Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29162 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kementerian Kesehatan
616.9 IND b
Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2016
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Oktober 1992, hal. 17-29. ( ket. ada di bendel 1989 - 1992 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cicilia Windiyaningsih; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-Promotor: Agus Syahrurachman, Ratna Djuwita; Penguji: Alida R Harahap, Mardiati Nadjib, MBM Malole, Bambang Pontjo Priosoeryanto
D-212
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saidah Fatimah Sari Simanjuntak; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Tris Eryando, Fika Yuliza Purba, Dintar Hutabalian
Abstrak:
Rabies merupakan salah satu penyakit yang terabaikan (neglected disease). Dalam aspek One Health, zoonosis seperti rabies disebabkan oleh interaksi antara manusia, hewan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kasus gigitan hewan penular rabies ditinjau dari faktor manusia, hewan dan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022 dan 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional) menggunakan pendekatan ekologi. Populasi pada penelitian ini adalah semua kasus gigitan hewan penular rabies yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara melalui bidang P2P pada tahun 2022 dan 2023. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling yakni seluruh populasi menjadi anggota yang akan diamati sebagai sampel. Penelitian ini bersumber dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara yang dianalisis secara spasial dan regresi OLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan (autokorelasi) secara spasial antara kasus gigitan hewan penular rabies dengan faktor manusia, hewan dan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2022 dan 2023. Model OLS menunjukkan bahwa, variable yang berhubungan dengan kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2022 dan 2023 adalah pemberian vaksin anti rabies dan populasi hewan penular rabies. Wilayah yang menjadi prioritas program pencegahan dan penanggulangan kasus gigitan hewan penular rabies ditinjau dari seluruh faktor di Kabupaten Tapanuli Utara adalah Kecamatan Siborongborong, Pagaran, Sipoholon dan Tarutung.

Rabies is one of the neglected diseases. In the One Health aspect, zoonoses such as rabies are caused by interactions between humans, animals, and the environment. This study aims to determine the distribution of rabies-transmitting animal bite cases in terms of human, animal, and environmental factors in North Tapanuli Regency in 2022 and 2023. This research is a quantitative study with a cross-sectional design using an ecological approach. The population of this study includes all reported cases of rabies-transmitting animal bites by the North Tapanuli Regency Health Department through the P2P division in 2022 and 2023. The sample in this study uses the total sampling method, where the entire population is observed as the sample. This study sources data from the Health Department, Food Security Department, and Central Bureau of Statistics of North Tapanuli Regency, which are analyzed spatially and through OLS regression. The analysis results show a spatial relationship (autocorrelation) between rabies-transmitting animal bite cases and human, animal, and environmental factors in North Tapanuli Regency in 2022 and 2023. The OLS model indicates that the variables related to rabies-transmitting animal bite cases in North Tapanuli Regency in 2022 and 2023 are administration of rabies vaccine and the population of rabies-transmitting animals. The areas prioritized for rabies-transmitting animal bite cases prevention and control programs based on all factors in North Tapanuli Regency are Siborongborong, Pagaran, Sipoholon, and Tarutung Districts.
Read More
T-6967
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fasya Haimelia Adzani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Al Asyary, Romadona Triada
Abstrak:
Pada tahun 2022, kasus kematian akibat rabies (Lyssa) di Kabupaten Buleleng, Bali, meningkat sebanyak 1.200%. Rabies dapat menyerang manusia di berbagai umur dan jenis kelamin serta hewan berdarah panas. Namun, belum ada cara pengobatan yang ditemukan untuk penyakit ini baik pada manusia maupun hewan. Gejala klinis rabies selalu berujung pada kematian. Mengingat tingginya ancaman rabies terhadap kesehatan dan ketentraman masyarakat, diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini secara intensif. Untuk merencanakan program penanganan rabies yang lebih efektif di Kabupaten Buleleng, sebuah penelitian dilakukan dengan fokus pada perilaku pasien lyssa dalam kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pasien lyssa yang sebagian besar adalah kurangnya pelaporan kepada fasilitas kesehatan setelah digigit hewan dan pengobatan luka sendiri tanpa mengikuti prosedur yang benar. Peran pemerintah dalam implementasi Surveilans Berbasis Masyarakat dinilai belum optimal. Komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai penanganan GHPR juga belum dilakukan secara memadai oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat, meskipun telah ada kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Faktor sikap, kepercayaan, dan pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku pasien lyssa, sedangkan faktor ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas pelayanan kesehatan sudah memadai tetapi bukan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pasien. Meskipun telah ada anjuran dari tenaga kesehatan, Dinas Pertanian, dan tokoh masyarakat, serta media penyuluhan, faktor penguat ini belum optimal dalam memengaruhi perilaku pasien lyssa dalam meninjaklanjuti GHPR.

In 2022, cases of death due to rabies (Lyssa) in Buleleng Regency, Bali, increased by 1,200%. Rabies can affect humans of various ages and genders, as well as warm-blooded animals. However, there is still no discovered treatment for this disease, both in humans and animals. Clinical symptoms of rabies invariably lead to death. Given the significant threat of rabies to public health and tranquility, intensive efforts are required for prevention and control of this disease. To design a more effective rabies management program in Buleleng Regency, a study focused on the behavior of lyssa patients in cases of Rabies Transmitting Animal Bites (GHPR) was conducted. This study used a qualitative approach with in-depth interviews and document analysis as methods. The research findings indicate lyssa patients' behaviors, mostly involving underreporting to healthcare facilities after being bitten by animals and self-treatment of wounds without proper procedures. The government's role in implementing Community-Based Surveillance is considered suboptimal. Communication, information, and education regarding GHPR handling have also not been adequately conducted by health professionals from the Health Department and local health centers, despite collaborations with the Agriculture Department of Buleleng Regency. Attitude, belief, and knowledge influence lyssa patients' behaviors, while the availability and accessibility of healthcare facilities are sufficient but not influencing factors. Although recommendations from healthcare workers, the Agriculture Department, community leaders, and educational media exist, these reinforcement factors have not yet optimally impacted lyssa patients' behavior in response to GHPR.
Read More
S-11489
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
614.4 PET p
Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2017
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
614.4 IND p
Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
614.571 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1992
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
614.532 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2006
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
616.39 IND t
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2005
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive