Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24652 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putu Kriswidianto Saputra; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Pertama, I Made Pasek Dwi
Abstrak: SKRIPSI INI MEMBAHAS TENTANG GAP ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN YANG ADA DI GEDUNG PUSAT ADMINISTRASI UNIVERSITAS INDONESIA PADA TAHUN 2017. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITAN DESKRIPTIF ANALITIK DENGAN VARIABLE YANG DITELITI ADALAH SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF (KONSTRUKSI BANGUNAN, KOMPARTEMEN, SARANA JALAN KELUAR, TANGGA DARURAT, PINTU DARURAT, DAN PETUNJUK JALAN KELUAR) DAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF (SPRINKLER, ALARM, DETEKTOR, APAR, DAN HIDRAN). HASIL PENELITIAN MENUNJUKAN RATA-RATA 83% KONDISI AKTUAL SESUAI DENGAN PERATURAN DAN MASIH ADA 17% GAP DENGAN PERATURAN. STANDAR YANG DIGUAKAN ADALAH PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO.26/PRT/M/2008, KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEKERJAAN UMUM NOMOR 10/KPTS/2000, PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO.4 TAHUN 1980, NFPA 13, DAN NFPA 72. DAN JUGA DILAKUKAN PERHITUNGAN WAKTU EVAKUASI DISETIAP LANTAI GEDUNG. KATA KUNCI: KEBAKARAN,GAP ANALISIS, SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF, SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF, WAKTU EVAKUASI THIS STUDY DISCUSSED ABOUT GAP ANALYSIS OF FIRE PROTECTION SYSTEM IN ADMINISTRATION CENTER BUILDING OF UNIVERSITY OF INDONESIA IN 2017. THIS RESEARCH IS ANALYTIC DESCRIPTIVE RESEARCH. THE VARIABLES STUDIES WERE PASSIVE FIRE PROTECTION SYSTEM (BUILDING CONSTRUCTION, COMPARTMENT, MEANS OF EGRESS, EMERGENCY STAIRS, EMERGENCY DOORS, AND EXIT SIGN) AND ACTIVE FIRE PROTECTION SYSTEM (SPRINKLERS, FIRE ALARMS, DETECTORS, FIRE EXTINGUISHER, AND HYDRANTS). RESULTS SHOWED THAT AN AVERAGE OF 83% IS IN ACCORDANCE WITH THE REGULATION AND THERE WERE STILL 17% GAP WITH REGULATION. THE STANDARD USED IS PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO.26/PRT/M/2008, KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEKERJAAN UMUM NOMOR 10/KPTS/2000, PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO.4 TAHUN 1980, NFPA 13, AND NFPA 72. AND ALSO CALCULATED OF EVACUATION TIME IN EVERY FLOOR OF BUILDING. KEYWORD: FIRE, GAP ANALYSIS, ACTIVE FIRE PROTECTION SYSTEM, PASSIVE FIRE PROTECTION SYSTEM, EVACUATION TIME
Read More
S-9497
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jufni Muhammad Riandy; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Gandjar Kiswanto
Abstrak: Skripsi ini membahas evaluasi kesesuaian antara sistem proteksi kebakaran aktif (sprinkler, alarm, detektor asap dan panas, APAR, pompa kebakaran dan hidran), pasif (konstruksi bangunan dan komaprtemen), sarana penyelamatan jiwa (sarana jalan keluar, Koridor, Tangga darurat, Tanda petunjuk arah, Pintu darurat dan Pencahayaan Darurat ) dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gendung (MKKG) dengan acuan peraturan di Indonesia berupa PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 serta beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Proteksi Kebakaran Aktif, Pasif, Sarana Penyelamatan Jiwa dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) yang tersedia belum sesuai dengan acuan yang digunakan.

This study discussed about suitability evaluation of active fire protection system (sprinkler, alaram, heat and smoke detektor, APAR/minor fire extinguisher, fire pump and hydrant), passive fire protection system (building construction and compartment), life saving equipment (exit way, corridor, emergency stairs, direction sign, emergency doors and emergency lighting) and building?s fire safety management with regulatory reference of Indonesia PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 and some of standar Nasional Indonesia (SNI). This research used analytic descriptive research with comparative approach.The result showed that evaluation of active and passive fire protection system, life saving equipment and building?s fire safety management which is available is not suitable with regulatory reference.
Read More
S-8712
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ariska Dewi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Devi Partina Wardani
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai persepsi risiko kebakaran pegawai Pusat AdministrasiUniversitas Indonesia yang beraktivitas di gedung Rektorat Universitas Indonesia setiaphari kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectionaldengan sampel sebanyak 240 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secarakeseluruhan persepsi risiko kebakaran pegawai sudah baik berdasarkan faktor-faktoryang mempengaruhi persepsi risiko kebakaran. Dalam penelitian ini, secara khususdianalisis hubungan faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi persepsi risikokebakaran pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, pengalamanmenghadapi kebakaran, pelatihan menghadapi kebakaran, kondisi emosional pegawaiketika terjadi kebakaran, pengaruh perilaku orang lain dalam mencegah danmenanggulangi kebakaran, dan tingkat lantai pegawai bekerja memiliki hubungan yangsignifikan terhadap persepsi risiko kebakaran. Sementara itu, faktor-faktor lainnya yaituusia, pendidikan terakhir, pengetahuan mengenai kebakaran, kepercayaan pada pihakberwenang yang menanggulangi kebakaran, kredibilitas informasi kebakaran, lingkunganfisik gedung, dan peran sosial tidak mempengaruhi persepsi risiko kebakaran pegawaisecara signifikan.Kata kunci: Persepsi risiko kebakaran, gedung bertingkat, pengalaman kebakaran,pelatihan kebakaran, pengetahuan kebakaran, kredibilitas informasi kebakaran, kondisiemosional, pengaruh perilaku orang lain, kepercayaan pihak berwenang, peran sosial.
This study discussed the risk perception of Central Administration Staff of The Universityof Indonesia in facing fire if happening in Rectorate Building of the University ofIndonesia. The design of this study uses a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach and the total sample is 240 respondents. The results of this studyconclude that fire risk perception on the staff has been good generally based on the factorswhich influence the perception. It also proves that factors which influence the fire riskperception significantly are gender, fire experiences, fire training, emotional states, thebehavior of others, and floor level. However, other factors do not influence the fire riskperception such as age, education, fire knowledge, trust in authorities, fire informationcredibility, physical environment, and social role.Key words: Fire risk perception, high-rise building, fire experience, fire training, fireknowledge, fire information credibility, emotional states, behavior of others, trust inauthority, social role.
Read More
S-9881
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Nurul Huda; Pembimbing:Fatma Lestari; Penguji: Nusyirwan Hamzah, Muhidin
S-8248
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faras Salsadila; Pembimbing: Hendra; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Robiana Modjo, Irma Primadiati Afifka, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:
Universitas merupakan salah satu tempat yang memiliki risiko terhadap kebakaran. Penelitian ini membahas tentang evaluasi pemenuhan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif, dan sarana penyelamatan jiwa di Gedung Baru Fakultas Ilmu Adinistrasi Universitas Indonesia. Desain penelitian ini bersifat mix methode. Objek dari penelitian ini yaitu setiap elemen pada sistem proteksi kebakaran aktif, pasif, serta sarana penyelamatan jiwa yang berada di Gedung Baru FIA UI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan antara kondisi aktual dengan standar NFPA (NFPA 72, NFPA 13, NFPA 14, NFPA 10, NFPA 101), Permen PU No. 26 Tahun 2008, dan Perwal Depok No. 14 Tahun 2012 . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif pada Gedung Baru FIA UI mendapatkan hasil 86,68% memenuhi standar dan peraturan yang berlaku, sistem proteksi pasif  mendapatkan hasil 80% memenuhi standar dan peraturan yang berlaku, serta sarana penyelamatan jiwa mendapatkan hasil 93,75% memenuhi standar dan peraturan yang berlaku.

University is one of the places that has a risk of fire. This study discusses the evaluation of the  fulfillment of active, passive fire protection systems, and life-saving facilities in the New  Building of the Faculty of Administrative Sciences, University of Indonesia. This study design  is a mix method. The object of this study is each element of the active, passive fire protection  system, and life-saving facilities in the New Building of FIA UI. Data collection was carried  out using observation and interview methods. Analysis was carried out by comparing actual  conditions with NFPA standards (NFPA 72, NFPA 13, NFPA 14, NFPA 10, NFPA 101),  Minister of Public Works Regulation No. 26 of 2008, and Depok Mayor Regulation No. 14 of  2012. The results of this study indicate that the active fire protection system in the New Building  of FIA UI obtained 86.68% results in compliance with applicable standards and regulations, the  passive protection system obtained 80% results in compliance with applicable standards and  regulations, and the life-saving facilities obtained 93.75% results in compliance with applicable  standards and regulations.
Read More
T-7498
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alamsyah Prasetya; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Dadan Erwandi, Farida Tusafariah
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai Analisis Sistem Proteksi Kebakaranpada Gedung Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dengan Menggunakan SNIdan NFPA tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini ingin melihat apakah sistemproteksi kebakaran pada gedung Fakultas Farmasi Universitas Indonesia sudahbisa dikatakan baik atau buruk. Dalam penelitian kali ini, penulis menggunakanceklis sebagai cara untuk mengetahui baik buruknya sistem proteksi kebakaran,yang tiap-tiap variabelnya mengacu pada SNI dan NFPA. Variabel yang menjadialat ukur penelitian kali ini adalah baik buruknya sprinkler, APAR, titik panggilmanual, alarm, hidran, detekor, dan laboratorium. Selain itu, penulis jugamelakukan wawancara mendalam untuk mendapatkan pengayaan informasikepada pihak-pihak yang dirasa memiliki informasi terkait sistem kebakaran yangada. Pada hasil penelitian, berdasarkan hasil ceklis ke enam variabel yangmengacu pada SNI dan NFPA terkait sistem proteksi kebakaran pada gedungFakultas Farmasi Universitas Indonesia, disimpulkan bahwa sistem proteksikebakaran yang ada pada Fakultas Farmasi Universitas Indonesia masih belumbisa dikatakan baik. Tidak sesuainya keadaan sistem proteksi kebakaran yang ada dengan ketentuan yang berlaku pada SNI dan NFPA, serta kurang baiknya managemen dalam pengelolaan sistem proteksi kebakaran di gedung Fakultas Farmasi Universitas Idonesia menjadi alasan penulis, mengapa sistem proteksi kebakaran pada gedung Fakultas farmasi Universitas Indonesia belum dapat diakatakan baik.
Kata kunci : Sistem Proteksi Kebakaran, Fakultas Farmasi UI.
This study discusses the Fire Protection System Analysis at the Universityof Indonesia Faculty of Pharmacy Building in 2013 by using SNI and NFPA. Thepurpose of this study wanted to see if the fire protection system in the building ofthe Faculty of Pharmacy, University of Indonesia can be said to be good or bad. Inthis study, the authors use the checklist as a way to determine the merits of fireprotection systems, which each variable refers to the SNI and NFPA. Thevariables in this study are the good and bad sprinkler, fire extinguisher, manualcall point, alarm, fire hydrant, detector, and laboratory. In addition, the authorsalso conducted in-depth interviews for the benefit of the information to the partiesare deemed to have information related to the existing fire system. On the resultsof the study, based on the results of the checklist to six variable that refers to therelevant SNI and NFPA fire protection systems in the building of the Faculty ofPharmacy, University of Indonesia, it was concluded that the existing fireprotection system at the Faculty of Pharmacy, University of Indonesia was notgood. Incompatibility of the state of the existing fire protection system with theapplicable provisions of SNI and NFPA, as well as the lack of good managementin the management of the fire protection system in the building of the Faculty ofPharmacy, University of Indonesia become the reason the author, why the fireprotection systems in buildings Pharmaceutical Faculty, University of Indonesiacan not be said good.
Keyword: Fire Protection System, Faculty of Pharmacy UI.
Read More
S-7764
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Angraeni Harahap; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Fatma Lestari, H, Astrid Widayati, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Pada tahun 2016, WHO menyatakan prevalensi obesitas di dunia meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 1980 dan banyak penelitian di dunia membuktikan termasuk di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain mixed- methods sequential exploratory, dimulai dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilanjutkan dengan kualitatif. Penelitian bertujuan menganalisis faktor risiko gaya hidup yang melatarbelakangi obesitas pada pegawai PAU, serta faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat yang membentuk gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang melatarbelakangi adalah kebiasaan makan banyak dan perilaku sedentari. Pimpinan perlu meningkatkan program promosi kesehatan yang efektif, melakukan pendidikan serta sosialisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan dan meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan kesehatan, kantin, dan olahraga kepada seluruh pegawai. Kata kunci: gaya hidup, obesitas,
By 2016, WHO states that prevalence of obesity in the world has more than doubled compared to 1980, and many studies in the world have shown that, including in Indonesia. This study used mixed-methods sequential exploratory design starting with collecting and analyzing quantitative data followed by qualitative. The study aims to analyze lifestyle as risk factors that background obesity in PAU employees, such as predisposing, enabling, and reinforcing factors that create lifestyle. The results showed that the main risk factors behind the incidence of obesity were a lot of eating habits and sedentary behavior. Governance need to improve effective workplace health promotion, educate and socialize the utilization of heatlh, canteen, and sports facilities to all employees. Key words: lifestyle, obesity, employee
Read More
T-4884
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Firdaus Sriyadi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
Abstrak: ipa tegak, sprinkler, alat pemadam api ringan (APAR), bahan bangunan, dan konstruksi bangunan gedung dalam menghadapi bahaya kebakaran. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan persepsi pekerja terhadap alat proteksi kebakaran serta menjelaskan ketersediaan dana yang dialokasikan UI untuk penyediaan alat proteksi kebakaran. Jenis penelitian bersifat deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 pekerja. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga dari enam alat proteksi kebakaran aktif yang diteliti dalam keadaan tidak aktif. Alat proteksi kebakaran yang tidak aktif adalah detektor, alarm, dan sprinkler. Sedangkan alat proteksi kebakaran yang aktif adalah hidran, sistem pipa tegak, dan APAR. Bahan bangunan dan konstruksi bangunan siap dalam menghadapi bahaya kebakaran. Tingkat pengetahuan pekerja terhadap alat proteksi kebakaran dalam kategori baik, sedangkan tingkat persepsi pekerja terhadap alat proteksi kebakaran dalam kategori kurang baik. Belum ada alokasi dana dari UI untuk penyediaan alat proteksi kebakaran. Disarankan kepada pihak UI, K3 gedung X, dan K3L UI untuk saling berkoordinasi memperbaiki sistem proteksi kebakaran di gedung X UI.
