Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33962 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bambang Heriyanto; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Syahrizal Syarif, Mondastri Korib Sudaryo, Haslinda
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Bambang Heriyanto PrgramStudi : Epidemiologi Judul : Hubungan Kepemilikan Jaminan Kesehatan dengan Pemilihan Persalinan di Fasilitas Kesehatan Pembimbing : Prof. Dr. dr. Sudarto Ronoatmodjo, SKM, M.Sc Di Provinsi Jambi, kabupaten dengan cakupan persalinan terendah di fasilitas kesehatan yaitu kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar 32,42% pada tahun 2016.Secara nasional, sebanyak 50,5% penduduk Indonesia belum memiliki jaminan kesehatan. Di Provinsi Jambi, sebanyak 61,9% penduduk belum memiliki jaminan kesehatan. (Riskesdas, 2013). Tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan antara kepemilikan jaminan kesehatan terhadap pemilihan  persalinan di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2018 dan menilai hubungan antara kepemilikan jaminan terhadap pemilihan persalinan di Fasilitas Kesehatan setelah dikontrol dengan variabel-variabel lain seperti: usia, pendidikan, pekerjaan dan keterjangkuan fasilitas kesehatan.Penelitian ini menggunakan desain mixed method, yang mengkombinasikan antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan data sekunder yaitu data dari hasil pendataan keluarga sehat Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang telah dilaksanakan di kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2017. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang menjadi target pendataan di wilayah kerja kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2017. Sampel adalah ibu rumah tangga yang memiliki anggota keluarga berumur < 12 bulan, yaitu sebanyak 484 responden. Uji statistik pada analisis bivariat menggunakan chisquare test dan multivariat menggunakan cox regresi. Hasil analisis menunjukkan prevalensi ibu bersalin melakukan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 64,3%, ibu bersalin yang memiliki jaminan kesehatan 49%, serta terdapat hubungan antara kepemilikan jaminan kesehatan dengan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan, Ibu bersalin yang memiliki jaminan kesehatan mempunyai peluang 1,9 kali melakukan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan dibandingkan dengan ibu bersalin yang tidak memiliki jaminan kesehatan setelah dikontrol dengan variabel-variabel usia, pendidikan, pekerjaan dan keterjangkuan fasilitas kesehatan (PR : 1,934 95%CI : 1,146 – 3,263). Alasan ibu bersalin memilih persalinan difasilitas kesehatan karena memiliki jaminan kesehatan dan keterjangkauan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2018.  Disarankan perlu peningkatan dalam hal penyebarluasan informasi mengenai keikutsertaan jaminan kesehatan (BPJS) terutama dalam hal prosedur pendaftaran dan infromasi yang lain, peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran untuk mengatasi masalah akses persalinan di fasilitas kesehatan. Kata kunci : Persalinan di fasilitaskesehatan,  jaminankesehatan, mixed method


ABSTRACT Name : BambangHeriyanto Prgram Study : Epidemiology Title : Relationship of Ownership of Health Insurance with Elections Delivery at Health Facilities Counselor : Prof. Dr. dr. Sudarto Ronoatmodjo, SKM, M.Sc In Jambi Province, the district with the lowest coverage in health facilities is East TanjungJabung Regency at 32.42% in 2016. Nationally, 50.5% of Indonesians do not have health insurance. In Jambi Province, 61.9% of the population does not have health insurance. (Riskesdas, 2013). The objective of the study is to know the relationship between health insurance ownership to the election of delivery at Health Facility in East TanjungJabung Regency in 2018 and to assess the relationship between the ownership of the guarantee on the selection of delivery at the Health Facility after being controlled with other variables such as age, education, employment and health facility. This research uses mixed method design, which combines quantitative approach and qualitative approach. By using secondary data that is data from the result of healthy family data collection of Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK) which has been implemented in East TanjungJabung Regency Year 2017. Target population in this research is all family which become target of data at work area of Regency TanjungJabungTimur Year 2017. Samples are housewives who have family members <12 months old, that is as many as 484 respondents. Statistical test on bivariate analysis using chi square test and multivariate using cox regression.The results of the analysis show that the prevalence of maternity delivery in health facilities is 64.3%, maternity mothers with 49% health insurance, and there is a relationship between the ownership of health insurance with the selection of delivery in health facilities, 9 times the selection of deliveries in health facilities compared with mothers who do not have health insurance after being controlled with age, education, employment and health facilities (PR: 1,934 95% CI: 1,146 - 3,263). The reasons for maternity mothers choose delivery in health facilities because they have health insurance and affordability of health facilities in the district of TanjungJabungTimur 2018. It is suggested to increase the dissemination of information regarding the participation of health insurance (BPJS) especially in the procedures of registration and other information, the improvement of community empowerment through the provision of Birth Ward to address the issue of access to delivery at a health facility. eywords : Delivery in health facilities, health insurance, mixed method

