Ditemukan 37927 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Meidiana Putri Hudalina; Pembimbing: L. Mely Kurniawidjaja' Penguji:Robiana Modjo, Mustika Hidayati
Abstrak:
Proses produksi karkas sapi memiliki risiko keselamatan dan kesehatan yang dapatmengganggu produktivitas. Hal tersebut dapat dilihat pada rumah potong hewan KotaBogor di mana ditemukan perilaku pekerja yang tidak aman. Kajian risiko perludilakukan untuk mencegah kerugian material maupun terganggunya proses produksisecara keseluruhan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain studi berupasurvei. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan pada standar AS/NZS 4360:2004dengan metode semi kuantitatif dan Job Hazard Analysis (JHA). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ditemukan level risiko very high, priority 1, substantial danpriority 3. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi yang bersifat engineering,administratif serta penggunaan alat pelindung diri.
Kata kunci :Rumah potong hewan, penilaian risiko, level risiko, AS/NZS 4360:2004
Cattle carcass production processes have safety and health risks that can interferewith productivity. This indication shown by Bogor slaughterhouses in whichunsafe work conditions found. Risk assessment to prevent material losses andproduction disruptions needs to be done. This research employed descriptivemethods with survey study design. Risk assessment based on standard AS/NZS4360: 2004 with semi-quantitative methods and Job Hazard Analysis (JHA). Theresults showed that level of risk were very high, priority 1, substantial and priority3. Thus engineering, administrative, and the use of personal protective equipmentwas recommended to prevent further losses.
Keywords:Slaughterhouse, risk assessment, risk level, AS/ NZS 4360: 2004.
Read More
Kata kunci :Rumah potong hewan, penilaian risiko, level risiko, AS/NZS 4360:2004
Cattle carcass production processes have safety and health risks that can interferewith productivity. This indication shown by Bogor slaughterhouses in whichunsafe work conditions found. Risk assessment to prevent material losses andproduction disruptions needs to be done. This research employed descriptivemethods with survey study design. Risk assessment based on standard AS/NZS4360: 2004 with semi-quantitative methods and Job Hazard Analysis (JHA). Theresults showed that level of risk were very high, priority 1, substantial and priority3. Thus engineering, administrative, and the use of personal protective equipmentwas recommended to prevent further losses.
Keywords:Slaughterhouse, risk assessment, risk level, AS/ NZS 4360: 2004.
S-9533
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khurnia Kusumas Adi Pratama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7030
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yiyin Mariska; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Usman Syarif
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang kajian risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang ada pada setiap tahapan dalam kegiatan proses produksi yang dilakukan di area pabrik pengolan pabrikkaret di Baranangsiang, Bogor tahun 2012. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis nilai consequences, exposure, dan probability dari setiap kegiatan proses produksi lalu dibandingkan dengan standar level risiko samikuantitatif W.T Fine J untuk mengetahui tingkat risiko yang dimiliki pada setiap kegiatan proses produksi.. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang ada pada setiap kegiatan proses produksi meliputi very high, priority 1, Substansial,Priority 3 dan acceptable. Pada penelitian ini skor yang paling tinggi adalah 900 dan yang paling rendah adalah 10. Dari hasil analisis risiko yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan masukan kajian risiko di pabrik karet untuk menurunkan level risiko dengan menggunakan berbagai pengendalian.
Kata kunci:Penilaian risiko, pabrik karet, tingkat risiko, consequences, exposure, probability, W.T Fine.
This research discusses the risk assessment of occupational health and safety that exist in everysteps at production process of rubber manufacturing in Baranangsiang, Bogor 2012. Riskassessment is done by analyzing the value of consequences, exposure, and probability in everysteps of production process which is then compared to standard level of risk semi quantitativeW.T. Fine to determine level of risk that exist at each stage of production process.The result ofresearch explain that level of risk which is exist in every steps of production process has differentlevel is very high, priority 1, Substansial, Priority 3 dan acceptable. In this research the highestscore is 900 and the lowest value is 10. Result of risk analysis obtained can be used as input inthe risk assessment process in rubber manufacturing and to be able to lower the risk with usingvarious risk controls.
Key words:Risk assessment, rubber manufacturing, level of risk, consequences, exposure, probability, W.TFine.
Read More
Kata kunci:Penilaian risiko, pabrik karet, tingkat risiko, consequences, exposure, probability, W.T Fine.
This research discusses the risk assessment of occupational health and safety that exist in everysteps at production process of rubber manufacturing in Baranangsiang, Bogor 2012. Riskassessment is done by analyzing the value of consequences, exposure, and probability in everysteps of production process which is then compared to standard level of risk semi quantitativeW.T. Fine to determine level of risk that exist at each stage of production process.The result ofresearch explain that level of risk which is exist in every steps of production process has differentlevel is very high, priority 1, Substansial, Priority 3 dan acceptable. In this research the highestscore is 900 and the lowest value is 10. Result of risk analysis obtained can be used as input inthe risk assessment process in rubber manufacturing and to be able to lower the risk with usingvarious risk controls.
Key words:Risk assessment, rubber manufacturing, level of risk, consequences, exposure, probability, W.TFine.
S-7633
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mindalena; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Inne Nutfiliana, Harumiti Ramli
Abstrak:
Penelitian dilakukan berdasarkan semakin meningkatnya jumlah pekerjainformal yang bekerja di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),akan tetapi minimnya kegiatan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerjayang dilakukan di sektor tersebut padahal pekerja infomal jarang yangdiikutsertakan progam asuransi kesehatan/kecelakaan kerja.Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan dankesehatan kerja pada proses produksi pembuatan alas kaki di UMKM X, UMKMY, UMKM Z dan menentukan risiko tertingginya serta memberikan rekomendasitindakan pengendalian terhadap risiko yang teridentifikasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ialah semi kuantitatif dandeskriptif berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan menggunakan metodeJob Safety Analysis untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko dan metode Fineuntuk mengukur tingkat risiko dengan mengalikan antara kemungkinan, paparandan konsekuensi dari setiap risiko yang ada. Studi deskriptif dilakukan untukmenjelaskan tindakan pengendalian yang sudah dilakukan oleh masing-masingUMKM. Pengambilan sampel penelitian dilakukan berdasarkan metode PurposiveSampling, yakni semua pekerja yang berada di proses produksi pembuatan alaskaki di UMKM X, UMKM Y, UMKM Z.Hasil penelitian didapatkan bahwa pada tahap proses produksi di UMKMX, UMKM Y, UMKM Z terdapat risiko yang termasuk ke dalam semua kategorimetode Fine, yaitu: Very High, Priority 1, Substansial, Priority 3, Acceptable.Risiko tertinggi (Very High) didapatkan dari penggunaan bahan kimia dan kabellistik yang tidak sesuai standar.
Kata kunci: UMKM, JSA, Metode Fine, kemungkinan, paparan, konsekuensi,risiko, AS/NZS 4360:2004
Research carried out because the increment number of informal workerswho work in the sector of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs), butthere is lack of activity for health and safety risk assessment done in that sectorand workers rarely covered by health or accident insurance program.The research aims to determine the level of occupational safety and health risks inthe production process of making footwear in SMEs X, SMEs Y, SMEs Z anddetermine the highest risk and provide recommendations control measures againstthe identified risks.The method used in this research is semi-quantitative and descriptive basedon the standard AS/NZS 4360:2004 using the Job Safety Analysis method toidentify hazards and risks and Fine method for measuring the level of risk bymultiplying the probability, exposure and consequences of any risks. Descriptivestudy was conducted to elucidate the control measures already carried out by eachSME. Sample was conducted by purposive sampling method, ie all workers whoare in the process of production of the footwear in SMEs X, Y SMEs, SMEs Z.The results showed that at this stage of the production process in SMEs X, YSMEs, SME Z risks are included in all categories at Fine methods, namely: VeryHigh, Priority 1, Substantial, Priority 3, Acceptable. The highest risk (Very High)obtained from the use of chemicals and electric cables that do not meet standards.
Keywords: SMEs, JSA, Fine Method, probability, exposure, consequences, risk,AS/NZS 4360:2004.
Read More
Kata kunci: UMKM, JSA, Metode Fine, kemungkinan, paparan, konsekuensi,risiko, AS/NZS 4360:2004
Research carried out because the increment number of informal workerswho work in the sector of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs), butthere is lack of activity for health and safety risk assessment done in that sectorand workers rarely covered by health or accident insurance program.The research aims to determine the level of occupational safety and health risks inthe production process of making footwear in SMEs X, SMEs Y, SMEs Z anddetermine the highest risk and provide recommendations control measures againstthe identified risks.The method used in this research is semi-quantitative and descriptive basedon the standard AS/NZS 4360:2004 using the Job Safety Analysis method toidentify hazards and risks and Fine method for measuring the level of risk bymultiplying the probability, exposure and consequences of any risks. Descriptivestudy was conducted to elucidate the control measures already carried out by eachSME. Sample was conducted by purposive sampling method, ie all workers whoare in the process of production of the footwear in SMEs X, Y SMEs, SMEs Z.The results showed that at this stage of the production process in SMEs X, YSMEs, SME Z risks are included in all categories at Fine methods, namely: VeryHigh, Priority 1, Substantial, Priority 3, Acceptable. The highest risk (Very High)obtained from the use of chemicals and electric cables that do not meet standards.
Keywords: SMEs, JSA, Fine Method, probability, exposure, consequences, risk,AS/NZS 4360:2004.
T-4631
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Daden Areistheika Dhelinthe; Pembimbin: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Istiati Suraningsih
Abstrak:
Perkembangan teknologi yang pesat membuat hampir semua aktifitas manusia berhubungan erat dengan berbagai macam alat dan mesin. Tidak terkecuali dalam dunia industri yang terus berkembang pesat seiring dengan perkembangan manusia. Namun dalam interaksi antara manusia, mesin dan lingkungan tempat kerja terdapat berbagai risiko yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kecelakaan bagi manusia. Salah satu penyakit akibat kerja yang kerap diderita oleh pekerja adalah penyakit yangberkaitan dengan otot serta rangka, atau lebih dikenal dengan MusculoskeletalDisorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan pada pekerja produksi Rumah PotongAyam (RPA) X Kota Bogor tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk melihatfaktor risiko MSDs pada tubuh bagian atas dan gejala MSds yang dialami olehpekerja. Metode penelitian ini adalah semi kuantitatif dengan desain crosssectional. Responden berjumlah 30 orang pekerja produksi yang berada di lokasiBojong Bawah. Tingkat risiko ergonomi dinilai dengan menggunakan RapidUpper Limb Assessment (RULA) dan Quick expossure Checklist (QEC). Penilaian menggunakan RULA mendapatkan hasil 2 tahapan pekerjaan (16,7%) termasuk dalam kategori medium atau masuk action level 2, 5 tahapan pekerjaan (41,7%)termasuk dalam kategori high atau masuk action level 3 dan 5 tahapan pekerjaan lainnya (41,7%) termasuk dalam kategori very high atau masuk action level 4.Penilaian menggunakan QEC mendapatkan hasil 5 tahapan pekerjaan (41,7%)termasuk dalam kategori high atau masuk action level 3 dan 7 tahapan pekerjaan lainnya (58,3%) termasuk dalam kategori very high atau masuk action level 4.Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui keluhan MSDs yangdirasakan pekerja dan didapatkan hasil 100% pekerja mengeluhkan mengalami gejala MSDs. Keluhan terbanyak dirasakan adalah pegal dan rasa sakit pada tubuhbagian atas pekerja seperti bahu, pinggang, punggung dan juga pergelangantangan.Kata Kunci: RULA, QEC, Tingkat Risiko, Ergonomi, Keluhan MusculoskeletalDisorders (MSDs), Nordic Body Map (NBM), Rumah Potong Ayam (RPA).
Read More
S-8064
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Fyona; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Suraningsih Istiati
S-7707
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kenya Lintang Wienantu; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lena Kurniawati
Abstrak:
Manajemen risiko yang lemah menjadi faktor utama masalah K3 pada UMKM sehingga identifikasi bahaya dan penilaian risiko dibutuhkan dalam rangka manajemen risiko. Penelitian ini berisi tentang analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada UMKM Pembuatan Furnitur di Kelapa Dua, Depok tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat risiko K3 pada setiap tahapan proses pembuatan furnitur. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko semi kuantitatif dengan kriteria W.T. Fine 1971 untuk menentukan nilai konsekuensi, frekuensi pajanan, dan kemungkinan. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat risiko pada setiap proses meliputi kategori very high berupa bahaya kimia dan mesin potong, kategori priority 1 berupa bising dan ergonomi, kategori substantial berupa getaran, kategori priority 3 yaitu suhu panas dan bahaya mekanik, serta kategori acceptable yaitu bahaya kinetik dan bahaya psikososial. Pengendalian yang ada dinilai belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi risiko yang terdapat di lingkungan kerja.
Poor risk management becomes the main factor of occupational health and safety issue in SMEs. This study focused on hazard identification and risk analysis at SME for furniture making at Kelapa Dua, Depok in 2017. This study aimed to know risk level of processes in making furniture. Risk assessment done by using semi quantitative risk analysis of W.T. Fine 1971 by scoring consequences, exposure, and likelihood. The results showed that risk of cutting machine and chemical hazard were very high, risk of noise and ergonomic hazard were categorized as priority 1, risk of vibration was substantial, risk of hot temperature and mechanical hazard were categorized as priority 3, and risk of kinetical and psychosocial hazard were acceptable. Existing controls were not implemented effectively to minimize hazards and risks in the workplace.
Read More
Poor risk management becomes the main factor of occupational health and safety issue in SMEs. This study focused on hazard identification and risk analysis at SME for furniture making at Kelapa Dua, Depok in 2017. This study aimed to know risk level of processes in making furniture. Risk assessment done by using semi quantitative risk analysis of W.T. Fine 1971 by scoring consequences, exposure, and likelihood.
S-9320
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Allysa Maulidyah Nur; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lena Kurniawati
Abstrak:
Kesadaran mengenai manajemen risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang kurang sering kali menjadi penyebab utama permasalahan K3 di Usaha Kecil Menengah sehingga dibutuhkan langkah identifikasi risiko untuk dapat menemukan manajemen risiko yang tepat dibutuhkan oleh Usaha Kecil Menengah. Penelitian ini merupakan penilaian risiko pada proses produksi kerupuk ikan yang bertempat di dua lokasi pabrik kerupuk yang ada di Jakarta Pusat dan Depok pada tahun 2017. Penilaian risiko berupa identifikasi dan analisis risiko yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang ada pada proses pembuatan kerupuk ikan. Metode penelitian mengacu pada metode semikuantitatif sesuai dengan kriteria W.T. Fine. Prosedur pelaksanaan analisis risiko menggunakan langkah panduan dari AS/NZS ISO 31000:2009 tentang Manajemen Risiko di Usaha Kecil Menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level risiko yang ada di tiap langkah kerja adalah tingkat Very high yaitu pada bahaya Kimia, Priority 1 pada bahaya listrik , tingkat Substantial pada bahaya ergonomi, tingkat Priority 3 pada bahaya fisik dan Acceptable pada bahaya mekanik. Kata kunci: analisis risiko, usaha kecil, konsekuensi, pajanan, kemungkinan, manajemen risiko. The lack of awareness of Occupational Health and Safety in Small-Medium size industries oftenly being the main cause of occupational problem in Small-Medium Enterprises. This research is used to assess occupational health and safety risks in two crackers factories located in Depok and Central Jakarta. The occupational health and safet assessment has to be done in order to rise the awareness of risk management. Implementation of risk assessment was doneby using semiquantitative risk level analysis and scoring the levels of Consequence, Exposure, and Likelihood by W. T. Fine. Procedure was conducted by using AS/NZS ISO 31000:2009 of risk management in Small-Medium Enterprise. The results from residual risk table showed that the risk of chemical hazard (Liquid Petroleum Gas) is at the highest risk levels, followed by electrical risk which categorized at Priority 1 levels, ergonomic hazard at Substantial levels, physical hazard at Priority 3 level, and mechanical hazard at Acceptable level. Keywords: risk assessment, small enterprise, Consequence, Exposure, Likelihood, risk management
Read More
S-9327
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eriena Nur Alam; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Vetra Ikhsan Fajri
Abstrak:
Kompleksitas industri manufaktur mesin dan perlengkapan melibatkan beragam jenis proses produksi, salah satunya adalah pekerjaan pengelasan. Proses pekerjaan pengelasan merupakan salah satu proses industri terpenting dalam menggabungkan komponen logam atau baja. Beragam bahaya ditemukan pada proses pengelasan seperti percikan logam las, percikan api las, emisi asap las, dan manual handling selama pekerjaan berlangsung menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pekerjaan pengelasan di area fabrikasi PT XYZ. Tahap identifikasi bahaya dan risiko dilakukan secara kualitatif melalui observasi, kegiatan brainstorming, wawancara, dan telaah dokumen perusahaan menggunakan metode Hazard and Operability Study (Studi HAZOP). Setelah itu, dilakukan analisis penilaian risiko semi kuantitatif dengan menilai perkalian dari kriteria probability dan severity berdasarkan matriks penilaian risiko PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 tahapan proses pekerjaan pengelasan. Teridentifikasi 52 bahaya dengan dengan 49 risiko dari proses pekerjaan pengelasan. Tingkat risiko yang didapatkan meliputi 23 risiko dengan kategori sangat tinggi, 9 risiko dengan kategori tinggi, dan 17 risiko dengan kategori sedang. Penilaian risiko melibatkan pengendalian risiko sehingga nilai tingkat risiko dapat diturunkan melalui pengendalian yang telah ada dan rekomendasi pengendalian yang diberikan peneliti.
The complexity of the machinery and equipment manufacturing industry involves various types of production processes, one of which is welding work. Welding is one of the most important industrial processes in joining metal or steel components. Various hazards found in the welding process such as welding metal sparks, welding sparks, welding fumes emissions, and manual handling during work pose risks to occupational safety and health for workers. This study aims to identify and assess occupational safety and health risks in the welding work process in the PT XYZ fabrication area. The hazard and risk identification stage is carried out qualitatively through observation, brainstorming activities, interviews, and reviewing company documents using the Hazard and Operability Study (HAZOP Study). After that, a semi-quantitative risk assessment analysis was carried out by assessing the multiplication of probability and severity criteria based on PT XYZ's risk assessment matrix. The results showed that there were 12 stages of the welding work process. Identified 52 hazards with 49 risks from the welding work process. The level of risk obtained includes 23 risks with very high categories, 9 risks with high categories, and 17 risks with moderate categories. Risk assessment involves risk control so that the value of the risk level can be reduced through existing controls and control recommendations provided by researchers.
Read More
The complexity of the machinery and equipment manufacturing industry involves various types of production processes, one of which is welding work. Welding is one of the most important industrial processes in joining metal or steel components. Various hazards found in the welding process such as welding metal sparks, welding sparks, welding fumes emissions, and manual handling during work pose risks to occupational safety and health for workers. This study aims to identify and assess occupational safety and health risks in the welding work process in the PT XYZ fabrication area. The hazard and risk identification stage is carried out qualitatively through observation, brainstorming activities, interviews, and reviewing company documents using the Hazard and Operability Study (HAZOP Study). After that, a semi-quantitative risk assessment analysis was carried out by assessing the multiplication of probability and severity criteria based on PT XYZ's risk assessment matrix. The results showed that there were 12 stages of the welding work process. Identified 52 hazards with 49 risks from the welding work process. The level of risk obtained includes 23 risks with very high categories, 9 risks with high categories, and 17 risks with moderate categories. Risk assessment involves risk control so that the value of the risk level can be reduced through existing controls and control recommendations provided by researchers.
S-10976
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suzi Alfiah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Ike Pujiriani
S-7538
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
