Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38253 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Octaviani; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Yovsyah, Sahat M. Ompusunggu, Saktiyono
T-5165
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Agus Nurjana; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Made Djaja, Saktiyono, Sahat Ompusunggu
T-3339
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evawangi; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dadan Erwandi, Renti Mahkota, Yuniar Pukuk Kesuma, Eulis Wulantari
Abstrak: Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan berat yang mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Di Indonesia, prevalensi skizofrenia adalah 1,7 per 1.000 populasi. Jumlah kunjungan gangguan jiwa di puskesmas Kabupaten Bogor telah meningkat secara signifikan dari 1.648 menjadi 13.390 pada tahun 2013-14. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan skizofrenia di Kabupaten Bogor tahun 2017. Studi kasus kontrol tidak berpasangan dilakukan di 63 puskesmas Kabupaten Bogor mulai Mei-Juni 2017. Kasus adalah penderita skizofrenia yang berusia 15-50 tahun yang didiagnosis oleh dokter / spesialis dan dicatat dalam register pasien puskesmas kabupaten Bogor pada tahun 2017. Kontrol Adalah orang sehat berusia 15-50 dan berdomisili di Kabupaten Bogor. Sebanyak 229 kasus dan 229 kontrol dipilih dengan teknik multistage sampling. Probability proportional to size digunakan untuk menentukan jumlah sampel dari masing-masing puskesmas. Kuesioner semi terstruktur yang telah diuji sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan dari kontrol dan salah satu anggota keluarga kasus. Test Chi Square dan regresi logistik multivariat diterapkan untuk analisis data. Faktor-faktor yang berhubungan dengan skizofrenia: jenis kelamin laki-laki (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4,96 -27.50), riwayat keluarga skizofrenia (AdjOR: 4.02; 95% CI: 1,90-8,48), pendidikan dasar AdjOR: 30,63; 95% CI: 4.21-222.81), pendidikan menengah (AdjOR: 25,35; 95% CI: 3,51-182.90), pengangguran (AdjOR: 5,6; 95% CI 2,52-12,45), tidak menikah (AdjOR: 8,20; 95% CI 2,52-12,45), masalah dalam keluarga (AdjOR: 4,93; 95% CI 2,43-9,99) dan masalah di tempat kerja / sekolah (AdjOR: 32.60; 95% CI 7.29 - 145.76 ). Dalam studi ini, faktor biologis (laki-laki dan riwayat keluarga skizofrenia), sosio-demografi (tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja dan tidak menikah) dan faktor lingkungan (masalah dalam keluarga dan tempat kerja/sekolah) berhubungan dengan skizofrenia. Studi analitis prospektif diperlukan untuk mengeksplorasi lebih jauh hubungan ini.

Kata kunci: Skizofrenia, kasus kontrol, Kabupaten Bogor

Schizophrenia is a a chronic and severe mental disorder that affects thinking, feeling, and behavior of a person. In Indonesia, the prevalence of schizophrenia is 1.7 per 1,000 populations. The number of visits of mental disorders in puskesmas of Bogor Regency has increased significantly from 1,648 to 13,390 in 2013-14. This study aimed to determine the factors associated with schizophrenia in Bogor Regency 2017. An unmatched case-control was conducted in 63 health centers of Bogor regency from May-June 2017. Cases were schizophrenic patient aged 15-50 years diagnosed by physicians/specialists and recorded in the register of Bogor district health centers in 2017. Controls were the healthy people aged 15-50 and domiciled in Bogor Regency. A total of 229 cases and 229 controls were selected by multistage sampling technique. Probability proportional to size was usedto determine the number of samples from each puskesmas. A pre-tested semi structured questionnaires was used to collect relevant data from controls and one of the family members of cases. Chi square test and multivariate logistic regression were applied for data analysis. Folowing factors were associated with schizophrenia: male gender (AdjOR: 11.68; 95% CI: 4.96 -27.50), family history of schizophrenia (AdjOR: 4.02; 95 %CI: 1,90-8,48), basic education (AdjOR: 30.63; 95%CI: 4.21-222.81), secondary education (AdjOR: 25.35; 95% CI: 3.51-182.90), unemployed (AdjOR: 5.6; 95 %CI 2,52-12,45), unmarried (AdjOR: 10,20; 95%CI 2,52-12,45), problems in the family (AdjOR: 4.93; 95%CI 2.43-9.99) and problems at work / school (AdjOR: 32.60; 95%CI 7.29 - 145.76). In the study setting, biological (male and family history of schizophrenia),sociodemographic (low level of education, unemployment and unmarried) and environmental factors (problems in family, workplaceor school) were associated with schizophrenia. Prospective analytical studies are needed to further explore these associations.

Keywords: Schizophrenia, case control, Bogor district
Read More
T-5080
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noer Syafiiah Tiarma; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Helda, Romadona Triada
S-9895
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurasni; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wwahyono; I Mde Yosi Purbadi
S-8777
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Nadia; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Ratna Djuwita, Indra Kurnia Sari
Abstrak: ABSTRACT
 
 
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada balita. Terdapat lima provinsi dengan prevalensi pneumonia pada balita tertinggi yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat pada tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah anak berusi 1-4 tahun yang terdapat pada data SDKI 2012. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 1.134 balita. Analisis data yang digunakan adalah regresi logistik untuk mempredikasi kejadian pneumonia. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dari pneumonia di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat sebesar 12. Berdasarkan analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian pneumonia pada balita adalah pemberian vitamin A p = 0.038, pendidikan ibu p = 0.001 dan status merokok ART didalam rumah p = 0.016. Penelitian ini menambahkan bukti bahwa faktor yang berkaitan dengan rumah tangga dapat dimodifikasi atau dihilangkan dalam mengurangi kejadian pneumonia pada balita. Memaksimalkan upaya pendekatan keluarga dalam mengendalikan faktor risiko pneumonia perlu dilakukan dalam pencegahan pneumonia.
 

 
ABSTRACT
 
 
PneumoniaIs one of the biggest causes of death in children. Five provinces with the highest prevalence of pneumonia in Indonesia are Central Sulawesi, Southeast Sulawesi, Gorontalo, West Sumatera and West Kalimantan. The purpose of this study was to determine the factors associated to the incidence of pneumonia in toddlers in Central Sulawesi, Southeast Sulawesi, Gorontalo, West Sumatera and West Kalimantan in 2012. The study population was children aged 1-4 years that were included in the 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. This study used a cross sectional design with a sample of 1,134 toddlers. A logistic regression was performed to analyze factors that predict the incidence of pneumonia. The results showed the incidence of pneumonia in toddlers was 12. Multivariate analysis showed the factors that were significantly predicted the incidence of pneumonia in toddlers were vitamin A supplement p 0.038, low maternal education p 0.001 and household member smoking p 0.016. This study adds the evidence of factors within household that can be modified or eliminated to reduce the incidence of pneumonia among toddlers. Strengthening family approaches in controlling pneumonia risk factors should be done in the prevention of pneumonia.
Read More
S-9880
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gabriella Eunike; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Renti Mahkota, Nani Rizkyanti
Abstrak:
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk wilayah endemis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023–2025. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari surveilans sentinel leptospirosis Provinsi Jawa Tengah tahun 2023–2025. Populasi penelitian terdiri dari seluruh responden surveilans sentinel di enam kabupaten lokasi sentinel, yaitu Banyumas, Demak, Klaten, Sragen, Kebumen, dan Purworejo. Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian leptospirosis sebesar 31,8%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pekerjaan berisiko, riwayat banjir, keberadaan tikus di lingkungan, usia, dan tidak menggunakan alas kaki sebagai alat pelindung diri merupakan prediktor kejadian leptospirosis. Responden berusia 15-64 tahun (OR= 3,67; 95% CI: 0,46 – 29,02) dengan pekerjaan berisiko (OR= 3,45; 95% CI: 2,43 – 4,89), tidak menggunakan alas kaki sebagai APD (OR= 1,57; 95% CI: 0,96 – 2,57) serta yang memiliki riwayat banjir (OR= 2,44; 95% CI: 1,34 – 4,43) dan keberadaan tikus di lingkungan (OR= 1,57; 95% CI: 1,02–2,42) menunjukkan peluang kejadian leptospirosis yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor pejamu dan faktor lingkungan berperan penting dalam kejadian leptospirosis serta dapat menjadi dasar dalam perencanaan program pencegahan dan pengendalian leptospirosis yang lebih tepat sasaran di Provinsi Jawa Tengah.

Leptospirosis is a zoonotic disease that remains a public health concern in Indonesia, particularly in Central Java Province, which is considered an endemic area. This study aimed to identify factors associated with leptospirosis incidence in Central Java Province from 2023 to 2025. A cross-sectional study design was employed using secondary data obtained from the Central Java leptospirosis sentinel surveillance system for the period 2023–2025. The study population comprised all sentinel surveillance respondents from six sentinel districts, namely Banyumas, Demak, Klaten, Sragen, Kebumen, and Purworejo. Data were analyzed using descriptive, bivariate, and multivariate analyses with logistic regression. The results showed that the prevalence of leptospirosis was 31.8%. Multivariate analysis indicated that high-risk occupations, history of flooding, presence of rodents in the environment, age, and use of protective footwear were predictors of leptospirosis incidence. Respondents aged 15–64 years (OR = 3.67; 95% CI: 0.46–29.02) with risky occupations (OR = 3.45; 95% CI: 2.43–4.89), not using footwear as PPE (OR=1.57; 95% CI: 0.96–2.57), and having a history of flooding (OR=2.44; 95% CI: 1.34–4.43) and the presence of rats in the environment (OR= 1.57; 95% CI: 1.02–2.42). These findings suggest that both host-related and environmental factors play important roles in leptospirosis occurrence and may inform more targeted prevention and control strategies in Central Java Province.
Read More
S-12180
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wayan Apriyani; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan
T-885
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutammimul Ula; Pembimbing: Yovsah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Dian Meutia Sari
Abstrak: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan drah diastolic ≥ 90 mmHg yang berlangsung lama. Sering tidak menunjukkan gejala dan tidak terdeteksi dini, baru disadari apabila telah menyebabkan gangguan organ. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubuungan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep Tahun 2019. Sampel penelitian ini adalah penduduk yang berusia > 18 tahun yang berkunjung ke puskesmas. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 101 responden, dengan uji statistik Chi-Square. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu pemeriksaan fisik (tekanan darah, berat badan dan tinggi badan) dan isian kuesioner. Penelitian ini dilakukan bulan Mei-Juni 2019. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil yang terdapat hubungan bermakna secara statistic yaitu Riwayat Keluarga (OR=2,87: 95%CI=1,27-6,50), Pendidikan (OR=2,79: 95%CI=1,17-6,69), Obesitas (OR=8,38: 95%CI=2,30-30,65), Kebiasaan menkonsumsi makanan asin (OR=7,16: 95%CI=2,91-17,67). Perlunya peningkatan hidup sehat sebagai pencegahan komplikasi ataupun pencegahan munculnya hipertensi di masyarakat. Kata Kunci: Hipertensi, puskesmas, faktor risiko hipertensi, cross sectional
Read More
S-10023
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nafikhatul Khikmah; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Helda, Dyah Armi Riana
Abstrak:
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk usia ≥ 18 tahun sebesar 25,8% dan mengalami kenaikan pada tahun 218 menjadi 34,11%. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan prevalensi hipertensi tertingi keempat di Indonesai pada tahun 2018 dengan angka prevalensi sebesar 37,57% dan angka tersebut melebihi angka nasional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubugan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia ≥ 18 tahun di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Riskesdas 2018 di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 62.482 responden. Uji statistik yang dilakukan yaitu uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥ 18 tahun di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 sebesar 38,6%. Terdapat 11 variabel yang mempunyai hubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi. Variabel tersebut, yaitu usia (PR=2,44; 95% CI: 2,37-2,50), jenis kelamin (PR=0,87; 95% CI: 0,85- 0,89), pendidikan (PR=1,44; 95% CI: 1,40- 1,47), status pekerjaan (PR=1,18; 95% CI: 1,16- 1,21), perilaku merokok (PR=0,78; 95% CI: 0,76- 0,80), konsumsi alkohol (PR=0,70; 95% CI: 0,63-0,77), aktivitas fisik (PR=1,20; 95% CI: 1,17- 1,23), konsumsi makanan manis (PR=0,89; 95% CI: 0,87- 0,90), konsumsi minuman manis (PR=0,89; 95% CI: 0,87- 0,92), konsumsi makanan asin (PR=0,93; 95% CI: 0,92-0,95), dan konsumsi makanan berlemak/ berkolesterol/ gorengan (PR=0,91; 95% CI: 0,89- 0,93). Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa terdapat hubugan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan; perilaku merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik; konsumsi makanan manis, minuman manis, makanan asin, makanan berlemak/ berkolesterol/ gorengan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia ≥ 18 tahun di Provinsi Jawa Tengah.

Based on Riskesdas data in 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia in people aged ≥ 18 years was 25.8% and increased in 2018 to 34.11%. Central Java Province was the province with the fourth highest prevalence of hypertension in Indonesia in 2018, with a prevalence rate of 37.57%, and this figure exceeds the national rate. This research was conducted to determine the factors associated with the incidence of hypertension in residents aged ≥ 18 years in Central Java Province in 2018. This research was conducted using a cross-sectional study design using secondary data from Riskesdas 2018 in Central Java Province, totaling 62.482 respondents. The statistical test performed was the chi-square test. The results showed that the prevalence of hypertension in residents aged ≥ 18 years in Central Java Province in 2018 was 38.6%. There are 11 variables that have a significant relationship with the incidence of hypertension. These variables are age (PR=2.44; 95% CI: 2.37-2.50), gender (PR=0.87; 95% CI: 0.85-0.89),education (PR=1.44; 95% CI: 1.40-1.47), employment status (PR=1.18; 95% CI: 1.16-1.21), smoking behavior (PR=0.78; 95% CI: 0.76-0.80), alcohol consumption (PR=0.70; 95% CI: 0.63-0.77), physical activity (PR=1.20; 95%CI: 1.17- 1.23), consumption of sweet foods (PR=0.89; 95% CI: 0.87- 0.90),consumption of sweet drinks (PR=0.89; 95% CI: 0.87- 0.92), consumption of salty (PR=0.93; 95% CI: 0.92- 0.95), and consumption of fatty/cholesterol/friedfoods (PR=0.91; 95% CI: 0.89- 0.93). This study concludes that there is a relationship between age, gender, education, employment status; smoking behavior,alcohol consumption, physical activity; consumption of sweet foods, sweet drinks, salty foods, and fatty/cholesterol/fried foods with the incidence of hypertension in people aged ≥ 18 years in Central Java Province.
Read More
S-11300
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive