Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33615 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ria Duta Rahmawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Masyitoh; Marlius Warti
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kunjungan rawat jalan di RS Ananda Bekasi pada tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kunjungan pasien rawat jalan di RS Ananda tahun 2017. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari tiga faktor eksternal (pasien), hanya dua faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kunjungan rawat jalan di RS Ananda, yaitu faktor pendapatan (p=0,010) dan faktor kepesertaan asuransi kesehatan (p=0,006). Sedangkan faktor internal (rumah sakit) sebagai penyedia layanan kesehatan terbukti tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kunjungan rawat jalan di RS Ananda. Selain itu, didapatkan pula bahwa faktor pendapatan dapat mempengaruhi kepesertaan asuransi kesehatan (p=0,000). Kata Kunci : Kunjungan rawat jalan; Faktor eksternal; Faktor internal This thesis discusses the factors related to the level of outpatient visits at RS Ananda Bekasi in 2017. This research type is quantitative research with cross sectional design. This study aims to determine the related factors of outpatient visit rates in Ananda Hospital in 2017. The results of this study found that from three external factors (patients), only two factors have a significant relationship with the level of outpatient visits in RS Ananda, income factor (p = 0,010) and health insurance participation factor (p = 0,006). While the internal factors (hospital) as providers of health services proved not to have a significant relationship with the level of outpatient visits in RS Ananda. In addition, it was also found that income factors may affect the participation of health insurance (p = 0.000). Key words: Outpatient visits; External factors; Internal factors
Read More
S-9412
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofia; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Pujiyanto. Elsa Novelia, Haruddin
Abstrak:
Tingginya angka kunjungan rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL) pada klaim INA CBG dengan kode grouping Q-5-44-0 (penyakit kronis kecil lain-lain) sejak tahun 2014 dapat meningkatkan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam sistem INA CBG, kode Grouping Q-5-44-0 merupakan kode grouping yang terbentuk apabila terdapat kunjungan ulang dari pasien yang sifatnya adalah kunjungan kontrol ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Peserta dan faktor FKRTL yang mempengaruhi jumlah kunjungan ulang RJTL. Penelitian ini menggunakan crossectional study dengan metode kuantitatif. Variabel pada faktor Peserta adalah: jenis kelamin, kelompok usia, dan segmen kepesertaan (PBI/ Non-PBI). Sedangkan variabel pada faktor FKRTL adalah: tipe kepemilikan rumah sakit (swasta/pemerintah), kelas FKRTL (A,B,C,D), dan poli spesialis. Data yang digunakan merupakan data retrospektif klaim INA CBG tahun 2017. Subjek penelitian adalah nomor kartu Peserta yang mewakili individu Peserta. Jumlah sampel sebanyak 2.947 dari 9 (sembilan) Kantor Cabang BPJS Kesehatan di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah kunjungan ulang sebanyak 9,96 kali selama tahun 2017 terbanyak pada FKRTL kelas B sebesar 51,5% dan tujuan poli spesialis terbanyak adalah poli penyakit dalam sebesar 27,5%. Tidak ada perbedaan rata-rata antara jumlah kunjungan ulang RJTL pada jenis kelamin perempuan dan laki-laki, tidak ada perbedaan rata-rata jumlah kunjungan ulang RJTL antara FKRTL tipe kepemilikan pemerintah dan swasta, serta tidak terdapat perbedaan jumlah kunjungan ulang RJTL antara kelompok usia. Terdapat perbedaan rata-rata jumlah kunjungan ulang RJTL antara segmen kepesertaan PBI dan Non-PBI, terdapat perbedaan jumlah kunjungan ulang RJTL antara kelas FKRTL, serta terdapat perbedaan siginifikan jumlah kunjungan ulang RJTL antara poli spesialis. Variabel segmen Non-PBI, FKRTL kelas B, poli bedah saraf, poli gastrologi, poli geriatri, poli ginjal, poli UGD, poli mata, poli obgyn, dan poli rematologi berpengaruh negatif terhadap jumlah kunjungan ulang RJTL sedangkan segmen PBI, FKRTL kelas A, C, dan D serta poli spesialis lainnya berpengaruh positif terhadap jumlah kunjungan ulang RJTL

Backgorund: The high of outpatient revisit in hospital from INA CBG Claims with grouping code Q-5-44-0 since 2014 can be a burden on health assurance (JKN) financing. Based on INA CBG system, grouping code: Q- 5-44-0 is set for follow up after treatment visit at secondary health facilities. This condition needs indepth analysis to find factor which is related with outpatient revisit rate. Methodology: This study used a cross-sectional study (quantitative methods) to observe relationship between independent variables of JKN participant (gender, age cluster, participant cluster) and hospital (ownership type, hospital referral class, specialist clinic) with outpatient revisit rate (dependent variable). Sample size were 2.947 participant identities as uniqely code which is presented every participant from nine branch offices of BPJS Kesehatan (Indonesia administration bodies of social health security). Results: the average number of 9.96 visits in 2017 was highest in Class B FKRTL (51.5%) and the highest specialist poly destination was internal medicine poly (27.5%). There is no average difference between the number of outpatient revisit for women and men, there is no difference in the average number of outpatient revisit between government and private ownership, and there is no difference in the number of outpatient revisit between age groups. There is an average difference in the number of outpatient revisit between subsidized participan and Non-subsidized participan, there are differences in the number of outpatient revisit between hospital classes, and there is a significant difference in the number of outpatient revisit between specialists clinic. Hospital class and specialist clinic have a positive influence on the number of return visits while the participation segment has a negative influence on the number of return visits. Non-subsidized participan, hospital class B, neurosurgical poly, gastrology poly, geriatric poly, kidney poly, emergency clinic, eye clinic, poly obgyn, and poly rheumatology had negative effect while subsidized participan, hospital class A, C, and with other specialist clinic had a positive effect on the number of outpatient revisit.

Read More
T-5918
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melita; Pembimbing: Mardiati Nadjibi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Rosmawati, Okta Mutiara Marlina
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posbindu lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Bintara Kota Bekasi tahun 2017. Penelitian kuantitatif dengan disain studi potong lintang ini mencakup sampel 70 orang pralansia dan lansia, data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilanjutkan wawancara kepada responden lansia yang sering datang dan yang tidak pernah datang, kader posbindu dan pemegang Program Lansia. Hasil studi menunjukkan bahwa 85,2% peserta lansia yang mengetahui manfaat berkunjung ke posbindu lanjut usia Faktor-faktor yang berhubungan adalah pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan persepsi tentang manfaat posbindu. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu memperkuat upaya promotif dan preventif, penyuluhan kepada lansia dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk meningkatkan kunjungan ke posbindu lansia Kata kunci: lansia, posbindu lansia, pemanfaatan posbindu This study aims to determine the factors associated with elderly visits to posbindu (integrated service) for elderly in the working area of Bintara health center in 2017. A quantitative study with cross-sectional analysis design was done, included sample of 70 people pre-elderly and elderly. Data was collected using interview to Posbindu participants who come and never come to the Posbindu, as well as cadres and program holders. The study results showed that 85.2% of elderly participants know the benefits of visiting elderly postbindu. Related factors of visiting Posbindu were knowledge, family support, support of health workers and perceptions about the benefits posbindu. Health district and health center are suggested to strengthen promotive and preventive efforts, counseling for the elderly and improving intersectoral cooperation to increase utilization of the Posbindu among the elderly Key words: elderly, posbindu for elderly, use of service
Read More
T-4976
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahayu Astuti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Sri Poerwaningsih, Meilinda
Abstrak: Pelayanan nifas sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi ibu, sehingga bila tejadi morbiditas postpartum segera dapat ditangani dan kematian ibu dapat dicegah. Namun pemanfaatan pelayanan nifas di Indonesia masih sangat rendah dan dibawah target, kunjungan nifas lengkap sekitar 32 persen, angka ini masih jauh dari yang ditargetkan yaitu sebesar 90 persen pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan data sekunder Riskesdas 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 497 kabupaten/kota, dan sampel penelitian ini sebanyak 192 kabupaten/kota. Analisis dilakukan dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian didapatkan faktor yang paling dominan menentukan status Kunjungan Nifas lengkap adalah persentase K4 antenatalcare (B=-0,056). Penelitian ini menyarankan untuk pengkajian ulang standar pelayanan minimal di kabupaten/kota, peningkatan kualitas antenatalcare, peningkatan program home visit dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Kata Kunci : Antenatalcare, kabupaten/kota, kunjungan nifas, pelayanan nifas dan Riskesdas 2013
Read More
T-4377
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Nabiyla Zhafiirah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Yusuf Subekti
Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menimbulkan beban pembiayaan yang tinggi, sehingga pemanfaatan layanan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) menjadi krusial, terutama bagi peserta JKN. Penelitian ini  menggunakan desain cross-sectional pada 498 pasien PGK pengguna RJTL tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmentasi kepesertaan, hak kelas rawat, dan kepemilikan fasilitas berhubungan signifikan dengan utilisasi RJTL (p<0,05). Usia ≥65 tahun menjadi faktor paling dominan (AOR: 1,48; 95% CI: 1,29–1,69). Seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan layanan RJTL pada pasien PGK. 
Chronic Kidney Disease (CKD) poses a significant financial burden, making the utilization of Advanced  Outpatient Services (AOS) crucial, especially for National Health Insurance (JKN) participants. This cross sectional study involved 498 CKD patients who used AOS in 2023. The results showed that age, sex, marital  status, membership segmentation, class of care entitlement, and facility ownership were significantly  associated with AOS utilization (p<0.05). Age ≥65 years was the most dominant factor (AOR: 1.48; 95%  CI: 1.29–1.69). All variables had a significant influence on the utilization of AOS among CKD patients. 
Read More
S-11971
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melati Amanah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Donni Hendrawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi rawat jalan di Rumah Sakit atau FKRTL yang dilakukan oleh Peserta JKN di Wilayah Provinsi Banten Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2016. Sampel yang diperoleh sebesar 41.181 peserta. Uji hubungan dianalisis dengan menggunakan Chi-square.
Read More
S-10575
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmira Dayanti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) Oleh Peserta JKN Di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2019. Sampel yang diperoleh sebesar 64.697. Uji hubungan dianalisis melalui uji Single Logistic Regression dengan menggunakan software program pengolah data. Hasil penelitian didapatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan di Sumatera Utara rendah yaitu 7,56% dan utilisasi kesehatan rawat jalan tingkat lanjut banyak diakses oleh peserta dengan kelompok lansia (12,75%), berjenis kelamin perempuan (9,01%), status pernikahan cerai (16,98%), hak kelas rawat kelas I (10,94%), dengan segmen kepesertaan PBPU (15,2%), hubungan keluarga sebagai istri (11,35%), jenis FKTP adalah klinik pratama (10,52%), kepemilikan faskes dari swasta (10,14%), berdomisili di wilayah Regional IV (9,62%) dan berdomisili di Kota (10,27%). Seluruh varaibel yang diteliti bermakna secara statistic untuk lebih berkemungkinan melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat lanjut di Provinsi Sumatera Utara.

This study aims to determine the factors related to the utilization of Advanced Outpatient Care (RJTL) by Jkn Participants in the Province of North Sumatra (BPJS Health Sample Data for 2015-2019). This research is a quantitative study with a cross-sectional design using BPJS sample data. Health Year 2015-2019. The sample obtained was 64.697. Relationship test was analyzed using data processing program. The results showed that the utilization of outpatient health services in North Sumatra was low at 7.56% and the utilization of advanced outpatient health services was mostly accessed by participants with elderly age (12,75%), female (9,01%), divorce marital status (16,98%), class I care rights (10,94%), with the PBPU membership segment (15,2%), family relations as wife (11,35%), the type of FKTP is klinik pratama (10,52 %), ownership of health facilities from the private (10,14%), domiciled in Regional IV(9,62%) and domiciled in the district (10,27%). All the variables studied were statistically significant to be more likely to perform advanced outpatient health services in North Sumatra Province
Read More
S-11184
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Torry Duet Irianto; Pembimbing: Sandi Iljanto, Mieke Savitri
T-1810
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosephine Chrismayanti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Anggita Petrareni
Abstrak:
Latar Belakang: Pelayanan farmasi merupakan komponen yang penting dalam layanan kesehatan di rumah sakit. Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terdapat dalam Kepmenkes RI Nomor: 129/ Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Minimal Rumah Sakit, menetapkan standar minimal waktu tunggu farmasi yang meliputi obat jadi (non racikan) kurang dari 30 menit dan obat racikan kurang dari 60 menit. Tingginya angka keluhan terhadap layanan instalasi farmasi menunjukkan adanya masalah yang perlu ditangani. Berdasarkan hal tersebut, kajian ini disusun untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu di instalasi rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan utnuk menganalisis waktu tunggu dan faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Siloam TB Simatupang. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui tarikan data SIMRS Hasil Penelitian: Analisis bivariat pada resep racikan menunjukkn faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu adalah jumlah item obat (OR= 2,002; 95% CI: 1,469–2,728; p-value <0,001), cara bayar (OR = 5,704; 95% CI: 4,923–6,608; p < 0,001), jam kunjung (OR = 0,330; 95% CI: 0,279–0,389; p < 0,001), dan jumlah kunjungan poli (OR = 2,098; 95% CI: 1,354–3,249; p < 0,001). Sedangkan pada analisis bivariat resep non racikan, faktor yang berpengaruh adalah jumlah item obat (OR = 2,119; 95% CI: 1,877–2,391; p < 0,001), cara bayar (OR = 2,270; 95% CI: 2,052–2,510; p < 0,001), tipe obat (OR = 0,698; 95% CI: 0,617–0,790; p < 0,001), dan jam kunjung (OR = 0,602; 95% CI: 0,538–0,673; p < 0,001). Analisa multivariat ditemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap waktu tunggu farmasi adalah cara bayar, pada resep racikan (OR = 5,568; 95% CI: 4,785–6,480; p < 0,001) dan resep non racikan (OR = 2,162; 95% CI: 1,951–2,396; p < 0,001)

Background: Pharmaceutical services are an important component of hospital healthcare services. The Minimum Service Standards (SPM) contained in the Indonesian Minister of Health Decree Number: 129/Menkes/SK/II/2008 concerning Minimum Hospital Standards, stipulates minimum waiting times for pharmacy services, which include less than 30 minutes for ready-made (non-compounded) drugs and less than 60 minutes for compounded drugs. The high number of complaints about pharmacy services indicates that there are problems that need to be addressed. Based on this, this study was conducted to determine the factors related to waiting times in outpatient facilities. Objective: This study aims to analyze waiting times and factors related to prescription waiting times at the Siloam TB Simatupang Hospital Outpatient Pharmacy. Research Methodology: This study uses quantitative methods. Research data was collected through SIMRS data extraction. Research Results: Bivariate analysis of prescription formulas indicates that the factor associated with waiting time is the number of drug items (OR = 2.002; 95% CI: 1.469–2.728; p-value <0.001), payment method (OR = 5.704; 95% CI: 4.923–6.608; p < 0.001), visiting hours (OR = 0.330; 95% CI: 0.279–0.389; p < 0.001), and number of clinic visits (OR = 2.098; 95% CI: 1.354–3.249; p < 0.001). Meanwhile, in the bivariate analysis of non-compounded prescriptions, the influencing factors were the number of drug items (OR = 2.119; 95% CI: 1.877–2.391; p < 0.001), payment method (OR = 2.270; 95% CI: 2.052–2.510; p < 0.001), drug type (OR = 0.698; 95% CI: 0.617–0.790; p < 0.001), and visit time (OR = 0.602; 95% CI: 0.538–0.673; p < 0.001). Multivariate analysis found that the most influential factor on pharmacy waiting time was payment method, for compounded prescriptions (OR = 5.568; 95% CI: 4.785–6.480; p < 0.001) and non-compounded prescriptions (OR = 2.162; 95% CI: 1.951–2.396; p < 0.001).
Read More
S-12194
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarif Rahman Hasibuan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Chandra Istanti Prasetyo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kontrol ulang pasien JKN dengan diagnosis primer kode Z ke rawat jalan tingkat lanjut di wilayah kerja BPJS Kesehatan Pematangsiantar tahun 2018. Desain penelitian ini adalah kuantatif cross sectional menggunakan data sekunder yaitu Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2018. Sampel yang diperolah sebanyak 3.114 kunjungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol ulang mendominasi kunjungan rawat jalan tingkat lanjut (82.7%).
Read More
S-10693
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive