Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34928 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iskandar Zulkarnain; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
T-747
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Ketut Lawa Adiyana; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Ernawati S. Sanjoto, Dwi Agustina
Abstrak:

Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, berdayaguna dan berhasil guna, maka pengembangan sumber daya manusia kesehatan mempunyai peranan yang sangat panting dan strategis, karena pelayanan kesehatan yang profesional tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang mengikuti perkembangan ilinu dan teknologi serta didukung oleh nilai-nilai moral dan etika profesi yang tinggi. Untuk mendapatkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional tersebut, antara lain melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SDM kesehatan. Setiap kegiatan di bidang diktat pada dasamya merupakan usaha-usaha untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan, agar menghasilkan kinerja yang berhasilguna dan berdayaguna. Kegiatan-kegiatan diktat dilaksanakan sebagai upaya untuk menanggulangi kesenjangan dalam pelaksanaan tugaslpekerjaan yang disebabkan karena kekurang mampuan manusiawi, kurangnya kemampuan teknis atau kurangnya mengatasi masalah tertentu yang nantinya akan memberikan kontribusi kepada organisasi untuk mencapai tujuan. Dalam penyelenggaraan diktat terdapat permasalahan berbpa belum diketahuinya efektifitas penyelenggaraan diktat karena tidak dilaksanakannya secara optimal sistem monitoring proses diktat kesehatan sehingga mutu penyelenggaraan diktat tidak dapat diukur. Balai Pengembangan Ketrampilan Khusus Tenaga Kesehatan (BPKKTK) provinsi Bali sebagai salah satu institusi diktat kesehatan sangat memahami permasalahan tersebut, namun belum bisa berbuat banyak karena belum adanya sistem monitoring proses diktat yang baku yang dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan diktat. Sedangkan permasalahan pada sistem monitoring yang sudah berjalan cukup banyak diantaranya belum 'dimanfaatkannya indikator yang tersedia, belum dilaksanakannya manajemen basis data dan belum dilakukan analisis terhadap data dart basil monitoring. Dengan dikembangkannya sistem monitoring proses diktat diharapkan dapat membantu dalam penguatan manajemen penyelenggaraan diklat dan jugs dapat meningkatkan efeisiensi dan efektifitas pelaksanaan program diktat dalam pengelolaan data untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan diktat yang berkesinambungan. Tujuan lain dikembangkannya sistem monitoring proses diktat adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi dan indikator yang menunjang monitoring proses diktat, diperolehnya informasi yang dapat memberikan prediksi untuk perencanaan diktat dan diperolehnya informasi yang dapat dijadikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas diktat secara berkelanjutan. Pengembangan sistem monitoring proses diklat ini mengikuti metode siklus hidup pengembangan sistem yang terbagi dalam empat tahap yaitu perencanaan, analisis sistem, perancangan sistem dan implementasi sistem. Untuk dapat berjalan dengan balk, sistem monitoring proses diklat ini memiliki beberapa persyaratan yaitu dibutuhkan sumber daya manusia yang bisa mengoperasikari komputer dan disiplin untuk memasukan data seluruh diklat yang dilaksanakan dan mengerti tentang indikator-indikator yang digunakan dalam operasi sistem. Dan yang paling penting adalah semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian sistem harus mengetahui dengan baik Cara kerja sistem. Untuk itu sebelum sistem dilaksanakan perlu ada sosialisasi terlebih dahulu. Untuk mendapatkan sistem yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna, perlu dilakukan uji coba berulang kali dan dilakukan pemeliharaan sistem secara berkelanjutan sehingga sistem yang dibangun semakin lama akan menjadi semakin andal.


 

In order to reach high quality health services, then human resources development have a very important and strategic role, because a professional health services will not be existed if it is not supported by a well information and technology educated and highly morals and ethics personnel. One of many ways to obtain such proffessional human resources is by conducting training and education for health personnel. Every activitiy in training and education section basically is an effort to improve knowledge, attitude and practices, in regard to yield a personnel with powerfull and highly skill personnel. Those activities also an effort to cover the gaps between their job function and what they should be done as a result from an incapabilities and low technical skill to solve several problems that would ended in contribution for the organization goals. In the training and education process there is several problems such as we dont know how effective and eficient this training and educational process is. This problems was caused by the monitoring.of the training and education process activity is not yet done optimally, so the quality of the training and education process cannot be measured. Development of Health Personnel Skill Instutition (Balai Pengembangan Keterampilan Khusus Tenaga Kesehatan) In Bali province is one of the health institution that aware of those problems, however they can not do much more to solve it, because there is no standardized systems for monitoring on training and education process that can be used as a manual in order to run a training and education activities. Existing indicators that not used in monitoring activities, the development of database management system, and the analizing of the data is not yet done are several known problems in monitoring on training and education activities. With the development of this monitoring on training and education process system is expected to strengthen on management in training and education also improve eficient and effectiveness in the activities on data management of training and education process to gain a high quality and continuity training and education process. Another goal on this system development is to identify the need for information and indicators that can support the monitoring activities, to predict the need for the planning on training and education process, and information for recommendation that can be used in order to improve the continuity and quality on the training and education process. This system development on monitoring the training and education process was based in system development life cycle methods, wich divided in 4 steps activities, that is planning, system analyze, system design, and system implementation. In order to function as it expected this system have a several requirementssuch as the need for personnel who can routinelly inputting monitoring data and can operate computers hardwares also well known about the indicators that used in this systems. And the most important thing is t socialize the systems among personnels about how the systems works so with that they will know the need of the systems. To reach the maximum operational systems that satisfied the need of the user, trials for the systems are needed, continuity of system maintaining also needed to get a well developed and reliable systems.

Read More
T-2338
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iksanatun Fadila Oktabriani; Pembimbing: Mila Herdayat; Penguji: Besral, R. Sutiawan, Devi Maryori, Rahmadevi
T-5375
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Delfiyanti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Intan Widayati dan Fresty Cahya Maulina
Abstrak:
Salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ialah menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia. Dengan target pada tahun 2030, menurunkan rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 1000 kelahiran hidup serta menurunkan angka kematian neonatal setidaknya 12 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian neonatal di Indonesia sebesar 16,85%, sebagian besar disebabkan oleh BBLR. BBLR merupakan prediktor kesehatan masyarakat yang penting karena BBLR tidak hanya akan meningkatkan risiko kematian dan penyakit setelah lahir, tetapi juga dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tidak menular selama hidupnya. Sehingga diperlukan langkah yang tepat untuk menurunkan angka kelahiran BBLR, mengingat dampak-dampak buruk yang dihasilkan jangka panjang. Salah satu metode yang digunakan dalam manajemen penyakit berbasis wilayah ialah analisis spasial. Analisis spasial perlu dilakukan untuk menjadi decision support system dalam melakukan intervensi yang tepat berbasis wilayah dan masalah (specific area intervention model). Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi ekologi dengan pendekatan spasial dengan tujuan untuk mendapatkan persebaran BBLR, untuk mendapatkan determinan yang paling berpengaruh terhadap BBLR, serta mendapatkan prioritas intervensi terkait penanganan BBLR di wilayah kabupaten/kota Provinsi Banten dan Jawa Barat. Data yang digunakan ialah data sekunder yang diperoleh dari publikasi dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten dan Jawa Barat tahun 2020-2022, serta peta wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Adapun unit analisis yang digunakan ialah kabupaten/kota. Analisis data dilakukan dengan aplikasi SPSS untuk analisis data secara statistik, aplikasi GeoDa untuk melihat sebaran dan area hotspot kasus BBLR, aplikasi R untuk melakukan uji GTWR dan aplikasi Quantum GIS (QGIS) menginterpretasikan hasil analisis ke dalam visualisasi dalam bentuk peta. Diperoleh hasil bahwa kasus BBLR di Provinsi Banten dan Jawa Barat tersebar secara clustered atau mengelompok, dengan wilayah hotspot BBLR tiap tahunnya ialah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Tasikmalaya. Tiap wilayah memiliki determinan yang berpengaruh berbeda-beda, dan secara keseluruhan terdapat enam variabel determinan yang berpengaruh secara spasial terhadap kejadian BBLR, yakni kunjungan antenatal (K4), linakes, tingkat kemiskinan, sanitasi, paritas, dan ketinggian wilayah. Intervensi yang menjadi prioritas terhadap ketiga wilayah hotspot tersebut ialah terhadap determinan paritas.

One of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs) is ensuring healthy lives and promoting well-being at all ages. The target of 2030, reducing the maternal mortality rate to less than 70 per 1000 live births and reducing the neonatal mortality rate to at least 12 per 1000 live births. The neonatal mortality rate in Indonesia is 16.85%, mostly caused by low birth weight (LBW). LBW is an important predictor of public health because it is not only increasing the risk of death and disease after birth, but can also increase the risk of experiencing non-communicable diseases during life. So, the appropriate steps are needed to reduce the LBW birth rate, considering the long-term negative impacts. One of the methods used in spatial disease management is spatial analysis. Spatial analysis needs to be carried out to become a decision support system in carrying out appropriate interventions based on areas and problems (specific model intervention areas). This research using an ecological study design with a spatial approach with the aim of getting the distribution of LBW, to get the determinants that most influence LBW, as well as getting priority interventions related to handling LBW in the districts/cities of Banten and West Java Provinces. Secondary data analysis was conducted using the publications from the Dinas Kesehatan Provinsi and Badan Pusat Statistik (BPS) of Banten and West Java Provinces for 2020-2022, and regional maps of Banten and West Java Provinces from the Badan Informasi Geospasial (BIG). The unit of analysis used is the district/city. Data analysis was carried out using the SPSS application to analyze the data statistically, the GeoDa application to see the distribution and hotspot areas of LBW cases, the R application to carry out the GTWR test and the Quantum GIS (QGIS) application to interpret the analysis results into visualizations in map form. The results obtained were that LBW cases in Banten and West Java Provinces were distributed in clusters, with the LBW hotspot areas each year being Ciamis Regency, Majalengka Regency and Tasikmalaya Regency. Each region has different influencing determinants, and overall there are six determinant variables that spatially influence the incidence of LBW, namely antenatal visits (K4), health care, poverty level, sanitation, parity and regional altitude. The priority intervention for the three hotspot areas is the determinants of parity.
Read More
T-7038
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Mulya Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Dian Sulistiyowati, Dakhlan Choeron
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu dari triple burden of malnutrition terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. 149,2 juta balita mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6% diatas target RPJMN 2020-2024 yakni 14%. Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak membentuk Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting pada tahun 2023. Berdasarkan beberapa penelitian masih terdapat persepsi terkait stunting dan penanggulangannya yang salah dan negatif beredar di masyarakat. Diperlukan umpan balik dari masyarakat yang dapat memberikan informasi tersebut, namun sistem yang ada belum mengakomodir kebutuhan informasi tersebut. Umpan balik tersebut bisa didapatkan melalui platform media sosial yang memuat opini publik. Indonesia merupakan pengguna media sosial twitter terbanyak di tingkat global. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil analisis sentimen (positif, negatif dan netral) serta tren isu terkait stunting dan penanganannya yang beredar di masyarakat bersumber media sosial twitter yang akan digunakan oleh Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak khususnya Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting bekerja sama dengan unit terkait melalui pengembangan Sistem Data Sentimen Kementerian Kesehatan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan sistem yang selanjutnya diterapkan pada modeling sistem informasi dimulai dengan diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 1, Entity Relational Diagrams (ERD), Table Relational Diagram (TRD) dan Flow Charts. Pengembangan sistem dilakukan dengan model iterative dan incremental.

Stunting merupakan salah satu dari triple burden of malnutrition terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. 149,2 juta balita mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6% diatas target RPJMN 2020-2024 yakni 14%. Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak membentuk Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting pada tahun 2023. Berdasarkan beberapa penelitian masih terdapat persepsi terkait stunting dan penanggulangannya yang salah dan negatif beredar di masyarakat. Diperlukan umpan balik dari masyarakat yang dapat memberikan informasi tersebut, namun sistem yang ada belum mengakomodir kebutuhan informasi tersebut. Umpan balik tersebut bisa didapatkan melalui platform media sosial yang memuat opini publik. Indonesia merupakan pengguna media sosial twitter terbanyak di tingkat global. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil analisis sentimen (positif, negatif dan netral) serta tren isu terkait stunting dan penanganannya yang beredar di masyarakat bersumber media sosial twitter yang akan digunakan oleh Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak khususnya Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting bekerja sama dengan unit terkait melalui pengembangan Sistem Data Sentimen Kementerian Kesehatan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan sistem yang selanjutnya diterapkan pada modeling sistem informasi dimulai dengan diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 1, Entity Relational Diagrams (ERD), Table Relational Diagram (TRD) dan Flow Charts. Pengembangan sistem dilakukan dengan model iterative dan incremental.
Read More
T-6851
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asrit Jessica Kario; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Artha Prabawa, Kemal Nazaruddin Siregar, Muhammad Amin Bakri, Nikson Sitorus
Abstrak:
Anemia merupakan masalah kesehatan global, yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama di kalangan remaja putri, yang dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, produktivitas pada generasi selanjutnya. Prevalensi anemia tahun 2021 secara global pada perempuan usia 15–49 tahun sebesar 33,7%, dan di Indonesia tahun 2023 tercatat 15,5% pada kelompok usia 15–24 tahun. Tujuan dari penelitian, yaitu untuk mengembangkan prediksi risiko anemia menggunakan pendekatan algoritma machine learning dalam konteks program kesehatan remaja putri di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk mengidentifikasi faktor risiko utama anemia, seperti status gizi, pola konsumsi makanan, sosio-ekonomi, penyakit infeksi dan kronis. Hasil penelitian didapatkan model terbaik Random forest dengan AUC 0,768, akurasi 0,707, skor F1 0,706, presisi 0,712, dan recall sebesar 0,707. Prediktor dalam penelitian ini, yaitu pekerjaan, lokasi tempat tinggal, ukuran keluarga, status menstruasi, pola konsumsi sayur dan hasil olahannya, pola konsumsi buah dan hasil olahannya, pola konsumsi daging, unggas, dan hasil olahannya, pola konsumsi ikan, kerang, dan hasil olahannya, pola konsumsi susu dan hasil olahannya, pola konsumsi telur dan hasil olahannya, diare, pneumonia, dan kecacingan. Rancangan sistem didasarkan pada model prediksi terbaik dan ditampilkan dalam bentuk wireframe.

Anemia is a global health problem, which can happen to anyone, especially among adolescent girls, which can have an impact on growth, development, productivity in the next generation. The prevalence of anemia in 2021 globally in women aged 15-49 years is 33.7%, and in Indonesia in 2023 it is 15.5% in the age group 15-24 years. The purpose of the study was to develop anemia risk prediction using a machine learning algorithm approach in the context of adolescent girls' health programs in Indonesia. This study used data from the 2023 Indonesian Health Survey (IHS) to identify the main risk factors for anemia, such as nutritional status, food consumption patterns, socio-economics, infectious and chronic diseases. The results obtained the best Random forest model with AUC 0.768, accuracy 0.707, F1 score 0.706, precision 0.712, and recall of 0.707. The predictors in this study are occupation, location of residence, family size, menstrual status, consumption patterns of vegetables and their processed products, consumption patterns of fruits and their processed products, consumption patterns of meat, poultry, and their processed products, consumption patterns of fish, shellfish, and their processed products, consumption patterns of milk and their processed products, consumption patterns of eggs and their processed products, diarrhea, pneumonia, and helminthiasis. The system design is based on the best prediction model and displayed in wireframe view.

Read More
T-7358
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sadiah; Pembimbing: Luknis Sabri
T-750
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Baskoro; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Al Asyary, Rizki Adam Kurniawan, Muhamad Fazar Nurhadi
Abstrak:
Indonesia sedang mengalami masalah Triple burden of malnutrition, namun aplikasi pemantauan gizi saat ini belum mengakomodir pengukuran antropometri oleh guru di sekolah. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memerlukan sistem pengawasan keamanan pangan rutin berbasis Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) guna mencegah kasus keracunan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi berbasis website untuk pencatatan status gizi siswa dan pelaporan keamanan pangan MBG di sekolah X, Kota Tangerang Selatan. Pengembangan sistem menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan metode prototyping, melalui tahapan perencanaan, pembuatan sistem informasi, uji coba, dan perbaikan. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap petugas UKS, pengawas gizi SPPG, dan ahli gizi puskesmas yang dipilih secara purposive sampling. Sistem yang dihasilkan mampu mengolah data antropometri siswa dan pelaporan keamanan pangan secara real-time. Output sistem menyediakan informasi status gizi (grafik dan spasial koordinat sekolah), narasi pelaporan HACCP, tes organopletik, serta fitur pemberian feedback harian terhadap MBG yang diterima sekolah.

Indonesia is facing a triple burden of malnutrition, yet current nutritional monitoring  applications have not accommodated independent anthropometric measurements by  school teachers. Additionally, the Makan Bergizi Gratis (MBG) program requires a  routine food safety surveillance system based on Hazard Analysis Critical Control Point  (HACCP) to prevent poisoning incidents. This study aims to develop a website-based  information system for recording student nutritional status and reporting MBG food  safety at X School, South Tangerang City. System development utilized the System  Development Life Cycle (SDLC) approach with the prototyping method, encompassing  planning, system creation, testing, and refinement phases. Qualitative data were obtained  through in-depth interviews with UKS (School Health Unit) staff, SPPG nutritional  supervisors, and public health center (Puskesmas) nutritionists selected via purposive  sampling. The resulting system is capable of processing student anthropometric data and  food safety reporting in real-time. The system's output provides nutritional status  information (visualized through graphs and spatial school coordinates), HACCP reporting  narratives, organoleptic tests, and a daily feedback feature regarding the MBG meals  received by the school.
Read More
T-7657
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah; Pemb. Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: Tris Eryando, Rustian, Kartika Sitorus
T-2932
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwik Widyawati; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Tris Eryando, Asral Hasan, Noer Qoryati Hanun
Abstrak: ABSTRAK
 
Tingginya angka kematian ibu, bayi di Indonesia menunjukkan rendahnya kualitas pelayanan kesehatan, dipengaruhi pelayanan rujukan. Salah satu masalah rujukan di Kabupaten Serang adalah keterlambatan pasien sampai ke fasilitas kesehatan. Disebabkan sistem rujukan belum terintegrasi, tidak ada komunikasi data dan koordinasi antar fasilitas rujukan. Tujuan studi membangun model sistem informasi rujukan komplikasi ibu dan bayi terintegrasi secara online. Studi kualitatif dengan metode pengembangan SDLC. Penelitian di Kabupaten Serang, melibatkan Puskesmas PONED, rumah sakit PONEK dan Dinkes Kabupaten Serang.
 
 
Hasil penelitian yaitu pelayanan rujukan belum dilakukan sesuai prosedur. Kurangnya SDM, sarana, alat dan kebijakan menjadi penyebab terhambatnya pelayanan rujukan. Aplikasi rujukan dirancang untuk kecepatan akses informasi, alat bantu monitoring evaluasi dan pengawasan pengendalian mutu pelayanan rujukan. Kesimpulan penelitian terbangunnya model sistem informasi rujukan obstetri dan neonatal online dan terintegrasi.
 

 
ABSTRACT
 
The high rates of maternal and infant mortality in Indonesia showed low quality of health services that influenced referral. One of the problems at Serang referral is delaying until the patient to the health facility. This is due not integrated, there is no data communication and coordination between the referral facility. The purpose of this study to establish a model of referral information system integrated maternal and neonatal by online. A qualitative study, approach to the SDLC methods. The study at Serang, involving PONED health centers, PONEK hospitals and Serang District Health Office as an application model.
 
 
The results are referral services not performed with procedures. Inadequate human resources, facilities, equipment and policy has contributed to the delays in referral. Reference application is designed to speed access information, monitoring, evaluation tools and quality control monitoring referral service. The Conclusion are the establishment of research referral systems online models and integrated facilities.
Read More
T-3742
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive