Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33535 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fresty Cahya Maulina; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tris Eryando, Martya Rahmanianti Makful, Retno Damarwati, Widya Anggareni
T-4940
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiyana Yuliasari; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rico Kurniawan, Emi Nurjasmi, Ario Baskoro
Abstrak:
Masalah kesehatan mental maternal merupakan tantangan utama dalam masalah kesehatan masyarakat secara global. Wanita secara umum lebih berisiko mengalami depresi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan peran dalam hidupnya. Depresi antenatal yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi postpartum dan komplikasi lain pada ibu dan bayi. Beberapa gejala depresi antenatal mirip dengan keluhan ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil sehingga gejala tersebut sering terabaikan dalam pemeriksaan antenatal care. Tidak adanya instrumen penilaian skrining depresi pada kehamilan juga membuat pelayanan kesehatan mental ibu hamil tidak dilakukan oleh bidan pada saat melakukan antenatal care di fasilitas kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi depresi antenatal dalam pelayanan kesehatan mental ibu hamil berbasis website. Penelitian ini dilakukan di UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung dengan menggunakan metode pengembangan sistem prototyping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan mental pada ibu hamil belum dilakukan dalam pelayanan antenatal care terpadu. Hasil akhir penelitian ini berupa prototipe sistem informasi yang mampu mendeteksi adanya risiko depresi pada ibu hamil dan mengkaji faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab depresi pada ibu hamil. Dengan diketahuinya faktor risiko tersebut, bidan dapat memberikan intervensi yang tepat dalam mengurangi depresi antenatal.

Maternal mental health problem is a major challenge in global public health problems. Women are generally more at risk for depression during pregnancy because of hormonal changes and their role  changes in life. Untreated antenatal depression can increase the risk of postpartum depression and other complications for both mother and baby. Some symptoms of antenatal depression are similar to discomfort in pregnancy experienced by pregnant women so that these symptoms are often considered as normal discomfort in pregnancy. The absence of depression screening assessment instruments in pregnancy also makes mental health services for pregnant women not performed by midwives when conducting antenatal care in primary health facilities. This study aims to design an antenatal depression detection system in website-based mental health services for pregnant women. This research was conducted at the UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung using a prototyping system development method. The results of this study indicate that mental health services for pregnant women have not been carried out in integrated antenatal care services. The final result of this research is a prototype of an information system that is able to detect the risk of depression in pregnant women and assess the risk factors that might be the cause of depression in pregnant women. By knowing these risk factors, midwives can provide appropriate interventions in reducing antenatal depression.

Read More
T-5951
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuliastari; Pembeimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, R. Sutiawan, Muh Jusran Jufri, Sugiarto
Abstrak: Abstrak: Untuk memenuhi kebutuhan pengungkapan informasi publik dalam Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Penyebaran dan Penggunaan Data Informasi Kesehatan, dinas kesehatan wajib menyediakan fasilitas bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat umum untuk menyediakannya. Proses rekapitulasi data hasil kegiatan puskesmas yang masih berjalan masih sangat panjang. Sehingga penyebarluasan data dan informasi menjadi terlambat. Agar Dinas Kesehatan mengembangkan sistem informasi dashboard laporan bulanan Puskesmas untuk memudahkan semua pengguna agar memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan lebih cepat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Perekaman dan Pelaporan Sistem Informasi Bulanan Puskesmas Online yang telah berada di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menjadi sistem informasi berupa Dashboard Laporan Bulanan Puskesmas Berbasis Web yang dapat menampilkan ringkasan informasi yang dibutuhkan untuk semua pengguna dan pemangku kepentingan terkait dengan kegiatan program Kesehatan Di Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini meliputi Kepala Seksi Perencanaan, Kepala Seksi Informasi dan Data, Kepala Pejabat Program Puskesmas, Pejabat Pengelola dan Sistem Informasi baik di Dinas Kesehatan atau Puskesmas. Hasil: Prototipe secara praktis mampu mengurangi semua proses atau tahapan data. Pengolahan dan telah mempercepat proses perolehan data juga. Semua pemangku kepentingan. Kata kunci: Dashbord, laporan bulanan puskesmas, SistemInformasi
Abstract : To meet the needs of public information disclosure in UU No.14 of 2008 on Dissemination and Use of Health Information Data, the health office is obliged to provide facilities for all stakeholders and the general public to provide them. The process of data recapitulation result of puskesmas activity which is still running is still very long. So that the dissemination of data and information to be late.For that the health department to develop information system dashboard monthly report Puskesmas to facilitate all users in order to obtain data and information needed more quickly.Goals : The purpose of this study is to develop an Information System Recording and Reporting Monthly Puskesmas Online that has been in the Health Office Tangerang District into an information system in the form of Dashboard Monthly Reports Puskesmas Web-Based which can display summary information required for all users and stakeholders related to program activities Health in Tangerang District. Methods : This study was conducted with qualitative research methods and techniques of collecting information through in- depth interview and observations The informants in this study include Section Head of Planning, Head of Data and Information Section, Head of Puskesmas, Program Holder and Information System Officer either at Health Office or Puskesmas.Result : Prototype has practically been able to cut all the processes or stages of data processing and has accelerated the process of obtaining the data as well as the information needed so that the dissemination process will no longer be delayed for all stakeholders. Keywords: Dashboard, Monthly report of puskesmas, System Information.
Read More
T-4885
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Sofia Parmawaty; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Widya Anggraeni, Andri Mursita
Abstrak: Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode emas seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Gangguan yang terjadi pada periode ini akibat asupan gizi yang kurang lengkap dalam jangka pendek terganggunya perkembangan otak, kecerdasan dan gangguan pertumbuhan fisik sedang dalam jangka panjang resiko penyakit tidak menular. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan melalui percepatan kegiatan intervensi gizi spesifik. Namun angka drop out pemeriksaan di Posyandu masih tinggi hal ini dapat menghambat intervensi yang seharusnya didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun prototipe untuk memantauan intervensi gizi spesifik pada baduta di puskesmas serta mengidentifikasi baduta yang tidak datang periksa (drop out) ke posyandu. Penelitian ini merupakan pengembangan sistem informasi dengan teknik prototipe menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Pengembangan sistem informasi ini memberikan notifikasi informasi ketidakhadiran baduta di Posyandu berupa SMS kepada bidan desa dan ibu baduta sehingga dapat dilakukan follow up. Sistem ini juga dapat digunakan untuk memantau intervensi gizi spesifik pada baduta secara berkesinambungan sebagai salah satu upaya mencegah stunting Kata kunci : 1000 hpk, intervensi gizi spsifik, drop out, sdlc The first thousand days of life is a golden period for a child to grow and develop optimally. Disorders that occur in this period due to the lack of complete nutritional intake in the short term disruption of brain development, intelligence and disruption of physical growth is in the long term risk of non-communicable diseases. One effort was made to tackle through the acceleration of specific nutrition intervention activities. However, the number of out-checks in Posyandu is still high. This can prevent the intervention that should be obtained. This study aims to build prototypes to monitor specific nutrient interventions in baduntas at puskesmas as well as to identify badans that do not come drop out to posyandu. This research is an information system development with prototype technique using System Development Life Cycle (SDLC) method. The development of this information system can provide notification of baduta absence information in Posyandu in the form of SMS to village midwife and mother baduta so it can be follow up. This system can also be used to monitor specific nutritional interventions on baduta on an ongoing basis as an effort to prevent stunting. Keywords: 1000 hpk, specific nutritional interventions, drop out, sdlc
Read More
T-4926
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niken Ayu Damayanti; Pembimbing: Besral, R. Sutiawan; Penguji: Popy Yuniar, Imelda Amelia
S-5726
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lea Morry Br Ginting; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiawan, Dakhlan Choeron
Abstrak: Puskesmas Berastagi dan Puskesmas Tiga Panah merupakan beberapa dari Puskesmas yang ditemukan ketidaksambungan data, tidak kredibel di Kabupaten Karo. Risiko dari data yang tidak kredibel adalah tidak bisa mengetahui besarnya masalah yang sesungguhnya sehingga tidak bisa memonitor, mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan program. Pukesmas Berastagi dan Tiga Panah menerima pelaporan KIA dari Bidan di Desa. Oleh karena itu diperlukan adanya evaluasi sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak untuk melihat data kesehatan ibu dan anak yang ada di Puskesmas Berastagi dan Tiga Panah terutama pelaporan data dari Bidan di Desa. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Read More
S-10567
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deden Herlan Suangsa; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Rico Kurniawan, Bahrul Anwar, Yanyan Rusyandi
Abstrak: Pelayanan medis di rumah sakit sangat penting dalam menjamin keselamatan pasien, dan salah satunya yaitu pelayanan kefarmasian, khususnya pelayanan informasi obat (PIO). PIO berfungsi mengidentifikasi obat yang harus diwaspadai (high-alert medication) serta obat berisiko tinggi sebagai penyebab Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Saat ini, fungsi PIO dijalankan secara manual hingga memakan waktu cukup lama dan sering terjadi kesalahan manusia, berupa tidak terdeteksinya risiko reaksi obat. Penelitian ini akan membangun model sistem notifikasi interaksi obat yang bersifat otomatis bagi petugas farmasi, sehingga petugas dapat segera mengedukasi pasien atau keluarga. Penelitian dilaksanakan di RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi. Pengumpulan data dan informasi untuk studi awal melalui Focus Group Discussion (FGD). Wawancara mendalam dengan apoteker, asisten apoteker, staf promosi kesehatan rumah sakit, dan programer rumah sakit merupakan pendalaman dari hasil Focus Group Discussion (FGD). Analisis sistem yang dilakukan berdasarkan wawancara menjadi dasar perancangan sistem dengan pendekatan pengembangan sistem yaitu menggunakan metode prototyping sampai tahap pemodelan. Cara pencarian obat di RSUD R. Syamsudin, SH masih berorientasi manual, seperti keterangan interaksi obat dengan obat lain sehingga tidak terintegrasi dalam sebuah sistem, dan edukasi yang diberikan masih sebatas edukasi penggunaan obat secara umum. Hal ini memiliki resiko keselamatan pasien terkait dengan interaksi obat. Rancangan logik sistem notifikasi interaksi obat yang berfungsi sebagai pengingat kepada petugas farmasi pada saat input resep obat memerlukan sistem yang terintegrasi, sehingga pasien tersebut akan diberikan edukasi yang lebih tepat. Sistem ini dapat memberikan kemudahan untuk mengakses informasi, efisiensi waktu, menyimpan data lebih banyak dengan ruang penyimpanan yang kecil. Secara teoritis disain dapat memberikan solusi yang efisien dan efektif dalam mengidentifikasi obat yang harus diwaspadai yang diberikan kepada pasien, dengan terintegrasi pada sistem notifikasi interaksi obat rumah sakit. Hasil penelitian dari 53 pasien lansia yang dirawat ditemukan 125 jenis obat yang digunakan selama pasien dirawat dan ditemukan sebanyak 141 interaksi dalam basis data prototipe sistem notifikasi interaksi obat dengan obat, sedangkan data yang ditemukan oleh apoteker 1 sebanyak 13 interaksi dan 34 interaksi ditemukan oleh apoteker 2. Dapat disimpulkan bahwa basis data prototipe sistem notifikasi interaksi obat dengan obat bisa menemukan interaksi obat lebih banyak dan dapat memberikan peringatan kepada apoteker lebih cepat
Patient safey is fundamental to delivering quality essensial health services in hospital, and one of them is pharmaceutical services, specifically pharmacy information services (PIO). PIO has the function of identifying drugs to watch out for (high alert drugs) as well as high-risk drugs that cause unwanted drug reactions (ROTD). The PIO function has been carried out manually so that it takes a long time and human errors often occur, in the form of undetectable risks from drug reactions. This research will build an automatic drug interaction notification system model for pharmaceutical staff, so they can immediately educate patients or families. The study was conducted at the RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi City. Data and information collection for the initial study through Focus Group Discussion (FGD). In-depth interviews with pharmacists, pharmacist assistants, hospital health promotion staff, and hospital programmers deepened the results of Focus Group Discussions (FGD). System analysis conducted based on interviews is the basis of system design with a system development approach using prototype methods to the modeling stage. Searching drugs information in the RSUD R. Syamsudin, SH is still oriented manually, such as information about drug interactions with other drugs. Due it is not integrated in a system, so the education provided is still limited to education on drug use in general. This has a patient safety risk associated with drug interactions. The logic design of the drug interaction notification system that serves as a reminder to pharmaceutical staff when entering prescription drugs requires an integrated system, so patients will be given more appropriate education. This system can provide easy access to information, save time, save more data with less storage space. Theoretically the design can provide efficient and effective solutions in identifying drugs that must be considered to be given to patients, by integrating them into the hospital drug interaction notification system. The results of the study of 53 treated elderly patients found that 125 types of drugs were used during the patient's treatment and 141 interactions were found in the prototype database of the drug-drug interaction notification system, while the data found by pharmacist 1 were 13 interactions and 34 interactions were found by pharmacist 2 It can be concluded that the prototype database for drug-drug interaction notification systems can find more drug interactions and can alert pharmacists more quickly
Read More
T-6083
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaneu Nuraineu; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Artha Prabawa, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Yaneu Nuraineu Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul :  Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas  pelayanan  ANC  di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%)  responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback. Kata kunci : Kualitas pelayanan ANC, bidan, sikap dan motivasi.


ABSTRACT Name : Yaneu Nuraineu Study Program: Public Health Sciences Title : Relationship Attitude and Motivation Village Midwife To Quality Antenatal Care Service (ANC) in Lebak District Year 2017. A qualified Antenatal Care Service (ANC) is a service that complies with the standards, in its application consisting of 10T. The most important health worker providing health services to pregnant women is midwife. This study aims to find out the correlation between attitude and motivation of village midwife to ANC service quality in Lebak Regency. This research use analytic observation research with cross sectional design with 164 sample of midwives in the village. There are 123 (75,0%) respondents have good attitude toward service quality of ANC K4 with value p = 0,002 (p <0,05) and OR = 11,02 mean there is strong relation, attitude with service quality ANC K4, Half of respondents have less motivation to ANC service quality that is 108 (65,9%) responder, obtained value ρ = 0,012 and OR = 2,55 mean there is motivation correlation with service quality of ANC K4. It is expected that the Health Office together with the puskesmas optimize the existing programs / activities, conduct technical and monev training which is scheduled and sustainable, then the result is feedback. Keywords : Quality of ANC service, midwife, attitude and motivation.

Read More
T-5074
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Shinta Ningsih; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Pujiyanto, Martya Rahmaniati Makful, Ade Yudhistira
Abstrak: ia ABSTRAK Nama : Dewi Shinta Ningsih Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Sistem Pendukung Keputusan Dalam Proses Perencanaan dan Penganggaran DAK Reguler Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan The successfull of health development which is to support the successfull of national development determined by the quality of planning and budgeting. However, the process of health planning and budgeting can not be separated from the effect of various obstacles and factors. The needs of an adequate planning and budgeting system is required so the utilization of budget and other resources can be used effectively and efficiently. This research aims to develop a prototype of decision support system to support the process of allocation budgeting for hospitals and district / city health offices from the state budget source that is currently allocated through the DAK Regular. The Information system development method is using System Development Life Cycle (SDLC) approach with prototype method. The result of the information system development is an online based prototype and the output of the system is a method of budgeting allocation determination based on equity, equality and adequacy that can be used as an input for the process of DAK allocation determination. This prototype development is using PHP programming language and MySQL 5.7 database. The advantages of the prototype development is able to assist the process of policy determination by providing an objective budgeting allocation model based on a formulation, principles and criteria that can be accounted. The continuous of this system implementation requires a commitment and support from stakeholders which in this case are policyholders in Directorate General of Health Services. Keywords: decision support system, planning, budgeting, DAK
Read More
T-4910
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasti Primadilla Krismaningrum; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Tutik Sri Hariyati, Marwaji Ansory, Jajang Rahmat
Abstrak: Meningkatnya angka penemuan kasus TB di Kabupaten Lampung Utaraberimplikasi pada peningkatan kebutuhan pelayanan berbasis keluarga, khususnyapenderita TB. Kondisi geografis, keterbatasan sumber daya perawat merupakantantangan untuk dikembangkannya sebuah perangkat yang menopang pelaksanaanhome care TB. Penelitian ini bertujuan menghasilkan prototipe aplikasi yangmemanfaatkan tekologi mobile untuk perawatan TB berbasis keluarga pada upayaPerkesmas. Dengan pendekatan SDLC, diidentifikasi masalah pada sistem yangberjalan dan kebutuhan perbaikan sistem. Peneliti menggunakan model PRISMframework, untuk mengidentifikasi masalah pada faktor organisasional, teknis danperilaku. Pengumpulan data dilakukan melalui diskusi kelompok, wawancaramendalam, angket dan telaah dokumen di Puskesmas dan Dinas Kesehatan.Masalah pada sistem informasi yang berjalan teridentifikasi pada faktor organisasi,faktor teknis dan faktor perilaku yang ketiganya saling berkaitan. Faktor organisasimerupakan masalah yang tidak dapat dikendalikan dan menjadi konstrain padasistem informasi perkesmas yang sedan berjalan. Smartphone android adalahperangkat yang dipilih mempertimbangkan keterbiasaan perawat dengan android,kemampuan android melakukan komputasi, ringkas, mudah dibawa sekaligusmedia penghubung ke internet. Variabel yang tersedia dalam sistem mampumenyediakan informasi strategis program TB, diantaranya penjaringan suspek TB,kepatuhan minum obat dan kontrol ulang, serta informasi yang dapat dimanfaatkanuntuk penelitian TB. Pada saat uji coba sistem perawat memberikan penilaian padaskala sedang sampai dengan tinggi untuk faktor pemanfaatan prototipe. Penelitimerekomendasikan prototipe dibangun menggunakan bahasa Java untukmendapatkan fitur autorisasi, serta perbaikan perpindahan antar formulir.Pengembangan sistem intelegensi untuk asuhan keperawatan berbasis keluargadapat menjadi rencana pengembangan sistem berikutnya. Membangun web sangatdisarankan untuk pengembangan berikutnya sebagai media pengolahan data yanglebih mudah, penyajian data yang interaktif serta penyimpanan data yang aman.Kata kunci :Prototipe, android, keperawatan keluarga, TB.
Read More
T-4636
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive