary care facilities (FKTP) are the closest access to health services for elderly related to the tiered system in JKN scheme. This study aims to determine factors associated with the utilization of primary outpatient services (RJTP) among elderly JKN participants in 2022. This is a cross-sectional study using BPJS Kesehatan sample data in 2023. This study found RJTP utilization among elderly JKN participants in 2022 was 43,35%. There is a significant relationship between age group, gender, family relationship, participant segment, area of residence, chronic condition, type of FKTP, and ownership of FKTP with the utilization of RJTP. The most dominant factor related to the utilization of RJTP is chronic conditions, where elderly with a chronic disease have a greater chance (AOR 41,84; 95% CI 37,35–46,87; p value 0.000) of utilizing RJTP compared to elderly without a chronic disease. Collaboration is needed between Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, and local government to optimize elderly health service programs such as ILP, Prolanis, and educate people to increase RJTP utilization for the elderly.
Read More
T-7056
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikria Nur Ramadani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Ika Lastyaningrum, Eriati
Abstrak:
Di Indonesia, kontrasepsi diatur dan diselenggarakan dalam program Keluarga berencana yang bertujuan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan tercapai kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan penggunaan alat kontrasepsi modern ke tradisional pada wanita berstatus kawin di Indonesia berdasarkan data SDKI 2017. Metode pengambilan datanya adalah cross sectional dan dianalisis dengan model regresi logistik. Gambaran jenis kontrasepsi modern yang digunakan adalah metode kontrasepsi jangka pendek, sedangkan alasan responden melakukan perpindahan karena alasan efek samping, permasalahan akses dan ketersediaan, serta tidak adanya dukungan dari suami. Hasil bivariat menyatakan bahwa faktor predisposisi (umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan,Sosio ekonomi , dan keinginan memiliki anak), faktor penguat (pengambil keputusan, kunjungan dan penyuluhan KB, dan keterpaparan media) serta faktor pemungkin yaitu kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan perpindahan kontrasepsi modern. Berdasarkan analisis multivariat, variabel tingkat pendidikan merupakan variabel yang paling kuat mempengaruhi perpindahan kontrasepsi modern dibandingkan variabel lainnya. Program KB perlu lebih berfokus kepada faktor demografi klien dengan memberikan pelayanan dan penyuluhan yang luas dan berkualitas sehingga tujuan program KB dapat tersampaikan dengan efektif dan tepat sasaran

Contraception is an effort to prevent pregnancy. This effort can be temporary or permanent by means of certain methods, tools and medicines. In Indonesia, contraception is regulated and implemented in the family planning program which aims to create quality families and achieve community welfare. This study aims to analyze the factors that influence the shift in the use of modern to traditional contraceptives among currently married women in Indonesia based on the 2017 IDHS data. The data collection method is cross sectional and analyzed with a logistic regression model. The description of the type of modern contraception used is the short-term contraceptive method, while the reasons for the respondents moving were due to side effects, problems of access and availability, and the absence of support from their husbands. The bivariate results state that predisposing factors (age, education level, level of knowledge, socioeconomics, and desire to have children), reinforcing factors (decision makers, family planning visits and counseling, and media exposure) and enabling factors, namely service quality have a significant relationship with displacement. modern contraception. Based on mutivariate analysis, the variable level of education is the variable that has the strongest influence on the transfer of modern contraception compared to other variables. Family planning programs need to focus more on client demographic factors by providing broad and quality service and counseling so that the objectives of the family planning program can be delivered effectively and on target.

Read More
T-5932
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukrisno; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto; Vetty Yulianty Permanasari, Susiyo Luchito, Wirentana, I Made Yosi Purbadi
Abstrak: Indonesia termasuk dalam lima wilayah dengan prevalensi Hepatitis B tertinggi di dunia.Penyebaran Hepatitis B dapat dicegah dengan pemberian imunisasi Hepatitis B yangdimulai dari bayi baru lahir usia 0-7 hari (HB 0). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan akses imunisasi HB 0 di Indonesia.Studi dengan desain potong lintang ini menggunakan data Susenas 2016 dan Podes 2014.Sampel adalah bayi dari wanita yang pernah menikah berumur 15-49 tahun danmelahirkan bayi dengan berat lahir ≥ 2,5 Kg pada dua tahun sebelum survei denganjumlah responden 18.407 individu. Hasil penelitian menunjukkan 59,63% bayimemanfaatkan imunisasi HB 0. Analisis regresi logistik (logit) menunjukkan variabelpendidikan, jarak, umur ibu, wilayah tempat tinggal, regional, tempat lahir bayi danpenolong persalinan berhubungan dengan akses imunisasi HB 0. Bayi yang dilahirkan difasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan memiliki peluang yang lebih baik.Disarankan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan, kemitraan tenaga kesehatandan mendorong ibu hamil untuk bersalin di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenagakesehatan.
Kata kunci: Hepatitis B untuk bayi baru lahir, Imunisasi, Akses.
Indonesia is among the five regions in the world with the highest Hepatitis B prevalence.One of the efforts to prevent Hepatitis B infection is to give Hepatitis B birth-dose vaccineto infants at age 0-7 day (HB 0). This research aimed to analyze factors related to theaccess of HB 0 vaccinations in Indonesia. This cross-sectional study was using Susenas2016 and Podes 2014 data, sample size was 18.407 babies of married women whose agebetween 15-49 years and gave birth baby birth weight ≥ 2,5 Kg in the last two yearsbefore the survey was done. About 59,63% infants accesses HB 0 vaccination. Logisticregression analysis model (logit) resulted marginal effects which showed variabel of ageand education of the mother, region, place of birth, distance and birth attendants hadrelationship with access the HB 0 vaccination. To increase the HB 0 vaccinationcoverage, it is recommended that the government or the policy makers should improveprograms and acess through health promotions, partnerships among health personnels,as well as encourage facility-based delivery.
Key words: Hepatitis B birth-dose, Vaccination, Access, New Born Infants.
Read More
T-5292
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Indah Lestari; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujianto, Atik Nurwahyuni, Ida Ayu Citarasmi, Arini Kusmintarti
T-5565
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive