Ditemukan 31753 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sri Annisa Nuraeni; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto; Nungky Permina Sari
Abstrak:
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang analisis budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RS AZRA Bogor Tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RS AZRA Bogor menggunakan kuesioner AHRQ (Assosiations of Health Care Quality). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sample 75 perawat rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Rawat Inap RS AZRA Bogor memiliki budaya keselamatan baik sebesar 37,3% yang artinya budaya keselamatan ini termasuk kategori budaya keselamatan kurang. Peneliti menyarankan agar SDM RS AZRA Bogor memperhatikan kembali staffing dengan cara mengurangi tugas non core job-nya. Kata kunci : Patient Safety, Budaya Keselamatan, AHRQ This study discuss the analysis of patient safety culture at Inpatient of AZRA Bogor Hospital in 2018. The purpose of this study is to get a description of the patient's safety culture at Inpatient of AZRA Bogor Hospital using AHRQ (Assosiations of Health Care Quality) questionare. The method of this researching using quantitative with survey and cross sectional approach with total sample of 75 nurses. The result showed Inpatient had a good patient safety culture of 37,3%. It means this safety culture belongs to less safety culture category. This research recommends that the AZRA Bogor Hospital pay attention to staffing by reducing its non-core job task. Keywords : Patient Safety, Patient Safety Culture, Assosiations of Health Care Quality (AHRQ)
Read More
S-9855
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurmala Sari; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono
Abstrak:
Penerapan Lean Hospital di rumah sakit-rumah sakit telah membantu meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menjabarkan proses administrasi pasien rawat inap di Rumah Sakit Azra Bogor menggunakan pendekatan Lean Hospital. Metode yang digunakan adalah kualitatif untuk memperlihatkan adanya kegiatan non-value added pada pendaftaran rawat inap sebesar 71.08% dan pada administrasi pasien pulang sebesar 72.11%. Terindikasinya pemborosan merupakan penyebab semakin lamanya waktu tunggu pasien terhadap administrasi rawat inap. Berdasarkan analisis diagram fishbone didapat sebelas akar masalah utama. Hasil analisis masalah dibuat usulan perbaikan yang terbagi atas tiga katagori periode: jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang bertujuan terus-menerus meminimasi waste. Kata kunci: Administrasi, rawat inap, pemborosan, lean hospital
Read More
S-8537
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jenny Rumondang Gultom; pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Lydia Indrayati
S-5584
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gandisita Pangestu Widyani; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mieke Savitri, Dede Sri Mulyana
S-6695
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Oktarina; Pmebimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dede Sri Mulyana
S-6688
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiagita Sasmita; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Yudha W Waspada
S-6899
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyah Sartikasari; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Masyitoh, Fahrurozi
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai hubungan persepsi perawat terhadap kejadianinsiden keselamatan pasien berdasarkan laporan adanya kejadian insidenkeselamatan pasien yang terjadi di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif yang dilakukan terhadap 81 perawat pelaksana dengan desain studi crosssectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan variabelkomunikasi dengan nilai-p 0,019. Dengan kata lain kurangnya komunikasi antaraperawat dengan tenaga medis lainnya berpengaruh terhadap kejadian insidenkeselamatan pasien. Peneliti menyarankan membuat kebijakan pengisian buktipemberian KIE, setiap pergantian shift melakukan briefing, monitoring dan evaluasiserta membuat jalur komunikasi dengan tenaga medis lainnya agar tercipta umpanbalik terkait keselamatan pasien.Kata kunci:Persepsi perawat, komunikasi, insiden keselamatan pasien.
Read More
S-9549
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fretta Raymanel; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Atik Nurwahyuni, Hilmi
S-7081
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imelda Purba; Pembimbing Akademik: Nurwahyuni, Atik / Pembimbing Lapangan: Aliyupiudin, Yufi
L-986
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indera; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Ferdy D. Tiwow, Dini Handayani
Abstrak:
Penelitian menggunakan desain sequential explanatory melalui analisis kuantitatif menggunakan kuesioner Survei Farmasi dalam Budaya Keselamatan Pasien dari AHRQ dilanjutkan focus group discussion untuk merumuskan strategi dan kebijakan dalam membangun budaya keselamatan pasien di Instalasi Farmasi RS Santa Elisabeth Batam Kota.
Analisis budaya keselamatan pasien menghasilkan 4 dimensi kategori budaya sedang yang memerlukan perbaikan keselamatan pasien serta 7 dimensi kategori budaya baik yang menjadi kekuatan dalam keselamatan pasien. Pengorganisasian ketenagaan, beban kerja dan pola kerja; konseling pasien; keterbukaan komunikasi; dan respons terhadap kesalahan menjadi kelemahan budaya keselamatan pasien yang menjadi prioritas perbaikan. Tingkat pelaporan kejadian masih rendah dan harus mendapat perbaikan.
Kata kunci: budaya keselamatan pasien, instalasi farmasi
This research uses sequential explanatory design started from quantitative analysis using questionnaire The Pharmacy Survey on Patient Safety Culture (PSOPSC) from AHRQ followed by focus group discussion to formulate strategy to build patient safety culture.
Analysis of patient safety culture resulted in 4 dimensions of moderate cultural categories that require improvement and 7 dimensions of good cultural categories that be strength of the patient safety culture. Staffing, Work Pressure and Pace; Patient counseling; Communication openness; and Response to Mistakes is weakness of the patient safety culture that become priority improvement. Level of incident reporting is still low and need improvement.
Keywords: patient safety culture, pharmacy installation
Read More
Analisis budaya keselamatan pasien menghasilkan 4 dimensi kategori budaya sedang yang memerlukan perbaikan keselamatan pasien serta 7 dimensi kategori budaya baik yang menjadi kekuatan dalam keselamatan pasien. Pengorganisasian ketenagaan, beban kerja dan pola kerja; konseling pasien; keterbukaan komunikasi; dan respons terhadap kesalahan menjadi kelemahan budaya keselamatan pasien yang menjadi prioritas perbaikan. Tingkat pelaporan kejadian masih rendah dan harus mendapat perbaikan.
Kata kunci: budaya keselamatan pasien, instalasi farmasi
This research uses sequential explanatory design started from quantitative analysis using questionnaire The Pharmacy Survey on Patient Safety Culture (PSOPSC) from AHRQ followed by focus group discussion to formulate strategy to build patient safety culture.
Analysis of patient safety culture resulted in 4 dimensions of moderate cultural categories that require improvement and 7 dimensions of good cultural categories that be strength of the patient safety culture. Staffing, Work Pressure and Pace; Patient counseling; Communication openness; and Response to Mistakes is weakness of the patient safety culture that become priority improvement. Level of incident reporting is still low and need improvement.
Keywords: patient safety culture, pharmacy installation
B-1904
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