Kata kunci : alat proteksi kebakaran, pengetahuan dan persepsi pekerja, alokasi dana
Read More
S-9592
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhewi Mega Sari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Sjahrul Meizar Nasri, Errik Yusnadi Saleh, Imam Santoso
Abstrak:
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan dan menimbulkan kerugian aset hingga munculnya korban jiwa. Kasus kebakaran di Indonesia terhadap bangunan gedung, mayoritas disebabkan oleh kelistrikan dan pemeliharaan proteksi kebakaran pada bangunan gedung yang kurang baik hingga tidak disediakan proteksi kebakaran. Selain itu beberapa kasus kebakaran di bangunan gedung diperparah dengan proteksi kebakaran yang tersedia di bangunan gedung tidak sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku. Beberapa kasus kebakaran yang pernah terjadi di bangunan gedung Universitas X disebabkan oleh arus pendek dan puntung rokok. Bangunan multifungsi memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan proteksi kebakaran yang sesuai dengan fungsi dari setiap aktivitas yang dilakukan pada ruangan atau lantai selain perlindungan terhadap bangunan gedung secara keseluruhan sesuai PERMEN PU no 26 tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem proteksi kebakaran pada bangunan multifungsi di Zona Perpustakaan yang terdapat di Universitas X. Desain penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa pemeriksaan sistem proteksi kebakaran, dan desain studi deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi sistem proteksi kebakaran, wawancara untuk konfirmasi kondisi sistem proteksi kebakaran dan pemeriksaan dokumen terkait, serta analisis simulasi evakuasi menggunakan software Pathfinder 2019, dan dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan kelistrikan menggunakan thermograph serta pemeriksaan kesesuaian instalasi peralatan kelistrikan yang beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sistem proteksi aktif termasuk kategori cukup baik (43%), kondisi sistem proteksi kebakaran pasif termasuk kategori baik (52%), dukungan organisasi termasuk kategori baik (60%), kondisi pemeriksaan thermograph menunjukkan 10 peralatan kelistrikan perlu dilakukan pemantauan dan pemeriksaan kesesuaian termasuk kategori baik (70%). Akan tetapi mengingat pernah terjadi beberapa kasus kebakaran di Universitas X, maka peneliti masih menganggap perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kondisi peralatan proteksi kebakaran aktif yang perlu ditingkatkan adalah sistem pemadaman berbasis air, sistem deteksi, alarm dan sistem kebakaran yang terdapat di bangunan gedung, serta pemantauan secara rutin terhadap fasilitas APAR pada bangunan gedung. Kondisi peralatan proteksi kebakaran pasif yang perlu ditingkatkan adalah memastikan kondisi struktur bangunan, pintu dan jendela pada bangunan gedung tahan terhadap kebakaran minimal 1-2 jam, pemeriksaan kondisi tangga darurat pada bangunan gedung, terdapat denah evakuasi dan signage kedaruratan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Kondisi dukungan organisasi yang perlu ditingkatkan adalah penyediaan prosedur keadaan darurat, penyelenggaraan simulasi, ketersediaan informasi tim tanggap darurat dan nomor darurat yang mudah terlihat, serta memastikan tim tanggap darurat dan penghuni gedung mendapatkan pelatihan keadaan darurat secara rutin. Pemeriksaan peralatan kelistrikan menunjukkan 10 peralatan kelistrikan perlu dilakukan pemantauan karena memiliki suhu ukur > 1 derajat dari suhu referensi. Hasil observasi peralatan kelistrikan perlu perapihan penyimpanan dan penempatan perkabelan. Simulasi evakuasi dibandingkan dengan drill pada bangunan yang telah dilaksanakan ditemukan bahwa waktu pada saat drill lebih lama dibandingkan dengan simulasi evakuasi menggunakan modeling. Hal ini disebabkan oleh kepanikan dan pengambilan keputusan serta interaksi antar manusia dalam kondisi darurat. Dari hasil diatas perlu dilakukan pemeliharaan peralatan proteksi kebakaran yang tersedia dan dilakukan perapihan serta pemantauan dan evaluasi terhadap peralatan kelistrikan di dalam bangunan. Selain itu perlu dilakukan simulasi keadaan darurat secara rutin untuk mendukung penurunan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan evakuasi gedung dalam kondisi darurat.

Fire is an undesirable event and causes asset loss and even fatalities. Most cases in Indonesia in buildings are caused by defective electricity and fire protection maintenance in buildings and fire protection is not provided. Several cases of fire in buildings are exacerbated by the fire protection available in buildings that do not comply with applicable regulations and standards. Short circuits and cigarette butts caused several cases of fires that have occurred in the University X building. Multifunctional buildings have different characteristics, so they require fire protection by the function of each activity carried out in a room or floor in addition to protection of the building according to PERMEN PU no. 26 of 2008. The purpose of this study was to analyze the fire protection system in multifunctional buildings in the Library Zone located at University X. The research design includes a quantitative descriptive study for fire protection system inspections and a qualitative descriptive study involving observations, interviews, document reviews, evacuation simulations using Pathfinder 2019, and thermographic inspections of electrical equipment to assess installation and operation suitability. The results of the study showed that the condition of the active protection system was in the fairly good category (43%), the condition of the passive fire protection system was in the good category (52%), organizational support was in the good category (60%), the condition of the thermograph examination showed that 10 electrical equipment needed to be monitored and checked for suitability, including the good category (70%). However, considering that there have been several fire cases at University X, the researcher still considers it necessary to conduct further research. The conditions of active fire protection equipment that need to be improved are water-based extinguishing systems, detection systems, alarms, fire systems in buildings, and routine monitoring of APAR facilities in buildings. Passive fire protection equipment conditions that need to be improved are ensuring the condition of the building structure, doors and windows in the building are fire resistant for at least 1-2 hours, checking the condition of the emergency stairs in the building, there are evacuation plans and emergency signage according to applicable standards and regulations. Improvements needed for organizational support include providing clear emergency procedures, conducting simulations, ensuring visibility of emergency contact information, and offering routine emergency training for the response team and building occupants. Inspection of electrical equipment showed that 10 electrical equipment needed monitoring because they had a measuring temperature > 1 degree from the reference temperature. The results of observations of electrical equipment require tidy storage and wiring placement. Evacuation simulation compared to drills in buildings that have been implemented found that the time during the drill was longer than the evacuation simulation using modeling. This is caused by panic, decision-making, and human interaction in emergencies. It is necessary to maintain the available fire protection equipment, conduct repairs, and monitor, also evaluate electrical equipment. In addition, it is required to simulate emergencies regularly to reduce the time needed to evacuate buildings in emergency conditions.
Read More
T-7175
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Hanifah Nasir; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Gandjar Kiswanto
Abstrak: Skripsi ini membahas evaluasi kesesuaian antara sistem proteksi kebakaran aktif (sprinkler, alarm, detektor asap dan panas, APAR, pompa kebakaran dan hidran), pasif (konstruksi bangunan dan komaprtemen), sarana penyelamatan jiwa (sarana jalan keluar, Koridor, Tangga darurat, Tanda petunjuk arah, Pintu darurat dan Pencahayaan Darurat ) dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gendung (MKKG) dengan acuan peraturan di Indonesia berupa PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008, PERWAL DEPOK No. 14 Tahun 2012, KEPMENAKER No.KEP.186/MEN/1999 serta beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Proteksi Kebakaran Aktif, Pasif, Sarana Penyelamatan Jiwa dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) yang tersedia belum sesuai dengan acuan yang digunakan.
Kata kunci: Kebakaran, Kepmenaker, Penyelamatan jiwa, Permen PU, Perwal Depok, SNI, Sistem proteksi aktif, Sistem proteksi pasif
Read More
S-8618
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive