Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35692 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cindi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Purnawan Junadi, Solichatin Yatminah
B-1887
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Dharmawati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) telah dilaksanakan sejak tahun2012 di RSK Dr Rivai Abdullah dan belum pernah dilakukan evaluasi terhadapsistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh evaluasi mengenaisistem informasi manajemen rumah sakit di pelayanan rawat jalan RSK Dr. RivaiAbdullah. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik terkait SIMRS diPelayanan Rawat Jalan RSK Dr. Rivai Abdullah. Dari hasil evaluasi didapatkanbahwa belum adanya kebijakan berupa Tim Kerja SIMRS, belum adanya pedomanatau standar operasional prosedur (SOP) mengenai SIMRS, dan pelatihan hanyasekali dilakukan. RSK Dr Rivai Abdullah dalam proses persiapan pengembanganSIMRS dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Perangkatkeras (hardware) yang ada sudah mencukupi kecuali di Poliklinik (Instalasi RawatJalan). Berdasarkan analisis PIECES (Performance, Information, Economics,Control, Efficiency, Service) dapat disimpulkan performa sudah cukup standar dantidak terlalu rumit, kecepatan pengiriman dan pengaksesan data belum cukup cepat,informasi yang ditampilkan sudah cukup baik, dari segi ekonomi tenaga teknisiSIMRS yang ada masih kurang dari jumlah minimal yang dibutuhkan, kontrol dansekuritas sudah cukup aman. Disarankan dukungan pihak manajemen lebih optimalterutama kebijakan mengenai SIMRS, pembentukan Tim Kerja SIMRS, pembuatanpedoman SIMRS, pemenuhan tenaga teknisi, terjaminnya kualitas konektivitasjaringan, diadakan pelatihan dan sosialisasi kembali mengenai SIMRS.
Kata Kunci : SIMRS, Evaluasi, Pengembangan Sistem, Analisis PIECES(Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service).
Hospital Management Information System (SIMRS) has been implemented since2012 in RSK Dr. Rivai Abdullah and has never been evaluated. This study aims toobtain an evaluation of the SIMRS in Dr. Rivai Abdullah hospital. This is aqualitative research methods with descriptive analytical approach SIMRS in Dr.Rivai Abdullah hospital. The evaluation showed that the absence of policy such asworking team SIMRS, not yet guidelines or Standard Operational Procedure (SOP)regarding SIMRS, and training is done only once. RSK Dr. Rivai Abdullah in thepreparation process SIMRS development through cooperation with the Ministry ofHealth. Hardware is sufficient except in Poliklinik. Based on the analysis PIECES(Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service) concluded theperformance was pretty standard and not too complicated, the transmission speedand data access is not fast enough, the information displayed is quite good, froman economic point of IT personnel that there is still less than the minimum amountrequired, control and security is enough secure. Suggested management supportoptimized especially regarding SIMRS policy, the establishment of the workingteam SIMRS, manufacture guidelines or SOP SIMRS, fulfillment of IT, ensuring thequality of network connectivity, training and socialization held back on SIMRS.
Keywords: SIMRS, Evaluation, Development Systems, Analysis PIECES(Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service).
Read More
B-1771
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Setyadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Tris Eryando, Iing Ichsan Hanafi, R.B Wahyu
Abstrak:
Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan dasar dari kebutuhan pelayanan demi tercapai pelayanan yang prima, pada Rumah Sakit Hermina Lampung terjadi perubahan Sistem Informasi pada bulan Mei 2022, perubahan dilakukan agar tercipta kemudahan dalam pelayanan baik rawat jalan maupun rawat inap. Setelah penggunaan selama satu tahun dirasa masih ada kendala dalam pelayanan di rawat jalan dimana tidak tercapainya kesesuaian standar length of stay rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis implementasi sistem informasi di rawat jalan dengan menggunakan metode struktur, proses, output serta digabungkan dengan metode HOT-Fit. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mixed method dimana dilakukan analisa penelitian secara kuantitatif dan kemudian dilakukan analisa penelitian kualitatif untuk memperkuat hasil dari penelitian, Pengambilan data dilakukan sejak Mei 2023 hingga Juni 2023, Hasil: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas sistem maupun kualitas informasi dengan usia, pendidikan terakhir dan jenis kelamin. Pelatihan SDM terhadap sistem informasi masih kurang maksimal dalam pelaksanaan, sistem informasi sering terjadi down server yang dapat menyebabkan slowness dalam pelayanan, belum adanya SPO yang mengatur terhadap penggunaan jaringan wifi di rawat jalan menyebabkan kelambatan pada aplikasi sistem informasi, integrasi sistem terlaksana di setiap unit namun menjadi kendala pada saat penutupan pelayanan pasien karena masih adanya step-step yang tidak dilakukan unit sebelumnya. Kesimpulan: Dengan metode input, proses dan output serta HOT-Fit dapat mengetahui pelatihan SDM, kesiapan sistem, kesiapan sarana dan prasarana, kebijakan, serta integrasi sistem mengalami kendala yang paling bermakna di dalam pelayanan menggunakan sistem informasi di rumah sakit dan dibutuhkan penyelesaian agar dapat tercipta pelayanan yang maksimal 

The Hospital Information System is the basis of service needs in order to achieve excellent service, at Hermina Lampung Hospital there was a change in the Information System in May 2022, changes were made to create convenience in service both outpatient and inpatient. After using it for one year, it is felt that there are still obstacles in outpatient services where standard conformity is not achieved for length of stay outpatient. This study aims to analyze the implementation of information systems in outpatient care using the structure, process, output method and combined with the HOT-Fit method.Method: This research was conducted in mixed methode where a quantitative research analysis was carried out and then a qualitative research analysis was carried out to strengthen the results of the research, data collection was carried out from May 2023 to June 2023,Results: There is no significant relationship between system quality and information quality with age, last education and gender. Human resources training on information systems is still not optimal in implementation, information systems often occurdown server which can cause slowness in service, there is no regulations that regulates the use of wifi networks in outpatient care causing delays in information system applications, system integration is carried out in each unit but becomes an obstacle when closing patient services because there are still step which the previous unit had not done.Conclusion:With the input, process and output methods as well as HOT-Fit, it can be seen that human resources training, system readiness, facility and infrastructure readiness, policies, and system integration experience the most significant obstacles in services using information systems in hospitals and solutions are needed so that services can be created. the maximum.
Read More
B-2356
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elisabeth Dyah Noviani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permansari, Prastuti Soewondo, Soekamto Koesno, Lies Nugrohowati
Abstrak: Lamanya waktu tunggu dalam pelayanan rawat jalan akan menghambat pelayanan, dan berdampak pada penumpukan antrean dan inefisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode lean pada pelayanan rawat jalan pasien BPJS di rumah sakit Hermina Depok tahun 2017. Penelitian dengan metode kualitatif ini mengobservasi waktu pelayanan pasien rawat jalan BPJS untuk melihat dan memotret kondisi alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS. Pada value stream mapping pasien tanpa pemeriksaan penunjang, waktu proses (cycle time) tercepat adalah pada saat pasien di kasir yaitu 2,2 menit dan paling lama adalah pada saat pasien mendapat pemeriksaan dokter yaitu 12,6 menit. Waktu tunggu (waiting time) paling lama pada saat pasien menunggu obat di farmasi yaitu 96,2 menit (1 jam 36 menit) dan paling cepat adalah pada saat pasien menunggu di kasir yaitu 4,4 menit. Pada value stream mapping pasien dengan pemeriksaan penunjang laboratorium, waktu proses (cycle time) tercepat adalah pada saat proses pasien dikasir 4,2 menit, dan paling lama pada saat pasien mendapat pemeriksaan dokter yaitu 12,6 menit. Waktu tunggu (waiting time) terlama pada saat pasien menunggu dokter yaitu 126,2 menit (2 jam 6 menit) dan paling cepat pada saat pasien menunggu proses di kasir 2,2 menit. Pada value stream mapping pasien dengan pemeriksaan penunjang radiologis, waktu proses (cycle time) tercepat pada saat proses pasien dikasir yaitu 4,8 menit, paling lama pada saat proses pemeriksaan radiologi yaitu 67,2 menit (1 jam 7 menit). Waktu tunggu (waiting time) terlama pada saat pasien menunggu dokter 95,6 menit (1 jam 35 menit), paling cepat pada saat proses pasien di kasir 4,4 menit. Hasil penelitian menunjukkan 90 % waktu pelayanan merupakan kegiatan non value added dan hanya 10 % kegiatan yang value added, dengan jenis-jenis waste nya adalah defect, over production, waiting, transportation, inventory, motion, dan over processing. Analisis future state dengan usulan perbaikan metode lean secara simulatif yaitu 5S, Kanban Inventory, visual management menurunkan kegiatan non value added menjadi 78,30 % dan meningkatkan kegiatan value added menjadi 21,70 %. Rekomendasi dengan melakukan perbaikan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang melalui program pelaksanaan metode lean berkelanjutan.
Kata kunci : Metode lean, rawat jalan, waktu tunggu, kegiatan value added, kegiatan non value added

The length of waiting time in the hospital outpatient service is important for efficient hospital service. Long waiting time leads to accumulating queue and inefficient service. This study was aimed to analyze the application of lean method on outpatient BPJS services at Hermina Depok Hospital in 2017. This qualitative research method investigated the time spent by BPJS outpatient patient by applying lean method and observing the outpatient service flow condition. The first result, the value stream mapping (VSM) of patients without any adjunctive examinations (i.e., laboratory or radiology), the fastest cycle time was observed at the reception desk (2.2 minutes) and the longest at the doctor examination room (12.6 minutes). The longest waiting time was at drug prescription process at pharmaceutical unit (96.2 minutes or 1 hour,36 minutes) and checkout was the fastest (4.4 minutes). Second result, the VSM with laboratory examination, the fastest time-cycle was at the reception desk (4.2 minutes), and the longest was observed at the doctor examination (12.6 minutes). The longest waiting time at the doctor waiting room (2 hours 6 minutes) and checkout was the fastest (2.2 minutes). Third result, the VSM with radiologic examination, the fastest cycle time was observed at the reception desk (4.8 minutes), the longest cycle time was at the radiology examination process (67.2 minutes or 1 hour, 7 minutes). The longest waiting time was observed at the doctor examination room (95.6 minutes or 1 hour, 35 minutes) and checkout was the fastest (4.4 minutes). The results showed that 90% service time was non value added activity and only 10% of value added activity. The wastes were defect, over production, waiting, transportation, inventory, motion, and over processing. After conducting future state analysis with the proposed improvement with simulative lean method (5S, Kanban Inventory, visual management), it was found that non value added activity became 78,30% and value added activity became 21,70%. Future recommendation is important to organize short-, medium- and long-term improvements through implementation of sustainable lean method program.
Keywords: Lean method, outpatient waiting time, value added activity, non-value added activity
Read More
B-1858
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nilandari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Puput Oktamianti, Andi Basuki Prima Birawa
Abstrak: Keterlambatan pengajuan klaim BPJS berakibat pada turunnya cashflow rumahsakit. Proses klaim saat ini berjalan tidak efisien dan efektif. Tujuan daripenelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis dan usulan perbaikan alur prosesdokumen klaim BPJS pasien rawat jalan dengan menerapkan konsep LeanHospital. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif inimengobservasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dokumen klaimsebelum diberikan kepada verifikator BPJS serta melakukan wawancaramendalam, observasi proses, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkanterjadi waste terbesar di unit mobilisasi dana yaitu selama 32,5 hari 18,8 menitdalam penyelesaian dokumen klaim. Jenis waste terbanyak adalah waiting dantransportation. Berdasarkan VSM diketahui Lead Time dari proses klaim saat iniadalah 33,9 hari. Usulan perbaikan yang diberikan dari penelitian ini adalahdengan optimalisasi tim Casemix yang baru saja dibentuk, sehingga lead timepengerjaan klaim yang dibutuhkan menjadi 6,44 menit. Standardisasi kerja danpenilaian kinerja berupa KPI, IKI, dan IKU dinilai perlu diterapkan agar kinerjapetugas menjadi optimal.
Kata Kunci: Lean Thinking, BPJS, klaim, value added activity, non value addedactivity, waste
Delay in the submission of BPJS claims resulted in decreasing hospital cash flow. The currentclaim process is not efficient and effective.The objective of this reseach is to analize and proposeimprovement in the claim process by applying Lean Hospital concept. This research usedquantitative and qualitative approaches to observed the time required to complete the claimprocess before submitted to the BPJS verificator and also have an in-depth interview, observe theprocess, and document review. The result showed most waste happened in mobilisasi dana unitfor 32.5 days 18.8 minutes in the settlement BPJS document claims. Based on Value StreamMapping, Lead Time of the claim process at this time is 33.9 day. Most types of waste arewaiting and transportation. Proposed improvement provided from the study is to optimizing thecasemix team which newly formed. By optimizing the casemix team, Lead Time required tocomplete the claims process is 6.44 minutes. Standardize work and performance appraisal (KPI,IKI, and IKU) consider to apply to reach employee best performance.
Keywords: Lean Thinking, BPJS, claim, value added activity, non value added activity, waste
Read More
B-1795
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titania Nur Shelly; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Purnawan Junadi, Sjahrul Amri, Takdir Mustovam
Abstrak:

Sejak kebijakan SIMRS di bagian rawat jalan diimplementasikan, SIMRS di RSU Bhakti Yudha belum pernah di evaluasi. Padahal, kebijakan harus diawasi, dan salah satu mekanisme pengawasan tersebut adalah evaluasi. Berdasarkan timing implementasi (Nugroho, 2011), seharusnya evaluasi dilakukan antara tahun ke-3 atau ke-5 sejak implementasi penuh suatu kebijakan, sedangkan saat ini implementasi kebijakan SIMRS Bhakti Yudha telah mencapai  tahun ke-8. Penelitian mengenai evaluasi implementasi kebijakan SIMRS di bagian rawat jalan RSU Bhakti Yudha tahun 2012 menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan informan yang berjumlah 10 orang informan dari staf pelayanan rawat jalan hingga direktur rumah sakit. Dari hasil triangulasi sumber, metode, dan analisis diperoleh hasil bahwa saat ini kualitas sistem informasi manajemen secara keseluruhan masih belum efektif. Dari analisis Fit/Gap didapatkan hanya 11% dari aplikasi software yang digunakan yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit, dan 56% masih mengalami kesenjangan. Pada analisis QSPM yang didahului dengan menggunakan matriks EFAS dan IFAS serta SWOT, diperoleh bahwa rekomendasi kebijakan bagi sistem informasi manajemen RSU Bhakti Yudha adalah dengan meminimalisir kelemahan internal, yaitu dengan mengganti sistem informasi yang ada dengan sistem vendor, namun dengan penetapan rumusan kebijakan akan sistem informasi manajemen terlebih dahulu. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Evaluasi, Kebijakan, Implementasi, Rekomendasi.


 The implementation of management information system policy in the outpatient ward in the RSU Yudha Bhakti has never been evaluated. In fact, the policy should be monitored, and one of these control mechanisms are evaluated. Based on the timing of implementation, the evaluation should be conducted between the third or the fifth since the full implementation of a policy, while the current policy implementation of management information system Yudha Bhakti has achieved year 8. This research on the evaluation of policy implementation in the outpatient Bhakti Yudha Hospital in 2012 wasa using an interpretive qualitative design with in-depth interviews, observation, and document review. This study used 10 informants from the operational staff of outpatient services, IT manager, hospital consultant, and the director of the hospital. From the sources, methods, and analyzes triangulation, the results obtained that the current quality of management information systems as a whole is still not effective. From the analysis of Fit / Gap, the research showed thatd only 11% of software applications used in accordance with the hospital needs, and 56% still have gaps. In the analysis that preceded QSPM by using matrix EFAs and IFAs, and SWOT, this research result in the recommendation that the management of information system in the outpatient ward of Bhakti Yudha RSU need to minimize its internal weaknesses, by replacing the existing information systems with vendor development, but with the determination of policy formulation for a system of information managementi in advance. Key words: Hospital Management Information Systems, Evaluation, Policy, Implementation, Recommendations

Read More
B-1427
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Mas Dewi Pratiwi; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Mieke Savitri, Binar Nursanti
T-3985
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risalino Christoforus Balu; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Pujiyanto, Andi Heryono, Ignatius Kusumo Budiono
Abstrak: Salah satu cara untuk melakukan efisiensi, meningkatkan mutu pelayanan danmeningkatkan keselamatan pasien di Amerika dengan menggunakan konsep LeanThinking yang diterapkan di rumah sakit menjadi Lean Hospital. Penelitian inimenganalisis alur pelayanan di rawat jalan Poliklinik Spesialis sebagai data untukperbaikan di Rumah Sakit X yang merupakan Rumah Sakit Swasta Kelas BPendidikan. Dengan menggunakan metodologi penelitian operational research,dilakukan observasi dan wawancara mendalam memperlihatkan bahwa kegiatannon value added bisa samapai 80% dan kegiatan value added hanya 20%. Datatersebut menunjukan bahwa telah terjadi pemborosan (waste) dan hasil analisisakar masalah menggunakan Root Cause Analysis (RCA) memperlihatkan adabeberapa faktor yang menyebabkan inefisiensi pelayanan rawat jalan poliklinikspesialis. Usulan perbaikan untuk mengurangi pemborosan dibagi menjadi tigatahap, antara lain jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangdiharapkan meningkatkan pelayanan rawat jalan dan kepuasan pasien.
Kata kunci: Konsep Lean, Lean Thinking, Lean Hospital, Rawat jalan
One way to improve efficiency, improve service quality and improve patient safetyin the United States by using the concept of Lean Thinking is applied in hospitalsbecome Lean Hospital. This study analyzes the service flow in Outpatient ClinicSpecialists as the data for improvement in Hospital X which is a Class B PrivateHospital Education. Using the methodology of operational research studies,conducted in-depth observation and interviews show that the non-value addedactivities can be up to 80% and value added activity is only 20%. The data showsthat there has been a waste (waste) and the results of the analysis of the roots ofthe problem using Root Cause Analysis (RCA) demonstrates that there are severalfactors that cause inefficiencies in ambulatory care specialist clinic. the proposedimprovements to reduce waste is divided into three stages, including the short-term, medium-term and long-term is expected to improve outpatient care andpatient satisfaction.
Keywords: Concepts Lean, Lean Thinking, Lean Hospital, Outpatient
Read More
B-1782
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronny; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Ferdy Tiwow, Ihsan Ramdani
Abstrak: Sistem Informasi sudah dijalankan di Rumah Sakit A. Yani Pekanbaru sejak Mei2015. Pengembangan sistem informasi farmasi perlu dilakukan karena sisteminformasi saat ini dinilai belum baik oleh manajemen. Masih banyak obat deadstock, obat kadaluarsa dan obat kosong saat diperlukan. Penelitian ini merupakanoperational research dengan metode kualitatif. Data diambil melalui wawancara,observasi lapangan maupun telaah dokumen. Dengan metode Framework forApplication of System Techniques (FAST) diketahui sistem informasi farmasi sudahterintegrasi, konsistensi tampilan bagus, keamanan dan integritas sistem bagus,sistem informasi mudah dipahami dan dioperasikan oleh pengguna. Kekurangansistem informasi saat ini adalah susahnya koneksi ke jaringan terutama saat jamsibuk, penyajian informasi belum memenuhi semua kebutuhan pengguna,kurangnya sumber daya Information Technology (IT), belum adanya akses khususke ruangan IT dan server. Disarankan penambahan kekuatan jaringan internet,peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga IT, penjagaan keamanan ruangan IT danserver saat ini, penyediaan ruangan IT dan server dengan akses khusus, sosialisasiteratur oleh bagian IT ke pengguna sistem dan pengembangan menu sisteminformasi farmasi yang lebih lengkap.Kata Kunci: Metode Framework for Application of System Techniques (FAST);Pengembangan Sistem Informasi Farmasi; Sistem Informasi Manajemen RumahSakit
Information systems have been run at A. Yani Hospital Pekanbaru since May 2015.The development of pharmaceutical information systems need to be done becausethe current information systems have not been well assessed by management. Thereare still a lot of dead stock, expired and empty medication when needed. This studyis an operational research with qualitative methods. Data retrieved throughinterviews, observation and study of the document. With the Framework forApplication of System Techniques (FAST) method known that pharmacyinformation system had integrated and consisten, had good security and integrity,easy to operated by the user. Disadvantages of current information systems is lackof connection especially during peak hours, the presentation of information do notmeet all the needs of users, less of Information Technology (IT) personnel, none ofspecial access to IT and server rooms. Recommended to increase the power of theinternet network, increasing the quality and quantity of IT personnel, increasingsecurity of server room at this time, the provision of IT and server rooms withspecial access, regular socialization by the IT to the users of the system andcompleting the information system menu.Key words: Framework for Application of System Techniques (FAST) Method;Hospital Information Management System; Pharmacy Information SystemDevelopment
Read More
B-1783
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Anshofa; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Helda Suhenda
S-6422
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive