Ditemukan 37282 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fitria Aryani Susanti; Pembimbing: Hasbullah Tharany; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wachyu Sulistiadi, Solehudin, Solehudin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi tindakan bedah caesar di RS X dan RS Y tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Efisiensi tindakan bedah caesar diukur dengan menggunakan software clinical pathway untuk mengetahui kepatuhan pelayanan dan metode Activity Based Costing (ABC) untuk mengetahui efisiensi biaya. Penelitian dilakukan di RS X dan RS Y dengan masing-masing jumlah sampel sebesar 47 kasus tindakan bedah caesar. Hasil perhitungan kepatuhan pelayanan didapatkan RS Y lebih patuh dari RS X. Hal ini terlihat dari kesesuaian output software clinical pathway dengan clinical pathway RS Y dan KMKRI nomor 1051/MENKES/XI/2008 tentang pelayanan obstetri terkait lama hari rawat, layanan konsultasi dokter, layanan laboratorium, layanan tindakan bedah caesar dan layanan obat-obatan RS Y. Hasil perhitungan efisiensi biaya didapatkan RS X lebih efisien daripada RS Y. Hal ini terlihat dari selisih biaya satuan aktual dan biaya satuan normatif di RS X sebesar Rp.1.514.638 dan selisih biaya satuan aktual dan biaya satuan normatif di RS Y sebesar Rp.2.905.715. ketidakpatuhan pelayanan RS X disebabkan belum adanya clinical pathway yang mengatur secara teknis lama hari rawat tindakan bedah caesar yang dilakukan selama masa perawatan pasien sedangkan ketidakefisienan RS Y terkait efisiensi biaya disebabkan pemakaian utilites (listrik, air dan telepon) yang cukup besar di ruang bedah (OK). Kata Kunci: Efisiensi, ABC, Rumah Sakit
This study aims to understand sectio caesarea efficiency in a hospital X and hospital Y Year 2016 . This study used a cross-sectional design with quantitative approach. Sectio Caesarea efficiency measured by used software clinical pathway to know compliance services and Activity Based Costing (ABC) methods to know of cost efficiency. The research was done in a hospital X and hospital Y with each the sample of the of 47 cases the patient the act of sectio caesar. Result of compliance services or hospital Y more obedient of hospital X.This can be seen from conformity output software clinical pathway with clinical pathway hospital Y and KMKRI number 1051/MENKES/XI/2008 provider obstetrics related long day for, consultation doctor, laboratory services, services of sectio caesar and services drugs hospital Y. Result of cost efficiency calculation obtained RS X more efficient than RS Y this seen from difference of actual unit cost and normative unit cost in RS X equal to Rp.1.514.638 and difference of actual unit cost and normative unit cost in RS Y equal to Rp.2.905. 715. The inefficiency of RS Y caused considerable utilites (electricity, water and telephone) in the operating room (OK). Keywords: efficiency, ABC, Hospital.
Read More
This study aims to understand sectio caesarea efficiency in a hospital X and hospital Y Year 2016 . This study used a cross-sectional design with quantitative approach. Sectio Caesarea efficiency measured by used software clinical pathway to know compliance services and Activity Based Costing (ABC) methods to know of cost efficiency. The research was done in a hospital X and hospital Y with each the sample of the of 47 cases the patient the act of sectio caesar. Result of compliance services or hospital Y more obedient of hospital X.This can be seen from conformity output software clinical pathway with clinical pathway hospital Y and KMKRI number 1051/MENKES/XI/2008 provider obstetrics related long day for, consultation doctor, laboratory services, services of sectio caesar and services drugs hospital Y. Result of cost efficiency calculation obtained RS X more efficient than RS Y this seen from difference of actual unit cost and normative unit cost in RS X equal to Rp.1.514.638 and difference of actual unit cost and normative unit cost in RS Y equal to Rp.2.905. 715. The inefficiency of RS Y caused considerable utilites (electricity, water and telephone) in the operating room (OK). Keywords: efficiency, ABC, Hospital.
T-4866
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Rahmadianti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yeni Yuliani
Abstrak:
Penelitian ini membahas kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di RS X tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui gambaran kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengisian kuesioner dan kualitatif dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen formulir informed consent menggunakan daftar tilik serta menggunakan data sekunder. Dari hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 56,9% dari total formulir yang diamati telah diisi secara lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum adanya Standar Prosedur Operasional dan Kriteria tentang kelengkapan pengisian formulir informed consent tindakan bedah. Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tidak lengkapnya pengisian formulir informed consent tindakan bedah di RS X.
Kata Kunci : Formulir Informed consent, Kelengkapan, Tindakan Bedah, Rekam Medis
This study explores the completeness of filling surgery informed consent forms at Hospital X in 2016. The aim of this study is to illustrate the degree of completeness of filled in consent forms pertaining to surgical actions. The design of this study uses a quantitative method through questionnaires, a qualitative method through in-depth interviews and document review informed consent forms through checklists, and also the use of secondary data. Results of this study shows that an average of 56.9% of consent forms were completely filled. This study also reveals that there is a lack of Standard Operating Procedure and criteria about completed informed consent forms for surgery, which may be one of the factors contributing to incomplete surgery informed consent forms at Hospital X.
Keyword : Informed consent Form, Completeness, Surgical, Medical Record
Read More
Kata Kunci : Formulir Informed consent, Kelengkapan, Tindakan Bedah, Rekam Medis
This study explores the completeness of filling surgery informed consent forms at Hospital X in 2016. The aim of this study is to illustrate the degree of completeness of filled in consent forms pertaining to surgical actions. The design of this study uses a quantitative method through questionnaires, a qualitative method through in-depth interviews and document review informed consent forms through checklists, and also the use of secondary data. Results of this study shows that an average of 56.9% of consent forms were completely filled. This study also reveals that there is a lack of Standard Operating Procedure and criteria about completed informed consent forms for surgery, which may be one of the factors contributing to incomplete surgery informed consent forms at Hospital X.
Keyword : Informed consent Form, Completeness, Surgical, Medical Record
S-9326
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hurriyani Sekar Putri; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Masyitoh, Elvira
Abstrak:
Terdapat 290 item persediaan farmasi yang termasuk dalam kategori deadstock, obat tersebut menumpuk dan berdampak pada rendahnya nilai perputaran investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengendalian persediaan antara proses pengendalian yang selama ini dilakukan oleh rumah sakit dengan proses pengendalian jika menggunakan perhitungan EOQ, SS, dan ROP. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang menggunakan data sekunder dari Instalasi Farmasi RS. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh kategori A persediaan farmasi.
Hasil penelitian menunjukkan proses pengendalian menggunakan perhitungan EOQ, SS, dan ROP lebih efisien karena dapat meningkatkan nilai Inventory Turnover Ratio dan memiliki nilai rata-rata persediaan lebih rendah. Terdapat perbedaan Inventory Turnover Ratio yang signifikan antara pengendalian yang selama ini dilakukan oleh rumah sakit dengan proses pengendalian jika menggunakan perhitungan EOQ, SS dan ROP. Peneliti menyarankan untuk melakukan pengelompokkan obat dengan analisis ABC, perhitungan EOQ yang berulang untuk meningkatkan efisiensi pada pengendalian persediaan farmasi.
Read More
Hasil penelitian menunjukkan proses pengendalian menggunakan perhitungan EOQ, SS, dan ROP lebih efisien karena dapat meningkatkan nilai Inventory Turnover Ratio dan memiliki nilai rata-rata persediaan lebih rendah. Terdapat perbedaan Inventory Turnover Ratio yang signifikan antara pengendalian yang selama ini dilakukan oleh rumah sakit dengan proses pengendalian jika menggunakan perhitungan EOQ, SS dan ROP. Peneliti menyarankan untuk melakukan pengelompokkan obat dengan analisis ABC, perhitungan EOQ yang berulang untuk meningkatkan efisiensi pada pengendalian persediaan farmasi.
S-9956
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yessy Wirani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Tien Astari, Nurul Dewi Windrati
Abstrak:
Metode komunikasi kolaboratif untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recomendation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan SBAR terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan perawat di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2016. Jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dilanjutkan pendekatan kualitatif (Mixed Research). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan perawat sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi SBAR dan perawat memiliki reaksi baik sesudah pelatihan. Pelatihan komunikasi SBAR efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat. Saran untuk rumah sakit untuk membentuk unit diklat, membuat post training action plan secara konsisten dan program inhouse training lanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, pengetahuan, keterampilan, reaksi, SBAR Collaborative communication methods to improve patient safety is communication SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). This study aims to determine the effectiveness of training SBAR to knowledge, attitudes, and skills of nurses at Pelabuhan Hospital Palembang in 2016. Type quasi experimental design with one group pretest-posttest followed a qualitative approach (Mixed Research). The results showed significant differences in the knowledge and skills of nurses before and after training SBAR communication and nurses have a good reaction after training. SBAR communication training effectively improve knowledge and skills of nurses. Suggestions for the hospital to restructurisation a unit training, evaluate a post training action plan consistently and advanced in-house training program. Key Word: Training, knowledge, skills, reaction, SBAR
Read More
B-1825
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Futri Anggun Yolanda; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Masyitoh, Veronica Fridawati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran dan efisiensipenggunaan labu darah dalam tindakan operasi di RSUP Fatmawati. Jenispenelitian ini adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data pasien diinstalasi bedah sentral dan unit transfusi darah rumah sakit (709 pasien) dankualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap dokter bedah dandokter obstetric gynecology, penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif.Menilai nilai efisiensi penggunaan labu darah dengan melihat nilai CrossmatchedTransfusion Rate (CTR), Transfusion Probability (TP), Transfusion Index (TI),dan Nonusage Probability (NUP). Penelitian ini menunjukan bahwa nilai CTRsebanyak 2,6, TP sebanyak 44%, TI 0,95, dan NUP 0,59. Faktor-faktor penyebabpemborosan dalam penelitian ini dikarenakan antisipasi dokter dalam pemesanandarah, jenis operasi, kadar haemoglobin, faktor pengalaman dan perkiraan dokterdalam menentukan kebutuhan kantong darah.
Kata kunci: Crossmatch Transfusion Rate, Transfusion Probability, TransfusionIndex, Nonusage Probability
This study aims to analyze the use of blood vials for transfusion in theoperation at Fatmawati Hospital. This research applied quantitative with reportfrom the operating theater and hospital blood transfusion unit as the source of data(709 patiens) and qualitative methode by interview surgeon and obstetrician andgynecologist, this research using a retrospective approach. Assess the efficiencyof the use of blood bags by looking at the values of Crossmatched TransfusionRate (CTR), Transfusion Probability (TP), Transfusion Index (TI), and NonusageProbability (NUP). This study shows CTR value as much as 2.6, TP as much as44%, TI 0.95, and NUP 0.59. Factors causing blood waste are higher anticipationof doctors in ordering blood, the type of surgery, haemoglobin rate, experienceand the speed of doctors in determining the needs of blood bags.
Keywords: Crossmatch Transfusion Rate, Transfusion Probability, TransfusionIndex, Nonusage Probability.
Read More
Kata kunci: Crossmatch Transfusion Rate, Transfusion Probability, TransfusionIndex, Nonusage Probability
This study aims to analyze the use of blood vials for transfusion in theoperation at Fatmawati Hospital. This research applied quantitative with reportfrom the operating theater and hospital blood transfusion unit as the source of data(709 patiens) and qualitative methode by interview surgeon and obstetrician andgynecologist, this research using a retrospective approach. Assess the efficiencyof the use of blood bags by looking at the values of Crossmatched TransfusionRate (CTR), Transfusion Probability (TP), Transfusion Index (TI), and NonusageProbability (NUP). This study shows CTR value as much as 2.6, TP as much as44%, TI 0.95, and NUP 0.59. Factors causing blood waste are higher anticipationof doctors in ordering blood, the type of surgery, haemoglobin rate, experienceand the speed of doctors in determining the needs of blood bags.
Keywords: Crossmatch Transfusion Rate, Transfusion Probability, TransfusionIndex, Nonusage Probability.
S-9542
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Novia Lestari; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Astried Maydhita Putri
Abstrak:
Penelitian ini membahas proses pelayanan rawat jalan poli bedah, jantung dan penyakit dalam dengan perspektif lean hospital di RSUP Fatmawati tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis proses pelayanan rawat jalan pasien poli bedah, jantung dan penyakit dalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah operational research dengan menggunakan pendekatan time motion study. Hasil dalam penelitian didapatkan diagram Values Stream Mapping dengan perbandingan nilai value added: non value added: non value added but necessary adalah 14%: 86%: 1%. Rata-rata pasien mendapatkan waktu pelayanan 151 menit. Jenis waste yang ditemukan adalah motion waiting waste, motion waste, extra processing waste, dan defects waste. Jenis waste terbesar adalah waiting waste. Penyebab pemborosan adalah waktu kedatangan pasien yang penuh pada pagi hari, rekam medis yang tidak sesuai standar waktu pelayanan, kedatangan dokter yang tidak sesuai jam pelayanan, dokter yang tidak memiliki komitmen untuk datang tepat waktu, standar pelayanan pada instalasi yang sama menyebabkan waktu tunggu menjadi lama.
This research discussed service process outpatient poly surgical, the heart and internal medicine with perspective lean hospital in fatmawati hospital in 2015. The purpose of this research is get the analysis service process outpatients poly surgical, cardiovascular and internal medicine. The kind of research use is operational research using approach time motion study. Results obtained in the diagram Value Stream Mapping study comparison of Value Added: Non-Value Added: Non-Value Added but Necessary is 14%: 86%: 1%. Average time to spent service on patient is 151 minutes. A kind of waste found waiting waste, motion waste, extra. The biggest waste types are waiting waste and waste services with the greatest care poly destination. Causes of waste is the arrival time of patients who come in the morning, the medical records that don't match the standard of service time, the arrival of a doctor who does not fit service hours, doctors don't have the commitment to arrive on time, service standards at the same installation causes the waiting time becomes longer.
Read More
This research discussed service process outpatient poly surgical, the heart and internal medicine with perspective lean hospital in fatmawati hospital in 2015. The purpose of this research is get the analysis service process outpatients poly surgical, cardiovascular and internal medicine. The kind of research use is operational research using approach time motion study. Results obtained in the diagram Value Stream Mapping study comparison of Value Added: Non-Value Added: Non-Value Added but Necessary is 14%: 86%: 1%. Average time to spent service on patient is 151 minutes. A kind of waste found waiting waste, motion waste, extra. The biggest waste types are waiting waste and waste services with the greatest care poly destination. Causes of waste is the arrival time of patients who come in the morning, the medical records that don't match the standard of service time, the arrival of a doctor who does not fit service hours, doctors don't have the commitment to arrive on time, service standards at the same installation causes the waiting time becomes longer.
S-8947
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fadlia Murtafia; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Julian, Jantini Utama
Abstrak:
Rekam medis di Rumah Sakit Gading Pluit berupa manual rekam medis.Pengisian kelengkapan rekam medis di Unit Rawat Inap bulan Januari-Marettahun 2016 di Rumah Sakit Gading Pluit masih ada yang dibawah indikator mutukelengkapan rekam medis. Tujuan penelitian ini menganalisis pengisiankelengkapan rekam medis bulan Januari-Maret tahun 2016 di unit rawat inap RSGading Pluit. Metode Penelitian analisis kualitatif dengan wawancara mendalamdengan studi kasus terhadap kelengkapan dokumen rekam medis bulan Januari-Maret tahun 2016. Hasil penelitian yaitu form resume medis, dimana tanda tangandokter yang merawat lengkap sebesar 97,2%, tidak lengkap 2,8%. Form catatanpasien terintegrasi dimana nama dokter lengkap sebesar 35,5% tidak lengkap64,5%, form informed consent dimana tanda tangan saksi lengkap hanya 37,91%tidak lengkap 62,09% dan nama saksi 16,80% lengkap, dan tidak lengkap 83,20%.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor-faktor yang memegang peranan dalampengisian kelengkapan rekam medis rawat inap seperti pelatihan tentang rekammedis, standar operasional prosedur tentang rekam medis kurang disosialisasikanserta masih belum ada sanksi tegas bagi dokter yang sering tidak melengkapirekam medis.Kata kunci :faktor, kelengkapan, rekam medis
Background : The medical records at Gading Pluit Hospital are still donemanually. The completeness of medical records filling form at inpatient unit ofGading Pluit in January until March 2016 are still below the standard indicatorquality.Purpose : to analyze the charging form completeness of medicalrecords in January until March 2016 at inpatient unit of Gading PluitHospital.Methode: Qualitative anaylisis by in-depth interviews and case studi ofmedical records completeness in January until March 2016. Results :Resume of medical records form, with signature of doctor who treat 97,2%completed, 2,8% incomplete. Integrated data patient form where there is a doctorname 35,5% completed, 64,5% incomplete. Informed consent form where there isa signature of witnesses 37,91% completed., 62,09% incomplete, and witnessesname 16,80% completed, 83,20% incomplete.Conlusion : Factors that held animportant role of the completeness of medical records filling form in inpatient unitare training about medical record, standar operating procedure about medicalrecord which is still less socialized and still there is no sanction for the doctorswho did not complete the filling of medical record.Keywords : complete, factor, medical record.
Read More
Background : The medical records at Gading Pluit Hospital are still donemanually. The completeness of medical records filling form at inpatient unit ofGading Pluit in January until March 2016 are still below the standard indicatorquality.Purpose : to analyze the charging form completeness of medicalrecords in January until March 2016 at inpatient unit of Gading PluitHospital.Methode: Qualitative anaylisis by in-depth interviews and case studi ofmedical records completeness in January until March 2016. Results :Resume of medical records form, with signature of doctor who treat 97,2%completed, 2,8% incomplete. Integrated data patient form where there is a doctorname 35,5% completed, 64,5% incomplete. Informed consent form where there isa signature of witnesses 37,91% completed., 62,09% incomplete, and witnessesname 16,80% completed, 83,20% incomplete.Conlusion : Factors that held animportant role of the completeness of medical records filling form in inpatient unitare training about medical record, standar operating procedure about medicalrecord which is still less socialized and still there is no sanction for the doctorswho did not complete the filling of medical record.Keywords : complete, factor, medical record.
T-4627
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muryhardining Taserina; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Purnawan Junadi, Ares Susilo
Abstrak:
Budaya keselamatan pasien menjadi isu penting dalam peningkatan mutupelayanan dan kepuasan pasien, serta pengurangan beban cost rumah sakit.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran budaya keselamatan pasien dikalangan perawat rawat inap RS Trimitra. Penelitian ini menggunakan studi crosssectional dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitiankuantitatif menggunakan instrumen rumah sakit milik AHRQ dan penelitiankualitatif menggunakan instumen observasi. Hasil penelitian menunjukkanterdapat 4 budaya kategori kuat (supervisor, kerjasama, komunikasi, handsoff dantransisi), 4 budaya kategori sedang (organizational learning, respon non-punitiveterhadap kesalahan, staffing, persepsi perawat terkait keselamatan pasien) dan 1budaya lemah (frekuensi pelaporan insiden). Perilaku perawat yang diamati(ketepatan identifikasi pasien, ketepatan prosedur pemberian obat, danpencegahan infeksi) menunjukkan sebagian besar perilaku tidak sesuaiSPO/standar lain yang berlaku. Berdasarkan teori swiss cheese model, hal inidiakibatkan masih ada celah pada setiap layer pertahanan keselamatan pasien,yang pada satu waktu semua pertahanan dalam kondisi lemah mengakibatkaninsiden/perilaku lalai terjadi. Saran perbaikan diperlukan pada setiap dimensibudaya keselamatan pasien.Kata kunci : Budaya, Keselamatan, Pasien, Rawat Inap.
Read More
S-9141
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Budi Setiawan; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Mieke Savitri, Budi Hartono
S-6030
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Inda Fadhlika Qoyum; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Adib Abdullah Yahya, Syanti Ayu Agraini
Abstrak:
Kepatuhan merupakan bentuk kinerja individu dalam organisasi, dipengaruhi olehfaktor internal dan eksternal. Terhambatnya pengajuan klaim akibat tidaklengkapnya resume medis menjadi masalah serius di era JKN. Ketidaklengkapanpengisian ini cerminan dari kinerja dokter yang tidak patuh. Penelitian inimenganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dokter dalammengisi resume medis pasien JKN tahun 2016. Digunakan desain cross sectionaldengan pendekatan kuantitatif dilanjutkan pendekatan kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan hubungan yang bermakna antara jenis pendidikan dengan kepatuhandokter. Sedangkan faktor umur, jenis kelamin, masa kerja, status kepegawaian,format resume medis, reward dan sanksi, serta dukungan manajemen tidakberhubungan. Dari pendekatan kualitatif didapatkan peran staf lain seperti perawatdan petugas administrasi penting. Saran untuk RS: evaluasi berkala, penilaiankinerja, sosialisasi saat rapat, dan melibatkan dokter dalam membuat formatresume medis.Kata kunci:Resume medis, kepatuhan dokter, kinerja, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Read More
B-1835
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
