Ditemukan 30425 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nura Suciati Fauzia; Pemimbing: Asih Setiarini, Triyanti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Yuni Zahraini, Nurfi Afriansyah
Abstrak:
Konsep literasi gizi telah diuraikan dalam literasi kesehatan. Literasi gizi berartimenjadi suatu fungsi untuk mendapatkan, memproses, memahami informasi gizidan keterampilan yang diperlukan untuk membuat gizi yang tepat. Tujuanpenelitian untuk mengetahui hubungan antara literasi gizi dengan status gizi siswakesehatan Yayasan Annisa Jaya Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metodekuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengantotal sampling dengan jumlah 120 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukandengan melakukan pengukuran antropometri untuk mengetahui status giziberdasarkan IMT dan pengisian kuesioner yang diadopsi dari Nutritional LiteracyScale (NLS). Pengolahan dan analisis data menggunakan model chi square danregresi logistik faktor risiko. Hasil penelitian menyebutkan rendahnya tingkatliterasi gizi pada mahasiswa kesehatan Yayasan Annisa Jaya Bogor sebesar 59%.Sedangkan untuk status gizi mahasiswa, status gizi kurus sebanyak 44,5%, gemuk25,7%, dan normal 29,8%. Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan yangsignifikan antara literasi gizi dengan status gizi mahasiswa (p = 0,019), sementaratidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, tempat tinggal, tingkatsemester, dan program studi dengan status gizi (p = ≥0,05). Mengubah polamakan menjadi gizi seimbang dan meningkatkan literasi gizi sangat pentingsebagai upaya untuk mempertahankan status gizi yang baik.Kata kunci:Literasi, literasi kesehatan, literasi gizi, IMT, status gizi, mahasiswa
The concept of nutritional literacy has been described in health literacy. Nutritionliteracy means being a function to acquire, process, understand the nutritionalinformation and skills necessary to make proper nutrition. The purpose of thisresearch was to know the correlation between nutritional literacy and nutritionalstatus of health students of Annisa Jaya Foundation Bogor. This research is doneby quantitative method with cross sectional design. Sampling technique with totalsampling with total 120 students. The data collection was done by measuringanthropometry to determine the nutritional status based on IMT and filling thequestionnaire adopted from Nutritional Literacy Scale (NLS). Processing anddata analysis using chi square model and logistic regression of risk factor. Theresult of this research mention the low level of nutrition literacy in health studentof Annisa Jaya Foundation Bogor 59%. As for the nutritional status of students,nutritional status of 44.5%, 25.7%, and 29.8% normal. The result of chi squaretest showed that there was a significant correlation between nutritional literacyand student's nutritional status (p = 0,019), while there was no correlationbetween age, sex, residence, semester level, and study program with nutritionalstatus (p = ≥0, 05). Changing diets into balanced nutrition and increasingnutritional literacy is very important as an effort to maintain good nutritionalstatus.Keywords: Literacy, health literacy, nutritional literacy, nutritional status, BMI,students.
Read More
The concept of nutritional literacy has been described in health literacy. Nutritionliteracy means being a function to acquire, process, understand the nutritionalinformation and skills necessary to make proper nutrition. The purpose of thisresearch was to know the correlation between nutritional literacy and nutritionalstatus of health students of Annisa Jaya Foundation Bogor. This research is doneby quantitative method with cross sectional design. Sampling technique with totalsampling with total 120 students. The data collection was done by measuringanthropometry to determine the nutritional status based on IMT and filling thequestionnaire adopted from Nutritional Literacy Scale (NLS). Processing anddata analysis using chi square model and logistic regression of risk factor. Theresult of this research mention the low level of nutrition literacy in health studentof Annisa Jaya Foundation Bogor 59%. As for the nutritional status of students,nutritional status of 44.5%, 25.7%, and 29.8% normal. The result of chi squaretest showed that there was a significant correlation between nutritional literacyand student's nutritional status (p = 0,019), while there was no correlationbetween age, sex, residence, semester level, and study program with nutritionalstatus (p = ≥0, 05). Changing diets into balanced nutrition and increasingnutritional literacy is very important as an effort to maintain good nutritionalstatus.Keywords: Literacy, health literacy, nutritional literacy, nutritional status, BMI,students.
T-5185
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eko Cipako Sinamo; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fatmah Yusron, Iskandar
S-7109
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Assyfa Azatil Ismah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Evi Fatimah
Abstrak:
Anemia defisiensi besi adalah suatu kondisi tubuh kekurangan zat besi dalam aliran darah yang memiliki dampak antara lain mudah lelah, produktivitas menurun, risiko perdarahan selama dan setelah melahirkan, kelahiran bayi prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), perkembangan anak dan remaja terhambat, hingga kematian. Prevalensi anemia di Provinsi DKI Jakarta pada perempuan menurut Riskesdas tahun 2007 mencapai 27,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi gizi dan faktor lainnya (status gizi, asupan protein, asupan zat besi, siklus menstruasi, dan lama menstruasi) dengan status anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian tidak menggunakan random sampling, tetapi ditentukan melalui metode quota sampling yang disesuaikan dengan pihak sekolah. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 122 siswi dari kelas 10 dan 11. Data diambil dengan melakukan proses pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), pengukuran kadar hemoglobin dengan HemoCue Hb 201+ System, pengisian kuesioner literasi gizi, dan wawancara kebiasaan makan dengan food recall 2x24 jam. Data yang terkumpul akan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Prevalensi anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019 sebesar 54,9%. Hasil penelitian bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat literasi gizi fungsional, status gizi, dan asupan zat besi dengan status anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019 (p-value < 0,1).
Kata kunci: Anemia, asupan zat besi, literasi gizi, siswi, status gizi
Read More
Kata kunci: Anemia, asupan zat besi, literasi gizi, siswi, status gizi
S-10095
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Karina Friadita; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Nenden Solihatul Zannah, Susmiati
Abstrak:
Read More
Literasi gizi telah didefinisikan sebagai kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi gizi dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi gizi fungsional pada mahasiswa program sarjana Angkatan 2018 Universitas Andalas di Sumatera Barat serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan sampel penelitian mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi gizi fungsional pada mahasiswa ini menggunakan alat instrumen yakni The Newest Vital Sign (NVS). Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa sebesar 2,65 yakni termasuk kurang memadai. Terdapat hubungan yang signifkan antara suku, bidang keilmuan dan kepemilikan asuransi dengan tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa. Diperlukan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman literasi gizi fungsional pada mahasiswa seperti seminar tahunan atau diskusi publik bersama professional
Nutritional literacy has been defined as the capacity to acquire, process and understand information and the skills needed to make appropriate nutritional decisions. This study aims to determine the level of functional nutrition literacy in students Batch 2018 Andalas University undergraduate program in West Sumatra and the factors related to it. This study used secondary data from the 2019 Health Literacy Study with a sample of 2018 batch students from 15 faculties at Andalas University (n=363). The instrument that been used in this research is The Newest Vital Sign (NVS). The results of this study show that the average score for thefungctional nutrition literacy level of students is 2.65 out of a scale of 4, limited literacy. There is a significant relationship between ethnicity, academic background and insurance ownership with the level of student nutritional literacy. Educational programs are needed to increase understanding of nutritional literacy in students such as annual seminars or public discussions with professionals
T-6645
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitya Safira Birahmatika; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ganefi, Hera
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan, karakteristik individu, asupan energi dan zat gizi, kebiasaan mengemil, aktivitas fisik, durasi tidur, dan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Status gizi diukur dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan. Kebiasaan sarapan, karakteristik individu, kebiasaan mengemil, durasi tidur, dan tingkat stres diukur dengan kuesioner yang diisi sendiri. Asupan energi dan zat gizi diukur dengan wawancara Food Frequency Questionnaire semi-kuanititatif. Aktivitas fisik diukur dengan wawancara Global Physical Activity Questionnaire. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel sebanyak 142 responden. Penarikan sampel menggunakan teknik systematical simple random dan pengambilan data dilakukan selama bulan AprilMei 2015. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin (P value=0,015), status merokok (P value=0,008), asupan energi (P value=0,000), asupan karbohidrat (P value=0,025), dan asupan lemak (P value=0,004) dengan status gizi. Disarankan agar mahasiswa mengatur pola makan yang lebih sehat dan menjaga aktivitas fisiknya. Di samping itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia mendukung adanya kerja sama dengan instansi atau lembaga yang bekerja di bidang gizi dan kesehatan.
Kata kunci : Mahasiswa, status gizi, kebiasaan sarapan, asupan zat gizi
Nutritional status is one of many determinants of health status. This research aims to describe the association between breakfast consumption, individual characteristics, energy and nutrient intake, snacking habit, physical activity, sleep duration, and stress of college students in Engineering Faculty Universitas Indonesia. Nutritional status is measured by measuring height and weight. Data about breakfast consumption, individual characteristics, snacking habit, sleep duration, and stress were collected by using self-registered questionnaire. Energy and nutrient intake were collected by conducting interview using semiquantitative Food Frequency Questionnaire. Physical activity was measured using Global Physical Activity Questionnaire by conducting interview. This research was quantitative research using cross-sectional study design involving 142 respondents. The sampling technique used systematical simple random. The data were collected during April-May 2015. The data were analyzed using Chi-Square test. The result shows that sex (P value=0,015), smoking status (P value=0,008), energy intake (P value=0,000), carbohydrate intake (P value=0,025), and fat intake (P value=0,004) were statistically associated with nutritional status. College students are suggested to eat more healthily and manage their physical activity. The faculty is suggested to support having a collaborative event related to nutrition and health.
