Ditemukan 41269 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nova Riyanti Yusuf, Marleni Desnita, Surahman
JPPP Edisi 6
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risti Anjar Wati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Deasy Martini
S-10366
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mohammad Khatami; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sancoyo Budi Utomo
Abstrak:
Read More
Faktor manusia merupakan faktor yang berkontribusi besar terhadap terjadinya kecelakaan kerja dimana 88% kecelakaan kerja di industri terjadi karena tindakan tidak aman dari manusia (Ramli, 2019). Karena hal tersebut, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan tentang manusia salah satunya adalah dengan membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) (Ramli, 2019). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan formal dimana pada proses pembelajaran siswa SMK tidak hanya dituntut untuk memahami suatu konsep atau teori namun juga harus bisa mempraktikan teori yang telah diajarkan. Adanya interaksi langsung antara siswa dengan peralatan atau mesin produksi dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja sehingga K3 menjadi isu yang penting (Monisa, 2016). Penelitian ini dilakukan di 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bogor untuk mencari gambaran awal budaya K3 di SMK Kabupaten Bogor berdasarkan tiga dimensi yaitu dimensi manusia, dimensi organisasi, dan dimensi teknologi. Dalam penelitian ini tidak dilakukan pengurutan atau penentuan tingkatan budaya K3 di SMK yang kurang baik hingga baik, melainkan hanya menggambarkan kondisi awal budaya K3 di SMK berdasarkan dimensi manusia, dimensi teknologi, dan dimensi organisasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi campuran atau mixed method. Sumber data berasal data primer yang didapatkan menggunakan kuesioner kepada guru, tenaga kependidikan dan siswa SMK di Kabupaten Bogor, wawancara mendalam kepada guru SMK dan observasi ke sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan dari lima SMK di Kabupaten Bogor yang diteliti terdapat satu SMK dengan budaya K3 yang paling baik, dua SMK dengan budaya K3 yang cukup baik, dan dua SMK dengan budaya K3 yang kurang baik. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa budaya K3 dari kelima SMK bervariasi.
Human factors are a major contributing factor to workplace accidents, with 88% of industrial accidents occurring due to unsafe actions by individuals (Ramli, 2019). To prevent workplace accidents, various approaches to understanding human behavior, such as building a safety and occupational health (OSH) culture, can be implemented (Ramli, 2019). Vocational High Schools or in bahasa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) are formal educational institutions where students are not only required to understand concepts or theories but also to apply them practically. The direct interaction between students and equipment or production machinery can potentially lead to work accidents or occupational diseases, making OSH an important issue (Monisa, 2016). This study was conducted in five Vocational High Schools in Bogor Regency to provide an initial overview of the OSH culture in SMK Bogor Regency based on three dimensions: the human dimension, the organizational dimension, and the technological dimension. The study did not rank or determine the level of OSH culture in SMK from poor to good; instead, it only described the initial conditions of the OSH culture in SMK based on the human, technological, and organizational dimensions. The research design used a mixed-method approach, combining primary data from questionnaires distributed to teachers, educational staff, and SMK students in Bogor Regency, in-depth interviews with SMK teachers, and observations conducted at the schools. The results of this study show that out of the five SMKs investigated in Bogor Regency, one SMK has the best OSH culture, two SMKs have a moderately good OSH culture, and two SMKs have a poor OSH culture. These findings indicate that the OSH culture varies among the five SMKs.
S-11354
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Novitasari; Pembmbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Susanto Saputro
Abstrak:
Studi ini membahas mengenai analisis risiko K3 pada kegiatan praktikum laslistrik di SMK Negeri 2 Depok Tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahui tingkat risiko K3 pada kegiatan praktikum las listrik di SMK Negeri 2Depok.Metode identifikasi bahaya menggunakan Job Hazard Analysis, sedangkananalisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis risikosemikuantitatif dan perhitungan nilai risiko metode dari W.T. Fine.Nilai risikomerupakan hasil perkalian dari nilai consequences, probability, dan exposure.Padapraktikum las listrik ditemukan 50 risiko.
Kata kunci : analisis risiko, praktikum las, consequences, probability,exposure
The focus on this study is risk analysis in electrical welding practicum ofVocational School 2 Depok in 2015. This aim to assess risk level of practicumactivity. This study used Job Hazard Analysis (JHA) for hazard identification,while for risk analysis is undertaken by semi-quantitative method by W.T. Fine.Risk score is determined by multiplication of consequences, probability, andexposure. The result of this study showed that electrical welding practicum has 50health and safety risk.
Key word : risk analysis, electrical welding practicum, consequences, probability,exposure.
Read More
Kata kunci : analisis risiko, praktikum las, consequences, probability,exposure
The focus on this study is risk analysis in electrical welding practicum ofVocational School 2 Depok in 2015. This aim to assess risk level of practicumactivity. This study used Job Hazard Analysis (JHA) for hazard identification,while for risk analysis is undertaken by semi-quantitative method by W.T. Fine.Risk score is determined by multiplication of consequences, probability, andexposure. The result of this study showed that electrical welding practicum has 50health and safety risk.
Key word : risk analysis, electrical welding practicum, consequences, probability,exposure.
S-8931
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Agustini; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yunizar
Abstrak:
Potensi bahaya merupakan hal yang umum ditemukan dalam kegiatan sehari-hari, begitu juga dengan kegiatan praktikum. Studi ini mengenai analisis risiko pada praktikum jasa boga di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok Tahun 2015. Tujuannya untuk melakukan identifikasi bahaya dan mengetahui tingkat risiko di laboratorium jasa boga. Identifikasi bahaya dilakukan dengan menggunakan Job Hazard Analysis (JHA) dan analisis risiko dilakukan dengan menentukan besaran nilai risiko menggunakan formula semikuantitatif W.T. Fine. Pada aktivitas praktikum ditemukan 4 jenis bahaya (fisik, kimia, biologi dan ergonomi) dengan jumlah 41 bahaya keselamatan dan kesehatan kerja dan bahaya yang paling banyak ditemukan adalah bahaya fisik. Hasil analisis risiko dibedakan menjadi basic risk, existing risk dan predictive risk. Pengelolaan risiko yang disarankan berupa pengendalian administratif seperti pembuatan Standar Operational Procedure (SOP) beserta penerapannya di setiap kegiatan praktikum jasa boga.
Kata kunci: praktikum jasa boga, analisis risiko K3, sekolah menengah kejuruan
Potential hazard is commonly found in every daily activities, as well as practicum activities. The focus on this study is risk analysis in culinary service practicum in Vocational High School 2 Depok in 2015. This aim to identify the hazards and determine level of risk in the culinary service laboratory. Hazard identification method using the Job Hazard Analysis (JHA) and risk were calculated by semi-quantitative W.T. Fine‟s formula. In the practicum activity was found four types of hazards (physical, chemical, biological, and ergonomics) and 41 occupational health and safety hazard with the most common hazard is a physical hazard. The results of risk analysis can be divided into basic risk, existing risk and predictive risk. The recommendation to risk control in the form of administrative control such as Standard Operational Procedure (SOP) and its implementasion in each culinary service practicum.
Keywords: culinary service practicum, OHS risk analysis, vocational high school
Read More
Kata kunci: praktikum jasa boga, analisis risiko K3, sekolah menengah kejuruan
Potential hazard is commonly found in every daily activities, as well as practicum activities. The focus on this study is risk analysis in culinary service practicum in Vocational High School 2 Depok in 2015. This aim to identify the hazards and determine level of risk in the culinary service laboratory. Hazard identification method using the Job Hazard Analysis (JHA) and risk were calculated by semi-quantitative W.T. Fine‟s formula. In the practicum activity was found four types of hazards (physical, chemical, biological, and ergonomics) and 41 occupational health and safety hazard with the most common hazard is a physical hazard. The results of risk analysis can be divided into basic risk, existing risk and predictive risk. The recommendation to risk control in the form of administrative control such as Standard Operational Procedure (SOP) and its implementasion in each culinary service practicum.
Keywords: culinary service practicum, OHS risk analysis, vocational high school
S-8945
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhamad Rimba Alifandy Putra; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sancoyo Budi Utomo
Abstrak:
Read More
Kecelakaan kerja yang disebabkan oleh unsafe acts dan unsafe conditions berkaitan erat dengan bagimana budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran awal budaya K3 enam SMK di Kota Depok tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan gambaran terkait domain organisasi, teknologi, dan manusia terkait iklim K3 di enam SMK di Kota Depok. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan sampel guru, tenaga kependidikan, dan siswa, instrumen wawancara dengan sampel pihak kepala sekolah atau perwakilan yang ditunjuk, dan instrumen observasi dilakukan peneliti secara langsung di SMK. Hasil gambaran awal budaya K3 antara lain empat SMK memiliki nilai baik dan dua SMK memiliki nilai cukup baik.
Accidents caused by unsafe acts and unsafe conditions are closely related to how the safety culture is implemented. The purpose of this study is to get an initial overview of the safety culture in six Depok City Vocational Schools in 2023. The research method used is descriptive analysis using qualitative and quantitative data to provide an overview related to organizational, technological, and human domains related to safety climate in six Vocational High Schools in Depok City. The instruments in this study were questionnaires with samples of teachers, educational staff, and students, interview instruments with samples of school principals or designated representatives, and observation instruments carried out by researchers directly at Vocational Schools. The results of the initial overview of the OSH culture included four Vocational Schools having good category and two Vocational Schools having fairly good category.
S-11308
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shakila Davisha Alexandrite; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sancoyo Budi Utomo
Abstrak:
Read More
Pratik kerja pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia memiliki risiko tinggi bagi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk para guru, siswa, tenaga pendidik dan warga sekitar. Pada beberapa Sekolah Menengah Kejuruan, masih didapati beberapa laporan kecelakaan kerja seperti terjatuh, terkena cairan kimia, terpeleset, luka bakar,dan patah tulang terkena mesin. Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah rendahnya komitmen dan pengetahuan siswa tentang penerapan budaya K3, sehingga mereka tidak terbiasa dalam menerapkan perilaku aman saat bekerja atau praktik. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran terkait gambaran awal budaya K3 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bandung dan Cimahi tahun 2023. Metode penelitian adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggambarkan dan menganalisis implementasi K3 pada SMK di Kota Bandung dan Cimahi yang mengkaji dimensi organisasi, manusia dan teknologi. Lokasi penelitian di 6 Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung dan Cimahi. Sampel penelitian meliputi siswa, guru dan tenaga pendidikan, sedangkan informan penelitian meliputi kepala sekolah atau kepala program jurusan di SMK. Hasil penelitian adalah gambaran awal budaya K3 di keenam SMK di kota Bandung dan Cimahi adalah sudah cukup baik
Work practices in Vocational High Schools (SMK) in Indonesia have a high risk for occupational safety and health (K3) for teachers, students, educators and local residents. In several Vocational High Schools, there are still several reports of work accidents such as falls, exposure to chemical fluids, slips, burns, and broken bones hit by machines. One of the causes of work accidents is the low commitment and knowledge of students about the application of OSH culture, so they are not accustomed to applying safe behavior when working or practicing. The research objective was to obtain an overview regarding the initial picture of OSH culture in Vocational High Schools (SMK) in the cities of Bandung and Cimahi in 2023. The research method is descriptive observational with a quantitative and qualitative approach. This study describes and analyzes the implementation of OSH at SMKs in the cities of Bandung and Cimahi which examines the organizational, human and technological dimensions. Research locations in 6 Vocational High Schools in Bandung and Cimahi. The research sample included students, teachers and educational staff, while the research informants included school principals or heads of departmental programs at SMKs. The results of the initial picture of OSH cultur in six Vocational High Schools in the cities of Bandung and Cimahi are quite good.
S-11427
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Asmazatun Nataqin; Pembimbing: Evi Martha
S-3620
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marti Rahayu Diah Kusumawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Triyanti, Evi Martha, Andi Sari Bunga Untung, Fiena Fithriah
Abstrak:
Konsumsi buah dan sayur pada siswa masih belum memenuhi rekomendasi yangdianjurkan. Kurangnya konsumsi buah dan sayur mengakibatkan peningkatan risikopenyakit tidak menular dan menyebabkan kematian. Kelompok usia sekolah menengahatas merupakan kelompok usia remaja yang berada dalam masa yang tepat untukpertumbuhan dan perkembangannya dalam menanamkan kebiasaaan makan yang sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan konsumsi buah dan sayur padasiswa SMA Negeri di Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 326 siswa dari 4SMA Negeri berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwasikap, preferensi, dan ketersediaan buah dan sayur di rumah merupakan determinan darikonsumsi buah dan sayur dengan faktor dominan yang ditemukan adalah preferensi(OR=7,87; CI=1,8-34,1). Peningkatan pemahaman akan manfaat dan pentingnyakecukupan konsumsi buah dan sayur bagi kesehatan serta upaya pemberdayaanmasyarakat sekolah dapat membentuk persepsi yang baik bahwa buah dan sayur adalahmakanan sehat dengan rasa yang enak dan dapat dikonsumsi dalam berbagai jenispengolahan yang menarik.Kata kunci: Konsumsi buah dan sayur, remaja, siswa.
Consumption of fruits and vegetables in students still not meet the recommendedrecommendations. Lack of fruit and vegetable consumption leads to an increased risk ofnon-communicable diseases and causing death. The high school age group is a group ofteenagers who are in the right age for their growth and development in instilling healthyeating habits. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetableconsumption in high school students in East Jakarta Jatinegara Subdistrict. This researchis a quantitative research with cross-sectional study design. A total of 326 students from4 public senior high school participated in this study. The results showed that theattitudes, preferences, and availability of fruits and vegetables at home were thedeterminants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found inpreference (OR = 7,87, CI = 1,8-34,1). Increased understanding of the benefits andimportance of the adequacy of fruit and vegetable consumption for health and efforts toempower the school community can form a good perception that fruits and vegetablesare healthy foods with good taste and can be consumed in various types of attractiveprocessing.Keywords: Consumption of fruit and vegetables, adolescents, students.
Read More
Consumption of fruits and vegetables in students still not meet the recommendedrecommendations. Lack of fruit and vegetable consumption leads to an increased risk ofnon-communicable diseases and causing death. The high school age group is a group ofteenagers who are in the right age for their growth and development in instilling healthyeating habits. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetableconsumption in high school students in East Jakarta Jatinegara Subdistrict. This researchis a quantitative research with cross-sectional study design. A total of 326 students from4 public senior high school participated in this study. The results showed that theattitudes, preferences, and availability of fruits and vegetables at home were thedeterminants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found inpreference (OR = 7,87, CI = 1,8-34,1). Increased understanding of the benefits andimportance of the adequacy of fruit and vegetable consumption for health and efforts toempower the school community can form a good perception that fruits and vegetablesare healthy foods with good taste and can be consumed in various types of attractiveprocessing.Keywords: Consumption of fruit and vegetables, adolescents, students.
T-5313
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dekky; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Dana Sutyarso
S-6509
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