Read More
T-5172
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rajunitrigo; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: ANwar Hasan, Yovsyah, Milwiyandi, Jajang Mulyana
T-4936
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kadarusman; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Wahyono, Tri Yunis Miko, Yovsyah, Tulus Riyanto, Syafriyal
T-3084
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyimes Presidiana Wardhani; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Rahmadewi, Maria Ekoriano
Abstrak:
Pendahuluan: Sebagian besar kematian ibu dapat dicegah jika kelahiran dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Wanita yang tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan menjadi hambatan dalam pemanfaatan layanan persalinan. Seringkali ibu hamil tidak dapat menentukan tempat persalinannya karena keputusan tersebut ditentukan suami, mertua atau anggota keluarga lainnya. Keterlambatan mengambil keputusan pada tingkat keluarga berdampak pada keterlambatan memperoleh pertolongan difasilitas kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara partisipasi wanita dalam mengambil keputusan di rumah tangga dengan pemilihan tempat persalinan berdasarkan analisis data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sumber data berasal dari data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel penelitian ini yaitu wanita usia subur 15-49 tahun yang pernah melahirkan anak terakhir pada tahun 2012-2017 dengan data yang lengkap yakni 14.310 responden. Data dianalisis menggunakan regresi cox dan besar pengaruh dinyatakan dalam bentuk prevalensi rasio dengan confident interval (CI) 95%. Hasil: Proporsi wanita yang melahirkan pada bukan fasilitas kesehatan sebesar 26,5%, dan sebanyak 30,7% wanita tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan di rumah tangga. Setelah mengendalikan variabel tempat tinggal dan status ekonomi. wanita yang tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di rumah tangga memiliki risiko 1,633 (95%CI 1,531-1,741) kali untuk melahirkan di bukan fasilitas kesehatan dibandingkan wanita yang berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di rumah tangga. Kesimpulan: Wanita yang tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di rumah tangga berhubungan signifikan dengan persalinan di bukan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya promosi kesehatan mengenai hak-hak reproduksi wanita, kesetaraan gender, serta melakukan kajian mengenai daerah yang masih menyakini persalinan di dukun.

Background: Maternal mortality can be prevented by delivering in a health care facility. Women who are not involved in decision making are barriers to using health facilities. Pregnant women often cannot determine the place of delivery because the decision is determined by their husband, parents-in-law or other family members. The delays of decision- making at the family level results in delays in getting help at health facilities. Objective: To determine the relationship between women's participation in household decision making with the selection of place of delivery based on analysis of the 2017 Indonesian Demographic Health Survey data. Methods: Designs study was sross-sectional and data was obtained from the Indonesia Demographic Health Survey 2017. Sample was women of childbearing age 15-49 years who had given birth to the last child in 2012-2017 with complete data, total 14,310 respondents. Data were analyzed using Cox regression and the effect was expressed by prevalence ratio (PR) with a 95% confidence interval (CI). Results: The proportion of women giving birth in non-health facilities was 26.5%, and 30.7% of women were not involved in in household decision making. After controlling residence and economic status, women who did not participate in household decision making had a risk of 1,633 (1,531-1,741) times to give birth in non-health facilities compared to women who participated in household decision making. Conclusion: Women who did not participate in household decision making were significantly related to deliveries in non-health facilities. Therefore, the government needs to promote women's reproductive, gender equality, and conduct a study of regions that still birth in dukun.

Read More
T-5849
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedy Kurniawan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Ella Nurlaela Hadi, Dewi Syarifah, Didik Supriyono
T-2535
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Ayu Pertiwi; Pembimbing: Nurhayati Adnan Prihartono; Penguji: Trisari Anggondowati, Sulistyo
Abstrak:
Latar Belakang Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang sudah lama ada dan masih menjadi salah satu penyakit menular utama di dunia. Indonesia menempati peringkat 2 hanya setelah India dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Target global dan milestone untuk penurunan insiden dan kematian TBC telah ditetapkan sebagai bagian dari SDGs dan End TBC. Strategi TBC pada akhir tahun 2030 yaitu penurunan 90% kematian TBC dan 80% penurunan insiden TBC. Belum seluruh fasyankes melaporkan terduga dan kasus tuberkulosis ke sistem informasi nasional TBC, maka berdasarkan Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024 dan rencana interim 2025-2026 dilakukan penguatan jejaring layanan dengan melibatkan fasyankes pemerintah maupun swasta (Public-Private Mix/PPM). Jejaring Layanan TBC di Fasilitas Kesehatan Pemerintah-Swasta Berbasis Kabupaten/Kota atau District-Based Public-Private Mix (DPPM). DPPM dapat mengatasi kesenjangan dalam hal penemuan kasus TBC, kualitas pelayanan TBC maupun pelaporan kasus TBC. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan menganalisis data sekuder dari register TBC 06 dan TBC 16 Aplikasi SITB Direktorat Jenderal P2P Kemenkes RI dengan jumlah 80 kabupaten/kota yang menjadi wilayah prioritas implementasi PPM di Indonesia Tahun 2023. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 24. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa wilayah implementasi PPM melaporkan notifikasi lebih besar yaitu 56% dibandingkan wilayah bukan PPM sebesar 44% dengan jumlah fasyankes dan jumlah ketersediaan alat TCM yang lebih sedikit dari wilayah bukan PPM. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa jumlah fasyankes (r = 0.774), ketersediaan alat TCM (r = 0.767), dan investigasi kontak (r = 0.672) berkorelasi kuat terhadap notifikasi kasus tuberkulosis pada implementasi PPM di Indonesia Tahun 2023. Kesimpulan dan Saran: Implementasi PPM di Indonesia Tahun 2023 berkontribusi besar terhadap notifikasi kasus tuberkulosis di Indonesia. Jumlah Fasyankes, ketersediaan alat TCM dan investigasi kontak berhubungan signifikan dan kuat terhadap notifikasi kasus tuberculosis. Dengan memperluas wilayah implementasi diharapkan dapat meningkatkan jumlah notifikasi kasus dengan keterlibatan sektor pemerintah dan swasta sehingga semakin memperbesar capaian pada program pengendalian tuberkulosis di Indonesia.

Background Tuberculosis (TBC) is a long-standing disease and remains one of the world's major infectious diseases. Indonesia ranks 2nd only to India with the most TBC cases in the world. Global targets and milestones for reducing TBC incidence and mortality have been set as part of the SDGs and End TBC. The TBC strategy by the end of 2030 is a 90% reduction in TBC deaths and 80% reduction in TBC incidence. Not all health facilities have reported TBC suspects and cases to the national TBC information system, so based on the National Strategy for Tuberculosis Control in Indonesia 2020-2024 and the interim plan 2025-2026, a service network was strengthened by involving public and private health facilities (Public-Private Mix/PPM). District-Based Public-Private Mix (DPPM) TBC Service Networks in Public-Private Health Facilities. DPPM can address gaps in TBC case finding, quality of TBC services and TBC case reporting. Methods This study used an ecological study design by analyzing secondary data from the TBC 06 and TBC 16 registers of the SITB Application of the Directorate General of P2P Ministry of Health, Republic of Indonesia with a total of 80 districts / cities which are priority areas for PPM implementation in Indonesia in 2023. Data were analyzed univariately and bivariately using SPSS version 24. Results: The results of univariate analysis showed that PPM implementation areas reported more notifications at 56% compared to non-PPM areas at 44% with fewer number of health facilities and availability of TCM equipment than non-PPM areas. Correlation test results showed that the number of health facilities (r = 0.774), availability of TCM equipment (r = 0.767), and contact investigation (r = 0,672) has streght corelation to the notification of tuberculosis cases in PPM implementation in Indonesia in 2023. Conclusions and Suggestions: The implementation of PPM in Indonesia in 2023 contributes significantly to the notification of tuberculosis cases in Indonesia. Total health facilities, availability of TCM tools and contact investigation have a significant and strong association with TB case notification. Expanding the implementation area is expected to increase the number of case notifications with the involvement of the government and private sectors, thus increasing the achievements of the TBC control program in Indonesia.
Read More
S-11725
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurjannah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Regina Tiolina Sidjabat
Abstrak: Hepatitis A merupakan penyakit hepatitis akut yang disebabkan oleh virus RNA golongan picornaviridae yang dapat ditemukan dalam tinja penderita. Sarana utama penyebaran Hepatitis A ini melalui fecal-oral yang erat kaitannya dengan 3 hal yaitu air, sanitasi, dan higiene. Tiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dikarenakan tanpa toilet atau sanitasi yang baik, air akan mengontaminasi feses dan tanpa air bersih praktek higiene tidak dapat dilaksanakan. Hal ini yang menjadi landasan penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui hubungan penggunaan dan kepemilikan jamban dengan kejadian Hepatitis A di Sekolah X Kabupaten Bogor tahun 2019 sebelum dan sesudah dikontrol oleh variabel kovariat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control dan pendekatan kualitatif dengan metode forum group discussion (FGD) untuk mendapat gambaran kondisi lingkungan sekolah dan penjamah makanan. Jumlah sampel kasus dalam penelitian ini adalah 30 orang dengan perbandingan kelompok kontrol 1:5 yaitu sebanyak 150 orang. Hasil penelitian ini tidak mampu membuktikan adanya hubungan secara statistik antara penggunaan dan kepemilikan jamban dengan kejadian hepatitis A sebelum dikontrol dengan variabel kovariat dengan p-value 0,254 dan OR 0,591 (CI 95% 0,239-1,462) dan sesudah dikontrol dengan variabel kovariat (kebiasaan mencuci tangan pakai sabun setelah BAB, kebiasaan membawa air minum dari rumah, pengolahan air minum, dan jenis kelamin) dengan p-value 0,146 dan OR 0,488 (CI 95% 0,185-1,284)
Read More
T-6037
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amala Rahmatia Putri; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Mularsih Restianingrum
S-9832
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septiana Lazasniti; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Muhamad Yusuf
Abstrak: Persentase persalinan bedah sesar di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2012-2017 dari 12% menjadi 17%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren jumlah fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan persalinan bedah sesar di Indonesia tahun 2007-2017 serta faktor yang memengaruhi persalinan bedah sesar di Indonesia tahun 2017. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2007, 2012, dan 2017. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tren jumlah fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan persalinan bedah sesar di Indonesia pada tahun 2007-2017 mengalami peningkatan. Hasil analisis didapatkan faktor confounding yaitu paritas dan jarak kelahiran. Kekuatan hubungan faktor yang memengaruhi persalinan bedah sesar di Indonesia pada tahun 2017 yaitu penolong persalinan adalah tenaga kesehatan spesialis (OR= 8,54), kehamilan kembar (OR= 2,48), kunjungan ANC ≥4 kali (OR= 1,51), indeks kepemilikan tinggi atau kuintil 4 dan 5 (OR= 1,20), tempat tinggal di perkotaan (OR= 1,13), indeks kepemilikan rendah atau kuintil 1 dan 2 (OR= 0,80), tempat persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan swasta (OR= 0,79), dan pemeriksa ANC oleh bukan tenaga kesehatan (OR= 0,37). Pilihan persalinan melalui bedah sesar perlu dipertimbangkan lagi berdasarkan faktor risikonya.
Read More
S-9950
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gian Sugianto; Pembimbing: Ratna Juwita; Penguji: Syahrizal Syarif, I Nyoman Kandun, Budi Pramono
Abstrak:

ABSTRAK Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Tiram Kabupatan Batu Bara merupakan wilayah endemis malaria dan masuk urutan tiga besar. Letak geografis wilayah puskesmas berada di wilayah pantai dari segi lingkungan rumah mempunyai kondisi yang berisiko sebagai jalan masuknya nyamuk anopheles antara lain kondisi dinding yang tidak rapat, tidak terapasangnya kawat kasa pada ventilasi dan tidak adanya plafon. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lingkungan rumah dengan kejadian malaria di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara tahun 2011. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Kasus dan kontrol adalah subjek yang berkunjung ke puskesmas yang ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis. Kasus adalah penderita berusia lima tahun keatas dengan gejala klinis malaria disertai dengan hasil pemeriksaan sediaan darah menunjukan positif mengandung plasmodium. Kontrol adalah pengunjung puskesmas berusia lima tahun ke atas dengan gejala demam tetapi hasil pemeriksaan sediaan darah menunjukan negatif malaria. Variabel lingkungan rumah yang diobservasi meliputi kondisi dinding rumah, keberadaan kawat kasa ventilasi dan keberadaan plafon. Variabel kovariat terdiri dari kebiasaan menggunakan kelambu, kebiasaan keluar malam, keberadaan tempat perkembangbiakan nyamuk, keberadaan semak. Analisis stratifikasi menunjukan ada modifikasi efek antara variabel lingkungan rumah dengan tiga variabel kovariat; kebiasaan keluar malam, keberadaan tempat perkembangbiakan nyamuk, keberadaan semak, dari empat variabel kovariat tidak ditemukan adanya confounder. Nilai OR hubungan lingkungan rumah dengan kejadian malaria 2,22 (95% CI: 1,04 – 4,76), artinya responden dengan lingkungan rumah kurang baik berisiko 2,22 kali terkena malaria dibandingkan dengan responden dengan lingkungan rumah baik. Kesimpulan ada hubungan lingkungan rumah dengan kejadian malaria di wilayah Puskesmas Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara


 

ABSTRACT Batu Bara district is a region of malaria endemic due to its geographic in a coastal area. Also the housing condition such as gap in the wall, ventilation without wire netting, and homes without ceiling make anopheles as malaria vector to break through into the house. Reseach objectives to determines relationship between housing condition and malaria incidence in Puskesmas Tanjung Tiram, Batu Bara District in 2011. This study uses a case-control design. The case were people over 5 years with clinical symptoms of malaria and the blood examination showed positif plasmodium results. The controls were people over 5 years who visited Puskesmas with fever symptom but blood examination showed negative ones. Housing condition variables that observed include the walls condition, the presence of wire netting ventilation and ceiling. Covariate variable studied include the habit of using bed nets, night outs habit, mosquitos breeding sites and the shrubs. Stratification analysis showed effect modification between housing condition variables with three covariates variables; night outs habit, the presence of mosquito breeding sites, the presence of shrubs, of four variables covariates did not find any confounder. OR value relationship of housing condition with malaria incidence is 2,22 (95% CI: 1,04 – 4,76), means respondent with poorly housing condition has 2,22 times more chance to suffer malaria than respondent with the good ones. Conclusion there is a relationship the housing condition and the incidence of malaria in Puskesmas Tanjung Tiram, Batu Bara District in 2011.

Read More
T-3367
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive