Ditemukan 35060 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Olivia Purnamasari; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
S-9767
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Norjannah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Heri Nugroho, Didik Supriyono
Abstrak:
Keberadaan benzena dalam lem alas kaki ini membahayakan kesehatan para pekerja di bengkel alas kaki karena sifatnya yang toksik dan karsinogenik. Dampak yang ditimbulkan adalah terganggunya sumsum tulang yang merupakan tempat produksi sel darah merah, darah putih dan trombosit. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pajanan benzena melalui pemeriksaan konsentrasi S-phenylmercapturic acid (S-PMA) di urin terhadap kadar trombosit pada pekerja bengkel alas. Desain dari penelitian adalah cross sectional pada pekerja pabrik alas kaki di Desa Sukajaya dengan jumlah sampel 73 pekerja. Sampel yang diambil adalah urin dan darah dari pekerja untuk mengetahui konsentrasi S-PMA dan kadar trombosit. Konsentrasi S-PMA diukur dengan alat LC-MS/MS dan trombosit dengan Automated Hematology Analyzer. Karakteristik individu dengan wawancara secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan nilai OR=2,28 antara konsentrasi S-PMA terhadap kadar trombosit. Variabel kebiasaan olahraga dengan OR=1,58 antara olahraga tidak rutin terhadap trombosit dan konsumsi alkohol OR=1,78 antara yang mengkonsumsi terhadap kadar trombosit. Hasil uji regresi logistik multivariabel menunjukkan nilai OR=2,59 pekerja dengan konsentrasi S-PMA (>0,67 μg/g kreatinin) terhadap kadar trombosit setelah dikontrol variabel umur dan konsumsi alkohol.
The existence of benzene in the glue of footwear is endangering the health of the workers in the footwear workshop because of its toxic and carcinogenic nature. The impact is the disruption of the bone marrow which is where the production of red blood cells, white blood and platelets. The purpose of this study was to analyze the relationship of benzene exposure through the examination of S-phenylmercapturic acid (S-PMA) concentration in urine on platelet levels in base workshop workers. The design of the study was cross sectional on footwear factory workers in Sukajaya Village with a sample of 73 workers. Samples taken are urine and blood from workers to know the concentration of S-PMA and platelet levels. The concentration of S-PMA was measured by LC-MS / MS and platelets with Automated Hematology Analyzer. Individual characteristics with direct interview. The results showed the value of OR = 2.28 between S-PMA concentration to platelet level. Variables of exercise habits with OR = 1.58 between non-routine exercise on platelets and alcohol consumption OR = 1.78 among those who consume to platelet levels. Multivariable logistic regression test results showed OR = 2.59 workers with S-PMA concentration (> 0.67 μg / g creatinine) on platelet count after controlled for age and alcohol consumption.
Read More
The existence of benzene in the glue of footwear is endangering the health of the workers in the footwear workshop because of its toxic and carcinogenic nature. The impact is the disruption of the bone marrow which is where the production of red blood cells, white blood and platelets. The purpose of this study was to analyze the relationship of benzene exposure through the examination of S-phenylmercapturic acid (S-PMA) concentration in urine on platelet levels in base workshop workers. The design of the study was cross sectional on footwear factory workers in Sukajaya Village with a sample of 73 workers. Samples taken are urine and blood from workers to know the concentration of S-PMA and platelet levels. The concentration of S-PMA was measured by LC-MS / MS and platelets with Automated Hematology Analyzer. Individual characteristics with direct interview. The results showed the value of OR = 2.28 between S-PMA concentration to platelet level. Variables of exercise habits with OR = 1.58 between non-routine exercise on platelets and alcohol consumption OR = 1.78 among those who consume to platelet levels. Multivariable logistic regression test results showed OR = 2.59 workers with S-PMA concentration (> 0.67 μg / g creatinine) on platelet count after controlled for age and alcohol consumption.
T-5462
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Fatimah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria; Sonny P. Warouw, Margareta Maria Sintorini
Abstrak:
Indonesia merupakan pemain besar dalam industri sepatu di dunia, yaitu terbesar kelima setelah Cina, India, Vietnam dan Brasil. Perakitan sepatu menggunakan perekat atau lem yang mengandung senyawa organik volatil (diantaranya benzena, toluen, dan xylen)dengan kandungan benzena di dalam lem diketahui mencapai 2%. Benzena dapat masuk secara tidak sempurna dengan cepat ke tubuh manusia dan hewan melalui pajanan pernafasanpajanan benzena pada manusia terbukti berhubungan dengan berbagai penyakit akut dan parah termasuk kanker dan anemia aplastik. Selain itu benzena dan metabolitnya juga terbukti dalam peningkatan stres oksidatif yang terlihat dari peningkatan malondialdehid (MDA) dan penurunan antioksidan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi konsentrasi benzena di udara tempat kerja dan hubungan antara benzena di dalam tubuh melalui pengukuran biomarker S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) terhadap stres oksidatif melalui pengukuran kadar plasma MDA pekerja bengkel sandal/sepatu. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional pada sepuluh bengkel sandal/sepatu di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Maret-Mei 2018. Jumlah sampel sebanyak 64 pekerja diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi benzena di udara empat kerja masih dibawah NAB yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2011 yaitu 0,002066 ppm dan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi S-PMA dalam urin terhadap kadar MDA plasma darah. Sementara itu ada hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan olahraga terhadap kadar MDA plasma darah namun tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel konsentrasi status merokok, konsumsi kopi, dan IMT pekerja dengan kadar MDA plasma darah pekerja. Konsentrasi benzena masih dalam batas aman namun tetap harus diminimalisasi karena benzena merupakan zat karsinogenik yang dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga diperlukan pencegahan seperti perbaikan ventilasi, pengaturan jam kerja, dan pelarangan merokok saat bekerja.
Indonesia is the fifth largest country with shoe industri in the world, the biggest after China, India, Vietnam and Brazil. Shoe assembly using adhesives or glue that contain volatile organic compounds (such as benzene, toluene and xylen) with benzene content in the glue is known to reach 2%. Benzene can enter imperfectly rapidly into the human body and animals through inhalation exposure, human benzene exposure is shown to be associated with various acute and severe diseases including cancer and aplastic anemia. In addition, benzene and its metabolites are also proven in increased oxidative stress seen from increased malondialdehyde (MDA) and decreased antioxidants in the body. This study aims to identify benzene concentrations in the air of the workplace and the relationship between benzene in the body through measurement of S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) biomarkers against oxidative stress through measurement of MDA plasma level of sandal / shoe workers.This study used cross-sectional study on ten shoe workshops in Desa Sukajaya , Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor from March to May 2018. The number of samples as much as 64 workers taken by total sampling method. The results showed an average concentration of benzene in the air of the workplace is still under the treshold value which determined by Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Year 2011 (0.002066 ppm) and there are no significant relationship between concentrations of S-PMA in urine against the levels of MDA blood plasma. Meanwhile, there is a significant relationship between exercise habit variables against blood plasma MDA level but no significant relationship between variable length of work, smoking status, coffee consumption, and BMI of workers againist blood plasma MDA levels of workers.The concentration of benzene is still below the treshold limit but should be minimized because benzene is a carcinogenic substance that can accumulate in the body so that the preventive action such as improvement of ventilation, regulation of working hours, and a prohibition on smoking at work should be applied.
Read More
Indonesia is the fifth largest country with shoe industri in the world, the biggest after China, India, Vietnam and Brazil. Shoe assembly using adhesives or glue that contain volatile organic compounds (such as benzene, toluene and xylen) with benzene content in the glue is known to reach 2%. Benzene can enter imperfectly rapidly into the human body and animals through inhalation exposure, human benzene exposure is shown to be associated with various acute and severe diseases including cancer and aplastic anemia. In addition, benzene and its metabolites are also proven in increased oxidative stress seen from increased malondialdehyde (MDA) and decreased antioxidants in the body. This study aims to identify benzene concentrations in the air of the workplace and the relationship between benzene in the body through measurement of S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) biomarkers against oxidative stress through measurement of MDA plasma level of sandal / shoe workers.This study used cross-sectional study on ten shoe workshops in Desa Sukajaya , Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor from March to May 2018. The number of samples as much as 64 workers taken by total sampling method. The results showed an average concentration of benzene in the air of the workplace is still under the treshold value which determined by Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Year 2011 (0.002066 ppm) and there are no significant relationship between concentrations of S-PMA in urine against the levels of MDA blood plasma. Meanwhile, there is a significant relationship between exercise habit variables against blood plasma MDA level but no significant relationship between variable length of work, smoking status, coffee consumption, and BMI of workers againist blood plasma MDA levels of workers.The concentration of benzene is still below the treshold limit but should be minimized because benzene is a carcinogenic substance that can accumulate in the body so that the preventive action such as improvement of ventilation, regulation of working hours, and a prohibition on smoking at work should be applied.
T-5246
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ranti Ekasari; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Laila Fitria; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Didik Supriyono, Didi Purnama
T-5448
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lora Agustina; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Heri Nugroho, Didik Supriyono
T-5446
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuni Indriati Fatonah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Abdur Rahman, Suyud Warno Utomo, June Mellawati, Ricki M. Mulia
T-3262
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayudhia Rachmawati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Laila Fitria; Penguji: Suyud, Didi Purnama, Diah Wati
Abstrak:
Tesis ini mengkaji adanya risiko pajanan Sulfur Dioksida (SO2) terhadap kesehatan para pekerja terkait dengan gejala gangguan pernapasan di Sentra Industri Keramik Plered, Kabupaten Purwakarta. Industri keramik menghasilkan SO2 yang berasal dari penggunaan bahan bakar kayu dalam proses pembakarannya. Penelitian ini menggunakan desain Public Health Assessment (PHA), dimana metode pararosanilin digunakan dalam pengambilan sampel udara pada 6 titik lokasi. Hasil pengukuran SO2 menunjukkan bahwa konsentrasi masih dibawah baku mutu yang ditetapkan, yakni rata-rata 0,042 ppm. Besar sampel dalam penelitian adalah 97 pekerja, dalam mengukur keluhan kesehatan pekerja terkait dengan gangguan pernapasan digunakan metode wawancara, dimana sebanyak 69 pekerja (71,1%) mengalami gejala gangguan pernapasan diantaranya batuk, dahak, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan napas berat. Intake pajanan SO2 dihitung berdasarkan pada pola aktivitas dan karakteristik antropometri pekerja hingga didapatkan nilai rata-ratanya sebesar 0,0109 mg/kg/hari. Sedangkan estimasi besar risiko menyatakan bahwa sebanyak 3 pekerja (3,1%) berada pada kelompok berisiko atau tidak aman. Adapun tidak adanya perbedaan atau hubungan antara gejala gangguan pernapasan antara intake ≤ 0,0109 mg/kg/hari dengan intake > 0,0109 mg/kg/hari, meskipun pekerja dengan intake > 0,0109 mg/kg/hari berpeluang 2,2 kali lebih besar untuk mengalami gejala gangguan pernapasan dibandingkan pekerja dengan intake ≤ 0,0109 mg/kg/hari (OR=2,206; CI 95%: 0,891-5,465). Pentingnya upaya penyuluhan dalam rangka meningkatkan kesadaran para pekerja terkait penggunaan APD yang dapat didukung oleh seluruh pihak yang terkait demi menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja
Read More
T-5794
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fildzah Auliaul Haq; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Bambang Wispriyono, Carolina Rusydi Akib
Abstrak:
Benzena merupakan cairan tidak berwarna yang memiliki bau khas dan bersifat toksik yang dapat terkonsentrasi di udara ambien sebagai zat pencemar udara. Salah satu penggunaan Benzena adalah menjadi unsur pokok pada bahan bakar di mana dia berperan sebagai bahan pengikat oktan dan anti-knock dengan konsentrasi 1-5% sehingga Benzena dapat terkonsentrasi udara dari gas buang kendaraan bermotor dan gas uap dari staisun pengisian bahan bakar. Penelitian ini dilakukan guna mengestimasi tingkat risiko kesehatan pajanan Benzena di udara terhadap siswa-siswi di SMPN 16 Bandung yang dekat dengan sumber pencemar Benzena. Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2017 dengan metode yang digunakan adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Dari penelitian didapatkan hasil konsentrasi Benzena di udara ambien memiliki rata-rata sebesar <0,316 mg/m3. Karaktersitik antropomteri melalui pengukuran berat badan dan pola aktivitas siswa. Dari perhitungan konsentrasi, data antropometri, dan pola aktivitas, di dapatkan rata-rata nilai asupan untuk pajanan non karsinogenik (CDI) durasi pajanan real time 0,000987 mg/kg/hari, durasi pajanan 3 tahun adalah 0,00165 mg/kg/hari, dan durasi pajanan life span adalah 0,1371 mg/kg/hari sedangkan untuk nilai asupan pajanan karsinogenik (LADD) adalah 0,00035 mg/kg/hari. Perhitungan tingkat risiko non karsinogenik dinyatakan dalam Risk Quotient (RQ) mendapatkan hasil untuk durasi pajanan real time adalah 0,115 dan durasi pajanan 3 tahun adalah 0,191, sedangkan durasi pajanan life span adalah 1,598. Untuk perhitungan tingkat risiko karsinogenik (ECR) dengan CSF minimal 2,676E-6 dan CSF maksimal 9,462E-6. Nilai RQ dalam durasi life span telah melampaui batas aman risiko yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada masyarakat sekolah sehingga diperlukan adanya pengelolaan risiko untuk meminimalisir dampak kesehatan yang muncul.
Kata Kunci: Benzena, Pencemaran Udara, Sekolah, Analisis Risiko Kesehatan
Read More
Kata Kunci: Benzena, Pencemaran Udara, Sekolah, Analisis Risiko Kesehatan
S-9371
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nanik Prihartini; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Rachmadi Purwana, Abdur Rahman, Ricki M. Mulia, Evi Nuryana
T-3183
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ariani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Margareta Maria Sintorini Moerdjoko, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
Polusi udara akibat urbanisasi dan industrialisasi, termasuk industri semen, merupakan masalah signifikan. Industri semen menjadi sumber polusi industri terbesar ketiga, mengeluarkan lebih dari 500.000 ton SO2, NO2, dan CO per tahun. Nitrogen Dioksida (NO2) adalah gas reaktif yang dapat mengiritasi saluran pernapasan manusia. Di kawasan industri semen Desa Citeureup, aktivitas industri dan lalu lintas padat meningkatkan risiko emisi dan masalah kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk mengukur kualitas udara di 16 titik pada tiga zona berdasarkan jarak dari sumber pencemar. Sampel udara diambil menggunakan midget impinger selama satu jam dan dianalisis dengan spektrofotometri. Hasil menunjukkan konsentrasi NO2 di bawah baku mutu menurut PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi tertinggi di zona 3 (0,0346 mg/m³). Rata-rata waktu pajanan balita adalah 23,02 jam/hari, frekuensi pajanan 350,58 hari/tahun, dan durasi pajanan 2,64 tahun. Nilai tingkat risiko (RQ) real-time adalah
Air pollution due to urbanization and industrialization, including the cement industry, is a significant problem. The cement industry is the third largest source of industrial pollution, emitting more than 500,000 tons of SO2, NO2 and CO per year. Nitrogen Dioxide (NO2) is a reactive gas that can irritate the human respiratory tract. In the cement industry area of Citeureup Village, industrial activities and heavy traffic increase the risk of emissions and health problems. This study used the Environmental Health Risk Analysis (EHRA) method to measure air quality at 16 points in three zones based on distance from pollutant sources. Air samples were collected using a midget impinger for one hour and analyzed by spectrophotometry. The results showed that the NO2 concentration was below the quality standard according to PP RI No. 22 of 2021, with the highest concentration in zone 3 (0.0346 mg/m³). The average exposure time of toddlers was 23.02 hours/day, exposure frequency was 350.58 days/year, and exposure duration was 2.64 years. The real-time risk quotient (RQ) value was
T-7106
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
