Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38064 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aldino Novian; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Agustina Harsimin, Achmad Zaenudin
Abstrak: Latar Belakang: Manajemen professional sangat dibutuhkan untuk menentukankualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan rumah sakit yangberkualitas. Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakanujung tombak pelayanan yang harus direncanakan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui beban kerja dan jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat di instalasi rawatinap Rumah Sakit FMC tahun 2018.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational descriptive denganmenggunakan metode quantitative dan wawancara mendalam. Pengumpulan datasecara quantitative dilakukan dengan cara observasi, yang dilakukan dengan pendekatanwork sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap kegiatanyang dilakukan perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit FMC. Samplepenelitiannya adalah seluruh perawat (27 perawat) di instalasi rawat inap. Data dianalisamenggunakan formula Gillies, PPNI, Ilyas dan Douglas.
Hasil: analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan waktu produktif terhadap totalwaktu kerja kerja selama observasi 7 hari sebesar 64,87%. 28,11% digunakan untukaktifitas keperawatan langsung dan 36,11% digunakan untuk aktifitas keperawatan tidaklangsung. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu produktif oleh perawat masihrendah. Berdasarkan penggunaan waktu produktif yang dianalisa menggunakan formulaGillies, PPNI, Ilyas dan Douglas rata-rata tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah22 perawat.
Kesimpulan: Jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan di instalasirawat inap Rumah Sakit FMC sebanyak 22 orang perawat. Hal ini menunjukkan adanyakelebihan jumlah perawat di instalasi rawat nap Rumah Sakit FMC sebanyak 5 orangperawat.
Kata kunci: beban kerja, work sampling, perawat

Background: Professional management is needed to determine the type as well as thequality of the human resources to assure the quality productive hospital services.Nurses, as one kind of the resources in hospital, act as a frontline service that should beplanned. This study aimed at finding out of workload and the optimal number ofnurses in the inpatient instalasi at FMC hospital 2018.
Method: This research is a descriptive observational study using quantitative methodand deep interview. Quantitative data collection observation was done by using worksampling approach. Data were collect through observation of nurses activities atinpatient instalasi at FMC hospital will be observed for seven days. Samples were allnurses (27 nurses) at inpatient instalasi. The data were analyzed using Gillies,Indonesian nurses association, Ilyas and Douglas formulas.
Results: The analysis showed that using the total productive activities time wereobserved for seven days at 64,87%. 28,76% is used for direct nursing activities and36,11% is used for indirect nursing activities, it was conclude that the productive timeuse of the nurses still very low. Based on the productive working hours that analyzedusing Gillies, Indonesian Nursse Association, Ilyas and Duoglas formulas, average onlytwenty two nurses needed.
Conclusion: The optimal number of nurses needed in the inpatient instalasi at FMChospital is twenty two nurses. This means that there are an excessive number of nursesas five nurses.
Keywords: workload, work sampling , nurses.
Read More
B-1983
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Andini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Yassir, Sumijatun
Abstrak:

Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakan ujung tombak pelayanan yang harus direncanakan secara matang, baik secara kuantitas (beban kerja) maupun kualitas (kompetensi kerja). Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisa kebutuhan tenaga keperawatan di Instalasi Hemodialisa RSUP Persahabatan berdasarkan beban kerja (menggunakan time and motion study kepada 8 perawat kemudian diolah dengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja (depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat satu dan atau dua tenaga perawat dengan kualifikasi minimal lulusan D3 keperawatan yang telah diikutkan pelatihan hemodialisa.


Nurses, as one kind of the human resources in hospitals, act as a frontline service that should be planned thoroughly, both in its quantity (based on workload) and quality (based on competencies). This research was about needs assessment of nursing personnel in the Hemodialysis Installation of RSUP Persahabatan based on workload (using time and motion study technique then manipulated by Ilyas Method) and competencies (depth interview focusing on job knowledge, skill and attitude, on three subjects). The research concluded that there is one or two nursing shortage, having qualification of D3 of nursing (as minimal education) and hemodialysis training.

Read More
B-1473
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christine Meidiawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Jaslis Ilyas, Wachyu Sulistiadi, Mustikasari, Syaifuddin Zuhri
Abstrak: Abstrak

Keberhasilan kualitas pelayanan keperawatan sangat berhubungan dengan terpenuhi atau tidaknya rangkaian kegiatan pelayanan keperawatan yang merupakan beban kerja perawat. Beban kerja perawat tersebut adalah jumlah seluruh kegiatan yang dilaksanakan perawat dalam waktu dan satuan hasil. Tesis ini bertujuan menganalisis beban kerja untuk menentukan kebutuhan tenaga perawat dan mendapatkan gambaran strategi bagi manajemen dalam memenuhi kesenjangan beban kerja yang ada di Rumah Sakit Tugu Ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif secara cross-sectional pada perawat ruang rawat inap kelas III Flamboyan. Observasi kegiatan perawat dilakukan dengan metode work sampling dan kebutuhan tenaga perawat dihitung dengan menggunakan metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN).

Berdasarkan hasil penelitian diketahui kegiatan produktif langsung perawat adalah sebesar 29,34% dan kegiatan produktif tidak langsung perawat mencapai 54,86%. Perhitungan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja diperoleh 24,43 tenaga perawat dengan rasio WISN 0,82. Hasil penelitian menyarankan bagi manajemen Rumah Sakit Tugu Ibu untuk mempertimbangkan beban kerja perawat sebagai acuan dalam menentukan kebutuhan tenaga perawat dan diperlukan evaluasi terhadap uraian tugas perawat agar waktu kerja yang ada lebih efektif pemanfaatannya sesuai dengan fungsi utama perawat.


The success of nursing service quality has high correlation with the adequacy of nursing service activities which is the nurse workload. The nurse workload is the total of all conducted activities in certain time with the result as unit of measure. This thesis is aimed to analyse the workload to determine the needs of nursing staff and to obtain the strategy which is required by the management to fulfill the workload gaps at Tugu Ibu Hospital. The research method used was cross-sectional quantitative to the nurses at Class III Flamboyan Ward. Observation of the nurses activities were done by work sampling method and the needs to nursing staff was calculated with Workload Indicators Of Staffing Need (WISN) method.

Based on the research, it was known that the nurses direct productive activities is 29,34% and nurses indirect productive activities is as high as 54,86%. Calculation of the needs on nursing staff based on workload resulted of 24,34 nurses with WISN ration of 0,82. From the research, it is recommended that TuguIbu Hospital management to consider nurse workload as reference in determining the needs of nursing staff, and evaluation is needed to the nurse job description, to be effective in time management according to the main function of a nurse.

Read More
B-1488
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denok Mustika; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Vetty Yulianty Permanasari, Mike Kaltarina, Enny Ekasari
B-1629
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Arlem; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Peter Albert W. Pattinama, Mintoro Sumego
Abstrak:
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, tenaga keperawatan adalah personil rumah sakit yang paling sering dan paling banyak menghabiskan waktunya untuk kontak dengan pasicn sehingga sangat berperan dalam mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Di RUSPAU Esnawan Antariksa, tenaga keperawatan selain melakukan asuhan keperawatan, juga rnelakukan aktivitas Iain diluar asuhan keperawazan seperti menghitung administrasi keuangan pasien. Selain itu, pada setiap ruang rawat inap RUSPAU Esnawan Antariksa, ditempatkan tenaga Susnal. Beban kenja perawat merupakan salah satu faktor yang menentukan performan kerja perawat. Beban kemja perawat dipengaruhi oleh jumlah pasien, jumlah perawat, klasifdcasi pasien, mctode pemberian asuhan keperawatan yang diterapkan, kelompok hari bermgas tenaga keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi beban kexja tenaga keperawatan di ruang rawat inap Garuda dan Merpati RUSPAU Esnawan Antariksa. Penelitian ini hersifat kualitatii Beban kexja perawat dihitung dengan mempcrgunakan metode work sampling dan daily log, yang dihitxmg pada hari kelja maupun hari libur. Data primer diperoleh dcngan mengadakan pengamatan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut yaitu Senin sampai Minggu dengan mcmpergunakan lime list yang diisi dengan aktivitas tcnaga perawat selama 24 jam terus-menerus pada jam kcrja pagi, sore, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas keperawatan di ruang rawat inap Garuda, yang mempergunakan metode pemberian asuhan keperawatan MPKP, benumt-turut mulai dari yang paling banyak tenaga keperawatan lakukan adalah aktivitas keperawatan tidak langsung, aktivitas keperawatan langsung, dan aktivitas non kepemwatan, baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Sedangkan aktivitas keperawatan di ruang rawat inap Merpati, yang mempergunakan metode pembcrian asuhan keperawatan iimgsional, pada hari kexja berturut-tumt mulai dari yang paling banyak tenaga kcpcrawatan lakukan adalah aktivitas non keperawatan, aktivitas keperawatan tidak langsung, lalu aktivitas keperawatan langsung. Dan pada hari libur adalah aktivitas keperawatan langsung, aktivitas non keperawatan, dan aktivitas keperawatan tidak langsung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pemberian asuhan keperawatan MPKP Iebih baik daripada metode fimgsional. Pada kcdua ruang rawat inap, rata-rata waktu yang dipergunakan untuk administrasi keuangan pasien tidak menyita waktu dari tenaga keperawatan, tetapi dapat menyebahkan tenaga keperawatan tidak maksimal dalam membcrikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan pasien. Berdasarkan wawancara mendalam, tenaga susnal terkadang juga melakukan alctivitas keperawatan yang selain dapat merugikan pasien, dapat pula merugikan RUSPAU Esnawan Antariksa apabila terjadi tuntutan karcna tidak mempunyai legal aspek. Pada penelitian ini disarankan agar metode pemberian asuhan keperawatan MPKP dapat diterapknn di seluruh ruang rawat inap di RUSPAU Esnawan Antariksa, sebailcnya pihak Rumah Sakit tidak melakukan penerimaan tenaga Susnal, dan meningkatlcan pcndidikan tenaga lceperawatan dari SPK menjadi D3 Keperawatan, untuk administrasi keuangan pasien sebaiknya di sediakan lmit khusus.

In giving health services, nursing staff are no doubt the hospital personnel who mainly and most frequently spend time to make contact with the patients, thus they play an important role in shaping the image of hospital services in general. At RUSPAU, the nursing stalf, beside using their skill as a nurse, they also work in area which is they have not been teached it before, such as in calculated patient?s finance. Beside that, in cvcry ruan g ruang rawat inap in RUSPAU, they put Susnal in this location. The workload of the nursing sta5` is one of the factors that determine their performance, and the workload is influenced by the number of patients, the number of muses and the methods applied in supervision of nursing services. The objective of this research is to gain information on the workload and the number of nursing staff needed in Garuda and Merpati inpatient chambers in Dr. Esnawan Antariksa Air Force Central Hospital. The research used qualitative approach. The workload of the nurses was examined by using work sampling and daily log method and was examined both on workdays and holidays. The primary data was taken by conducting observation on 7 consecutive days, i.e. from Monday to Sunday, by using the forms that were filled with nursing staff?s activities for the whole 24 hours during work hours in the morning, aitemoon, and evening. The study revealed that the direct nursing activities in Garuda, that using pemberian asuhan keperawatan MPKP, in continuing basis, starting with the nursing staE` mostly doing it such as indirect nursing activity, direct nursing activity, and non nursing activity, either in working day or holiday. Furthennore, nursing avtivities in wang gawat inap Mei-pati, which is using pemberian asuhan keperawatan tiingsional, at continuing working day, starting from mostly nursing have been done, such as non nursing activity, indirect nursing activity, and then direct nursing activity. And in holiday, applied direct nursing activity, non nursing activity and indirect nursing activity. So, it can be concluded that pembcrian asuhan keperawatan MPKP much better compare to fimgsional methode. In every ruang rawat inap, time for patient?s financing is not take more time fiom the real nursing activity itseltl but it can make nursing skill itself not maximum applied to the patients. Based on detail interview, tenaga susnal sometimes merugikan patients that impact to RUSPAU also, if sue happened cause there is no litigimate aspect. In this penelitian suggessted for metode pemberian asuhan keperawatan MKPK applied to all ruang rawat inap in RUSPAU. Sebaiknya, the Hospital itself not accept tenaga susnal,and to increase nursing education iiorn SPK through D3 Kepeiawatan. For patient?s finance administration should be handled by dedicated unit.
Read More
B-1020
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melfita Krisna; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Purnawan Juandi, Budi Hartono, Anwar Hasan
Abstrak:

Upaya mewujudkan tuntutan pasien dan masyarakat terkait denganpelayanan farmasi yang bermutu berhubungan erat dengan kuantitas dan kualitas tenaga farmasi. Studi ini menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Metoda work sampling digunakan untuk mengukur beban kerja, sedangkan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) digunakan untuk mengukur kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja yang sesungguhnya. Work sampling dilaksanakan pada 06-12 Juni 2012, dan hasilnya digunakan sebagai pokok bahasan dalam in-depth interview dengan beberapa informan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tenaga farmasi yang ada telah menggunakan 90,3% waktu kerjanya dengan kegiatan produktif. Dari kegiatan produktif dimaksud, sebanyak 42,6% adalah untuk kegiatan produktif langsung, sedangkan sisanya merupakan kegiatan produktif tidak langsung. Sebanyak 24,1% kegiatan produktif tidak langsung adalah kegiatan administratif. Dengan demikian dalam studi ini diperoleh ada sebanyak 9,7% merupakan kegiatan non produktif dan kegiatan pribadi. Berdasarkan hasil work sampling tersebut, dengan WISN ternyata jumlah tenaga yang ada saat ini lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan tenaga untuk menyelesaikan tugas dan fungsi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung.


 

Efforts to realize the demands of patients and the public related to the quality of pharmaceutical services is closely linked to the quantity and quality of pharmacists. This study analyzes the workload and manpower needs in the Pharmaceutical Installation Regional Mental Hospital Pharmacy Lampung Province. Work sampling method used to measure the workload, while the method Workload Indicator Staffing Needs (WISN) is used to measure the power requirements based on actual workload. Work sampling conducted on June 6 to 12, 2012, and the results used as the subject of in-depth interviews with multiple informants. The results of this study indicate that the pharmacy personnel who have been using 90.3% of the time it works with productive activities. Of productive activity is, as much as 42.6% is for direct productive activities, while the rest are not directly productive activities. A total of 24.1% indirect productive activities are administrative activities. Thus in this study was obtained there as much as 9.7% are non-productive activities and personal activities. Based on the results of the sampling work, with WISN turns out that the current force is smaller than the power requirements to complete the tasks and functions of the Mental Hospital Pharmacy Installation of Lampung Province.

Read More
B-1421
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Mahadinata Putra MN; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Pujiyanto, I.D.G.N. Ari Baskara, Adib Abdullah Yahya
Abstrak: Latar Belakang : Pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan salah satufaktor penting dalam pelayanan kesehatan. Kinerja perawat yang baik akanmemberikan kepuasan pada pengguna jasa baik internal maupun eksternal. Kinerja perawat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Dipersepsikan bahwapenyebab kinerja perawat terganggu adalah gaya kepemimpinan, motivasi kerja,beban kerja, dan kelelahan kerja. Kinerja perawat di RSU Prima MedikaDenpasar selama ini dilaporkan baik, namun belum diketahui secara pasti kinerjaperawat yang sebenarnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor determinan yang berpengaruh terhadap kinerja tenaga perawat.

Metode : Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganrancangan cross-sectional yang dianalisis menggunakan analisis multivariat,dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah 74 responden.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan proporsi kinerja yang kurang baik lebihbesar dibandingkan dengan kinerja yang baik, adanya hubungan yang bermaknaantara gaya kepemimpinan, beban kerja, dan kelelahan kerja terhadap kinerjaperawat berturut-turut sebesar 3,784, 2,971, dan 1,320. Sedangkan tidak terdapathubungan yang bermakna antara motivasi kerja dengan kinerja perawat.

Simpulan : Kepemimpinan memiliki hubungan paling besar terhadap kinerjaperawat pelaksana. Kepemimpinan yang baik perlu senantiasa diterapkan dalamupaya meningkatkan kinerja perawat.

Kata kunci :Kepemimpinan, motivasi kerja, beban kerja, kelelahan kerja; kinerja perawat
Read More
B-2011
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resya Ramadhia; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Masyitoh, Agusdini Banun
S-8101
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Corry Artha Stevani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Tri Mulyati
S-7014
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luyanti Tshia; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mustikasari, Wahyu Sulistiadi, Lie A. Dharmawan
Abstrak:

Penelitian dilaksanakan di Instalasi Kamar Bedah RS Husada tanggal 11- 17 Desember 2012. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitataif, analisa data kuantitatif dengan menggunakan metode Time and motion study, dimana aktifitas perawat bedah diteliti pada kegiatan perioperatif, serta kegiatan diluar operasi. Kemudian dengan menggunakan metode Formula Unit Ruang Bedah dihitung jumlah kebutuhan perawat bedah berdasarkan beban kerja. Penelititan kuatitatif dengan wawancara mendalam mengenai kompetensi yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perawat bedah, kepada 3 responden yaitu Kepala Bagian Bedah, Kepala Perawat, dan perawat bedah di Instalasi Kamar Bedah untuk mengetahui jumlah kebutuhan berdasarkan kompetensi perawat bedah.


Research was conducted at the Hospital Surgery Room Installation Husada on 11 to 17 December 2012. Research conducted a quantitative-qualitative descriptive research, quantitative data analysis using the Time and motion study, which investigated the activities of a surgical nurse perioperative events and activities outside of surgery. Then using the Formula Unit Ruang Bedah calculated amount need based surgical nurse workload. Qualitative research in-depth interviews about the competence of the knowledge, skills, and attitudes of surgical nurses, to the third respondent, Head of Department of Surgery, Head Nurse Installation, and surgical nurse at Surgical Room Installation.

Read More
B-1467
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive