Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39383 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indah Paraswati; Pembombing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Dede Setyadi
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang hubungan kualitas pelayanan dan sistem antriandengan kepuasan pasien BPJS pada pasien rawat jalan di RS Hermina Jatinegara.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Data diolah melalui analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitianmenyarankan bahwa pihak RS Hermina Jatinegara harus lebih meningkatkan lagikualitas pelayanan. Selain itu hasil penelitian ini juga menyarankan agar pihak RSHermina Jatinegara menerapkan sistem antrian yang efektif dan efisien sehinggapasien BPJS bisa lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kata kunci:Kualitas pelayanan, sistem antrian, kepuasan pasien BPJS
This thesis discusses the relationship between service quality and queuing systemwith BPJS patient satisfaction in outpatients at Hermina Jatinegara Hospital. Thisstudy uses a quantitative method with a cross sectional approach. Data isprocessed through univariate, bivariate and multivariate analysis. The results ofthe study suggest that the Hermina Jatinegara Hospital must further improve thequality of service. In addition, the results of this study also suggested thatHermina Jatinegara Hospital implement an effective and efficient queuing systemso that BPJS patients can get health services faster.
Key words: Service quality, queuing system, patient satisfaction.
Read More
S-9698
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syally Nadya Octavia; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vivy Friyatni
S-9746
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Fatmawati El Hamid; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Kurnia Sari, Eka Putri Krishanty
Abstrak: Jumlah pasien BPJS yang meningkat mempengaruhi lama waktu pelayanan di Instalasi rawat jalan pasien BPJS Rumah Sakit Hermina Bekasi. Masalah ndash; masalah yang mempengaruhi lama waktu pelayanan rawat jalan dapat diidentifikasi dengan mengetahui seluruh proses bisnis dalam proses pelayanan menggunakan metode Lean Six Sigma. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif dengan tahapan DMAIC Define, Measure, Analize, Improve, dan Control. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa selama proses pelayanan , rata-rata lama proses pelayanan yaitu 200 menit dengan persentasi kegiatan yang bernilai value added sebesar 17 dan kegiatan NVA sebesar 83. Adapun waste terbesar yaitu waiting menunggu dalam perpindahan setiap tahap dalam pelayanan. Penyebab lamanya waktu tunggu antara lain kurangnya ketersediaan SDM, sistem informasi rumah sakit yang belum terintegrasi, serta sarana dan prasarana yang belum memedai. Penelitian ini juga memberikan usulan perbaikan berupa pengajuan sistem informasi terintegrasi untuk proses pendaftaran, melakukan perbaikan lingkungan kerja menggunakan metode 5 S, mengajukan pembuatan SPO untuk dokter, perubahan layout ruangan di depo farmasi, serta memasang jadwal jam pengambilan obat.
The increasing number of BPJS patients affects the length of service time in the outpatient installation of BPJS at Hermina Bekasi Hospital. Issues affecting the length of outpatient service can be identified by knowing all business processes in the service process using the Lean Six Sigma method. This research is a qualitative research with descriptive design with stages of DMAIC Define, Measure, Analize, Improve, and Control. The results of this study suggest that during the service process, the average length of service process is 200 minutes with a percentage of valuable activities value added of 17 and NVA activity of 83. The largest waste is waiting in the transfer of each stage in the service. Causes of long waiting time include lack of availability of human resources, hospital information systems that have not been integrated, and facilities and infrastructure that have not been adequate. The research also proposed improvements in the form of integrated information system application for registration process, improvement of work environment using 5 S method, proposed SPO making for doctors, room layout changes in pharmacy depot, and installing schedule of drug taking hours. Keywords Waiting time outpatient services lean six sigma.
Read More
S-9779
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Himala Azzahra Putri; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Dewi Lestarini
Abstrak: Waktu tunggu pasien Rawat Jalan Reguler RSUP Fatmawati masih melebihi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu ≤ 60 menit. Waktu tunggu menjadi faktor yang menyebabkan ketidakpuasan pasien pada pelayanan pasien rawat jalan. Pada bulan Desember tahun 2016, RSUP Fatmawati membuka pelayanan rawat jalan eksekutif bagi pasien BPJS di Instalasi Griya Husada. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator yang paling penting dan luas dalam mengukur kualitas dan hasil dari pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui determinan faktor kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan eksekutif di Instalasi Griya Husada RSUP Fatmawati. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data melalui penyebaran kuesioner skala likert kepada 100 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 95% pasien BPJS yang merasa puas pada pelayanan rawat jalan eksekutif di Instalasi Griya Husada RSUP Fatmawati. Adapun faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah tangibles (OR=11,2 dan nilai p=0,024). Oleh sebab itu, rumah sakit disarankan untuk melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada di pelayanan rawat jalan eksekutif.
Kata kunci : Kepuasan, rawat jalan eksekutif, tangibles

Waiting times on regular outpatient at Fatmawati Central Hospital still exceeds minimun healthcare service standard (≤ 60 minute). Waiting times can becontributing factor influence outpatient dissatisfaction. In December 2016, Fatmawati Central Hospital opened excevutive outpaient for BPJS patients. Patient satisfaction can be one of the indicators for measurement health care service and evaluation. The purpose of this research is to know determinant factor on BPJS patient satisfaction in Griya Husada executive outpatient at Fatmawati Central Hospital 2018. This research uses cross sectional design with questionnare based on likert scale from 100 respondent. The result shows that patient satisfaction on BPJS patient is 95%. Factor that influence patient satisfaction is tangibles (OR=11,2 and p-value=0,024). Therefore, it is important for Fatmawati Central Hospital to improve in facilities and infrastructure in executive outpatient.
Keywords : Executive outpatient, satisfaction, tangibles
Read More
S-9678
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Paramita; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Helen Andriani, Firmansyah
Abstrak:
Kepuasan pasien merupakan evaluasi subjektif terhadap layanan rumah sakit yang berperan penting dalam membangun loyalitas dan meningkatkan citra rumah sakit. Salah satu faktor yang sering menyebabkan ketidakpuasan pasien adalah waktu tunggu yang terlalu lama. Selain Actual Waiting Time (AWT), faktor subjektif seperti Expected Waiting Time (EWT), Perceived Waiting Time (PWT), dan Disconfirmation juga turut memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Berdasarkan survei awal, terungkap bahwa waktu tunggu pasien BPJS di Poliklinik Reguler Rumah Sakit PMI Bogor masih belum memenuhi standar pemerintah, yang menyebabkan tingkat kepuasan pasien yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara EWT, PWT, AWT, dan Disconfirmation terhadap kepuasan pasien BPJS di Poliklinik Reguler Rumah Sakit PMI Bogor pada tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional terhadap 132 sampel pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, serta data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara PWT, AWT, dan Disconfirmation dengan kepuasan pasien BPJS di Poliklinik Reguler Rumah Sakit PMI Bogor pada tahun 2024, sementara EWT tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien BPJS. Saran untuk perbaikan rumah sakit meliputi penyediaan demo registrasi pasien, layar monitor kedatangan dokter, loket prioritas bagi lansia dan anak-anak, serta dorongan kepada pasien untuk mengisi survei kepuasan dan memberikan umpan balik. Temuan ini dapat ditingkatkan pada penelitian berikutnya dengan perbaikan instrumen, teknik sampling, serta pendalaman melalui pendekatan kualitatif.

Patient satisfaction is a subjective evaluation of hospital services that plays a crucial role in building loyalty and enhancing the hospital's image. One factor that often leads to patient dissatisfaction is excessively long waiting times. In addition to Actual Waiting Time (AWT), subjective factors such as Expected Waiting Time (EWT), Perceived Waiting Time (PWT), and Disconfirmation also influence the level of patient satisfaction. Based on an initial survey, it was revealed that the waiting time for BPJS patients at the Regular Polyclinic of PMI Hospital Bogor still does not meet government standards, leading to low patient satisfaction. This study aims to examine the relationship between EWT, PWT, AWT, and Disconfirmation on BPJS patient satisfaction at the Regular Polyclinic of PMI Hospital Bogor in 2024. The research method uses a quantitative approach with a crosssectional study design involving 132 patient samples. Data collection was carried out through questionnaires, observations, and secondary data. The results of the study show a correlation between PWT, AWT, and Disconfirmation with BPJS patient satisfaction at the Regular Polyclinic of PMI Hospital Bogor in 2024, while EWT does not show a significant relationship with BPJS patient satisfaction. Recommendations for hospital improvements include providing a patient registration demo, doctor arrival monitor screens, priority counters for the elderly and children, and encouraging patients to complete satisfaction surveys and provide feedback. These findings can be enhanced in future research with improved instruments, sampling techniques, and deeper qualitative approaches.
Read More
S-11613
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Aida Yasmin; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Atik Nurwahyuni, Novendra
Abstrak:
Kepuasan pasien adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pasien yang merasa puas dengan layanan yang diberikan cenderung lebih patuh terhadap instruksi medis dan memiliki tingkat pemulihan yang lebih baik. Salah satu aspek yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah kualitas layanan, termasuk durasi waktu tunggu yang harus dijalani pasien sebelum mendapatkan pelayanan. Akan tetapi, masih terdapat rumah sakit di Indonesia yang masih menjadikan durasi waktu tunggu sebagai salah fokus peningkatan kualitas layanan kesehatan, salah satunya adalah Rumah Sakit Hermina Metland Cibitung terkhusus di Poli Obgyn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas layanan, waktu tunggu, karakteristik pasien, dan kepuasan pasien BPJS di Poli Obgyn Rumah Sakit Hermina Metland Cibitung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Sampel penelitian melibatkan rata-rata pasien yang berkunjung ke Poli Obgyn pada periode tertentu, yaitu sebanyak 132 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan uji Kruskall Wallis, uji Mann-Whitney, dan uji Spearman pada uji bivariat serta regresi linear berganda, uji T, uji F, dan analisis koefisien determinasi pada uji multivariat. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Rata-rata kepuasan pasien sebesar 3,24 dari 4, dengan nilai terendah pada aspek ketanggapan dokter dan kecepatan layanan; 2) Semua dimensi kualitas layanan (tangibles, empathy, reliability, responsiveness, assurance), dimensi empathy memiliki nilai tertinggi; 3) Sebagian besar pasien (78%) mengharapkan waktu tunggu0,05); 7) Karakteristik pasien (usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, suku, jenis pelayanan) tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan (p>0,05); 8) Secara simultan, dimensi tangibles, dimensi assurance, dimensi empathy, PWT, dan suku bangsa berpengaruh signifikan (R²=0,874), secara parsial, hanya dimensi tangibles dan assurance yang signifikan. Keterbatasan penelitian ini hanya mencakup satu lokasi rumah sakit, keterbatasan waktu penelitian, serta metode pengumpulan data yang berisiko menimbulkan bias akibat adanya pengisian kuesioner tidak langsung. Penelitian ini hanya melibatkan pasien BPJS di satu unit layanan dan terbatas pada tiga variabel sehingga hasilnya tidak mewakili populasi dan faktor yang lebih luas. Rumah sakit perlu meningkatkan koordinasi di bagian pendaftaran, khususnya dalam pengarahan pasien dan verifikasi kunjungan bagi pasien BPJS serta penambahan beberapa fasilitas dan SDM. 

Patient satisfaction is a critical factor in improving the quality of healthcare services. Patients who are satisfied with the services provided tend to be more compliant with medical instructions and demonstrate better recovery outcomes. One aspect influencing patient satisfaction is service quality, which includes the waiting time duration prior to receiving care. However, several hospitals in Indonesia still regard waiting time as a secondary concern in service quality improvement, including Hermina Metland Cibitung Hospital, particularly in the Obstetrics and Gynecology (Obgyn) outpatient clinic. This study aims to analyze the relationship between service quality, waiting time, patient characteristics, and BPJS patient satisfaction at the Obgyn Clinic of Hermina Metland Cibitung Hospital. A cross-sectional study design was employed using a quantitative approach through survey methods. The sample comprised 132 respondents, representing the average number of patients visiting the clinic within a specific period, selected using purposive sampling. Hypothesis testing was conducted using Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, and Spearman tests in the bivariate analysis, as well as multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination in the multivariate analysis. The results showed that: 1) The average patient satisfaction score was 3.24 out of 4, with the lowest ratings on doctor responsiveness and service speed; 2) All dimensions of service quality (tangibles, empathy, reliability, responsiveness, assurance), empathy being the highest score; 3) The majority of patients (78%) expected a waiting time of under 60 minutes, but only 47% experienced this, with the actual average waiting time being 72.06 minutes; 4) Most respondents were aged 21–33, unemployed, had a low education level, earned below the minimum wage, and were of Javanese ethnicity; 5) All service quality dimensions had a significant relationship with patient satisfaction (p=0.001); 6) Waiting time had no significant relationship with patient satisfaction (p>0.05); 7) Patient characteristics (age, education, occupation, income, ethnicity, type of service) were not significantly related to satisfaction (p>0.05); 8) Simultaneously, the dimensions of tangibles, assurance, empathy, waiting time, and ethnicity had a significant influence on satisfaction (R²=0.874), while partially, only tangibles and assurance were significant predictors. This study is limited by its focus on a single hospital, restricted research duration, and data collection methods that may introduce bias due to indirect questionnaire responses. It exclusively involved BPJS patients in one service unit and examined only three variables, limiting the generalizability of the findings. The hospital should improve coordination at the registration counter, particularly in directing and verifying visits for BPJS patients, as well as consider adding facilities and human resources.
Read More
S-11889
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arisa Permata Sari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Wahyu Sulistiadi, Kodiat Juarsa, Jenal Mutakin
Abstrak:
Kualitas pelayanan yang baik harus dimiliki oleh Rumah Sakit sebagai upaya untuk bertahan di era globalisasi saat ini sebagai upaya untuk mendapatkan citra positif bagi masyarakat serta dapat menciptakan kepuasan pasien dan menciptakan loyalitas pasien demi keuntungan rumah sakit serta sebagai suatu upaya untuk dapat bersaing dengan rumah sakit lainnya dengan memberikan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan terhadap loyalitas pasien umum rawat jalan di RSUD Berkah Pandeglang. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang, pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang tersebar di poli rawat jalan terpilih yang diikuti oleh 139 responden pasien umum rawat jalan RSUD Berkah Pandeglang. Hasil penelitian memberikan nilai sebesar 77,7% responden yang loyal terhadap Rumah Sakit tersebut. Uji bivariat menggunakan Chi Square memperlihatkan bahwa faktor Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan kepuasan pasien memiliki hubungan yang signifikan terhadap loyalitas pasien. Sedangkan pada Uji Multivariat terlihat bahwa faktor Reliability (kehandalan) adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap loyalitas pasien yang memiliki hasil statistik (pv= 0.002, AOR=15.66 95%, CI 2.746-88.671).

Good service quality must be owned by the Hospital as an effort to survive in the current era of globalization as an effort to get a positive image for the community and can create patient satisfaction and create patient loyalty for the benefit of the hospital and as an effort to be able to compete with other hospitals by providing quality services. This study aims to determine the relationship between service quality and satisfaction with the loyalty of general outpatient patients at Berkah Pandeglang Hospital. This study was conducted as a quantitative study with a cross-sectional design, data collection was carried out by filling out questionnaires spread across selected outpatient polys which were attended by 139 respondents of general outpatient patients at Berkah Pandeglang Hospital. The results of the study gave a score of 77.7% of respondents who were loyal to the hospital. Bivariate tests using Chi Square showed that Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty and patient satisfaction factors had a significant relationship to patient loyalty. Meanwhile, in the Multivariate Test, it was seen that the Reliability factor (reliability) was the factor that most influenced the loyalty of patients who had statistical results (pv= 0.002, AOR=15.66 95%, CI 2,746-88,671).
Read More
T-6531
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resty Vidiawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Herlena Indriyani
S-9652
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Setyorini; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujianto, Erty Masiha
Abstrak: Waktu pelayanan farmasi merupakan hal yang penting dalam pelayanan Rumah Sakit. Lean Six Sigma adalah metode untuk mengurangi waste dan menurunkan variasi. Metode Lean Six Sigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah define, measure, analyze, dan improve. Setelah melakukan analisa akar masalah, perbaikan perlu dilakukan dengan visual management, 5S, perubahan lay out, evaluasi beban kerja. Sebagai perbaikan jangka panjang dengan perbaikan resep eletronik dan heijunka. Melalui Lean Six Sigma diperoleh hasil perbaikan yang diharapkan berupa pengurangan kegiatan yang merupakan waste pada pelayanan resep non racik dari 43 kegiatan menjadi 32 dengan waktu dari 31 menit menjadi 16 menit. Pada resep racikan mengurangi kegiatan dari 60 kegiatan menjadi 46 kegiatan dengan waktu dari 47 menit menjadi 25 menit.
Kata kunci: Farmasi, Lean Sigma, Lean Six Sigma Farmasi

Time service of pharmacy is the important part of the hospital excellent services. Lean six sigma is a methodology of decreasing the waste and variation. Lean six sigma method which used are : define, measure, analyze and improve. After conducting root cause analysis with the proposed improvement are visual management, 5S culture, lay out changing, evaluation of workload. As a long term porpuse with electronic prescription and heijunka. Using of lean six sigma method to reduce the waste of non compounding prescription service from 43 to 32 activities with time allocation from 31 to 16 minutes. For the compounding prescription service, could be reduce from 60 to 46 activities with time allocation from 47 to 25 minutes.
Key words: Pharmacy, Lean Sigma, Lean Sigma Pharmacy
Read More
S-9691
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Inas Pratiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Purnawan Junadi, Reny Fitri
Abstrak: Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit Hermina Bekasi setiap tahunnya mengalami peningkatan, begitupula dengan jumlah pasien yang masuk rawat inap melalui instalasi gawat darurat. Peningkatan ini menyebabkan adanya penumpukan pasien boarding di instalasi gawat darurat yang belum dapat ditransfer ke ruang rawat inap. Penelitian ini menganalisis proses boarding dan transfer pasien dari IGD ke rawat inap melalui pendekatan lean six-sigma dengan teknik time motion study kepada 30 pasien. Pendekatan lean memperlihatkan persentase aktivitas value added dan non value added sedangkan six sigma memberikan gambaran variasi kegiatan pada proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien membutuhkan waktu selama 2 jam 31 menit 48 detik dalam proses boarding dan transfer dengan persentase aktivitas value added 20,77% dan non value added 79,23%. Berdasarkan analisis 5whys didapatkan akar penyebab masalah yaitu pemulangan pasien yang belum terencana.
Kata kunci: boarding, transfer, lean six sigma, Instalasi Gawat Darurat Every year,

Bed Occupancy Ratio (BOR) of Hermina Hospital Bekasi has increased, as well as the number of patients who admitted to the hospital through emergency room. This increase leads to the buildup of boarding patients at emergency departments that can not be transferred to the inpatient room. This study analyzes the boarding and transfer of patients from ED to inpatient room through lean six-sigma approach with time motion study from 30 patients. The lean approach shows the percentage of value added and non value added activities while six sigma provides an overview of the activity variations in the process. The results showed that the patient took 2 hours 31 minutes 48 seconds in the process of boarding and transfer with the percentage of value added activities 20.77% and non value added activities 79.23%. Based on 5whys analysis, the root cause of the problem is the unplanned discharge patient.
Keywords: boarding, transfer, lean six sigma, Emergency Department
Read More
S-9672
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive