Ditemukan 40937 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ratna Mutu Manikam; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Trini Sudiarti, Suroto, Ali Subekhan
Abstrak:
Kegemukan dan obesitas pada remaja memiliki dampak yaitu meningkatan risiko terhadap berbagai penyakit kardiovaskular dan hipertensi. Salah satu penyebab terjadinya kegemukan dan obesitas adalah gaya hidup modern dengan pola makan yang tidak sehat seperti sering mengkonsumsi makanan siap saji. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsumsi makanan siap saji dan faktor lain penyebab kejadian kegemukan dan obesitas pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode pengambilan data total sampling dengan jumlah sampel 172 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner dan recall (2x24 jam). Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan regresi logistik ganda model faktor risiko (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kegemukan dan obesitas pada siswa sebesar 40.7%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada perbedaan kejadian kegemukan dan obesitas pada siswa berdasarkan konsumsi makanan siap saji (p=0.01), jenis kelamin (p=0.008), aktivitas fisik (p=0.001), kebiasaan sarapan (p=0.01), asupan protein (p=0.006), durasi tidur (p=0.001), dan besar uang jajan (p=0.001). Hasil uji regresi logistik ganda model faktor risiko menunjukkan bahwa konsumsi makanan siap saji merupakan faktor risiko penyebab kejadian kegemukan dan obesitas pada siswa setelah dikontrol oleh variabel kebiasaan sarapan dan besar uang jajan. Mengubah pola makan menjadi gizi seimbang sangat penting sebagai upaya pencegahan kegemukan dan obesitas pada remaja.
Kata kunci: Kegemukan, Obesitas, Makanan Siap Saji, Remaja
Overweight and obesity in adolescents has affects increase of cardiovascular disease and hypertension. A modern lifestyle with an unhealthy intake is one of causes overweight and obesity. The purpose of this study is to identify fast food consumption and other factors causes overweight and obesity. This study was a cross sectional design with total sampling technique (172 sample). Data collection consist of anthropometric measurements, filling out the questionnaire, and recall (2x24 hour). Data analysis using chi square test (bivariat) and multiple logistic regression risk factor model (multivariat). The prevalence of overweight and obesity in adolescents was 40.7%. Fast food consumption (p=0.01), gender (p=0.008), physical activity (p=0,001), breakfast habit (p=0,01), protein intake (p=0.006), sleep duration (p=0.001), and pocket money (p=0,001) had a significant relationship with overweight and obesity. Fast food consumption is associated with overweight and obesity after being controlled with breakfast habit and pocket money. Consumption of food with balanced nutrition is important as an effort to prevent overweight and obesity in adolescents.
Keywords: Overweight, Obesity, Fast Food, Adolescents
Read More
Kata kunci: Kegemukan, Obesitas, Makanan Siap Saji, Remaja
Overweight and obesity in adolescents has affects increase of cardiovascular disease and hypertension. A modern lifestyle with an unhealthy intake is one of causes overweight and obesity. The purpose of this study is to identify fast food consumption and other factors causes overweight and obesity. This study was a cross sectional design with total sampling technique (172 sample). Data collection consist of anthropometric measurements, filling out the questionnaire, and recall (2x24 hour). Data analysis using chi square test (bivariat) and multiple logistic regression risk factor model (multivariat). The prevalence of overweight and obesity in adolescents was 40.7%. Fast food consumption (p=0.01), gender (p=0.008), physical activity (p=0,001), breakfast habit (p=0,01), protein intake (p=0.006), sleep duration (p=0.001), and pocket money (p=0,001) had a significant relationship with overweight and obesity. Fast food consumption is associated with overweight and obesity after being controlled with breakfast habit and pocket money. Consumption of food with balanced nutrition is important as an effort to prevent overweight and obesity in adolescents.
Keywords: Overweight, Obesity, Fast Food, Adolescents
T-5180
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elisa; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Siti Arifah Pudjonarti, Suroto, Ali Subekhan
T-5181
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Isnaeni; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Sandra Fikawati, Sylviana Marcella
Abstrak:
Kegemukan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap kejadian kegemukan pada siswa SMA Islam Al-Azhar 2 Pejaten Jakarta Selatan tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 128 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri (meliputi berat dan tinggi badan), kuesioner mandiri dan wawancara food recall 3x24 jam. Adapun variabel yang diteliti adalah indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U), jenis kelamin, asupan zat gizi, aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, kebiasaan konsumsi minuman manis, kebiasaan sarapan serta pengetahuan gizi. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kegemukan sebesar 31,2% dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, asupat serat dan kebiasaan konsumsi minuman manis dengan kejadian kegemukan (p-value < 0,05), dimana kebiasaan konsumsi minuman manis merupakan faktor dominan kegemukan.
Kata kunci: Kegemukan, siswa, remaja, jenis kelamin, asupan serat, asupan zat gizi, minuman manis
Overweight is a common health problem in adolescent. This study aimed to identify the dominant factor associated with overweight among student at Al-Azhar 2 Islamic High School Pejaten, South Jakarta 2015. This study used a cross-sectional design with total sample 128 students. This research was conducted in April until May 2015. The data were collected by anthropometry measurements (consist of weight and height), self-administered questionnaire and food recall 3x24 hours interview. The variables studied were BAZ, sex, nutrient intake (energy, protein, carbohydrate, fat and fiber intake), physical activity, fast food consumption, sweetened beverages consumption, breakfast habit and nutrition knowledge. The result showed that the prevalence of overweight was 31,2%, and there was a significant correlation between sex, fiber intake and consumption of sweetened beverages with overweight (p-value < 0,05) and consumption of sweetened beverages as the dominant factor of overweight.
Keywords: Overweight, students, adolescent, sex, fiber intake, nutrient intake, sweetened beverages
Read More
Kata kunci: Kegemukan, siswa, remaja, jenis kelamin, asupan serat, asupan zat gizi, minuman manis
Overweight is a common health problem in adolescent. This study aimed to identify the dominant factor associated with overweight among student at Al-Azhar 2 Islamic High School Pejaten, South Jakarta 2015. This study used a cross-sectional design with total sample 128 students. This research was conducted in April until May 2015. The data were collected by anthropometry measurements (consist of weight and height), self-administered questionnaire and food recall 3x24 hours interview. The variables studied were BAZ, sex, nutrient intake (energy, protein, carbohydrate, fat and fiber intake), physical activity, fast food consumption, sweetened beverages consumption, breakfast habit and nutrition knowledge. The result showed that the prevalence of overweight was 31,2%, and there was a significant correlation between sex, fiber intake and consumption of sweetened beverages with overweight (p-value < 0,05) and consumption of sweetened beverages as the dominant factor of overweight.
Keywords: Overweight, students, adolescent, sex, fiber intake, nutrient intake, sweetened beverages
S-8638
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Noer Widyanti Nurdin; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Ahmad Syafiq, Muhammad Nasir
S-7241
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shera Dias Elvita; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Yuni Zahraini
Abstrak:
Konstipasi fungsional masih sering ditemui pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap kejadian konstipasi fungsional pada siswa SMA Islam Al-Azhar 2 Pejaten Jakarta Selatan tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 141 orang. Data yang dikumpulkan berupa status konstipasi fungsional, asupan serat, asupan cairan, aktivitas fisik, stress, IMT/U, jenis kelamin, pengetahuan gizi, konsumsi minuman probiotik dan konsumsi kopi. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner mandiri, wawancara recall 3x24 jam, serta pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi konstipasi fungsional sebesar 36,9% dan terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik, jenis kelamin dan konsumsi minuman probiotik dengan konstipasi fungsional (p-value <0,05), dimana aktivitas fisik merupakan faktor dominan konstipasi fungsional.
Kata kunci: Konstipasi fungsional, remaja, asupan serat, asupan cairan, aktivitas fisik, probiotik
Functional constipation is still common in adolescent. This study aimed to identify the dominant factors associated with functional constipation among high school student at Al-Azhar 2 Islamic High School Pejaten, South Jakarta 2015. This cross-sectional study included 141 students. The collected data were functional constipation status, fiber intake, liquid intake, physical activity, stress level, body mass index, sex, nutrition knowledge, consumption of probiotics beverages and consumption of coffee. Data were collected by self-administered questionnaire, 3x24 hour food recall interview, and measurements of weight and height. The result showed that the prevalence of functional constipation was 36,9%, and there was a significant correlation between physical activity, sex and consumption of probiotics beverages with functional constipation (p-value <0.05), and physical activity as the dominant factor of functional constipation.
Keywords: Functional constipation;
Read More
Kata kunci: Konstipasi fungsional, remaja, asupan serat, asupan cairan, aktivitas fisik, probiotik
Functional constipation is still common in adolescent. This study aimed to identify the dominant factors associated with functional constipation among high school student at Al-Azhar 2 Islamic High School Pejaten, South Jakarta 2015. This cross-sectional study included 141 students. The collected data were functional constipation status, fiber intake, liquid intake, physical activity, stress level, body mass index, sex, nutrition knowledge, consumption of probiotics beverages and consumption of coffee. Data were collected by self-administered questionnaire, 3x24 hour food recall interview, and measurements of weight and height. The result showed that the prevalence of functional constipation was 36,9%, and there was a significant correlation between physical activity, sex and consumption of probiotics beverages with functional constipation (p-value <0.05), and physical activity as the dominant factor of functional constipation.
Keywords: Functional constipation;
S-8640
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widya Aprilita Minamilail; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Eman Sumarna
S-8295
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Katondio Bayumitra Wedya; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Sylviana Marcella
Abstrak:
Kecukupan terhadap asupan air total masih sulit ditemui pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap asupan air total pada siswa SMA Islam Al-Azhar 2 Pejaten Jakarta Selatan tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan desain studi potong lintang. Jumlah sampel 134 orang. Data yang dikumpulkan berupa gambaran kebiasaan minum, karakteristik diet (asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan protein, konsumsi makanan sumber karbohidrat, konsumsi lauk hewani, konsumsi sayur dan buah), jenis kelamin, aktivitas fisik, status gizi (IMT/U), dan pengetahuan tentang air bagi tubuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan Food Frequencies Questionnaire (FFQ) secara mandiri oleh siswa, wawancara food recall 3x24 hours, serta pengukuran antropometri. Diketahui bahwa prevalensi siswa yang memiliki asupan air total cukup dari kebutuhan harian hanya 44,8% dan terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05) antara kebiasaan minum dan asupan lemak dengan asupan air total, dan kebiasaan minum merupakan faktor dominan terhadap asupan air total pada penelitian kali ini.
Kata Kunci: asupan air total, kebiasaan minum, remaja
Read More
Kata Kunci: asupan air total, kebiasaan minum, remaja
S-8755
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nisa Alifia S. Febriyani; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Triyanti, Yuni Zahraini
Abstrak:
Ketidakbugaran pada remaja memiliki hubungan yang erat dengan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap status kebugaran di SMA Islam Al-Azhar 2 Pejaten Jakarta Selatan. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan pada 116 responden usia 15-17 tahun. Status kebugaran didapatkan dengan mengklasifikasikan nilai estimasi VO2max menggunakan rumus Matsuzaka et al (2004). Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai estimasi VO2max adalah tes 20-m shuttle run, yaitu tes lari bolak-balik dalam lintasan 20 meter dengan mengikuti instruksi nada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 61,2% siswa tidak bugar. Variabel yang memiliki hubungan bermakna secara signifikan terhadap status kebugaran pada penelitian ini adalah jenis kelamin, status gizi (IMT/U dan persen lemak tubuh), asupan karbohidrat, dan asupan zat besi. Faktor dominan terhadap status kebugaran siswa SMA Islam Al-Azhar 2 Pejaten adalah IMT/U, setelah dikontrol oleh variabel jenis kelamin, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, dan asupan energi. Status gizi kegemukan dapat menyebabkan ketidakbugaran pada remaja.
Kata kunci: aktivitas fisik, asupan energi, asupan zat gizi, IMT/U, jenis kelamin, kebugaran, persen lemak tubuh, remaja, tes 20-m shuttle run
Read More
Kata kunci: aktivitas fisik, asupan energi, asupan zat gizi, IMT/U, jenis kelamin, kebugaran, persen lemak tubuh, remaja, tes 20-m shuttle run
S-8754
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shinta Rahmawati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Salimar
S-7955
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rita Chairani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, S.R. Tri Handari
S-7156
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
