Ditemukan 35890 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wishnu Uzma A. Puspoprodjo; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Indri Hapsari Susilowati, Arif Susanto, Yuni Kusminanti
Abstrak:
ABSTRAK Jumlah UMKM dan pekerja UMKM di Indonesia terus mengalami peningkatan. Namun, perlindungan terhadap aspek K3 pada pekerja UMKM belum optimal. Dalam rangka menyusun model SMK3 yang efektif untuk UMKM, penelitian ini mengekplorasi tentang faktor-faktor penting yang terkait dengan penerapan SMK3 di UMKM melalui review terhadap hasil penelitian yang ada. Dari pencarian yang dilakukan terhadap database full open access dari library UI (meliputi Google Scholar. Jstor, Science Direct, SpringerLink, Taylor and Francis, proQuest) diperoleh 709.103 artikel. Melalui evaluasi uji inklusi dan ekplusi, dipilih 34 literatur. Dari 34 literatur tersebut diperoleh bahwa faktor-faktor penting yang diperlukan dalam implementasi SMK3 di UMKM adalah faktor komitmen, manajemen risiko, regulasi dan standar, keterlibatan pihak ketiga, faktor training dan sumber daya manusia, faktor ekonomi, informasi dan komunikasi, dukungan manajemen, faktor keterlibatan pengusaha dan karyawan, faktor lingkungan kerja dan karakter bisnis UMKM, dan faktor administrasi, konsultasi dan inspeksi dan intervensi. Kata kunci : Faktor Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Systematic Review, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah The number of SMEs and SMEs workers in Indonesia continues to increase. However, the frequency of aspects of OHS on SMEs workers has not been optimal. In order to develop an effective OHSMS model for SMEs, this research explores important faktors related to OHSMS implementation in UMKM through a review of existing research results. From the searches conducted on the full open access database of UI libraries (including Google Scholar Jstor, Science Direct, SpringerLink, Taylor and Francis, proQuest) obtained 709,103 articles. Through inclusion and exploration evaluation, 34 literatures were selected. From 34 literatures it is found that the important faktors needed in the implementation of SMK3 in SMEs are faktors of commitment, management, regulations and standards, risk faktors, training and human resources faktors, economic faktors, information dan communication, management, communication faktors and responsibilities, occupational faktors and business characteristics, and faktors of administration, consultation and inspection dan intervention. Keywords : Faktors of Occupational Safety and Health Management System, Systematic Review, Micro, Small and Medium Enterprises
Read More
T-5221
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Utami Ningsih; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Lena Kurniawati, Trisnajaya
Abstrak:
Kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan terkait pekerjaan bisa terjadi di industri manapun, termasuk pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM menampung lebih dari 60% angkatan kerja sehingga upaya perlindungan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu dilaksanakan. Salah satu faktor terkait orang yang dekat dengan terjadinya kecelakaan kerja dan cidera adalah motivasi keselamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan K3 dengan daftar periksa Working Improvement in Small-medium Enterprises (WISE) di UMKM Kabupaten Cianjur yang telah mendapat pembinaan K3 tahun 2014-2015 dan menilai motivasi keselamatan pekerja UMKM. Metode penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed-methods). Besar sampel yang digunakan adalah 50 UMKM dan 110 pekerja UMKM. Hasil penelitian menunjukan rata-rata dari proporsi penerapan K3 pada UMKM terpilih adalah 0,4159 (41,59%), pemenuhan dari 46 item pertanyaan WISE sebesar 36,6% (penyimpanan dan penanganan material, lingkungan fisik, proteksi bahaya listrik, penanggulangan bahaya kebakaran, dan fasilitas kesejahteraan), sangat setuju/tepat untuk alasan motivasi instrinsik sebesar 86,8% serta setuju/cukup tepat untuk alasan motivasi eksternal sebesar 50,6%. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan hambatan penereapan K3 terjadi pada level pemerintah, regulator/asosiasi, manajemen, staf, organisasi, dan teknologi. Faktor situasional pembentuk motivasi keselamatan yang paling utama adalah kepemimpinan. Kata kunci: UMKM, penerapan K3, motivasi keselamatan, daftar periksa WISE. Accidents and occupational health problems can occur in any industry, including Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). MSMEs accommodate more than 60% of the workforce so that safeguards against Occupational Safety and Health (OSH) needs to be implemented. One of the proximal person-related factors to the occurrence of accidents and injuries is safety motivation. The research purpose is to evaluate OSH implementation with checklist of Working Improvement in Small- medium Enterprises (WISE) at MSMEs of Cianjur which has got OSH training in 2014-2015 and assess the workers safety motivation. Methods of this research are mixed-methods. The sample size is 50 MSMEs and 110 workers. The results showed that the mean of the proportion of OSH applied to selected MSMEs was 0.4159 (41.59%), fulfillment of 46 items of WISE questions of 36.6% (storage and material handling, physical environment, electrical hazard protection, countermeasures fire hazard, and welfare facilities), strongly agree for reasons of intrinsic motivation of 86.8% and agree for external motivation reasons of 50.6%. Based on interviews, the obstacles of OSH implementation occurred at government level, regulator / association, management, staff, organization, and technology. The distal situational factor that most important form of safety motivation is leadership. Keywords: MSMEs, OSH implementation, safety motivation, WISE checklist.
Read More
T-4920
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuansyah Arief; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Chandra Satrya, Yuliani Chafsah
Abstrak:
UMKM merupakan salah satu industri dengan risiko yang signifikan karenalemahnya implementasi penglolaan risiko. Penelitian ini menilai tingkat risikoyang ada di UMKM pembuatan busana muslim CV. A dan UMKM pembuatanboneka CV. AT tahun 2016. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis nilaikemungkinan, pemajanan dan konsekuensi dari setiap bahaya yang teridentifikasirisiko menggunakan metode semi kuantiatif yang dikembangkan oleh W.T Fine.Diperoleh bahwa bahaya kelistrikan (instalasi) ; bahaya ergonomi (handling) ;bahaya kimia (pajanan fume) memiliki tingkat risiko very high. Bahaya mekanik(gerakan jarum) ; bahaya fisik (suhu ruangan) memiliki tingkat risiko priority 1.Bahaya kimia (pajanan debu ; pajanan solvent) ; bahaya gravitasi (tertimpa benda); bahaya fisik (pencahayaan) memiliki tingkat risiko substantial. Bahaya safety(penataan ruang) ; bahaya organisasi kerja (stress kerja) memiliki tingkat risikopriority 3. Bahaya mekanik (gerakan menggunting ; gerakan menyetrika) ; bahayafisik (tabung gas) memiliki tingkat risiko acceptable.
Kata kunci :ISO 31000, penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, tingkatrisiko
SMEs workers are exposed to significant risk due to improper implementation atrisk management. This study aimed to evaluate the risk level at two tekstile SMEsby using risk assessment method developed by W.T Fine. It was found that veryhigh risk was associated with safety hazard (electricity) ; ergonomic hazard(handling) ; chemical hazard (fume exposure). Priority 1 risk was associated withmechanical hazard (seewing) ; physical hazard (temperature). Substantial risk wasassociated with chemical hazard (dust ; solvent) ; gravity hazard (struck down)physical hazard (lightning exposure). Priority 3 was associated with safety hazard(work area) ; work organization hazard (work stress). Acceptable risk wasassociated with mechanical hazard (scissoring ; ironing) ; physical hazard (gastube).
Key word :ISO 31000, risk assessment, probability, exposure, consequences, risk level.
Read More
Kata kunci :ISO 31000, penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, tingkatrisiko
SMEs workers are exposed to significant risk due to improper implementation atrisk management. This study aimed to evaluate the risk level at two tekstile SMEsby using risk assessment method developed by W.T Fine. It was found that veryhigh risk was associated with safety hazard (electricity) ; ergonomic hazard(handling) ; chemical hazard (fume exposure). Priority 1 risk was associated withmechanical hazard (seewing) ; physical hazard (temperature). Substantial risk wasassociated with chemical hazard (dust ; solvent) ; gravity hazard (struck down)physical hazard (lightning exposure). Priority 3 was associated with safety hazard(work area) ; work organization hazard (work stress). Acceptable risk wasassociated with mechanical hazard (scissoring ; ironing) ; physical hazard (gastube).
Key word :ISO 31000, risk assessment, probability, exposure, consequences, risk level.
S-9232
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yunisa Hafisa; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Harumiti Ramli
Abstrak:
Masalah keselamatan dan kesehatan kerja pada UMKM diakibatkan lemahnyamanajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risikokeselamatan dan kesehatan kerja pada lima (5) workshop berbahan dasar logam diDesa Gunung Sari, Bogor, 2016. Metode W.T Fine yang digunakan adalah untukmenganalisis tingkat risiko dengan melihat nilai konsekuensi, pajanan, dankemungkinan dari setiap risiko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatrisiko tertinggi adalah bahaya ergonomi dan kimia.
Kata Kunci:Kemungkinan, Konsekuensi, Manajemen Risiko, Pajanan, Tingkat Risiko, UMKM
Occupational health and safety issues at SMEs were caused by lack of riskmanagement. The purpose of this study was to assess level of OHS risk at five (5)of metal-based workshop at Gunung Sari Village, Bogor, 2016. W.T Fine methodwas used for analyzing the risk level by scoring the level of consequence,exposure, and likelihood of each risk. The results showed that ergonomics andchemical hazard were categorised as very high risk level.
Keywords:Consequence, Exposure, Likelihood, Risk management, SME, Risk Level
Read More
Kata Kunci:Kemungkinan, Konsekuensi, Manajemen Risiko, Pajanan, Tingkat Risiko, UMKM
Occupational health and safety issues at SMEs were caused by lack of riskmanagement. The purpose of this study was to assess level of OHS risk at five (5)of metal-based workshop at Gunung Sari Village, Bogor, 2016. W.T Fine methodwas used for analyzing the risk level by scoring the level of consequence,exposure, and likelihood of each risk. The results showed that ergonomics andchemical hazard were categorised as very high risk level.
Keywords:Consequence, Exposure, Likelihood, Risk management, SME, Risk Level
S-9209
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fakhrul Razan; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Muhamad Dawaman
Abstrak:
Read More
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor produktif yang digerakkan oleh masyarakat dan memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Di Indonesia, penerapan K3 di UMKM masih tergolong minim. Di sisi lain, diketahui bahwa risiko cedera pada perusahaan kecil lebih tinggi daripada perusahaan besar. Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi dan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi K3 di UMKM di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk membuat pemodelan faktor individu dan faktor organisasi terhadap kecelakaan kerja di UMKM, serta mengetahui hubungan antara faktor individu dan organisasi terhadap kecelakaan kerja. Studi ini merupakan penelitian potong lintang analitik berdasarkan data sekunder. Data ini meliputi variabel faktor individu, faktor organisasi, dan kecelakaan kerja. Pemodelan dilakukan dengan metode Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) menggunakan SmartPLS pada 109 UMKM di kota Semarang, Bogor, Bekasi, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan bermakna di antara faktor individu dan faktor organisasi. Variabel faktor individu yang terdiri dari indikator perilaku dan persepsi memiliki hubungan yang positif dan bermakna baik terhadap kecelakaan kerja. Sedangkan, faktor organisasi dengan indikator komitmen, pelatihan, dan dana memiliki hubungan yang positif dan bermakna terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan penelitian ini faktor individu yang baik dapat berkontribusi untuk menurunkan kecelakaan kerja pada UMKM. Selain itu, faktor organisasi yang baik dapat berkontribusi dalam menurunkan kecelakaan kerja pada UMKM. Evaluasi dan pencegahan kecelakaan kerja berdasarkan pemodelan faktor individu dan faktor organisasi perlu diterapkan di UMKM
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are productive sectors that are driven by the community and have a very important role in the national economy. In Indonesia, the application of OHS in MSMEs is still relatively minimal. On the other hand, it is known that the risk of injury to small companies is greater than that of large companies. Therefore, it is necessary to know and analyze the factors that affect OHS in MSMEs in Indonesia. In its aims to make modelling of individual and organization factors affecting occupational accidents in MSMEs, as well as determining the relationship between individual and organizational factors on work accident. This study is an analytic cross-sectional study based on secondary data. This data included variables of individual factor, organizational factor, and occupational accident. The modelling was using Structured Equation Modelling (SEM) method using SmartPLS on 109 MSMEs in Semarang, Bogor, Bekasi, East Jakarta, and South Jakarta. There was a positive and significant relationship between individual factor and organizational factor. Individual factors variable consisting of behavior and perception, had a positive and significant relationship both to work accidents. Meanwhile, organizational factors, including commitment, training, and funds have positive and significant relationship to work accidents. Good individual factors can contribute to lower work-accidents in MSMEs. In addition, good organizational factors can contribute to lower work accidents in MSMEs. Evaluation and prevention to work accidents based on individual and organizational factors model need to be implemented in MSMEs
T-6330
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Didik Swardi J.B. Budoyo; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Temajaya, Aswan Hery Putra
S-8522
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hendri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, I Made Sudarta
Abstrak:
Tesis ini membahas efektifitas penerapan SMK3 perusahaan KKKS GOKPL dalam menekan kecelakaan kerja kegiatan eksplorasi MIGAS di indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan implementasi SMK3 agar ditingkatkan karena terlihat efektif dalam menurunkan kecelakaan kerja, perusahaan agar melakukan audit secara rutin untuk memastikan bahwa SMK3 dijalankan oleh semua jenjang didalam organisasi dan dapat menjalankan perbaikan yang berkelanjutan, evaluasi SMK3 Kontraktor (CSMS) agar terus ditingkatkan,bisnis perusahaan banyak melibatkan kontraktor yang merupakan salah satu penentu terciptanya keselamatan dan kesehatan ditempat kerja, dan sangat mempengaruhi dalam menekan angka kecelakaan seperti yang telah dibahas dalam penelitian ini.
The focus of this study is to determine the GOKPL Company OHS-MS Implementation Level in reducing accident rate in Oil & Gas exploration activity. This is a qualitative study with descriptive design. The results suggest that OHSMS implementation be improved because it does effective in reducing accident rates, Company to conduct regular audits to ensure that OHSMS runs by all level towards continuous improvement, and evaluation of the Contractors Safety Management System (CSMS) to be improved, given the company's business involves some contractors, which is one of contributing factor in creating safe workplace, and affects the number of accidents.
Read More
The focus of this study is to determine the GOKPL Company OHS-MS Implementation Level in reducing accident rate in Oil & Gas exploration activity. This is a qualitative study with descriptive design. The results suggest that OHSMS implementation be improved because it does effective in reducing accident rates, Company to conduct regular audits to ensure that OHSMS runs by all level towards continuous improvement, and evaluation of the Contractors Safety Management System (CSMS) to be improved, given the company's business involves some contractors, which is one of contributing factor in creating safe workplace, and affects the number of accidents.
T-3683
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hugo Nainggolan; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Gerry Aditya Herwanto Putra, Sutarno
Abstrak:
Read More
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) telah berjalan selama lebih dari 10 tahun dan menjadi suatu pedoman atau acuan yang bersifat wajib untuk dilaksanakan bagi perusahaan yang memiliki potensi bahaya besar atau mempekerjakan paling sedikit 100 orang pekerja. Penerapan SMK3 merupakan salah satu upaya preventif yang harus dilakukan akibat meningkatnya risiko kecelakaan kerja. SMK3 adalah penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang akan dapat meminimalkan risiko kerugian moral dan moneter, kehilangan jam kerja, serta keselamatan orang dan lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian gabungan (mixed method). Dalam penelitian ini, teknik pengolahan data secara kuantitatif dilakukan untuk mengukur hasil penerapan SMK3 di industri galangan kapal kecil PT. X, PT. Y, dan PT. Z menggunakan instrumen audit tingkat awal (64 kriteria SMK3) sesuai PP No. 50 Tahun 2012. Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2023 - Oktober 2023 yang dengan pengambilan data observasi pada industri galangan kapal kecil PT X., PT. Y, dan PT. Z digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian penerapan SMK3 di 3 industri galangan kapal kecil PT. X, PT. Y, dan PT. Z berdasarkan instrumen audit SMK3 PP No. 50 Tahun 2012 tingkat awal (64 kriteria) Manajer HSE dari setiap perusahaan di PT. X, PT. Y, dan PT. Z merupakan responden yang memberikan dokumen dan keterangan. Hasil penelitian didapatkan fakta bahwa Tingkat kesesuaian penerapan SMK3 PT. X : 21,88 %, PT. Y : 3,13 %, PT. Z : 21,88 %. Tingkat ketidaksesuaian penerapan SMK3 PT. X sebesar 78,12 % dengan temuan mayor sebesar 51 %, temuan minor sebesar 45 %, dan temuan kritikal sebesar 4 %. Tingkat ketidaksesuaian penerapan SMK3 PT. Y sebesar 98,44 % dengan temuan mayor sebesar 49,21 %, temuan minor sebesar 49,21 %, dan temuan kritikal sebesar 1,58 %. Tingkat ketidaksesuaian penerapan SMK3 PT. Z sebesar 78,12 % dengan temuan mayor sebesar 52 % dan temuan minor sebesar 48 %.
Government Regulation (GR) Number 50 of 2012 concerning the Occupational Safety and Health Management System (OSHMS) has been running for more than 10 years and has become a mandatory guideline or reference to be implemented for companies that have the potential for major hazards or employ at least 100 workers. The implementation of OSHMS is one of the preventive efforts that must be carried out due to the increased risk of work accidents. OSHMS is the implementation of an occupational safety and health management system that will be able to minimize the risk of moral and monetary losses, loss of working hours, as well as the safety of people and the environment. This research is a mixed method. In this study, quantitative data processing techniques were carried out to measure the results of the application of OSHMS in the small shipyard industry of PT. X, PT. Y, and PT. Z uses an initial level audit instrument (64 OSHMS criteria) according to PP No. 50 of 2012. This research was conducted in September 2023 - October 2023 with observational data taken on the small shipyard industry of PT X, PT. Y, and PT. Z. Used to measure the level of achievement of the application of SMK3 in 3 small shipyard industries of PT. X, PT. Y, and PT. Z based on the audit instrument OSHMS PP No. 50 Year 2012 entry level (64 criteria) HSE Manager from each company at PT. X, PT. Y, and PT. Z is a respondent who provides documents and information. The results of the study found that the level of suitability of the application of OSHMS PT. X : 21.88 %, PT. Y : 3,13 %, PT. Z : 21,88 %. The level of non-conformity in the application of OSHMS PT. X is 78.12% with major findings of 51%, minor findings of 45%, and critical findings of 4%. The level of non-conformity in the application of OSHMS PT. Y is 98,44% with major findings of 49,21%, minor findings of 49,21%, and critical findings of 1,58%. The level of non-conformity in the application of OSHMS PT. Z is 78,12% with major findings of 52 % and minor findings of 48%.
T-6899
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abdul Aziz; Pemnimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuli Nurcahyo, Sahat PL Gaol
T-4292
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Taufiq Mahriyar; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Chandra Satrya, Yuliani Chafsah
Abstrak:
UMKM Kedelai (Tempe, Tahu, & Oncom) di Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor memiliki potensi bahaya dan risiko pada setiap proses kerjanya, sehingga diperlukan manajemen risiko untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko K3. Jenis penelitian ini deskriptif dengan penentuan tingkat risiko secara semi kuantitatif menggunakan nilai consequences, exposure, dan likelihood mengacu pada metode yang ditemukan oleh W.T. Fine. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tingkat risiko tertinggi dengan level Very high antara lain Risiko : Heat stress, Luka Bakar, Kebakaran, Ledakan, Gangguan Pernafasan. Tingkat risiko tertinggi disebabkan oleh Bahaya Panas dan Budaya kerja yaitu merokok pada saat bekerja. Tingkat risiko level Priority 1 antara lain Risiko : NIHL, Tersengat Listrik, Luka Bakar, Iritasi kulit, Keracunan, Tejatuh. Tingkat risiko Priority 1 disebabkan oleh Bahaya Fisik: Bising, Listrik, Bahaya Biologi, Bahaya Kimia. Tingkat risiko level Substantial antara lain Risiko : Low Back Pain, Cedera otot lengan / kaki . Tingkat risiko Substantial disebabkan oleh Bahaya Ergonomi: Posisi janggal, Mengangkat beban yang berat. Tingkat risiko level Priority 3 antara lain Risiko : Stress Kerja. Tingkat risiko Priority 3 disebabkan oleh Bahaya Psikososial: Beban Kerja, Kelelahan.
Kata Kunci: K3, Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Consequences, Exposure, Likelihood, Tingkat Risiko, Evaluasi Risiko, Rekomensdasi Pengendalian.
Soybean processing SMEs pose number of potential hazards exposing to the worker. This study aimed identify some potential hazards and evaluate their risk level by using WT Fine method, These results indicate that there is the highest risk level by level Very high risk include : Heat stress, Burn, Fire, Explosion, Respiratory Disorders. The highest risk levels caused by Heat Hazards and work culture that smoke at work. The level of risk levels among others Risk Priority 1 : NIHL, Stung Electricity, Burns, Skin irritation, Toxicity, Toffees. The level of risk due to the Priority 1 Physical Hazards : Noisy, Electricity, Biological Hazards, Chemical Hazards. Substantial levels of risk level among others Risk : Low Back Pain, Muscle Injury Arm / Leg. Substantial risk levels caused by Ergonomics Hazards : Position clumsy, Heavy lifting. The risk level Priority level 3 Risks include : Work Stress. The level of risk caused by the Priority 3 Psychosocial Hazards : Workload, Fatigue.
Keywords: Occupational Health & Safety, Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Management, Consequences, Exposure, Likelihood, Level of Risk, Risk Assessment, Control Recommendations.
Read More
Kata Kunci: K3, Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Consequences, Exposure, Likelihood, Tingkat Risiko, Evaluasi Risiko, Rekomensdasi Pengendalian.
Soybean processing SMEs pose number of potential hazards exposing to the worker. This study aimed identify some potential hazards and evaluate their risk level by using WT Fine method, These results indicate that there is the highest risk level by level Very high risk include : Heat stress, Burn, Fire, Explosion, Respiratory Disorders. The highest risk levels caused by Heat Hazards and work culture that smoke at work. The level of risk levels among others Risk Priority 1 : NIHL, Stung Electricity, Burns, Skin irritation, Toxicity, Toffees. The level of risk due to the Priority 1 Physical Hazards : Noisy, Electricity, Biological Hazards, Chemical Hazards. Substantial levels of risk level among others Risk : Low Back Pain, Muscle Injury Arm / Leg. Substantial risk levels caused by Ergonomics Hazards : Position clumsy, Heavy lifting. The risk level Priority level 3 Risks include : Work Stress. The level of risk caused by the Priority 3 Psychosocial Hazards : Workload, Fatigue.
Keywords: Occupational Health & Safety, Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Management, Consequences, Exposure, Likelihood, Level of Risk, Risk Assessment, Control Recommendations.
S-9123
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