Keywords : College students, nutritional status, breakfast consumption, nutrient intake
Read More
Kata kunci : Mahasiswa, status gizi, kebiasaan sarapan, asupan zat gizi
Nutritional status is one of many determinants of health status. This research aims to describe the association between breakfast consumption, individual characteristics, energy and nutrient intake, snacking habit, physical activity, sleep duration, and stress of college students in Engineering Faculty Universitas Indonesia. Nutritional status is measured by measuring height and weight. Data about breakfast consumption, individual characteristics, snacking habit, sleep duration, and stress were collected by using self-registered questionnaire. Energy and nutrient intake were collected by conducting interview using semiquantitative Food Frequency Questionnaire. Physical activity was measured using Global Physical Activity Questionnaire by conducting interview. This research was quantitative research using cross-sectional study design involving 142 respondents. The sampling technique used systematical simple random. The data were collected during April-May 2015. The data were analyzed using Chi-Square test. The result shows that sex (P value=0,015), smoking status (P value=0,008), energy intake (P value=0,000), carbohydrate intake (P value=0,025), and fat intake (P value=0,004) were statistically associated with nutritional status. College students are suggested to eat more healthily and manage their physical activity. The faculty is suggested to support having a collaborative event related to nutrition and health.
Keywords : College students, nutritional status, breakfast consumption, nutrient intake
S-8647
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jusephina; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Fatmah, Marudut
Abstrak:
Literasi gizi adalah tingkatan dimana seseorang memiliki kapasitas untuk menperoleh, memproses, dan memahami informasi dasar seputar gizi. Literasi gizi dapat memengaruhi pembentukan pola makan pada usia remaja dan dewasa muda. Skripsi ini meneliti tingkat literasi gizi pada mahasiswa untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengannya, antara lain jenis kelamin, rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan, dan tingkat uang saku. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional kepada 373 mahasiswa sarjana Universitas Indonesia angkatan 2017 dengan menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari tiga domain literasi fungsional, interaktif, dan kritikal. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 47.2% responden memiliki literasi gizi tidak adekuat. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan dengan tingkat literasi gizi total (p = 0.000, OR = 4.6). Rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan juga berhubungan bermakna dengan literasi gizi fungsional (p = 0.000, OR = 2.9), dengan literasi gizi interaktif (p = 0.002, OR = 2.5), dan dengan literasi gizi kritikal (p = 0.001, OR = 2.7). Kata kunci: Jenis Kelamin, Literasi gizi, Mahasiswa sarjana tahun pertama, Rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan, Uang saku. Nutrition literacy is defined as the degree to which individual has the capacity to obtain, process, and understand about basic nutrition information. Nutrition literacy can affect the formation of different diet in adolescents and young adults. This thesis examines the level of nutrition literacy among first-year undergraduate students to know about the factors associated with it, including gender, clusters of health and non-health science, and allowance. This study used cross-sectional design to 373 first-year undergraduate students in University of Indonesia by using the questionnaire instrument consisting of three domains: functional, interactive, and critical. Data were analyzed by chi-square test. The result showed that 47,2% of respondents had inadequate nutrition literacy. The result of bivariate analysis showed that there is a significant correlation between health science and non health science cluster with the total nutrition literacy rate (p = 0.000, OR = 4.6). Health science and non health science cluster were also significantly associated with the functional nutrition literacy (p = 0.000, OR = 2.9), interactive nutrition literacy (p = 0.002, OR = 2.5), and critical nutrition literacy (p = 0.001, OR = 2.7). Key words: Allowance, First-year undergraduate students, Gender, Health science and non health science cluster, Nutrition Literacy
Read More
S-9748
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indriyani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Pudjo Hartono
S-6700
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mujahidil Aslam; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Engkus Kusdinar Achmad, Dwiretno Yuliarti, Rian Anggraini
Abstrak:
ABSTRAK Remaja merupakan proses perkembangan menuju dewasa. Masa remaja ini rentan terhadap terjadinya risiko penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian desain cross sectional. Metode sampling secara simple random sampling. Tujuan penelitian mengetahui faktor dominan kejadian hipertensi pada siswa di SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11,8% dari 152 siswa di SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor mengalami hipertensi. Faktor yang berhubungan bermakna adalah jenis kelamin, IMT/U dan durasi tidur. Faktor paling dominan adalah jenis kelamin. Saran untuk siswa melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang serta mengurangi makanan yang berlemak yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan kegemukan. Kata kunci: Hipertensi, IMT/U, jenis kelamin, remaja ABSTRACT Adolescence is a process of development toward adulthood. Adolescence is vulnerable to the occurrence of the risk of degenerative diseases, one of which is hypertension. This research is a cross sectional design study. A simple random sampling method. The purpose of research to determine the dominant factors of hypertension incidence in students in SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor Year 2018. The results showed that 11.8% of 152 students in SMK Kesehatan Annisa 3 Citeurup Bogor hypertension. Related factors are gender, BMI of age and sleep duration. The most dominant factor is gender. Suggestions for students perform routine blood tests and nutritious foods and reduce fatty foods that can form high blood and obesity. Key words: Hypertension, BMI of age, gender, adolesecent
Read More
T-5184
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yusi Syamisa Cassandra; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Engkus Kusdianr Achamd, Rita Ramayulis
S-6633
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisa Rafni Rahmadani; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Sandra Fikawati, Sylviana Marcella
S-9475
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
