Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32708 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Antonius Wahyudi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Syahrul Efendi Panjaitan, Izzatu Millah
Abstrak: Dunia industri erat dengan kegiatan proses produksi yang berhubungan dengan mesin dan ruangan kerja yang menghasilkan panas. Pajanan terhadap pekerja yang terus berlanjut, akan mengakibatkan penurunan produktifitas kerja dan terjadi peningkatan resiko gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan panas terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pada pekerja di PT XYZ tahun 2017. PT XYZ bergerak di bidang pertambangan emas bawah tanah. Respon fisiologis pekerja PT XYZ terhadap tekanan panas dilihat berdasarkan adanya peningkatan suhu, denyut nadi dan perubahan nilai berat jenis urin dan respon psikologis pekerja dilihat dari keluhan subyektif yang muncul. Hasil pengukuran indeks tekanan panas diketahui sebanyak 62 responden (73.8%) mengalami tekanan panas dan sisanya sebanyak 22 responden (26.2%) tidak mengalami tekanan panas. Hasil uji statistik chi-square dengan p value >0,05 diketahui tekanan panas tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan peningkatan suhu tubuh( p = 0,785), peningkatan denyut nadi (p = 0.867), status hidrasi (p = 0.280) dan keluhan subyektif ( p = 0.221).
Read More
T-4989
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atiq Amanah Retna Palupi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ridwan Zahdi Sjaaf, Suryo Bayu Aji
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan panasterhadap fisiologis dan psikologis pekerja di PT XYZ Tahun 2016. Unitusaha utama PT XYZ yakni part otomotif dengan kegiatan press & welding.Respon fisiologis pekerja welding terhadap tekanan panas yakni peningkatansuhu, denyut nadi dan perubahan nilai berat jenis urine. Nilai Indeks tekananpanas dengan ISBB melebihi nilai ambang. Nilai Indeks Thermal Work Limitberada pada area tidak berbahaya. Analisis data dengan uji t dependent danindependent, didapatkan nilai p < 0,005. Keluhan subyektif pekerja weldingsebagai respon psikologis. Yakni adanya rasa haus, kulit berkeringat/lembab,adanya biang keringat, kejang/kram otot selaras dengan hasil pengukuranyakni adanya peningkatan denyut nadi, suhu dan berat jenis urin.
This study aimed to analyze the effect of heat stress on thephysiological and psychological workers at PT XYZ Year 2016. The businessunit of PT XYZ namely automotive parts with the activities of the press andwelding. Welding worker's physiological response to heat stress that anincrease in temperature, pulse and urine specific gravity value changes. Heatstress index value with WBGT exceeds the threshold value. Thermal WorkLimit Value Index is in the area is not dangerous. Data were analyzed bydependent and independent t test, p value < 0.005. Subjective complaints ofworkers welding as a psychological response. Namely their thirst, skin sweat/ moisture, their prickly heat, cramps / muscle cramps in tune with themeasurement results to an increase in pulse rate, temperature and specificgravity of urine.
Read More
T-4595
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meriza Wulandari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
Abstrak: TEKANAN PANAS DI TAMBANG BAWAH TANAH PT CIBALIUNG SUMBERDAYA TERJADI KARENA KOMBINASI DARI TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA, PANAS METABOLIK TUBUH, PAKAIAN KERJA, DAN KARAKTERISTIK PEKERJA. TEKANAN PANAS DAPAT MENIMBULKAN BERBAGAI KELUHAN KESEHATAN YANG DIRASAKAN SECARA SUBJEKTIF OLEH PEKERJA. PENELITIAN DILAKUKAN PADA52 PEKERJA DENGAN DESAIN STUDI CROSS-SECTIONAL. DARI 9 TITIK PENGUKURAN DI UNDERGROUNDMENUNJUKKAN INDEKS WBGT INDOOR BERKISAR ANTARA 29,1OC HINGGA 35,5OC. SETELAH DILAKUKAN ANALISIS BERDASARKAN PERMENKES NO. 70 TAHUN 2016, DIDAPATKAN HASIL BAHWA DARI 52 RESPONDEN, TERDAPAT 48 RESPONDEN (92,3%) MENGALAMI TEKANAN PANAS. SEBANYAK 50 RESPONDEN (96,2%) MERASA TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA MEREKA PANAS DAN 46 RESPONDEN (88,5%) MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN KONDISI PANAS TERSEBUT. SELURUH RESPONDEN MENYATAKAN PERNAH MENGALAMI KELUHAN SUBJEKTIF AKIBAT PAJANAN TEKANAN PANAS DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA-BEDA. OLEH KARENA ITU, PERUSAHAAN PERLU MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA PENGENDALIAN TEKANAN PANAS UNTUK MEMINIMALISASI RISIKO KELUHAN KESEHATAN YANG DIRASAKAN PEKERJA.
KATA KUNCI: INDEKS WBGT, TEKANAN PANAS, KELUHAN SUBJEKTIF, TAMBANG BAWAH TANAH
Read More
S-9833
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Farekhah Ulfah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Robiana Modjo, Gunawan, Yogi Sasongko
T-4429
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Farekhah Ulfah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Robiana Modjo, Gunawan, Yogi Sasongko
T-4429
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Kusuma Wardhana; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Gatot Kusbinuko, Michael Bindu Hutahaean
Abstrak:
Pertambangan sangat rentan terhadap peningkatan prevalensi kelelahan dibanding pekerjaan pada industri lain, disebabkan banyaknya faktor di lingkungan pertambangan yang dapat mempengaruhi kelelahan. Penelitian ini mengkaji kelelahan pekerja tambang bawah tanah di PT XYZ, Indonesia, menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran kelelahan dan hubungan antara kelelahan (variabel dependen) dengan faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan fisik (variabel independen). Sampel terdiri dari 119 responden dari total 300 pekerja bagian development, dengan data primer diperoleh melalui kuesioner IFRC dan data sekunder dari literatur serta data pendukung perusahaan. Hasil menunjukkan kelelahan berhubungan signifikan dengan waktu perjalanan (p value=0.042 (pelemahan aktivitas)); (p value=0.043 (pelemahan motivasi)); (p value=0.012 (pelemahan fisik)), kuantitas tidur (p value=0.000 (kelelahan umum)); (p value=0.001 (pelemahan aktivitas)); (p value=0.000 (pelemahan motivasi)); (p value=0.016 (pelemahan fisik)), shift kerja (p value=0.033 (kelelahan umum)), lama jam kerja (p value=0.023 (pelemahan aktivitas)); (p value=0.049 (pelemahan motivasi)), dan suhu (p value=0.016 (pelemahan fisik)), namun tidak berhubungan dengan usia, IMT, status perkawinan, masa kerja, kebisingan, pencahayaan, dan kelembaban. Peneliti merekomendasikan peninjauan terhadap kebijakan perusahaan dalam mengelola faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan untuk meminimalkan risiko kelelahan kerja.

Mining is highly susceptible to increased prevalence of fatigue compared to other industries due to numerous factors in the mining environment that can affect fatigue. This study examines the fatigue of underground mine workers at PT XYZ, Indonesia, using a quantitative cross-sectional approach. The objective is to obtain an overview of fatigue and analyze the relationship between fatigue (dependent variable) and individual factors, job-related factors, and physical environmental factors (independent variables). The sample consists of 119 respondents out of a total of 300 development workers, with primary data obtained through IFRC subjective questionnaires and secondary data from literature and company supporting data. The results show that fatigue significantly correlates with travel time (p value=0.042 (reduce activity)); (p value=0.043 (reduce motivation)); (p value=0.012 (physical fatigue)), sleep quantity (p value=0.000 (general fatigue)); (p value=0.001 (reduce activity)); (p value=0.000 (reduce motivation)); (p value=0.016 (physical fatigue)), shift work (p value=0.033 (general fatigue)), long working hours (p value=0.023 (reduce activity)); (p value=0.049 (reduce motivation)), and temperature (p value=0.016 (physical fatigue)), but not with age, BMI, marital status, length of service, noise, lighting, and humidity. The researchers recommend reviewing company policies to manage fatigue-related factors to minimize the risk of work fatigue.
Read More
T-7034
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Rosyani Nur Afrianthie; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Hendra, Rockyanto V. Sasabone, Izzatu Millah
T-4919
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tajudin Noor; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Eko Pudjadi, Tri Purwanti
Abstrak:
Tambang uranium bawah tanah memiliki bahaya fisika berupa pajan radiasi gamma, gas radon dan thoron. Para pekerja tambang uranium berisiko terkena penyakit kanker paru 3 hingga 6 kali lebih tinggi dari masyarakat umum. Risiko tersebut disebabkan pajanan gas radon dan turunan radon di dalam tambang. Untuk mengantisipasi dan mengendalikan risiko pada pekerja dari pajanan tersebut maka perlu dilakukan suatu kajian risiko kesehatan dari pajanan radiasi gama dan radon dan thoron pada pekerja tambang uranium bawah tanah. Pengukuran pajanan sinar gama dan konsentrasi gas radon dilakukan di dalam tambang eksplorasi uranium dan sekitar kamp pekerja di daerah Kalan, Kalimantan Barat. Pengukuran pajanan sinar gama dilakukan dengan surveimeter gama sementara untuk pajanan radon dan thoron dilakukan dengan detektor pasif RADUET. Hasilnya, konsentrasi gas radon di dalam terowongan secara umum cukup tinggi, konsentrasi radon berkisar antara 188,84 hingga 495,86 Bq/m 3 (rata-rata 375,80 Bq/m 3 ) sementara thoron berkisar antara 58,07 hingga 340,73 Bq/m 3 (rata-rata 189,80 Bq/m 3 ). Nilai tersebut berada di atas nilai reference level radon yang disaranakan ICRP 300 Bq/m 3 . Untuk dosis efektif tahunan dari sinar gama, didapatakan estimasi dosis efektif tahunan 85,18 mSv pada salah satu kelompok pekerja di dalam terowongan eksplorasi uranium. Nilai tersebut berada di atas nilai batas dosis tahunan 20 mSv untuk pekerja. Penilaian risiko dihitung dengan mengalikan nilai skala peluang terjadinya efek kesehatan dengan nilai skala konsekuensi dari rentang penerimaan dosis. Hasilnya, didapatkan nilai risiko C pada salah satu kelompok pekerja yang berarti risiko belum dapat diterima dan perlu dilakukan tindakan pengendalian tambahan. Para pekerja terkena dosis radiasi kronis dan dapat terkena efek stokastik yang dapat menginduksi kanker. Dengan demikian diperlukan upaya pengendalian risiko dan proteksi radiasi bagi pekerja agar risiko dari pajanan dari sinar gama, radon dan thoron dapat dikendalikan.

Underground uranium mines pose physical hazards in the form of exposure to gamma radiation, radon gas and thoron. Uranium mine workers are at risk of getting lung cancer 3 to 6 times higher than the general public. To anticipate and control the risk from these exposures, a health risk assessment was carried out from the exposure to gamma, radon and thoron radiation in underground uranium mine workers. Measurements of gamma ray exposure and radon gas concentrations were carried out in the uranium exploration mine and around the workers' camp in the Kalan area, West Kalimantan. Gamma-ray measurements were carried out by gamma detector, while radon and thoron exposure were measured using a passive detector RADUET. As a result, the concentration of radon gas in the tunnel ranged from 188.84 to 495.86 Bq/m 3 (average 375.80 Bq/m 3 ) while thoron ranged from 58.07 to 340.73 Bq/m 3 (average 189.80 Bq/m 3 ). This value exceeds the reference level for the radon  recommended by ICRP 300 Bq/m 3 . For annual effective dose of gamma rays, an estimated annual effective dose of 85.18 mSv was obtained in one group of workers. This value exceeds the annual dose limit value of 20 mSv for workers. From the results of the risk assessment, a risk value of C is obtained, which means that the risk cannot be accepted, and additional control measures are needed. Workers are exposed to chronic doses of radiation and can be exposed to stochastic effects that can induce cancer.

Read More
T-5941
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winona Salsabila Sunukanto; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Eko Sapto Priyono
S-10058
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Ratnanig Pamungkas; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Hanny Harjulianti
S-7911
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive