Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41081 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Frisky Valentina Hutagalung; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Luknis Sabri, Sumartini
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa cairan atau makanan padat apapun kecuali vitamin, mineral atau obat sampai dengan usia 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Setiabudi tahun 2016 adalah 43,5%. Kondisi ini belum mencapai target nasional sebesar 80%. Penelitian ini mengukur proporsi pemberian ASI eksklusif dan mempelajari faktor yang berhubungan pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kecamatan Setiabudi dengan desain cross sectional.

Penelitian menemukan bahwa proporsi pemberian ASI eksklusif untuk tahun 2017 sebesar 56,8% (95%CI: 54%-66%), hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kondisi pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Temuan lain adalah ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hal ini menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan sangatlah penting terhadap keberhasilan dalam ASI eksklusif. Bidan dan kader perlu berperan lebih besar dalam pemantauan pemberian ASI eksklusif.

Kata kunci: ASI eksklusif, Dukungan tenaga kesehatan, Puskesmas Kecamatan Setiabudi

Exclusive breastfeeding is breastfeeding alone without any fluids or solids except vitamins, minerals or medicines up to 6 months of age. The exclusive breastfeeding coverage at Health Center of Setiabudi Subdistrict in 2016 was 43.5%. This condition has not reached the national target of 80%. This study among measured the proportion of exclusive breastfeeding and studied factors related to breastfeeding infants aged 0-6 months in Health Center of Setiabudi Subdistrict with cross sectional design.

The study found that the proportion of exclusive breastfeeding for 2017 was 56.8% (95%CI: 54%-66%), indicating improvement in exclusive breastfeeding conditions in Health Center of Setiabudi Subdistrict. Another finding is that there is a relation between support of health workers and exclusive breastfeeding behaviors. This suggests that the role of health workers is crucial to success in exclusive breastfeeding, especially midwives and cadre roles in exclusive breastfeeding monitoring.

Keywords: Exclusive breastfeeding, Support of health workers, Health Center of Setiabudi Subdistrict
Read More
S-9391
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Sekarini; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Zaterti
S-9609
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspita Awalina Rochmatun; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Kemal N. Siregar, Laily Hanifah
S-10219
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmala Hayati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Henny Hermayani
Abstrak: Pembahasan skripsi ini mengenai hubungan karakteristik ibu (pendidikan,pengetahuan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, kenaikan berat badan selamakehamilan), karakteristik bayi (berat badan lahir, jenis kelamin), praktek pemberian makan (praktek pemberian ASI dan MP ASI) dengan status gizi bayi6-11 bulan di Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung tahun 2012. Penelitian inimenggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 77 bayi usia 6-11 bulan. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, pendapatan keluarga dan praktek pemberian ASI. Penulis menyarankan agar meningkatkan kegiatan pendidikangizi bagi ibu, melalui penyuluhan di posyandu terutama yang berkaitan denganpemberian ASI Eksklusif, PUGS (Panduan Umum Gizi Seimbang), sertameningkatkan pengawasan menganai sosialisasi terkait ASI Eksklusif.Kata kunci: Status gizi bayi, praktek pemberian makan, ASI, MP ASI
This research is about the correlation maternal characteristics (educational level,level of knowledge, employment status, family income, the weight gain duringpregnancy), infant characteristics (gender and birth weight), feeding practices(breastfeeding practices and complementary feeding) with nutritional status ofinfants aged 6 until 11 months in Jatinegara, Cakung Subdistrict, in 2012. Thedesign of this research is cross sectional. The sampel of this research is 77 infantsaged 6 until 11 months. The independent variabels are maternity education,maternity knowledge of nutrition, the family income, and the practice ofbreastfeeding. Based on the result of this research improving the activities aboutmaternity knowledge of nutrition by attending illuminations at Posyanduespecially related to exclusive breastfeeding and improving the control ofsocialization related to exclusive breastfeeding.Keywords: Infant nutritional status, feeding practices, breastfeeding,complementary feeding
Read More
S-7637
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Nurhayati; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Fransisca E. Mardiananingsih, Sihadi
T-4339
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Utami; Pembimbing: Besral; Penguji: Yovsyah, Ernawati
Abstrak: Cakupan ASI eksklusif pada 3 tahun terakhir pada Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo masih rendah bila dibandingkan dengan target Kementerian Kesehatan RI yaitu kurang dari 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2017. Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan.

Dari hasil penelitian diperoleh perilaku pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 34,6%. Dari 11 variabel yang diteliti terdapat 5 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif yaitu pengetahuan ibu, sikap ibu, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan.

Hasil penelitian menyarankan mengenai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama melahirkan. Upaya peningkatan pengetahuan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan serta tidak hanya kepada ibu hamil dan menyusui saja, namun terhadap suami, keluarga dan masyarakat, agar masyarakat sadar dan mempunyai sikap positif tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan.

Kata kunci : ASI Eksklusif, pengetahuan ibu, sikap ibu, IMD (Inisisasi Menyusu Dini), dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan

The Achievement of exclusive breastfeeding in the last 3 years at Puskesmas Kecamatan ePasar Rebo is lower than the Ministry of Health's target ( less than 80%). The purpose of this study is to determine the factors associated with exclusive breastfeeding behavior in Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo East Jakarta, 2017. The design of this study cross sectional with a sample of mothers who have babies aged 6-24 months.

Based on this research, the behavior of exclusive breastfeeding is only 34,6%. From 11 variables studied, there are 5 variables that have significant relationship with exclusive breastfeeding behavior that is mother's knowledge, mother attitude, IMD (Early Breastfeeding Initiation), husband support and health officer support.

The results suggest about efforts to conduct health promotion about the importance of giving exclusive breastfeeding to babies during the first 6 months of childbirth. Also, this health promotion are conducted thoroughly and continuously and not only to pregnant and lactating mothers, but to husbands, families and communities, so that people are aware and have a positive attitude about the importance of giving exclusive breastfeeding to babies for 6 months.

Keywords : Exclusive breastfeeding, mother's knowledge, mother attitude, IMD (Early Breastfeeding Initiation), husband support and health officer support
Read More
S-9360
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranum Muntazia; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Anna Maurina
S-9339
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Latipatul Anshor; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Eko Prihastono, Popy Irawati
Abstrak: ASI merupakan gizi terbaik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan sistem kekebalan tubuh bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. IMD merupakan kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel sebanyak 1243 WUS dengan anak usia 0-5 bulan dan masih menyusui serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ASI eksklusif, variabel independen utama yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan variabel kovariat umur, paritas, pendidikan, status pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, frekuensi kunjungan ANC, tempat persalinan, metode persalinan dan penolong persalinan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dengan chi square dan analisis multivariate dengan regresi logistic ganda model faktor resiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia yaitu sebesar 37,5%, dan IMD (39,5%). Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMD dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat dengan (p=0,001 dan OR=2,537) artinya ibu yang melaksanakan IMD memiliki peluang 2,537 untuk memberikan ASI eksklusif. Pada penelitian ini tidak ada variabel konfounding dalam hubungan IMD dengan pemberian ASI eksklusif. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu optimalisasi proses KIE terkait IMD dan ASI eksklusif, memfasilitasi ibu untuk melakukan IMD sesuai prosedur, pelatihan pelaksanaan IMD untuk setiap tenaga kesehatan yang menjadi penolong persalinan dan adanya kebijakan yang terintegrasi di setiap fasilitas kesehatan dari pusat ke daerah terkait pelaksanaan IMD sesuai flowchart.
Breast milk is the best nutrition to optimize baby growth and development and the baby's immune system. WHO recommends exclusive breastfeeding for 6 months. Early initiation of breastfeeding (EIBF) is the key of exclusive breastfeeding?s success. The purpose of the study was to determine the relationship between EIBF and exclusive breastfeeding for infants 0-5 months in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using the 2017 IDHS. The population of this study were all of fertile women 15- 49 years old in Indonesia, a sample of 1243 women on fertile age who have the children 0-5 months and still breastfeeding and met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the main independent variable EIBF and the covariates were age, parity, education, employment status, economic status, area of residence, frequency of ANC visits, place of delivery, delivery method and birth attendant. The analysis for this research is univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate analysis with logistic regression. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding for infants 0-5 months in Indonesia (37,5%) and EIBF (39,5%). The results of the multivariate analysis showed that there was a significant relationship between early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding after being controlled by covariate variables with (p=0.001 and OR=2.537) meaning that mothers who carried out early initiation of breastfeeding had a 2.537 chance of exclusive breastfeeding. In this study, there were no confounding variables between early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. Various efforts need to be done to increase the achievement of exclusive breastfeeding with optimizing the IEC process related to EIBF and exclusive breastfeeding, facilitating mothers to carry out EIBF according to procedures, training in the implementation of EIBF for every health worker who assists childbirth and the existence of integrated policies in every health facility from the center to areas related to the implementation of EIBF according to the flowchart.
Read More
T-6474
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Agustini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati M., Sandra Fikawati, Anies Irawati, Hikmah Kurniasari
Abstrak:
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu dengan kehamilan yang tidak diinginkan berisiko untuk tidak memberikan ASI eksklusif atau bahkan tidak menyusui sama sekali. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel penelitian 1.244 WUS dengan anak usia 0-5 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif, variabel independen adalah kehamilan tidak diinginkan dan variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, paritas, status ekonomi, pekerjaan, status pernikahan, IMD, kunjungan ANC, dan wilayah tempat tinggal. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan persentase ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 59,4% dan persentase kehamilan tidak diinginkan di Indonesia sebesar 19,5%. Hasil analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat (p=0,064), namun ditemukan interaksi variabel kehamilan tidak diinginkan dan paritas dengan OR primipara 2,78, artinya ibu primipara dengan kehamilan tidak diinginkan berisiko 2,78 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI Eksklusif dibandingkan ibu dengan kehamilan diinginkan setelah dikontrol status ekonomi. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu pelatihan tenaga konselor, peningkatan KIE terkait pemberian ASI eksklusif khususnya pada ibu dengan KTD dan optimalisasi penyediaan ruangan dan fasilitas yang mendukung ibu bekerja untuk tetap melanjutkan pemberian ASI eksklusif.

Breast milk is the best food for babies. WHO recommends exclusive breastfeeding. Mothers with unwanted pregnancies are at risk for not giving exclusive breastfeeding or not even breastfeeding at all. The research objective was to determine the relationship between unwanted pregnancies and exclusive breastfeeding in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using data from the 2017 IDHS. The population of this study was all Women of Reproductive Age (WUS) 15-49 years in Indonesia, the study sample was 1,244 WUS with children aged 0-5 months who met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the independent variable was unwanted pregnancy and the covariate variables were age, education, parity, economic status, employment, marital status, IMD, ANC visits, and area of residence. The analyzes performed were univariate, bivariate and multivariate analysis with multiple logistic regression tests of the risk factor model. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia was 59.4% and the percentage of unwanted pregnancies in Indonesia was 19.5%. The results of the multivariate analysis showed that there was no relationship between adverse event status and exclusive breastfeeding after being controlled by the covariate variable (p=0.064), however, there was an interaction between the unwanted pregnancies and parity variables with OR primipara 2.78 meaning that primiparous mothers with unwanted pregnancies are at risk of 2.78 times higher for not giving exclusive breastfeeding compared to mothers with wanted pregnancies after controlling for economic status. Efforts need to be made to improve the ability of exclusive breastfeeding, namely counselors, increasing IEC related to exclusive breastfeeding, especially for mothers with unwanted pregnancies and optimizing the provision of rooms and facilities that support working mothers to continue to provide exclusive breastfeeding.
Read More
T-6681
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hartuti; Pembimbing: Sandra Fikawati, Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Ahmad Syafiq, Utami Roesli, Itje A. Ranida
T-2412
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive