Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36169 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indah Mustika Subagjo; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Dian Mardiani
S-9582
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resvi Siti Zulfa; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tiara Amelia, Ellyana Hutapea
Abstrak: Fenomena persalinan dengan pertolongan dukun bayi pada era JKN merupakan hal yang melatarbelakangi penelitian ini. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan disaat JKN menanggung biaya persalinan, namun masih ada peserta JKN yang bersalin dengan pertolongan dukun bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hal-hal yang berperan dalam pemilihan dukun sebagai penolong persalinan pada peserta JKN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama yang terdiri dari 5 ibu peserta JKN yang bersalin dengan pertolongan dukun. Informan kunci terdiri dari keluarga terdekat informan utama, kader, Kepala Puskesmas Tenjo dan Bidan Desa Tenjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi yang berperan dalam pemilihan dukun adalah interaksi ibu dengan lingkungan sosialnya. Faktor pemungkin yang berperan yaitu kendala pemanfaatan kepesertaan JKN, sulitnya transportasi roda empat serta persepsi negatif informan terhadap tenaga kesehatan yang mudah merujuk pasien. Rasa nyaman yang didapatkan dari pelayanan dukun juga berperan dalam pemilihan dukun. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, diperlukan upaya berupa penyuluhan untuk meluruskan persepsi ibu terhadap tenaga kesehatan, sosialisasi penggunaan ambulan desa, mempermudah pelayanan BPJS khususnya Kecamatan Tenjo, pemberdayaan dukun sebagai mitra bidan dan penyampai pesan kesehatan, serta kebijkan tegas untuk mendorong ibu bersalin di fasilitas kesehatan.
Read More
S-10207
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Mieke Savitri, Muhtar Lintang
T-3324
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Mieke Savitri, Muhtar Lintang
T-3381
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranto Rajadoli Pangaribuan; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Suparsih
Abstrak: Pada tahun 2015, jumlah kasus diare yang terjadi di Kota Bogor terdapat sebanyak 27.289 kasus. Kejadian diare di Kecamatan Bogor Utara sebesar 5.530 kasus. Kecamatan Bogor Utara merupakan kecamatan dengan jumlah kasus diare tertinggi se-Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi, faktor perilaku dan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional. Sebanyak 97 ibu yang memiliki anak balita diwawancari sebagai sampel penelitian menggunakan kuesioner. Sampel diambil pada 4 RW di Kelurahan Tanah Baru, dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis dilakukan untuk menilai kejadian diare, faktor sosial ekonomi,faktor perilaku dan faktor lingkungan. Ditemukan sebesar 37,1% kejadian diare di wilayah puskesmas Bogor Utara. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara perilaku cuci tangan, kepemilikan jamban, sarana sumber air bersih dan sarana pembuangan air limbah dengan kejadian diare.
Kata Kunci : Perilaku sehat Ibu, diare, balita

In 2015, the number of cases of diarrhea that occurred in the city of Bogor there were 27,289 cases. While the incidence of diarrhea in North Bogor District amounted to 5,530 cases. North Bogor Sub-district is the highest number of cases of diarrhea in Bogor City. Study aim is to determine the relationship between socioeconomic factors, behavioral factors and environmental factors with the incidence of diarrhea an children under five years old in the work area of Puskesmas Bogor Utara. This study used cross sectional design. A total of 97 mothers with toddlers were interviewed as research samples using a questionnaire. Samples were taken at 4 RW in Tanah Baru Urban Village, using quota sampling technique. This study used primary data taken using a questionnaire to assess the incidence of diarrhea, socioeconomic factors and behavioral factors. This and found 37.1% of chause got diarrhea in the area of Puskesmas Bogor Utara. The result show statistically significant a relationship between handwashing behavior, latrine ownership, clean water source and treatment of waste water disposal facility with diarrhea occurrence.
Keywords: Mother's healthy behavior, diarrhea, toddler
Read More
S-9562
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Fauzi; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Zulasmi Mamdy, Anwar Hasan, Yenny Bros, Sri Ida Yuniarti
Abstrak: Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak khususnya pada saat persalinan perlu didukung oleh tenaga kesehatan yang terampil termasuk didalamnya bidan yang melakukan praktek swasta. Bertitik tolak dari masalah tingginya angka kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) di Indonesia diketahui bahwa kematian tersebut sebagian besar terjadi pada saat persalinan, sedangkan penyebab terbesar adalah penyebab langsung yang sering disebut dengan "bias klasik" yaitu perdarahan, pre-eklampsi dan infeksi. Berdasarkan data tahun 1997 dan 1998, perdarahan dan pre-eklampsi mengalami penurunan, namun kejadian infeksi justru sebaliknya yaitu mengalami peningkatan.Cakupan pertolongan persalinan di kota Jambi tahun 2001 sebesar 84,6%, dari jumlah persalinan tersebut diketahui bahwa pertolongan persalinan sebagian besar dilaksanakan oleh tenaga bidan. Sebagaimana kita ketahui bahwa perilaku pencegahan seseorang berbeda masing-masing setiap individu, perilaku tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi oleh bidan praktek pada waktu melakukan pertolongan persalinan di kota Jambi.Penelitian ini bersifat deskriftif dan analitik yang dilakukan dengan menggunakan desain non experimental secara cross sectional. Besar sample sebanyak 55 orang yang terdiri dari bidan yang melakukan praktek swasta di kota Jambi dengan pengambilan sampel secara random.
Dari penelitian ini terungkap bahwa perilaku pencegahan infeksi responden pada pertolongan persalinan berada pada kategori kurang sebanyak 27 (49,1%) orang dan pada kategori baik sebanyak 28 (50,9%) orang.
Selanjutaya dari uji Chi-Square terbukti bahwa
 
1. Variabel faktor predisposisi: lama praktek, pengetahuan dan persepsi berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan infeksi, sementara. variabel umur dan tingkat pendidikan tidak berhubungan.
 2. Variabel faktor pemungkin: fasilitas praktek berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan infeksi responden, sementara variabel jumlah persalinan yang ditolong tidak berhubungan.
 3. Variabel faktor penguat: pelatihan berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan infeksi responder, sementara variabel bimbingan teknis dan pengawasan praktek tidak berhubungan.Analisis multivariate diketahui bahwa variabel fasilitas praktek dan pelatihan merupakan variabel yang berhubungan secara signifikan, namun dari kedua variabel tersebut fasilitas praktek merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan dengan OR 11,88 (CI: 2,77-50,99).
Untuk mencegah terjadinya infeksi pada pertolongan persalinan oleh bidan praktek disarankan agar dinas kesehatan mengadakan evaluasi kebijakan tentang pemberian izin praktek bidan dengan terlebih dahulu mengadakan studi kelayakan terhadap fasilitas praktek sebelum mengeluarkan izin praktek sesuai dengan Kepmenkes nomor 900 tahun 2002, dan mengadakan pengawasan yang rutin secara bulanan maupun tribulanan baik dari aspek kuantitas maupun kualitas peralatan yang dimiliki praktek bidan. Untuk peningkatan keterampilan bidan praktek, dinas kesehatan kota Jambi perlu mengusulkan kegiatan pelatihan pengembangan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk mencapai tingkat mahir (skill proficiency), dengan melibatkan pihak terkait diantaranya organisasi profesi IBI dan POGI.Daftar bacaan : 51 (1971-2002)
 

In order to improve mother and child health care particularly at delivery, support in term of skillful health personnel including private practicing midwives is necessary. High Maternal Mortality Ratio (MMR) and high Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia was mainly occurred at delivery and mostly caused by direct causes called as classical triad namely bleeding, pre-eclampsia, and infection. The 1997 and 1998 data indicated declines on bleeding and pre-eclampsia but an increase figure for infection.
Coverage of health personnel assisted delivery in City of Jambi in 2001 was 84.6%, mostly assisted by midwife. It is known that infection prevention behavior is differed among persons and was influenced by predisposing, enabling, and reinforcing factors.The aim of this study is obtain information on factors related to infection prevention behavior among private practicing midwives at delivery in City of Jambi.
This study is descriptive and analytical conducted using cross sectional non-experimental design. There were 55 subjects (private practicing midwives in City of Jambi) who were randomly selected.The study shows that 27 subjects (49.1%) were in poor category of infection prevention behavior at delivery and 28 subjects (50.9%).
 The Chi-Square test shows that:
1. For predisposing factors: there were significant relationships between infection prevention behavior and length of practice, knowledge, and perception; while there were no significant relationship found for age and level of education.2. For enabling factors: significant relationships were found for practice facility; while no significant relationship was found for number of assisted delivery.3. For reinforcing factors: training was significantly related to infection prevention behavior while no significant relationships were found for technical assistance and practice monitoring.
The multivariate analysis shows that both practice facility and training on infection prevention were significantly related to infection prevention behavior with practice facility posed as the most dominant factor with OR of 11.88 (CI: 2.77-50.99).
In order to prevent infection at delivery care by private practicing midwives, it is suggested that health office evaluate the policy on licensing midwife practice by inserting a feasibility study on practice facility according to Kepmenkes No 900/2002, and conduct routine monitoring either monthly or tri-monthly on both quantity and quality of private practicing midwife facility. To improve midwife's skill, health office of City of Jambi should propose training activities as to enable midwives to achieve a level of skill proficiency collaborating with related institutions such as IBI and POGI.
References: 51 (1971-2002)
Read More
T-1521
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulita Suprihatin; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Zakianis, Nia Nurkania
Abstrak:

ABSTRAK

WHO memperkirakan lebih dari sepertiga kematian anak secara global karena diare.Banyak penelitian membuktikan cuci tangan pakai sabun cost effective mencegahkesakitan dan kematian anak dibawah lima tahun akibat diare dan infeksi saluranpernapasan. Namun perilaku cuci tangan pakai sabun bukan perilaku yang biasadilakukan sehari-hari oleh masyarakat. Hasil survey Dinas Kesehatan Kota Bogortahun 2012 didapatkan perilaku cuci tangan pakai sabun masyarakat Kelurahan PasirKuda baru 35,5%. Penelitian ini membahas faktor predisposisi, pemungkin danpenguat perilaku ibu/pengasuh bayi sebagai upaya pencegahan kejadian diare.Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil analisis multivariatvariabel pengetahuan dan ketersediaan sarana ada hubungan bermakna. Saranpenelitian meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang langkah-langkah mencucitangan yang baik dan benar serta meningkatkan kemitraan dengan Dinas Bina Margauntuk perluasan ketersedian dan kemudahan akses air bersih sepanjang tahun.


 

ABSTRACT

WHO estimates that more than one third of child deaths due to diarrhea globally. Manystudies have shown Handwashing cost effective to prevent the morbidity and mortality ofchildren under five are caused by diarrhea and respiratory tract infections. However,handwashing with soap is not the usual behavior. Results Bogor City Health Departmentsurvey in 2012 found the behavior of handwashing with soap in Kelurahan Pasir Kudacommunity 35.5%. This study discusses the factors predisposing, enabling, and reinforcingbehavior of handwashing the mother / baby sitter. Quantitative research with crosssectional design. Multivariate analysis variable availability of existing knowledge andhandwashing equipment relationships. To be advised improve knowledge of effectivehandwashing step and cooperation between Bina Marga Bogor City Department todevelop water supply.

Read More
T-3939
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylvia Riski Anggraeny; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Wayan Sri Agustini
Abstrak: Persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam upaya menurunkanAngka Kematian Ibu (AKI). Cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan di DesaWanaherang wilayah kerja Puskesmas Gunung Putri sebesar 82,38% masih di bawahtarget SPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemilihan penolongpersalinan pada 6 ibu nifas di desa Wanaherang wilayah kerja Puskesmas GunungPutri tahun 2016. Faktor yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap, biaya persalinan,kepemilikan BPJS, sumber informasi, dukungan suami, keluarga dan kelompok ibunifas. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data primer yangdikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 10 informan dan diskusikelompok kepada tiga kelompok yaitu suami, nenek dan teman sebaya. Hasil analisismenunjukkan pengetahuan yang baik dalam memilih penolong persalinan tidak selaluberujung dalam menentukan pertolongan persalinan dengan tenaga kesehatan karenadipengaruhi oleh faktor pemungkin yaitu sumber informasi. Biaya persalinan dankepemilikan kartu BPJS tidak memiliki peran dengan pemilihan penolong persalinan.Dukungan suami dan keluarga berperan dalam menentukan penolong persalinan.
Kata Kunci : Penolong Persalinan, Bidan, Paraji, Kesehatan Ibu.
Delivery by health personnel is an important factor in efforts to reduce MaternalMortality Rate (MMR). Scope aid by health workers at the village PuskesmasWanaherang Gunung Putri amounted to 82.38% is still below the target SPM. Thisstudy aims to reveal the birth attendant election at 6 postpartum mother in theWanaherang District the work area of Gunung Putri Health Center 2016. Factorsstudied were knowledge, attitude, labor costs, ownership BPJS, resources, support thehusband, family and peers. The design study is qualitative primary data collectedthrough in-depth interviews to 10 informants and discussion groups to three groupshusband, grandmother and peers. The analysis showed a good knowledge in choosinga birth attendants do not always lead in determining the delivery assistance by healthprofessionals because it is influenced by the enabling factor that is the source ofinformation. The cost of labor and ownership BPJS card has no role in the selectionof birth attendants. Support of her husband and family play a role in determining thebirth attendant.
Keywords: Helper Delivery, Midwives, Paraji, Maternal Health.
Read More
S-9133
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sahridayanti Nainggolan; Pembimbing: Rita Damayanti, Dian Ayubi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ummi Kalsum, Intan Kusumawati
Abstrak: Kepuasan pelayanan merupakan salah satu indikator pemantauan kualitas pelayanan. Kepuasan pelayanan persalinan dipengaruhi berbagai faktor dan dinilai dari lima dimensi mutu pelayanan tangible, reability, responsivness, assurance dan emphaty. Tujuan penelitian mengetahui tingkat kepuasan pelayanan persalinan dan faktor yang berpengaruh dengan kepuasan pelayanan. Variabel terikat kepuasan pelayanan persalinan, variabel bebas: umur, jumlah anak, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, tempat pelayanan dan biaya pelayanan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, waktu penelitian 1-20 Mei 2017 menggunakan kuesioner. Populasi seluruh ibu bersalin normal 538, sampel sebanyak 140 diambil secara systemstic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kepuasan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan se-Kota Jambi 89,9%. Prioritas utama perbaikan pelayanan pada kebersihan ruang persalinan dan kebersihan kamar mandi ruang perawatan. Faslitas swasta paling berpengaruh terhadap kepuasan, diikuti keterjangkauan biaya dan ibu dengan pendidikan tinggi. Perlunya rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin dan BPS untuk menjaga kebersihan terutama di ruangan pelayanan dan kamar mandi pasien, memperhatikan karakteristik pasien saat memberikan pelayanan. Khususnya fasilitas pemerintah dapat efesiensi biaya guna mensejajarkan pelayanan dengan swasta. Bagi fasilitas swasta ikut kerjasama dengan BPJS agar biaya pelayanan dapat dijangkau masyarakat. Kata kunci: Kepuasan, pelayanan persalinan, dimensi mutu Service satisfaction is one of the indicators of service quality monitoring. Maternity service satisfaction is influenced by various factors and assessed from five dimensions of tangible, reability, responsiveness, assurance and emphaty service quality. The purpose of the study to know the level of satisfaction of delivery services and factors that influence with service satisfaction. Dependent variable of satisfaction of delivery service, independent variable: age, number of children, education, occupation, knowledge, service place and service cost. The type of quantitative research with cross sectional design, the time of the study from May 1 to 20, 2017 using questionnaires. The total maternal population was 538, 140 samples were taken by systemstic random sampling. The results showed the satisfaction level of delivery service in health facilities in Jambi City 89.9%. The main priority of service improvement on the cleanliness of the delivery room and the cleanliness of the bathroom treatment room. Private facilities are most influential on satisfaction, followed by cost affordability and mothers with higher education. The need for hospital, health center, maternity hospital and BPS to maintain hygiene, especially in patient service room and bathroom, pay attention to patient characteristic when giving service. In particular, government facilities can cost efficiency to align services with the private sector. For private facilities join the cooperation with BPJS so that service costs can be reached by the community. Key words: Satisfaction, delivery service, quality dimension
Read More
T-5058
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwie Putri Octavia; Pembimbing: Soekidjo Notoadmodjo; Penguji: Anwar Hassan, Dede Rukasa
S-5725
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive